Tolak Tukar Guling Tanah Aset Desa, Warga Tanggul Tlare Jepara Geruduk Balai Desa

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung memprotes langkah pemerintah desanya yang berencana menukar guling tanah aset desa. Mereka merasa tidak pernah diajak berembug terkait rencana tersebut.

Hari Jumat (23/3/2018) pagi,  sekitar pukul 09.00 WIB, warga berkumpul di Balai Desa Tanggul Tlare. Selain kepala desa Baidi Asy Syafii, hadir pula forum pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Kedung.

Yusuf Andrean seorang warga mengatakan, rencana tukar guling tersebut mengemuka di awal bulan Maret 2018. Saat itu warga mendengar desas desus tanah milik desa yang berada di Jl Bulak Baru, hendak dijadikan SPBU.

“Namun kami tidak diberitahu, tidak disosialisasi, hanya beberapa orang warga saja yang tahu. Kami sempat menanyakan (audiensi) ke Bupati Jepara terkait mekanisme tukar guling, namun disana dijelaskan prosesnya tak segampang itu. Perlu proses yang alot. Namun ini dalam waktu sebulan sudah ada persetujuan dari beberapa orang untuk tukar guling,” kata dia.

Spanduk besar berisi penolakan tukar guling dibentangkan Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung sebagai wujud kekecewaan terhadap pemerintah desa setempat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dirinya menyebut, sudah beberapa kali bertanya kepada kades terkait hal itu. Namun warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Hingga akhirnya warga memasang spanduk penolakan, dilokasi yang rencananya akan ditukar guling.

Adapun, lokasi yang ditukar guling seluas lebih kurang 4000 meter persegi, akan ditukar dengan tanah seluas 12 ribu meter persegi.

“Tanah ini (yang hendak ditukar guling) dulunya pengairan tapi sudah lama tak digunakan. Akhirnya disewa masyarakat untuk tambak. Adapula di beberapa bagian ditanami pohon bakau, untuk mencegah abrasi,” ungkapnya yang juga anggota karangtaruna tersebut.

Ia berharap agar aset tanah tersebut dapat digarap secara swakelola oleh pemdes Tanggul Tlare. Dengan itu, ia berharap kemanfaatannya dapat dinikmati lebih besar bagi warga.

Editor: Supriyadi

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Janji Bakal Perbaiki Pintu Air Jembatan di Kecamatan Kedung Jepara

upload jam 1600 menteri (e)

Menteri PU Pera Basuki Hadimuljono bersama rombongan saat meninjau pintu air Jembatan Desa Panggung Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Jepara dan sekitarnya mendapatkan angin segar, setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sempat mampir disana, Sabtu (16/4/2016). Menteri Basuki sempat mampir di jembatan pintu air di desa setempat, dan berjanji bakal memperbaiki pintu air yang selama ini bermasalah.

Masalah pintu air yang dilintasi aliran Sungai Jalatun Seluna tersebut sudah cukup lama. Sejumlah warga terutama petani garam di Kecamatan kedung sudah melakukan berbagai upaya agar pintu air tersebut dapat diperbaiki, namun belum ada hasil yang memuaskan.

“Jika air pasang, terkadang air meluap ke jalan. Apalagi kalau banjir, sudah menggenangi sawah dan lahan tambak garam serta jalan di sekitar jembatan,” kata seorang warga Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Mukhiyi kepada MuriaNewsCom, Senin (18/4/2016).

Warga lain, Nurrokhman juga mengungkapkan hal serupa. Tidak berfungsinya pintu air yang berada di jembatan tersebut sangat mengganggu aktivitas warga apalagi saat musim hujan.”Sudah tidak berfungsi sejak lama bendungan di jembatan ini. Kami harap Pak Menteri mumpung kesini dan bisa membenahi persoalan ini,” ucapnya.

Menurut dia, saat Menteri Basuki berhenti di jembatan pintu air di Desa Panggung, dia sudah menyampaikan keluhan warga terhadap masalah pintu air jembatan tersebut.

“Pak Menteri tanya, mau dibetulkan nggak. Kami jawab mau pak, biar tidak kebanjiran lagi,” kata Nurrokhman sambil menirukan kalimat Menteri Basuki.

Sebelumnya, sejumlah petani tambak budidaya ikan di Kecamatan Kedung mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, pada Rabu (2/3/2016) lalu. Dalam kesempatan itu, mereka menuntut perbaikan pintu air jembatan. Mereka menilai pintu air jembatan yang rusak parah sehingga terlalu bebas air mengalir sampai ke laut membawa lumpur, sehingga membuat abrasi semakin parah.

Pintu air jembatan yang diharapkan dapat diperbaiki dan dikelola dengan baik berada di enam desa di Kecamatan Kedung.Yakni Desa Tanggultlare, Bulakbaru, Panggung, Surodadi, Kalianyar dan Kedungmalang. Permintaan tersebut sebelumnya telah disampaikan beberapa kali kepada pihak Pemkab Jepara, namun belum ada realisasi.

Editor : Kholistiono