KECELAKAAN KUDUS : Warga Bancak Ingin Selamatan di Lokasi Maut

KECELAKAAN KUDUS (e)

Tikungan Bancak di jalur lingkar Payaman, Mejobo Kudus, yang juga tempat kecelakaan bus, Minggu (8/5/2016) kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCon, Kudus – Terkait adanya kecelakan bus Tiara Mas di Bancak, Payaman, Mejobo, Minggu (8/5/2016), warga setempat berkeniginan menggelar selamatan di lokasi maut tersebut. Sebagaimana diketahui, bus mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibatnya, enam orang tewas dalam musibah itu.

Salah satu warga Bancak, Suyono (35) mengatakan, warga setempat ikut berduka atas kejadian tersebut. “Kami berencana menggelar kenduri atau selamatan kecil-kecilan untuk mendoakan para warga yang melintas di jalur ini supaya selamat,” kata Suyono.

Diketahui, tikungan Bancak yang dikenal dengan tikungan tajam dan sering terjadi kecelakan tersebut memang dianggap angker oleh warga setempat.

“Di area jalur itu memang sering terlihat anak kecil bugil yang keluar di saat ada hujan. Baik itu saat hujan di siang hari, sore, bahkan malam hari. Karena itu, kita juga perlu mengadakan selamatan,”ujarnya.

Dia menambahkan,yang penting bagi pengendara sepeda motor atau kendaraan lainya bisa lebih berhati-hati.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak 

KECELAKAAN KUDUS: Polda Jateng Pun Ikut Tangani Kasus Maut di Tikungan Bancak

Jpeg

Tim Polda Jateng menggelar TAA di TKP kecelakan bis Tiara Mas di jalan lingkar, Bancak, Payaman, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono) 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polda Jawa Tengah sedang menggelar Traffic Accident Analysis (TAA), guna pemeriksaan kasus kecelakaan di Bancak, Payaman, Mejobo, Kudus. TAA dilakukan pada Senin (9/5/2016).

Diketahui, TAA adalah alat untuk mendeteksi ataupun melancarkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus kecelakaan yang menonjol. Alat ini mulai menggeser cara lama berbasis  manual.

Kasi Laka lantas Polda Jateng Kompol Widada mengatakan,TAA nantinya akan bisa mendeteksi kronologis kecelakaan yang dialami oleh bus Tiara Mas pada Minggu (8/5/2016) kemarin. TAA ini
nantinya bisa mencari akar permasalahan, apakah sopir bus tersebut dalam keadaan tidak dapat mengandalikan bus,keadaan mengantuk, lelah atau sejenisnya. “Kita cari penyebabnya,” kata Widada.

Pihaknya juga mengatakan penyebab kecelakan tersebut juga disebabkan dari kurangnya lampu penerangan, memudarnya marka jalan atau juga fasiltas lainnya. “Dengan kejadian ini, pihak kepolisian juga akan bekerja sama dengan instansi lain. Sehingga bisa mengkoreksi kondisi bus layak jalan atau tidak, sesuai dengan aturan yang ada atau tidak serta lainnya,” ungkapnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, TAA tersebut digelar mulai dari tempat tergulingnya bus lebih tepatnya di tikungan Bancak hingga 100 meter sebelah utara tikungan tersebut. “Kita mulai dari tempat awalnya bus itu kecelakaan hingga berjarak sekitar 100 meter ke sebelah utara tikungan ini. Sementara itu, kita juga akan mengukur ketajaman tikungan tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini pihaknya akan menyelesaikan TAA terlebih dahulu dan memproses hasilnya ini dalam waktu dekat. Setelah itu, saat kondisinya sudah memungkinkan pihaknya akan menggelar pemeriksaan lainnya. Baik itu mengkonfirmasi keterangan saksi, supir, korban selamat atau juga penumpang lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak

KECELAKAAN KUDUS: Kata Polisi, Sopir Bus Ngebut

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian meninjau TKP laka di Bancak, Payaman, Mejobo, Senin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian meninjau TKP laka di Bancak, Payaman, Mejobo, Senin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Zainul Arifin, warga Randu Agung Singosari, Malang, Jawa Timur, sopir bus Tiara Mas EA 7388 A yang kecelakan di Bancak, Payaman Mejobo, Kudus, pada Minggu (8/5/2016) bakal diperiksa lebih intensif polisi. Hal itu diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian saat meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (9/5/2016).

“Untuk kejadian ini, nantinya kita akan menyidik sopir bus tersebut. Apakah dalam mengendarai bus tersebut dalam keadaan lalai, mabuk angin, atau ngantuk, dan sebagainya. Namun kita masih
menunggu kesehatannya,” kata Aron.

Menurut dia dalam penyelidikan di TKP saat kejadian pada Minggu (8/5/2016), dirinya menuturkan kecepatan bus tersebut memang berkecepatan tinggi. “Untuk sementara ini, hasil penyelidikan kita, bus pariwisata saat kecelakaan tersebut berkecepatan sekitar 80 km/jam.Terlebih saat itu masih bergigi 5. Padahal bila bus atau kendaran yang melewati tikungan tajam harus
berkecepatan sekitar di bawah 60 km/jam dan bergigi 2,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi oleh MuriaNewsCom, untuk melengkapi data yang akurat dalam penyidikan, pihaknya akan bekerjasama dengan Polda Jateng. “Dalam kejadian ini nanti akan ada tim dari polda. Yakni akan mengadakan TAA (Traffict Accident Analiysis). TAA itu nantinya bisa mendeteksi kronologis kejadian. Baik itu mulai dari awal kecelakan hingga akhir kecelakan di saat di TKP ini. Baik itu mengenai kecepatan bus dan sejenisnya,”tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak

KECELAKAAN KUDUS: Lokasi Dikerumuni Pemulung Hari Ini

kecelakaan kudus 1 (e)

Kondisi lokasi kecelakaan di tikungan Bancak, Payaman, Kudus, Senin (9/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lokasi bekas tempat kejadian kecelakan bus Tiara Mas EA 7388 A yang terguling di Bancak, Payaman, Kudus, Minggu (8/5/2016) dimanfaatkan oleh pemulung, pada Senin  (9/5/2016) pagi.

Mereka ramai-ramai mengerumuni lokasi guna mengumpulkan botol-botol bekas milik penumpang bus. Diketahui, banyak botol di sekitar lokasi kejadian. Hal itu membuat lokasi menjadi tambah  kumuh.

Salah satu pemulung dari wilayah Jekulo Hadi (50) mengatakan, dirinya mengambil botol lantaran ingin membersihkan tempat kecelakaan.”Ketimbang berserakan, saya bersihkan botol bekas air minum yang berserakan di jalan ini,” kata Hadi.

Menurutnya, bila tidak dibersihkan maka kondisi jalan lingkar bekas kecelakan ini, akan terlihat semrawut. Dari pantauan MuriaNewsCom, puluhan botol tersebut kebanyakan berada di atas trotoar. Di mana saat kecelakaan, badan bus Tiara Mas bergesekan dengan trotoar.

“Badan bubus itu bergesekan dengan trotoar. Sehinga semua isi bus, baik itu botol, selimut maupun bantal, keluar atau tumpah dari dalam bus,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak

KECELAKAAN KUDUS : Empat Jenazah Asal Sidoarjo Dibawa ke Rumah Duka

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus membawa salah satu jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono) - See more at: http://www.murianews.com/2016/05/08/81966/kecelakaan-kudus-korban-meninggal-nambah-satu-orang-total-enam-orang.html#sthash.dIwnFcjI.dpuf

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus membawa salah satu jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono) – See more at: http://www.murianews.com/2016/05/08/81966/kecelakaan-kudus-korban-meninggal-nambah-satu-orang-total-enam-orang.html#sthash.dIwnFcjI.dpuf

 

MuriaNewsCom, Kudus – Empat jenazah korban kecelakaan tunggal Bus Tiara Mas di Tikungan Bancak, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo sudah dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga, Minggu (8/5/2016) sore tadi.

Keempat jenazah tersebut adalah Muhammad Suef (57) warga Plumbungan, Sukodono, Sidoarjo, Febri Reza Kanafillah (7) warga Suruh, Sukodono, sidoarjo, Amirul Mahbudi (42) warga Suruh, Sukodono, Sidoarjo, dan Susrini (50) warga Anggaswangi, Sukodono, Sidoarjo.

Informasi yang dihimpun, keempatnya sudah dibawa pulang ke Sidoarjo sekitar pukul 15.00 WIB dari RS Mardirahayu. ”Ya, keempatnya sudah dibawa pulang. Saat ini hanya ada satu jenazah lagi atas nama Suwandi, warga Anggaswang, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur,” kata petugas jaga RS Mardirahayu yang enggan disebut namanya.

Semantara itu, petugas informasi RSU dr. Loekmono Hadi yang bernama Tutik mengatakan, untuk saat ini pasien kecelakan bus terguling tidak ada penambahan. Untuk janazah pun masih berada di kamar mayat.

”Dari tadi pagi hingga sekarang yang meninggal hanya satu orang atas nama Uli (10) anak dari Ema Kruniawan, warga Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo. Mudah mudahan nanti bisa baik baik saja korban lainnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

 

KECELAKAAN KUDUS: Ngeri, Banyaknya Korban Bus Tiara Mas Diduga Karena Penumpang Sedang Tidur Lelap

Yaini (27) warga Ngares Rejo, Sukodono Sidoarjo beserta anak laki lakinya Dava (2,5) menunggu suaminya Mawan sutikno (33) yang menjalani perawatan di RS Mardirahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Yaini (27) warga Ngares Rejo, Sukodono Sidoarjo beserta anak laki lakinya Dava (2,5) menunggu suaminya Mawan sutikno (33) yang menjalani perawatan di RS Mardirahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut yang menglibatkan bus Tiara Mas bernomor EA 7388 A pengangkut rombongan piknik warga Surabaya saat terguling di Jalan lingkar Kudus, ternyata memang memakan korban cukup banyak. Bahkan saat ini korban meninggal sudah enam orang.

Perangkat Desa Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo Askur (53) mengatakan, saat kejadian ini, para penumpang pada tertidur lelap. Sebab kejadiannya terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

”Rombongan ini ada sekitar 80 orang yang terdiri dari 2 bus Tiara Mas. Namun yang bus tiara mas nomor polisi EA 7388 A ini malah kecelakaan. Selain itu, piknik ini merupakan untuk liburan warga Pekarungan Sukodono dan sekitarnya ke wilayah Bandung. Pengikutnya juga ada yang warga umum maupun perangkat desa,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kejadian kecalakaan tersebut, dirinya juga tidak tahu persis kejadiannya seperrti apa.

”Saya juga berada di bus yang kecelakaan ini. Namun saya berada di dekat pintu belakang. Disaat kejadian itu, ke 40 penumpang ini rata rata pada tidur. Dan kita juga tidak tahu bila kecelakaan. tiba tiba bus itu terguling,” ujarnya.

Disaat yang sama, penumpang lainnya bernama Yaini (27) warga Ngares Rejo Sukodono Sidoarjo ,mengutarakan dirinya saat itu masih tertidur lelap dan tidak paham akan kejadian itu.”Meskipun saya duduk dibangku paling depan, namun saya tidak tahu kejadian itu,” ungkapnya.

Sementara itu saat ditanya oleh MuriaNewsCom mengenai kondisinya, pihaknya mengaku bahwa hanya mengalami luka lecet lecet dibagian kaki.

“Saya hanya luka lecet bagian kaki, sementara untuk anak laki laki saya  Dava (2,5) juga lecet. Akan tetapi suami saya yang beranama Mawan Sutikno (33) saat ini masih di rawat di RS mardirahayu,” ungkapnya.

Selain itu, mengenai kejadian kecelakaan tunggal yang berada di Dukuh Bancak, payaman mejobo, saat dikonfirmasi kasat lantas polres Kudus AKP Aron Sebastian mengiyakan kejadian itu.

“Ya, kecelakaan tersebut berada di Jalkur Lingkar kudus Ngembal sebelah utara polsek mejobo sekitar pukul 02.30 WIB malam tadi. Yang jelas ada korban luka maupun meninggal. Dan saat ini masih dalam pengembangan. Untuk sementara ini, bus tersebut menyalip ditungan serta menabrak trotoar hingga hilang keseimbangan dan terguling,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KECELAKAAN KUDUS: Korban Meninggal Nambah Satu Orang, Total Enam Orang

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus membawa salah satu jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus membawa salah satu jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus Korban meninggal tergulingnya bus pariwisata bernopol EA 7388 A di Tikungan Bancak, Payaman, Mejobo bertambah satu orang. Korban meninggal adalah Suwandi, warga Anggaswang, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur.

”Sampai sore ini, jenazah masih berada di kamar mayat. Namun yang keempat sudah diambil keluarga siang tadi,” kata petugas jaga RS Mardirahayu.

Meski begitu, pihaknya juga tidak mengetahui persis kapan meninggalnya pasien bernama suwandi tersebut. Ini lantaran pihaknya baru masuk di sip siang.

Semantara itu, petugas informasi RSU dr. Loekmono Hadi yang bernama Tutik mengatakan, untuk saat ini pasien kecelakan bus terguling belum ada perkembangan.

”Sebab dari tadi pagi hingga sekarang yang meninggal hanya satu orang atas nama Uli (10) anak dari ema kruniawan warga pekarungn sukodono sidoarjo. Dan mudah mudahan nanti bisa baik baik saja korban lainnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KECELAKAAN KUDUS: Memilukan, Dua dari Lima Korban Meninggal Masih Anak-anak

Para korban kecelakaan masih menjalani perawatan di rumah sakit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para korban kecelakaan masih menjalani perawatan di rumah sakit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lima korban tewas dalam kecelakaan tunggal Bus Tiara Mas di Tikungan Bancak, Desa Payaman, Mejobo Kudus semakin menambah duka. Ini lantaran dua dari lima korban tersebut masih anak-anak.

Kedua korban yang terbilang masih bocah tersebut adalah Febri Reza Kanafillah, bocah  tujuh tahun, warga Suruh, Sukodono, Sidoarjo serta Uli bocah perempuan berusia 10 tahun, warga Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo.

”Setelah tau kalau dua di antara korban itu masih anak-anak saya semakin merinding. Semoga saja, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Yanti, warga Payaman.

Ia mengatakan, kejadian nahas tersebut memang sempat membuat warga Payaman panik. Apalagi, bangkai bus serta kaca bus yang pecah saat terguling masih berserakan di bahu jalan dan menjadi tontonan warga.

”Saya juga sempat melihat. Pokonya mengerikan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bagaimana bus tersebut terguiling dengan kerusakan seperti itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk para korban memang dirawat di rumah sakit yang berbeda. Termasuk kelima korban meninggal. Empat di antaranya berada du Rumah Sakit Mardirahayu dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Editor: Supriyadi

KECELAKAAN KUDUS: Ini Identitas 5 Korban Tewas Kecelakaan Bus di Tikungan Bancak

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menunjukkan jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menunjukkan jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bus Tiara Mas bernopol EA 7388 A yang terguling di Tikungan Bancak, Desa Payaman, Mejobo, Kudus meninggal kepiluan tersendiri bagi keluarga korban. Pasalnya dalam kecelakaan tersebut merenggut korban nyawa sebanyak 5 orang dan belasan lainnya luka luka.

Jenazah kelima korban saat ini masih berada di dua rumah sakit yang berbeda. Yakni, empat di antaranya berada du Rumah Sakit Mardirahayu dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Petugas medis RS Mardirahayu Kudusm Kurnis mengatakan, korban kecelakaan yang ada di RS Mardirahayu yang dirawat inap ada 11 orang dan 4 lainnya meninggal dunia.

”Untuk korban kecelakaan meninggal dunia yang ada di Mardirahayu ada 4 orang. Mereka adalah Muhammad Suef (57) warga Plumbungan, Sukodono, Sidoarjo, Febri Reza Kanafillah (7) warga Suruh Sukodono sidoarjo, Amirul Mahbudi (42) warga Suruh Sukodono sidoarjo, dan Susrini (50) waqrga Anggaswangi Sukodono Sidoarjo,” bebernya.

Sedangkan, lanjut Kurnis, 11 korban kecelakaan yang dirawat di RS Mardirahayu Kudus tersebut adalah Mawan sutikno (33) warga Ngares Rejo, Sukodono, Sidoarjo, Suwandi (62) warga Anggaswang, Sukodono, Sidoarjo, Sutejo (46) warga Wilayut Sudodono Sidoarjo, Sunyoto (54) warga Jumpetrejo, Sukodono, Sidoarjo.

Selain itu ada juga Abdul Hadi (51) warga Cangkringsari, Sukodono, Sidoarjo, Kusnur Roji (48) warga Cangkringsari, Sukodono, Sidoarjo, Khomsiyah (49) warga Suruh, Sukodono, Sidoarjo, Zainul Arifin (sopir utama bus Tiara Mas) warga Randu Agung, Singosari, Malang, Saidi (53) warga Suruh, Sukodono, Sidoarjo, Ali Rosidi (42) warga Cangkringsari, Sukodono, Sidoarjo, dan Ahmad Yogi Saputra (20) warga Randu agung, singosari malang.

Sementara itu, untuk korban kecelakaan yang dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yang dirawat ada sejumlah 6 orang dan satu orang meningal dunia.

Petugas jaga UGD RSU dr. Loekmono hadi Kudus yang enggan menyebutkan namnya ke wartawan mengatakan, saat ini yang masih di rawat di RSU ini ada 6 orang dan yang meninggal ada satu orang.

”Untuk korban yang dirawat di RSU ini ada 6 orang diantaranya ialah Rini (40) warga Pekarungan Sukodono, Sidoarjo, Sunamah (50) warga Pekarungan, Sukodono Sidoarjo, Nor Arif Rohman (48) warga Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo, Suhud (47) warga Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo, Ema Kurniawan (42) warga Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo, dan Siti Handayani (50) warga pekarungan sukodono sidoarjo. Dan yang meninggal dunia yakni Uli perempuan (10) anak dari Ema kurniaean warga pekarungan, sukodono, sidoarjo,” terangnya.

Editor: Supriyadi

KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak

Bangkai Bus Tiara Mas )pengangkut rombongan piknik warga Surabaya diamankan Polres Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono

Bangkai Bus Tiara Mas )pengangkut rombongan piknik warga Surabaya diamankan Polres Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono

MuriaNewsCom, Kudus – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Tikungan Bancak, Jalan Lingkar Utara Kudus, tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobosekitar pukul 02.30 WIB Minggu (8/5/2016) pagi tadi. Dalam kecelakaan lima orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi saat bus pariwisata Tiara Mas yang bernomor polisi EA 7388 A yang membawa penumpang sebanyak 40 orang warga Surabaya tersebut terguling di tingkuan Bancak, Payaman. Tepatnya berada di sebelah utara Polsek Mejobo.

”Bus tiara mas berwarna merah tersebut melaju dari arah barat dengan kecepatan kencang. Namun disaat menuju tikungan bancak (sebelah utara Polsek Mejobo) menyalip untuk truk yang berada di depannya,” kata Muhaimin salah satu saksi mata kepada MuriaNewsCom, Minggu (8/5/2016).

Saat menyalip truk, lanjutnya, tiba-tiba bus banting setir ke kanan. Akibatnya, salah satu ban menabrak trotoar hingga membuat keseimbangan bus tak terjaga dan terguling.

”Bus itu terguling mulai dari tikungan bancak disaat nabrak trotoar hingga sebalah utara tikungan. Kira-kira 125 meter,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

 

Jalan Kudus – Pati Rawan Kecelakaan, Ini yang Dilakukan Satlantas Polres Kudus

Salah satu kendaraan yang mengalami kecelakaan di Jalan Kudus – Pati (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu kendaraan yang mengalami kecelakaan di Jalan Kudus – Pati (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan yang terjadi di Jalan Kudus – Pati Km 7 pada Kamis kemarin, bukan kali pertama. Dari data yang dimiliki Satlantas Polres Kudus, peristiwa kecelakaan di kawasan tersebut sudah beberapa kali, baik melibatkan kendaraan roda dua maupun empat.

Kapolres Kudus melaui KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Anwar mengatakan, jalur Kudus – Pati memang rawan terjadi kecelakaan, karena jalur tersebut cukup padat dengan volume kendaraan. “Kami berharap pengendara lebih waspada dan hati-hati,” katanya.

Apalagi katanya, jalur Kudus – Pati merupakan Jalur Pantura, sehingga kendaraan besar yang melintasi jalur tersebut cukup banyak, sehingga membuat kondisi jalan lebih padat.

Pihaknya mengimbau, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jika pengendara merasa lelah atau ngantuk, diminta untuk istirahan terlebih dahulu.

Lebih lanjut ia katakan, untuk mengantisipasi adanya peristiwa kecelakaan, pihaknya juga memasang papan dan baliho yang berisi mengenai imbauan agar pengendara lebih waspada dan berhati-hati.
“Untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara, kami juga sudah memasang ribuan papan peringatan di Jalur Kudus-Pati. Tujuannya, tentunya agar pengendara bisa lebih hati-hati dalam berkendara,” ungkapnya.

Menurutnya, setidaknya dalam setiap jarak 300 meter, papan atau baliho yang bertuliskan imbauan tersebut dipasang. “Tulisannya beragam, di antaranya “Hati-hati saat berkendara”, “Jangan ngebut, keluarga menunggu di ruma”, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Seruduk Truk Pengangkut Gas, Truk Rosok Remek

Kondisi truk rosok bagian depan menjadi pusat perhatian pengguna jalan yang melintas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi truk rosok bagian depan menjadi pusat perhatian pengguna jalan yang melintas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian kecelakaan antara truk pengangkut gas bernopol W 9839 A dengan truk pengangkut rosok, hingga sekitar pukul 15.15 masih menyebabkan kemacetan panjang di ruas Jalan Kudus Pati km 7 atau sekitar SPBU Karawang. Akibat benturan dua kendaraan yang besar itu, truk pengangkut rosok mengalami kerusakan yang serius.

Berdasarkan pantauan, kerusakan truk pengangkut rosok bernopol E 9051 F tersebut parah pada bagian depan mobil. Benturan yang keras membuat mobil menjadi penyok hingga seluruh kaca mobil bertaburan di jalan.

Beruntung, dalam kejadian tabrakan tersebut tidak membuat sopir mengalami luka yang serius. Sopir yang diketahui bernama Mahmudi, hanya mengalami luka lecet-lecet pada bagian tangan dan kaki kanan saja.
”Saya tahu kalau ada mobil truk di depan. Tapi saya sudah hati-hati dengan menjaga jarak. Hanya di depan sini (lokasi kejadian) malah terjadi hal seperti ini,” kata Mahmudi kepada MuriaNewsCom.

Diketahui, tabrakan terjadi antara truk pengangkut rosok yang menyeruduk truk pengangkut gas. Truk pengangkut Rosok menabrak pada bagian kiri mobil pengangkut gas dari arah barat. Akibat kerusakan kendaraan, ditaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Sebab bagian depan kendaraan sudah hancur.

Menurutnya, lokasi tabrakan persis depan pabrik gas untuk las besi. Namun dia tidak tahu kalau truk pengangkut gas yang ditabrak itu hendak masuk ke dalam pabrik karena dianggap tidak jelas.

Melainkan, sopir truk pengangkut rosok menduga kalau mobil pengangkut gas itu akan keluar menuju ke timur. Sehingga pengemudi truk pengangkut rosok tidak menghentikan kendaraannya.

”Saya menunggu teman yang datang ke sini. Sebab truk rosok asal Semarang ini harus sampai di Juwana Pati secepatnya,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sebelum Belok Sopir Truk Gas Pastikan Jalan Sepi, Tapi Tiba-tiba Diseruduk Truk Dari Belakang

Kondisi jalan Kudus Pati km 7 atau sekitar SPBU Karawang hingga sore hari tadi masih macet panjang karena satu truk yang mengalami kecelakaan berada di tengah jalan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi jalan Kudus Pati km 7 atau sekitar SPBU Karawang hingga sore hari tadi masih macet panjang karena satu truk yang mengalami kecelakaan berada di tengah jalan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan yang terjadi di Jalan Kudus Pati km 7 atau sekitar SPBU Karawang, membuat arus lalu lintas terganggu. Pasalnya kecelakaan tersebut dialami dua truk bermuatan. Salah satu sopir truk yang mengangkut gas bernopol W 9839 A, Isnaini menuturkan kalau jalan sudah dalam keadaan sepi. Namun sesampainya persis di depan kantor, sebuah truk pengangkut rosok menyeruduk kendaraannya dari belakang.

Isnaini menuturkan, kejadian itu menimpanya sekitar pukul 14.00 WIB siang tadi. Sebelum belok, kendaraan yang juga dilengkapi dengan kernet juga mengatur lalu lintas sebelum belok.

”Kernet saya sudah turun, melihat dan mengatur lalu lintas agar tidak ada apa-apa. Setelah memastikan sepi dan aman, saya mau injak gas untuk masuk ke dalam pabrik,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tidak hanya itu, katanya, dari kaca spion juga tidak terlihat keadaan dari arah belakang. Sehingga semakin yakin kalau untuk masuk bagasi akan aman dan tidak ada apa-apa.

Apes, setelah badan truk perlahan mundur ke halaman pabrik, kendaraan truk hijau pengangkut rosok datang dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sehingga tabrakan tidak dapat dihindari antar kedua truk bermuatan itu.

”Suaranya keras sekali, sampai kami kaget dan akhirnya mobil berhenti. Kendaraan lain yang hendak lewat juga terhenti karena kecelakan di tengah jalan,” imbuhnya.

Tidak lama kemudian, petugas Kepolisan datang ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Sedangkan untuk kendaran truk pengangkut rosok, harus dievakuasi menggunakan mobil derek karena mati di tengah jalan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Tabrakan di Sebelah Barat SPBU Karawang Jekulo, Jalan Pantura Kudus-Pati Macet

Kondisi mobil yang mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Kudus-Pati, tepatnya di sebelah barat SPBU Karawang, Jekulo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi mobil yang mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Kudus-Pati, tepatnya di sebelah barat SPBU Karawang, Jekulo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Peristiwa kecelakaan kembali terjadi. Kali ini di Jalan Pantura Kudus-Pati Km 7 atau sebelah barat SPBU Karawang, Kecamatan Jekulo. Tabrakan antara mobil colt diesel dengan truk tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Pantura Kudus – Pati sempat macet cukup panjang.

Aan, warga Kudus yang kebetulan melintas di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (17/3/2016) sekitar pukul 13.45 WIB.

“Ketika saya lewat di lokasi kejadian, kondisi jalanan macet parah. Karena, waktu itu kendaraan belum dievakuasi dan masih berada di tengah jalan, sehingga membuat pengendara lain harus bersabar untuk bisa melewati tempat tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, kemacetan yang cukup parah terjadi dari arah barat. Sedangkan untuk dari arah timur, meski tersendat, namun lebih lancar dibanding dari arah sebaliknya.

“Macet sekali tadi itu. Tapi kalau untuk kronologinya bagaimana saya tidak tahu persis. Yang jelas, kondisi kedua kendaraan yang mengalami kecelakaan itu cukup parah, terutama di bagian depannya,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Bertabrakan dengan Karimun, Sopir Truk Boks Diduga Patah Tulang Kaki

Mobil boks yang bertabrakan dengan mobil Karimun nampak ringsek bagian depan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Mobil boks yang bertabrakan dengan mobil Karimun nampak ringsek bagian depan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian kecelakaan yang terjadi di Desa Panjang, Kecamatan Bae atau depan SPBU Panjang yang sedang dibangun pada Senin (22/2/2016) sekitar pukul 17.30 WIB, ternyata tabrakan antara truk boks pengangkut distributor dengan mobil Suzuki Karimun yang dikemudikan mahasiswa.

Akibat kecelakaan itu, menyebabkan luka yang serius bagi kedua pihak. Bahkan, sopir truk boks mengalami patah tulang bagian kaki. Dan tiga mahasiswa lainnya luka yang parah.

Petugas Satlantas Polres Kudus Brigadir Sofyan mengatakan, mobil Karimun yang dikemudikan, ditumpangi tiga mahasiswa. Ketiganya dilarikan ke rumah sakit lantaran luka yang dialami. ”Luka persisnya kami belum tahu, yang pasti kami sedang mencari informasinya serta datanya. Namun kabarnya luka yang dialami cukup serius melihat parahnya benturan kendaraan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mobil berwarna merah hati berpelat nomor K 9370 DH itu dinaiki tiga mahasiswa, dua merupakan mahasiswa putri UMK yang sebagai penumpang sedangkan sopirnya adalah mahasiwa asal Semarang.

”Kalau yang mengemudikan adalah Anik (21) seorang laki-laki  asal Pati, mahasiswa Semarang. Sedangkan penumpangnya ada dua mahasiswi asal Universitas di Kudus yakni Noventi (21) asal Pati dan Ani Puspita Arti (20) asal Rembang,” katanya.

Sedangkan, sopir truk boks bernopol K 1630 SB adalah Juarman, seorang sopir dalam jasa distributor yang beralamat di Dersalam, Bae. Teman Juarman, Suroso (48) mengatakan, sopir yang dibawa ke rumah sakit itu, dikabarkan patah pada kakinya. Namun untuk kepastian masih belum dapat diketahui.

”Saya itu dikabari teman saya, kalau si Juarman itu kecelakaan. Makanya saya dan teman-teman datang kemari. Tapi sesampainya di sini sudah tidak ada, karna dibawa ke Mardi Rahayu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menjelaskan, sebenarnya sopir truk hendak kembali ke gudang. Namun sesampainya di sana malah terjadi kecelakaan, sehingga terpaksa dilarikan rumah sakit.

Dia menceritakan, sebenarnya Juarman mengantar teman sesama sopir untuk membenarkan kendaraan di Desa Panjang. Setelah selesai, mereka membawa kembali kendaraan ke gudang, dan terjadilah kecelakaan di sini.

Berdasarkan pantauan, kerusakan pada truk boks terdapat pada sisi kanan kendaraan, sedangkan mobil Suzuki Karimun terdapat pada sisi kiri. Keduanya hancur parah bahkan kaca sampai pecah.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lho, Avanza yang Jatuh ke Selokan Kaliputu Dikemudikan Pocong dan Nopolnya Jadi Rujukan Pasang Togel?

 Mobil Avanza berwarna putih yang jatuh di selokan makam Kaliputu, turut Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, masih menyimpan tanda tanya bagaimana peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/2/2016). (ISTIMEWA)


Mobil Avanza berwarna putih yang jatuh di selokan makam Kaliputu, turut Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, masih menyimpan tanda tanya bagaimana peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/2/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Cerita mengenai jatuhnya sebuah mobil Toyota Avanza ke selokan di depan makam Kaliputu, turut Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, pada Jumat (19/2/2016) sore, ternyata belum selesai.

