Awas! Penderita TB di Jepara Capai 2.292 Kasus di Tahun 2017

MuriaNewsCom, Jepara – Selain penyakit HIV-AIDS yang menjadi momok bagi Kabupaten Jepara, penyebaran penyakit Tuberculosis (TB), di Bumi Kartini juga perlu diwaspadai. Tahun 2017 kemarin ditemukan 2.292 kasus TB positif di Jepara.

Hal itu terungkap saat audiensi antara Community TB HIV Care Aisyiyah Jepara bersama Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, di ruang kerja bupati, Senin (8/1/2018). Muhammad Arief Koordinator Program Community TB HIV Care Aisyiyah Jepara, mengatakan, penanggulangan TB perlu dilakukan dalam lintas sektoral.

“Butuh keterlibatan lintas sektor baik dari unsur masyarakat maupun pemerintah, selain itu butuh payung hukum berupa perbup atau perda penanggulangan TB, agar dapat berkelanjutan di Jepara,” ujarnya.

Ia menambahkan, perlunya penambahan kader TB yang mencakup seluruh kecamatan di Jepara. Saat ini menurutnya, pelatihan kader TB yang dilakukan oleh Aisyiyah baru menjangkau 10 kecamatan. Terkait dana, dirinya meminta agar upaya komunitas ini dalam menjaring penderita TB dapat terus dilakukan.

“Butuh dukungan penganggaran yang berkelanjutan, karena prestasi ini (menemukan penderita TB) berkat dukungan dari donor Global Fund kepada kami (aisyiyah) tahun 2017. Namun untuk tahun 2018 banyak anggaran kegiatan yang dipangkas dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh Pemkab Jepara,” tambahnya.

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) DKK Jepara dr. Fakhrudin, mengatakan terdapat 2.292 kasus baru di tahun 2017. Sementara di tahun 2016 hanya ditemukan kasus positif TB 613 kasus.

“Penyakit ini sangat mudah menular dan pengobatannya sangat mahal dan lama,” terangnya

Adapun, TB disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular lewat udara yang berasal dari percikan bakteri ketika penderita TB positif bersin, batuk atau bicara. Satu orang positif TB dapat menulari 10 orang disekitarnya.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, akan segera berkonsultasi dengan bagian hukum setda Jepara untuk membentuk perda. “Penyakit ini sangat membahayakan, perlu perhatian serius. Jika memang memungkinkan kita akan terbitkan perbup penanggulangan TB,” janjinya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Jepara Gratiskan Biaya Rawat Inap Warga di Kelas III

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini masyarakat tak mampu di Jepara digratiskan mendapatkan perawatan inap di kelas III. Caranya dengan menunjukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di KTP. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menerangkan, program itu berlaku bagi seluruh penduduk Bumi Kartini yang belum memunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Langkah ini merupakan upaya agar seluruh penduduk kami memeroleh akses mudah atas fasilitas kesehatan bermutu,” kata dia, Rabu (3/1/2018). 

Ia menerangkan, layanan ini berlaku untuk perawatan kelas III baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ataupun Rumah Sakit. Adapun yang akan dibiayai oleh pemerintah kabupaten Jepara berlaku untuk satu kali rawat inap. 

Untuk perawatan lanjutan, masyarakat akan diarahkan dalam program Penerima Bantuan Iuran Daerah (PIBDa). Hal itu berlaku bagi mereka yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin dan terdata alam Basis Data Terpadu (BDT). 

Sementara bagi warga yang tak termasuk dalam Basis Data Terpadu, akan diarahkan untuk mengikuti program BPJS Kesehatan mandiri. 

“Kami harapkan dengan layanan ini pada tahun 2019 paling sedikit 95 persen warga Jepara memiliki jaminan kesehatan dan mempunyai akses pada layanan kesehatan yang bermutu,” tutup Marzuqi.

 

Editor: Supriyadi

Idap Penyakit Aneh, Tubuh Bocah di Panggungroyom Pati Ini Seperti Tulang Dibalut Kulit

Kondisi Indah, bocah berusia sepuluh tahun yang mengalami kelainan sejak lahir. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Indah Safitri (10), putri bungsu pasangan Harjobini dan Sartini, warga RT 3 RW 2 Desa Panggungroyom, Wedarijaksa, menderita nyeri kepala sejak lahir.

Rasa nyeri itu disebabkan tempurung otak Indah yang tidak berkembang sejak lahir. Sebab, Indah dilahirkan dalam keadaan sungsang, yaitu pantat keluar terlebih dahulu.

Orangtua Indah sendiri belum tahu secara pasti nama penyakit yang diderita buah hatinya itu. Namun, keluarga mengetahui penyakit tersebut sejak diperiksa dokter spesialis.

“Sejak lahir menangis terus. Kami periksa ke dokter, disarankan untuk operasi. Karena tidak punya uang untuk operasi, kami hanya merawatnya di rumah,” jelas Harjobini, ayah Indah yang bekerja sebagai seniman ketoprak, Jumat (3/11/2017).

Keadaan anaknya mulai parah ketika menginjak usia delapan bulan. Saat itu, Indah mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang.

Indah sempat sembuh setelah diperiksa ke puskesmas. Tapi, pihak orangtua mengaku sudah tidak punya biaya lagi sehingga selanjutnya tidak pernah berobat.

Saat ini, kondisi fisik Indah sangat memprihatinkan. Tubuhnya mengecil seperti tulang yang hanya terbungkus kulit.

Indah tidak bisa berbicara. Terkadang, ia mengalami demam diselingi gatal di sekujur tubuh dengan bekas-bekas luka akibat gatal kulit.

Ia juga tidak mau makan apa pun. Ia hanya mau makan makanan yang lembut seperti bubur khusus yang dibuat dari beras merah.

Sementara untuk minum, orangtua sering memasak air gula untuk menambah asupan gizi. Setiap hari, aktivitas Indah hanya tidur dan duduk.

Pihak keluarga berharap, ada donatur yang bisa membantu pengobatan Indah agar kembali sehat dan normal. Pasalnya, upaya pengobatan Indah selama ini terkendala biaya.

