Gendeng! Tak Mau Ditilang Pemuda Ini Serang dan Todong Polisi dengan Pisau

MuriaNewsCom, Kebumen – Aksi nekat dilakukan seorang pemuda bernama Bowo (22) asal Desa Ngemplak, Purworejo. Gara-gara takut ditilang saat ada razia di Jalan Raya Kutowinangun, Kebumen, pemuda ini justru nekat menyerang polisi yang menghentikannya menggunakan pisau.

Korbannya adalah Bripka Duwi Priyanto anggota Polres Kebumen yang bertugas di Unit Lalu Lintas Polsek Kutowaringin.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (22/3/2018) kemarin. Saatu personel Lalu Lintas Polsek Kutowaringin, menggelar razia di jalan yang masuk Desa Keceme itu, menghentikan pelaku yang tengah mengendarao sepeda motor matik.

Polisi kemudian meminta pelaku untuk menunjukkan dokumen kelengkapan seperti SIM dan STNK. Namun pelaku hanya bisa menunjukkan STNK dan tak punya SIM. Bripka Duwi pun langsung memberikan sanksi berupa tilang.

Dan sesuai prosedur, jika pengendara motor tidak bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan, maka polisi akan menyita surat-surat sebagai jaminan persidangan. Namun, saat polisi menyita STNK, pelaku justru menyerang petugas dengan pisau dapur.

Pelaku menodongkan pisau ke arah Bripka Duwi Priyanto, dengan mengancam akan melukainya, jika STNK speda motor yang dikendarainya tidak diserahkan.

Peristiwa penodongan itu sempat menarik perhatian pengguna jalan. Kebetulan saat kejadian, arus lalu lintas cukup ramai. Bahkan, warga yang menyaksikan sempat geram dan ingin menghakimi tersangka, namun berhasil dihalau petugas.

Polisi kemudian melakukan tindak pencegahan yakni dengan menyerahkan STNK tersebut kepada pelaku. Bripka Duwi meminta untuk membuang pisau dapur itu. Setelah pisau dibuang, tiba-tiba pelaku minta maaf kepada petugas sambil menangis.

Ia mengaku saat itu sedang kalut, karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Pengakuannya, ia berangkat dari Brebes (rumah saudaranya) selepas maghrib Rabu (21/3/2018) untuk mencari pekerjaan. Sebelumnya ia adalah sopir di Brebes, namun baru-baru ini menganggur.

Meski demikian, pelaku lantas diamankan dan dibawa ke Mapolres Kebumen untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Pisau itu dia pinjam di penjual Bengkoang. Kebetulan lokasi razia dekat dengan sentra penjualan bengkoang. Nah, pisau itu yang digunakan untuk menodong Bripka Duwi,” kata Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin.

Menurut dia, saat ini Polri memang tengah gencar melakukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas. “Operasi ini bukan hanya di Kebumen saja. Namun di seluruh daerah. Ini operasi terpusat dari Mabes Polri,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pria Ini Tebas Leher Ibunya Hingga Tewas di Tengah Sawah, Motifnya Bikin Jengkel

MuriaNewsCom, Kebumen – Seorang ibu Sutarmi (50) warga Desa Bocor, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen, tewas dalam kondisi mengenaskan, Jumat (9/3/2018). Lehernya putus setelah ditebas dengan parang oleh anak kandungnya sendiri, Sumudi (35).

Aksi pembunuhan keji itu terjadi di tengah sawah. Pelaku menebas leher iobunya menggunakan parang dan lalu kabur. Kabar yang beredar, Sabtu (10/3/2018) pagi ini pelaku sudah berhasil dibekuk aparat.

Ia ditangkap di Jalan Pemuda, Kebumen, sekitar pukul 07.22 WIB. Foto-foto penangkapan Sumudi itu menyebar luas di media sosial dan WA. Dalam foto yang beredar saat ditangkap pelaku mengenakan baju doreng, wajahnya juga penuh dengan tato.

Anehnya, pria yang diduga kuat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri ini terlihat cengar-cengir. Pasalnya, ada dugaan jika pelaku mengalami gangguan jiwa.

Aksi pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di pematang sawah. Motif pembunuhan karena pelaku kesal tak diberi uang oleh ibunya.

Jenazah Sutarmi saat dievakuasi pihak kepolisian untuk diperisa di RSUD Kebumen. (Polres Kebumen)

Jumadi (49) saksi yang melihat peristiwa itu menyebut, saat itu korban tengah beristirahat minum bersamanya di tepi sawah. Sesaat kemudian pelaku datang dengan membawa golok dan meminta sejumlah uang sambil mengancam korban.