Ada cerita menarik yang mewarnai peristiwa tersebut. Yaitu soal cerita bagaimana nomor polisi (nopol) dari mobil Avanza itu, menjadi rujukan bagi orang untuk memasang nomor pada judi togel.

Pembicaraan ini ramai di kalangan warga, setelah beberapa orang yang memasang judi togel sesuai nomor tersebut, ternyata tembus. Bahkan, ada yang sampai menyesal kenapa tidak memasang juga.

Sukarmin, sebut saja namanya begitu, adalah warga di sekitar lokasi kejadian, yang memiliki cerita tersebut. Menurutnya, kasus terjunnya mobil Avanza bernomor polisi K 8845 RR, masih sangat misterius.

”Siang itu kan, pemilik mobil sedang makan di salah satu warung di sana. Nah, tidak diketahui sebabnya, tiba-tiba mobil Avanza-nya itu jalan sendiri. Lantas terjun ke selokan di depan makam,” katanya, Sabtu (20/2/2016).

Itu sebabnya, banyak yang kemudian bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi. Lantas ada yang kemudian menanyakannya kepada salah seorang paranormal kenalannya.

”Kata paranormal tersebut, katanya mobil itu dikemudikan oleh pocong. Penumpangnya isinya pocong semua. Makanya meski tidak ditumpangi manusia, mobil itu bisa berjalan sendiri,” tuturnya.

Efeknya lagi dari peristiwa itu adalah dipasangnya nomor polisi Avanza tersebut, sebagai nomor judi togel. Banyak warga dari berbagai desa di sekitar lokasi kejadian, kemudian memasang togel dengan nomor tersebut.

”Percaya atau tidak, banyak yang tembus. Rata-rata yang masang bisa tembus semua. Selain itu, banyak juga yang kecewa karena tidak ikutan pasang,” katanya sambil tertawa.

Namun, entah apakah benar atau tidak, namun peristiwa terjunnya mobil Avanza warna putih ke selokan depan makam itu, memang belum diketahui penyebab pastinya.

Pemilik mobil sendiri, memang meninggalkan lokasi kejadian, sesaat setelah memanggil tukang derek untuk mengangkat kendaraannya. Warga sendiri memang banyak yang mengabadikan peristiwa itu.

Editor: Merie

Video – Avanza Putih Ini Nyemplung di Selokan Makam Kaliputu

Mobil Avanza putih bernomor K 8845 RR terlihat teronggok di dalam sungai di depan makam Kaliputu, turut Jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kudus, pada Jumat (19/2/2016). ISTIMEWA

Mobil Avanza putih bernomor K 8845 RR terlihat teronggok di dalam sungai di depan makam Kaliputu, turut Jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kudus, pada Jumat (19/2/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kudus, mendadak ramai pada Jumat (19/2/2016), sekitar pukul 16.00 WIB.

Pengguna jalan dikejutkan dengan terjun bebasnya sebuah mobil Avanza, ke dalam sungai yang ada di depan makam Kaliputu, Kudus. Bahkan, posisinya melintang di tengah-tengah selokan.

Dari penuturan warga yang ada di lokasi, mobil diketahui melaju dari arah selatan jalan. Entah apa alasannya, tiba-tiba saja mobil sudah terjun bebas ke dalam sungai kecil yang ada di depan makam.

Warga yang melihat kejadian itu, langsung mengerubungi lokasi. Diketahui kemudian bahwa mobil bernomor polisi K 8845 RR, rusak cukup parah di bagian depan.

”Tidak tahu itu kenapa bisa terjun ke dalam sungai. Tahu-tahu sudah di dalam sungai. Kita yang ada di sana, kaget juga. Kita hampiri untuk mengetahui apa yang terjadi,” jelas Ahmad, salah seorang warga yang kebetulan melintas di Jalan Kaliputu, saat kejadian berlangsung.

Sedangkan pengemudi mobil, terlihat cukup tenang dengan kejadian tersebut. Dia melangkah keluar dari mobil, kemudian mengambil sejumlah barang di dalamnya.

Diketahui kemudian, pengemudi laki-laki itu menelepon bantuan untuk menderek mobilnya. Setelah itu, dia meninggalkan lokasi dengan diboncengkan rekannya yang datang.

Kejadian itu cukup membuat arus lalu lintas menjadi tersendat. Banyak warga yang berhenti untuk melihat kondisi kendaraan. Beberapa di antaranya terlihat memfoto mobil tersebut.

Belum terlihat ada aparat kepolisian di lokasi kejadian. Sementara mobil Avanza tipe Veloz itu, masih teronggok di dalam selokan menunggu diderek.

Editor: Merie

 

Mobil Boks yang Diseruduk Truk Pengangkut Kayu di Jalur Lingkar Kudus Malah Kabur

Truk pengangkut kayu yang mengalami kecelakaan diderek untuk dibawa ke Satlantas Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Truk pengangkut kayu yang mengalami kecelakaan diderek untuk dibawa ke Satlantas Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Mobil boks yang diseruduk truk pengangkut kayu di Jalur Lingkar Selatan Kudus, tepatnya di Perempatan Jepang, Kecamatan Mejobo, dinilai cukup aneh. Tak meminta pertanggungjawaban karena telah ditabrak dari belakang, pengemudi mobil boks malah genjot kendaraannya untuk kabur.

M Haryono (25), sopir truk mengatakan, dirinya tak sempat mengetahui identitas mobil boks yang diseruduknya dari belakang tersebut. “Tidak tahu, dia malahan kabur. Tapi nampaknya mobilnya tidak apa-apa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Iptu Hartono mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut. “Baik sopir truk maupun mobil boks, semuanya selamat,” katanya.

Dia menjelaskan, kecelakaan tersebut disebabkan karena kurang konsentrasinya pengemudi truk, sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya. “Kami imbau, bagi para pengemudi agar lebih hati- hati dalam mengemudikan kendaraannya, apabila capek agar istirahat dan tidak melanjutkan perjalanan dulu,” ungkapnya.

