2 Tewas saat Fortuner Kecelakaan di Pecangaan Jepara

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B1652SJP oleng di jalan Jepara-Kudus turut Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Jepara, Sabtu (17/9/2016) sekitar pukul 04.00 WIB.

Mobil tersebut ditumpangi delapan orang yang masih satu keluarga. Dua dari delapan penumpang tersebut, dua orang tewas setelah mengalami luka berat pada bagian kepala.

Delapan orang tersebut adalah Sunardiyanto (42), Emil Yulia (39), Harum Putri Siyayaroyani (13). Ketiganya merupakan warga jalan Suka Mulia Gang Jambu Tangerang. Kemudian Kaila Dafina (10), Reza Relnaldi (13), Tutin Aniarita (38), Selena Elora Fitria (6), keempatnya merupakan warga jalan Singa Raya gang Lukis Jakarta Selatan. Selain tujuh orang itu, satu sopir yakni Dwi Ariyanto (37), warga Grabag Magelang.

Dua orang yang diketahui tewas adalah Emil Yulia (39) dan Sunardiyanto (42). Keduanya tewas setelah mengalami luka berat pada bagian kepala. Sedangkan penumpang lain masih dirawat di RSUD Kartini Jepara. Diketahui bahwa korban selamat mengalami luka-luka pada bagian kaki dan tangan.

Kasatlantas Polres Jepara, AKP Andhika Wiratama mengemukakan, peristiwa terjadi pada Sabtu pagi tadi, di jalan raya Jepara-Kudus, depan masjid turut Desa Pecangaan Kulon. Kondisi jalan saat kejadian cenderung sepi, sehingga dimungkinkan kecepatan mobil tinggi.

“Ini kecelakaan tunggal. Mobilnya oleng hingga ke pinggir jalan, kemudian menabrak pohon. Saat kejadian kondisi jalan sepi karena masih pagi sekali,” ujar Andhika kepada MuriaNewsCom, Sabtu (17/9/2016)

Menurutnya, sebagian besar korban mengalami luka di bagian kaki dan tangan. Sebagian yang lain memang mengalami luka berat di bagian kepala. Usai diketahui kejadian tersebut, petugasnya melakukan olah TKP dan membawa para korban ke RSUD Kartini Jepara.

Sementara itu, petugas kamar jenazah RSUD Kartini, Jono mengatakan, dua jenazah masih di rs. Sebagaian korban dirawat intensif di rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, korban tewas akibat luka berat di bagian kepala.

“Hasil pemeriksaan dokter, luka dibagian kepala cukup parah sehingga nyawa korban tidak mampu diselamatkan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, rombongan keluarga dari Tangerang dan Jakarta Selatan tersebut berniat mengunjungi salah satu anggota keluarga yang diketahui mondok di salah satu pondok pesantren yang ada di Kecamatan Bangsri, Jepara. Namun, belum sampai ke lokasi tujuan, nasib nahas terjadi pada mereka.

Editor : Akrom Hazami           

Pengendara Honda Beat Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Demaan-Tegalsambi Jepara

 

 

Kecelakaan

  MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini terjadi Jalan Demaan – Tegalsambi, Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Kota Jepara. Kecelakaan ini terjadi antara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi K 6150 HV dengan kendaraan yang belumdiketahui identitasnya. Hal ini, karena lawannya sudah melarikan diri.

Satu korban mengalami luka bernama Aris Kurniawan warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Jepara. Korban yang mengendarai Honda Beat tersebut mengalami luka di bagian kepala setelah ditabrak kendaraan lainnya yang tak diketahui identitasnya itu.

Peristiwa ini terjasi sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (25/4/2016) malam tadi. Awalnya, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat berjalan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang. Sesampai di tempat kejadian peristiwa (TKP), korban berjalan mendahului kendaraan lain kemudian terjadi singgungan antara kedua kendaraan tersebut.

