Bikin Ribet, Warga Minta Penutupan Jalan di Desa Sambung Grobogan Dibongkar

MuriaNewsCom, GroboganDampak penutupan perlintasan sebidang di Desa Sambung, Kecamatan Godong sejak empat hari lalu makin dirasakan warga sekitar. Ini lantaran, penutupan perlintasan yang menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat.

“Waduh, jalannya kok dipasangi portal. Saya harus lewat mana, ya?” tanya Setyowati, warga dari Kecamatan Gubug yang hendak ke Puskesmas Godong II, Kamis (29/3/2018).

Puskesmas yang dituju pengendara motor itu berada di Desa Sambung. Jaraknya sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan yang ditutup pilar besi itu.

Sejumlah warga dari luar Desa Sambung juga masih banyak yang kecele saat lewat di situ. Soalnya, mereka tidak tahu kalau perlintasan sebidang yang dilewati jalur kereta api tersebut sudah ditutup.

Lantaran jalan tertutup, warga harus menempuh jalur lain menyusuri jalan kampung hingga sampai jalan raya. Namun, kondisi jalan kampung ini relatif sempit dibandingkan ruas jalan yang ditutu. Hal ini cukup menyulitkan bagi warga yang menggunakan kendaran roda empat atau lebih.

Terkait dengan kondisi tersebut, warga meminta agar penutupan jalan dibatalkan dan pilar besi yang sudah terpasang dicabut lagi. Selain aktivitas warga terganggu, ruas jalan yang ada perlintasan sebidangnya tersebut statusnya adalah milik kabupaten yang kondisi jalannya sudah dicor dan lebar.

Baca Juga:

“Saya heran kok yang ditutup malah ruas jalan kabupaten. Di beberapa desa lainnya, perlintasan sebidang yang ditutup adalah jalan kecil atau jalan milik desa. Saya harap, jalan ini bisa diaktifkan lagi karena ada ratusan orang yang lewat tiap hari dari berbagai kecamatan,” cetus Ansori, warga setempat.

Posisi jalan di Desa Sambung ini memang sangat strategis. Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km dari titik penutupan, akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto saat dimintai komentarnya menyatakan, kewenangan penutupan jalan ada pada Kementerian Perhubungan. Pihaknya, tidak mendapat pemberitahuan saat dilakukan penutupan.

Penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Terkait usulan warga agar perlintasan sebidang itu dibuka lagi, Agung menegaskan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut. Ia menegaskan, pada tanggal 6 April mendatang kebetulan ada undangan rapat di Daop 4 Semarang.

“Nanti saya akan coba komunikasikan terkait penutupan perlintasan sebidang dalam kesempatan itu. Untuk ruas jalan yang ditutup memang statusnya milik kabupaten,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Velg Jebol, Truk Tangki Tabrak Pohon Peneduh di Jalan A Yani Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan tunggal menimpa sebuah truk tangki yang sedang melaju di jalan A Yani Purwodadi, Selasa (20/3/2018). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kejadian ini sempat mengagetkan warga sekitar dan pengendara lainnya.

“Tadi sempat terdengar suara benturan keras. Saya kira ada kendaraan tabrakan. Ternyata truk tangki nabrak pohon,” kata Bambang, warga sekitar lokasi kejadian.

Truk dengan nomor polisi H 1558 JA itu dikemudikan Soleh (50), warga Mranggen, Demak. Sebelum mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.30 WIB, truk tangki bermuatan minyak goreng itu masih melaju normal dari arah Barat.

Sesampai dilokasi, velg depan sebelah kiri mendadak jebol. Kondisi ini menyebabkan sopir truk kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon.

Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan truk ringsek dan kaca depan pecah. Tidak lama setelah kecelakaan terjadi, sopir truk terlihat sudah keluar sendiri dari dalam kendaraannya.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, saat kejadian, truk diperkirakan melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam. Kecelakaan yang terjadi hanya menimpa satu kendaraan saja dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

“Truk tadi rencananya mau ngantar muatan ke tempat pelanggannya di Purwodadi. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan kena musibah akibat jebolnya velg kendaraan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Maut di Jekulo Renggut Nyawa Turiman

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Jl Kudus-Pati tepatnya di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Sabtu (10/3/2018). Seorang pembonceng motor tewas, setelah terlindas sebuah mobil boks.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil boks bernomor polisi W 9193 US dan Honda Vario K 4226 OT. Ia menyebut, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Menurutnya, kedua kendaraan tersebut berjalan seurut dari arah barat menuju timur (Kudus ke Pati). Tepat di sebelah barat SPBU, terjadi penyempitan jalan.

“Kemudian motor yang dikendarai oleh Khumairoh (16) melambung (berpindah lajur) ke kiri.  Waktu itu pengendara memboncengkan ayahnya Turiman (50) yang duduk di bagian belakang. Saat melalui sisi kiri, stang dari Honda Vario tersenggol badan mobil truk boks. Oleng, kemudian pengendara jatuh ke kiri, sementara Turiman jatuh ke sebelah kanan, dan terlindas oleh mobil boks dibagian kepala. Helmnya pun pecah,” tuturnya.

Menurut Subakri, korban meninggal ditempat. Sementara putrinya, yakni Khumairoh hanya mengalami luka lecet.

Jasad dari Turiman lantas dibawa ke Rumah Sakit Nurul Syifa untuk divisum dan dipulasara.