Editor : Kholistono

Baca juga : Rem Blong,  Truk Pengangkut Kayu Seruduk Mobil Boks di Jalur Lingkar Selatan Kudus

Rem Blong,  Truk Pengangkut Kayu Seruduk Mobil Boks di Jalur Lingkar Selatan Kudus

Kondisi bagian depan truk pengangkut kayu yang rusak parah akibat menyeruduk mobil boks (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi bagian depan truk pengangkut kayu yang rusak parah akibat menyeruduk mobil boks (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Peristiwa kecelakaan kembali terjadi di Jalur Lingkar Selatan Kudus, tepatnya di Perempatan Jepang, Kecamatan Mejobo.  Kecelakaan antara truk pengangkut kayu dengan mobil boks ini terjadi pada Jumat (19/2/2016).

Informasi yang dihimpun, insiden kecelakaan tersebut terjadi di lokasi traffic light Perempatan Jepang. Di mana, truk pengangkut kayu tersebut menyeruduk mobil boks berhenti yang berada di depannya. Akibatnya, bagian depan truk pengangkut kayu penyok.

M Haryono (25) sopir truk mengatakan, kecelakaan terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. Ketika itu, dirinya mengira jika traffic light yang ada di Perempatan Jepang masih menyala hijau, tapi ternyata sudah merah. Karena, kurang konsentrasi, dirinya terkejut dan langsung menginjak rem. Tapi sial, ternyata remnya blong.

“Karena kaget, makanya saya menginjak rem, namun rem ternyata tidak berfungsi sehingga menabrak mobil boks yang ada di depan saya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, truk dengan nomor polisi  S 9230 UA yang dikemudikan dirinya itu mengangkut beban yang cukup berat, yakni beberapa balok kayu dalam ukuran besar. Kayu ini, dibawa dari Lamongan menuju Jepara.

“Petugas kepolisian datang tiga jam kemudian, yakni sekitar jam 9.00 WIB. Setelah itu, petugas mengatur arus lalu lintas, lantaran arus sempat tersendat,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Truk Ini Tiba-tiba Ban Depannya Ngangkat saat di Dawe Kudus

Truk dengan ban mengangkat ke depan di Cranggang, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Truk dengan ban mengangkat ke depan di Cranggang, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Gara-gara ada truk yang angkat ban depannya di Cranggang, Kecamatan Dawe, Kudus, warga setempat dibuat terheran-heran. Peristiwa terjadi di RT 2 RW 2 Cranggang barat, Rabu (17/2/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

Diketahui, kejadian itu menimpa truk dengan nomor polisi K 1483 NH warna hijau bermuatan kapas. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Salah satu warga Desa Cranggang RT 2 RW 2, Kecamatan Dawe, Tirna mengatakan, insiden terjadi saat truk melintasi jalanan naik. Tepatnya di tanjakan depan rumahnya.

“Berhubung muatannya banyak dan tinggi, muatan kapas itu terhalang batang pohon mangga yang melintang di atasnya. Sehingga truk itu tidak bisa naik. Namun malah jomplang ke belakang,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, truk tersebut mulanya membeli kapas dari warga Dukuh Tengger, Desa Cranggang bagian timur dan akan dibawa ke Pati. Tapi di tengah perjalanan, truk mengalami kecelakaan lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

56 Kecelakaan Terjadi di Kudus Selama 2016, Ini Penyebabnya

kecelakaan antara truk pengangkut oli dan pakan ayam di lingkar selatan kemarin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

kecelakaan antara truk pengangkut oli dan pakan ayam di lingkar selatan kemarin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya kasus kecelakaan di Kudus, disebabkan beberapa hal. Di antaranya adalah terlalu rendahnya median jalan sehingga kendaraan yang terjadi kecelakaan di jalan tersebut, berpotensi memperparah kecelakaan.

Hal itu diungkapkan Kanit Laka Pada Polres Kudus Iptu Hartono kepada MuriaNewsCom. Median jalan yaitu suatu pemisah fisik jalur lalu lintas yang berfungsi untuk menghilangkan konflik lalu lintas dari arah yang berlawanan, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Menurutnya, median jalan di Kudus terlalu rendah. Sehingga menyebabkan kecelakaan yang bersifat lebih parah dapat terjadi.

”Kendaraan yang mengalami kecelakaan dapat langsung menaiki median jalan. Kemudian kendaraan itu langsung melewati jalan yang dilalui kendaraan lainya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dengan kasus tersebut dibutuhkan adanya peninggian median jalan. Sehingga, kendaraan tidak dapat menaiki median jalan dan tidak melewati atau memasuki jalan lawan arah.

Seperti halnya kecelakaan yang terjadi kemarin, Selasa (2/2/2015). Kecelakaan itu juga membuat kendaraan sampai naik ke median jalan bahkan sampai menyeberang ke jalan lawan arah.

”Seperti daerah lainnya itu sudah tinggi. Demak misalnya, itu bagus karena sudah tinggi dan kebutaan tidak dapat melewatinya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama Januari 2016 hingga 2 Februari kemarin, kecelakaan di Kudus terjadi hingga 56 Kecelakaan. Sebuah angka yang besar untuk tahun yang menginjak bulan ke dua.

Tingginya angka kecelakaan itu, juga disebabkan adanya syarat keluarnya jaminan kecelakaan yang mana harus melampirkan surat keterangan kecelakaan dari pihak kepolisian.

”Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Sehingga dapat meminimalisir adanya hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Pecah Ban, Truk Boks Pengangkut Oli Tabrak Truk di Jalan Lingkar Kudus

Polisi mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan lingkar Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan lingkar Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian kecelakaan (laka) lalu lintas terjadi di Kudus, Selasa (2/2/2016).  Kali ini laka terjadi di jalan lingkar selatan Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Laka melibatkan kendaraan jenis truk boks muatan oli R-1850-CT dengan truk boks muatan pakan burung G-1913-GC.

Kanit Laka Polres Kudus Iptu Hartono mengatakan, laka bermula dari ban mobil sebelah kanan belakang truk pengangkut oli pecah. Hal itu menyebabkan truk menjadi oleng.

“Truk yang mengangkut oli melaju dari Ngembal menuju Jati mengalami pecah ban bagian kanan belakang. Kemudian kendaraan oleng dan menabrak median jalan,” kata Hartono usai memeriksa TKP.

Setelah menabrak median jalan, lanjutnya, truk pengangkut oli menabrak truk pengangkut pakan burung, yang melaju dari arah berlawanan.

