Sudah 3 Tahun, Penanganan Jalan Longsor di Kunden Grobogan Terkatung-katung

Longsornya ruas jalan di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Grobogan sejak tiga tahun terakhir belum ditangani maksimal. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Grobogan, meminta agar penanganan bencana longsor di ruas jalan Nusa Indah segera dikerjakan. Soalnya, jalan yang longsor merupakan salah satu akses utama warga setempat.

Selain itu, perlunya penanganan serius diperlukan karena longsoran jalan itu kondisinya makin parah. Bahkan, akibat longsoran ini sempat menyebabkan dua rumah yang ada di sekitar,  roboh pada Rabu (28/9/2016). Dua rumah yang roboh tersebut milik Witono (57) dan Siti Rohmah (76), warga setempat.

Robohnya rumah tersebut disebabkan tanah dibawah bangunan terkikis derasnya air Sungai Tirta yang ada di samping ruas jalan tersebut. Dua rumah yang roboh ini posisinya memang berdekatan dengan pinggiran sungai.

Selain itu, belasan rumah lainnya juga terancam mengalami nasib serupa jika longsornya bahu jalan tidak segera ditangani. Beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi memilih pindah ke tempat lainnya karena kondisi longsoran dirasa makin mengkhawatirkan,

“Kami berharap, bencana longsor ini bisa ditangani lebih serius. Sebab, longsornya ruas jalan ini sudah berlangsung lama dan membuat repot warga,” kata Teguh, warga setempat.

Peristiwa longsornya ruas jalan Nusa Indah Kelurahan Kunden itu terjadi 26 April 2014 lalu. Peristiwa ini menyebabkan lima rumah warga retak dan satu rumah lainnya terpaksa dirobohkan pemiliknya karena khawatir ikut longsor ke dalam sungai yang ada di sebelahnya.

Akibat peristiwa ini, jalan penghubung ke beberapa desa tersebut putus total dan menyebabkan warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Terutama bagi pengguna kendaraan roda empat. 

Jalan longsor sepanjang 30 meter dengan kedalaman sekitar sembilan meter itu sebelumnya sudah pernah diuruk dan dibuatkan talud dipinggir sungai. Namun, tanah yang dipakai menguruk jalan longsor itu tidak berselang lama kembali ambles.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengatakan, longsornya jalan itu memang cukup parah. Penanganan longsor harus dikerjakan dengan pemasangan tiang pancang, sehingga longsor tidak meluas. Untuk penanganan itu butuh biaya sebesar Rp 20 miliar.

“Pemkab belum mampu menangani sehingga  berulang kali minta dukungan ke pemerintah pusat maupun provinsi agar dapat membantu menangani longsoran di Kunden tersebut. Saat ini, desain penanganan sungai sedang dibuat oleh BBWS Pemali Juana. Mudah-mudahan, perhononan yang kita ajukan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Editor : Ali Muntoha