Editor: Supriyadi

Bikin Haru, Bocah 12 Tahun Asal Karanggeneng Grobogan Ini Rela Putus Sekolah Demi Merawat Ibunya

Warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong Serli Artia Dewi (kiri) saat membasuh keringat sang ibu yang menderita kelumpuhan, Selasa (24/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Cita-cita Serli Artia Dewi (12) untuk melanjutkan pendidikan SMP terpaksa harus tertunda. Tahun ajaran ini, warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong itu harusnya sudah bersekolah bersama teman sebanyaknya karena sudah sempat diterima di salah satu SMP.

Namun, Serli akhirnya memilih untuk tidak sekolah karena harus merawat ibunya Siti Arwah (33) yang menderita sakit. Sejak tujuh bulan terakhir, Siti mengalami gangguan syaraf hingga sempat mengalami kelumpuhan.

Kondisi inilah yang membuat Serli memilih untuk merawat ibunya dan meninggalkan keinginannya untuk sekolah. Hal itu dilakukan karena hampir setiap hari, ayahnya Fuad Arifin (36) harus bekerja sebagai buruh tani di daerah Karangawen, Demak. Sedangkan adiknya, Selvi Nova Aryani saat ini baru berumur 4 tahun.

”Saya sebenarnya pengen sekolah. Tapi kalau sekolah, siapa yang merawat ibu dan adik,” ujar Serli dengan mata berkaca-kaca.

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Sebelumnya, Serli sempat menamatkan pendidikan dasar di SDN 01 Karanggeneng. Saat lulus, Serli mampu meraih peringkat ketiga.

Sang ibu sebenarnya sudah menyuruh Serli untuk tetap sekolah. Namun, anaknya tidak mau karena merasa kasihan dengan keadaannya yang membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas sehari-hari.

Siti menyatakan, penyakit yang dideritanya itu datang tiba-tiba. Saat bangun pagi, tangan dan kaki kananya mendadak tiak mampu digerakan. Bahkan, dia juga sulit membuka mulut untuk mengucapkan kata-kata.

Setelah istirahat total beberapa hari, kondisinya berangsur normal kembali. Begitu sudah sehat, Siti tidak pernah lagi memikirkan penyakit yang sempat menyerangnya.

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Beberapa minggu kemudian, penyakit itu mendadak kambuh lagi. Tepatnya, saat Siti mengantarkan Serli mendaftarkan sekolah di salah satu SMP di Kecamatan Godong.

”Saat daftar sekolah, kamuh lagi. Saya kemudian diantarkan ke rumah sakit oleh pihak desa,” kata Siti.

Sejauh ini, Siti tiga kali berobat di RSUD Raden Soedjati Purwodadi. Dalam pengobatan ini, Siti merasa tidak begitu terbebani biaya karena sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat. 

”Setelah berobat, sekarang saya sudah bisa bicara. Kemudian, kaki dan tangan juga mulai bisa digerakan sedikit. Tapi untuk berjalan, saya harus dibantu suami, Serli atau tetangga. Tiap hari, Serli yang lebih banyak  membantu mengurus kebutuhan saya maupun adiknya,” kata Siti.

Editor: Supriyadi

Sering Konsumsi Makanan Instan, Bocah 14 Tahun di Pati Ini Kena Gagal Ginjal

Sofyan Yustiva Alfinda (kanan), bocah penderita gagal ginjal saat dikunjungi Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Senin (23/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sofyan Yustiva Alfinda, bocah berusia 14 tahun asal Desa Puri RT 2 RW 4, Kecamatan Pati mengalami sakit gagal ginjal sejak umur tujuh tahun.

Dokter memvonis tidak ada peluang kesembuhan untuk Sofyan, kecuali harus cangkok ginjal. Padahal, cangkok ginjal bukan hanya mahal, tetapi juga butuh pendonor ginjal.

Hariyoso, ayah Sofyan yang berprofesi sebagai tukang parkir di Pasar Puri menuturkan, anaknya itu mulai sakit sejak tahun 2010. Saat itu, Sofyan hanya demam biasa.

Namun, keadaannya semakin hari kian memburuk. Kakinya terasa sakit, susah buang air kecil, badan membengkak, sakit perut yang tidak kunjung sembuh dan napasnya yang sesak.

“Pengobatan sudah dilakukan di RSUD Soewondo selama dua minggu. Tapi tidak kunjung sembuh dan justru semakin kritis. Setelah dirujuk ke RS Keluarga Sehat, ternyata anak saya dinyatakan gagal ginjal,” ungkap Hariyoso, Senin (23/10/2017).

Sofyan memang suka mengonsumsi makanan dan minuman instan sejak kecil. Kebiasaan itu yang membuatnya menderita gagal ginjal meski usianya masih bocah.

Tahu informasi tersebut, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan bersama Wakapolres Pati Kompol Nyamin dan Kasat Sabhara AKP Sugino mengunjungi rumah Sofyan. Mereka memberikan bantuan berupa uang tunai supaya dimanfaatkan untuk pengobatan Sofyan.

“Nilainya memang tidak seberapa. Tapi, kami berharap bantuan sosial itu bisa dimanfaatkan untuk pengobatan dan perawatan yang lebih layak,” ujar AKBP Maulana.

Saat ini, Sofyan masih mengalami sesak napas, perut bengkak dan susah buang air kecil. Dia juga harus menggunakan alat bantu pernapasan supaya bisa bernapas dengan baik.

Editor: Supriyadi

Enam Bulan, Tunggakan DKK di RSUD Kudus Tembus Rp 5 Miliar

Pelataran RSUD dr Loekmono Hadi yang selalu penuh kendaraan berlalu lalang (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Tunggakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus atas program penggratisan biaya kesehatan masyarakat miskin yang tidak tercover BPJS di RSUD Kudus saat ini tembus hingga Rp 5 miliar.

Ironisnya, tunggakan tersebut merupakan tunggakan selama enam bulan mulai dari bulan April hingga September 2017.

Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan DKK Kudus Mustianik mengatakan, tagihan tersebut merupakan tagihan yang dibebankan dari masyarakat pengguna program kesehatan daerah dengan fasilitas kelas tiga.

