Keroyok Pemuda Prawoto Hingga Tewas, 2 Warga Wegil Pati Divonis 9 Tahun Penjara

Dua terdakwa menjalani sidang putusan kasus pengeroyokan pemuda Prawoto yang menyebabkan orang meninggal dunia di Pengadilan Negeri Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Andre Yoga Sanjaya dan Mugiono, pemuda asal Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo yang menjadi terdakwa kasus pengeroyokan hingga tewas dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Pati, Kamis (7/12/2017).

Andre divonis hukuman pidana sembilan tahun penjara, sedangakn Mugiono dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Keduanya terbukti melakukan pengeroyokan terhadap Muhamad Riyadi, pemuda asal Prawoto hingga tewas.

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan pikir-pikir sampai batas waktu selama tujuh hari sejak putusan tersebut dibacakan.

Baca: Pemuda Prawoto Pati Tewas Dikeroyok, 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Kedua terdakwa masih diberikan kesempatan untuk mengajukan banding ke tingkat pengadilan tinggi. Sidang pembacaan putusan kasus pengeroyokan tersebut dikawal sekitar 90 orang dari warga Prawoto dan Wegil.

Meski demikian, pelaksanaan sidang berjalan tertib dan lancaran. Sejumlah personil kepolisian juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan berjalannnya sidang.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Riyadi tewas dikeroyok belasan pemuda Desa Wegil dalam sebuah tawuran di gapura pintu masuk Desa Prawoto, Selasa (27/6/2017) lalu.

Korban tewas setelah dihantam botol bir hingga menyebabkan pendarahan hebat pada bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Editor: Supriyadi

Teman Wanitanya Digoda, Pria Ini Coba Melindungi, tapi Malah Bonyok Dikeroyok

Aksi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah warga. (Foto Ilustrasi)

MuriaNewsCom, Tegal – Seorang pria jadi bulan-bulanan tiga orang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal. Akibatnya, pria yang dikeroyok itu mengalami patah tulang tangan bagian kanan, serta terpaksa jalani perawatan di RSI Harapan Anda Kota Tegal.

Korban pengeroyokan bernama Bimo (23) warga Jalan Seroja, Mejasem Barat, Kabupaten Tegal. Bimo dikeroyok Lutfi Komarudin (37) warga Jalan Pala Desa Mejasem Barat, Kecmatan Kramat, Kabupaten Tegal bersama dua temannya.

Aksi pengeroyokan terjadi pada Kamis (10/9/2017) dini hari.  Tepatnya, bermula korban Bimo sedang mengendarai sepeda motor.  Sesampainya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bimo melihat teman perempuannya bernama Kiki, digoda tersangka Lutfi Komarudin.

Hal itu membuat Bimo bereaksi untuk menolong Kiki. Bimo pun menegur Lutfi. Rupanya, apa yang dilakukan Bimo membuat Lutfi tak terima. Buntutnya, Lutfi memanggil temannya berjumlah dua orang.

Tak lama kemudian, Lutfi datang bersama dua temannya menemui Bimo yang masih ada di lokasi itu. Tanpa lama-lama, pukulan demi pukulan mendarat ke tubuh Bimo. Melayani aksi keroyok, Bimo mencoba melawannya.

Namun akhirnya Bimo terdesak hingga kewalahan. Bimo pun mengalami patah tulang tangan kanan.  Bimo segera melaporkannya ke Polres Tegal Kota. Kemudian, Bimo menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus David, mengatakan, persoalan pengeroyokan itu dipicu hal sepele. “Korban tidak terima teman wanitanya digoda. Pelaku malah memanggil dua temannya dan memukul korban yang dianggap sok jagoan,” terang  Agustinus.

Polisi telah menangkap Lutfi beberapa hari lalu. Saat ini, Lutfi masih mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan dua lainnya sedang dalam pengejaran polisi. Lufi diancam Pasal 170 dengan ancaman pidana penjara lebih dari lima tahun.

Editor : Akrom Hazami

3 Pengeroyok Warga Demak di Grobogan Ditangkap

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah melakukan penyelidikan mendalam, aparat Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap pelaku pengeroyokan seorang warga Demak yang terjadi di dekat saluran irigasi Bendung Klambu pada Minggu (8/1/2017) lalu.

Pelaku pengeroyokan dilakukan oleh empat orang yang terhitung masih teman korban sendiri. Korban penganiayaan diketahui bernama Muhammad Abdul Rohim alias Tukul (40), Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Demak.

“Dari empat pelaku, sudah tiga orang yang berhasil kita amankan. Satu pelaku lagi kita tatapkan jadi DPO dan masih kita kejar. Identitasnya sudah kita kantongi. Semua pelaku warga Demak,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono, Sabtu (18/2/2017).

Ketiga pelaku yang ditangkap masing-masing adalah Muhammad Toufik alias Duwer (25), dan Sanjili Mustofa alias Kisut (26), keduanya warga Kecamatan Dempet, Demak. Satu pelaku lagi adalah Abdullah Budi Jalal alias Londo (22), warga Kecamatan Gajah, Demak.

Selain pelaku, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan. Antara lain, 10 buah batu warna  kuning yang digunakan untuk menganiaya korban. Kemudian, HP blackberry dan sepeda motor Honda Beat milik korban. Selain itu, diamankan pula satu motor Honda Scopy warna hitam milik pelaku pengeroyokan.

Seperti diketahui, pada Minggu (8/1/2017) lalu, warga yang melintas di jalan irigasi Bending Klambu digegerkan dengan adanya sosok orang yang tergeletak di pinggir jalan. Kondisi korban saat itu cukup mengenaskan karena muka dan pakaiannya berlumuran darah.

Semula, korban sempat dikira sudah meninggal. Namun saat diperiksa ternyata masih hidup. Setelah diperiksa polisi, korban akhirnya dibawa ke RSUD untuk menjalani perawatan. 

Dari keterangan korban, peristiwa yang menimpanya itu disebabkan ada orang yang berusaha merampas sepeda motornya. Karena berupaya mempertahankan, korban akhirnya dianiaya dan dipukuli dengan batu hingga tak sadarkan diri oleh para pelaku.

Editor : Akrom Hazami