“Saat itu pelaku meminta uang Rp 500 ribu kepada ibunya tetapi tidak diberikan. Kemudian ibunya lari ke tengah sawah dan dikejar pelaku tetapi terjatuh di atas jerami, kemudian dibacok,” ungkapnya.

Pelaku membacok leher ibunya hingga terputus. Usai menjalankan aksinya, parang yang digunakan untuk membacok langsung dimasukkan ke dalam tas dan pelaku kabur.

Kasi tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian. Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar datang ke lokasi kejadian, memimpin langsung jalannya olah TKP yang dilakukan INAFIS Polres Kebumen dan Polsek setempat.

”Kasus ini masih di dalami, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lapangan,” katanya.

Setelah dilakukan evakuasi oleh Polres Kebumen dan PMI, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kebumen.

Editor : Ali Muntoha

Hati-hati! Modus Kejahatan Ganjal Mesin ATM Kembali Marak

MuriaNewsCom, Kebumen – Kejahatan dengan modus mengganjal mesin ATM kembali marak di sejumlah daerah. Yang terbaru di Kebumen, tanbungan milik seorang laki-laki parah baya dikuras oleh penjahat yang berpura-pura menolong saat kartu ATM tak bisa keluar dari mesin.

Korbannya adalah Agung Riswanto (55), warga Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen. Uang tabungannya sebesar Rp 65 juta dikuras orang tak bertanggungjawab saat melakukan transaksi di mesin ATM BRI yang berada di Indomart Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, Selasa (30/1/2018) kemarin.

Uang miik korban diduga dikuras oleh orang yang pura-pura menolongnya saat kartu ATM terganjal. Pelaku berani menjalankan aksinya meski lokasi ATM berada di dalam toko modern.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Masnudin mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan kasus tersebut. Saat ini tim Resmob Polres Kebumen dan Reskrim Polsek Sempor tengah melakukan penyelidikan.

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat kroban melakukan transaksi di mesin ATM sekitar pukul 10.00 WIB. Usai melakukan tarik tunai, kartu ATM miliknya tak bisa dikeluarkan, seperti ada sesuatu yang mengganjal kartu.

“Saat korban panik, ada seorang pria menghampiri korban untuk membantu mengeluarkan. Tanpa sadar, si korban memberikan pin ATM kepada pria tersebut,” katanya.

Tidak hanya itu saja. Drama kejahatan semakin rapih, saat si pria meminta korban untuk pulang mengambil pinset di rumah.

Korban yang pada saat itu pulang ke rumah terkejut. Tiba-tiba ada pesan masuk melalui SMS Banking di ponselnya telah ada transaksi uang sebesar Rp 65 juta.

Korban yang panik, saat itu juga melaporkan ke Polsek Sempor mengenai kejadian itu. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan kasus itu,” ujarnya.

Modus kejahatan ganjal mesin ATM bukan hal pertama terjadu di Kebumen. Kasus semacam ini marak terjadi di beberapa kota di luar Kebumen. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada jika akan bertransaksi di mesin ATM.

“Jika perlu, saat akan menggunakan mesin ATM, alangkah baiknya kita gunakan mesin yang berada di kantor bank. Jika terjadi masalah segera laporkan ke petugas Satpam yang berada di bank, sehingga bisa terhindar dari aksi kejahatan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ternyata Pria Ini Gunakan Emas Imitasi Sebagai Mas Kawin, Sekarang Dibui

MuriaNewsCom, Kebumen – Ternyata penyebab pengantin baru AB atau Abi Dwi Septian (25) warga Desa Bumirejo, Kebumen harus mendekam di sel tahanan bukan hanya karena masalah dekor yang belum dilunasi. Pria ini juga dilaporkan mertuanya, karena memberikan emas imitasi sebagai mas kawin.

Saat ini Abi telah ditahan di Mapolsek Kebumen, dan ditetapkan sebagai tersangka. Mertua Abi, Ateng Wahyudi (47) geram, lantaran merasa ditipu karena perhiasan emas yang diberikan ternyata semuanya imitasi.

Kapolsek Kebumen Iptu Mardi mengatakan, total emas imitasi yang digunakan sebagai mas kawin seberat 13 kg. Perhiasan palsu itu kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Emas imitasi dalam bentuk berbagai perhiasan ini dikemas dalam wadah berbalut kain beledu berbentuk hati dan berwarna merah.

”Tidak hanya emas imitasi, menurut penuturan orang tua mempelai perempuan bahwa tersangka juga berjanji akan menanggung biaya pernikahan sebesar Rp 150 juta tapi itu juga tidak benar adanya,” katanya dilansir detikcom, Selasa (9/1/2018).

AB pengantin baru yang ditahan polisi karena belum membayar sewa dekor.
(Humas Polres Kebumen)

Karena masalah ini pulalah, sang istri yang baru dinikahinya 26 Desember 2017 lalu, langsung pergi sehari setelah pesta pernikahan. Rumah tangga mereka juga terancam berakhir, karena dikabarkan pihak istri akan menggugat cerai.

