Hampir Dilindas Bus di Pati, Mahasiswi STAIP Ini Lolos dari Maut

epeda motor Beat yang rusak akibat diseruduk bus diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

epeda motor Beat yang rusak akibat diseruduk bus diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara bus Adiputro bernopol K1662AB dan sepeda motor Honda Beat bernopol K6066JG, terjadi di perempatan rambu lalu lintas, Jalan Raya Pati-Kudus Km 3, Pati, Senin (21/3/2016).

Kecelakaan yang diduga disebabkan sopir bus menerobos lampu merah rambu lalu lintas tersebut berakibat kendaraan sepeda motor Beat milik Indah Dwi Astuti, mahasiswi semester enam STAIP asal Desa Pohgading, Gembong, terseret hingga sepuluh meter dari lokasi kecelakaan.

“Waktu terseret hingga sepuluh meter, korban langsung dibawa ke UGD RS Keluarga Sehat. Korban sempat berbicara berbata-bata. Habis itu, dia pingsan,” kata Darsono, saksi mata saat ditanya MuriaNewsCom.

“Saya mau kuliah. STAIP,” ujar Darsono menirukan perkataan Indah secara terbata-bata, sebelum akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah sakit akibat benturan pada bagian kepala.

Sementara itu, Ahmad Arifin, teman satu kampus yang kebetulan melihat peristiwa nahas tersebut mengatakan, Indah hampir saja terlindas roda bus. Tubuhnya berada tepat di depan roda bus, sedangkan demper bus hingga lepas akibat menyeruduk sepeda motor.

“Kalau bus itu berjalan sedikit saja, tubuhnya sudah terlindas. Dia sempat sadar, tapi tidak tahu lukanya karena langsung dilarikan ke rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, sopir yang menghindari amukan massa melarikan diri ke Kantor Jasa Raharja yang tempatnya berada tepat di sebelah lokasi kecelakaan. “Sopir lari dan meminta perlindungan. Takut dihajar massa,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Bus Adiputro Tabrak Beat di Pati, Mahasiswi STAIP jadi Korban

Bus Adiputro Tabrak Beat di Pati, Mahasiswi STAIP jadi Korban

Petugas kepolisian tengah mengumpulkan informasi, sedangkan korban dilarikan warga setempat ke UGD RS Keluarga Sehat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah mengumpulkan informasi, sedangkan korban dilarikan warga setempat ke UGD RS Keluarga Sehat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan yang melibatkan bus Adiputro K1662AB dan sepeda motor Honda Beat warna putih K 6066JG terjadi di perempatan rambu lalu lintas Jalan Pati-Kudus Km 3, Margorejo, Pati, Senin (21/3/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tidak ada korban tewas dalam kecelakaan. Namun, insiden berakibat dengan pengendara sepeda motor Beat, Indah Dwi Astuti, mengalami luka. Korban dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Keluarga Sehat untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Dari info yang dihimpun di lapangan, bus dari arah Kudus-Pati, sedangkan sepeda motor yang dikendarai warga Pohgading, Kecamatan Gembong, melaju dari arah utara ke selatan. Ketika itu, bus diduga mengalami rem blong, karena terus berjalan meski lampu rambu lalu lintas menyala warna merah. Sementara itu, sepeda motor Beat melaju karena lampu lalu lintas sudah berwarna hijau.

“Saya berjalan searah dengan bus. Saya berhenti, karena rambu lalu lintas warnanya merah. Bus itu tidak berhenti, tapi terus melaju hingga menabrak pengendara sepeda motor. Saya tidak tahu itu rem blong atau memang sopirnya ugal-ugalan,” ujar Darsono, saksi yang melihat kecelakaan saat ditanya MuriaNewsCom di lokasi.

Dia melihat korban pingsan, tepat di depan bus. Warga dan pengguna kendaraan segera membawa korban ke rumah sakit. Warga setempat berbondong-bondong untuk melihat kondisi kecelakaan. Arus lalu lintas sempat tersendat beberapa menit akibat kecelakaan, sebelum polisi melakukan evakuasi terhadap sepeda motor korban.