“Secepatnya kekurangan tagihan pengobatan gratis di ruang kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, akan kami lunasi semua,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak DKK sebenarnya sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 6 Miliar selama APBD murni 2017 lalu. Namun, biaya tersebut digunakan untuk membayar tunggakan dari bulan Desember 2016 hingga Maret 2017 dari RSUD Kudus.

Tagihan tersebut, kata dia, mencapai angka Rp 4 Miliar. Sedang sisanya sebesar Rp 2 miliar, digunakan untuk mendukung progam kesehatan di BLUD Puskesmas di sembilan Kecamatan di Kudus.

“Masih ada biaya dari APBD perubahan 2017 yang bisa digunakan. Jadi akan dilunasi tagihan dari RSUD Kudus,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Antisipasi Kasus Debora di Kudus, Bupati Minta Tenaga Kesehatan Beri Pelayanan Terbaik

Bupati Kudus Musthofa memimpin rapat untuk menerapkan pelayanan kesehatan terbaik di Kabupaten Kudus. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus meninggalnya Tiara Debora, bayi berusia empat bulan (4 bulan) di Jakarta memang menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya Bupati Kudus Musthofa. Untuk itu, ia meminta semua jajaran kesehatan di Kudus untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Pernyatan tersebut disampaikannya di hadapan kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, para kepala puskesmas, beserta tenaga kesehatan di pendopo Kabupaten, Senin (11/9). Bupati mengambil langkah cepat ini agar kasus serupa tidak terjadi di Kudus.

“Jangan ada Debora di Kudus,” tegasnya.

Pelayanan terbaik yang dimaksudkan adalah agar semua fasilitas kesehatan di Kudus (baik negeri maupun swasta) memberikan pelayanan terbaik atas dasar kemanusiaan. Bukan atas dasar/berorientasi materi.

Bupati dua periode ini meminta agar siapapun yang datang ke puskesmas/rumah sakit bisa segera terlayani. Tanpa melihat latar belakangnya. Apalagi di Kudus masyarakat bisa dilayani di puskesmas atau kelas III RS hanya dengan KTP.

“Dan pelayanan tidak harus dilayani di rumah sakit. Kalau memang bisa dilayani di puskesmas, seharusnya tidak perlu sampai rumah sakit,” imbuhnya.

Kesiapan tenaga media dan segala perlengkapannya menjadi perhatiannya. Dirinya meminta jajaran tenaga kesehatan di bawah koordinasi DKK senantiasa dalam kondisi ‘ready’.

“Tidak boleh ada puskesmas yang bed-nya terlipat. Semua harus siap menerima pasien kapanpun. Termasuk kebersihan juga harus dijaga,” pesannya.

Komitmen ini tentu hanya ingin memberikan layanan secara maksimal bagi masyarakat Kudus. Bahwa pelayanan kesehatan menjadi prioritasnya. Sinergitas semua pihak diperlukan dalam layanan ini. Termasuk RS swasta juga harus turut mendukung layanan kesehatan ini.

Editor: Supriyadi

Kartu Jateng Sejahtera Diharapkan Sampai Ke Pelosok Daerah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kartu Jateng Sejahtera (KJS) tahun 2017 diluncurkan bersamaan dengan Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017).

Dengan program tersebut, diharapkan masyarakat berkategori miskin, lansia, dan berkebutuhan khusus yang belum di-cover layanan kesehatan atau sosial lain dapat terbantu.

“Dengan kartu ini diharapkan bisa membantu terutama mereka yang dalam kondisi tua, dan sebagainya namun belum tercover bantuan apapun, dapat kita bantu,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Ia menjelaskan, tahun ini program tersebut disokong oleh pemerintah provinsi. Sebelumnya, program tersebut didukung sepenuhnya oleh Bank Jateng. 

Terpisah Founder dan Inisiator Komunitas Sahabat Difabel Noviana Dibyantari berharap program tersebut dapat menyentuh mereka yang berada di pelosok wilayah Jawa Tengah. Karena, secara riil banyak sekali mereka yang membutuhkan akan tetapi tidak mendapatkan haknya. 

“Banyak sekali terutama mereka yang berkategori orang dengan kecacatan berat, di setiap kelurahan banyak yang tidak tercover (bantuan kesehatan atau sosial). Hal itu seringkali disebabkan karena pemerintahan setempat dalam hal ini RT, Lurah ataupun TKSK yang kurang responsif. Sehingga akhirnya mereka tak mendapatkan, padahal mereka berhak,” kata dia. 

Namun demikian, ia menyambut baik upaya pemprov Jateng tersebut. Akan tetapi ia menginginkan agar informasi ini disebar, agar warga didaerah pelosok mengetahui terkait program tersebut. Selain itu, dirinya juga ingin agar program ini dilaksanakan tepat sasaran. 

“Pemerintah sudah melaunching program ini, sekarang tugas kita sebagai warga adalah menyebarkan informasi ini. Agar masyarakat mengetahui dan setelahnya turut berpartisipasi, sehingga mereka mendapatkan haknya,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Pemkab Kudus Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Hydrocephalus Asal Singocandi

Bupati Kudus Musthofa mengunjungi Muhammad Faril Khasan (5) di kediamannya, Jumat (11/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisool Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Muhammad Faril Khasan, bocah lima tahun warga Desa Singocandi RT 5/RW 2 Kecamatan Kota, penderita Hidrosefalus.

Tak tanggung-tanggung, biaya pengobatan tersebut akan ditanggung semuanya oleh pemerintah hingga sembuh. Hal itu disampaikan Bupati Kudus Musthofa, saat mengunjungi Muhammad Faril, Jumat (11/8/2017).

Bersama sejumlah pejabat, Musthofa juga menegaskan pengobatan Faril akan ditangani secara serius. Bahkan, jika harus berobat ke luar Kudus.

”Mudah-mudahan hanya satu saja penderita penyakit ini di Kudus. Penyakit ini merupakan penyakit yang langka. Karena itu semua biaya akan ditanggung oleh Pemkab Kudus, termasuk jika harus dirujuk ke luar kota,” kata Musthofa.

Baca Juga : Bocah Penderita hydrocephalus di Singocandi Kudus Ini Butuh Bantuan

 

Ia menyebutkan, untuk langkah pertama, pengobatan akan ditangani oleh RSUD Kudus. Jika pihak RSUD tak sanggup, pengobatan akan dilakukan di luar Kudus. Baik itu di Semarang, Solo, ataupun Jakarta.

”Nanti biar ada dokter yang mengecek kondisinya, karena penyakit ini merupakan penyakit yang lama prosesnya. Apalagi sekarang Hidrosefalus adek ini sudah cukup besar,” ungkap dia. 

Selain memberikan tanggungan pengobatan, bupati Kudus juga memberikan sejumlah bingkisan kepada keluarga. Selain bupati, sejumlah kepala dinas juga membawa bingkisan yang diberikan kepada keluarga.

Editor: Supriyadi

Ketua Komisi A DPRD Kudus Usulkan Pergantian Jabatan di Lingkup Kesehatan

Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto (tengah) saat memberikan usulan dalam rapat yang digelar di kantor DPRD setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto mengusulkan adanya rotasi petugas di lingkungan Dinas Kesehatan Kudus. Usulan tersebut dilakukan agar lebih adil dalam hal pemerataan pendapatan.

Usulan itu disampaikan saat pemanggilan RSUD dan DKK oleh DPRD Kudus, Jumat (3/3/2017). Menurutnya, sesama pihak yang bekerja di lingkungan kesehatan, pendapatan satu dengan lainnya berbanding terbalik. Padahal status jabatannya sama satu dengan lainnya.

“Seperti halnya PNS golongan 3 di puskemas yang hanya mendapatkan pemasukan kisaran Rp 3 jutaan per bulan. Sementara di RSUD pemasukan bisa mencapai Rp 6 juta, bahkan lebih. Tampak perbedaan yang jauh,” kata Mardijanto.

Rotasi kepegawaian merupakan hal yang sah. Dikatakannya, rotasi bertujuan mengajak maju satu sama lain. Jika satu pegawai sukses memajukan satu instansi, maka jika dipindahkan, akan mampu meningkatkan kinerja di lokasi yang baru juga.

Sementara, Ketua DPRD Kudus Mas’an lebih menyoroti petugas di RSUD. Selama ini banyak merekrut karyawan dengan model kontrak. Padahal, kontrak juga membuat karyawan ketakutan berhenti. “Jadi harus jelas di awal, jika kontrak dilakukan, maka berapa tahun kemudian harus diangkat menjadi tetap. Jadi semuanya jelas,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Pencari Kerja Diberi Edukasi Kesehatan

Dr Salmah Alaydrus dari RSI Sultan Agung memberikan edukasi kepada pencari kerja. (RSI Sultan Agung Semarang)

Dr Salmah Alaydrus dari RSI Sultan Agung memberikan edukasi kepada pencari kerja. (RSI Sultan Agung Semarang)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada yang menarik saat pelaksanaan job fair di Universitas Semarang (USM) belum lama ini. Para pencari kerja diberikan penyuluhan tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) jika diterima di tempat kerja yang baru.

Penyuluhan tersebut disampaikan oleh dr Salmah Alaydrus dari RSI Sultan Agung. PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan.

“Tidak hanya itu, Dia mampu berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan di lingkungan masing-masing” ujarnya dalam rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Lantas bagaimana penerapan PHBS di tempat kerja ? “Menggunakan alat pelindung diri (apd) sesuai jenis pekerjaannya, melakukan olahraga di sela-sela rutinitas pekerjaan dan mencuci tangan setiap sebelum atau sesudah melakukan aktivitas” jelasnya.

Selain di lingkungan kerja, dr Salmah meminta untuk menerapkan PHBS di mana saja. Baik di lingkungan keluarga, tempat umum atau fasilitas publik lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Waspada! Tifus Kambuhan Bisa Lebih Lama Sembuhnya

f-upload jam 13, Tifus (e)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi Anda yang pernah memiliki riwayat terjangkit penyakit tifus, diminta untuk lebih waspada untuk menjaga kesehatan. Karena, tidak menutup kemungkinan, penyakit tifus yang diderita tersebut akan kambuh lagi. Jika sudah demikian, untuk bisa menyembuhkan akan memakan waktu yang cukup lama ketimbang ketika pertama kali terserang tifus.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kudus (DKK)dr Maryata kepada MuriaNewsCom. -Menurutnya, bagi penderita penyakit tifus, harus lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Khususnya, bagi anak-anak yang masih rentan dan daya tahan tubuh masih lemah.

“Kalau pernah terkena tifus, dan itu kambuh lagi, sembuhnya biasanya lebih lama ketimbang waktu kali pertama terserang. Jadi, anak-anak maupun orang dewasa yang sudah pernah terserang penyakit tifus, pengawasan makanan harus diperketat,” katanya.

Menurutnya, untuk konsumsi makanan bagi yang pernah terserang tifus memang harus lebih selektif. Hal ini, karena saat terjangkit tifus, pencernaannya sudah pernah luka, sehingga harus diperhatikan. Hal itu juga menjadi tugas tambahan bagi orang tua untuk merawat anaknya yang pernah terkena tifus.

Maryata menyampaikan, gejala tifes pada anak hampir sama dengan gejala penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal inilah yang terkadang membuat masyarakat awam bingung untuk membedakan kedua gejala penyakit ini.

Untuk gejala tifes, anak-anak biasanya akan mengalami panas dan juga sakit kepala. Bahkan, gejala lain biasanya terkait dengan pencernaan, seperti sakit perut, diare, bisa juga sulit buang air besar. Yang berbahaya adalah jika gejala tifes tersebut sudah parah, bisa saja jatuh pingsan.

“Kalau anak demam tinggi dan salah satunya ada gejala tersebut, harus segera diperiksakan ke dokter dan melalui pemeriksaan laboratorium dan hasilnya bisa diketahui tifes atau DBD,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ini Kenapa RSUD Loekmono Hadi Kudus Pasiennya Kerap Membludak

Aktivitas di RSUD Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom)

Aktivitas di RSUD Loekmono Hadi Kudus (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tak jarang masyarakat yang berobat rawat inap ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus mengeluhkan sering penuhnya kamar untuk pasien. Sehingga, warga harus beralih ke rumah sakit lainnya.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Loekmono Hadi dr Aziz Achyar mengatakan, jika membludaknya pasien rumah sakit tak lepas dari peningkatan kualitas pelayanan yang terus membaik. Hal ini, untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat.

