Gara-gara Macet di Kaliwungu, Pengendara Harus Tempuh Jarak 3 Km Dalam Waktu Hingga 40 Menit

f-upload jam 16, Jalan Macet 2 (e)

Situasi kemacetan yang terjadi di Jalan Kudus-Jepara, tepatnya di Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kemacetan panjang terjadi di Jalan Kudus – Jepara, tepatnya di Kecamatan Kaliwungu. Setidaknya, kemacetan ini hingga sampai 3 kilometer.Gara-gara ruas jalan tersebut macet, pengendara harus tempuh jarak 3 kilometer dalam waktu hingga 40 menit.

Susilo, warga Gebog yang sedang melintas di ruas jalan tersebut dengan menggunakan mobil mengaku, dirinya harus mengantre untuk bisa melewati jalan tersebut secara bergantian.

“Biasanya paling tidak ada tiga menit. Tapi ini macetnya panjang, jadi harus menunggu sesuai dengan urutan mobil di depan,” keluhnya saat antre.

Dia berharap,perbaikan jalan tersebut segera tuntas diperbaiki, sehingga aktivitas lalu lintas kembali normal. Sebab jika tidak, maka kemacetan dapat lebih panjang dan memakan waktu lebih lama.

Sementara, Wahidi, warga Kaliwungu memilih jalan memutar ketimbang harus menunggu antrean untuk bisa melewati jalan tersebut. Meski lebih jauh, namun hal itu mampu sampai ke luar kemacetan lebih cepat.

“Mending memutar saja, kalau dari timur, lewat Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, kemudian masuk Desa Banget, Desa Gamong dan kembali ke jalan raya. Begitupun sebaliknya, hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Hati-hati, Inilah Titik Rawan Macet di Jepara

Salah satu titik jalan yang kerap terjadi kemacetan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu titik jalan yang kerap terjadi kemacetan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Seiring dengan makin banyaknya investor yang mendirikan sejumlah perusahaan di Kabupaten Jepara,aktifitas sejumlah warga Jepara juga ada kecenderungan berubah. Jika beberapa tahun lalu sejumlah ruas jalan di Jepara nampak biasa saja bahkan cenderung sepi, tetapi sekarang mulai ramai. Bahkan tak jarang di sejumlah titik jalan terjadi kemacetan.

Seperti pantauan MuriaNewsCom, ada sejumlah titik jalan yang kerap terjadi kemacetan. Tak hanya di jalan yang berada di kawasan Kota Jepara saja, tetapi juga di beberapa jalan lain. Salah satunya di Jalan Jepara-Kudus yang berada di Kecamatan Kalinyamatan dan di Kecamatan Nalumsari serta di wilayah Kota. Kemacetan terjadi pada jam-jam sibuk, yakni jam berangkat kerja mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, jam pulang kerja di sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 17.30 WIB dan pada malam hari.

Jam berangkat dan pulang kerja terjadi di Jalan Jepara-Kudus, terutama di sejumlah jalan yang terdapat perusahaan besar, seperti perusahaan garmen maupun perusahaan lainnya. Tak hanya karena aktifitas di depan perusahaan yang kerap terjadi kemacetan, tetapi juga di sejumlah pertigaan dan perempatan yang tidak ada lampu merahnya.

Sholikul Hadi, salah satu pengendara roda dua yang melintas di daerah titik macet mengatakan, meski belum setiap hari terjadi kemacetan, tetapi dia merasakan kemacetan sering terjadi ketika dirinya berangkat dan pulang kerja. Salah satu yang sering macet adalah di perempatan Nalumsari sebelum jembatan Mayong ketika dari arah Kudus ke Jepara.

“Karena ratusan kendaraan roda dua secara bersamaan menuju tempat kerja. Belum lagi, kendaraan lain yang saling mendahului dan banyaknya truk dump yang melintas, sehingga macet kerap terjadi jalan ini,” katanya.

Tak hanya di Kecamatan Nalumsari saja yang sering macet, tetapi juga di Jalan Jepara-Kudus tepat di pertigaan Desa Pendosawalan, Kalinyamatan. Kemacetan yang sering terjadi membuat petugas kepolisian turun tangan untuk membantu mengurai kemacetan. Sedangkan di wilayah kota yang kerap terjadi kemacetan adalah di kawasan pertokoan Pecinan. Ketika malam hari, di jalan tersebut macet. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Urai Kemacetan, Pemudik Jepara Harus Lewat Lingkar Selatan

 

Jpeg

Beberapa pengguna jalan melintas di atas Jembatan Ploso. Rencananya 4 Juli 2015, jembatan tersebut akan mulai dibangun. (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

KUDUS – Guna mengurai kemacetan akibat perbaikan jembatan Ploso selama pembangunan, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus akan memfokuskan arus mudik dan balik lebaran melalui jalan lingkar selatan (Lingkar Kencing). Hal itu dilakukan guna mengurai kemacetan besar yang kemungkinan terjadi saat arus mudik. Lanjutkan membaca