“Diduga, karena kekurang hati-hatian dari masing-masing pengendara.Sebab kondisi jalan halus dan mulus, tanpa ada lubang,” kata Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama melalui salah satu stafnya kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/4/2016).

Menurut dia, korban yang mengalami luka di bagian kepala tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara. Sedangkan, sepeda motor yang dikendarai dalam kondisi rusak bagian bodi sisi kanan dan kiri.

“Beruntung, korban tidak mengalami luka parah. Dia dirawat di RSUD Kartini Jepara. Sedangkan kondisi kendaraan rusak parah. Sampai saat ini lawannya masih belum diketahui, karena begitu peristiwa kecelakaan langsung lari dan tidak ada yang mengetahui pasti,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Truk Kontainer Tertimpa Pohon Angsana di Jalan Welahan-Gotri Jepara

Truk kontainer bermuatan produk-produk mebeler dari Jepara tertimpa pohon angsana yang terjatuh di jalan Welahan - Gotri, turut Kecamatan Welahan, Jepara, pada Rabu (23/3/2016) malam tadi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Truk kontainer bermuatan produk-produk mebeler dari Jepara tertimpa pohon angsana yang terjatuh di jalan Welahan – Gotri, turut Kecamatan Welahan, Jepara, pada Rabu (23/3/2016) malam tadi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah truk kontainer bermuatan produk-produk mebeler dari Jepara tertimpa pohon angsana yang terjatuh di jalan Welahan – Gotri, turut Kecamatan Welahan, Jepara, pada Rabu (23/3/2016) malam tadi. Beruntung dalam musibah ini pengemudi selamat, hanya kabin truk yang mengalami kerusakan parah.

Truk kontainer tersebut bernomor polisi H 1636 BP, dan dikemudikan oleh Taufik. Peristiwa tumbangnya pohon yang mengenai kendaraan besar itu menyita perhatian warga sekitar dan yang melintas di jalur utama Jepara – Semarang itu.

Selang beberapa saat, lantaran mendapatkan laporan peristiwa itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Jepara langsung mendatangi lokasi. Kemudian melakukan pemotongan terhadap pohon yang menimpa truk kontainer tersebut, dengan menggunakan mesin gergaji. Evakuasi pohon tersebut berjalan lancar dan sekitar pukul 22.30 WIB sudah dapat dievakuasi.

Sementara itu, salah seorang saksi mata dalam peristiwa tersebut, Arif Mukhalim mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat truk kontainer melaju dari arah Jepara menuju Semarang. Ketika itu, truk mencoba menghindari mobil yang berputar arah.

”Tetapi tiba-tiba box kontainer menyangkut cabang pohon angsana. Lalu tertimpa itu bagian depan truk oleh pohon,” ujar Arif kepada MuriaNewsCom.

Setelah evakuasi batang pohon selesai dilakukan, truk kontainer dibawa ke tepi ruas jalan raya tersebut. Pasalnya, akibat peristiwa ini juga arus lalu lintas di jalan raya tersebut mengalami kemacetan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Video – Jembatan Kedungbule Jepara Makan Korban, 1 Tewas, 1 Luka Parah

Korban mendapatkan perawatan di rumah sakit (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Korban mendapatkan perawatan di rumah sakit (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jembatan Kedungbule, Jalan Jepara-Kudus tepatnya di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, Selasa (22/3/2016) sore tadi. Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor dan bus, hingga mengakibatkan satu korban tewas dan satu lainnya kritis.

Peristiwa ini bermula ketika pengendara sepeda motor Vario dengan nomor polisi H 5922 NF yang diketahui bernama Rukemi (49), warga Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Rukemi memboncengkan Habib Mustafa (49).

Kendaraan yang dikendaraibertabrakan dengan Bus Dewi Sri jurusan Jepara – Semarang dengan nomor polisi H 1435 BE  yang dikemudikan oleh Heru Fitriyanto (25), warga Desa Tempuran, Demak.

Akibat kejadian tersebut, Rukemi, yang mengendarai sepeda motor tewas di lokasi kejadian, karena mengalami luka parah pada bagian kepala. Sedangkan Habib, mengalami patah tulang pada tangan dan luka di pelipisnya. Saat ini, kondisinya kritis . Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Kartini Jepara.

Salah seorang saksi mata, Murdi mengatakan, saat kejadian, bus yang sedang melaju dari dari arah selatan tersebut hendak menyalip truk di depannya. Namun dari arah yang berlawanan ada sepeda motor korban yang sedang melaju. Kemudian, bus menyalip di luar jalur.

“Kecelakaan terjadi tepat di jembatan. Bus yang mau menyalip tersebut langsung menabrak pengendara motor. Satu orang langsung meninggal di lokasi,” katanya.

Kecelakaan tersebut sudah ditangani Satlantas Polres Jepara. Sedangkan sopir bus saat ini diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangan.

Editor : Kholistiono

 

Truk Tercebur di Sungai Jepara Usai Sopirnya Pulang dari Nonton Orkes Dangdut

arga mengerumuni lokasi truk yang tercebur di sungai Desa Sowan, Kecamatan Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

arga mengerumuni lokasi truk yang tercebur di sungai Desa Sowan, Kecamatan Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Truk tanpa muatan tercebur di sungai di Desa Sowan, Kecamatan Kedung, Jepara. Truk bernomor polisi K 1802 CB itu tercebur setelah terguling di sisi sungai, Senin (1/2/2016).

Diduga, sopir kehilangan konsentrasi kemudian terlalu minggir ke sisi sungai. Terlebih, struktur tanah yang berada di pinggir sungai labil dan mudah ambles. Akibatnya, truk pun tercebur ke sungai berkedalaman sekitar tujuh meter.

Dari keterangan salah seorang saksi, Ridwan, truk tersebut mengalami kecelakaan tunggal. Pengemudi truk tersebut bernama Marom, sedangkan pemilik kendaraan bernama Dofirin. Keduanya merupakan warga Desa Surodadi, Kecamatan Kedung, Jepara.

“Truk itu sebelumnya mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan yang licin dan sempit. Kemudian terlalu ke pinggir jadi kecebur ke sungai,” kata Ridwan.

Lebih lanjut dia mengemukakan, setelah mengetahui truk itu tercebur sungai. Dia melihat sang sopir keluar dari truk kemudian pergi meninggalkan kendaraannya.

“Sebelumnya diketahui pengemudi usai menonton orkes dangdut. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini,” terangnya.

Sontak, kejadian tersebut menyita perhatian warga. Kemudian, badan truk diikat dengan sejumlah tali oleh sejumlah warga sembari menunggu alat berat untuk mengevakuasi. Sampai Senin pagi, truk tersebut belum dapat dievakuasi dan masih menunggu alat berat.

Editor : Akrom Hazami

Ini Kronologi Lakalantas di Bandengan Jepara

Polisi mengecek bus yang mengalami kecelakaan dengan sepeda motor dan mengakibatkan satu orang tewas (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi mengecek bus yang mengalami kecelakaan dengan sepeda motor dan mengakibatkan satu orang tewas (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur wisata pantai Bandengan Jepara antara sepeda motor Suzuki Satria tanpa nomor polisi dengan Bus Pariwisata Asna Trans bernomor polisi K 1718 CB. Satu korban tewas di lokasi kejadian, dan satu korban lain kritis dan saat ini mendapatkan perawatan di rumah sakit. Peristiwa terjadi pada Jumat (25/12/2015) sekitar pukul 16.30 WIB.

Data yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa ini bermula saat bus pariwisata melaju dari arah timur hendak menuju Pantai Bandengan. Dari arah berlawanan utara (keluar dari Pantai Bandengan) muncul sepeda motor jenis Satria warna hitam yang ditumpangi dua orang melaju dengan kencang.