Editor : Akrom Hazami

17 Orang Pengendara Tewas Kecelakaan di Pati pada Awal Tahun

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho saat ditanya awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho saat ditanya awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Angka kecelakaan di Kabupaten Pati meningkat memasuki awal 2016. Selama Januari saja, sebanyak 17 pengendara meninggal dunia karena kecelakaan.

Dari berbagai kasus kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia, sebagian besar berasal dari pengendara sepeda motor. Karena itu, kehatian-hatian dan penggunaan helm standar benar-benar ditekankan untuk menghindari kecelakaan maut.

“Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Pati sejauh ini masih aman dan kondusif. Hanya saja, ada dua kejadian yang paling menonjol, yakni pencurian sepeda motor dan kecelakaan,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Sabtu (27/2/2016).

Ia berpesan kepada pengendara di Pati supaya lebih mengedepankan keselamatan dari segala kepentingan saat berkendara di jalan. Selain itu, penggunaan helm standar wajib dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan buruk.

“Hindari ngebut di jalan, patuhi rambu lalu lintas, gunakan helm dan kelengkapan berkendara, selalu hati-hati, serta fokus dalam berkendara. Keselamatan itu nomor satu,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Jembatan Kaliampo Pati Kembali Memakan Korban, Satu Orang Tewas 

6 Peristiwa yang Hebohkan Pati Selama Januari 2016

MuriaNewsCom, Pati – Selama Januari 2016, ada berbagai peristiwa penting di Pati yang menjadi perhatian publik. Berikut ini kami sajikan kembali rangkuman beberapa kejadian tersebut:

1.Pembunuh Pasutri dan Tamunya di Gabus Pati Divonis Hukuman Seumur Hidup

Tiga pembunuh pasangan suami istri dan tamunya di Desa Penanggungan, Kecamatan Gabus, Pati diganjar majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati dengan hukuman penjara seumur hidup, Selasa (5/1/2016).

Ketiga terdakwa tersebut, yakni Mardikun, Suwarno alias Mbah To, dan Eko Sutaryo. Putusan tersebut disambut dengan rasa syukur dari pihak keluarga.

Jpeg

 

2. Di Trangkil Pati, 2 Anak Tewas Saat Mencari Ikan di Sungai Kedung Kendil

Dua anak meninggal dunia saat mencari ikan di Kedung Kendil, Dukuh Galombo RT 11 RW 1, Desa Tegalrejo, Kecamatan Trangkil, Pati, Jumat (8/1/2016) pukul 10.30 WIB.Dua anak tersebut, masing-masing bernama Wahyu Dwi Saputra (8), warga Dukuh Tlogowiru RT 7 RW 3, Tegalharjo dan Diky Nova Ariyanto (8), warga Dukuh Tlogowiru RT 8 Rw 3.

Keduanya meninggal dunia, setelah bersama dengan lima anak lainnya hendak mencari ikan di Kedung Kendil dengan panjang 10 meter, lebar 2,5 meter dan kedalaman mencapai 2 meter.

peristiwa (2) (e)

 

3. Kandang Berisi 6 Ribu Ayam Terbakar di Trangkil

Musibah kebakaran terjadi Minggu (10/1/2016) dini hari. Kebakaran menghabiskan kandang ternak ayam milik H. Salim warga Dukuh Galombo, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil Pati.

Kobaran api diduga berasal dari tungku pemanas berupa drum berisi kayu bakar dan serbuk kayu atau grajen yang terguling hingga mengenai tumpukan kayu yang ada di sekitarnya

Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 375,8 juta. Dua los kandang ayam masing-masing berukuran 9×33 meter nilainya mencapai Rp 325 juta.

