Begal Kembali Berulah di Rembang, Begini Tips Jitu dari Kepolres

MuriaNewsCom, Rembang – Kelompok begal kembali berulah di Rembang. Terakhir, dua orang bekal beraksi di ruas Jalan Rumbutmalang-Dresi Kecamatan Kaliori.

Salah satu korbannya adalah seorang bidan desa, Sofiah. Sepeda motor jenis Supra Fit milik korban dirampas. Hanya saja, kasus yang terjadi Sabtu (27/1/2018) malam itu masih belum terang perkembangan penyelidikannya.

”Masih belum terang penyelidikan pelakunya. Kami sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk orang yang pertama kali menolong,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Atas kejadian itu, ia mengimbau warga berhati-hati melintas di jalur sepi. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang. ”Jangan melintas di jalur sepi sendiri. Kalau terpaksa keluar malam, ajak teman,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga sudah mengintensifkan patroli di jalur rawan kejahatan. Patroli BLP dilakukan dengan menggunakan mobil berlampu. Harapannya, begitu melihat lampu polisi, penjahat akan mengurungkan niatnya.

”Kejahatan bisa muncul kapan saja, 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hanya saja, Kapolres menyarankan agar warga tidak membawa senjata tajam. Sebab, menurutnya, saat situasi kepepet, apa pun bisa menjadi senjata. Misalnya helm yang dikenakan atau batu di dekatnya.

”Bila membawa senjata tajam, khawatir saja kalau korban justru dikira pelaku,” paparnya.

Selain kasus pembegalan di daerah Rumbutmalang Kaliori, polisi juga menyelidiki kasus ban bocor ramai-ramai di Jalur Pantura Dresi. Polisi mengaitkannya dengan modus kejahatan di malam hari.

Editor: Supriyadi

Bupati Pati Bingung Dikabarkan jadi Korban Penipuan Swissindo

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dikabarkan terkena penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup yang mengatasnamakan UN-Swissindo.

Kabar itu bersumber dari Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar dalam sebuah pemaparan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Rabu (16/8/2017).

Namun, Haryanto justru tidak mengetahui apa itu UN-Swissindo. Dia juga tidak tahu tentang kabar tentang penipuan yang mencatut namanya.

“Apa itu UN-Swissindo. Saya malah tidak tahu. Itu diklarifikasi ya,” ujar Haryanto saat ditemui MuriaNewsCom, usai menghadiri upacara penyerahan remisi umum narapidana di Lapas Kelas II B Pati, Kamis (17/8/2017).

Sebelumnya, Kombes Pol Lukas Akbar menyebut Bupati Pati Haryanto mejadi salah satu korban penipuan yang mengatasnamakan UN-Swissindo. Saat ini Ditreskrimsus Polda Jateng tengah melakukan penelurusan, termasuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

Baca juga : Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menyebut ada sekitar 30 warga Pati yang terkena penipuan UN-Swissindo. Mereka membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota UN-Swissindo.

Korban dijanjikan mendapatkan fasilitas berupa pelunasan hutang ke enam prime bank, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, dan CIMB Niaga. Namun, surat kuasa yang diberikan kepada anggota untuk melunasi hutang di bank dipastikan pihak OJK sebagai bentuk penipuan.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Blora Patroli Objek Vital Biar Penjahat Tak Berkeliaran

objek-vital

Polisi melakukan patroli ke salah satu objek vital di Blora, Selasa (3/1/2017). (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Unit Patroli Sat Sabhara Polres Blora rutin dan meningkatkan kegiatan patroli di wilayah hukumnya. Mereka melakukan patroli, di antaranya dengan menggunakan tiga sarana yani patroli bersepeda, patroli motor dan patroli mobil.

Seperti yang dilakukan oleh Kaur Bin Ops Sat Sabhara Polres Blora Iptu Lilik Eko, dengan anggotanya, di sejumlah titik, Selasa  (03/01/2017). Mereka  menyambangi objek vital seperti bank, pusat perbelanjaan (swalayan), tempat ibadah dan toko emas.

Dalam kegiatan patroli ini Lilik berdialog dengan satpam bank, swalayan, dan gereja. Termasuk juga polisi berdialog dengan pedagang emas. “Para satpam yang bekerja di bank atau swalayan ini agar tetap waspada dan cermat dalam mengamati setiap nasabah dan pengunjung,” kata Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Sabhara AKP Herry Dwi, dikutip Polres Blora.com.

Herry menuturkan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk menangkal tindak pidana dan bentuk kejahatan lain. “Terima kasih kami ucapkan kepada para satpam yang sudah membantu tugas polisi dalam menciptakan kamtibmas dengan melakukan penjagaan objek vital,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami