Dirawat Sehari, Satu Korban Kecelakaan Maut di Wolo Grobogan Meninggal

MuriaNewsCom, GroboganJumlah korban tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan truk dan sepeda motor di jalan Penawangan-Karangrayung, bertambah satu lagi. Korban yang sebelumnya mengalami luka parah, yakni Kiswanto (34) akhirnya meninggal dunia, Selasa (9/1/2018).

Informasi yang didapat menyebutkan, Kiswanto meninggal sekitar pukul 15.00 WIB. Pasca terjadinya kecelakaan, korban sempat dirawat intensif di ruang ICU rumah sakit Yakkum Purwodadi.

Dengan demikian, total korban meninggal dalam kecelakaan tersebut menjadi empat orang. Sehari sebelumnya, ada tiga korban yang meninggal. Yakni, Suharto (55), Suwardi (72), dan Supiah (60). Ketiga korban meninggal ini sudah dimakamkan pagi tadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Sejak kabar meninggalnya Kiswanto, puluhan warga langsung berdatangan ke rumah duka. Menjelang magrib, jenazah Kiswanto sudah sampai di rumah duka yang berada di pinggir jalan raya Desa Sambung-Godong.

”Rencananya, pemakaman akan dilakukan malam ini juga. Nanti habis magrib dimakamkan,” kata Sugiyanto, kerabat sekaligus teman sebaya korban.

Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Dalam peristiwa itu terdapat korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Kecelakaan terjadi saat truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

Editor: Supriyadi

Pikap Hantam Pahala Kencana di Jalan Pati-Juwana, 2 Tewas

MuriaNewsCom, Kudus – Kecalakaan lalu lintas  terjadi di jalan Pati Juwana, Selasa (09/01/2018) dini hari. Kecelakaan yang masuk Dukuh Kropok, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana itu mengakibatkan dua orang meninggal. Sedang tiga orang lainnya dilarikan ke RSUD Soewondo, Pati.

Kapolsek Juwana AKP Didi Dewantoro mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi antara Bus Pahala Kencana bernopol B-7867-QZ dengan mobil pikap dengan nopol AG-9493-PB yang ditumpangi lima orang. Kecelakaan berlangsung sekitar jam 01.30 WIB.

“Bus Pahala Kencana  melaju dari arah barat ke timur dengan sejumlah penumpang berkecepatan sedang. Dan  mobil Pikap melaju dengan sangat kencang dari arah berlawanan,” katanya kepada awak media.

Setelah itu, lanjut dia, sesampainya di TKP, pengemudi pikap Muhammad Abdul Gofar (26), warga  Desa Plukaran Kecamatan Gembong, diduga tidak konsentrasi dan kemudian oleng ke kanan hingga hingga akhirnya menabrak Bus tersebut.

Akibatnya, dua penumpang pikap meninggal dunia di tempat kejadian. Keduanya adalah Erna Yanti (46), warga Desa Pakunden RT 01 RW 05 Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar yang mengalami luka pecah kepala, tangan kiri patah, patah kaki kanan dan kiri. Satu lainya adalah balita bernama Muhammad Argo Ganjo (3) juga mengalami luka yang serius.

Sementara sopir pikap Muhammad Abdul Ghofar dan dua penumpang Nur Hidayah (26) dan Arya Muntaha (1) mengalami sejumlah luka-luka. Ketiganya  menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo Pati.

Editor: Supriyadi

15 Korban Kecelakaan Maut di Wolo Grobogan dapat Santunan dari Jasa Raharja

MuriaNewsCom, Grobogan – Para penumpang truk yang menjadi korban kecelakaan maut di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan mendapat santunan dari PT Jasa Raharja, Selasa (9/1/2018). Penyerahan santunan pada keluarga korban kecelakaan dilakukan Plt Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Tengah Abubakar Aljufri di balaidesa Sambung, Kecamatan Godong.

Acara penyerahan santunan juga dihadiri Kabag Sumda Polres Grobogan Kompol Budi Yuwono, pihak desa dan jajaran Muspika Godong.

Menurut Abubakar, santunan diberikan pada 15 orang yang jadi korban kecelakaan di jalan raya Penawangan-Karangrayung yang terjadi pada Senin (8/1/2018) kemarin. Rinciannya, 3 korban meninggal dunia dan 12 korban mengalami luka-luka.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

”Seluruh korban terjamin Jasa Raharja dalam lingkup UU No. 34 Tahun 1964. Santunan yang diberikan senilai Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia. Sedangkan untuk santunan korban luka-luka maksimal Rp 20 juta. Santunan sudah kita transfer ke rekening ahli waris masing-masing,” jelasnya.

Pihak Jasa Raharja juga juga sudah menerbitkan surat jaminan ke RS Yakkum Purwodadi. Hal itu dilakukan karena sampai saat ini, masih ada beberapa korban yang menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

Dalam peristiwa itu terdapat korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Kecelakaan terjadi saat truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Baca: Truk Bermuatan Puluhan Orang Yang Kecelakaan Di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

Editor: Supriyadi

3 Korban Kecelakaan Maut di Wolo Grobogan Dimakamkan

MuriaNewsCom, Grobogan – Tiga korban tewas akibat kecelakaan di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Selasa (9/1/2018) dimakamkan. Ketiga korban dimakamkan di komplek pemakaman umum Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Ketiga korban diketahui bernama Suwardi (72), Suharto (55), dan Supiah (60). Rumah ketiga korban letaknya berdekatan karena masih berada dalam satu RT. Yakni, RT 01, RW 01 yang berada di belakang Balaidesa Sambung.

Pemakaman jenazah Suwardi, dan Suharto dilakukan bersamaan. Sekitar satu jam berikutnya, baru dilanjutkan pemakaman jenazah Supiah.

“Pemakaman jenazah Mbah Supiah dilakukan terakhir. Soalnya, tadi masih menunggu kedatangan anaknya dari luar kota,” kata Sugiyanto, tetangga dekat korban kecelakaan.

Korban kecelakaan maut di jalan raya Penawangan-Karangrayung dimakamkan di komplek pemakaman umum Desa Sambung, Kecamatan Godong, Selasa (9/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Menurutnya, sampai saat ini, masih ada beberapa orang yang dirawat di RS Yakkum Purwodadi. Dua orang di antaranya menjalani perawatan di ruang ICU.

Seperti diberitakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terjadi di jalan Penawangan-Karangrayung, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Dalam peristiwa itu terdapat korban meninggal sebanyak 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang dan 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan.

Kecelakaan terjadi saat truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu melaju dari arah barat dengan kecepatan agak tinggi. Sesampai di lokasi, ban kiri depan truk terperosok turun ke bahu jalan.

Baca : Korban Kecelakaan di Wolo Grobogan Bertambah; 3 Tewas, 9 Rawat Inap

Baca : Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang di Wolo Grobogan

Selanjutnya, sopir truk bernama Setiawan, mencoba bantung stir dengan tujuan agar kendaraannya kembali ke jalur semula. Namun, kemungkinan sopir terlalu kencang saat banting stir sehingga mengakibatkan kendaraannya berjalan melewati batas marka tengah jalan.

Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah kendaraan sepeda motor Mio nopol K 4160 RF yang dikemudian Candra (35), warga Mojoagung, Kecamatan Karangrayung. Mengingat jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.

Akibat tabrakan ini, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, truk warna kuning itu terguling dipinggir parit persawahan dan puluhan penumpangnya bergelimpangan. Beberapa diantaranya sempat tertindih bodi truk.

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km, sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

Editor : Ali Muntoha

Korban Kecelakaan di Wolo Grobogan Bertambah; 3 Tewas, 9 Rawat Inap

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor di jalan Penawangan-Karangrayung, Desa Wolo, Kecamatan Penawangan bertambah satu lagi.

Korban yang sebelumnya luka parah, yakni Suharto (55) akhirnya tidak berhasil tertolong meski sempat menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Yakkum Purwodadi, Senin (8/1/2018).

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Sebelumnya, sudah ada dua korban tewas dalam kecelakaan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan tersebut. Yakni, Suwardi (72), dan Supiah (60). Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, hingga pukul 21.00 WIB, jumlah korban meninggal ada 3 orang. Sedangkan korban yang menjalani perawatan inap ada 9 orang.

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

”Sebanyak 15 orang lainnya hanya mengalami luka ringan atau rawat jalan. Untuk korban yang meninggal dunia ada 3 orang,” tegasnya.

Menurut Panji, pihaknya sudah mengamankan sopir truk yang terlibat kecelakaan. Sopir truk diketahui bernama Destiawan Sugiharto (42), warga Sambung, Kecamatan Godong sudah diamankan.

”Barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita evakuasi. Untuk sopirnya juga sudah kita amankan guna diminta keterangannya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Baca: Truk Bermuatan Puluhan Orang Yang Kecelakaan Di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

Truk Bermuatan Puluhan Orang yang Kecelakaan di Wolo Grobogan Ternyata Hendak Jenguk Orang Sakit

MuriaNewsCom, Grobogan – Truk yang mengalami kecelakaan di jalan raya Penawangan-Karangrayung mengangkut puluhan penumpang. Versi warga, jumlah penumpangnya sekitar 40 orang.

Sedangkan dari rilis polisi, truk warna kuning dengan nopol K 1472 JP itu hanya mengangkut 25 penumpang. Semua penumpang dan sopir tercatat merupakan warga Desa Sambung RT 01, RW 01, Kecamatan Godong.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di ruas jalan yang masuk wilayah Desa Wolo, Kecamatan Penawangan. Kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor itu mengakibatkan dua orang tewas di tempat.

Baca: Truk Bermuatan Orang Terguling Di Wolo Grobogan, 2 Tewas 3 Kritis

Sedangkan tiga orang lainnya kondisinya kritis dan penumpang yang terluka masih menjalani perawatan di RS Yakkum Purwodadi.

Semua korban tercatat beralamat di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Korban tewas diketahui bernama Suwardi (72), dan Supiah (60). Sementara korban luka parah adalah Suharto (55), Sukresno (35), dan Yarji (60).

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Bermuatan Orang Di Wolo Grobogan

Rombongan warga Desa Sambung tersebut, rencananya akan membesuk tetangganya yang sedang dirawat di klinik kesehatan di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Namun, sekitar 3 km sebelum sampai ditempat tujuan, truk yang dinaiki para pembesuk mengalami kecelakaan.

”Kami tadi rencananya mau nengok tetangga yang sakit. Namun, ditengah jalan malah dapat musibah,” kata Sunardi, salah satu penumpang selamat yang ditemui di RS Yakkum Purwodadi.

Penumpang yang berada di bak truk tidak hanya orang tua saja. Sebagian diantaranya adalah anak-anak dan remaja.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Lima Kendaraan di Jalan Purwodadi-Blora

MuriaNewsCom, Grobogan – Kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan di di jalan raya Purwodadi-Blora, tepatnya di depan TPK Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Senin (8/1/2018) membuat geger pengguna jalan.

Ini lantaran, lima kendaraan yang terdiri dari tiga mobil dan dua sepeda motor kondisinya sangat mengenaskan. Lantas bagaimana kronologinya?

Dari informasi, kecelakaan mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian itu bermula dari mobil Isuzu Panther L 1434 MM yang dikemudikan Ardiansyah Emanuel, warga Surabaya melaju dari arah timur dengan kecepatan cukup tinggi.

Sesampai di lokasi, kendaraan sempat turun dari bahu jalan. Selanjutnya, sopir panther berupaya menaikkan lagi kendaraannya ke keluar dari bahu jalan.

Baca: 5 Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol Di Jalan Purwodadi-Blora

Hal ini menyebabkan kendaraanya oleh terlalu kekanan dan menabrak sepeda motor vixion yang dikendarai Adi Wicahyo, warga Ngaliyan, Semarang yang melaju dari arah berlawanan.

Setelah itu, kendaraan berturut-turut menabrak Daihatsu Grand Max nopol H 9573 WG, dan Suzuki Ertiga B 2668 SFT yang berjalan beriringan dibelakang sepeda motor.

Akibat kejadian ini, kendaraan Grand Max sempat terguling dan menimpa sepeda motor Mio yang diparkir di depan sebuah warung diutara jalan raya.

Meski sudah menabrak tiga kendaraan, mobil panther masih tetap melaju dan akhirnya berhenti setelah menabrak pagar TPK Sambirejo.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, dalam kecelakaan tersebut hanya mengakibatkan dua orang luka. Yakni, pengendara motor Vixion Adi Wicahyanto dan istrinya Umi Narsih.

“Korban kita antarkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Untuk pengemudi adan penumpang mobil tidak ada yang terluka,” katanya.

Editor: Supriyadi

Hindari Kubangan Air, Warga Senenan Jepara Tewas Terlindas Truk Dam

Evakuasi korban meninggal dunia yang terjadi di ruas Jl Jepara Kudus KM 10, Senin (4/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Berniat mengantarkan istrinya bekerja, Agus Kristanto (35) warga Dukuh Krajan, Desa Senenan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tahunan harus kehilangan belahan jiwanya Prapti Handayani.

Perempuan 35 tahun itu tewas setelah terlindas truk di Jl Jepara-Kudus KM 10, Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Senin (4/12/2017). Sementara Agus, kini dalam perawatan di RSUD Kartini karena menderita luka-luka. 

Harsono (45) yang saat itu berada ditempat kejadian mengatakan, saat itu suami istri tersebut menaiki motor Vario K 6546 AEC. Mereka berangkat dari Jepara hendak menuju Kudus ke tempat kerja Prapti yang bekerja di RS Mardi Rahayu, sekitar pukul 06.00 WIB. 

Setelah melewati jembatan yang ada di depan Jepara Trade Center,  Agus menghindari genangan akibat air hujan, yang berada di sisi kiri. Namun dari arah yang sama, ada sebuah mobil yang juga menghindari genangan dan mencoba menyalip motor yang dikendarai keduanya. 

Namun, mobil yang belum diketahui identitasnya ini, kurang sigap saat menyalip pasangan suami istri tersebut. Hingga akhirnya menyenggol kemudi Vario. 

“Setelah jatuh ada truk dam yang menabrak korban (Prapti). Truknya langsung lari, sementara yang bersangkutan meninggal ditempat kejadian. Korban dan suaminya dibawa ke RSUD Kartini,” ucap dia. 

Sementara itu, Kasatlantas Polres Jepara AKP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Hal itu untuk memastikan kronologi kejadian. 

Namun berdasarkan keterangan sementara, memang benar yang bersangkutan menghindari kubangan air lalu bersenggolan dengan mobil. Setelah jatuh ada pengendara kendaraan lain yang menabrak warga Dukuh Krajan, Desa Senenan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tahunan itu.

Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap keterangan Agus, begitu ia bisa dimintai konfirmasi.

Editor: Supriyadi

Jadi Tersangka, Sopir Bus Indonesia yang Guling di Kudus Diancam 5 Tahun Penjara

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memberikan santunan kepada ahli waris korban lakalantas, Sabtu. (2/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus akhirnya menetapkan sopir Bus Po Indonesia Ikhwan Mukminin (46) asal Rembang sebagai tersangka kecelakaan maut di Jalur Lingkar Selatan Kudus, turut Desa Tanjung Karang, Jati, beberapa waktu lalu. Atas kejadian itu, sopir diancam kurungan penjara hingga lima tahun.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, sopir bus sudah melanggar UU LAJ tahun 2009 pasal 310. Atas dasar itu, hukuman yang diancamkan kepada Sopir bus bisa sampai lima tahun kurungan.

“Hukuman bisa juga bertambah tergantung hasil penyidikan. Jika dalam sidik yang berlangsung menemukan bukti baru, maka bisa ditambah dengan pasal lainya juga,” katanya, Senin (4/9/2017).

Baca Juga : Dirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Kapolres juga memastikan akan melakukan penyidikan secara tuntas terkait kasus kecelakaan maut hingga tuntas. Bahkan ia pun akan mendalami perkara yang menewaskan lima warga Kudus itu.

”Saat ini yang jadi tersangka baru sopir saja. Untuk kernet dan juga kondektur hanya sebatas dimintai keterangan. Namun tak menutup kemungkinan pelaku bertambah dengan proses yang berjalan,” tegasnya.

Dari hasil kesimpulan sementara, tambah Kapolres, penyebab kecelakaan lantaran sopir ngebut dan tak bisa mengendalikan bus. Ditambah lagi, dari hasil tes juga tak ditemukan adanya narkotik atupun miras, sang sopir bahkan dinyatakan sehat dan tidak dalam keadaan ngantuk.

Editor: Supriyadi

KECELAKAAN GROBOGAN : Menguak Penyebab Kejadian Maut

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Sunarto sedang berdiskusi dengan petugas dari Dishubkominfo Grobogan Subari terkait kecelakaan yang melibatkan rombongan peziarah dari Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Sunarto sedang berdiskusi dengan petugas dari Dishubkominfo Grobogan Subari terkait kecelakaan yang melibatkan rombongan peziarah dari Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyelidikan kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan Kamis (5/5/2016) ternyata tidak hanya dilakukan oleh petugas dari Satlantas saja. Tetapi, petugas dari Dishubkominfo Grobogan juga dilibatkan untuk menguak penyebab terjadinya kecelakaan yang merenggut empat nyawa dan belasan luka-luka tersebut.

“Dalam penanganan kasus kecelakaan ini kita memang bekerjasama dengan pihak Dishubkominfo Grobogan. Kapasitas mereka adalah sebagai ahli untuk melakukan uji teknis kendaraan,” kata Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Sunarto saat ditemui di kantornya, Jumat (6/5/2017).

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut itu sudah diamankan di depan Kantor Unit Laka Lantas Polres Grobogan. Yakni, bus jurusan Purwodadi-Pati PO Lukita dan Bus PO Mega Pratama yang mengangkut rombongan peziarah dari Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Sunarto menyatakan, petugas dari Dishubkominfo nanti akan mengecek beberapa hal. Seperti kondisi kendaraan secara lengkap dan dokumen atau kelengkapannya. Dari pengecekan nanti akan bisa diketahui penyebab kecelakaan tersebut.

Sementara itu, salah satu petugas dari Dishubkominfo Grobogan Subari ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini pihaknya baru melakukan pengecekan awal kondisi kendaraan. Untuk itu, belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.

“Kondisi kendaraan cukup parah sehingga kita harus melakukan pemeriksaan ekstra hati-hati. Untuk itu, belum banyak keterangan yang bisa kita sampaikan,” kata salah satu petugas penguji kendaraan bermotor itu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

http://www.murianews.com/2016/05/05/81617/kecelakaan-grobogan-4-orang-tewas-saat-bus-peziarah-dari-pati-tabrak-minibus.html