“Kami terus melakukan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan. Tidak hanya pegawainya saja, melainkan pula dokternya kami evaluasi, agar pelayanan terus meningkat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Hal itulah, katanya, yang membuat RSUD Kudus menjadi rujukan bagi masyarakat untuk berobat. Apalagi, fasilitas yang dimiliki rumah sakit juga semakin baik dan memadai.

Belum lagi, katanya,  rumah sakit juga banyak mendapatkan rujukan dari puskesmas yang mendapatkan pelayanan gratis. Sehingga, banyak warga yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Kepala DKK Kudus dr Maryata mengatakan, sering penuhnya RSUD Kudus juga disebabkan banyaknya masyarakat yang lebih memilih RSUD menjadi rujukan. Sehingga, wajar kalau terkadang rumah sakit penuh.

“Bukan hanya warga Kudus saja yang datang ke RSUD Kudus, melainkan pula warga sekitar, seperti Jepara dan Pati serta Demak,” katanya.

Selain itu, kata Maryata, banyaknya pasien yang datang juga disebabkan dari adanya jaminan kesehatan termasuk BPJS. Akibatnya, beberapa warga lebih suka dirawat inap, meskipun menurut pengobatan tidak harus dirawat inap.

“Padahal, berobat tidak harus inap. Tergantung risiko penyakit yang diderita. Namun, untuk kasus ibu yang melahirkan, dapat tergolong darurat, sehinga memang harus ditangani rawat inap,apalagi kalau masuk ICU wajib ditangani,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Resep Biar Hidupmu Bahagia

Widyaiswara dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah Martuti menyampaikan materi dalam seminar edukasi yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Widyaiswara dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah Martuti menyampaikan materi dalam seminar edukasi yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia. Namun, dalam kenyataannya tidak semua orang akhirnya bisa mendapatkan kebahagiaan yang diidamkan. Sebab, mereka tidak mengerti bagaimana untuk mendapatkan kunci kebahagiaan tersebut.

Demikian disampaikan Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, Martuti dalam seminar edukasi yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (19/3/2016).

Acara seminar dibuka Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Grobogan Tjiptati Noegrahani. Sedangkan peserta seminar adalah pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Grobogan.

Menurutnya, untuk dapat menggapai hidup bahagia ada beberapa hal yang harus dilakukan. Yakni, bersikap sabar, selalu bersyukur dan berperilaku sederhana. Kemudian, orang yang suka memberi, memaafkan dan selalu berserah diri juga akan bisa bahagia.

“Jadi untuk bisa bahagia itu harus mengubah pola pikir dan kebiasaan. Jika kebiasaan buruk lebih banyak dilakukan maka akan mendatangkan kegagalan. Sebaliknya, jika banyak melakukan kebaikan maka akan mendatangkan kesuksesan dan kebahagiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Tjiptati Noegrahani yang juga menjadi salah satu narasumber seminar menyatakan, kegiatan itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kenakalan remaja.

Melalui ibu-ibu PKK diharapkan bisa menjadi salah satu ujung tombak untuk mengurangi angka kenakalan remaja sejak dini. Sebab, mereka inilah yang bersentuhan dengan anak setiap hari.

“Untuk menekan kenakalan anak ini ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah membuat lingkungan keluarga selalu nyaman buat anak. Sebab, lingkungan keluarga inilah yang bisa dijadikan tempat perlindungan paling aman bagi anak,” kata psikolog itu.

Menurutnya, pola pengasuhan di keluarga juga punya peran penting untuk mengurangi kenakalan anak. Saat ini, kesibukan orang tua menjadikan komunikasi dengan anak ini berkurang bahkan menghilang. Untuk itu, orang tua harus memberi waktu untuk berkomunikasi dengan anak.

Editor :Akrom Hazami

Minggu, Ini Jadwal Dokter dan Apotek yang Buka di Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Bagi kalian warga Kabupaten Rembang. Tentu sering bingung saat membutuhkan dokter dan apotek yang tetap siaga saat hari Minggu. Mengingat pada hari itu, banyak dokter dan apotek yang tutup.
Berikut jadwal dokter dan apotek jaga Kabupaten Rembang

1. Januari 2016
Minggu (17/1/2016)
dr. Teguh Panca YM, Jalan Nusa Indah Nomor 08 Magersari Rembang.
Apotik Cahaya Farma, Jalan KS Tubun Nomor 98 Rembang.
Minggu (24/1/2016)
dr. Hermin Yanuar R, Ds. Ngotet RT 08 RW 04 Rembang.
Apotek Mutiara Sehat, Jalan Slamet Riyadi Rembang.
Minggu (31/1/2016)
dr. Nur Khotib, Ds. Magersari RT 05 RW 01 Rembang.
Apotek Podo Lestari, Jalan. Gaajah Mada Rembang.

2. Februari 2016
Minggu (7/2/2016)
dr. Esti Nur Sofiati, Jalan Gajahmada Nomor 182 Rembang
Apotik Safiina, Jalan Gajahmada Nomor 182 Rembang
Senin (8/2/2016)
dr. Naya Zandra Y, Jalan Demang Waru Km.01 Ds. Waru RT 02 RW 02 Rembang
Apotik Diponegoro, Jalan P Diponegoro Nomor 70 E Rembang
Minggu (14/2/2016)
dr. Budi Dharmawan, Jalan Setiabudi Nomor 01 Rembang
Apotik Media Farma, Jalan. HOS Cokroaminoto Nomor 13 Rembang
Minggu (21/2/2016)
dr. J Budhiadi D, Jalan. Magersari Barat No.25 Rembang.
Apotik Mugi Waras, Jalan. Diponegoro Rembang
Minggu (28/2/2016)
dr. Yudi Setiawan, Jalan Krapyak No.03 RT 03 RW 03 Sidowayah Rembang.

