Dihantam Pikap, Pengendara Supra Fit Tewas di Jalan Pucakwangi-Todanan

Sejumlah warga melihat kondisi dua kendaraan yang saling bertabrakan di Jalan Pucakwangi-Todanan, Minggu (18/6/2017) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pengendara sepeda motor Supra Fit bernomor polisi K 2035 VA bernama Suwati (50) tewas tertabrak mobil pikap di Jalan Pucakwangi-Todanan, Pati, Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban yang merupakan warga Desa Lumbungmas RT 4 RW 1, Pucakwangi ini tewas setelah mengalami pendarahan hebat pada bagian hidung dan kepala. Korban akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian.

Sementara pengemudi pikap, Tarwi (45), warga Tlogoarum, Wedarijaksa mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kiri. Saat ini, Tarwi tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Soewondo Pati.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengungkapkan, kecelakaan tersebut disebabkan pengemudi pikap yang kurang berhati-hati lantaran melanggar marka jalan tidak terputus. Pada saat yang sama, muncul kendaraan bermotor dari arah berlawanan.

“Pengemudi pikap melaju dari arah selatan, sedangkan pengendara Suprat Fit dari utara. Pikap tiba-tiba lepas kendali dengan memakan marka jalan tidak terputus dan menghantam Supra Fit,” ucap AKP Ikrar.

Benturan yang keras mengakibatkan pengendara Supra Fit mengalami pendarahan hebat dan tidak bisa diselamatkan. Sementara kondisi sepeda motor mengalami ringsek yang sangat parah.

Kondisi jalan beraspal kering, lurus dan dalam keadaan sangat layak jalan. Diduga, pikap melaju terlalu kencang sehingga lepas kendali sampai kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan terpental ke luar jalan utama.

Editor : Kholistiono

Seorang Petani Tewas Terlindas Truk di Jalan Trikoyo-Sumberan Pati

Pengendara sepeda motor tergeletak, setelah terlindas truk di yang menghubungkan Desa Trikoyo dan Samberan, Kecamatan Jaken, Jumat (2/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang petani bernama Gunaji (33), warga Desa Lundo RT 3 RW 3, Jaken, tewas terlindas truk di kawasan jalan yang menghubungkan Desa Trikoyo dan Samberan, Kecamatan Jaken, Jumat (2/6/2017).

Aniq, salah satu saksi mengungkapkan, kecelakaan bermula ketika mobil Toyota Innova berjalan dari barat ke timur, sedangkan dari arah berlawanan melaju kendaraan truk. Innova sempat berhenti, karena jalannya sempit sehingga truk berjalan terlebih dahulu.

Tiba-tiba, korban yang awalnya melaju searah dengan Innova dan menabrak Innova dari belakang. Nahas, kendaraan korban terpental ke kanan dan terlindas ban truk bagian belakang.

Polisi yang mengetahui informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat ditolong untuk dibawa ke Puskemas Jaken.

Namun, dokter setempat menyatakan nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Kesimpulan sementara, penyebab kecelakaan disebabkan pengendara sepeda motor tidak menjaga jarak saat berkendara beriringan dari belakang dengan mobil.

“Kami imbau kepada pengendara untuk selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Bila sewaktu-waktu kendaraan di depan mengerem, kita punya jarak untuk mengerem dan mengendalikan kendaraan,” imbau Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.
Editor : Kholistiono

Truk Bermuatan Kertas 4 Ton Tabrak Rumah di Sarirejo Pati

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Kendaraan truk bermuatan kertas bekas seberat empat ton menabrak rumah warga di kawasan Jalan Pati-Juwana Km 1, Desa Sarirejo, Pati, Selasa (30/5/2017) malam pukul 20.00 WIB.

Truk bernomor polisi K 1910 GB tersebut dikendarai Kusnan (40), warga Terban, Jekulo, Kudus. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 4 juta, karena pagar rumah warga mengalami rusak parah. Pemilik kendaraan sepakat untuk mengganti rugi pagar rumah Hadi yang ditabrak.

Sulikan, salah satu saksi mengungkapkan kronologi kecelakaan tersebut. Truk melaju dalam keadaan sedang menuju arah jalan Juwana.

Tepat di gapura masuk Desa Sarirejo, seorang pengendara Mio keluar menuju arah selatan. Lantaran kaget, sopir kemudian banting setir, oleng, terguling menghantam pagar rumah Hadi hingga roboh.

Kejadian tersebut sempat menjadi tontonan warga. Polisi yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi dan mengatur lalu lintas.
Editor : Kholistiono

Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor Tabrak Pohon di Jalan Gabus-Tambakromo

Kondisi pengendara dan kendaraan setelah mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon di Jalan Gabus-Tambakromo, Rabu (31/5/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Jalan Gabus-Tambakromo, Desa Sonorejo, Tambakromo, Pati, Rabu (31/5/2017) pukul 09.00 WIB.

Pengendara sepeda motor Vega bernopol BH 4276 QE, Sutrisno (58) yang merupakan warga Sonorejo, Tambakromo, menabrak pohon yang berada di tepi jalan.

Hal itu disebabkan pengendara melaju dengan kecepatan tinggi dalam kondisi menikung, sehingga tidak bisa menguasai kendaraan. Akibatnya, pengendara menabrak pohon di pinggir jalan.

Eko Sulistyo, salah satu saksi mengatakan, kecelakaan terjadi saat pengendara melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Pengendara melewati jalan menikung dan menabrak salah satu pohon di pinggir jalan.

Kecelakaan tunggal tersebut menyebabkan pengendara mengalami luka memar pada bagian pinggang kanan dan lecet tangan kanan. Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Soewondo.

Sementara kondisi sepeda motor mengalami ringsek pada bagian depan dan tidak dapat dikendarai secara normal. Adapun kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan Rp 500 ribu.

Beruntung, kondisi jalan dalam keadaan lengang sehingga tidak mengakibatkan kecelakaan beruntun. Pengendara masih sadar dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Soewondo untuk memastikan kondisi kesehatannya pascakecelakaan.

Editor : Kholistiono

Pengendara Vario Tabrak Bentor di Jalan Juwana-Tayu

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pengendara sepeda motor Vario bernopol K 4669 TG, Lilik Adi Nugroho (27), menabrak becak motor (bentor) dari belakang di kawasan Jalan Juwana-Tayu, Desa Dukutalit, Juwana, Jumat (26/5/2017) pukul 02.00 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara mengalami luka memar pada perut dan kepala belakang, kemudian dilarikan ke RS Budiagung Juwana. Lilik merupakan warga Growong Lor, Juwana.

Sementara pengendara bentor, Jaswandi (60), warga Desa Geneng, Trangkil mengalami robek pada tempurung kaki kiri. Jaswandi tidak dilarikan ke rumah sakit, karena hanya mengalami luka ringan.

Edi Supriyanto, salah satu saksi mengungkapkan kronologi terjadinya kecelakaan. Saat itu, bentor berjalan dari barat ke timur, sedangkan pengendara Vario juga berjalan searah dari belakang.

Diduga karena jalan gelap dan minim penerangan, pengendara Vario menabrak bentor dari belakang. Bentor mengalami ringsek bagian kiri, sedangkan sepeda motor pada bagian depan dan kanan.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan diamankan sebagai barang bukti, sedangkan pengendara dilarikan ke rumah sakit RS Budiagung Juwana.

Editor : Kholistiono

Seorang Guru Tewas Mengenaskan Terlindas Truk Gandeng di Trangkil Pati

Petugas dan warga tengah mengevakuasi mayat korban yang terlindas truk gandeng di jalan raya depan Pasar Trangkil, Rabu (22/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang guru bernama Sugiyanto (57), warga Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, tewas terlindas truk di kawasan Jalan Pati-Tayu, depan Pasar Trangkil, Rabu (22/3/2017).

Soleh, salah satu saksi mengatakan, korban saat itu mengendarai sepeda motor Supra X dengan kecepatan tinggi. Dia berusaha menyalip truk Hino 500 yang berada di depannya.

Pada saat yang sama, truk Hino juga hendak menyalip sepeda angin yang ada di depannya. “Naas, saat korban berusaha menyalip truk Hino dan truk Hino menyalip sepeda angin, muncul kendaraan Colt Diesel dari arah berlawanan,” ucap Soleh.

Korban yang kehabisan ruang untuk menghindar, akhirnya masuk di sela-sela antara badan truk dan gandengannya. Menurut saksi, korban berupaya mencari kesalamatan karena kehabisan ruang. Namun, truk gandeng justru melindasnya.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi, langsung melakukan evakuasi. “Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Saat kecelakaan terjadi, arus lalu lintas sangat padat. Korban meninggal, karena terlindas ban truk gandeng,” ungkap Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum.

Saat dievakuasi, truk gandeng yang dikendarai Nur Cahyo (44), warga Desa Sembojo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang tersebut memuat tanah. Pihak kepolisian mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati sebelum menyalip kendaraan yang ada di depannya.

“Pastikan jarak dan kecepatan sebelum menyalip. Jangan menyalip bila kendaraan dari arah berlawanan jaraknya terlalu dekat. Sebab, sebagian besar kecelakaan disebabkan kesalahan memperhitungkan jarak saat hendak menyalip,” imbau AKP Sulis.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Karambol Terjadi di Jalan Raya Sidomukti Pati

Mobil kijang mengalami ringsek cukup parah setelah menabrak truk box di Jalan Raya Desa Sidomukti, Margoyoso, Pati, Selasa (7/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan karambol yang melibatkan tiga kendaraan bermotor terjadi di Jalan Pati-Tayu, Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Pati, Selasa (7/3/2017).

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Supra H-4780-DQ yang dikendarai Ragil Adhi Praditya (30), warga Pedurungan, Semarang, mobil Kijang K-9422-GH yang dikendarai Christian Lukas Bhirawa (25), warga Desa Pondowan, Tayu, serta kendaraan truk box K-1308-WA yang dikendarai Warsidi (40), warga Trangkil.

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mengatakan, kronologi kecelakaan bermula ketika Supra melaju dari selatan ke utara. Di belakang Supra, truk box berjalan searah dan dari arah berlawanan Kijang melaju dengan cukup kencang.

“Sampai di TKP, Supra melakukan putar balik arah. Lantaran jarak sudah dekat, Supra dan Kijang bertabrakan. Setelah terlibat kecelakaan dengan Supra, Kijang langsung menabrak truk Box,” ungkap AKP Sugino.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Sejumlah korban yang mengalami luka ringan langsung dilarikan ke RSI Margoyoso untuk mendapatkan perawatan intensif.

Insiden tersebut sempat membuat jalan macet beberapa menit. Petugas kepolisian yang sigap menerima laporan langsung melakukan rekayasa lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan untuk ditempatkan di pinggir jalan.

Editor : Kholistiono

Dilindas Truk, Perempuan Asal Rembang Tewas Mengenaskan di Jalan Pantura Pati

Petugas melakukan evakuasi terhadap korban yang tewas dilindas truk di Jalan Juwana-Rembang, Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Pati, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas melakukan evakuasi terhadap korban yang tewas dilindas truk di Jalan Juwana-Rembang, Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Pati, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang perempuan asal Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan, Rembang, Siti Aisyah (19) mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Juwana-Rembang, Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Pati, Selasa (24/1/2017).

Aisyah tewas di tempat, setelah kendaraan yang ditumpanginya terpeleset, jatuh dan terlindas truk bernomor polisi L 9716 UQ. Korban sendiri membonceng Mukhlisin (22), warga satu desa dengan korban.

Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell mengatakan, Mukhlisin berkendara menggunakan Vario bernomor polisi K 2014 EM menuju arah barat bersama korban. Melihat ada truk yang diparkir di bahu jalan secara mendadak, Mukhlisin membanting setir ke kanan dan terjatuh.

“Dari informasi yang kami himpun, Vario banting setir ke kanan karena ada truk yang diparkir di bahu jalan. Karena jalannya licin dan pengendara panik, akhirnya terpeleset. Dari arah belakang, sebuah truk yang berjalan beriringan langsung melindas korban,” ujar AKP Harry.

Saat kejadian, hujan deras mengguyur sehingga jalan pantura diperkirakan licin. Pengendara Vario dan truk selamat, sedangkan Aisyah yang membonceng Vario tewas di lokasi setelah dilindas truk dan mengalami luka parah pada bagian kepala.

Tak hanya itu, tangan dan kaki kiri korban remuk karena dilindas truk. Polisi mengimbau kepada pengendara yang melintas di kawasan pantura untuk memperhatikan laju kendaraan di belakangnya, termasuk kecepatan saat hujan mengguyur. Sebab, kondisi jalan yang licin membuat ban sering tergelincir dan jatuh.

Editor : Kholistiono

Pengendara Motor Luka Parah Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Gabus-Tambakromo

Darmo, pengendara yang tertimpa pohon jaranan di Jalan Gabus-Tambakromo dievakuasi petugas kepolisian dan warga, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Darmo, pengendara yang tertimpa pohon jaranan di Jalan Gabus-Tambakromo dievakuasi petugas kepolisian dan warga, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib sial menimpa Darmo, warga Desa Karangmulyo RT 8 RW 1, Kecamatan Tambakromo, Pati. Dia mengalami patah tulang, setelah tertimpa pohon jaranan yang tumbang diterpa angin di Jalan Raya Gabus-Tambakromo, Jumat (6/1/2017).

Sutiyono, salah satu saksi mengatakan, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB untuk berangkat ke Pasar Tambakromo. Setelah sampai di Jalan Raya Gabus-Tambakromo, Desa Karangmulyo, pohon jaranan roboh karena diterpa angin.

Pohon jaranan yang roboh berada di sebelah kanan bahu jalan menimpa Darmo hingga sepeda motor yang dikendarainya jatuh. Akibatnya, paha kiri korban mengalami patah tulang.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke RSUD Kayen untuk mendapatkan perawatan intensif. Lantaran lukanya cukup parah, korban dirujuk untuk dirawat di salah satu rumah sakit di Solo.

Pohon jaranan yang tumbang menimpa salah seorang pengendara motor saat melintas di Jalan Gabus-Tambakromo, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pohon jaranan yang tumbang menimpa salah seorang pengendara motor saat melintas di Jalan Gabus-Tambakromo, Jumat (6/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sementara itu, sepeda motor mengalami ringsek pada bagian depan. Kerugian material akibat insiden tersebut sekitar Rp 250 ribu. Pada saat kejadian, cuaca di daerah tersebut mendung disertai angin yang cukup kencang. Arus lalu lintas sendiri cukup lengang.

Kapolsek Tambakromo AKP Wasito mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat keluar rumah dalam keadaan angin kencang dan hujan. Di jalan yang terjadi kecelakaan tersebut, pernah ada seorang pengendara yang tertimpa pohon pada saat angin kencang. Karenanya, sikap waspada dinilai perlu untuk mengantisipasi adanya insiden serupa.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Truk Vs Honda Scoopy di Pantura Batangan Pati, Seorang Pelajar Tewas

Seorang pelajar yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Pantura Juwana-Rembang, Batangan, tengah divisum, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pelajar yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Pantura Juwana-Rembang, Batangan, tengah divisum, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara kendaraan bermotor truk bernomor polisi K 1521 YA dengan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi K 2674 DA terjadi di Jalan Pantura Juwana-Rembang, Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati, Jumat (16/12/2016).

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Scoopy bernama Sadi Kokoh (15), warga Bulumulyo, Batangan mengalami robek pada bagian kepala sehingga meninggal dunia di tempat. Sementara itu, Sukalam (43), pengemudi light truk selamat.

Sukir, salah satu saksi mengatakan, kecelakaan bermula ketika light truk berjalan dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang. Honda Scoopy yang dikendarai korban berjalan dari arah timur menuju barat, berjalan beriringan dengan sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya.

“Honda Scoopy bersenggolan dengan sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya. Pengendara Scoopy oleng ke kanan dan tertabrak kendaraan truk,” ungkap Sukir.

Honda Scoopy mengalami ringsek yang cukup parah. Pengendara Scoopy yang merupakan pelajar mengalami cedera berat pada bagian kepala, sehingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Arus lalu lintas sempat tersendat beberapa saat, hingga kendaraan berhasil dievakuasi.

Editor : Kholistiono

Ini Penyebab Kecelakaan Bus Indonesia Vs Satria di Pati yang Mengakibatkan 2 Orang Tewas

Petugas kepolisian tengah melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan, Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, Senin (03/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan, Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, Senin (03/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua orang pengendara sepeda motor Suzuki Satria K 3196 VT meninggal dunia di tempat, setelah menabrak Bus Indonesia L 7596 VT di Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Senin (03/10/2016).

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika Suzuki melaju dari arah timur ke barat (Pati-Kudus). Sementara itu, Bus Indonesia melaju dari barat ke timur (Kudus-Pati).

Sebelum terlibat kecelakaan, Satria hendak menyalip sebuah kendaraan yang tidak diketahui identitasnya. Belum sampai menyalip dengan tuntas, muncul Bus Indonesia dari arah berlawanan hingga terjadi tabrakan.

“Kondisi sepeda motor Satria mengalami rusak parah. Pengemudi dan penumpangnya meninggal dunia di tempat. Kesimpulan sementara, pengendara Satria salah memperhitungkan jarak dan kecepatan ketika hendak menyalip, padahal ada bus yang berjalan dari arah yang berlawanan,” kata Aiptu Sugiyono, Tim 2 Unit Laka Lantas Polres Pati.

Korban adalah Eko Khoirum Minannaum (16), pelajar asal Desa Pladen RT 4 RW 5, Jekulo, Kudus. Satu penumpang Satria yang merupakan perempuan belum diketahui identitasnya. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 juta.

Sementara itu, kondisi jalan di TKP beraspal kering, lurus, terdapat marka jalan, ada penerangan jalan dengan arus lalu lintas sedang. “Kami mengimbau kepada pengendara hati-hati ketika hendak menyalip. Perhatikan arus lalu lintas di sekitar,” tukas Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Bus Indonesia Vs Satria di Jalan Pati-Kudus, 2 Orang Tewas

Petugas kepolisian tengah melakukan pendataan di lokasi kecelakaan di Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, Senin (03/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah melakukan pendataan di lokasi kecelakaan di Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, Senin (03/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Indonesia L 7501 UZ dan Suzuki Satria K 3196 VT terjadi di Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Senin (03/10/2016) pukul 04.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, dua orang yang menjadi pengemudi dan penumpang Suzuki Satria tewas di tempat. Kedua korban adalah Eko Khoirum Minannaum (16), warga Desa Pladen, Jekulo, Kudus dan penumpang perempuan yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, pengemudi Bus Indonesia bernama Ariyanto (39), warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Rembang dalam keadaan sehat. Sopir Bus Indonesia diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

“Dari hasil penyelidikan, penyebab kecelakaan adalah adanya kelalaian dari pengemudi Satria. Dia berjalan dengan bergerak ke samping kanan, tidak memperhatikan arus lalu lintas di depannya, sehingga terjadi kecelakaan,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Kecelakaan tersebut sempat menjadi tontotan pengendara yang melintas dan warga setempat. Arus lalu lintas sempat tersendat beberapa menit, sebelum korban dan sepeda motor dievakuasi petugas kepolisian.

Kedua korban meninggal di tempat, kemudian dibawa ke RSUD Soewondo Pati. Kondisi sepeda motor sendiri hancur berkeping-keping hingga tinggal rangka dan diamankan di Unit Laka Polres Pati.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Maut di Tol Tembalang Semarang, 1 Warga Puncel Pati Tewas

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati bernama Slamet (40) meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan di ruas jalan Tol Tembalang Km 10 BA, Semarang, Senin (05/09/2016) sekitar pukul 18.30 WIB malam.

Tak hanya Slamet, Paijan (35), warga Desa Kembang, Dukuhseti dilarikan ke RSUP Kariadi, Semarang karena mengalami luka ringan. Kedua warga Pati tersebut terlibat kecelakaan dengan mobil box bernomor polisi H 1803 FA. Sementara itu, keduanya mengendarai truk bernopol H 1940 EH.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika truk yang dikendarai Slamet melaju dengan kecepatan tinggi dari kawasan Kota Semarang menuju Ungaran. Diduga tidak bisa mengendalikan, truk yang dikendarai Slamet akhirnya menabrak mobil box.

Secara beruntun, mobil box kemudian menabrak kendaraan yang ada di depannya, yakni mobil tanki bernopol S 8465 HE, mobil Daihatsu H 8614 JZ, bus safari trayek Semarang-Solo dengan nopol H 1586 DC. Sedikitnya tujuh kendaraan dievakuasi Satlantas Polrestabes Semarang.

Sumarlan, perangkat Desa Puncel membenarkan adanya warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Tembalang Semarang. Jenazah sudah sampai di kediaman dan dikebumikan di TPU setempat, Selasa (06/09/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Iya, ada warga kami yang meninggal karena kecelakaan di Tol Semarang. Dia adalah sopir. Jenazah sudah dikebumikan tadi pagi. Kami berharap keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Tunggal Bus Pati-Sukolilo, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

 Warga setempat tengah melihat bus mini trayek Pati-Sukolilo yang menabrak pohon hingga kepala bus mengalami ringsek parah. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Warga setempat tengah melihat bus mini trayek Pati-Sukolilo yang menabrak pohon hingga kepala bus mengalami ringsek parah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bus mini bernopol K 1619 KA trayek Pati-Sukolilo mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pati-Kayen, Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Selasa (9/8/2016). Akibat kecelakaan tersebut, delapan orang penumpang dilarikan ke RSUD Soewondo Pati karena mengalami luka-luka.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sopir yang diketahui bernama Muhammad Arifin yang merupakan warga Kayen mengalami luka cedera berat pada bagian kepala. Sementara itu, tujuh orang penumpang lainnya mengalami luka-luka ringan.

Santoso, seorang saksi mengatakan, kejadian bermula ketika bus mini melaju dari arah selatan ke utara. Saat itu, ada sepeda motor yang hendak menyeberang. Sopir pun mencoba untuk menghindari.

“Kecepatan bus yang terlalu tinggi membuat bus oleng ke kanan dan menabrak pohon. Sebetulnya sudah berhasil menghindari pengendara sepeda motor, tapi berhubung kecepatan terlalu tinggi akhirnya oleng dan menabrak pohon,” ungkap Santoso.

Kanit Laka Polres Pati Iptu Komang Kharisma membenarkan insiden tersebut. Pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi dengan mendatangkan mobil derek, dan melakukan pendataan.

“Kami sudah mengamankan barang bukti. Kesimpulan sementara, kecelakaan disebabkan kelalaian dari sopir yang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa mengendalikan bus secara baik,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Ini Nama-nama Korban Kecelakaan Karambol di Jalan Pati – Juwana Km 7

Kondisi truk yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Juwana-Pati (MuriaNewsCom/Lismano)

Kondisi truk yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Juwana-Pati (MuriaNewsCom/Lismano)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Pati-Juwana Km 7, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kamis (28/7/2016). Kecelakaan yang berawal dari truk tangki R 1875 AT menyeruduk truk tronton B 9599 GJ dari belakang tersebut, menyebabkan dua orang kernet dan penumpang truk tangki R 1875 AT meninggal dunia di tempat.

Beruntung, truk tronton yang diseruduk truk tangki R 1875 AT dari belakang tidak menabrak truk tangki lagi di depannya hingga berakibat fatal. Sehingga, korban meninggal dunia ada di pihak truk tangki yang pertama kali menyeruduk bagian belakang truk tronton.

“Medan jalan dipastikan sudah baik, beton kering, terdapat marka jalan, dan lebar jalan sekitar 11 meter. Kesimpulan sementara, pengemudi truk tangki R 1875 AT mengantuk, sehingga kurang konsentrasi untuk memastikan jarak dengan kendaraan di depannya,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Adapun identitas korban yang terlibat kecelakaan beruntun, di antaranya pengemudi truk tangki R 1875 AT bernama Rasidi (54), warga Banjaran RT 3 RW 22, Cilacap dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Dua penumpang truk tangki yang diketahui bernama Maryono (34), warga Donan RT 1 RW 15, Cilacap sebagai kernet dan pengganti sopir, serta satu penumpang yang belum diketahui identitasnya. Keduanya meninggal dunia, karena mengalami cidera berat pada bagian kepala dan luka-luka parah lainnya.

Sementara itu, pengemudi tronton B 9599 GJ bernama Kamid (37), warga Semampir RT 2 RW 1, Cerme, Gresik tidak mengalami luka yang serius, sehat jasmani dan rohani. Begitu juga dengan sopir truk tangki S 9987 UR yang diseruduk tronton dari belakang, Hendro Hidayat (37) warga Banjarwungu Tarik RT 14 RW 4, Sidoarjo dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

“Kerugian material akibat kecelakaan beruntun tersebut diperkirakan Rp 2 juta. Sopir dalam hal ini memang lalai, karena cuaca cerah dan kondisi jalan baik. Kami berharap agar para sopir sebaiknya istirahat dulu kalau mengantuk, biar tidak mencelakakan diri sendiri maupun orang lain,” imbau Kompol Sundoyo.

Baca juga : Kecelakaan Beruntun Tronton Vs Truk Tangki di Jalan Pati-Juwana, 2 Orang Tewas

Editor : Kholistiono

 

Kecelakaan Beruntun Tronton Vs Truk Tangki di Jalan Pati-Juwana, 2 Orang Tewas

Seorang petugas tengah memeriksa kondisi truk tangki yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Pati-Juwana Km 7, Kamis (28/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas tengah memeriksa kondisi truk tangki yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Pati-Juwana Km 7, Kamis (28/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat truk tangki dan satu truk tronton terjadi di Jalan Pati-Juwana Km 7, Desa Purworejo, Pati, Kamis (28/7/2016). Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dinyatakan tewas.

Kejadian bermula, saat kendaraan truk tangki bernopol R 1875 AT berjalan dari arah timur ke barat. Sementara itu, truk tronton bernopol B 9599 GJ dan truk tangki S 9987 UR berjalan searah di depannya.

Setelah sampai di tempat kejadian perkara (TKP), truk tangki R 1875 AT menabrak truk tronton B 9599 GJ. Akibatnya, truk tronton B 9599 GJ menabrak truk tangki S 9987 UR. Kecelakaan beruntun tersebut sempat menjadi tontonan warga dan pengendara yang lewat.

“Dua orang yang dinyatakan meninggal dunia, yakni kernet truk tangki R 1875 AT bernama Maryono (34), warga Desa Donan RT 1 RW 15, Cilacap. Satu lagi adalah penumpang di truk tangki yang sama, dan belum diketahui identitasnya,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Maryono meninggal dunia, setelah mengalami luka-luka cidera kepala berat, patah rahang bawah, robek leher, tangan kanan patah, kaki kiri patah, dan robek kaki kanan. Satu orang yang belum diketahui identitasnya, mengalami cidera kepala berat dan robek perut.

Editor : Kholistiono

 

Bus Rombongan Pengantin Tabrak Rumah di Ngerang Juwana, Satu Orang Tewas

Proses evakuasi bus yang menabrak rumah hingga sopir tewas di Desa Ngerang, Juwana, Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Proses evakuasi bus yang menabrak rumah hingga sopir tewas di Desa Ngerang, Juwana, Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bus Subur Jaya bernomor polisi K1668 ED yang membawa rombongan iring-iringan pengantin dari Rembang menuju Magelang terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Juwana-Rembang, Desa Ngerang, Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (27/7/2016) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, Saidi (42) yang merupakan sopir bus tewas di tempat. Jenazah sopir sendiri baru berhasil dievakuasi bersamaan dengan evakuasi bus yang menghantam rumah hingga kepala bus hancur.

Suranto, ayah dari pengantin yang ikut iring-iringan dalam bus tersebut mengatakan, kejadian bermula ketika bus melaju dari arah Rembang menuju Pati. Tiba-tiba saja, sebuah batu menghantam mengenai kaca depan bus.

Lantaran kaget, sopir bus membanting setir ke kiri sampai menghantam rumah warga hingga kepala badan bus hancur. Selain sopir tewas di tempat, delapan orang mengalami luka parah, 32 mengalami luka ringan, dan empat orang sehat.

Semua korban luka dilarikan ke RS Budi Agung Juwana dan RS Keluarga Sehat. Beruntung, tidak ada penghuni rumah, sehingga tidak ada korban dari pihak pemilik rumah yang tertabrak bus.

“Pemilik rumah sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada korban dari pihak pemilik rumah. Namun, teras rumah milik warga itu rusak parah sehingga mengalami kerugian material jutaan rupiah dari pihak pemilik rumah,” ujar Hasan, seorang saksi.

Proses evakuasi yang menggunakan crane sempat memakan waktu cukup lama. Akibatnya, kemacetan terjadi di Jalan Pati-Rembang hampir tujuh jam lamanya.

Kanitlaka Polres Pati Iptu Komang Karisma mengatakan, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk mengatur lalu lintas dengan cara buka tutup. Sebab, proses evakuasi bus diakui cukup sulit.

Editor : Kholistiono

 

Detik-detik Kecelakaan Maut di Margoyoso Pati Hingga Penumpang Pikap Tewas

 Kondisi korban meninggal dunia saat dibawa ke RSI Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kondisi korban meninggal dunia saat dibawa ke RSI Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pada Senin (18/7/2016) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Raya Pati-Tayu Km 16, Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan pikap Toyota Kijang K 1678 JA, truk bermuatan tebu K 1411 PB, dan sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya.

Yanto, sopir truk bermuatan tebu asal Desa Soneyan, Kecamatan Margorejo menceritakan detik-detik musibah kecelakaan itu kepada MuriaNewsCom. Seperti biasanya, Jalan Pati-Tayu Margoyoso dilalui kendaraan dengan kondisi kepadatan lalu lintas normal.

Truk bermuatan tebu yang dikendarai Yanto berjalan dari selatan (Pati) menuju utara (Tayu) berjalan beriringan dengan pikap yang dikendarai Joko Nursiyo, warga Desa Ngemplak Lor. Diduga dengan kecepatan tinggi, pikap mencoba menyalip truk bermuatan tebu dari sebelah kanan.

Nahas, tidak sampai selesai menyalip, ternyata ada pengendara sepeda motor dari arah berlawanan. Joko mencoba untuk menghindari sepeda motor dengan membanting setir ke kiri, lantaran rem sudah tidak mumpuni untuk menghentikan laju pikap yang dikendarai.

“Tiba-tiba terdengar suara keras. Mobil pikap oleng, sempat menabrak rambu lalu lintas dan pohon di sekitar jalan. Penumpang pikap sempat terpental dan jatuh di tengah jalan,” ungkap Yanto.

Akibat insiden tersebut, satu penumpang pikap bernama Suwardi (53), warga Desa Ngemplak Lor dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tujuh orang penumpang lainnya dilarikan ke RSI Margoyoso karena mengalami luka-luka.

Ketujuh orang tersebut, di antaranya Pujiati (25), Joko Nur Siyo (40), Zaenal Arifin (30), Sutiyono (50), Sunoto (45) dan Hari (50). Sementara itu, Giyo (50) mendapatkan perawatan intensif, karena kritis.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengimbau kepada pengendara untuk selalu berhati-hati dan jeli dalam memperhitungkan jarak, sebelum menyalip. Sebab, sebagian besar kecelakaan di Pati disebabkan salah perhitungan saat mencoba menyalip, sedangkan dari arah berlawanan ada kendaraan yang melaju.

 

Editor : Kholistiono

Ini Detik-detik Penumpang Vespa yang Terlindas Ban Belakang Bus di Jalan Juwana

Jenazah Eni Maharani, warga Puri terbujur kaku setelah menjadi korban kecelakaan dengan bus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jenazah Eni Maharani, warga Puri terbujur kaku setelah menjadi korban kecelakaan dengan bus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Yohan Adang Pradipta, warga Langenharjo memboncengkan Eni Maharani, warga Puri menggunakan sepeda motor Vespa bernopol K6495BA pada Jumat (20/5/2016) malam. Saat itu, mereka berjalan dari arah Juwana menuju Pati.

Pada saat yang sama, Bus Kalingga Jaya bernopol B7291KGA berjalan searah di depannya. Yohan kemudian mendahului bus dari jalur kiri.

“Pada saat melewati jalan menikung, Yohan bergerak ke samping kanan untuk menghindari kendaraan yang tidak diketahui identitasnya yang sedang parkir di tepi badan jalan sebelah selatan. Saat bergerak ke samping, kendaraan Yohan menyerempet bus,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Sabtu (21/5/2016).

Akibat serempetan tersebut, sepeda motor terjatuh. Nahas, Eni yang menumpang Vespa terlindas ban belakang bus. Sontak, Eni dilarikan ke RSUD Soewondo.

“Korban meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Soewondo, karena mengalami luka cedera yang sangat parah. Kami berharap pengendara selalu waspada yang mengemudikan kendaraan. Perhatikan kecepatan dan kondisi arus,” pesan AKP Ikrar.

Saat terjadi kecelakaan, kondisi jalan lurus beraspal kering, terdapat marka jalan, penerangan jalan, cuaca cerah dan arus lalu lintas sedang.

Editor: Supriyadi

3 Jalur Tengkorak di Pati yang Sering “Makan” Korban

Petugas kepolisian tengah melakukan pendataan kecelakaan yang terjadi di Jalan Pati-Kudus, Pati Kota beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah melakukan pendataan kecelakaan yang terjadi di Jalan Pati-Kudus, Pati Kota beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Angka kecelakaan di Pati yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir, membuat petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan untuk kemudian dilakukan antisipasi.

Dari hasil pemetaan, ada tiga jalur yang dianggap paling banyak terjadi kecelakaan. Pertama, sejumlah jalur di wilayah Pati Kota. Kedua, sejumlah jalur di wilayah Kecamatan Margorejo. Ketiga, jalur di wilayah Kecamatan Juwana.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/4/2016) mengatakan, waktu paling rawan terjadi kecelakaan mulai dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Waktu paling rawan kedua, mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Dari data yang kami himpun, kecelakaan paling rawan di wilayah Pati Kota dengan waktu sekitar pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB. Meski jam itu jarang pengendara, tetapi kondisinya yang lengang justru pengendara banyak yang ngebut dibarengi kondisi ngantuk,” kata Ikrar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan meningkatkan patroli dan imbauan pada jam kecelakaan rawan terjadi. Papan imbauan untuk tidak mengebut juga akan ditambah. Upaya tersebut diharapkan bisa menekan angka kecelakaan di Pati.

Editor : Akrom Hazami

Detik-Detik Mobil Suzuki Tabrak Minibus di Juwana Pati Hingga Pengemudi Tewas

uplod jam 18 detik kecelakaan futura tewas (e)

CAPTION: Petugas kepolisian tengah mengatur lalu lintas, sebelum mobil derek datang mengevakuasi mobil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengemudi mobil Suzuki Futura asal Jepara yang tewas, dilarikan ke RSUD Soewondo setelah menabrak minibus yang dikendarai warga Temanggung di Jalan Raya Pati-Juwana, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Pati, Kamis (21/4/2016) pagi.

Mobil Suzuki yang ditumpangi dua orang tersebut mengalami ringsek parah pada bagian depan. Dua penumpang pun dirawat di rumah sakit, lantaran mengalami luka-luka pada sekujur tubuh.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kejadian bermula ketika mobil Suzuki Futura melaju dari arah timur ke barat. Tiba-tiba saja, mobil Suzuki yang dikemudikan Asif Udin oleng ke kanan dan menabrak minibus yang melaju dari arah berlawanan.

“Dari informasi yang kami terima, mobil Suzuki tiba-tiba saja oleng ke kanan hingga bertabrakan persis dengan minibus. Minibus rusak pada sudut depan mobil, sedangkan mobil Suzuki ringsek parah pada bagian depan mobil,” ujar Ikrar.

Ia menuturkan kondisi lokasi kecelakaan pada pagi buta sekitar pukul 04.30 WIB, saat itu cuaca cerah. Kondisi jalan lurus berbeton dan beraspal kering, serta terdapat marka jalan, dan tidak ada penerangan jalan. Bahkan saat itu, arus lalu lintas sepi.

Kendati arus lalu lintas sepi, kecelakaan bisa saja terjadi bila pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi dan mengantuk. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk beristirahat bila mengantuk saat mengemudikan mobil.

“Itu titik jenuh yang mana jalan lurus. Kalau tidak hati-hati, menyepelekan kondisi sepi, memaksakan diri saat ngantuk, itu bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain,” imbaunya.

Akibat kecelakaan tersebut, jalan sempat macet sepanjang satu kilometer hingga sekitar pukul 06.30 WIB. Mobil yang ringsek parah akhirnya dievakuasi petugas dan dibawa ke Unit Laka Polres Pati.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga :
Suzuki Futura Tabrak Minibus di Jalan Pati-Juwana, Satu Orang Tewas 

 

Suzuki Futura Tabrak Minibus di Jalan Pati-Juwana, Satu Orang Tewas

Kondisi mobil Suzuki Futura yang hancur pada bagian depan karena terlibat kecelakaan dengan minibus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi mobil Suzuki Futura yang hancur pada bagian depan karena terlibat kecelakaan dengan minibus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Suzuki Futura K9331TC dan minibus AA1547BE terjadi di Jalan Raya Pati-Juwana, Desa Gadingrejo, Juwana, Pati, Kamis (21/4/2016) sekitar pukul 04.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang pengemudi mobil Suzuki yang diketahui bernama Asif Udin (29), warga Desa Bandungrejo, Kalinyamatan, Jepara meninggal saat dilarikan ke RSUD Soewondo.

Sementara itu, dua orang penumpang mobil Suzuki Futura yang diketahui bernama Muhlisin (29) dan Muhammad Abdullah (30) yang masih satu desa dengan Asif Udin mendapatkan perawatan intesif di RSUD Soewondo.

“Muhlisin mengalami luka robek pada kepala atas, lecet pada kaki kanan, dan luka bekas benturan pada pelipis kiri. Dia sadar dan dirawat di RSUD Soewondo. Satunya lagi, Muhammad Abdullah mengalami luka benturan pada pinggang, robek kepala atas, dan lecet kaki kanan kiri. Dia sadar dan opname di RSUD Soewondo,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Pengemudi mini bus AA1547BE bernama Teguh Prasetyo (31) yang merupakan Warga Desa Patirejo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung dalam keadaan sehat. “Kerugian material akibat kecelakaan itu ditaksir sekitar Rp 5 juta,” ucapnya.

