Warga Diminta Waspadai Tamu ‘Asing’

Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Rembang Kartono. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) mengimbau agar warga ikut waspada adanya tamu “asing” di wilayah Rembang.

Hal tersebut, sebagai salah satu upaya untuk ikut serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dari adanya tindakan yang mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

Kepala Kesbangpollinmas Rembang Kartono berharap, warga diminta pro aktif untuk ikuti mengawasi dan melaporkan kepada pihak berwenang, jika melihat orang asing yang mencurigakan di wilayah sekitarnya.

“Apalagi waktu Lebaran nanti. Bisa saja moment tersebut dimanfaatkan oleh orang dari luar Rembang datang ke Rembang dengan alasan mudik Lebaran atau berkunjung ke tempak famili, padahal tujuan sebenarnya bukan untuk itu. Hal seperti ini harus kita waspadai,” ujarnya.

Untuk itu, kepala desa atau pimpinan wilayah juga diminta aktif melaporkan segala hal yang memang dianggap mencurigakan.”Aparatur yang ada di wilayah masing-masing harus selalu aktif dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Sehingga nantinya kejadian yang tak diinginkan dapat dihindari sejak dini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Masih Rahasia, Ada Paham Baru yang Kini Sedang Dalam Pemantauan Kesbangpollinmas Rembang

Kartono, Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Saat ini, pihak Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Kabupaten Rembang sedang menyelidiki sebuah paham baru yang ada di Rembang. Paham atau ajaran ini, diduga sudah mulai disebarkan dengan pola dengan mendatangi rumah warga.

Kepala Kesbangpolinmas Rembang Kartono mengatakan, terkait dengan nama organisasi atau paham tersebut, pihaknya masih merahasiakannya, sebab, hal ini masih dalam penyelidikan. Pun demikian, dengan tempat atau daerah penyebarannya.

“Kita khawatir, bila itu dibeberkan secara gamblang sekarang, maka bisa menuai polemik. Baik di masyarakat, maupun di kalangan anggota paham itu sendiri. Sebab saat ini tim Kesbangpol masih menyelidikinya,” paparnya.

Informasinya, paham baru tersebut disebarkan melalui tablig atau pengajian secara kecil-kecilan dari rumah ke rumah warga. Sejauh ini berada di dua wilayah di Kabupaten Rembang. Namun demikian, pihak Kesbangpol masih melakukan pendalaman, apakah ajaran baru tersebut menyesatkan ataupun melanggar aturan bernegara.

Ia juga berharap kepada masyarakat Rembang supaya bisa pro aktif untuk selalu melaporkan hal-hal negatif yang ada di lingkungannya masing-masing. “Kami harap, warga juga berperan untuk pro aktif. Masyarakat kami harap juga tidak mudah terkecoh dengan adanya ajaran-ajaran baru di masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono