Terpeleset di Sungai Lusi, Bocah Berusia 11 Tahun di Kedungrejo Grobogan Dicari Tim SAR

Warga dan anggota Tim SAR gabungan berada di pingggir aliran sungai Lusi di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, untuk mencari korban tenggelam Minggu (9/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai Lusi di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Minggu (9/4/2017). Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Korban tenggelam seorang bocah berusia 11 tahun bernama Moh Multazam Arrsyad, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, pagi itu korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama tiga teman sebanya. Yakni, Kaidar, Moh Faruq, dan Rokhim.

Tenggelamnya korban terjadi saat hendak mengambil sebongkah tanah dipinggiran sungai. Usai mengambil tanah, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Salah seorang temannya yang berdiri di bibir sungai sebenarnya sudah berupaya menarik tangan korban. Namun, setelah pegangan tangan terlepas karena terhempas arus air.

Selanjutnya, rekan korban berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hingga tengah hari hasilnya masih nihil.

“Kita masih melakukan pencarian bersama tim SAR. Semoga korban bisa cepat kita temukan,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Editor: Supriyadi

Duuueer! Berhenti Terlalu Dekat Rel, Mobil Toyota Rush Dihantam Kereta, 1 orang Tewas

Kondisi mobil Toyota Rush yang dihantam kereta barang di Tegowanu Grobogan, Jumat malam. Bagian depan mobil rusak parah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi mobil Toyota Rush yang dihantam kereta barang di Tegowanu Grobogan, Jumat malam. Bagian depan mobil rusak parah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Peristiwa kecelakaan cukup mengerikan terjadi di perlintasan kereta api yang berada di Desa Tegowanu Kulon, Kecamatan Tegowanu, Jumat (30/09/2016) malam.  Sebuah mobil Toyota Rush warna silver hancur setelah disambar kereta barang jurusan Jakarta-Surabaya.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu menimbulkan satu korban jiwa dan tiga orang luka-luka. Korban tewas diketahui bernama Eriko (13). Sementara korban luka, Rustanto (46), Eti (44), dan Andreas (9). Semua korban beralamat di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat itu, mobil dengan nopol K 9395 JF datang dari arah selatan (Tanggungharjo) menuju ke utara (Tegowanu). Sesampai di perlintasan palang pintu korban sempat mau melaju. Namun, saat itu ada warga sekitar yang memberikan tanda agar kendaraan itu berhenti karena ada kereta yang melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya.

Melihat ada orang yang memberi peringatan, Rustanto yang memegang stir kemudian menghentikan kendaraannya.

Sayangnya, posisi kendaraan saat berhenti terlalu dekat dengan rel. Akibatnya, saat kereta melintas, bagian depan mobil tersebut sempat tersambar. Hantaman kereta ini sempat menyebabkan mobil tersebut terseret hingga 10 meter jauhnya.

Menurut keterangan warga, penjaga swadaya di perlintasan itu sudah meminta kendaraan untuk lebih mundur. Sebab, mobil Toyora Rush itu terlalu dekat dengan rel. Namun, sebelum bergerak mundur, mobil sudah keburu disambar kereta barang dari arah barat.

’’Sopirnya tadi sudah sempat saya suruh mundur. Tapi kayaknya mesin mobil macet. Beberapa penumpang sempat mau meloncat tapi kereta keburu menyambar kendaraan,’’ kata Saroji, penjaga perlintasan kereta tanpa palang pintu itu.

Beberapa saat setelah kecelakaan, warga sekitar langsung berhamburan untuk memberikan pertolongan. Setelah berupaya keras melakukan evakuasi,  keempat penumpang selanjutnya dilarikan ke RS Pelita Anugrah Mranggen, Demak. Sayangnya, satu korban, yakni Eriko tidak berhasil terselamatkan lantaran lukanya sangat parah. Sedangkan tiga penumpang lainnya dikabarkan hanya mengalami luka ringan.

Sementara itu, Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno mengatakan, dari penyelidikan sementara, kecelakaan tersebut disebabkan kurang hati-hatinya korban saat melintasi perlintasan kereta tanpa palang pintu. “Dari keterangan sejumlah saksi, korban kurang hati-hati saat mau melewati perlintasan kereta api,” katanya.

Editor : Kholistiono

Tabrak Lari, 2 Pengendara Sepeda Motor di Grobogan Tewas

f-kecelakaan

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di wilayah Desa Bringin, Kecamatan Godong. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu melibatkan satu sepeda motor dan satu mobil yang belum diketahui identitasnya.

Dalam peristiwa ini, dua orang tewas, yakni pengendara dan pembonceng sepeda motor. Identitas korban tewas adalah Indayati ,43, dan Harmonis, 37. Keduanya warga Kecamatan Klambu, Grobogan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat mobil berwarna hitam melaju kencang dari arah timur. Sesampai di lokasi kejadian, pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya itu tiba-tiba banting setir ke arah kanan. Hal itu kemungkinan dilakukan pengemudi tersebut lantaran mau menghindari rambu peringatan ada perbaikan jalan.

Dalam waktu bersamaan, sepeda motor yang dikendarai kedua korban itu sudah berada di sebelah kanan mobil tersebut. Akibat, pengemudi banting setir ke kanan, mobil tersebut menyenggol kendaraan Supra X 125 dengan nopol K 4726 GF yang dinaiki kedua korban.

Akibat peristiwa ini, kedua korban terjatuh dari atas kendaraan dan mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya itu terus melaju kencang ke arah Semarang. “Kejadiannya tadi cepat sekali. Yang jelas kedua kendaraan itu sama-sama dari timur. Kalau mobilnya sekilas warnanya hitam jenis kijang,” ungkap beberapa warga.

Kasat Lantas AKP Nur Cahyo ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Kecelakaan tersebut memang disebabkan tabrak lari. Namun, pihaknya masih kesulitan melanjutkan proses penyelidikan karena minimnya informasi yang didapatkan.

”Dari informasi yang kita dapat, korban ditabrak mobil sejenis Avanza warna hitam. Sayangnya, saksi-saksi tidak mengetahui nopol kendaraan tersebut. Meski begitu, kami akan berusaha untuk menindaklanjutinya,” lanjutnya.

Editor : Kholistiono

 

12 Korban Kecelakaan Maut di Alas Roban Kini Dirawat di RSUD Purwodadi

 Bupati Grobogan Sri Sumarni meninjau langsung korban kecelakaan yang kini ditangani RSUD Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Bupati Grobogan Sri Sumarni meninjau langsung korban kecelakaan yang kini ditangani RSUD Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses penjemputan warga yang jadi korban kecelakaan antara Bus Kramat Djati vs truk tangki di Alas Roban, Sabtu (16/7/2016) akhirnya tiba dengan selamat di RSUD dr R Soedjati Purwodadi. Rombongan penjemput yang terdiri 7 ambulans dan satu bus Pemkab Grobogan itu tiba pada Senin (18/7/2016) sekitar pukul 18.40 WIB.

Bupati Grobogan Sri Sumarni terlihat berada di rumah sakit milik pemerintah tersebut beberapa saat sebelum rombongan tiba. Ikut mendampingi bupati, Direktur RSUD Bambang Pudjianto, Asisten I Puji Raharjo, Asisten II Dasuki serta anggota DPRD Grobogan Agus Dwi Priyanto.

Jumlah warga Grobogan yang dipulangkan dari RSI Kendal tersebut sebanyak 12 orang. Terdiri 10 orang dewasa (6 laki-laki dan 4 perempuan) serta dua anak-anak. Para korban kecelakaan ini berasal dari Kecamatan Godong dan Karangrayung. Rata-rata, korban ini mengalami patah tulang dan beberapa luka akibat pecahan kaca.

Begitu tiba, para korban kecelakaan tersebut langsung mendapat penanganan intensif di ruang IGD. Rencananya, semua korban kecelakaan tersebut akan dirawat dalam satu ruangan. Yakni, di ruang Mawar kelas II.

“Untuk memudahkan penanganan, semua korban kecelakaan kita tempatkan di kelas II, ruang Mawar. Kebetulan, ruangan ini bisa menampung semua korban,” ungkap Direktur RSUD dr R Soedjati Purwodadi Bambang Pudjianto.

Menurutnya, kondisi para korban dinilai relatif stabil setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kendal. Dari 12 korban tersebut, hanya dua orang yang dinilai kondisinya cukup parah karena kepalanya mengalami cedera.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni, meminta para korban dan keluarganya agar tidak khawatir memikirkan biaya perawatan. Sebab, untuk kasus kecelakaan sudah ada jaminan dari Jasa Raharja. Selain itu, ada pula BPJS dan Jamkesda.

“Tidak perlu khawatir masalah biaya. Nanti, pemerintah daerah akan membantu masalah ini. Oleh sebab itu, jangan pulang dulu sebelum dipastikan sembuh oleh dokter,” katanya.

Baca juga : Pemkab Grobogan Kirim 7 Ambulans untuk Jemput Korban Kecelakaan di Batang

Editor : Kholistiono

 

KECELAKAAN GROBOGAN : Sopir Kedua Bus masih Dirawat di RS

Kondisi dua bus yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi dua bus yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberadaan dua sopir bus yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan Kamis (5/5/2016) lalu akhirnya menemui titik terang. Kedua sopir bus tersebut ternyata juga mengalami luka parah dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Informasi yang didapat menyebutkan, sopir bus pengangkut rombongan peziarah diketahui bernama Moh Ali Muhtadi dengan usia sekitar 45 tahun.  Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati tersebut saat ini masih dirawat di RS Yakkum.

Sedangkan bus PO Lukita dikemudikan Darmanto, warga Cengkalsewu, Sukolilo. Pengemudi berusia 50 tahun ini dirawat di RSUD dr Soedjati, Purwodadi.

Kedua pengemudi tersebut dikabarkan mengalami patah tulang di bagian kaki. Selain itu, keduanya juga mendapat beberapa luka lantaran terkena serpihan kaca.

“Kedua pengemudi bus yang terlibat kecelakaan masih dirawat di rumah sakit. Lukanya cukup parah sehingga sampai sekarang belum memungkinkan untuk kita mintai keterangan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo melalui Kanit Laka Ipda Sunarto.

Dari peristiwa kecelakaan tersebut, jumlah korban kecelakaan yang rawat inap di RS Yakkum seluruhnya ada 12 orang dari Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Terdiri dari satu anak, satu pemuda dan 10 orang tua (9 perempuan dan satu laki-laki).

Dari korban ini, lima orang dirawat di ruang Mangga. Yakni, M Ulin Noha (pemuda), Lasmi, Sutami, Suti, dan Suweni. Kemudian, dua orang di ruang Markisa, yakni Chairil Anwar (anak) dan Nur Kamid. Selanjutnya, lima orang lagi, yakni Sukini, Sulastri, Sulistiani, Suwarti, dan Titik Kusmiyati berada di ruang Delima.

“Dari korban luka ini, ada satu orang yang akhirnya dirujuk ke RS Ortopedi Solo. Yakni, atas nama Suweni,” imbuh Sunarto.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN : Kisah Hamidah, Siswi SMPN 3 Pati yang Tewas

hamidah (e)

Hamidah (kanan) atau tidak berjilbab, berfoto bersama dengan Evi, teman sekelasnya di SMPN 3 Pati. (Dok. Evi)

 

MuriaNewsCom, Pati – Siapa sangka perjalanan ziarah rombongan warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati yang berangkat ke Grobogan harus terlibat kecelakaan di Desa Sumberjatipohon, Grobogan. Apalagi sampai menewaskan empat orang dan puluhan orang luka-luka, Kamis (5/5/2016).
Ada cerita di balik kepergian Hamidah Febri Nugraheni (13), warga Desa Sidoharjo, Wedarijaksa sebelum meninggal dunia. Siswi SMP Negeri 3 Pati yang duduk di bangku kelas tujuh itu sebetulnya tidak ikut berangkat rombongan ziarah.

Ibu Hamidah, Pangati mendapatkan tugas mendadak di sekolah tempat mengajarnya di sebuah sekolah dasar di Trangkil. Hamidah akhirnya diminta untuk menggantikan ibunya untuk menemani ayahnya, Nur Hamid berangkat ziarah.

“Hamidah sempat menolak berangkat ziarah, karena sedang tidak enak badan. Berhubung liburan tanggal merah, Hamidah pun akhirnya berangkat dengan perasaan senang seperti orang yang akan pergi piknik,” ungkap Dian, sepupu Hamidah kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Evi Luatul Jannah, teman sekelas Hamidah mengaku ada keanehan yang tidak biasa pada diri Hamidah, sebelum kematiannya. Hamidah diakui acapkali menyanyikan lirik salah satu lagu “waktumu sudah habis.”

Padahal, lirik itu tak pernah dinyanyikan Hamidah. “Pada Rabu, Hamidah beberapa kali menyanyikan lirik waktumu sudah habis. Itu lagu yang tidak biasa dinyanyikan Hamidah,” imbuh Evi.

Ia tidak menyangka bila Hamidah yang dikenal pandai dan masuk kelas akselerasi harus “pulang” secepat itu. Selama ini, Hamidah menghabiskan waktu hari-harinya untuk belajar di rumah.

Pangati pun beberapa kali pingsan ketika melihat jenazah anak kesayangannya itu tiba di rumah duka sekitar pukul 15.45 WIB. Ayah Hamidah sendiri mendapatkan perawatan intensif di RS Yakkun Purwodadi.

“Ada sekitar delapan warga Desa Sidoharjo yang mendapatkan perawatan intensif di sana. Mereka mengalami luka-luka parah seperti patah tulang dan kaki. Tiga warga yang mengalami luka-luka ringan dirawat di RS Soewondo,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN : Menguak Penyebab Kejadian Maut

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Sunarto sedang berdiskusi dengan petugas dari Dishubkominfo Grobogan Subari terkait kecelakaan yang melibatkan rombongan peziarah dari Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Sunarto sedang berdiskusi dengan petugas dari Dishubkominfo Grobogan Subari terkait kecelakaan yang melibatkan rombongan peziarah dari Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyelidikan kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan Kamis (5/5/2016) ternyata tidak hanya dilakukan oleh petugas dari Satlantas saja. Tetapi, petugas dari Dishubkominfo Grobogan juga dilibatkan untuk menguak penyebab terjadinya kecelakaan yang merenggut empat nyawa dan belasan luka-luka tersebut.

“Dalam penanganan kasus kecelakaan ini kita memang bekerjasama dengan pihak Dishubkominfo Grobogan. Kapasitas mereka adalah sebagai ahli untuk melakukan uji teknis kendaraan,” kata Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Sunarto saat ditemui di kantornya, Jumat (6/5/2017).

Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut itu sudah diamankan di depan Kantor Unit Laka Lantas Polres Grobogan. Yakni, bus jurusan Purwodadi-Pati PO Lukita dan Bus PO Mega Pratama yang mengangkut rombongan peziarah dari Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Sunarto menyatakan, petugas dari Dishubkominfo nanti akan mengecek beberapa hal. Seperti kondisi kendaraan secara lengkap dan dokumen atau kelengkapannya. Dari pengecekan nanti akan bisa diketahui penyebab kecelakaan tersebut.

Sementara itu, salah satu petugas dari Dishubkominfo Grobogan Subari ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini pihaknya baru melakukan pengecekan awal kondisi kendaraan. Untuk itu, belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.

“Kondisi kendaraan cukup parah sehingga kita harus melakukan pemeriksaan ekstra hati-hati. Untuk itu, belum banyak keterangan yang bisa kita sampaikan,” kata salah satu petugas penguji kendaraan bermotor itu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

http://www.murianews.com/2016/05/05/81617/kecelakaan-grobogan-4-orang-tewas-saat-bus-peziarah-dari-pati-tabrak-minibus.html

KECELAKAAN GROBOGAN : Kapolres Grobogan Tiba-tiba Datangi Korban Luka

Kapolres Grobogan AKPB Indra Darmawan Iriyanto saat mengunjungi salah satu korban kecelakaan di RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKPB Indra Darmawan Iriyanto saat mengunjungi salah satu korban kecelakaan di RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kapolres Grobogan AKPB Indra Darmawan Iriyanto mengaku prihatin dengan terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan Kamis (5/5/2016).

Hal itu diungkapkan kapolres saat menjenguk korban kecelakaan di RS Yakkum Purwodadi, Jumat (6/5/2016).

“Kami ikut prihatin dengan terjadinya kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, serta luka-luka tersebut. Kami doakan semoga semua korban yang meninggal dunia dapat diterima di sisi Allah SWT. Sedangkan bagi korban, baik yang luka ringan maupun yang luka berat agar segera diberikan kesembuhan, dan keluarga korban diberikan ketabahan atas musibah ini,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dalam kunjungan itu.

Sementara itu, AKP Nur Cahyo, menuturkan kegiatan sentuhan sosial dengan mengunjungi keluarga atau menjenguk korban kecelakaan tersebut, bukan yang pertama kalinya dilakukan. Hal yang sama juga sering dilakukan pada korban laka lantas yang terjadi sebelum-sebelumnya.

“Kita sering melakukan kegitan sosial seperti ini. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap korban laka lantas,” katanya.

Ia menambahkan, kecelakaan maupun pelanggaran di jalan raya, umumnya disebabkan karena faktor kesalahan manusia atau humam error, seperti yang cenderung tidak tertib, dan merasa bisa memacu dengan kecepatan tinggi, sehingga cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh warga Grobogan, bila mengendarai kendaraan, baik roda dua maupun roda empat hendaknya selalu berhati-hati. Satu hal lagi patuhi rambu rambu lalu lintas yang ada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN : Satu Korban Tewas Akhirnya Teridentifikasi

Suasana saat polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian kecelakaan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana saat polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian kecelakaan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Kamis (5/5/2016) akhirnya berhasil diketahui identitasnya.

Korban berjenis kelamin perempuan itu diketahui bernama Tukirah, 79, warga Sumbergirang RT03/03, Kecamatan Lasem, Rembang.

“Satu korban terakhir sudah berhasil teridentifikasi. Korban ini merupakan penumpang bus PO Lukita jurusan Pati-Purwodadi. Jenazahnya, sudah diambil keluarganya tadi malam,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo melalui Kanit Laka Ipda Sunarto.

Informasi yang didapat menyebutkan, Tukirah saat kejadian menumpang bus tersebut dan duduk di bagian depan. Sebelumnya, dia sempat menengok anak dan cucunya yang tinggal di Gang Cempaka, Purwodadi. Saat itu, dia dalam perjalanan pulang lagi menuju Rembang.

Dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus rombongan peziarah dari Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati itu ada empat korban jiwa. Selain Tukirah, korbal meninggal lainnya adalah Hamida Febri, 15, dan Ismail, 50. Keduanya warga Desa Sidoharjo. Kemudian, Kyai Ngamun atau Rasmun, 65, warga Tayu, Pati. Ketiganya merupakan penumpang yang berada pada bus yang terguling.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN : Mimpi Keluarga Korban Meninggal yang jadi Nyata

KECELAKAAN GROBOGAN (e)

Jenazah Hamidah yang akan dikebumikan pada Kamis (5/5/2016) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan dialami Bus PO Mega Pratama yang membawa rombongan ziarah warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati di Jalan Purwodadi-Pati, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Kamis (5/5/2016) kemarin.

Akibat kecelakaan tersebut, empat penumpang meninggal dunia. Tiga orang di antaranya merupakan warga Desa Sidoharjo, Wedarijaksa. Sementara itu, delapan warga lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat di RS Yakkun Purwodadi.

Sehari sebelum kecelakaan terjadi, Diyah bermimpi bila sepupunya, Hamidah Febri Nugraheni (13) pamit untuk berziarah dan tiba-tiba mengalami kecelakaan. Namun, mimpi itu dianggap sebagai kembang tidur.

“Sehari sebelum rombongan ziarah berangkat, Diyah adik saya sempat bermimpi bertemu Hamidah. Dia pamit pergi ziarah dan tiba-tiba mengalami kecelakaan,” ujar Dian, kakak Diyah.

Hanya saja, mimpi itu dianggap sebagai bunga tidur yang tak punya pengaruh dalam dunia nyata. Namun, peristiwa nahas itu benar-benar terjadi saat Hamidah dikabarkan meninggal dunia setelah bus rombongannya terlibat kecelakaan di Grobogan.

Hamidah meninggal bersama dua orang warga Pati lainnya. Keduanya adalah Ismail, warga Desa Sidoharjo, Wedarijaksa dan Ngimun, warga Desa Jepat, Tayu. Jenazah dikebumikan Kamis (5/5/2016) sore sekitar pukul 17.15 WIB di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN  : Luka Parah, Ini Nama Korban Rawat Inap

 

 

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo (rompi hijau) didampingi Kanit Laka Ipda Sunarto dan anggotanya sedang mendata korban kecelakaan di RS Yakkum Purwodadi

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo (rompi hijau) didampingi Kanit Laka Ipda Sunarto dan anggotanya sedang mendata korban kecelakaan di RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain empat korban jiwa, peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Kamis (5/5/2016) juga mengakibatkan banyak korban luka. Sebagian korban, khususnya yang luka ringan sebelumnya sempat dapat perawatan di Puskesmas Grobogan.

Sedangkan, belasan korban luka yang lumayan parah hampir semuanya dirujuk ke RS Yakkum Purwodadi. Sebagian korban luka ini ada yang hanya menjalani rawat jalan dan belasan lainnya terpaksa harus dirawat inap. Rata-rata, mereka yang rawat inap mengalami patah tulang akibat tertindih banyak orang.

“Kebanyakan memang ada yang patah tulang. Saya beserta istri dan cucu beruntung tidak mengalami luka serius,” ungkap Sudari, salah satu rombongan peziarah yang berada dalam bus nahas tersebut.

Dari informasi yang didapat, jumlah korban kecelakaan yang rawat inap di rumah sakit tersebut ada 12 orang dari Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Terdiri dari satu anak, satu pemuda dan 10 orang tua perempuan dan laki-laki.

Dari korban ini, lima orang dirawat di ruang Mangga. Yakni, M Ulin Noha (pemuda), Lasmi, Sutami, Suti, dan Suweni. Kemudian, dua orang di ruang Markisa, yakni Chairil Anwar (anak) dan Nur Kamid. Selanjutnya, lima orang lagi, yakni Sukini, Sulastri, Sulistiani, Suwarti, dan Titik Kusmiyati berada di ruang Delima.

“Semua korban kecelakaan sudah kita bawa ke rumah sakit dan sedang kita data identitasnya. Mengenai penyebab kecelakaan belum bisa kita pastikan. Kita masih melakukan penyelidikan. Selain itu, kami masih perlu meminta keterangan dari sejumlah saksi,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

 

KECELAKAAN GROBOGAN : Jenazah Korban Tewas Telah Dipulangkan ke Pati

Jenazah korban kecelakaan rombongan peziarah dimasukkan dalam ambulans untuk dipulangkan menuju kampung halaman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jenazah korban kecelakaan rombongan peziarah dimasukkan dalam ambulans untuk dipulangkan menuju kampung halaman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jenazah korban meninggal dunia akibat peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan akhirnya sudah bisa dibawa pulang pihak keluarganya. Seperti diketahui, dalam peristiwa ini ada empat korban meninggal dunia.

Yakni, Hamida Febri, 15, dan Ismail, 50. Keduanya warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Kemudian, Kyai Ngamun, 65, warga, Tayu, Pati. Ketiganya merupakan penumpang yang berada pada bus yang terguling. Sedangkan satu korban meninggal berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 50 tahun, belum diketahui identitasnya.

Dari pantauan di RS Yakkum Purwodadi, pukul 14.30 WIB, dua korban kecelakaan yang sebelumnya disemayamkan disitu mulai dimasukkan dalam dua mobil ambulans. Yakni, jenazah Hamida Febri dan Ismail yang beralamat di satu desa.

“Dua jenazah yang kebetulan satu desa ini kita antarkan lebih dulu. Surat administrasinya sudah siap dan pihak keluarganya juga sudah tiba,” kata salah satu petugas di rumah sakit tersebut.

Untuk jenazah Kyai Ngamun atau juga dikenal dengan nama Rasimun kemungkinan juga akan segera dibawa pulang ke Tayu. Sebab, beberapa orang yang mengaku anggota keluarganya sudah tiba di ruang jenazah.

Sedangkan satu jenazah lagi belum jelas kapan dipulangkan. Sebab, berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 50 tahun itu belum diketahui identitasnya hingga Kamis (5/5/2016) sore. Korban yang luka parah di bagian kepala ini disebut-sebut merupakan penumpang mini bus PO Lukita yang sempat ditabrak bus pengangkut rombongan peziarah tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN: Ini Identitas 4 Korban Tewas Bus Peziarah Asal Pati Vs Minibus

KECELAKAAN GROBOGAN : Rombongan Peziarah Lain Tahu Kecelakaan Dikabari Korban

KECELAKAAN GROBOGAN : Rombongan Peziarah Lain Tahu Kecelakaan Dikabari Korban

laka 3 (e)

Lokasi kecelakaan bus peziarah di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa,Pati yang ikut ziarah ternyata ada ratusan. Mereka ini terbagi dalam tiga minibus.
Adapun rombongan yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 merupakan rombongan bus ketiga. Bus nahas ini berada di barisan paling belakang.

“Bus yang kecelakaan jalannya paling belakang. Makanya, rombongan dua bus di depan tidak tahu kalau kami mengalami kecelakan. Rombongan lain baru tahu setalah salah satu penumpang selamat mengabari lewat hp,” ujar Sudari, salah seorang penumpang yang selamat dalam musibah itu, ketika ditemui di RS Yakkum Purwodadi.

Rute ziarah kali ini sebenarnya tidak jauh. Yakni, makam Saridin atau Syeh Jangkung di Kecamatan Kayen, Pati. Kemudian, dilanjutkan ke makam Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Selo di Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.

Saat sampai di pertigaan menuju makam Saridin, bus pertama dan kedua sudah berhenti menunggu bus ketiga untuk ziarah di situ lebih dahulu. Namun, sopir bus ketiga meminta untuk terus menuju Grobogan lebih dahulu.

Rencananya, setelah pulang baru singgah di makam Saridin. Namun, ditengah perjalanan menuju Grobogan, bus ketiga ini mengalami kecelakan.
“Selama ini acara ziarah sudah sering kita lakukan. Bahkan sampai keluar Jawa juga pernah. Baru kali ini ada musibah,” kata Purwadi, warga Sidoharjo lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus 

KECELAKAAN GROBOGAN: Ini Identitas 4 Korban Tewas Bus Peziarah Asal Pati Vs Minibus

 

KECELAKAAN GROBOGAN: Ini Identitas 4 Korban Tewas Bus Peziarah Asal Pati Vs Minibus

Sejumlah petugas kepolisian sedang melakukan identifikasi korban kecelakaan di ruang jenazah RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas kepolisian sedang melakukan identifikasi korban kecelakaan di ruang jenazah RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan memang membuat empat orang meninggal dunia. Selain itu belasan orang juga mengalami luka-luka. Semua korban, baik yang meninggal maupun terluka saat ini berada di RS Yakkum Purwodadi.

Korban meninggal yakni, Hamida Febri, 15, dan Ismail, 50. Keduanya warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Kemudian, Kyai Ngamun, 65, warga Tayu, Pati. Ketiganya merupakan penumpang yang berada pada bus yang terguling.

Sedangkan satu korban meninggal berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 50 tahun, belum diketahui identitasnya. Kemungkinan, korban ini merupakan penumpang mini bus PO Lukita yang sempat ditabrak bus pengangkut rombongan peziarah tersebut.

”Ketiga korban meninggal itu merupakan rombongan kami. Sedangkan satu korban lagi tidak kami kenal karena bukan rombongan kami,” ujar beberapa rombongan peziarah yang selamat dan ikut mendampingi para korban di RS Yakkum.

Dari pantauan di RS Yakkum, terlihat sejumlah petugas kepolisian masih sibuk melakukan identifikasi di ruang jenazah. Disitu, ada empat orang jenazah korban kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, beberapa petugas juga masih sibuk mendata korban kecelakaan yang luka-luka. Hingga tengah hari tadi, sedikitnya sudah ada belasan korban luka yan dibawa ke rumah sakit tersebut.

Beberapa di antaranya ada yang mengalami luka ringan dan langsung diperbolehkan rawat jalan. Sedangkan korban yang luka cukup parah, sebagian besar ditempatkan di ruang perawatan Mangga untuk menjalani rawat inap.

”Semua korban kecelakaan sudah kita bawa ke rumah sakit. Mengenai penyebab kecelakaan belum bisa kita pastikan. Kita masih melakukan penyelidikan. Selain itu, kami masih perlu meminta keterangan dari sejumlah saksi,” katanya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

 

KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

Bangkai kendaraan yang memuat rombongan peziarah di Jalan Raya Purwodadi-Pati di Sumberjatipohon, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus )

Bangkai kendaraan yang memuat rombongan peziarah di Jalan Raya Purwodadi-Pati di Sumberjatipohon, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus )

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan/Kabupaten Grobogan, Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam peristiwa ini, ada empat korban meninggal dunia dan belasan orang luka-luka.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa itu bermula saat minibus yang mengangkut sekitar 30 orang melaju dari arah Pati menuju Purwodadi. Sesampai di jalan turunan, bus warna merah bernomor K1736 AD terlihat oleng dan tidak bisa dikendalikan dengan sempurna.

Dalam waktu bersamaan, dari arah Purwodadi melaju minibus umum PO Lukita jurusan Pati-Purwodadi. Lantaran bus dari atas tidak bisa dikendalikan, akhirnya menabrak bus yang ada di depannya.Saking kerasnya benturan, bus yang mengangkut rombongan peziarah dari Kecamatan Wedarijaksa, Pati itu kemudian sempat terguling di sebelah barat bahu jalan. Sementara bus yang dari arah selatan tetap dalam posisi berdiri namun bodi sebelah depan rusak parah.

“Keras sekali suara benturan kedua bus tadi. Kemungkinan, bus dari atas mengalami rem blong sehingga sopirnya tidak bisa mengendalikan kendaraan,” kata Teguh, salah seorang saksi mata.
Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas menuju Pati dan sebaliknya sempat terhenti. Sebab, warga dan petugas kepolisian masih sibuk melakukan evakuasi korban dan membersihkan puing-puing kendaraan yang berserakan ditengah jalan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo ketika dimintai komentarnya belum bisa memberikan keterangan lengkap. Soalnya, petugas masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa kecelakaan itu.

“Bisa jadi, kecelakaan itu ada indikasi rem blong. Namun, hal ini masih perlu disediliki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya. Untuk saat ini saya belum bisa memberikan keterangan lengkap,” katanya di lokasi kejadian.

Editor : Akrom Hazami

2 Pemotor Tewas Disenggol Truk di Grobogan

Bangkai kendaraan sepeda motor yang kecelakaan di jalan Purwodadi-Pati Km 10, Rabu (23/3). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bangkai kendaraan sepeda motor yang kecelakaan di jalan Purwodadi-Pati Km 10, Rabu (23/3). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di jalan Purwodadi-Pati Km 10, Rabu (23/3/2016). Tepatnya, di sebuah tanjakan yang masuk wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu menyebabkan dua korban jiwa. Yakni, Sugito dengan temannya Sarinah, keduanya warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan itu bermula ketika truk dari arah selatan bernopol H 1344 YY bermuatan barang-barang bekas hendak menyalip kendaraan ketika melaju di jalan menanjak. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan ada kendaraan motor Suzuki Thunder K 2556 MH yang melaju dari arah utara (Pati) menuju Purwodadi.

Melihat ada sepeda motor di depannya, sopir truk langsung berupaya banting setir ke kiri. Tapi karena jaraknya sudah sangat dekat, kedua kendaraan itu akhirnya tetap berbenturan.

“Sebenarnya, sepeda motor tadi sudah sempat memperlambat laju kendaraan. Tetapi, karena jaraknya sangat dekat dan truknya juga melaju kencang maka tabrakan tidak bisa dihindari,” kata Agung, salah satu saksi mata yang kebetulan sedang melintas saat kejadian.

Akibat tabrakan itu, kedua pengendara motor langsung terpelanting dari atas kendaraannya. Keduanya mengalami luka yang cukup parah dan kendaraannya juga rusak berat.

Tidak lama berselang, kedua korban langsung dilarikan ke RS Yakkum Purwodadi. Namun, nyawanya tidak terselamatkan.

“Kedua korban sudah kita serahkan pada keluarganya. Sedangkan, sopir truk masih kita amankan untuk diminta keterangannya. Penyebab kecelakaan kemungkinan faktor human error,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Editor : Akrom Hazami

Berjalan di Rel, Pemuda di Grobogan Tewas Tertabrak Kereta Barang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Nasib tragis menimpa Marjuni, warga Desa Sumberrejosari, Kecamatan Karangrayung. Saat berjalan di lintasan kereta api, pemuda 21 tahun itu tertabrak kereta barang yang tengah melaju kencang hingga tewas seketika.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa memilukan itu terjadi Jumat (26/2/2016) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban diketahui tengah berjalan kaki seorang diri menyusuri lintasan kereta yang masuk wilayah Dusun Jateng, Desa Rawoh, Kecamatan Karangrayung.

Tidak berselang lama, dari arah timur terlihat ada kereta barang yang melaju menuju arah Semarang. Melihat ada orang berjalan di tengah lintasan, beberapa warga sudah berupaya memberikan peringatan.

“Masinis kereta bahkan sudah berulangkali membunyikan klakson agar pejalan kaki itu keluar dari lintasan. Namun, orang itu sepertinya tidak mendengarkan,” kata Raharjo, warga setempat.

Kapolsek Karangrayung Iptu Sukardi mengatakan, dimungkinan, korban mencari jalan pintas dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api. Padahal, tindakan itu sangat berbahaya.

“Kasus ini murni sebuah kecelakaan dan jenazah korban sudah kita serahkan pada keluarganya,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Mau Nyemprot Padi, Perempuan Setengah Baya Tewas Tersenggol Kereta Api

Jangan Sepelekan Peringatan Ini, Karena Anda Memasuki Jalur Rawan Kecelakaan

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memasang banner peringatan di Jalan Purwodadi-Semarang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memasang banner peringatan di Jalan Purwodadi-Semarang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya menekan angka kecelakaan terus dilakukan Polres Grobogan. Yang terbaru adalah dengan pemasangan puluhan banner berisi imbauan pada pegendara di Jalan Purwodadi-Semarang, Jumat (19/2/2016).

“Segala upaya akan kita lakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Jumlah banner yang kita pasang ada 30,” ungkap Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo.

Dikatakan, pemasangan banner di Jalur Purwodadi-Semarang itu dilakukan karena kondisinya dinilai cukup rawan kecelakaan. Untuk itu, di titik-titik yang paling rawan ditempatkan banner sebagai peringatan pada pengendara agar lebih hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

Selain mengingatkan, pemasangan banner itu juga bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalulintas. Jika kesadaran itu meningkat, maka secara tidak langsung akan berdampak dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.

“Angka kecelakaan sejauh ini masih lumayan tinggi. Pada tahun 2015 lalu, totalnya ada 646 kejadian. Dari peristiwa ini, ada 110 orang meninggal, 4 luka berat dan 664 luka ringan. Kita harapkan, dengan upaya yang sudah kita lakukan selama ini, angka kecelakaan tahun 2016 bisa menurun jauh,” imbuh Cahyo.

Editor : Kholistiono

Januari 2016 di Grobogan, 3 Peristiwa Ini Cukup Mencuri Perhatian

MuriaNewsCom, Grobogan – Di Kabupaten Grobogan pada Januari 2016 telah terjadi beberapa kejadian yang mencolok. Berikut beberapa peristiwa yang terjadi

1. Tokoh nasional mulai lirik tempe Grobogan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mulai menyukai tempe dengan kedelai khas Grobogan. Itu tampak saat mengenalkan tempe higienis produksi Rumah Kedelai Grobogan (RKG) di Jakarta International Expo 10-13 Januari lalu.

Sejumlah tokoh penting nasional mencicipi tempe kedelai khas Grobogan. (MuriaNewsCom)

Sejumlah tokoh penting nasional mencicipi tempe kedelai khas Grobogan. (MuriaNewsCom)

 

2. PNS Kodim Purwodadi Tewas Ditabrak Bus

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan bus PO Rela, terjadi Senin (18/1/2016) sore sekitar pukul 16.30 WIB di jalan Raya Purwodadi-Solo km 5. Dalam peristiwa ini, pengendara sepeda motor, Sriwati, warga Dusun Murgung, Desa Pilangpauyung, Kecamatan Toroh tewas karena mengalami luka parah.

grobogan geger 2

 

3. Tiga Penambang Batu Tewas kena Longsor

Peristiwa orang tewas akibat tambang batu longsor terjadi  pada 23 Januari 2016 sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa yang terjadi di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Brati.Ketiga korban tewas adalah warga Dusun Kuwarungan, Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati. Masing-masing, Warto (50), Rusdi (40), dan Ririn (30). Ketiganya tinggal dalam satu RT. Mereka tewas saat bongkahan tebing di atasnya longsor.

Warga berkerumun di lokasi kejadian penambangan batu yang memakan korban. (MuriaNewsCom)

Warga berkerumun di lokasi kejadian penambangan batu yang memakan korban. (MuriaNewsCom)

Editor : Akrom Hazami

PNS Kodim Tewas Ditabrak Bus, Polisi Grobogan Tetapkan Sopir jadi Tersangka

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sehari pascaterjadinya kecelakaan antara bus Rela jurusan Purwodadi-Solo dan sepeda motor langsung ditindaklanjuti polisi dengan penetapan tersangka. Yakni, sopir bus Rela berinisial WI, warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Sopir bus tersebut bakal dijerat dengan pasal 310 ayat 4 junto 3 UU Lalu Lintas. Hal itu dilakukan lantaran yang bersangkutan melakukan kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Usai kejadian tersangka langsung kami periksa dengan saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada. Hari ini kami tetapkan (WI) sopir bus, sebagai tersangka dengan jeratan pasal 310 ayat 4 junto 3 UU Lalu Lintas. Semoga hal ini menjadi pembelajaran bagi sopir bus lainnya,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo pada wartawan.

Seperti diketahui, peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi Senin (18/1) sekitar pukul 16.30 WIB di jalan Raya Purwodadi-Solo km 5. Dalam peristiwa ini, pengendara sepeda motor, Sriwati, warga Dusun Murgung, Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, Grobogan, tewas karena mengalami luka parah di kepala. Korban diketahui adalah seorang PNS di Kodim 0717/Purwodadi.

Kecelakaan yang terjadi di depan SMPN 2 Toroh itu bermula saat itu bus jurusan Purwodadi-Solo AD 1530 DA itu melaju kencang dari arah selatan (Solo). Ketika sampai di lokasi kejadian, bus bermaksud menyalip truk yang ada di depannya.

Dalam waktu bersamaan, dari arah berlawanan, muncul sepeda motor yang dikendarai korban. Saat itu, korban yang mengendarai motor dengan kecepatan rendah sempat berusaha menepi. Namun, karena jaraknya terlalu dekat, kendaraan korban masih sempat tersenggol bagian belakang bus dan akhirnya terjatuh dari atas kendaraannya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

1 Orang Tewas saat Avanza Terguling di Dekat Obyek Wisata Bledug Kuwu

Kondisi bangkai kendaraan Avanza yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wirosari-Kuwu, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi bangkai kendaraan Avanza yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wirosari-Kuwu, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Peristiwa kecelakaan tunggal yang cukup parah terjadi di belokan tajam di Jalan Raya Wirosari-Kuwu, di sebelah selatan obyek wisata Bledug Kuwu. Peristiwa yang terjadi, Kamis (7/1/2015) sekitar pukul 22.45 WIB itu menyebabkan satu orang tewas, empat luka cukup parah dan lima orang lainnya luka ringan.

Satu korban tewas diketahui bernama Sulistyo (26) selaku pengemudi avanza bernomor polisi B 1053 GFW tersebut. Pengemudi ini dinyatakan tewas, beberapa saat setelah dilarikan ke Puskesmas Kradenan.

“Kondisi sopir saat itu memang cukup parah dan tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa dokter di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Untuk korban luka ringan, hanya menjalani rawat jalan dan yang luka cukup parah ada di RSUD Purwodadi tetapi saat ini sebagian sudah pulang,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo melalui Kanit Laka Ipda Sunarto.

Dikatakannya, mobil Avanza warna putih tersebut berisi 10 orang, termasuk sopir. Dari 10 penumpang ini, 5 di antaranya adalah anak-anak. Malam itu, rombongan dari Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon tersebut rencananya hendak menuju arah Bojonegoro, Jawa Timur, untuk menengok famili.

Namun, ketika sampai di tikungan tajam tersebut, sopir kendaraan yang melaju kencang tidak mengurangi kecepatan. Akibatnya, saat mencoba belok, kendaraan itu kehilangan kendali sehingga sempat keluar jalur dan terguling.

“Dari hasil pengecekan di lokasi, kendaraan itu tidak mengurangi kecepatan saat mau melewati belokan tajam. Padahal, disitu sudah dikasih rambu peringatan dan lampu isyarat agar pengendara mengurangi kecepatan karena kondisi tikungan itu sangat rawan,” ujarnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Mau Nyemprot Padi, Perempuan Setengah Baya Tewas Tersenggol Kereta Api

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Nasib nahas menimpa Kotimah, warga Dusun Kayen, Desa Rawoh, Kecamatan Karangrayung. Pagi tadi, Jumat (4/12/2015) sekitar pukul 07.00 WIB, perempuan 50 tahun itu ditemukan tewas akibat terhantam kereta api yang melintas saat itu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pagi itu korban bermaksud pergi ke sawah naik sepeda untuk menyemprot tanaman padi. Dari rumah menuju ke sawah harus melalui jalan kampung yang melintasi rel kereta api.

Ketika sampai di perlintasan, korban melihat ada kereta yang melaju dari arah timur (Surabaya) menuju ke barat (Semarang) melalui jalur rel sebelah utara. Korban kemudian berhenti sejenak menunggu kereta lewat.

Setelah kereta melaju, korban kemudian menyeberangi rel menuju ke sawah. Nahas, saat sampai di lintasan atau jalur kereta sebelah selatan ternyata ada kereta api yang melintas dari arah Semarang menuju Surabaya.

Di lokasi tersebut, saat ini sudah menggunakan dua jalur kereta atau double track sehingga kereta dari kedua arah bisa melaju dalam waktu bersamaan. Kemungkinan, korban tidak mengetahui jika dalam waktu hampir bersamaan ada kereta lewat dari dua arah yang berlawanan.

Karena posisinya sudah sangat dekat, korban akhirnya terhantam kereta yang tengah melaju kencang dari arah Semarang tersebut. Akibat peristiwa ini, korban langsung meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala.

Sementara itu, Kapolsek Karangrayung Iptu Sukardi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa oragng tertabrak kereta tersebut.

“Dari pemeriksaan, kejadian ini murni kecelakaan. Saat ini, korban sudah kita serahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ada Truk Pecah Ban di Purwodadi, Jalur Menuju Semarang Tersendat

Truk yang mengalami pecah ban di jalan jalur Purwodadi-Semarang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Truk yang mengalami pecah ban di jalan jalur Purwodadi-Semarang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Arus lalu lintas dari Purwodadi menuju Semarang dan sebaliknya sempat tersendat sejak pagi tadi. Hal ini menyusul adanya truk yang pecah ban titik perbaikan jalan di jalur Purwodadi-Semarang Km 5, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi.

Truk bermuatan genting rumah itu mengalami insiden di ruas jalan sebelah utara yang belum dicor. Sementara ruas jalan yang selatan sudah selesai dicor tetapi belum dibuka dan hanya bisa dilalui sepeda motor.

“Truk ini mengalami pecah ban sekitar pukul 08.30 WIB. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas, karena kendaraan yang mau melewati ruas jalan ini harus pelan-pelan,” ungkap Rustam, warga setempat.

Beruntung, disamping lokasi truk yang pecah ban itu masih ada sedikit celah. Sehingga kendaraan roda empat masih bisa lewat. Namun, untuk kendaraan besar seperti truk dan bus harus ekstra hati-hati, karena celah jalan tidak begitu lebar. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)