Editor: Supriyadi

Hindari Pemotor, 2 Mobil Boks di Grobogan Adu Banteng di Jalan Purwodadi-Blora

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua mobil boks terjadi di jalan raya Purwodadi-Blora KM 8, Sabtu (3/2/2018). Kedua kendaraan boks yang melaju dari arah berlawan saling bertabrakan sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi kecelakaan masuk wilayah Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, ada salah satu pengemudi mobil boks yang dilarikan ke rumah sakit karena kakinya terluka akibat tergencet bodi kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula saat mobil boks dengan nomor polisi N 8690 TI yang melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Sesampai di sekitar lokasi, ada pemotor yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba menyalip kendaraan warna kuning tersebut.

Pada saat bersamaan, ada mobil boks warna hijau dengan nomor polisi K 1842 CB melaju dari arah timur. Melihat ada motor yang nekat menyalip, sopir truk bernama Mukh Junet (28), warga Getasrejo, Kecamatan Grobogan mencoba mengerem untuk menghindari tabrakan dengan motor tersebut.

Upaya yang dilakukan sopir truk bermuatan air mineral itu memang membuahkan hasil. Namun, tindakan pengereman mendadak justru mengakibatkan posisi kendaraannya oleng ke arah kanan hingga melewati batas tengah jalan.

Salah satu mobil boks terperosok setelah adu banteng lantaran menghindari pemotor, Sabtu (3/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan mobil boks ini bertabrakan dengan mobil sejenis yang dikendarai Kasri (59), warga Kediri, Jatim. Sopir boks yang saat  itu tidak membawa muatan, sebenarnya sudah berupaya mengerem. Namun, jaraknya sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Akibat tabrakan adu muka (adu banteng) ini, kedua kendaraan ringsek di bagian depan. Kerusakan mobil boks warna kuning lebih parah karena kendaraan ini sempat tercebur ke selokan di sebelah utara jalan raya.

Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, kecelakaan terjadi setelah kendaraan dari arah timur mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan dengan pengendara motor tak dikenal yang mendahului mobil boks. Saat mengerem mendadak, kendaraan ini oleng akibat kondisi jalan yang licin.

”Saat kejadian, cuacanya sedang turun hujan sehingga kondisi jalan cukup licin. Jadi, saat mengerem mendadak, mobil boks dari arah timur sempat oleng ke kanan dan akhirnya bertabrakan dengan sesame kendaran boks dari arah berlawanan,” katanya.

Akibat kejadian itu, sopir truk yang bernama Kasri mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke Puskesmas Tawangharjo untuk mendapatkan pengobatan. Sedangkan, sopir truk yang lainnya kondisinya selamat dan tidak mengalami luka.

Editor: Supriyadi

Makin Rawan Kecelakaan, Warga Minta Jalan Raya Penawangan-Truko Diperlebar

MuriaNewsCom, GroboganSejumlah warga meminta agar kondisi jalan raya Penawangan-Truko diperlebar. Permintaan itu diserukan seiring makin seringnya terjadi kecelakaan di lokasi tersebut dalam kurun satu bulan terakhir.

Kecelakaan terbaru di ruas jalan antar kecamatan itu terjadi, Sabtu (27/1/2018). Sebuah mobil Suzuki Carry warna merah terperosok parit karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu.

Dua hari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada ruas jalan tersebut. Sebuah mobil boks terperosok bahu jalan yang ambles ketika dilintasi kendaraan tersebut.

Penyebab kecelakaan hampir sama, yakni mobil mencoba menepi karena ada kendaraan dari arah berlawanan. Namun, tanah bahu jalan kondisinya lembek sehingga roda kendaraan terperosok.

Kecelakaan paling mengerikan di ruas jalan tersebut terjadi di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB. Peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terdapat banyak korban. Yakni, 5 orang dan belasan orang lainnya menderita luka-luka.

“Kondisi jalan raya memang sudah bagus karena dicor beton. Tapi, ruas jalan ini kurang lebar. Hal inilah yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan. Kalau papasan dengan kendaraan besar, salah satunya harus menepi karena jalannya sempit,” kata Sugiyanto, warga Purwodadi yang hampir tiap hari melintasi ruas jalan tersebut.

Sementara itu, Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra ketika dimintai komentarnya menyatakan, kecelakaan di ruas jalan Penawangan-Truko disebabkan beberapa faktor. Salah satunya memang kondisi ruas jalan yang dinilai kurang lebar karena ukurannya hanya berkisar 4 meter.

Kemudian, bahu jalan disepanjang jalan masih berupa tanah yang kondisinya jadi lembek ketika kena guyuran hujan. Akibatnya, saat ada kendaraan mencoba menepi sering terperosok karena tanah bahu jalan ambles saat dilalui roda.

“Hasil evaluasi kami, kondisi jalannya memang kurang lebar dan bahu jalannya rentan ables karena masih berupa tanah. Hal ini sudah kita koordinasikan pada dinas terkait agar jadi perhatian. Minimal, bahu jalan bisa diperkeras dulu, sebelum pelebaran,” katanya

Editor: Supriyadi

Pria Tanpa Identitas Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Purwodadi-Kudus, Ini Ciri-cirinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang pria tak dikenal menjadi korban kecelakaan di jalan Purwodadi-Kudus, Jumat (26/1/2018) malam. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa pria ini tidak berhasil diselamatkan karena mengalami luka parah di bagian kepala. Jenazahnya masih berada di RSUD Purwodadi hingga siang tadi.

Sampai saat ini, identitas korban belum diketahui.  Adapun ciri-cirinya antara lain, bertubuh gempal, rambut pendek, memakai celana pendek kolor, kaos oblong warna hijau dan sarung kotak-kotak yang diikatkan pada pinggang layaknya sabuk.

Korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Tinggi tubuh sekitar 165 dengan berat badan 75 kg.

“Korban tidak membawa tanda pengenal apapun. Di lokasi kejadian juga tidak kita temukan bukti identitas dan warga sekitar juga tidak mengenali korban. Bagi yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut bisa mengecek ke kamar jenazah RSUD Purwodadi,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Ipda Candra, Sabtu (27/1/2018).

Ia menjelaskan, peristiwa kecelakaan juga terjadi di.jalur Brati-Klambu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian, korban berjalan kaki dari arah timur menuju ke barat. Sesampai di lokasi, korban mendadak berjalan ke tengah jalan.

Dalam waktu bersamaan, ada mobil Suzuki APV nopol K 8472 FK yang melaju di belakangnya. Karena jarak terlalu dekat, mobil yang dikendarai Moch Sofie, warga Jati, Kudus sempat menyenggol korban.

Korban yang tersenggol mobil akhirnya terjatuh di sisi kiri jalan. Nah, dalam waktu bersamaan ada sebuah kendaraan tak dikenal melaju dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan tinggi.

Kendaraan yang diperkirakan jenis kijang warna putih ini kemudian menabrak pria yang dalam posisi tergeletak di pinggir jalan tersebut. Usai menabrak korban, kendaraan tak dikenal itu langsung melarikan diri.

Editor: Supriyadi

Gus Tutut Jamin Pendidikan Anak Anggota Banser Grobogan Korban Kecelakaan di Tol Banyumanik

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah berlalu beberapa hari, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan Banser Grobogan masih mendapat perhatian banyak pihak. Indikasinya, masih banyak orang yang mengunjungi kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita.

Bahkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Tutut juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi kediaman Huda, Selasa (23/1/2018) malam.

Sejumlah pengurus PP, dan PW GP AnsorJawa Tengah ikut mendampingi kunjungan Gus Yaqut. Tampak pula, Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni dan Dansat korcab Banser M Sirajuddin bersama ratusan personelnya.

”Secara pribadi saya tak mengenal langsung almarhum Miftakhul Huda. Namun dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, Almarhum merupakan kader yang luar biasa. Khidmahnya ke NU juga total, tapi karena Allah berkehendak lain, maka kita harus menerima,” jelas Gus Tutut.

Dalam kesempatan itu, Gus Tutut juga menyatakan bakal menjamin pendidikan anak Huda yang saat ini masih berusia 1,5 tahun. Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

”Insya Allah nanti Ansor akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa. Nanti, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan menghandle,” katanya.

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

Kecelakaan yang menimpa rombongan Banser terjadi di tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Gus Tutut mengungkapkan, ada hikmah di balik peristiwa ini. Yakni, sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ‘ngurusi NU’ maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surga.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. “Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum,” katanya.

Sebelum pulang, Gus Tutut juga sempat memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Editor: Supriyadi

Ngantuk, Truk Bermuatan Bawang Putih di Grobogan Terguling ke Pinggir Sawah

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di sebelah barat jembatan Serang Penawangan, Rabu (17/1/2018). Sebuah kendaraan truk keluar dari bahu jalan dan terguling di pinggir sawah.

Kecelakaan yang menimpa truk dengan nopol BD 8722 KF di dekat pasar Semangka itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Truk warna merah itu bermuatan bawang putih.

Informasi yang didapat menyatakan, saat itu, truk yang dikemudikan Sutrisno itu sedang melaju dari arah barat menuju arah Purwodadi. Saat sampai di lokasi, tiba-tiba kendaraan itu terlihat keluar dari bahu jalan dan akhirnya terguling di pinggir sawah.

”Kondisi jalan tadi sedang sepi. Saya lhat truk itu mendadak keluar dari bahu jalan dengan sendirinya dan akhirnya terguling,” kata Herman, salah seorang pengendara yang kebetulan sempat melihat kejadian itu.

Tidak lama setelah kejadian, sejumlah anggota Satlantas langsung tiba dilokasi. Kebetulan, mereka saat itu sedang dalam perjalanan melintasi jalan Purwodadi-Semarang untuk melakukan patroli.

”Sopirnya juga tidak mengalami luka dan tadi kita bantu keluar dari kendaraan. Muatan yang ada dalam kendaraan untuk sementara kita pindahkan ke lokasi aman. Ini, kita lagi proses evakuasi truk yang terguling,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi di lokasi.

Dijelaskan, kendaraan tersebut berangkat dari Jakarta untuk mengantarkan bawang putih ke Sragen. ”Kemungkinan, sopirnya ngantuk sehingga tidak bisa menguasai kendaraan dengan baik. Kami mengimbau pada pengendara untuk beristirahat kalau merasa lelah atau mengantuk,” katanya.

Editor: Supriyadi

Bekas Galian Bikin Celaka, Truk Trailer Terguling di Tikungan Mrico Kecut Blora

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan terjadi di jalan raya Blora-Cepu, Jumat (12/01/2018). Sebuah truk trailer bermuatan batu bata putih terguling saat melintas di tikungan Mrico Kecut turut Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora.

Beruntung, tidak ada korban dalam musibah tersebut. Sopir truk bernama Sapuan (59), warga Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Rembang hanya mengalami luka ringan saja.

Kapolsek Jiken AKP Sularno mengatakan, awal mulanya kendaraan bernomor polisi B 9834 AQ tersebut melaju dari arah Cepu menuju ke Blora. Sesampainya di lokasi kejadian, truk berpapasan dengan kendaraan lain.

Saat itu, sopir truk berupaya mengambil jalur lebih ke kiri. Namun, karena lepas kendali roda truk justru ke luar bahu jalan.

Tanah di luar bahu jalan sebelumnya sempat digali untuk pipa PDAM dan kondisinya belum padat sempurna. Akibatnya, truk terperosok dan akhirnya terguling ke kiri.

