Kabar Gembira, Kerbau Betina di Kudus Bisa Diikutkan Asuransi

MuriaNewsCom, Kudus – Kerbau milik peternak di Kudus yang mati, bisa mendapatkan klaim asuransi. Namun itu hanya berlaku untuk 200 ekor kerbau betina yang mengikuti Asuransi Usaha Ternak Kerbau (AUTK).

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus Sa’diyah. Ia mengungkapkan, program yang berasal dari Kementrian Pertanian itu ditujukan untuk peternak kerbau betina, yang mati karena proses melahirkan atau sakit.

Dirinya mengungkapkan, jumlah premi yang ditanggung oleh kementrian adalah Rp 160 ribu. “Praktis peternak kerbau betina hanya membayar premi Rp 40 ribu,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia mengatakan, subsidi premi asuransi digalakan untuk menarik minat peternak untuk mengembangkan kerbau betina. Klaim yang didapatkan peternak, jika ternaknya mati karena sakit, bisa mencapai Rp 10 juta.

Dirinya menyebut, pencairan klaim sudah pernah dilakukan pada saat asuransi ternak sapi betina. Pada akhir 2017 klaim asuransi mencapai Rp 113 juta untuk 14 ekor sapi betina.

“Kami sudah menyosialisasikan terkait asuransi ini kepada sejumlah perangkat desa di Kudus,” tambahnya.

Adapun, untuk mereka yang ingin mengikut program ini hanya cukup meminta surat pengantar dari ketua kelompok peternak. Sedangkan mereka yang tidak berkelompok, bisa meminta pengantar dari kepala desa.

Editor: Supriyadi

Jangan Kaget, Ini Bukti Kerbau Bule Sakti Mandraguna

Kerbau bule atau kerbau petak di kandangnya di Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kerbau bule atau kerbau petak di kandangnya di Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Pemilik kerbau sakti di Kudus, H Jamian memiliki banyak sekali kerbau. Tercatat ada 300 ekor yang dimilikinya. Semuanya ada dalam kandang luas yang ada di kediamannya tersebut.

Warsidi, salah satu pengurus kandang mengatakan, di antara ratusan kerbau yang ada di sana, hanya kerbau bule itu yang paling istimewa. ”Contohnya kalau kerbau itu mengamuk, jinaknya hanya sama saya. Tidak sama yang lain,” katanya.
Mungkin, menurut Warsidi, dirinya dan kerbau itu memang sudah ”berteman” lama. Apalagi dirinya sudah bekerja di kandang itu, sejak tahun 1984 lalu.
Apalagi, lanjut Warsidi, kerbau bule ini juga pernah ditawar orang dari Tanah Toraja atau Tanah Batak dengan harga yang cukup tinggi. Yakni ditawar hingga Rp 60 juta.

”Namun pihak pemilik, tidak mau. Padahal harga itu adalah harga yang paling mahal di antara kerbau lainnya. Sebab kerbau lainnya yang paling mahal hanya Rp 25 juta,” tuturnya.

Kerbau bule itu sendiri, saat ini diperkirakan sudah berumur 7 tahun. Bobot yang ada pada dirinya kurang lebih 7 kuintal. Keunikan lainnya juga belum habis dari kerbau itu. Yakni dipercaya mendatangkan keuntungan bagi si pemiliknya.
Bukan secara kasat mata keuntungan itu hadir. Namun, aura yang disebarkan kerbau itu sendiri, memang dipercaya memberikan daya yang berbeda. Misalnya saja pada saat kerbau itu mbengok atau mengeluarkan suaranya dengan keras.

”Kalau sudah bersuara begitu, esok hari atau pagi harinya, penjualan ternak milik H Jamian akan laris. Entah ada hubungannya atau tidak, kalau kerbaunya mbengok, berarti penunggunya datang. Saya tahu itu, soalnya tempat istirahat saya kan, bersebelahan dengan kandang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama ini cara perawatan kerbau bule itu tidak jauh berbeda dengan kerbau lainnya. Yaitu menggunkan jerami kering dan mandi dengan air biasa.

”Kalau ada makanan lain, saya tidak tahu. Yang saya berikan setiap hari ya, hanya itu saja. Dan selama ini kerbaunya baik-baik saja,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO / AKROM HAZAMI)

Aneh, Kerbau Bule Kudus Ini Benar-Benar Sakti

Kerbau bule atau kerbau petak di kandangnya di Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kerbau bule atau kerbau petak di kandangnya di Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ada yang berbeda di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Yakni adanya kandang kerbau yang ada di RT 6/RW 4. Karena terdapat seekor kerbau yang begitu istimewa bahkan nilainya setara motor sport keluaran terbaru.
Kerbau ini disebut kerbau petak. Atau ada juga yang menyebutnya sebagai kerbau bule. Hewan satu ini adalah milik H Jamian, warga setempat.

Kenapa disebut kerbau petak atau bule, karena di bagian kepala depannya, ada bulu putih yang tubuh di sana. Termasuk juga di bagian ekor dan empat kakinya, juga putih. Bahkan, di kelopak matanya juga terdapat warna putih yang menggumpal.

Salah satu pekerja di kandang itu, Warsidi, mengatakan jika kerbau itu berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur, sekitar 4 tahun lalu. Bahkan, kerbau itu juga memiliki hal-hal mistis yang menyelimuti keberadaan kerbau.

”Saya itu kalau sedang istirahat pada malam hari setelah seharian kerja, sering didatangi pria berpakaian hitam. Beliau mengenakan ikat kepala hitam. Anehnya, orang itu keluar dari tubuh kerbau tersebut,” jelasnya, Selasa (22/9/2015).

Selain itu, menurut Warsidi, kedatangan makhluk tersebut pasti di saat hari pasaran Pahing. Misalkan Selasa Legi malam Rabu Pahing, atau Kamis Legi malam Jumat Pahing, dan seterusnya.

Namun, Warsidi mengaku bahwa dirinya tidak selalu melaporkan kedatangan pria itu kepada pemilik kerbau. Karena dirinya yakin jika pemiliknya, yakni Jamian, sebenarnya sudah mengetahui soal itu.

”Sebenarnya saya yakin jika H Jamian pasti sudah tahu soal ini. Tapi kalau ditanya orang lain atau wartawan, pasti tidak akan dijelaskan secara gamblang. Makanya, kadang kalau pria itu datang, saya diam saja,” terangnya. (EDY SUTRIYONO /AKROM HAZAMI)