“Sepeda motor tersebut melaju dengan kencang di tengah sampai melebihi garis marka. Padahal saya sudah minggir-minggir tapi tetap tertabrak,” kata Marno, supir Bus Pariwisata Asna Trans yang diketahui warga Karanganyar Surakarta.

Dua korban yang berboncengan menaiki Suzuki Satria menabrak bagian depan kanan bus pariwisata tersebut. Keduanya terpental, salah satu di antaranya terlindas bagian roda belakang dan meninggal di tempat.

Satu korban tewas dalam kondisi mengenaskan. Sebab, saat kejadian, korban tidak mengenakan helm. Setelah peristiwa terjadi, jenazah korban di bawa ke kamar mayat RSUD Kartini Jepara. Sedangkan korban kritis di rawat di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Korban tewas bernama Syamsul Hadi (30), dan korban kritis bernama Miftah (23). Keduanya merupakan warga Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Video – Korban Laka lantas Bandengan Jepara Diduga Kendarai Sepeda Motor Dalam Kondisi Mabuk

Sepeda motor korban dibawa petugas Satlantas Polres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sepeda motor korban dibawa petugas Satlantas Polres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dua warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bandengan-Jepara. Satu korban tewas di lokasi kejadian bernama Syamsul Hadi (30), dan korban kritis dirawat di RSI Sultan Hadlirin bernama Miftah (23).

Berdasarkan data yang dihimpun MuriaNewsCom, kedua korban ternyata baru meninggalkan lokasi pertunjukan orkes dangdut yang digelar di sekitaran Pantai Bandengan Jepara.

Korban diketahui mengendarai sepeda motor Suzuki Satria tanpa plat nomor dengan melaju kencang dan cenderung ugal-ugalan dan nahas korban menabrak bus pariwisata yang mengangkut rombongan dari Surakarta. Selain itu, korban juga tidak mengenakan helm.

“Pengendara seperti dalam kondisi mabuk. Jalannya melaju kencang mengambil jalur kanan. Kalau tidak ada mobil saya, dia bablas ke kebun,” ujar Marno supir bus pariwisata Asna Trans bernomor polisi K 1718 CB, Jumat (25/12/2015).

Sementara itu, Kasatlantas Polres Jepara melalui salah satu petugas bagian lakalantas Suyitno menyatakan, korban meninggal di tempat dengan kepala hancur akibat terlindas roda belakang bus.

Usai kecelakaan terjadi, korban meninggal langsung dibawa ke RSUD Kartini. Sementara, satu korban lainnya yang luka di bawa ke RSI Sultan Hadirin untuk mendapatkan perawatan.“Pihak kepolisian juga masih menggali keterangan dari supir bus pariwisata tersebut,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Video – Angka Kecelakaan di Jepara Semakin Tinggi

Proses evakuasi korban lakalantas Polres Jepara dalam acara simulasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Proses evakuasi korban lakalantas Polres Jepara dalam acara simulasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jepara belum genap setahun telah kelihatan meningkat dari tahun 2014 lalu. Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama. Menurut dia, lakalantas terjadi karena beberapa faktor, termasuk human error maupun infrastruktur yang tidak memadai.

“Dari data yang ada, sejak 1 Januari sampai 1 Desember 2015, sudah ada 291 kejadian lakalantas. Dengan korban meninggal dunia 92 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 317 orang. Selain itu, kerugian materiil mencapai Rp 300 jutaan,” ujar Andhika kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika dibanding tahun 2014 lalu cukup meningkat. Sebab, di tahun 2014 lalu ada 240 kejadian dengan korban meninggal dunia 78 orang dan kerugian materiil sekitar Rp 186 jutaan. Dari data tersebut,nampak jelas bahwa lakalantas di tahun 2015 ini meningkat meski baru memasuki bulan Desember.

“Melalui berbagai kegiatan termasuk simulasi penanganan lakalantas, diharapkan peran semua pihak terutama Satlantas Polres Jepara, polsek dan Puskesmas dapat selalu kompak memanfaatkan golden periode, yakni 10 menit pertama setelah lakalantas terjadi, agar meminimalisisasi korban jiwa,” ungkapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Kecelakaan di Ngabul Jepara, 1 Tewas, 1 Luka Parah

Proses evakuasi korban lakalantas dalam simulasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Proses evakuasi korban lakalantas dalam simulasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Pasar Ngabul Baru, Tahunan, Jepara, pada Selasa (1/12/2015). Satu korban tewas dan satu terluka parah hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara.

Peristiwa bermula, ketika korban diketahui mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan kemudian menyalip kendaraan didepannya, namun dari arah berlawanan ada mobil yang melintas hingga korban terserempet dan terjatuh.

Setelah terjatuh, salah seorang saksi menghubungi Polsek Tahunan. Kemudian, anggota Poslek Tahunan menuju ke tempat kejadian perkara. Selain itu, mereka berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk meminta bantuan, karena diketahui korban ada yang meninggal dan terluka parah. Tak berselang lama, dari Puskesmas Tahunan langsung datang ke lokasi menggunakan mobil ambulan. Tak hanya itu, petugas dari unit Lakalantas Polres Jepara juga mendatangi lokasi lengkap dengan mobil yang digunakan untuk mengevakuasi.

Tak berselang lana petugas dari PT Jasa Raharja mendatangi lokasi untuk mengecek terjadi lakalantas. Korban yang terluka parah telah dirujuk ke RSUD RA Kartini dan berhasil diselamatkan. Sementara korban tewas di lokasi langsung di bawa ke rumah duka.

Eits…, namun peristiwa ini hanyalah rentetan simulasi penanganan Lakalantas Terpadu. Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, simulasi tersebut digelar untuk mengoptimalisasi pemanfaatan ambulanc Puskesmas dan peran Polsek guna mencapai “Golden Periode” sebagai upaya mencegah adanya korban yang fatalketika mengalami kecelakaan.

“Seperti data yang ada, kasus kecelakaan lalu lintas di Jepara masih cukup tinggi, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Harapannya dengan simulasi ini dapat memaksimalkan peran semua pihak,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Identitas Sopir dan Kernet Truk Kontainer yang Tewas Tertimpa Boks

Proses evakuasi truk kontainer yang mengalami kecelakaan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Proses evakuasi truk kontainer yang mengalami kecelakaan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kecelakaan lalu lintas terjadi pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara. Insiden antara truk dump dan truk kontainer tersebut mengakibatkan dua orang tewas di tempat, yakni sopir dan kernet truk. Sopir dan kernet truk kontainer tewas karena tertimpa bokskontainer yang dimuatnya.

Identitas korban baru diketahui usai proses evakuasi selesai dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Korban yang merupakan sopir diketahui bernama Joko Sutresno (37), warga Desa Gemah RT 02 RW 09 Semarang. Sedangkan yang menjadi kernet diketahui bernama Triono (33), warga Desa Panjangan, Semarang. Setelah dievakuasi, kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Kartini.

“Setelah sampai di kamar jenazah rumah sakit, korban yang sudah meninggal kemudian dimandikan,” ujar petugas kamar jenazah RSUD Kartini Jono kepada MuriaNewsCom, Rabu (25/11/2015).

Sementara itu, pengemudi dan kernet truk dump yang menabrak kontainer, sudah diamankan pihak kepolisian. Mereka diketahui bernama Gunarso (34) yang merupakan sopir dan Ari Widodo (28) selaku kernet. Keduanya merupakan kakak beradik berasal dari Demak.