Kini si Abi harus mendekam di sel tahanan, karena selain dilaporkan sang mertua, ia juga dilaporkan tukang dekor karena belum membayar sewa dekorasi sebesar Rp 7,3 juta.

Ia ditangkap polisi karena dilaporkan oleh tukang dekor, Teguh Karyanto (44) karena tidak sanggup membayar dekorasi pernikahannya dengan tuduhan penipuan.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menyatakan, pihaknya telah menetapkan AB sebagai tersangka. AB diketahui sebagai karyawan salah satu bank BUMN di Kebumen.

”Perjanjian antara tersangka dengan tukang dekor, akan membayar jasanya setelah pernikahannya usai. Namun hingga hari kesepakatan, tersangka tidak membayar. Selanjutnya tukang dekor yang merasa ditipu lapor ke kami,” kata AKP Willy.

Ia meyebut, tagihan dekor yang belum dibayar sebesar Rp 7,3 juta. Menurutnya, AB diamankan polisi pada Kamis (4/1/2017) pekan kemarin di Desa Panjer, Kecamatan Kebumen.

Editor : Ali Muntoha

Gara-gara Dekor, Pengantin Baru Dilaporkan ke Polisi dan Ditinggal Istri

MuriaNewsCom, Kebumen – Apa yang dialami pengantin baru berinisial AB (25), asal Desa Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, cukup mengenaskan. Karena masalah dekorasi saat pesta pernikahan, laki-laki ini kini harus ditangkap polisi dan juga ditinggal istri yang baru dinikahinya.

Pernikahannya yang baru berlangsung pada 26 Desember 2017 lalu juga terancam berakhir, karena AB tak bisa mengembalikan uang resepsi kepada mertuanya. Tak hanya itu, AB juga kini harus mendekam di sel tahanan.

AB ditangkap polisi karena dilaporkan oleh tukang dekor, Teguh Karyanto (44) karena tidak sanggup membayar dekorasi pernikahannya dengan tuduhan penipuan.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menyatakan, pihaknya telah menetapkan AB sebagai tersangka. AB diketahui sebagai karyawan salah satu bank BUMN di Kebumen.

”Perjanjian antara tersangka dengan tukang dekor, akan membayar jasanya setelah pernikahannya usai. Namun hingga hari kesepakatan, tersangka tidak membayar. Selanjutnya tukang dekor yang merasa ditipu lapor ke kami,” kata AKP Willy.

Ia meyebut, tagihan dekor yang belum dibayar sebesar Rp 7,3 juta. Menurutnya, AB diamankan polisi pada Kamis (4/1/2017) pekan kemarin di Desa Panjer, Kecamatan Kebumen.

Saat diperiksa polisi, AB mengaku masih mengupayakan untuk membayar sewa dekor tersebut. Yakni dengan mengajukan pinjaman di bank tempatnya ia bekerja. Saat ini menurut dia, proses pencairan pinjaman masih berlangsung.

AB juga mengaku awalnya keberatan pernikahan diselenggarakan bulan Desember 2017, karena pinjaman dari bank baru akan cair di 2018. Pernikahan itu menurut dia, berlangsung setelah selama tujuh bulan pacaran.

Baca : Ternyata Pria Ini Gunakan Emas Imitasi Sebagai Mas Kawin, Sekarang Dibui

Ia juga mengaku sehari setelah pesta pernikahan istrinya pergi meninggalkan rumah. Bahkan akun Facebook dan BBM pun telah diblokir oleh istri, termasuk nomor teleponnya sudah ganti.

Setelah resmi ditahan, pihak keluarga istrinya pun tidak ada yang membesuk tersangka di rutan Polsek Kebumen Polres Kebumen.

AB mengaku kehilangan kontak dengan isterinya. Bahkan karena kejadian itu, orang tua AB jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami melangkah berdasarkan laporan yang masuk. AB telah dilaporkan karena penipuan. Kami tindaklanjuti secara proporsional,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha 

Perempuan Bunuh Diri di Pinggir Sungai di Kebumen

Pelaku bunuh diri tampak di pinggir sungai di Kebumen. (Sorot.co)

MuriaNewsCom, Kebumen – Perempuan paruh baya, Lasinah (50),  warga Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, ditemukan tewas bunuh diri, di titian bambu Sungai Penguyon, desa setempat, Sabtu (25/11/2017).

Salah seorang warga, Sintar, kali pertama menemukan pelaku bunuh diri itu. Saat itu, Sintar hendak beraktivitas di dekat lokasi bunuh diri. Saat itu, Sintar terkejut melihat adanya pelaku sudah tergantung.