Akibat kejadian itu, sopir truk muatan oli, Andika Kristianto (30) warga Cilacap serta sopir truk pengangkut pakan burung Zainal Aripin (32) warga Batang dilarikan ke RS Mardi Rahayu untuk menjalani perawatan.

“Beruntung masih aman, sehingga mereka hanya menjalani rawat jalan saja,”ungkapnya.

Kendaraan yang mengalami tabrakan, telah diangkut ke lapangan Uji SIM di barat UMK. Kedua bangkai kendaraan ditarik menggunakan mobil derek.

Editor : Akrom Hazami

5 Peristiwa Gegerkan Kudus saat Januari 2016

MuriaNewsCom, Kudus –  Ada  beragam peristiwa yang terjadi selama Januari 2016 di Kabupaten Kudus. MuriaNewsCom mengumpulkannya untuk Anda sebagai pengingat.

1. Seorang pria tiba-tiba menggorok lehernya sendiri di tengah jalan tepatnya di Jalan Pedurungan Tengah V-A. Peristiwa itu menghebohkan warga karena banyaknya darah yang keluar dan bercecer. Kejadian pada Selasa (5/1/2016) dengan nama korban Endro purnomo (31) warga Dukuh Grogol RT04 RW04, Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Pelaku bunuh diri saat hendak diangkut mobil polisi. (Murianewscom)

Pelaku bunuh diri saat hendak diangkut mobil polisi. (Murianewscom)

 

2. Pencuri mata uang Malaysia Ringgit di Kudus ditangkap. Totalnya 600 Ringgit serta uang Rp 7,5 juta. Pencuri di salah satu rumah di Kudus tertangkap di Solo. Korban adalah Roy Tamtama (39) Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo Kudus seorang karyawan swasta. Polisi menggelar kasus ini pada 22 Januari 2016.

Polisi meminta keterangan kepada para pelaku pencurian di Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi meminta keterangan kepada para pelaku pencurian di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

3. Kirab 30 kelenteng se Indonesia yang mengikuti kegiatan dari Kelenteng Hok Hien Bio Kudus, 24 Januari. Berbagai kelenteng menampilkan aksinya masing-masing. Termasuk di antaranya adalah aksi Kera Sakti beserta rombongan yang diperagakan oleh peserta kirab.

Peserta kirab Kera Sakti saat tampil di kirab Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. (MuriaNewsCom)

Peserta kirab Kera Sakti saat tampil di kirab Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

4. Paket diduga bom gegerkan warga Kudus. Yakni paketan berupa bungkusan kardus yang dikirmkan oleh jasa paket ke alamat Jalan Hos Cokroaminoto Desa Mlati Lor RT 2 RW 2, Kecamatan Kota, 28 Januari 2016. Paket itu ternyata adalah tumpukan gelas plastik.

Polisi berupaya membawa paketan yang diduga bom di Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi berupaya membawa paketan yang diduga bom di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

5. Sebanyak 55 orang eks Gafatar asal Kudus dipulangkan dari Kalimantan, 29 Januari 2016. Mereka dijemput Pemkab Kudus dari Donohudan, Boyolali. Kedatangan mereka disambut Bupati Kudus, Musthofa di pendapa pemkab.

Bupati Musthofa menemui eks Gafatar Kudus di Pendapa. (MuriaNewsCom)

Bupati Musthofa menemui eks Gafatar Kudus di Pendapa. (MuriaNewsCom)

 

Editor : Akrom Hazami

Hati-hati! Hal yang Dianggap Sepele Ini Bisa Buat Kamu Celaka

Salah seorang pengendara sepeda motor terlihat berhenti di area zebra cross (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pengendara sepeda motor terlihat berhenti di area zebra cross (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Angka kecelakaan lalu lintas selama 2015 di Kabupaten Kudus, tercatat mencapai 807 kasus. Dari sekian banyak kasus itu, didominasi kendaraan roda dua, karena kelalaian pengendara dalam berkendara di jalan raya.
Hal itu diungkapkan Kasatlantas Kudus AKP Aron Sebastian. Menurutnya, kendaraan roda dua memang jumlahnya sangat banyak. Namun, dengan berkendara yang baik, maka dapat menekan angka kecelakaan.

“Sejauh ini, penyebab terjadinya kecelakaan memang didominasi karena kelalaian pengendara motor. Meskipun faktor lainnya juga berpengaruh, seperti cuaca serta kondisi jalan raya. Namun, yang terbanyak disebabkan kelalaian pengendara,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk itu, taat berlalu lintas adalah hal penting. Katanya, banyak pengguna jalan yang sering menerobos aturan, seperti di traffic light, yakni lebih memilih menancap gas saat lampu kuning atau sudah merah sekalipun.

“Mungkin mereka berpikir kalau lampu baru saja merah. Jadi mereka malah memutar gas ketimbang menginjak rem,” ujarnya.

Hal tersebut , katanya, dapat berakibat fatal untuk pengendara. Sebab, pengendara dari arah lain bisa saja sudah melaju saat lampu hijau sudah nyala. Akibatnya, jika arah lainnya tidak mematuhi rambu, besar kemungkinan kecelakaan akan terjadi.

Dia menambahkan, jika masyarakat dapat mematuhi rambu lalu lintas, maka akan mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, dengan patuh dengan lalu lintas akan membuat arus lalu lintas lancar dan cepat. Mengingat, rambu adalah sebagai pengatur

“Sosialisasi terus dilaksanakan. Bahkan dibeberapa titik juga tertulis imbauan hati-hati. Seperti tulisan keluarga yang menunggu di rumah dan lain sebagainya,” ujarnya.

KBO Lantas Iptu Anwar menambahkan, untuk itulah pihak lantas kerap melakukan razia. Hal itu untuk menertibkan pengguna jalan, agar patuh kepada aturan, termasuk dengan kelengkapan surat kendaraan. “SIM itu untuk lima tahun,jika membeli sepeda motor saja bisa, maka seharusnya membuat SIM juga mudah,” ungkapnya.

Berdasarkan pantuan, beberapa daerah persimpangan kerap kali dilanggar pengguna jalan. Seperti di pertigaan Yakis, Perempatan Prambatan, Pertigaan Ngembal serta daerah lainnya.”Khususnya bagi yang belok kiri ikuti lampu atau lurus ikuti lampu. Banyak juga itu yang menerobos,” jelasnya.

Editor : Kholistiono