Dalam pemberitaan sebelumnya, nasibnahas menimpa sopir dan kernet kontainer bernomor polisi B 9327 UEK. Saat tertidur lelap di dalam kontainer yang mereka parkir, tiba-tiba boks muatan kontainer lepas dan menimpa kepala truk kontainer tempat mereka tidur, yang mengakibatkan keduanya tewas.

Peristiwa ini terjadi pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB. Kejadiannya berada di Jalur Lingkar Ngabul-Mulyoharjo, Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara.

Truk kontainer tersebut ditabrak truk dump bermuatan batu dari belakang. Kemudian, kontainer bermuatan boks terdorong dan terlepas, sehingga menimpa kepala truk yang di dalamnya ada sopir dan kernekt truk kontainer yang sedang terlelap tidur. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Kronologi Kecelakaan Truk Dam Hingga Memakan Korban Jiwa

Sepeda motor bernopol K 5964 NC milik korban tewas Septian Febriyanto (15) masih diperiksa pihak kepolisian. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sepeda motor bernopol K 5964 NC milik korban tewas Septian Febriyanto (15) masih diperiksa pihak kepolisian. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Truk dam pengangkut hasil galian C di Kecamatan Nalumsari mengakibatkan salah seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia. Hal itu terjadi ketika kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Bendanpete, Kecamatan Nalumsari, Jepara tak jauh dari balai desa setempat, Minggu (15/11/2015). Dari hasil pemeriksaan para saksi-saksi, pihak kepolisian mengetahui kronologi peristiwa tersebut.

Kapolsek Nalumsari Iptu Sugiyono menerangkan kronologi peristiwa tersebut. Menurut dia, peristiwa bermula dari korban meninggal bernama Septian Febriyanto (15) yang mengendarai sepeda motor bernopol K 5964 NC melaju dari arah utara (Jalan yang menghubungkan Desa Ngetuk – Desa Bategede), sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), korban hendak menyalip truk dam. Tetapi, dari arah selatan (Bendanpete – Ngetuk) ada pengendara bernopol B 4142 JW yakni korban luka bernama Hernik Sulistiyowati (18).

”Kemudian terjadilah kecelakaan lalu lintas. Septian Febriyanto terjatuh dan terkena truk dam yang hendak disalipnya hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Sugiyono kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, usai kejadian truk dam melarikan diri. Sebagaimana keterangan para saksi, ada dugaan korban meninggal akibat terlindas truk dam yang memang bertonase tinggi.

Korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit islam (RSI) Kudus, yang jaraknya relatif lebih dekat dari lokasi kejadian. Sedangkan supir truk dam sempat melarikan diri dan dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

”Setelah mendapatkan informasi, kami mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi. Ada dua saksi yang kami mintai keterangan dan memang kecelakaan melibatkan truk dam yang melintas,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Kecelakaan Karambol di Jepara, Pengemudi Xenia Diduga Ngantuk

Daihatsu Xenia bernomor polisi B 1356 TZJ yang diduga kuat pengendaranya mengantuk sehingga mengakibatkan tabrakan karambol. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Daihatsu Xenia bernomor polisi B 1356 TZJ yang diduga kuat pengendaranya mengantuk sehingga mengakibatkan tabrakan karambol. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kecelakaan karambol yang melibatkan tiga mobil hingga mengalami kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Sukarno-Hatta, turut Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara, tepat di depan RSUD Kartini Jepara, Jumat (13/11/2015) sore tadi.

Penyebab peristiwa tersebut diduga kuat sopir mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi B 1356 TZJ dalam kondisi mengantuk. Akibatnya, yang mendadak menabrak Avanza warna hitam bernomor polisi K 8738 L, dan terpental menabrak Toyota Rush warna silver bernomor polisi B 1588 KZA.

Pengendara Toyota Rush, M Awang (41) menerangkan, saat melaju tepat di depan RSUD Kartini Jepara, secara tiba-tiba mobil Xenia yang melaju cukup kencang dari arah selatan keluar jalur. Seketika mobil tersebut menghantam mobil Avanza yang berada tepat di depannya.