“Saksi terus memberitahukannya ke warga lain dan melaporkannya ke polisi,” kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kassubag Humas AKP Willy Budiyanto.

Tim medis tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh pelaku. Pelaku diduga gantung diri karena depresi. Polisi berharap agar keluarga lebih peduli jika ada anggota yang mengalami depresi.   

Editor : Akrom Hazami

1 Penambang Tewas Tertimpa Longsoran Batu di Kebumen

 

Polisi melakukan olah TKP di lokasi longsor di Dukuh Era, RT 03/02, d Desa Karangkembang, Kecamatan Alian, Senin (201/11/2017) sekitar pukul 08.30 WIB. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kebumen – Ahmad Fauzan (35) seorang penambang batu warga Dukuh Sumberan, RT 5 RW 02, Desa Karangkembang, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, tewas, tertimpa longsoran batu cadas, di Dukuh Era, RT 03/02, d Desa Karangkembang, Kecamatan Alian, Senin (201/11/2017) sekitar pukul 08.30 WIB. Korban meregang nyawa di lokasi longsor.

Selain satu orang tewas, ada juga beberapa korban luka. Masing-masing Suradi (65) ayah korban, warga RT 06 RW 02 Desa Karangkembang, dan Ahmadi yang juga warga Desa Karangkembang. Keduanya dilarikan ke RSUD Kebumen.

Info yang dihimpun, mulanya mereka sedang menambang batu cadas. Sekitar pukul 08.30 WIB, tiba-tiba longsor terjadi. Bongkahan batu dari perbukitan atas menimpa Fauzan. Korban meninggal dunia seketika.

Kapolsek Alian AKP Mukhsin mengatakan, polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan atas kasus ini. Termasuk, polisi sudah melakukan olah TKP. “Korban sudah dibawa ke rumah sakit tadi,” kata Mukhsin.

Selain polisi, dikerahkan pula BPBD, RAPi, Orari, PMI, dan masyarakat setempat. Lokasi sendiri saat ini telah diberi garis polisi.

Editor : Akrom Hazami

 

Usai Cekcok dengan Istri, Suami Ini Pilih Lilitkan Lehernya di Kebumen

Polisi melakukan olah TKP di Mirit, Kebumen. (Humas/Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Bagaimana tidak sedih, Saripah (45) warga Mirit, Kabupaten Kebumen, melihat suaminya, MR (52) gantung diri. Sebelumnya, pasangan suami dan istri itu cekcok.   

Polisi melakukan olah TKP di rumahnya, Rabu (8/11/2017) siang.  Setelah suaminya MR  ditemukan tewas dengan kondisi leher terjerat seutas tali plastik di rumahnya sekira pukul 10.30 WIB.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto membenarkan informasi peristiwa tersebut. Kasus kematian korban ditangani langsung oleh Sat Reskrim Polres Kebumen dengan menerjunkan Tim Inafis nya dengan dibantu oleh Polsek Mirit Polres Kebumen.

Dari hasil olah TKP, korban meninggal dunia karena kehabisan nafas akibat terlilit tali. Di sekitar TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, yang mengarah ke tindak pidana.

Berdasarkan informasi yang berhasil ditelusuri, dua jam sebelum ditemukan tewas, korban sempat cekcok mulut dengan istrinya.

“Berdasarkan keterangan saksi yang kami kumpulkan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat cekcok dengan istrinya,” terang Willy, mengutip keterangan tim olah TKP.

Saksi Sulasno (25) warga Desa Tlogodepok, Kecamatan Mirit, yang saat itu akan menemui anak korban, sempat melihat korban cekcok mulut dengan istri korban. Merasa tidak enak, Sulasno pilih meninggalkan rumah itu.

“Namun, dua jam kemudian karena suasana sudah sepi, saksi kembali lagi ke rumah itu. Saat ketuk ketuk pintu tidak ada yang menjawab, saksi ini masuk ke rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan menggantung,” kata Willy.

Panik melihat korban menggantung, Sulasno mencari Saripah. Karena pada saat kejadian, Saripah tidak ada di rumah. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Korban menggantung pada seutas tali yang disimpulkan di pasak rumahnya. Berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang ditemukan di TKP, polisi menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.

Polisi menduga ketidakharmonisan dalam berumah tangga menjadi pemicu aksi nekad MR. Korban diketahui berprofesi sebagai petani dan memiliki dua orang anak. “Kami sangat menyayangkan peristiwa tersebut, tidak seharusnya korban mengambil.keputusan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri apapun alasan nya,” pungkas Willy.

Editor : Akrom Hazami

Belasan PSK Ketangkap di Pasar Ayam Kebumen

Polisi memberikan pembinaan kepada para PSK di Mapolres Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Operasi Penyakit Masyarakat “Pekat” gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, menyasar Pasar Ayam Tamanwinangun Kebumen.

Personel gabungan yang meliputi PJU Polres Kebumen, para polwan, personel Intel, Reskrim dan Sat Sabhara menggrebek praktik prostitusi ilegal di kawasan Pasar Ayam.

Dari penggrebekan yang digelar pada pukul 20.00 hingga 21.30 WIB itu, Polres Kebumen mengamankan tiga mucikari dan dua belas PSK.

Tiga mucikari yang diamankan masing masing berinisial SM (56), SL (47), SR (46). Ketiganya merupakan ibu rumah tangga warga Desa Tamanwinangun Kebumen.

Dijelaskan Titi, penggrebekan ini digelar menyusul adanya laporan masyarakat yang merasa resah.

“Razia ini berdasarkan laporan masyarakat. Kita tindak lanjuti laporan itu. Ternyata benar, kita dapatkan belasan PSK dan tiga mucikari dalam operasi itu,” kata Titi.

Dari operasi ini, Polres Kebumen berharap, Pasar Ayam tersebut dapat dikembalikan fungsi asalnya. “Ini, kan  aslinya Pasar Ayam. Namun jika dalam posisi tidak beroprasi saat pasaran, digunakan untuk prostitusi terselubung. Semoga dengan adanya razia ini dapat dikembalikan ke fungsi asalnya,” tambahnya.

Kepada para mucikari, mereka diancam dengan pasal 296 KUH Pidana, dengan ancaman maksimal 1 tahun 4 bulan kurungan. Sedangkan kepada para PSK, polisi memberikan pembinaan dan akan disidang Tipiring di Pengadilan Negeri Kebumen.

Salah satu PSK berinisial SC (29) warga Purwokerto yang terjaring saat operasi, dirinya mengaku kurang lebih satu tahun menjadi PSK di Kebumen karena tidak ada pilihan lain untuk mencari nafkah. Bahkan dirinya sudah berpindah pindah dari kota ke kota menjadi PSK karena tuntutan ekonomi.

“Saya sudah ditinggal suami, bahkan saat saya dalam posisi hamil. Saya sebetulnya tidak ingin jadi PSK. Tapi, mau gimana lagi kebutuhan hidup terus bertambah,” kata SC salah satu PSK.

Editor : Akrom Hazami

 

Pelaku Curas Dibekuk di Kebumen

Polisi saat meminta keterangan tersangka di Mapolres Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), dengan korban seorang perempuan, akhirnya berhasil diamankan polisi. Cukup meresahkan, saat melakukan aksinya, tersangka inisial RM (36) warga Kecamatan Kejobong, Banjarnegara, memanfaatkan waktu Salat Jumat, saat lingkungan sepi.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, mengatakan, tersangka diamankan Unit Resmob Polres Kebumen dan Unit Reskrim Polsek Karanganyar pada hari Senin (23/10) sekira pukul 13.30 WIB di Kecamatan Kejobong, Banjarnegara.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti milik korban berupa sebuah tas warna hitam, dan sebuah Hp Oppo A37 warna Rose Gold. Di hadapan penyidik, tersangka telah mengakui perbuatannya.

Berdsarkan informasi yang diperoleh, saat kejadian curas, tersangka memesan kopi dan meminta air di warung milik korban.

“Keterangan korban, saat itu situasi lingkungan sepi, warga sekitar bersiap siap akan mengikuti Salat Jumat. Nah, saat itulah tersangka memanfaatkan situasi tersebut. Pada saat korban membuatkan kopi dan mengambil air di dalam warungnya, lalu tersangka mengambil tas dan handphone yang tergeletak di almari kaca,” kata Willy, Kamis (26/10/2017).

Namun pada saat tersangka berusaha kabur, korban memergoki aksinya. “Keduanya saling tarik menarik (perlawanan). Selanjutnya tersangka menangkis tangan korban, sehingga tersangka lolos. Korban mengalami luka memar di lengan tangan kanannya,” imbuh Willy.

Pengakuan kepada polisi, tersangka kesehariannya berprofesi sebagai sopir dan memiliki satu anak. “Modusnya, tersangka ini memanfaatkan situasi sepi. Sebelum melakukan aksinya, tersangka melakukan pengamatan lingkungan. Setelah aman, barulah beraksi,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 365 KUH Pidana mengenai pencurian dengan kekarasan, dengan ancaman kurungan selama lamanya 9 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Salat Jumat di Masjid Kebumen Geger, Ini Gara-garanya 

Warga dan polisi membantu mengevakuasi korban yang tenggelam di sumur masjid di Karanganyar, Kabupaten Kebumen. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kebumen – Seorang pria ditemukan tewas tenggelam di dalam sumur Masjid Al Mujahidin, Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jumat (20/10/2017) sekitar pukul 11.45 WIB.