Warga yang melihat kejadian itu pun langsung melaporkan ke Polsek Jiken. Warga juga membantu membersihkan muatan batu bata yang berserakan di tepi jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Selanjutnya, sopir yang mengalami luka diringan dibawa ke Puskesmas menggunakan mobol patroli guna mendapatkan perawatan.

Editor : Ali Muntoha

Dua Polisi Naik Avanza Tabrak Pengendara Mio Hingga Tewas di Bawen

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan maut antara Toyota Avanza dengan sepeda motor Yamaha Mio terjadi di Jalan Bawen, Dusun Bejalen Baratm Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (10/1/2018).

Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor Mio nopol H 6477 TL meninggal dunia akibat luka yang cukup parah. Sementara penumpang Avanza tak mengalami luka serius. Mobil itu ditumpangi dua orang, yang keduanya merupakan polisi.

Korban meninggal diketahui bernama Wahyu Riyadi, warga Perum Leyangan Damai, Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Dilansir Tribunjateng, tabrakan ini terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, mobil Avanza dikemudikan Widiyantoro (39) yang merupakan anggota Polri. Selain Widiyantoro, di dalam Toyota Avanza juga terdapat Kisroil, anggota Polri yang tinggal di Asrama Brimob Kalibanger, Kecamaan Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Saat itu diduga Avanza mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya. Saat menyalip mobil yang dikendarai warga Banjarsari, Banyumas ini, sampai melewati garis marka.

Namun tiba-tiba dari arah depan, muncul motor yang dikendarai korban. Akibatnya kecelakaan tak bisa terhindarkan, bahkan tubuh korban sampai terpental menabrak pembatas jalan, kemudian lanjut tabrak tugu Desa Bejalen, hingga terperosok ke dalam sawah di sisi kanan dari arah Ngampin-Bawen.

Korban mengalami luka yang sangat serius hingga meninggal di lokasi kejadian. Kisroil penumpang mobil Avanza juga mengalami luka memar di kepala.

Editor : Ali Muntoha

Pikap Hantam Pahala Kencana di Jalan Pati-Juwana, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Kudus – Kecalakaan lalu lintas  terjadi di jalan Pati Juwana, Selasa (09/01/2018) dini hari. Kecelakaan yang masuk Dukuh Kropok, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana itu mengakibatkan dua orang meninggal. Sedang tiga orang lainnya dilarikan ke RSUD Soewondo, Pati.

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi antara Bus Pahala Kencana bernopol B-7867-QZ dengan mobil pikap dengan nopol AG-9493-PB yang ditumpangi lima orang. Kecelakaan berlangsung sekitar jam 01.30 WIB.

“Bus Pahala Kencana  melaju dari arah barat ke timur dengan sejumlah penumpang berkecepatan sedang. Dan  mobil Pikap melaju dengan sangat kencang dari arah berlawanan,” katanya kepada awak media.

Setelah itu, lanjut dia, sesampainya di TKP, pengemudi pikap Muhammad Abdul Gofar (26), warga  Desa Plukaran Kecamatan Gembong, diduga tidak konsentrasi dan kemudian oleng ke kanan hingga hingga akhirnya menabrak Bus tersebut.

Akibatnya, dua penumpang pikap meninggal dunia di tempat kejadian. Keduanya adalah Erna Yanti (46), warga Desa Pakunden RT 01 RW 05 Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar yang mengalami luka pecah kepala, tangan kiri patah, patah kaki kanan dan kiri. Satu lainya adalah balita bernama Muhammad Argo Ganjo (3) juga mengalami luka yang serius.

Sementara sopir pikap Muhammad Abdul Ghofar dan dua penumpang Nur Hidayah (26) dan Arya Muntaha (1) mengalami sejumlah luka-luka. Ketiganya  menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo Pati.

Editor: Supriyadi

15 Korban Kecelakaan Maut di Wolo Grobogan dapat Santunan dari Jasa Raharja

MuriaNewsCom, Grobogan – Para penumpang truk yang menjadi korban kecelakaan maut di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan mendapat santunan dari PT Jasa Raharja, Selasa (9/1/2018). Penyerahan santunan pada keluarga korban kecelakaan dilakukan Plt Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Tengah Abubakar Aljufri di balaidesa Sambung, Kecamatan Godong.

Acara penyerahan santunan juga dihadiri Kabag Sumda Polres Grobogan Kompol Budi Yuwono, pihak desa dan jajaran Muspika Godong.

Menurut Abubakar, santunan diberikan pada 15 orang yang jadi korban kecelakaan di jalan raya Penawangan-Karangrayung yang terjadi pada Senin (8/1/2018) kemarin. Rinciannya, 3 korban meninggal dunia dan 12 korban mengalami luka-luka.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

”Seluruh korban terjamin Jasa Raharja dalam lingkup UU No. 34 Tahun 1964. Santunan yang diberikan senilai Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia. Sedangkan untuk santunan korban luka-luka maksimal Rp 20 juta. Santunan sudah kita transfer ke rekening ahli waris masing-masing,” jelasnya.

Pihak Jasa Raharja juga juga sudah menerbitkan surat jaminan ke RS Yakkum Purwodadi. Hal itu dilakukan karena sampai saat ini, masih ada beberapa korban yang menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

Dalam peristiwa itu terdapat korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Kecelakaan terjadi saat truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Truk Bermuatan Puluhan Orang Yang Kecelakaan Di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

Editor: Supriyadi

Truk Bermuatan Puluhan Orang yang Kecelakaan di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

MuriaNewsCom, Grobogan – Truk yang mengalami kecelakaan di jalan raya Penawangan-Karangrayung mengangkut puluhan penumpang. Versi warga, jumlah penumpangnya sekitar 40 orang.

Sedangkan dari rilis polisi, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu hanya mengangkut 25 penumpang. Semua penumpang dan sopir tercatat merupakan warga Desa Sambung RT 01, RW 01, Kecamatan Godong.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di ruas jalan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan. Kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor itu mengakibatkan dua orang tewas di tempat.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Sedangkan tiga orang lainnya kondisinya kritis dan penumpang yang terluka masih menjalani perawatan di RS Yakkum Purwodadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Korban tewas diketahui bernama Suwardi (72), dan Supiah (60). Sementara korban luka parah adalah Suharto (55), Sukresno (35), dan Yarji (60).

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

”Kami tadi rencananya mau nengok tetangga yang sakit. Namun, ditengah jalan malah dapat musibah,” kata Sunardi, salah satu penumpang selamat yang ditemui di RS Yakkum Purwodadi.

Penumpang yang berada di bak truk tidak hanya orang tua saja. Sebagian diantaranya adalah anak-anak dan remaja.

Editor: Supriyadi

Truk Bermuatan Orang  Terguling di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018). Kecelakaan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan itu mengakibatkan dua orang tewas di tempat.

Selain itu, tiga orang lainnya kritis dan belasan penumpang luka-luka. Saat ini mereka masih menjalani perawatan di RS Yakkum Purwodadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Korban tewas diketahui bernama Suwardi (72), dan Supiah (60). Sementara korban luka parah adalah Suharto (55), Sukresno (35), dan Yarji (60).

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Semua korban merupakan penumpang truk dengan nopol K 1472 JP. Sopir truk bernama Wawan (37) serta belasan penumpang lainnya dikabarkarkan hanya mengalami luka ringan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba banting setir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan Di Jalan Purwodadi-Blora

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

”Truk bermuatan sekitar 25 orang dari arah barat menuju Penawangan. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit,” jelas Kanit Laka Polres Grobogan Iptu Candra.

Editor: Supriyadi

Pulang Sekolah, Siswa SMPN 3 Jekulo Kudus Tewas Terlindas Trailer

MuriaNewsCom, Kudus – Dimas Anang Prasetyo (14) warga Desa Terban RT 2 RW 3, Kecamatan Jekulo dijemput ajal saat pulang sekolah, Senin (8/1/2018). Pelajar SMP N 3 Jekulo itu tewas setelah tubuhnya masuk ke kolong trailer dan terlindas, di sekitar Jembatan Blimbing Kembar, Gondoharum, Jekulo, pukul 14.30 WIB.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri menuturkan, kejadian bermula saat Dimas pulang sekolah. Ketika itu ia menunggang motor bernopol K 6726 FR, dengan tidak menggunakan helm.

“Saat itu ia mau pulang menuju arah barat (dari timur). Kondisi saat itu hujan, lalu ia (Anang) dengan motornya hendak menaiki aspal. Diduga licin dan tak menguasai keadaan, ia terpeleset dan masuk ke kolong trailer yang juga berjalan dari timur,” tuturnya, dihubungi MuriaNewsCom melalui telepon.

Sementara itu, supir trailer Edy Suroyo (44) awalnya tidak mengetahui adanya kendaraan yang masuk ke dalam kolong kendaraan yang ia kemudian. Namun kemudian, ia lantas memberhentikan trailernya dan menepi.

Adapun, Trailer bernopol H 1450 BG, sedianya hendak menuju ke Semarang setelah menurunkan muatan semen. Saat ini warga Kendal itu, diamankan di Mapolres Kudus untuk dimintai keterangan.

“Untuk korban, sudah dilakukan visum di rumah sakit, untuk kemudian diserahkan kepada keluarga. Adapun luka yang dialami ada di bagian kepala dan cukup parah,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

APV Tabrak Sepeda Motor di Gembong Pati, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Gembong – Pati KM 2 tepatnya di sebelah Timur SMP N Gembong, turut Dukuh Ngembes Desa Gembong Kecamatan Gembong, Pati, Kamis (04/12/2018).

Kapolres Pati, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Gembong, AKP Giyanto mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha 75 bernopol K 3406 CB dengan APV Pick Up dengan nopol H 1932 PL.

Saat kejadian, Suzuki APV Pick Up yang bermuatan dekorasi pengantin, berjalan dari arah Barat menuju ke Timur atau dari arah Gembong menuju Pati. Sepeda motor Yamaha 75 yang saat itu tidak dilengkapi lampu penerangan, berjalan dari arah sebaliknya yakni Timur ke Barat atau dari arah Pati menuju ke Gembong.

Baca: Rayakan Tahun Baru, Pemuda 24 Tahun Tewas Masuk Jurang Di Jepara

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Suzuki APV Pick Up berjalan terlalu ke Kanan, sehingga menabrak sepeda motor Yamaha 75.

Selanjutnya Suzuki APV Pick Up yang dikendarai korban menabrak tiang telepon dan masuk ke kebun tebu warga, dengan posisi kendaraan berbalik arah.

Akibatnya, dua orang tidak tertolong jiwanya saat ditangani tim medis, dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

Baca: Tanam Padi, Lima Warga Cepogo Jepara Tersambar Petir, Satu Tewas

”Korban adalah pengemudi Suzuki APV Pick Up, Hadi Supriyanto (21) warga Desa Bermi RT 04/RW 03, Kecamatan Gembong, Pati. Korban mengalami hematum kepala dan meninggal dunia di Puskesmas Gembong,” katanya seperti dikutip dari laman Tribratanews Polda Jateng.

