Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kudus Tahun 2018 Capai Rp 5 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus mengalokasikan dana infrastruktur jalan mencapai Rp 5 miliar, di tahun 2018. Tidak hanya untuk jalan saja, dana itupun akan digunakan untuk pemeliharaan jembatan hingga pengairan.

Pada minggu ini, beberapa ruas jalan di Kota Kudus mendapatkan giliran diperbaiki. Di antaranya di Jl A.Yani, HM Basuno dan Jl dr Ramlan.

Adapun, panjang ruas jalan yang diperbaiki memiliki dimensi yang berbeda. Jl A. Yani memiliki panjang 778 meter dengan lebar 4,5 meter, Jl dr. Ramlan memiliki panjang 250 meter dengan lebar 8 meter. Sedangkan, Jl HM Basuno memiliki tiga ruas yang memiliki panjang masing-masing 50 meter, dengan lebar yang berbeda-beda, dua ruas selebar 6,25 meter dan satu ruas 6,40 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengatakan, tiga jalan tersebut merupakan area penting bagi lalu lintas warga. Jalan Ahmad Yani menurutnya, merupakan akses utama menuju pusat kota. Sedangkan di Jl dr. Ramlan dan HM Basuno terdapat banyak lubang.

“Perbaikan dilakukan dari akhir pekan lalu. Perbaikan tidak pernah tuntas, karena setiap ada kerusakan langsung kami coba perbaiki,” tuturnya.

Ia mengatakan, kebijakan untuk melakukan pemeliharaan jalan bukan saja di ruas jalan kabupaten. Bahkan untuk ruas jalan nasional pun turut disasar untuk diperbaiki.

“Pertimbangan ini (perbaikan jalan nasional) dilakukan karena kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait,” urainya.

Editor: Supriyadi

Buka Akses Ekonomi, Pemkab Kudus Akan Buat Jalan Tembus Rahtawu-Soco

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan segera membangun akses jalan dari Desa Rahtawu ke Desa Soco, Kecamatan Dawe. Hal itu untuk membuka akses ekonomi dan mengembangkan pariwisata, dua desa yang ada di pegunungan Muria tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Samani Intakoris, Senin (27/3/2018). Menurutnya, saat ini jalan penghubung antar keduanya sebenarnya telah tersedia.

“Namun baru jalan kampung. Lebarnya pun hanya tiga meter, masih kecil,” ujarnya, disela kegiatan gotong royong pembersihan akses jalan ke Desa Rahtawu.

Menurutnya, total jalan yang akan dibuka sepanjang 9 kilometer. Saat ini, sudah ada 3 kilometer jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, namun masih berupa jalan kecil. Masih berupa jalan setapak dan baru bisa dilewati oleh motor.

DPUPR Kudus berencana melakukan pembukaan jalan pada tahun ini. “Untuk anggarannya kita pakai anggaran perawatan rutin (milik PUPR) Tahun depan akan kita mintakan izin pada bupati, untuk menjadi jalan,” urainya.

Samani mengatakan, kontur tanah yang akan dibuka menjadi jalan terdiri dari tegalan dan tebing-tebing dengan tinggi bervariasi.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Rahtawu Sugiyono. Menurutnya, wilayah tersebut terdiri dari banyak tegalan milik warga.

“Itu kebanyakan lahan milik warga, milik pribadi. Nanti akan kami sosialisasikan dengan masyarakat terkait hal ini. Kami kira warga akan setuju bila dijadikan jalan,” tuturnya.

Disinggung mengenai ganti rugi, ia mengaku tak mempersiapkan hal itu. Sebab, menurutnya warganya akan sukarela untuk merelakan tanahnya ketika diminta untuk kemaslahatan negara.

Editor: Supriyadi