Mayat tersebut ditemukan oleh warga yang hendak salat Jumat. Yakni Yogi Purwosantoso (26) dan Andri Handoko (30), warga setempat. Ketika itu, keduanya hendak ke toilet masjid lebih dulu. Mereka berdua sekilas melongok ke sumur. Mereka kaget melihat seorang pria tenggelam.

BacaTilep Uang Ratusan Juta, Calo CPNS di Grobogan Ditangkap Polisi

Mereka berdua menyebarkan ke warga dan jemaah masjid. Seketika hal itu membuat geger. Mereka berebut mengerumuni lokasi. Mayat pria itu diketahui bernama Tulus Sunarjo (33), warga Kelurahan/Kecamatan Karanganyar. Tulus diduga mengalami gangguan jiwa. Warga yang hendak salat segera melaporkan kejadian ke Polsek Karanganyar.

Penemuan mayat Tulus juga membuat jemaah salat gaduh. Sebagian dari mereka ada yang membantu pengevakuasian korban. Warga dan polisi membantu proses tersebut sampai berhasil. 

Menurut keterangan Kapolsek Karanganyar, AKP Mawakhir, polisi mendatangi lokasi usai adanya laporan warga. Polisi dibantu warga berupaya mengevakuasi korban dari dalam sumur. “Sumur berkedalaman 3,5 meter. Kami bersama warga mengevakuasinya,” kata Mawakhir.

Baca : BREAKING NEWS : Mobil Kas Keliling Bank Jateng Meledak di Kudus

Tim medis Puskesmas Karanganyar segera melakukan pemeriksaan ke tubuh Tulus. Hasilnya, tim medis tidak menemukan luka pada tubuh korban. Polisi dan medis pun menyerahkan mayat ke pihak keluarga untuk segera dikebumikan.

Editor : Akrom Hazami

 

Buaya Gegerkan Warga Kebumen

Warga melihat buaya yang sempat menggegerkan di Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Munculnya buaya di Sungai Luk Ulo di area persawahan Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, mengundang perhatian warga. Namun sayangnya, upaya penangkapan gagal setelah buaya melarikan diri dan kembali ke sungai.

Diketahui keberadaan buaya di sawah sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang yang hendak mancari ikan di pinggir sungai. Orang tersebut melihat benda seperti kayu yang menyerupai punggung buaya. Karena penasaran, pemancing itu melempar ke arah kayu itu dan ternyata bisa bergerak.

Salah satu seorang warga mencoba menangkap, dengan membuat alat perangkap mengunakan seutas tali dan galah bambu. Upaya penangkapan dilakukan juga dibantu warga lainnya dengan cara mengiring hewan ganas tersebut agar moncongnya terjerat oleh tali perangkap yang dibuat.

“Saat galah bambu yang sudah dipasang ranjau tali dengan dibantu oleh galah bambu lain mendekati moncong buaya, hewan tersebut menerkam bambu dan naik ke permukaan sawah yang berada di pinggir Sungai Luk Ulo itu,” kata Puji, salah satu warga dilansir dari www.tribratanews-polreskebumen.com.

Naiknya buaya ke permukaaan membuat warga yang berada di sekitar lokasi penangkapan berhamburan. Buaya juga memberontak dengan mulut menganga dan menuju kerumunan warga. Diperkirakan buaya itu memiliki pajang 4 meter

Buaya tersebut pun berlari menuju arah Sungai Luk Ulo, warga yang memegang galah bambu pun segera mengejarnya ke tepi sungai, namun sayang buaya liar tersebut langsung masuk ke aliran sungai dan menghilang bersama derasnya arus sungai,” ungkapnya.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, mengimbau kapada warga sekitar agar waspada terutama para penambang pasir di sungai. Karena buaya tersebut ada sedikit luka maka akan bisa semakin buas. “Jangan sampai dibunuh karena buaya termasuk satwa yang dilindungi dan dijaga populasinya. Lebih baik laporan kepada petugas.

Editor : Akrom Hazami

Tenggak Air Putih, Ibu Muda Ini Tewas di Kebumen

Polisi melakukan olah tkp di Kabupaten Kebumen, Senin malam. (tribratanews polres kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Setelah menenggak air putih, Aminah Susanti (33) seorang ibu rumah tangga, warga Gombong, Kebumen, kejang dan meninggal dunia. Kematiannya yang tidak wajar tersebut akhirnya diusut Polres Kebumen untuk mengetahui motifnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin (09/10/2017) sekitar pukul 22.00 WIB, dan disaksikan langsung oleh Delik (55) ibu mertuanya yang tinggal serumah dengan korban. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Gombong Polres Kebumen dan Inafis Sat Reskrim Polres Kebumen.

Penuturannya kepada polisi yang datang untuk melakukan oleh TKP, sebelum kejang dan meninggal, korban sempat membuat minuman.

“Setelah diminum, korban masuk kamar dan menangis. Mengetahui korban menangis, mertuanya mengahmpiri korban dan sempat menyuruhnya mengucapkan Istigfar. Namun tidak lama kemudian korban kejang dan dibawa ke RS PKU Muhamadiyah Gombong untuk mendapatkan perawatan. Namun tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit,” kata Kapolsek Gombong AKP Hendrie S Liquisa didampingi Kanit Reskrim Polsek Gombong IPTU Suwarto dilansir dari tribratanews polres kebumen.

Dari hasil penyelidikan, sebelum meninggal, korban meminum air putih yang dicampur dengan obat kimia potasium. “Korban meninggal karena keracunan minuman yang dibauatnya. Korban mencampurkan minumannya dengan potasium. Korban sengaja mengakhiri hidupnya,” katanya.

Pernyataan itu diperkuat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis RS PKU Muhamadiyah Gombong, korban meninggal karena keracunan minuman. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda yang mengarah ke penganiayaan.

Selain itu, penuturan dari pihak keluarga, korban saat ini sedang terlilit hutang. Sedangkan suaminya merantau bekerja di Bandung Jabar. Korban memiliki tiga anak yang masih kecil.

Kapolsek Gombong sangat menyayangkan sekali peristiwa tersebut. Meninggalnya Aminah menambah panjang deretan korban meninggal bunuh diri akibat himpitan ekonomi di Kebumen.

Editor : Akrom Hazami

(humas/polres kebumen)

EDAN, 3 Siswi Digagahi Ramai-Ramai di Pasar Hewan Kebumen

Para pelaku pencabulan diamankan Polres Kebumen. (tribratanews polres kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Bikin geleng geleng kepala, empat orang pria tega mengagahi tiga siswi di Pasar Hewan Kabupaten Kebumen, pada malam hari. Selain dicabuli, ada juga siswi yang disetubuhi.

Melansir dari tribratanews polres kebumen.com, Polsek Kebumen saat ini masih menangani empat kasus persetubuhan dan pencabulan di bawah umur sekaligus. Kasus ini ditangani Polres Kebumen dan merupakan paling menonjol dalam pertengahan 2017 ini.

Dalam kasus tersebut, sedikitnya empat tersangka diamankan Polsek Kebumen. Satu di antaranya tersangka masih berstatus di bawah umur.

Para tersangka yang diamankan polisi masing masing berinisial, PC (21) warga Kebumen, MF (20) warga Buluspesantren, RZ (14) warga Buluspesantren dan FR (20) warga Buluspesantren Kebumen.

Untuk tersangka berinisial AN, saat ini masih dalam pengejaran (DPO). Korban dalam kasus ini adalah tiga siswi dan masih di bawah umur, yang semuanya warga Ambal, Kebumen.

Saat dihubungi Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto menerangkan, keempat tersangka kini berada di Rutan Polsek Kebumen dan masih menjalani pemeriksaan, Senin (09/10/2017) pagi.

Berdasarkan informasi, ketiga korban “Mawar, Melati, Kenanga” (bukan nama asli) digagahi tersangka pada tanggal 1-2 Oktober kemarin.

“Ada yang melakukan pencabulan, ada pula tersangka yang melakukan persetubuhan. Kini kasusnya masih didalami. Mereka melakukan aksi bejatnya di Pasar Hewan Kebumen pada malam hari pada tanggal tersebut,” kata Willy.

Masih kata  Willy, tiga tersangka berhasil diamankan polisi pada Rabu (4/10/2017) dan 1 tersangka berinisial FR menyerahkan diri pada Sabtu (07/10/2017) malam.

“Penangkapan tersangka dilakukan Rabu (4/10/2017), tetapi tersangka FR menyerahkan diri di Polsek Kebumen, Sabtu (7/10/2017) malam setelah sempat dilakukan pencarian,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersangka PC dan MF terancam pasal 81 sedangkan RM, FA serta AN terancam pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Kami mengimbau orang tua untuk mengawasi pergaulan anak, mengontrol penggunaan handphone, dan membekalinya dengan ilmu agama agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

SELINGKUH MASSAL, 7 Pasangan Begituan di Satu Hotel di Kebumen

Polisi mengamankan pasangan selingkuh dari salah satu hotel di Kabupaten Kebumen. (humas polres kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Edan, tujuh pasangan bukan suami istri begituan di kamar, di satu hotel melati di Kebumen. Praktik mesum mereka konangan Sat Sabhara Polres Kebumen.