Sedangkan korban kedua adalah Mulyono (65) pengendara motor Yamaha 75 warga Dukuh Muktisari RT 05/RW 02, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati. Korban mengalami luka robek di dagu, mulut dan hidung keluar darah, jari tengah kanan robek dan patah, bahu kanan patah.

”Korban sempat dibawa ke RS Mitra Bangsa Pati. Namun nyawanya juga tak tertolong”, imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Diserempet Truk, Penumpang Becak Bermontor di Rembang Tewas 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang penumpang becak motor tewas setelah becak motor yang ditumpanginya diserempet truk dari belakang, di jalan masuk Desa Menoro, Kecamatan Sedan, Rabu (3/1/2018).

Penumpang becak bermotor nahas itu bernama Marfuah (57), warga RT 3 RW 1 Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan. Korban mengalami luka robek di kepala belakang dan wajah hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Muhammad Syafi Karim, kejadian tersebut bermula saat truk mitsubishi berjalan dari arah selatan Desa Menoro berjalan ke utara.

Sesampainya di lokasi kejadian, truk dengan plat nomor K 1399 ZA yang dikemudikan Joko Prianto Agus Setiawan (20), warga RT 12 RW 4 Desa Kalitengah Pancur itu bermaksud akan mendahului becak motor.

Diduga, saat mendahului truk mitsubishi berjalan kurang ke kanan. Sehingga bagian bak samping kiri truck mitsubishi menyerempet bodi samping kanan Bentor hingga masuk ke sawah.

“Karena bak samping kiri truk menyerempet bodi samping kanan, bentor sempat masuk ke sawah yang berada di sebelah kiri jalan” kata Kanit Laka Satlantas Polres Rembang seperti dikutip tribratanews.

Sedangkan untuk identitas pengemudi becak motor tersebut adalah Nasirun (50), warga RT 1 RW 2 Desa Karangasem, Kecamatan Sedan, dan sudah dalam pemeriksaan aparat kepolisian

Editor: Supriyadi

Rayakan Tahun Baru, Pemuda 24 Tahun Tewas Masuk Jurang di Jepara

 

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib nahas dialami oleh Ahmad Nurul Huda (25), ia meninggal setelah motor yang ditumpanginya masuk ke jurang sedalam 15-20 meter dan kepalanya membentur pohon randu di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Senin (1/1/2017) siang.

Kapolsek Keling AKP I D.G. Mahendra menjelaskan, kejadian itu terjadi sekira pukul 09.15. Diduga, kecelakaan yang dialami oleh korban karena yang bersangkutan tak mengenal medan dan terburu-buru.

“Ia (korban) bersama teman-temannya (8 orang)naik ke Dukuh Duplak kemarin (Minggu, 31/12/2017) dan menginap semalam. Tadi pagi sekitar jam sembilan, ia bersama teman-temannya hendak pulang. Mereka berdelapan masing-masing menaiki motor. Nah dia (Huda) berboncengan dengan Ganita seorang temannya, berada paling belakang dari rombongan. Namun 20 menit berselang, Huda menyalip teman-temannya dengan kecepatan tinggi. Karena tak tahu medan ia jatuh ke jurang,” ujarnya, lewat sambungan telepon.

Setelah terjatuh dan kepalanya menghantam pohon randu, korban meninggal dunia. Beruntung, Ganita (25), teman wanita Huda tidak meninggal. Namun ia mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan, setelah ditolong oleh warga setempat.

Mahendra menggambarkan, jalur menuju Dukuh Duplak, Desa Tempur memang cukup menantang. Meskipun jalan disana sudah beraspal, namun terdapat jurang di sisi jalan.

“Jalanan berkelok-kelok dan curam dengan kemiringan 30-40 derajat,” terangnya.

Selain korban, dan satu orang luka-luka kecelakaan itu juga mengakibatkan rekan-rekan Huda shock. Saat ini, motor Yamaha Jupiter MX K 4144 QC yang dikendarai oleh warga Bulu itu, diamankan di Mapolsek Keling. ‎

Terakhir, Kapolsek Keling mengimbau warga yang ingin berwisata di Dukuh Duplak selalu waspada dan mempersiapkan kondisi kendaraan.

“Yang pertama selalu berhati-hati dan waspada, mengingat kondisi jalan yang berkelok-kelok dan adanya jurang. Yang kedua, siapkan dan cek ulang kendaraan. Kalau bisa jangan pakai motor matic, karena banyak yang naik tak kuat karena V-Belt nya putus. Disamping itu memasuki musim hujan‎ chek dan re-check kendaraan, bilamana hendak bertamasya ke Duplak,” imbau Mahendra.

Menurutnya, pada musim liburan seperti ini banyak orang yang melancong ke Duplak untuk menikmati pemandangan alam, dari desa tertinggi di Jepara itu.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Karambol di Jalan Juwana-Rembang, Begini Kondisi Korban

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan karambol terjadi di kawasan jalan pantura Juwana-Rembang, Mangunlegi, Batangan, Sabtu (30/12/2017). Kecelakaan tersebut melibatkan colt diesel K 71615 JK, truk Hino H 71664 FH, Xenia K 9422 YA, dan Honda Jazz K 8514 GH.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan kendaraan mengalami ringsek yang cukup parah. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Arfa (6), seorang pelajar asal Sambiroto, Tayu, Pati yang menjadi penumpang Honda Jazz mengalami luka lecet pada bagian kepala.

Sementara pengemudinya, Muh Khoirul Umam dalam kondisi sehat. Adapun tiga pengemudi lainnya tidak mengalami luka-luka.