Itulah artikel yang dibuat MuriaNewsCom bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Ini Cara Lansia di Kudus Hidup Sehat dan Bahagia

Lansia (e)

Lanssia menggelar pertemuan di Balai Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus untuk saling menginformasikan program kesehatan Posyandu lansia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Paguyuban Lansia Gladi Waluyo Utomo, di Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus berharap seluruh anggotanya hidup sehat dan selalu semangat. Pasalnya, mayoritas para lansia enggan menjaga kesehatannya sehingga tak sedikit yang terserang penyakit.

Ketua Paguyuban Lansia Gladi Waluyo Utomo M Khudron mengatakan, para lansia harus dimotivasi dan didampingi untuk menerapkan pola hidup sehat dengan baik. Bila orang tua atau lansia ini bisa hidup sehat, maka bisa memotivasi bahkan dijadikan contoh para pemuda.

”Para lansia harus bisa menjadi contoh terkait menerapkan pola hidup sehat, merawat kesehatan. Sekaligus bisa memberikan bimbingan bagi mereka yang tidak bisa menjalankan hidup dengan teratur,” kata Khudron.

Sekitar 65 lansia yang tergabung dalam anggota Gladi Waluyo Utomo tersebut juga harus aktif mengecek kesehatan di Posyandu lansia desa. Sehingga bisa selalu terpantau kesehatannya.

”Posyandu itukan, bukan hanya untuk anak-anak. Namun pemeriksaan kesehatan di Posyandu desa juga ada yang diperuntukan lansia. Sehingga tingkat kondisi kesehatan para lansia juga terjaga,” tuturnya.

Dia menilai, dengan adanya pemeriksaan kesehatan di Posyandu lansia setiap bulan pada tanggal 20 itu, otomatis mengontrol kondisi serta memberikan arahan, pembinaan terhadap lansia. Supaya mereka bisa selalu aktif dan terampil merawat kesehatannya secara mandiri.

M Khudron menambahkan, mereka juga selalu menggelar pertemuan. Kegiatan itu sebagai ajang berbagi informasi antar lansia. ”Sering berinteraksi, ngobrol, untuk menambah wawasan. Hal itu juga menjadi hiburan mereka. Juga saling mengingatkan untuk selalu mengecek kesehatan. Sehingga terbangun kekompakan diantara mereka,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Waspada, Penyakit Jantung Bisa Datang Tanpa Gejala

ilustrasi

ilustrasi

 

KUDUS – Penyakit jantung sekarang ini dapat menyerang tiba-tiba. Tidak hanya bagi orang yang sudah ada gejala jantung, tapi bisa menimpa orang yang tidak ada risiko penyakit tersebut dan datang secara mendadak.

Hal itu diutarakan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Hikari Widodo. Beberapa hal yang membuat keadaan yang dapat menyebabkan penyakit jantung adalah usia lanjut, obesitas, merokok, jenis kelamin, dan kurang olahraga.

”Selain itu, pola hidup yang tidak seimbang dan tingkat stress bisa mengarah pada risiko jantung. Semakin tidak sehat pola hidup seseorang maka semakin membuat risiko tinggi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, terlalu capek juga bisa mengarah pada penyakit tersebut, tidak hanya faktor usia tapi aktivitas yang over dan makanan yang tidak terkontrol. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah hal itu adalah, seperti menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Dengan menjaga perilaku sehat, maka risiko terkena serangan jantung juga sedikit.

Olahraga secara teratur juga dapat membuat tubuh tetap fit. Dengan demikian juga dapat menyehatkan jantung. ”Melakukan chek up juga diperlukan, untuk mengetahui bagaimana keadaan jantung kita,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Usia 25 Keatas, Ternyata Mulai Rawan Terkena Serangan Jantung

 ilustrasi

ilustrasi

 

KUDUS – Penderita penyakit jantung, untuk sekarang bukan hanya dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut saja. Melainkan bagi mereka yang masih muda, juga dapat mengalami penyakit menakutkan itu.

Hal itu diutarakan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Hikari Widodo. Menurutnya, kasus di 2015, sudah terdapat beberapa warga yang terkena penyakit jantung pada usia muda.

”Di 2015, penyakit jantung mulai mengarah pada usia produktif pada usia 25 tahun keatas. memang prosentasenya tidak terlalu besar, kurang lebih 10 persen usia produktif terkena jantung,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, meski jumlahnya sedikit, namun ini jangan dianggap remeh. Bisa jadi angka jantung yang menyerang usia produktif makin tinggi, seiring dengan banyaknya perilaku yang mendorongnya.

Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman jantung. Pada usia produktif, jantung dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba, walau belum memiliki angka yang pasti.

”Jangan sampai berpikiran usia muda untuk terkena penyakit masih bisa diatasi, sehingga makanan tidak dikontrol. Namun, untuk jantung ini bisa menyerang mendadak,” ujarnya.

Apalagi sebelumnya, lanjutnya tidak pernah melakukan general chek up dan tiba-tiba terkena jantung, kasus tersebut sudah banyak dijumpai. Untuk chek up secara berkala juga dapat membantu. Meski di Kudus angka penderita jantung tidak terlalu tinggi, tapi tetap perlu waspada. Dan jantung disebabkab penyakit Hipertensi.
Dari data tahun lalu penyakit Hipertensi yang paling tinggi angka kasusnya yakni mencapai 6.810 dan disusul Diabetes Melitus yang mencapai 2.348 kasus.

”Dua penyakit ini bisa berisiko jantung dan penyakit ini mulai menyerang usia produktif, penyebab utama memang pola hidup yang kurang dijaga. Apalagi tuntutan kerja saat ini yang semakin ketat, sehingga tingkat stress meningkat sehingga pelariannya pada makanan yang siap saji dan kebanyakan meninggalkan sayur,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Medical Hair Spa, untuk Perawatan Sekaligus Pengobatan Rambut

(Larissa Aesthetic Center)

(Larissa Aesthetic Center)

 

KUDUS – Merawat rambut sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kebanyakan orang. Tidak hanya oleh kaum wanita, laki-laki juga sangat memerhatikan bagian rambut. Akan tetapi jangan hanya merawat saja. Mencegah dan mengobati rambut juga sangat penting meski rambut dalam kondisi sehat. Untuk itu, jika ada perawatan dan pengobatan dalam satu tahap, mengapa tidak?

