Said Aqil dan Ganjar Bakal Hadiri Pelantikan Pengurus Ansor Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Konferensi Wilayah (Konferwil) PW GP Ansor Jateng, Kabupaten Pekalongan, 12 November 2017 lalu menempatkan  H Solahudin Aly atau Gus Sholah sebagai ketua GP Ansor yang baru. Gus Sholah dipilih secara mufakat oleh peserta konferwil.

Gus Sholah dan jajaran pengurusnya akan dilantik pada Sabtu (27/1/2018) besok di Pondok Pesantren Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak.

Dalam pelantikan itu akan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ketua PW GP Ansor Jatengm Gus Sholah mengatakan, pada masa khidmat 2017-2021 ini, memiliki tantangan yang berat, yakni pemberdayaan kader. Pada periode sebelumnya, melalui kaderisasi dan penataan organisasi, GP Ansor Jateng telah terbentuk di sekitar 400 kecamatan atau pimpinan anak cabang (PAC) aktif.

“Jumlah itu sekitar 69 persen dari jumlah kecamatan yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Dan ini akan ditingkatkan terus hingga mencapai 90 sampai 100 persen kecamatan di periode ini,” katanya, Jumat (26/1/2018).

Ia juga menegaskan, GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) berbasis kaderisasi, siap bekerja sama dengan semua pihak. Utamanya dalam menjaga kondusifitas Jateng serta memakmurkan rakyat Jateng.

Ditambahkannya, pada rangkaian pelantikan pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah ini, secara bersamaan juga akan digelar pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Demak.

Dalam rangkaian acara ini, juga diselenggarakan parade Ansor-Banser yang menyertakan 3.000 personel. Parade diawali dari Alun-alun Kabupaten Demak, menuju Ponpes Girikusumo Mranggen.

Editor : Ali Muntoha

Gus Shola dari Jepara Terpilih Jadi Ketua Ansor Jateng

Solahudin Aly memberikan sambutan usai terpilih sebagai Ketua GP Ansor Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Solahudin Aly atau Gus Sholah dari Kabupaten Jepara, terpilih sebagai ketua GP Ansor Jateng periode 2017-2021. Ia terpilih melalui musyawarah mufakat dalam konferensi wilayah (konferwil) di GPU Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017).

Ia mendapatkan dukungan mayoritas suara dan menyisihkan kandidat lain, yakni Wahid Jumali. Pada tahap pengumpulan rekomendasi atau dukungan, Gus Solah mendapat dukungan dari 17 pimpinan cabang (PC) dan 225 PAC.

Jauh dari dukungan yang diterima Wahid Jumali yang hanya 5 PC dan 35 PAC, dan Wahidin Said dengan dukungan 3 PC dan 39 PAC, Sholahudin Aly mendapat dukungan 17 PC dan 225 PAC.

“Berdasarkan tata tertib, tiap calon dianggap sah jika diusulkan 4 PC dan 20 PAC yang terakreditasi. Maka yang berhak dicalonkan ada dua calon. Yaitu Solahudin Aly dan Wahid Jumali,” kata pimpinan sidang dari PP GP Ansor Lukman Hakim.

Setelah dilakukan musyawarah antara PP Ansor dengan dua kandidat, akhirnya dimufakati bahwa Sekretaris DP Ansor Jateng itu, ditunjuk menahkodai GP Ansor Jateng menggantikan ketua lama, Ikhwanudin. Penetapan Gus Shola sebagai nahkoda baru, mendapat sambutan hangat dari peserta Konferwil dengan mengumandangkan salawat burdah.

 

Ketua GP Ansor periode 2017-2021 Solahudin Aly bersalaman dengan Ketua GP Ansor lama, Ikhwanudin. (Istimewa)

Gus Shola menyebut, ia memiliki tugas tidak ringan untuk menahkodai Ansor Jateng ke depan. Baik tantangan internal maupun eksternal. Tantangan utama adalah mengoordinasi sejumlah 35 PC dan 430 PAC se Jawa Tengah.

“Tanggungjawab ke depan mengoordinasi 35 daerah dan mengawal 430 PAC se Jateng tentu bukan tugas ringan. Kalau kita bersama-sama insya Allah bisa memajukan Ansor di Jateng,” katanya.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi titik garapan Ansor Jateng. Yaitu tertib administrasi, dokumentasi atau arsiparis yang masih sangat lemah. Melakukan kaderisasi hingga menciptakan kader yang unggul serta siap ditempatkan di berbagai medan.

“Rijalul Ansor juga harus terus diperkokoh untuk memperkuat tradisi ahlussunnah wal jamaah annahdliyah,” katanya.

Tantangan yang paling nyata di depan mata, lanjutnya, adalah upaya membentengi masyarakat dari ideologi-ideologi Islam radikal.

Baca : Di Konferwil Ansor Jateng Gus Yaqut Sebut Ganjar ‘Gubernur Pindo’

Di kalangan aktivis, Gus Shola bukan orang baru. Selain sebagai Sekretaris PW Ansor Jateng, juga menjabat Sekretaris Eksekutif ASMINDO (Asosiasi Perindustrian Mebel dan Kerajinan) Solo Raya 2013-2016, koordinator Pemantau Pemilu Legislatif & Pemilu Presiden/Wakil Presiden (long term observer) di Partnership Jateng (2014), dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Surakarta (2013).

Ia juga pernah menjabat Ketua Umum PKC PMII Jateng (2004-2006), koordinator JPPR Kota Surakarta (2004), Ketua Umum PMII Kota Surakarta (2001 – 2002), dan koordinator Divisi Pemantauan Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (JAMPPI) Kota Surakarta (1999).

Selain pengalamannya di berbagai organisasi yang telah menempanya, Gus Shola juga memiliki hubungan nasab dengan KH Sholeh Darat, yang merupakan guru dari kiai-kiai di Nusantara.

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas, memberikan apresiasi terhadap hasil kinerja PW GP Ansor Jateng sejak 2014 lalu. bahkan paeriode ini ada satu Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, sebagai yang terbaik se Jawa tengah bahkan se Indonesia.

“Dari PP Ansor kita berikan reward Rp 25 juta. Uang tersebut untuk pembinaan dan mengembangkan organisasi di PAC Garung. Semoga bermanfaat dan bisa membuat lebih semangat,” kata Gus Yaqut.

Editor : Ali Muntoha