Mereka adalah Ahmad Zamaludin (20), pengemudi colt asal Puyuh, Dawe, Kudus, Heri Listyanto (38) pengemudi truk Hino asal Jati Wetan, Jati, Kudus, serta Ajit (49) pengemudi Xenia asal Perum Griya Permata Blok B, Winong, Pati.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan beruntun terjadi saat pengemudi colt hendak menyalip Honda Jazz dari sisi kanan.

“Colt mau menyalip Jazz, tapi tidak sampai sehingga menyenggol Xenia. Selanjutnya, colt tertabrak truk Hino dari arah berlawanan. Colt lantas tertabrak Jazz dari belakang,” ungkap AKP Ikrar.

Petugas yang menangani kecelakaan tersebut langsung melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan merekayasa lalu lintas agar arus tetap lancar.

Editor: Supriyadi

Ngantuk, Minibus Tabrak Avanza Parkir di Jalan Pantura Rembang

Sebuah minibus menabrak dari belakang Avanza yang parkir di tepi jalan di Jalur Pantura masuk wilayah Desa Jatisari Kecamatan Sluke. (Tribratanews Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Kendaraan  minibus menabrak sebuah Avanza yang parkir di tepi jalan di Jalur Pantura di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke, Kamis (28/12/2017) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Dikutip dari Tribratanews Polres Rembang, Kemas Yazid Bustomi, seorang warga yang kebetulan melintasi jalur itu menuturkan, awalnya minibus jenis colt diesel R 1109 HC melaju dari arah barat menuju ke arah timur.

Informasinya, minibus itu mengangkut rombongan keluarga Banser dari Kabupaten Purbalingga yang hendak menuju Jawa Timur.

Sesampainya di sebelah barat SPBU Jatisari, minibus tiba-tiba oleng. Ia sempat mengira minibus menabrak pembatas jalan, tetapi ternyata menabrak Avanza W 982 AN milik salah seorang pegawai PLTU Sluke. Dua kendaraan ini pun terlempar ke persawahan.

”Bagian belakang Avanza ringsek parah. Begitu pun dengan bagian depan minibus. 15 orang penumpang di minibus selamat. Ada dua orang yang terluka ringan dan dirawat di Puskesmas Sluke,” tuturnya.

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan baru berhasil dievakuasi dengan mobil derek pada sekitar pukul 12.00 WIB. Arus lalu lintas di jalur setempat tidak sampai terganggu.

Kasatlantas Polres Rembang Ariakta Gagah Nugraha SH menduga, sopir minibus mengantuk atau melamun sehingga kehilangan kendali dan menabrak Avanza yang sedang parkir di depannya.

”Kecelakaan lalu lintas rawan pada saat terjadi peningkatan arus lalu lintas pada musim liburan seperti sekarang,” katanya.

Polisi meminta pengguna jalan tidak memaksakan diri mengemudi bila mengantuk, karena akibatnya bisa fatal.

”Kami berharap kepada pengendara agar patuh pada aturan lalu lintas”, harapnya.

Sementara itu, kecelakaan juga dilaporkan terjadi di Jalur Pantura depan Kantor Bupati Rembang. Sebuah truk boks terguling sesaat setelah keluar dari kompleks Kantor Bupati.

Diduga, truk kehilangan keseimbangan saat membelok ke kanan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, cuma kerugian material.

Editor: Supriyadi

Tabrak Pagar Jembatan di Bumirejo Pati, Pengendara Asal Kudus Tewas

Sejumlah warga dan pengendara yang melintas sempat mengecek kondisi korban kecelakaan tunggal di jalan pantura, kawasan Ngebruk, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pengendara sepeda motor asal Getas Pejaten, Jati, Kudus, Jasmiru (56) meninggal dunia setelah menabrak pagar jembatan di kawasan Jalan Juwana-Batangan, Ngebruk, Bumirejo, Juwana, Selasa (26/12/2017) dini hari.

Paeman, salah satu saksi menuturkan, Jasmiru yang saat itu mengendarai Mega Pro bernopol K 3569 ET melaju dari arah Juwana menuju Batangan.

“Tiba-tiba saja menabrak pagar pembatas jembatan. Kecelakaan tunggal, karena tidak tabrakan dengan pengendara lain sebelumnya,” ungkap Paeman.

Pascakecelakaan tunggal, kaki kiri Jasmiru mengalami patah tulang dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara kondisi kendaraan mengalami ringsek pada bagian depan.

“Benturannya cukup keras. Pembatas jembatan yang terbuat dari batu bata dan plesteran semen sampai mengelupas,” jelasnya.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi lantas mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan lalu lintas, mencari saksi dan mengamankan barang bukti.

Belum diketahui secara pasti penyebab korban menabrak pagar pembatas jembatan. Namun, dugaan sementara, pengendara sedang mengantuk sehingga oleng dan menabrak pembatas jembatan.

Editor : Ali Muntoha

Polres Grobogan Siapkan Traffic Light Portabel di Jalur Rawan Kemacetan

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Satlantas Polres Grobogan menyiapkan alat pengatur lalu lintas atau traffic light portable. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain masalah keamanan dan kenyamanan, Polres Grobogan juga menaruh perhatian serius terhadap kelancaran arus kendaraan selama libur panjang Natal ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasang alat pengatur lalu lintas atau traffic light portabel di titik rawan kemacetan.

“Kita punya traffic light portabel yang ditempatkan di titik rawan kemacetan. Salah satunya di jalur Purwodadi-Semarang di wilayah Kecamatan Penawangan. Pada titik rawan macet ini belum terpasang traffic light permanen,” jelas Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa, Senin (25/12/2017).

Selain itu, masih ada beberapa upaya lainnya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan. Yakni, menindak bus-bus yang menaikkan penumpang di agen yang bisa memicu terjadinya kemacetan.