Penyebab kecelakaan sendiri diduga akibat kelalaian pengemudi mobil Suzuki Futura karena mengantuk sehingga menabrak bus mini yang muncul dari arah berlawanan. “Kecelakaan diduga karena sopir Suzuki Futura mengantuk,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengendara Motor Patah Tulang Usai Tabrakan dengan Pick Up

Pick up yang menabrak rumah di Dukuhseti jadi tontonan warga, usai peristiwa kecelakaan pada Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pick up yang menabrak rumah di Dukuhseti jadi tontonan warga, usai peristiwa kecelakaan pada Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara kendaraan bermotor Mitsubhisi pick up L300 bernopol K 1809 NH dan sepeda motor Supra bernopol K 1809 NH terjadi di Jalan Tayu-Puncel, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Rabu (13/4/2016).

Kecelakaan itu menyebabkan Nursalam (45), warga Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, mengalami patah tulang kaki sebelah kanan. Usai menabrak sepeda motor, pick up tersebut lepas kontrol dan menabrak bangunan rumah di sebelah kanan jalan raya.

”Pick up menabrak sepeda motor, lalu lepas kendali dan akhirnya menabrak bangunan rumah milik Muamar. Kondisinya cukup memprihatinkan, tembok rumah sampai ambrol ditabrak pick up,” ujar Sri Rejeki, salah satu saksi saat ditanya MuriaNewsCom.

Beberapa saat setelah terjadi kecelakaan, petugas kepolisian tampak datang untuk memberikan pertolongan kepada korban dan dilarikan ke puskesmas setempat. ”Petugas membawa korban ke puskesmas dan menghubungi Pos Satlantas Tayu untuk melakukan evakuasi,” kata Kapolsek Dukuhseti Iptu Sunaryo.

Kendati tidak sampai memakan korban jiwa, tetapi kerugian akibat kecelakaan itu ditaksir mencapai jutaan rupiah. ”Tidak ada korban jiwa. Kerugian belum bisa kami taksir, diperkirakan jutaan rupiah,” katanya.

Pick up yang menabrak rumah warga tersebut sempat menjadi tontotan warga dan pengendara yang lewat. Namun, kejadian itu tidak sampai membuat arus lalu lintas macet.

Editor: Merie

Kepala Terlindas Truk, Siswi SMK Tewas Mengenaskan di Trangkil Pati

Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Raya Tayu-Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Raya Tayu-Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Yamaha Vega K3787JG dan truk dump yang tidak diketahui identitasnya terjadi di Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Pati, Rabu (23/3/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, truk langsung tancap gas dan kabur setelah mengetahui kondisi korban. Sementara itu, korban yang diketahui bernama Melis Prastianingsih, warga Desa Tlutup, Trangkil meninggal dunia di tempat kejadian.

Sukijan, salah satu saksi mata saat ditanya MuriaNewsCom mengatakan, kecelakaan itu terjadi ketika pengendara Vega yang merupakan siswi SMK Gajah Mada 1 Margoyoso melaju dari arah Tayu menuju Desa Tlutup. Setelah sampai di lokasi, sepeda motor tersenggol truk dam dan terjatuh.

“Tidak begitu jelas. Kemungkinan sepeda motor jatuh, karena tersenggol truk dump, jatuh dan bagian kepala terlindas roda bagian belakang hingga mengenaskan,” tuturnya.

Ia mengatakan, sepeda motor yang digunakan pengendara tidak rusak parah. Namun, pengendara yang jatuh dan terlindas roda truk pada bagian kepala akhirnya langsung meninggal dunia.

“Dilihat dari kendaraannya, hanya rusak tidak seberapa. Berhubung pengendara tertabrak bagian vital, akhirnya meninggal dunia,” tambah Wawan, pengendara yang kebetulan lewat.

Kejadian itu menjadi tontonan warga setempat. Sementara itu, truk yang tidak diketahui identitasnya  melarikan diri dan belum tertangkap.

Editor : Akrom Hazami

Hampir Dilindas Bus di Pati, Mahasiswi STAIP Ini Lolos dari Maut

epeda motor Beat yang rusak akibat diseruduk bus diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

epeda motor Beat yang rusak akibat diseruduk bus diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara bus Adiputro bernopol K1662AB dan sepeda motor Honda Beat bernopol K6066JG, terjadi di perempatan rambu lalu lintas, Jalan Raya Pati-Kudus Km 3, Pati, Senin (21/3/2016).

Kecelakaan yang diduga disebabkan sopir bus menerobos lampu merah rambu lalu lintas tersebut berakibat kendaraan sepeda motor Beat milik Indah Dwi Astuti, mahasiswi semester enam STAIP asal Desa Pohgading, Gembong, terseret hingga sepuluh meter dari lokasi kecelakaan.

“Waktu terseret hingga sepuluh meter, korban langsung dibawa ke UGD RS Keluarga Sehat. Korban sempat berbicara berbata-bata. Habis itu, dia pingsan,” kata Darsono, saksi mata saat ditanya MuriaNewsCom.

“Saya mau kuliah. STAIP,” ujar Darsono menirukan perkataan Indah secara terbata-bata, sebelum akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah sakit akibat benturan pada bagian kepala.

Sementara itu, Ahmad Arifin, teman satu kampus yang kebetulan melihat peristiwa nahas tersebut mengatakan, Indah hampir saja terlindas roda bus. Tubuhnya berada tepat di depan roda bus, sedangkan demper bus hingga lepas akibat menyeruduk sepeda motor.

“Kalau bus itu berjalan sedikit saja, tubuhnya sudah terlindas. Dia sempat sadar, tapi tidak tahu lukanya karena langsung dilarikan ke rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, sopir yang menghindari amukan massa melarikan diri ke Kantor Jasa Raharja yang tempatnya berada tepat di sebelah lokasi kecelakaan. “Sopir lari dan meminta perlindungan. Takut dihajar massa,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Bus Adiputro Tabrak Beat di Pati, Mahasiswi STAIP jadi Korban