“Karena kesehatan juga sangat penting, maka tidak hanya perawatannya saja yang diutamakan, akan tetapi menjaga serta mengobati rambut juga,” ujar Andriyana Justitia, Manager Larissa Aesthetic Center Kudus.

Hal tersebut bisa dilakukan bersamaan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mengandung kedua manfaat tersebut. Bagi wanita karir,tentu saja sekali perawatan ini akan sangat membantu.

Ada produk rambut yang bisa digunakan sendiri seperti produk berbahan tea tree, colagen dan gingseng yang menyehatkan sekaligus merawat. Terdapat pula medical hair spa yang bisa dipilih dengan penanganan ahli rambut. Berikut bahan-bahan yang dapat digunakan :

  1. strawberry-yoghurt untuk melembabkan dan menyuburkan rambut
  2. lemon-honey untuk rambut berminyak agar sehat
  3. avocado-green tea untuk melembabkan dan menyuburkan rambut
  4. dark chocolate untuk melembabkan
  5. jasmine-aloe vera mencegah kerontokan
  6. coconut-cinnamon mengkilaukan rambut

Pilihan perawatan medical hair spa tersebut dapat ditentukan menurut kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Jika Tua Enggak Ingin Sakit, Pola Makan Sehat dan Olahraga Harus Kamu Jaga

lansia

KUDUS – Serangan penyakit di usia senja memang sudah menjadi hal biasa. Rentannya tubuh di usia lanjut bahkan membuat banyak penyakit menyerang sekaligus membuat komplikasi. Jika sudah komplikasi tentunya penanganan akan lebih sulit.

Berikut beberapa cara penanganan dasar agar terhindar dari penyakit langganan. “Untuk hipertensi dan hipotensi kaitannya dengan tekanan darah bisa dijaga kestabilannya dengan pola hidup sehat,” ujar Nur Hidayah, pemegang program lansia di UPT Puskesmas Gribig.

Hipertensi dan hipotensi yang terjadi pada lansia erat kaitannya dengan elastisitas arteri karena menurunkan fungsi seiring dengan bertambahnya usia. Jika elastisitas sudah menurun maka tekanan darah juga akan berlanjut ke fungsi jantung. Sementara pada hipertensi akan akan makin tidak terkontrol pada penderita diabetes.

“Kunci yang paling mudah adalah di pola makan sehat serta olahraga. Keduanya dapat membantu menurunkan risiko penyakit tersebut,” imbuhnya. Meskipun terlihat sepele namun nyatanya memang sulit diungkapkan. Untuk itu perlunya pendampingan dari keluarga agar kesehatan para lansia tetap terjaga. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Lakukan Cara Sederhana Ini untuk Mengobati Kaki Pecah-pecah

 

ilustrasi kaki pecah-pecah (ISTIMEWA)

ilustrasi kaki pecah-pecah (ISTIMEWA)

 

KUDUS –Ada salah satu treatmen yang sangat mudah untuk mengobati kulit kaki yang pecah-pecah. Bahkan, cara ini dapat dilakukan dengan mudah di rumah, dengan bahan yang mudah juga untuk ditemukan.

“Karena inti dari kulit pecah-pecah adalah kurangnya kelembaban dan nutrisi, sehingga perlu bahan-bahan yang memiliki fungsi mencukupi nutrisi tersebut untuk memperbaikinya,” jelas Yooshy Kartika Sari dokter estetikadi Muntira Skincare Kudus.

Beberapa cara yang dapat dilakukan, katanya, di antaranya seperti dengan membuat jus lemon dan pepaya untuk dioleskan pada bagian tumit yang pecah.

Keduanya memiliki tekstur lembut dengan banyak kandungan air, sehingga dapat menutrisi kulit. Atau dapat pula dengan memberikan madu dan pisang,  setidaknya tiga puluh menit setiap hari.  “Lidah buaya, air mawar dan rendam kaki di air hangat secara rutin juga dapat mengurangi kulit pecah-pecah,”ungkapnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Konsumsi Kacang-kacangan, Perkuat Sel Kulit

waluwah.com

waluwah.com

 

KUDUS – Penurunan bahkan disfungsi sel sudah terbiasa terjadi pada seseorang yang lanjut usia. Hal tersebut karena terjadi secara alamiah dan makin bertambah karena pola makan dan rutinitas yang tidak sehat.

Keluhan utama yang sering muncul dari wanita yang telah dewasa adalah munculnya flek hitam pada kulit wajah. Untuk mencegahnya maka diperlukan tambahan protein nabati. ”Protein tertinggi dapat diperoleh dari kacang-kacangan,” kata Yooshy Kartika Sari salah satu dokter Kulit di Muntira Skincare Kudus.

Fungsi utama protein adalah untuk memperbaiki sel, yang karena sifatnya sebagai zat pembangun. Beberapa kacang-kacangan yang dapat digunakan dan mudah ditemukan, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah dan yang lainnya.

”Tentunya juga diimbangi dengan konsumsi banyak air putih dan menghindari matahari terik agar kulit lebih sehat,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Asosiasi Klinik Grobogan Siap Bantu Pemerintah Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Pengurus Asklin Grobogan foto bersama usai dilantik siang tadi Sabtu (17/10/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengurus Asklin Grobogan foto bersama usai dilantik siang tadi Sabtu (17/10/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Grobogan siap mendukung kebijakan pemerintah, yang mengeluarkan aturan tentang keharusan melahirkan di Pusksesmas atau klinik kesehatan. Sebab, kebijakan itu memiliki tujuan positif. Yakni, untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) saat menjalani proses persalinan.

”Kebijakan ini sangat sesuai dengan prinsip pertolongan persalinan, yakni ditolong dengan empat tangan. Pertolongan seperti ini hanya ada di pelayanan kesehatan seperti Klinik dan Puskesmas,” kata Ketua Asklin Grobogan Ahmadun Alfa Putra menggelar seminar dan pelantikan pengurus Asklin Grobogan siang tadi di Ruang Riptaloka.

Acara pelantikan Pengurus Asklin Grobogan dilakukan Ketua Asklin Jawa Tengah, Bambang Satoto. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Johari Angkasa.