Kemudian,  antisipasi lain untuk mencegah macet dengan menyiapkan rambu barikade. Selanjutnya, penunjuk arah jalur alternatif juga disiapkan untuk memudahkan pengendara.

Seiring naiknya volume kendaraan dalam masa libur Natal, pihaknya juga menyiapkan tim pengurai khusus. Tim pengurai akan bergerak begitu ada laporan atau informasi terjadi kemacetan arus lalu lintas wilayah Polres Grobogan.

Editor: Supriyadi

Serempet Sepeda, Pelajar Asal Growong Lor Pati Tewas Terlindas Truk

Kondisi korban yang terlindas truk di Jalan Pati-Juwana, Gadingrejo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pelajar asal Desa Growong Lor RT 1 RW 1, Juwana, Mohammad Wafiq Aditiyas (17), meninggal dunia di lokasi setelah terlindas truk di Jalan Pati-Juwana, Gadingrejo, Selasa (19//12/2017).

Korban menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka robek tidak beraturan pada tubuh, serta patah tangan dan kaki.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan terjadi saat korban melaju dari berada di belakang pengayuh sepeda angin dan truk fuso bernomor polisi E 9204 C.

“Dari keterangan yang kami himpun, korban hendak menyalip sepeda angin dan truk fuso. Tapi saat berada di antara keduanya, korban menyerempet sepeda angin dan terjatuh,” ungkap AKP Ikrar.

Saat terjatuh, posisi sepeda motor berada di pinggir jalan. Sementara korban terjatuh ke badan jalan dan separuh tubuhnya terlindas roda belakang truk fuso.

Setelah kejadian, pengayuh sepeda angin yang tidak diketahui identitasnya meninggalkan lokasi kejadian. Adapun pengemudi truk fuso, Rusja (61), warga Kampung Cangkol Selatan, Lemahwungkuk, Tangerang berhenti di tepi jalan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada pengguna jalan untuk memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya. Bila tidak memungkinkan untuk menyalip, sebaiknya lebih bersabar dan menunggu saat arus lalu lintas lengang.

Editor: Supriyadi

Truk Tabrak Rumah di Ngemplak Kidul Pati, Pemilik Rumah Dilarikan ke Rumah Sakit

Warga dan pengendara yang melintas melihat kondisi truk yang menabrak rumah warga di Jalan Pati-Tayu, Ngemplak Kidul, Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan batu pecah dengan truk bak terbuka bermuatan ayam terjadi di Jalan Pati-Tayu, Ngemplak Kidul, Margoyoso, Kamis (14/12/2017).

Akibat kecelakaan tersebut, truk bermuatan batu pecah terpental hingga menabrak rumah milik warga. Kecelakaan tersebut sempat menyembabkan macet dan menjadi tontotan warga.

Kapolsek Margoyoso AKP Amlis Chaniago mengatakan, kecelakaan terjadi saat truk dam akan mendahului kendaraan di depannya. Namun dari arah berlawanan muncul truk bak terbuka.

“Kedua truk terjadi kecelakaan, salah satu truk mengalami oleng dan terpental menghantam rumah warga,” jelas AKP Amlis.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tapi pengemudi mengalami luka-luka robek. Sementara pemilik rumah dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.

Adapun identitas korban luka-luka, di antaranya Ngasri (41), warga Jeglong, Keling, Jepara, Rudi Sumanto (32) warga Yososari, kertek, Wonosobo, Nuryanto (49) warga Batursari, Kledung, Temanggung dan Aripin (56), pemilik rumah.

“Pemilik rumah mengalami robek di bagian kepala atas dan langsung dilarikan ke RSI Margoyoso Pati. Begitu juga pengemudi dan penumpang truk bermuatan ayam, sedangkan pengemudi truk dam tidak ada luka-luka,” pungkas AKP Amlis.

Editor: Supriyadi

Kaget Disalip dari Kiri, Truk Bermuatan Lampu Listrik Terguling di Jalur Purwodadi-Semarang

Dua buah mobil derek berusaha mengevakuasi truk pengangkut lampu yang terperosok di Jalan Purwodadi-Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Purwodadi-Semarang, tapatnya di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kamis (14/12/2017). Sebuah truk tronton bernomor polisi B 9272 TDC keluar bahu jalan dan akhirnya terguling.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi setelah subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, truk warna putih melaju dari arah timur (Purwodadi) menuju Semarang dengan kecepatan sedang.

Sesampai di lokasi, ada mobil yang mencoba menyalip truk. Setelah hampir melewati truk, mobil tak dikenal itu mendadak mengambil jalur ke kiri karena dalam waktu bersamaan ada kendaraan didepannya.

”Tadi mobil yang nyalip bikin saya kaget. Kemudian saya coba banting stir ke kiri turun ke bahu jalan. Ternyata bahu jalannya ambles dan kendaraan saya terguling. Saya sendirian tadi,” kata sopir truk Agus Yudi Prasetio, warga Kebumen.

Agus menyatakan, sebelumnya ia sudah menempuh perjalanan dari Denpasar. Rencananya, ia akan mengirim muatan ke daerah Mranggen, Demak.

Meski tidak ada korban, namun kecelakaan ini sempat membikin kemacetan cukup panjang. Terutama, saat pemindahan muatan pada kendaraan lain, menjelang proses evakuasi truk bermuatan bolam listrik yang terguling tersebut.

”Dalam peristiwa kecelakaan truk itu tidak sampai menimbulkan korban. Sopirnya juga tidak mengalami luka. Ini, kita lagi selesai evakuasi truk yang terguling,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Editor: Supriyadi