Warga Kutuk Undaan Kudus Gigih Saling Jaga Kerukunan Beragama

Diskusi lintas agama yang dilakukan di Desa Kutuk, Undaan, Kudus. beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Diskusi lintas agama yang dilakukan di Desa Kutuk, Undaan, Kudus. beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu tokoh lintas Agama Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Suparno berharap kerukunan antarumat beragama bukan sekadar lahiriah. Tapi juga secara batin. Mengingat, hal itu merupakan hal penting bagi kehidupan berbangsa.

“Jika lahir dan batinnya rukun, maka kehidupan akan terjaga dengan kondusif. Termasuk saling menghormati dalam tata cara beribadah, itu akan membuat kehidupan warga lebih tenang,” kata Suparno.

Dia menilai, kerukunan antarpemeluk agama Islam dan Budha di desa itu juga patut menjadi contoh. Karenanya, setiap masyarakat seharusnya bisa hidup rukun.

Sementara itu, ada sejumlah hal yang harus bisa dipertahankan bahkan diwariskan kepada anak cucu. Ialah rasa sikap menghormati, menghargai, bahkan saling membantu pekerjaan atau kegiatan sosial antarsesama.

“Kegiatan sosial seperti halnya sambatan (mengerjakan rumah) itu harus bisa dilakukan secara bersama. Dan tidak memandang orang itu agama apa, dari mana, atau sejenisnya. Yang penting kita sebagai warga Indonesia harus tahu batasannya. Serta bisa mengedepankan kebersamaan. Sehingga kegiatan sosial dapat dijalankan secara bersama dan dapat dicontohkan kepada anak cucu kita,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, giat meningkatkan pembangunan spiritual sumber daya manusia. Hal tersebut, sebagai salah satu upaya untuk merangkul semua umat beragama yang ada di desa setempat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Pemdes Kutuk Undaan Pacu Pembangunan Mental Spiritual Warga