Menurut Ahmadun, saat ini sarana prasarana yang ada di klinik kesehatan dan Puskesmas jauh lebih lengkap dan sesuai standar. Selain itu, di tempat pelayanan kesehatan juga punya minimal empat orang bidan serta satu dokter jaga. Hal inilah yang membedakan klinik kesehatan dan Puskesmas dengan klinik biasa.

”Kami dari Asklin siap bekerja sama dengan para bidan dalam memberikan pelayanan persalinan. Yang pasti, kami selalu mengutamakan standaritas dan profesionalitas dalam memberi layanan kesehatan pada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinkes Johari Angkasa mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan terbentuknya kepengurusan Asklin Grobogan tersebut. Terlebih, Asklin juga ikut mendukung program pemerintah untuk menekan AKI dan AKB.

”Saya berharap para pengurus Asklin agar segera menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Yakni, dengan bidan, Puskesmas, Dinkes, Rumah Sakit dan pihak BPJS,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Ini Syarat Penggunaan Vagina Ozonizer

Dr. Yooshy sedang melakukan treatment vagina ozonizer. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Dr. Yooshy sedang melakukan treatment vagina ozonizer. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Setelah ditemukannya penemuan baru dibidang kesehatan organ intim wanita, vagina ozonizer kini semakin banyak diminati. Sebab sebelumnya hanya ada beberapa treatment yang memang dikhususkan untuk kebersihan organ intim seperti ratus, dan spa V.

Akan tetapi teknologi terbaru ini lebih canggih karena menggunakan alat khusus dan langsung ditangani oleh dokter. ”Namun ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan vagina ozonizer ini,” ujar Yooshy Kartika Sari, salah satu dokter estetika di Muntira Skincare Kudus.

Pada dasarnya Vagina Ozon ini memiliki fungsi untuk menyehatkan vagina yang sering terserah jamur dan bakteri yang dialami oleh sebagian besar wanita. Akan tetapi alat ini perlu dimasukkan kedalam lubang organ. Sehingga ada beberapa hal yang perlu diketahui.

Sebelum memilih treatment ini, para wanita harus :

1. Sudah menikah. Karena alat berupa selang akan dimasukkan kedalam organ. Sehingga sangat dikhawatirkan bagi wanita yang belum menikah akan ada bagian organ yang terganggu.

2. Lebih baik dilakukan setelah menstruasi dan setelah melahirkan. Hal tersebut sekaligus membersihkan organ dari darah kotor yang mungkin masih menempel yang menyebabkan timbulnya jamur atau bakteri.

3. Jangan dilakukan oleh wanita dalam kondisi hamil. Sebab ozon yang disemprotkan berupa gas yang dikhawatirkan akan mengganggu tumbuh kembang janin.

4. Jangan dilakukan terlalu sering. Minimal lakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali.

Yooshy menambahkan untuk hasil yang maksimal, sekali perawatan akan didahului oleh ratus. ”Jadi ratus ini untuk membuka perawatan sebelum ozonizer dengan membersihkan organ bagian luarnya, jadi hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

7 Masker Ini Praktis Dibuat Sendiri di Rumah untuk Atasi Berbagai Masalah Kulit

everydayinbox.com

everydayinbox.com

 

KUDUS – Merawat kulit wajah wajib dilakukan. Sebab wajah yang akan dilihat dan dinilai terlebih dahulu oleh orang lain. Dari wajah juga akan terpancar kepribadian dari seseorang.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merawat kesehatan wajah dengan berbagai tipe kulit. ”Cara yang paling mudah adalah dengan memakai masker alami yang disediakan dari alam,” ujar Dwi Yhunianto wakil manager Larissa Aesthetic center Kudus. Masker alami ini memanfaatkan buah dan sayur yang mengandung banyak khasiat. Tentunya dua jenis makanan ini mudah ditemukan.

Berikut 7 masker alami yang dapat dibuat sendiri dirumah dengan buah dan sayur yang tersedia sehari-hari.

1. Masker Mentimun untuk Kulit Kering
Ketimun merupakan salah satu jenis buah/sayuran yang bagus bagi jenis kulit kering. Sebab mentimun mengandung banyak air dan bisa bisa mendinginkan kulit yang kering.

2. Lemon untuk Mencerahkan
Seperti yang diketahui, kandungan lemon sangat dipercaya mampu untuk mencerahkan kulit. Terlihat dari banyaknya kosmetik yang memanfaatkan lemon untuk wajah. Apalagi dengan bahan alami tentu akan lebih baik untuk kulit. Lemon juga mampu menghilangkan jerawat.

3. Masker Pisang
Ada beberapa vitamin pada pisang yang sangat bermanfaat untuk kecantikan. Di antaranya potasium, kalium, vitamin C, E, K dan antioksidan. Kandungan ini membuat kulit nampak cerah dan halus.

4. Masker Tomat untuk Kulit Berminyak
Tomat bisa dijadikan masker buah yang dapat mengatasi kulit berminyak. Biji tomat yang juga ikut ditempelkan ke kulit wajah akan memberikan efek scrub ketika dibasuh dengan air. Tomat ini juga akan bekerja efektif jika ditambahkan yoghurt.

5. Masker Anggur untuk Kulit Berjerawat
Buah anggur yang enak tersebut ternyata bisa dijadikan masker wajah. Kandungan yang terdapat dalam anggur dapat mengatasi kulit yang berjerawat.

6.Masker Pepaya untuk Kulit Bersinar
Masker pepaya merupakan masker yang dapat digunakan untuk membuat kulit tampak bersinar. Sebab buah ini secara umum, mampu membersihkan kotoran penyebab kulit kusam.

7. Masker Strawberry untuk Kulit Kusam
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat masker strawberry yaitu buah strawberry dan air. hancurkan strawberry dengan menambahkan air dan mengaduknya. Setelah itu aplikasikan masker pada kulit wajah.

Membuat masker buah tidaklah sulit, apalagi buah-buahan yang dipakai mudah ditemukan. ”Cukup dengan menghancurkan dan mengaplikasikan langsung pada wajah antara 10-15 menit,” jelasnya. Lakukan secara rutin untuk hasil maksimal. (AYU KHAZMI/TITIS W)