”Setelah menabrak Avanza, mobil Xenia terpental dan menabrak mobil saya,” kata Awang kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, saat menabrak, mobil Daihatsu Xenia tidak sedang dalam keadaan mendahului kendaraan lain. Sehingga kuat dugaan pengemudi dalam keadaan mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, Avanza hitam yang tertabrak kali pertama mengalami kerusakan pada body bagian kiri, serta ban kanan belakang pecah. Adapun mobil yang menabrak mengalami kerusakan parah di bagian depan. Ban depan bagian kanan juga pecah. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. (WAHYU KZ/TITIS W)

Tiga Mobil Rusak Akibat Tabrakan Karambol di Depan RSUD Kartini Jepara

Salah satu mobil yang mengalami kecelakaan di depan RSUD Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu mobil yang mengalami kecelakaan di depan RSUD Kartini Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa kecelakaan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini kecelakaan terjadi secara karambol di Jalan Sukarno – Hatta, Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara atau tepat di depan RSUD Kartini Jepara, pada Jumat (13/11/2015) sore tadi.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga mobil yang terlibat kecelakaan karambol mengalami kerusakan. Ketiganya adalah mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi B 1356 TZJ, Avanza warna hitam bernomor polisi K 8738 L dan Toyota Rush warna silver bernomor polisi B 1588 KZA.

Dari keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, kecelakaan itu terjadi berawal dari mobil Daihatsu Xenia menghantam dua mobil lainnya yang berlawanan arah. Yakni mobil Avanza warna hitam dan Toyota Rush warna silver yang kedua mobil itu melaju dari arah utara. Sedangkan mobil yang menabrak melaju dari arah selatan.

“Saat tiba di depan RSUD Kartini, tiba-tiba mobil Xenia yang melaju kencang menabrak mobil Avanza yang ada di depan mobil saya,” ujar Pengendara Toyota Rush, M Awang (41) kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, setelah mobil Xenia menabrak mobil Avanza, mobil Xenia terpental dan menabrak mobil Rush yang dia kendarai. Akibatnya, mobil yang dia kendarai juga ikut rusak.“Mobil saya yang kena sebelah kiri, otomatis sisi kiri rusak karena tertabrak,” katanya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani oleh Unit Lakalantas Satlantas Polres Jepara. Ketiga mobil beserta pengendara sementara dibawa ke Mapolres Jepara untuk diproses lebih lanjut. Arus lalu lintas sempat tersendar beberapa menit. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Usai Lindas Guru, Sopir Truk Kontainer Diadang Warga

Ilustrasi Kecelakaan

Ilustrasi Kecelakaan

 

JEPARA – Jalur tengkorak di jalan Jepara – Kudus, tepatnya di dekat tikungan Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, kembali menelan korban jiwa.
Salah seorang guru swasta di salah satu SMA di Jepara, Miftakha, tewas setelah terlindas truk kontainer. Korban merupakan warga RT 3 RW 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara,

Dalam musibah itu, sopir truk kontainer, Teguh (42), warga Purwodadi, Kabupaten Grobogan, mengaku tak mengetahui dan merasa jika kendaraan yang dikemudikannya tak melindas korban.
Dia baru menghentikan laju truknya setelah beberapa meter dari lokasi kejadian. Tepatnya saat dia diberitahu warga dan diadang warga.
“Sebelumnya saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dihentikan banyak warga,” kata sopir bermuatan kayu Jati dari Surabaya itu.
Dari penuturan salah seorang saksi mata, Sholihin (34), Miftakha yang mengendarai sepeda motor bernopol K 4981 BV sebelum terlindas kontainer sempat menabrak trotoar. Kemudian korban terjatuh dan terlindas ban belakang truk kontainer bernopol DA 1250 AL.