Sebanyak 6.000 ekor ayam berumur dua hari yang terbakar nilai mencapai Rp 36 juta. Sementara itu, pakan ayam sebanyak 40 karung nilainya mencapai Rp 14,8 juta.

peristiwa (3) (e)

 

4. Banjir dan Puting Beliung Terjang Pati

Peristiwa banjir terjadi pada Januari 2016 di beberapa wilayah di Pati. Banjir cukup besar terjadi di Kecamatan Kayen dan Pati Kota. Bahkan, akibat banjir dan angin tersebut, dua rumah di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Pati luluh lantak.

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang, disusul banjir membuat dua rumah semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu roboh dan rata dengan tanah.Satu rumah milik Sukiman (85) berukuran 4×6 meter, sedangkan satu rumah di antaranya milik Waidin (45) dengan ukuran 6×8 meter. Keduanya warga Desa Kayen RT 7 RW 2.

peristiwa (4) (e)

 

5. Ratusan PK Kepung Kantor Satpol PP Pati

Ratusan pemandu karaoke (PK) dari berbagai tempat hiburan karaoke di Pati menggeruduk dan menduduki paksa Kantor Satpol PP Pati, Kamis (21/1/2016) sore.

Aksi tersebut dilakukan untuk melawan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang akan melakukan eksekusi terhadap tempat karaoke di Pati yang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

peristiwa (5) (e)

 

6. Polres Pati Gerebek Kos-kosan Tempat Produksi Uang Palsu

Rumah kos-kosan yang disewakan di Desa Geritan RT 3 RW 1, Kecamatan Pati digerebek polisi karena dijadikan tempat produksi uang palsu, Rabu (27/1/2016).

Polisi menangkap tiga orang pelaku yang tengah beristirahat dari aktivitas membuat uang palsu.

peristiwa (6) (e)

Editor : Kholistiono

Tujuh Perempatan di Desa Tegalharjo Diberi Sesaji Gara-gara Kedung Kendil Banyak Makan Korban

Sesaji yang ditaruh di pertigaan menuju Sungai Kendil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sesaji yang ditaruh di pertigaan menuju Sungai Kendil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah kedung yang berada di Sungai Kendil di Dukuh Galombo, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Pati ternyata menyimpan sisi mistis tersendiri bagi warga. Pasalnya, kedung itu sudah memakan korban hingga sembilan orang dalam kurun waktu 15 tahun.

Seorang kakek warga Dukuh Galombo yang menyebut dirinya Mbah Jingo saat bincang-bincang dengan MuriaNewsCom mengatakan, warga sempat memberikan sesaji di tujuh pertigaan dan perempatan yang ada di desa tersebut. Hal itu diharapkan agar warga Desa Tegalharjo diberikan keselamatan Tuhan dan tidak diganggu makhluk gaib.

”Iya, biar selamat. Sesaji itu disebar di pertigaan dan perempatan yang ada di Desa Tegalharjo hingga menuju kedung Kendil,” tutur Mbah Jingo.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum sendiri sempat mendengar keluhan warga yang semakin khawatir dan resah dengan kedung yang acapkali memakan korban tersebut. ”Sejumlah warga mengeluh dan takut jika kedung itu terus memakan korban hingga akhirnya kami tutup,” katanya.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Tegalharjo Pandoyo. Ia mengatakan, sesaji itu bentuk dari upaya masyarakat supaya kedung Kendil tak lagi memakan korban.

”Sesaji itu ide dari masyarakat sendiri. Mungkin karena merasa mitos atau apa. Salah satu sesajinya ada sego gulung. Hal itu diyakini warga bisa menolak bala,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

179 Orang Tewas dan 1.043 Luka-luka Kecelakaan Lalu Lintas di Pati

Kecelakaan karambol di Jalan Pati-Tayu Km 3 beberapa waktu lalu yang menyebabkan dua orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kecelakaan karambol di Jalan Pati-Tayu Km 3 beberapa waktu lalu yang menyebabkan dua orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ngeri, 179 orang meninggal dunia dan 1.043 mengalami luka-luka dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya Kabupaten Pati.

Ya, itulah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Pati selama 2015. Jumlah itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketimbang tahun sebelumnya.

