2 Pengendara Beat Terkapar Setelah Dihajar Bus di Jalan Kudus-Pati

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Dua pengendara motor Honda Beat bernomor polisi K 5896- OR, terkapar di Jalan raya Kudus-Pati, Desa Pladen, Jekulo, Kudus, setelah tertabrak bus PO Gunung Harta yang tengah ngebut.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (4/12/2017) dini hari itu membuat dua pengendara Beat mengalami luka serius dan harus dilarikan ke RS Mardirahayu, Kudus. Kedua korban yakni Arif Mahmudi (21) dan Riska Dwi Julianti (22), keduanya warga Desa Karang Bener, Kecamatan Bae, Kudus.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus, Iptu Ngatmin, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar jam 01.00 WIB. Saat itu, kondisi jalanan yang sepi membuat sopir bus ngebut dan menabrak kendaraan yang dari lawan arah.

“Bus itu adalah Bus PO Gunung Harta  No Pol N-7177-UA. Sedang yang ditabrak, adalah sepeda motor Beat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, dari keterangan sejumlah saksi, bus yang dikemudikan Edy Hartono (42), warga Desa Tegal Besar RT 01/ RW 25 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember itu, melaju dari arah barat dan mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Sementara dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Beat yang dikendarai korban. Posisi bus yang terlalu ambil kanan, membuat sopir kaget saat ada sepeda motor dari arah berlawanan. “Sehingga tabrakan tak bisa dihindari,” ujarnya.

Kedua pengendara sepeda motor terpental dan terkapar di jalan setelah tertabrak bus. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit, dan hingga berita ini diturunkan korban masih menjalani perawatan intensif.

Editor : Ali Muntoha

Ini Nama-nama Korban Bus Peziarah yang Terjun ke Jurang di Tergo Kudus

Para korban bus peziarah yang terjun ke jurang masih syok, Senin (4/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan bus peziarah asal Purwodadi yang terjun ke jurang di Desa Tergo, Kecamatan Dawe memang tak ada korban jiwa. Hanya saja, ada tiga peziarah yang harus menjalani perawatan karena luka yang diderita.

Ketiga peziarah tersebut adalah Ibu Murgi (35), warga Desa Mendeng RT 3/RW 10 , Kecamatan Karang Rayung, Kabupaten Grobogan, Ibu Rumini (50), warga Desa Mendeng, Kecamatan Karang Rayung, Kabupaten Grobogan, dan Kirman (45) yang juga berasal dari Desa Mendeng, Kecamatan Karang Rayung, Kabupaten Grobogan.

Kapolsek Dawe AKP Suharyanto mengatakan, dari ketiga korban tersebut, Ibu Murgi mengalami luka paling parah. Yakni mengalami pada lengan kanan. Sedangkan untuk Ibu Rumini mengalami luka di kepala.

Baca Juga: Bus Rombongan Peziarah Asal Purwodadi Terjun ke Jurang di Tergo Kudus

”Tadi untuk Bu Rumini mengalami lecet di wajah. Tapi ia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” katanya.

Sementara, untuk Kirman juga mengalami luka pada tangan. Hanya saja, pihaknya tidak tahu persis seberapa parah lukanya. Saat ini ketiganya sedang menjalani perawatan untuk memastikan luka.

Di sisi lain, dari informasi di lapangan, kecelakaan bus bernopol K 1103 HA tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Kala itu, bus berpenumpang 30 orang tersebut baru saja melakukan ziarah di makam Sunan Muria.

Karena dirasa cukup, mereka melanjutkan perjalanan. Nahas sesampainya di tikungan leter S di Desa Tergo, rem bus yang dikemudikan Moh Sabar bin darpin (28) warga Desa Tunggu RT 2/ RW 2, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan mengalami rem blong. Akibatnya, bus masuk jurang sedalam empat meter.

Editor: Supriyadi

KECELAKAAN KUDUS: Memilukan, Dua dari Lima Korban Meninggal Masih Anak-anak

Para korban kecelakaan masih menjalani perawatan di rumah sakit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para korban kecelakaan masih menjalani perawatan di rumah sakit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lima korban tewas dalam kecelakaan tunggal Bus Tiara Mas di Tikungan Bancak, Desa Payaman, Mejobo Kudus semakin menambah duka. Ini lantaran dua dari lima korban tersebut masih anak-anak.

Kedua korban yang terbilang masih bocah tersebut adalah Febri Reza Kanafillah, bocah  tujuh tahun, warga Suruh, Sukodono, Sidoarjo serta Uli bocah perempuan berusia 10 tahun, warga Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo.

”Setelah tau kalau dua di antara korban itu masih anak-anak saya semakin merinding. Semoga saja, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Yanti, warga Payaman.

Ia mengatakan, kejadian nahas tersebut memang sempat membuat warga Payaman panik. Apalagi, bangkai bus serta kaca bus yang pecah saat terguling masih berserakan di bahu jalan dan menjadi tontonan warga.

”Saya juga sempat melihat. Pokonya mengerikan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bagaimana bus tersebut terguiling dengan kerusakan seperti itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk para korban memang dirawat di rumah sakit yang berbeda. Termasuk kelima korban meninggal. Empat di antaranya berada du Rumah Sakit Mardirahayu dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Editor: Supriyadi

Hampir Dilindas Bus di Pati, Mahasiswi STAIP Ini Lolos dari Maut

epeda motor Beat yang rusak akibat diseruduk bus diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

epeda motor Beat yang rusak akibat diseruduk bus diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara bus Adiputro bernopol K1662AB dan sepeda motor Honda Beat bernopol K6066JG, terjadi di perempatan rambu lalu lintas, Jalan Raya Pati-Kudus Km 3, Pati, Senin (21/3/2016).

Kecelakaan yang diduga disebabkan sopir bus menerobos lampu merah rambu lalu lintas tersebut berakibat kendaraan sepeda motor Beat milik Indah Dwi Astuti, mahasiswi semester enam STAIP asal Desa Pohgading, Gembong, terseret hingga sepuluh meter dari lokasi kecelakaan.

“Waktu terseret hingga sepuluh meter, korban langsung dibawa ke UGD RS Keluarga Sehat. Korban sempat berbicara berbata-bata. Habis itu, dia pingsan,” kata Darsono, saksi mata saat ditanya MuriaNewsCom.

“Saya mau kuliah. STAIP,” ujar Darsono menirukan perkataan Indah secara terbata-bata, sebelum akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah sakit akibat benturan pada bagian kepala.

Sementara itu, Ahmad Arifin, teman satu kampus yang kebetulan melihat peristiwa nahas tersebut mengatakan, Indah hampir saja terlindas roda bus. Tubuhnya berada tepat di depan roda bus, sedangkan demper bus hingga lepas akibat menyeruduk sepeda motor.

“Kalau bus itu berjalan sedikit saja, tubuhnya sudah terlindas. Dia sempat sadar, tapi tidak tahu lukanya karena langsung dilarikan ke rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, sopir yang menghindari amukan massa melarikan diri ke Kantor Jasa Raharja yang tempatnya berada tepat di sebelah lokasi kecelakaan. “Sopir lari dan meminta perlindungan. Takut dihajar massa,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Bus Adiputro Tabrak Beat di Pati, Mahasiswi STAIP jadi Korban