Hanya Iuran Rp 1.000, Emak-emak di Runting Pati Berhasil Gelar Ketoprak

Pagelaran seni ketoprak di kawasan Runting Kulon, Tambaharjo, Pati, Sabtu (12/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Emak-emak di Dukuh Runting Kulon, Desa Tambaharjo, Pati, yang tergabung dalam kelompok “Srikandi Runting” menggelar agenda bersih desa dengan menanggap ketoprak, Sabtu (12/8/2017).

Uniknya, pagelaran ketoprak itu diambil dari iuran warga sebesar Rp 1.000 per hari. Dikumpulkan sejak November 2016, uang itu berhasil terkumpul yang digunakan untuk hiburan seni ketoprak.

Ketua Panitia, Muanah mengatakan, ada 70 rumah di wilayah rukun tetangga (RT) 3 yang mengumpulkan dana tersebut. Dari 70 rumah, hanya 40 rumah yang aktif secara rutin menyumbangkan Rp 1.000 setiap hari.

“Ada 40 rumah yang rutin iuran, sedangkan 30 lainnya terkadang mau, terkadang tidak. Kita tidak membebani, karena niatnya untuk hiburan seni bersama saat sedekah bumi bersih desa berlangsung,” kata Muanah.

Yang lebih menarik, semua panitia ternyata dari kalangan ibu-ibu. Mereka bahu-membahu dari menghimpun dana Rp 1.000 setiap hari untuk dikumpulkan ke bank hingga pelaksanaan agenda ketoprak.

Mereka mengenakan seragam berlogo “Srikandi Runting Kulon” saat pementasan ketoprak berlangsung. Sementara untuk konsumsi makanan dan air minum, mereka meminta bantuan dari warga RT 1,2, 3, dan 4.

“Acara ini dilaksanakan secara mandiri dari ibu-ibu secara gotong-royong. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah desa,” imbuhnya.

Adapun lakon ketoprak yang dipilih mengambil tema “Joko Tani”. Selain menghibur masyarakat, pilihan tema itu diharapkan bisa mengembalikan semangat para pemuda modern untuk bertani.

 

Editor : Akrom Hazami

Ketoprak Kancil Arum Joyo Pati Ramaikan Sedekah Bumi Sidorekso Kaliwungu Kudus

Suasana kegiatan kegiatan Sedekah Bumi/Apitan bertajuk Sidorekso Mantu, di lapangan SDN 1 Sidorekso, Sabtu (5/8/2017). (Pemdes Sidorekso)

MuriaNewsCom, Kudus – Karang Taruna Bahurekso, Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, akan menggelar kegiatan Sedekah Bumi/Apitan bertajuk Sidorekso Mantu, di lapangan SDN 1 Sidorekso, Sabtu (5/8/2017) mulai siang ini hingga malam hari.

Ketua Karang Taruna Bahurekso, Desa Sidorekso Siswanto, mengatakan kegiatan Apitan adalah rutin tiap tahun. Tujuannya untuk melestarikan budaya  yang sudah ada di desa ini. “Tujuannya meneruskan kebudayaan. Nguri-uri kebudayaan,” kata Siswanto kepada MuriaNewsCom, Sabtu siang.

Pada Sabtu siang ini, acara dimulai yakni perhelatan seni ketoprak. Yaitu mulai sekitar pukul 13.00 WIB-17.00 WIB. Kemudian, malam harinya kegiatan akan dilanjutkan kembali.

Suasana kegiatan kegiatan Sedekah Bumi/Apitan bertajuk Sidorekso Mantu, di lapangan SDN 1 Sidorekso, Sabtu (5/8/2017). (Pemdes Sidorekso)

 

Pantauannya di lokasi siang ini, kemeriahan sudah tampak. Warga telah berbondong-bondong ke lokasi. Sementara para penjual juga telah berjajar sesak di tepi jalan.

Editor : Akrom Hazami