Total kecelakaan mencapai 871 kasus. Dengan total biaya rumat kecalakaan lalu lintas mencapai Rp 271 juta.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015) mengatakan, kasus tersebut cukup meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi hal meningkatkan angka kecelakaan di Pati.

“Sebagian besar disebabkan faktor kelalaian. Karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara. Terutama, ketika menyalip pastikan dari arah yang berlawanan tidak ada pengendara,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Penebang Pohon Dinilai Salah Perhitungan hingga Menyebabkan Satu Orang Tewas

Kapolsek Gembong AKP Sugino bersama tim medis Puskesmas setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Gembong AKP Sugino bersama tim medis Puskesmas setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kapolsek Gembong AKP Sugino menilai, dahan yang menimpa Aris Prasetyo (25), warga Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Pati hingga tewas disebabkan salah perhitungan saat melakukan penebangan pohon randu.

Ia mengatakan, penebang pohon mestinya harus memperhatikan kondisi pohon di sekitarnya sehingga berisiko saat pohon tumbang. “Menurut saya, itu salah perhitungan. Mereka tidak melihat kondisi sekitarnya. Saat pohon roboh dan menimpa pohon yang lain, itu berpotensi mencelakaan penebangnya,” tuturnya saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Senin (21/12/2015).

Ditanya soal adanya kelalaian atau tidak, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, kesimpulan sementara, kejadian itu murni akibat kecelakaan kerja.

“Untuk sementara, ini murni akibat kecelakaan kerja. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan apakah ada kelalaian atau tidak,” katanya.

Dari hasil visum yang dilakukan tim medis dari Puskesmas setempat, korban meninggal karena benturan hebat pada bagian kepala hingga menyebabkan pecah memanjang hingga 15 cm dan mengakibatkan pendarahan pada bagian telinga, mulut, dan hidung.

Ia menambahkan, saat ini pihak keluarga sudah merelakan kematian korban. “Pihak keluarga sudah rela dengan kematian korban, karena kecelakaan kerja,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Mengenaskan! Warga Gembong Pati Tewas Tertimpa Dahan Pohon Randu

Kapolsek Gembong AKP Sugino menunjuk pohon randu berdiameter 60 cm yang ditebang dan mengakibatkan satu orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Gembong AKP Sugino menunjuk pohon randu berdiameter 60 cm yang ditebang dan mengakibatkan satu orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Aris Prasetyo (25), warga Desa Gembong RT 2 RW 3, Kecamatan Gembong, Pati tewas setelah tertimpa dahan pohon randu di sebuah lahan di Desa Bageng, Gembong, Senin (21/12/2015).

Kejadian bermula, saat Aris bersama dengan dua orang warga lainnya tengah menebang pohon randu. Aris mendapatkan bagian menarik pohon randu menggunakan tali.

Pohon yang roboh akhirnya menimpa pohon randu lainnya yang menyebabkan dahan putus dan jatuh tepat pada bagian kepala Aris. “Korban meninggal setelah mengalami luka pada bagian kepala sepanjang 15 cm dan mengalami pendarahan hebat pada bagian hidung, telinga kiri dan mulut,” ujar Kapolsek Gembong AKP Sugino kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, dahan yang menimpa korban berdiameter 25 cm. Sementara itu, pohon yang ditebang setinggi 20 meter. “Pohon yang ditebang tingginya 20 meter dengan diameter 60 cm, tetapi dahan yang menimpanya berdiameter 25 cm,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Gadis Ini Lolos dari Ancaman Truk Trailer yang Menghantam Pagar Rumahnya

Seorang pengendara tampak melintasi truk trailer yang menghantam pagar rumah warga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengendara tampak melintasi truk trailer yang menghantam pagar rumah warga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Truk trailer bermuatan besi dengan nomor polisi H 1820 CS hampir saja menghantam rumah milik salah satu warga yang berada di Jalan Pati-Kudus, Kaliampo, Pati, Rabu (16/12/2015) pagi.

Beruntung, tidak ada pemilik rumah yang sedang beraktivitas di halaman rumah. Padahal, seorang gadis yang merupakan putri dari Jumadi sebelumnya sempat mengambil jambu di bagian depan rumah.

“Pagi sebelum truk trailer itu menghantam trotoar, jembatan, pagar dan pohon jambu hingga tumbang, anak saya sempat mengambil jambu di depan rumah. Sesaat setelah dia masuk, tiba-tiba terdengar suara tabrakan keras seperti ledakan,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Sontak, putri Jumadi melihat bagian depan rumah dan terkejut saat sudah ada kepala truk trailer hampir saja mencium rumahnya. “Waktu itu, anak saya langsung telepon. Saya masih di sawah. Beruntung anak saya sudah tidak beraktivitas di halaman rumah,” ucapnya.

Kendati ia bingung terkait dengan pihak yang bertanggung jawab untuk mengganti pagar rumahnya, tetapi ia masih bersyukur anaknya selamat dari ancaman truk trailer. “Saya berharap agar ada pihak yang bertanggung jawab untuk ganti rugi pagar rumah saya yang rusak ditabrak,” harapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Siswa SMA Kendarai Mobil Yaris Seruduk Truk Hingga Terguling di Kajar Pati

siswa-pakai-yaris-seruduk-truk

Truk boks terguling setelah terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Yaris di Jalan Pati-Tayu, Desa Kajar, Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kecelakaan antara truk bernomor polisi K1653S dengan mobil Toyota Yaris bernopol K9099MA terjadi di Jalan Pati-Tayu, Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Pati, Senin (7/12/2015).

Kejadian bermula saat truk boks melaju dari arah Tayu menuju Pati. Sementara itu, mobil Yaris melaju dari arah berlawanan. Tiba-tiba saja, mobil Yaris yang dikendarai BN (17) oleng ke kanan sehingga menabrak truk boks yang dikendarai Agus Susanto (41) hingga terbalik dan mengalami patah as roda depan.

Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Namun, kedua pengemudi mengalami luka ringan. “Tidak ada korban jiwa. Pengemudi mengalami luka ringan,” ujar Kanit Laka Polres Pati Ipda Imam Basuki kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, kedua penumpang mobil Yaris yang diketahui bernama BIN (17) dan ISR (13), serta penumpang truk yang bernama Saiful Arif (30) juga selamat dari kecelakaan tersebut.

Kecelakaan tersebut sempat membuat kemacetan panjang dan menjadi tontonan warga setempat. “Jalan Pati-Tayu sempat macet total. Kerugian material akibat kecelakaan itu ditaksir Rp 5 juta,” pungkasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Video – Kecelakaan Avanza Vs Satria di Jalan Dr Susanto Pati, Satu Orang Dilarikan ke RS Soewondo

Kondisi Avanza dan Satria yang ringsek jadi tontonan warga setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi Avanza dan Satria yang ringsek jadi tontonan warga setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kecelakaan yang melibatkan mobil Toyota Avanza bernomor polisi K8936 DH dengan Sepeda Motor Suzuki Satria tanpa nopol terjadi di Jalan Dr Susanto Pati, sebelah selatan Jembatan Simo, Kamis (3/12/2015).

Insiden tersebut menyebabkan pengendara motor Satria yang diketahui bernama Novianto (35), warga Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa mengalami patah tulang pada bagian kaki dan dilarikan ke RS Soewondo Pati.

Sunarto, saksi yang melihat kecelakaan tersebut kepada MuriaNewsCom mengatakan, kejadian bermula saat sepeda motor Suzuki Satria melaju kencang dari arah utara. Sementara itu, Avanza melaju dari arah selatan dengan berbelok ke kanan.

“Avanza belok ke kanan masuk ke gang. Tiba-tiba, motor Satria melaju kencang dari utara dan terlihat sudah tidak bisa mengerem lagi. Akibatnya, terjadi tabrakan. Pengendara Satria langsung dibawa ke Rumah Sakit Soewondo,” tuturnya.

Avanza mengalami ringsek pada bagian depan kiri dan kaca mobil pecah. Sementara itu, sepeda motor Satria mengalami ringsek berat dan diamankan di Kantor Unit Laka Polres Pati. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

 

Ini Kronologi Kecelakaan di Jembatan Tanjang Pati

Ilustrasi

Ilustrasi

 

PATI – Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan bermotor antara Vario, truk Dyna dan sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya terjadi Jembatan Tanjang, Jalan Pati-Kayen, Gabus, Pati, Kamis (26/11/2015) sekitar pukul 15.20 WIB.

Kejadian bermula, saat Nur Azis (18) seorang pelajar asal Desa Boloagung, Kayen tengah melaju dari arah utara menuju selatan menggunakan sepeda motor Vario. Tiba-tiba saja, sebuah motor yang tidak diketahui identitasnya menyerempet motor Nur Azis hingga menyebabkan terjatuh.

Saat terjatuh itulah, Azis diseduruk truk Dyna yang sedari awal melaju di bagian belakang sepeda motor yang dikendarai Azis. Sementara itu, pengendara yang menyerempet Azis dan tidak diketahui identitasnya melarikan diri.

“Pengendara yang menyerempet Vario kabur. Sedangkan pengendara Vario langsung dilarikan di RS Soewondo karena tidak sadarkan diri,” kata Kanit Laka Polres Pati Ipda Imam Basuki kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, kerugian material atas insiden tersebut ditaksir sekitar Rp 100 ribu. “Kami berharap pengendara lebih hati-hati saat berkendara. Taati lalu lintas, jangan berkendara terlalu mepet dengan pengendara yang lain. Dan, pastikan kondisinya aman saat mau mendahului pengendara lainnya,” imbaunya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Kecelakaan Truk vs Vario di Jembatan Tanjang Pati, Satu Orang Tak Sadarkan Diri

Truk VS Motor

PATI – Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Vario bernopol K5231DG dan Truk Dyna bernopol K1524NA terjadi di Jalan Pati-Kayen, tepatnya di Jembatan Tanjang, Gabus, Pati, Kamis (26/11/2015) sekitar pukul 15.20 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor Honda Vario yang diketahui bernama Nur Azis Wahyu Gianto (18), warga Desa Boloagung RT 18 RW 3, Kecamatan Kayen dilarikan ke RS Soewondo Pati karena tidak sadarkan diri.

Sementara itu, sopir truk yang diketahui bernama Rusmin (49), warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus tidak mengalami luka samasekali. “Kondisi sopir truk sehat dan tidak masalah, sedangkan kondisi pengendara Vario tidak sadarkan diri,” ujar Kanit Laka Polres Pati Ipda Imam Basuki saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Kejadian tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara yang lewat. Sementara itu, sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Kantor Unit Laka Polres Pati.

“Sopir truk kami hadirkan untuk dimintai keterangan. Sedangkan kendaraan sepeda motor Vario yang mengalami ringsek dan truk Dyna kami amankan,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ini Kronologi Kecelakaan Maut Bus Vs 3 Mio di Tayu Pati

Kondisi bus yang menabrak tiang listrik hingga patah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi bus yang menabrak tiang listrik hingga patah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kecelakaan maut melibatkan tiga pengendara sepeda motor Mio dan satu bus trayek Pati-Jepara di Jalan Tayu-Pati Km 1, Desa Sendangrejo, Tayu, Kamis (29/10/2015) mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Kejadian bermula, saat Desi Marfuatin warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gunungwungkal mengendarai Mio bernopol K 4332 QG berhenti di badan tengah as jalan saat hendak menyeberang.

Tiba-tiba saja, Edi Subowo, warga Desa Jepat Lor, Tayu yang menggunakan Mio tanpa nopol melaju dari arah utara ke selatan dengan posisi menyalip Erna Vera, warga Desa Sendangrejo, Tayu yang juga mengendarai Mio bernopol K 6819 GG.