“Kontainer dari arah timur melaju di depan sepeda motor korban. Kemudian korban mencoba mendahului dari sisi kiri, tapi sampai di jembatan menyenggol trotoar dan terjatuh ke kanan lalu terlindas ban belakang kontainer,” ujar Sholihin. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)
FOTO Ilustrasi

Ngeri, Guru Terlindas Truk di Jalur Tengkorak Jepara-Kudus

Ilustrasi Kecelakaan

Ilustrasi Kecelakaan

 

JEPARA – Kudus tepatnya di ruas jalan Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan Jepara, yang disebut sebagai jalur Tengkorak oleh pihak kepolisian kembali menelan korban jiwa. Kali ini, seorang guru menjadi korban dalam kecelakaan di jalur tersebut.

Korban yang diketahui seorang guru swasta di salah satu SMA di Jepara bernama Miftakha itu tewas seketika setelah terlindas truk kontainer bermuatan kayu.

Dari penuturan salah seorang saksi mata, Sholihin (34), Miftakha yang mengendarai sepeda motor bernopol K 4981 BV sebelum terlindas kontainer sempat menabrak trotoar kemudian terjatuh dan terlindas ban belakang truk kontainer bernopol DA 1250 AL.

“Truk kontainer dari arah timur melaju di depan sepeda motor korban. Kemudian korban mencoba mendahului dari sisi kiri, tapi sampai di jembatan menyenggol trotoar dan terjatuh ke kanan lalu terlindas ban belakang truk kontainer,” ujar Sholihin, Senin (12/10/2015).

Korban,  diketahui merupakan warga RT 3 RW 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, dan meninggal di lokasi kejadian dalam kondisi terluka parah, kemudian jenazah dibawa ke RSUD Kartini sebelum dimakamkan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Belum Dievakuasi, Kontainer Masih Melintang di Jalan

 

Kontainer yang mengalami kecelakaan di Jalur Lingkat Timur, Desa Mulyoharjo masih belum dievakuasi hingga siang ini (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kontainer yang mengalami kecelakaan di Jalur Lingkat Timur, Desa Mulyoharjo masih belum dievakuasi hingga siang ini (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kontainer bernomor polisi H 1777 BH yang berjalan mundur menubruk truk dibelakangnya, dan terperosok pada Rabu (7/10/2015) malam, sampai saat ini belum dievakuasi. Selain itu, ternyata sopir kontainer tersebut telah melarikan diri.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama melalui Kanit Laka Lantas Ipda Edy Purwanto mengatakan, sampai saat ini pihak kepolisian masih menunggu alat berat atau crane dari Semarang untuk mengevakuasi kontainer tersebut. ”Kami masih menunggu alat untuk mengevakuasi,” kata Edy, Kamis (8/10/2015).

Menurutnya, sopir kontainer tersebut sudah melarikan diri sejak terjadi kecelakaan. Sampai saat ini, sopir belum dapat diketahui, lantaran tidak ada identitas yang lengkap di dalam kendaraan.

Seperti diberitakan MuriaNewsCom sebelumnya, sebuah kontainer lepas kendali dan terperosok di Jalan Lingkar Timur, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota Jepara, Rabu (7/10/2015) sekitar pukul 20.00 WIB. Tak hanya terperosok saja, namun juga malang dan mengakibatkan akses jalan tertutup.

Dari keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa bermula ketika kontainer tersebut ingin naik di jalan yang menanjak. Namun diduga tak kuat, maka sang sopir meminta bantuan kepada kendaraan yang berada di belakang untuk menarik kontainer tersebut.

“Awalnya, sopir kontainer minta tolong saya untuk narik kendaraannya. Tapi ketika sopirnya balik menaiki kontainer, justru konteinernya mundur kemudian menimpa kendaraan saya,” kata Usi Mawardi, seorang saksi yang juga sopir truk yang tertabrak. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)