Kemenag Rembang Pantau Biro Perjalanan Umrah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Kementerian Agama (Kemenag) Rembang memantau dan mengevaluasi agen biro perjalanan atau travel haji dan umrah yang ada di daerah ini. Tujuannya agar masyarakat tidak dirugikan oleh biro haji dan umrah yang nakal.

“Sekarang banyak biro perjalanan haji dan umrah sehingga keberadaannya harus terus dipantau. Terus terang, selama ini kita memang tidak bisa ikut serta memberikan pemantauan jemaah umrah yang berangkat melalui biro perjalanan. Karena selama ini tak ada aturan untuk meminta rekomendasi dari Kemenag terkait jemaah yang berangkat umrah. Tahun ini, hal rekomendasi itu harus ada,” ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Rembang Shalehuddin mengatakan,

Dirinya menegaskan, pemantauan dan pengawasan makin penting artinya karena pada sekarang ini banyak calon jemaah haji dan umrah ingin beribadah ke tanah suci yang pemberangkatannya melalui travel.”Jadi biro perjalanan haji dan umrah harus selalu dipantau sehingga keberadaanya benar-benar resmi,” kata dia.

Menurut dia, jangan sampai nantinya calon jemaah haji plus dan umrah terlantar akibat menggunakan biro perjalanan tidak jelas. Oleh karena itu pemantauan sekaligus mengevaluasi biro perjalanan haji dan umrah itu penting supaya masyarakat tidak tertipu.

Hal ini juga untuk mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan biro perjalanan umrah, untuk kepentingan lainnya. Seperti halnya untuk tujuan menjadi TKI.

“Dengan adanya peran Kemenag dalam hal ini, kita juga bisa ikut memantau jemaah, jika terjadi sesuatu di Tanah Suci. Misalkan saja, beberapa waktu lalu ada jemaah umrah dari Rembang yang tersangkut kasus di Makkah dengan dugaan melakukan asusila, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Maka, dengan kebijakan baru ini, kita harapkan hal seperti ini, pihak Kemenag bisa terlibat,” katanya.

Editor : Kholistiono

Kemenag Rembang Sebut Tak Tahu dengan Kasus yang Menimpa Sarman di Arab Saudi

 Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Rembang Shalehuddin. Pihak Kemenag mengaku tak tahu tentang kasus yang menimpa Sarman, jemaah umrah asal Rembang yang dihukum di Arab Saudi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Rembang Shalehuddin. Pihak Kemenag mengaku tak tahu tentang kasus yang menimpa Sarman, jemaah umrah asal Rembang yang dihukum di Arab Saudi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait kasus yang menimpa salah satu jemaah umrah asal Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, bernama Sarman (79) yang divonis bersalah oleh pengadilan Arab Saudi dengan  tuduhan melakukan tindakan asusila, dan dihukum cambuk serta kurungan, pihak Kementrian Agama (Kemenag) Rembang mengaku tak mengetahuinya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Rembang Shalehuddin mengatakan, jika menyangkut dengan biro perjalanan umrah izinnya biasanya di pusat, yakni di Semarang. Sedangkan untuk Rembang, hanya cabangnya saja.

“Terkait dengan urusan biro perjalanan umrah ini, biasanya di Semarang atau Jakarta. Karena kantor pusat biro jasa perjalanan tersebut di Semarang. Kalau di Rembang ini hanya kantor cabangnya saja, sehingga urusannya di pusatnya,” katanya.

Menurutnya, berkaitan dengan kasus yang dialami Sarman, adalah tanggung jawab dari pihak biro jasa, dalam hal ini Namira Tour . “Berapapun jemaah umrah yang diberangkatkan biro perjalanan, kita juga tak tahu. Sebab mereka laporanya kan bukan ke Kemenag Rembang,” bebernya.

Mengenai kasus yang dialami Sarman, pihaknya juga mengaku tak pernah mendapatkan laporan dari pihak terkait. “Sejak awal kita tak pernah mendapatkan laporan dari pihak terkait dan memang tak pernah mengetahuinya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kemenag Rembang Sambangi Rumah ‘Haji Ajaib’

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Rembang, Shalehuddin. Dirinya beberapa hari lalu telah mendatangi rumah Kasrin untuk mengetahui informasi dari pihak keluarga terkait kabar keberangkatan Kasrin berhaji (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Rembang, Shalehuddin. Dirinya beberapa hari lalu telah mendatangi rumah Kasrin untuk mengetahui informasi dari pihak keluarga terkait kabar keberangkatan Kasrin berhaji (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait adanya warga yang dikabarkan berangkat haji secara gaib, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Rembang menyambangi rumah Kasrin di Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan,yang saat ini masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat, gara-gara proses keberangkatan haji yang tidak wajar tersebut.

Kedatangan perwakilan Kemenag Rembang tersebut, untuk memastikan mengenai kabar keberangkatan Kasrin yang menunaikan ibadah haji secara tidak wajar tersebut.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Rembang Shalehuddin mengungkapkan, pihaknya sudah mendatangi kediaman Kasrin usai Hari Raya Idul Adha kemarin.

Menurutnya, dari hasil pengamatannya saat di kediaman Kasrin, kabar atau isu itu memang sulit untuk dinalar dengan akal sehat. Terlebih menurut pihak keluarga, yang mengajak naik haji Kasrin itu bukan manusia, melainkan jin.

“Kami memang agak sulit mempercayai mengenai adanya kabar ini. Makanyam saya langsung mendatangi kediaman Pak Kasrin dan berbincang-bincang dengan pihak keluarga untuk mengetahui informasi lebih dalam,” ucapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai kedatangan jemaah haji asal Rembang, pihaknya menuturkan bahwa jemaah haji akan tiba sekitar bulan Oktober, begitupun dengan kloter 38 yang disebut bersamaan dengan keberangkatan Kasrin menunaikan haji.

“Bila menurut cerita pihak keluarga, bahwa Pak Kasrin itu diantar tetangga dan kerabat pada Selasa (23/08/2016) malam, itu artinya bertepatan dengan keberangkatan kloter 38. Maka disini nantinya kloter 38 akan tiba di Asrama Haji Donohudan sekitar tanggal 4 Oktober. Nah, sedangkan kata keluarga,Pak Kasrin akan pulang pada 27 September, maka itu aneh sekali. Padahal jemaah haji Rembang rata-rata akan pulang sekitar bulan Oktober mendatang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kemenag Rembang Pastikan Nama Kasrin Tak Ada Dalam Daftar Calon Haji

Jumiati, istri Kasrin menunjukkan foto suaminya pada saat acara pernikahan salah satu kerabatnya. Kasrin, disebut-sebut berangkat haji, namun keberangkatannya tersebut memunculkan keanehan-keanehan, apalagi nama Kasrin juga tidak terdaftar di Kemenag (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jumiati, istri Kasrin menunjukkan foto suaminya pada saat acara pernikahan salah satu kerabatnya. Kasrin, disebut-sebut berangkat haji, namun keberangkatannya tersebut memunculkan keanehan-keanehan, apalagi nama Kasrin juga tidak terdaftar di Kemenag (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Keberangkatan Kasrin (60) warga Dukuh Gembul RT 3 RW 2 Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, untuk menunaikan ibadah haji memunculkan sejumlah misteri. Sebab, Kasrin yang kesehariannya adalah tukang becak, disebut-sebut berangkat haji oleh seseorang yang hingga kini tidak diketahui siapa sosoknya.

Bahkan, proses keberangkatan Kasrin sejak dari rumah pada Selasa (23/08/2016) malam lalu dinilai banyak terjadi keanehan-keanehan di luar logika manusia. Seperti halnya, ketika para keluarga mengantarkan Kasrin berkumpul bersama jemaah lain kloter 38 di Masjid Jami’ Lasem.

Ketika sudah di Masjid Jami’ Lasem dan berkumpul dengan jemaah lain, disebut-sebut Kasrin tiba-tiba sudah tidak ada di rombongan tersebut. Ada salah satu pengantar melihat jika Kasrin sudah berada di dalam bus rombongan lain dan duduk di belakang sopir.

Tak lama kemudian, salah satu keluarganya ditelepon jika Kasrin sudah berada di Gedung Haji Rembang. Tak berapa lama setelah itu, ditelepon lagi jika Kasrin sudah berada di Asrama Haji Donohudan. Keanehan tak berhenti di situ, tak lama kemudian, salah satu keluarganya di telepon jika sudah naik pesawat menuju Makkah.

Baca juga : Kisah Ajaib Tukang Becak Asal Rembang yang Tunaikan Haji Tanpa Mendaftar

Dua hari kemudian, Kasrin mengabarkan salah satu kerabatnya jika di Makkah dalam kondisi sehat, dan akan pulang sebentar karena ada yang menyuruh pulang sebentar. Dan di luar logika, tiba-tiba Kasrin pun tiba Lasem tempat salah satu keluarganya tersebut menunggu. Kasrin ketika itu membawa oleh-oleh khas Timur Tengah. Namun, setelah memberikan barang itu, tiba-tiba juga menghilang. Dan beberapa hari lalu, katanya , juga mengabarkan di Makkah, dan akan berkurban. Ketika salah satu keluarga menghubungi salah satu jemaah di Makkah, katanya, juga sempat melihat Kasrin di Makkah.

Terkait dengan hal ini, pihak Kementerian Agama Rembang, memastikan jika nama Kasrin tak ada dalam daftar calon haji. Hal ini ditegaskan Staf Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Rembang bagian Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Slamet Lestari.

“Untuk jemaah calon haji atas nama Kasrin dari Sumberejo, Pamotan itu memang tidak ada. Memang ada yang dari Desa Sumberejo, dua orang, tapi bukan Kasrin. Mereka itu suami istri,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku sudah mendengar adanya Kasrin yang kabarnya ikut berhaji. Namun demikian, jika secara resmi, nama Kasrin tidak terdaftar. “Untuk saat ini calon jemaah kita tidak ada yang namanya Kasrin,” tegasnya.

Baca juga : Indi, Sosok Misterius di Balik Keberangkatan Haji Tukang Becak Asal Rembang

Editor : Kholistiono

Ratusan Santri Miskin di Rembang Bakal Disasar Bantuan Pendidikan

Musthofa, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kementrian Agama Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Musthofa, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kementrian Agama Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 873 santri di Rembang yang berasal dari keluarga pra sejahtera bakal mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah . Hal ini merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP).

Hal tersebut disampaikan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kementrian Agama (Kemenag) Rembang Musthofa. “Bukan hanya siswa di sekolah formal saja yang mendapatkan bantuan pendidikan, tapi juga santri nantinya dapat bantuan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, dari 873 yang bakal mendapatkan bantuan pendidikan itu, tersebar di 124 pondok pesantren yang ada di Rembang. Sebab, 124 pondok pesantren tersebut, kini sudah terdata di Kementerian Agama Pusat.

Katanya, bantuan yang diberikan itu, nominalnya berbeda-beda, karena menyesuaikan usia santri dan tingkatan mengaji. “Untuk bantuan itu, nantinya akan berbeda beda nominalnya. Yakni mulai dari usia 6 hingga 12 tahun atau tingkatan Ula setiap tahunnya per santri akan mendapatkan bantuan Rp 450 ribu. Usia 12 hingga 14 tahun atau tingkatan Wustho setiap tahunnya, per santri mendapatkan Rp 750 ribu. Sedangkan usia 15 hingga 17 tahun atau tingkatan Ulya, setiap tahunnya per santri bakal menerima Rp 1 juta,” paparnya.

Kemudian, terkait pendataan santri miskin tersebut, katanya pihak pondok pesantren hanya memerlukan surat keterangan miskin dari pengasuh pondok saja.”Persyaratannya hanya surat miskin dari pengasuh pondok saja. Berbeda dengan tahun 2015 silam, yang memang memerlukan surat miskin dari tempat tinggal asal dari santri tersebut,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

791 Calhaj Asal Rembang Ikuti Bimbingan Manasik

 Ratusan calon jemaah haji mengikuti bimbingan di Museum Kartini (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Ratusan calon jemaah haji mengikuti bimbingan di Museum Kartini (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 791 calon jemaah haji (Calhaj) asal Rembang mengikuti bimbingan manasik haji yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut, dijadwalkan bakal berlangsung selama 8 hari.

Staf Kantor Kemenag Rembang bidang Haji, Mamik mengatakan, pelaksanaan bimbingan manasik haji itu dilangsungkan di dua tempat. Yakni, untuk pembukaan dan penutupan dilakukan di Museum Kartini Rembang, sedangkan lainnya dilakukan di masing-masing kecamatan.

“Bimbingan ini untuk memberikan pengetahuan seputar ibadah haji kepada calhaj. Sebab, hal ini penting, agar nantinya ketika mereka melaksanakan ibadah haji, sudah tahu dan memahami mengenai ibadah haji,” ujarnya, saat pembukaan bimbingan haji di Museum Kartini, Senin (18/7/2016).

Ia katakan, calhaj asal Rembang nantinya terbagi menjadi tiga kloter, yang diberangkatkan pada Agustus dan September mendatang.”Mereka terbagi dalam Kloter 38 sebanyak 355 orang, yang akan masuk asrama pada 24 Agustus, kemudian Kloter 48 sebanyak 355 orang, nantinya akan masuk asrama pada 27 Agustus dan Kloter 65 sebanyak 81 orang yang masuk asrama pada 1 September,” katanya.

Dia menambahkan, pada bimbingan manasik haji ini, calhaj akan dilatih berbagai hal yang meliputi keseluruhan proses syarat dan rukun ibadah haji. Dimulai dari memakai ihrah, hingga lari-lari kecil (sai).

Editor : Kholistiono

 

Kemenag Rembang Gelar Kompetisi Sains Madrasah

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) setempat, Noor Effendi saat membuka KSM di MAN Lasem, Jum’at (8/5/2015). (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang menggelar kompetisi sains madrasah (KSM) 2015. Ada sebanyak 190 siswa dari sejumlah madrasah turut meramaikan ajang kompetisi yang digelar di MAN Lasem pada Jum’at (8/5/2015) tersebut. Karena Bupati Rembang, Abdul Hafidz berhalangan hadir, pembukaan KSM diwakilkan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) setempat, Noor Effendi.

Lanjutkan membaca