Tak diduga, Edi menabrak Desi yang menyebabkan dirinya tertabrak bus dari arah yang berlawanan. Desi sendiri terpental ke bahu jalan dan selamat. Sementara itu, Edi yang tertabrak bus tewas dan motornya terpental ke bahu jalan bagian timur hingga menyebabkan kendaraannya tersebut terbakar.

Bus yang tertabrak motor Edi tersebut kehilangan kendali dan menyasar menuju kanan jalan yang akhirnya menyeruduk Erna saat melaju dari utara ke selatan. Erna pun meninggal dunia.

“Saat ini kami sudah mengamankan barang bukti untuk diproses lebih lanjut. Kami berharap, pengguna jalan lebih hati-hati, sabar dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” ujar Kanit Laka Ipda Imam Basuki kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya juga menghadirkan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, termasuk Priyanto sebagai sopir yang selamat kendati bus yang ia kendarai menabrak tiang listrik hingga patah.

“Sopir hanya luka lecet pada bagian dahi dan sekitar empat penumpang bus juga selamat. Sekali lagi, utamakan keselamatan dalam berkendara,” harapnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Motor Mio yang Dihajar Bus di Tayu Terbakar dan Pengendara Tewas

Kondisi bus yang menabrak tiang telepon dan listrik, usai menabrak tiga pengendara hingga menyebabkan dua orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi bus yang menabrak tiang telepon dan listrik, usai menabrak tiga pengendara hingga menyebabkan dua orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sepeda motor Mio yang dihantam bus Tyartama di Jalan Tayu-Pati Km 1, Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu, Kamis (29/10/2015) menyebabkan kendaraan tersebut terbakar di tempat.

Sementara itu, pengendara sepeda motor Mio meninggal dunia di tempat. Usai menabrak motor Mio, bus Tyartama kemudian menghantam satu sepeda motor lagi yang belum diketahui identitasnya.

”Dari informasi yang kami himpun sementara, bus melaju dari arah selatan. Kemudian ada seorang ibu-ibu bersama anaknya yang masih empat tahun belok ke kanan dan dihantam bus hingga tewas. Anaknya dibawa ke RS terdekat. Bus oleng, kemudian menabrak motor Mio dari arah berlawanan. Motor Mio terseret hingga terbakar dan pengendara juga tewas,” ujar Siswo, petugas dari Polsek Tayu saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Sepeda motor yang terbakar, kata dia, sempat membakar rumput dan pohon di sekitarnya hingga hangus. Tak hanya itu, dua tiang listrik dan telepon disasak bus hingga patah. Insiden mengerikan tersebut menjadi tontotan warga dan pengendara yang melintas. (LISMANTO/TITIS W)

Bupati Pati: Korban Meninggal dalam Keadaan Tugas Negara

kecelakaan (3) (e)

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Bupati Pati Haryanto mengatakan, korban kecelakaan yang menimpa rombongan peserta Jambore dari Pati di Tanjakan Karanggeneng, Gunungpati, Semarang, Kamis (30/7/2015) malam, meninggal dunia dalam keadaan tugas. Hal itu disampaikan Haryanto saat takziah di rumah duka keluarga Sukoco, Jumat (31/7/2015).

“Kami turut berduka cita. Kedua korban, Bapak Sukoco dan Ibu Mujaenab meninggal dunia dalam keadaan tugas. Karena itu, kami berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada beliau,” ujarnya di sela-sela upacara pemakaman di rumah duka di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan.

Ia mengatakan, kedua korban mengikuti upacara pelepasan kontingen Jamda XIV di Ruang Pragola Setda Pati, Selasa (28/7/2015) lalu. Karena itu, bupati memberikan penghargaan kepada kedua korban yang meninggal dalam keadaan tugas negara.

Jenazah Sukoco dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Jumat (31/7/2015) sekitar pukul 10.20 WIB. Pihak keluarga masih tidak percaya dengan peristiwa yang menimpa Sukoco. (LISMANTO/KHOLISTIONO)