Mereka diamankan polisi dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat), Kamis (28/09/2017). Polisi mengamankan mereka, karena tidak bisa menunjukan bukti sah sebagai pasangan suami isteri.

Dilansir dari tribratanews-polreskebumen.com, Kasat Sabhara Polres Kebumen, AKP Krida Risanto, mengatakan, kehadiran tujuh pasangan selingkuh di Polres Kebumen dalam rangka pemeriksaan yang dilakukan pada Jumat (29/9/2017). 

“Mereka hari ini kita periksa, selanjutnya akan disidang di Pengadilan Negeri Kebumen,” terang Krida.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dari tujuh pasangan tersebut, mereka rata-rata sudah menikah dan berstatus memiliki pasangan yang sah. 

Penuturan salah satu pasangan mesum, HN (62) laki laki kesepian warga Panjer Kebumen mengaku masih mempunyai isteri, namun sedang merantau di luar negeri. HN tertangkap basah sedang berduaan dengan PW (39) warga Kebumen yang berstatus janda di dalam kamar hotel saat asyik berduaan.

“Saya mempunyai isteri sah, namun saat ini, isteri saya sedang bekerja di luar negeri,” katanya.

Lain halnya dengan pasangan mesum SG (27) dan RN (21). SG adalah seorang laki laki warga Magelang berstatus menikah yang telah dikaruniani satu anak, kedapatan ngamar dengan RN, yang masih lajang warga Ciamis Jabar.

Saat dimintai keterangan oleh polisi, kepada isterinya, SG mengaku sedang bekerja di luar kota. Sedangkan RN untuk mengelabui orang tuanya, dirinya berbohong dengan alasan mencari pekerjaan di Jawa Tengah, namun pada kenyataannya mereka malah asyik ngamar.

Karena perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal Perda Kabupaten Kebumen Nomor 6 tahun 1973 tentang perbuatan melanggar hukum satu “atap bukan pasangan resmi suami isteri secara sah”.

Krida mengatakan operasi pekat ini akan rutin digelar. Karena informasi yang masuk, masih banyak laporan warga tentang adanya aktifitas mesum di hotel kelas melati di Kebumen.

“Operasi ini akan terus berlanjut. Banyak laporan yang masuk ke kami. Akan kita tindak lanjuti,” tutupnya.

Editor : Akrom Hazami

 

8 Orang Bunuh Diri di Kebumen

Salah satu lokasi gantung diri di Kabupaten Kebumen, beberapa waktu lalu (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Angka bunuh diri dengan cara gantung diri di Kabupaten Kebumen akhir – akhir ini tergolong cukup tinggi. Hal ini tampak jelas saat melihat angka bunuh diri pada dua bulan terakhir ini.

Pada bulan Agustus lalu, ada 5 orang yang nekat melakukan aksi gantung diri, yaitu pada tanggal 6 Agustus warga Kecamatan Klirong, 11 Agustus warga Puring, 16 warga Kecamatan Rowokele, 22 warga Kecamatan Buayan, 30 Agustus warga Kecamatan Kutowinangun” beber AKP Willy Bidiyanto, Kasubag Humas Polres Kebumen, dilansir dari tribratanews-polreskebumen.com.

BacaSendang Doro Grobogan Telan Korban, Warga Terpaksa Menguras Sendang untuk Cari Mayat

Menurut data yang dapat dihimpun oleh Polres Kebumen sejak Agustus hingga September ini, tercatat ada delapan warga dari berbagai kecamatan yang ada di Kebumen nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri.

Sementara pada September ini, lanjut Willy, tercatat ada 3 orang yang nekat melakukan hal serupa, yakni pada tanggal 5, 15 dan 25 September lalu. Tiga orang tersebut yakni warga Kecamatan Sempor, Karanggayam dan Karanganyar.

BacaPemuda 22 Tahun di Kudus Tewas Gantung Diri di Kamar Tidur

Dari 8 korban yang nekat melakukan aksi tersebut mayoritas dilatarbelakangi karena depresi berat, baik akibat penyakit menahun yang tak kunjung sembuh maupun gangguan jiwa.

BacaMemilukan! Seorang Nenek di Godong Grobogan Tewas Terbakar Saat Terlelap Tidur

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti menghimbau agar jangan mencari jalan pintas yang sesat untuk mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. “Kita harus sadar bahwa perbutan bunuh diri merupakan perbutan yang keji dan tidak dibenarkan oleh agama.

Editor : Akrom Hazami

 

Aneh, Pria Ini Pilih Bunuh Diri di Kandang Kambing di Kebumen

Warga membawa mayat pria yang gantung diri di kandang kambing di Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Aksi bunuh diri dilakukan di kandang kambing di Kebumen. Tepatnya di Desa Ginandong, Kecamatan Karanggayam, Jumat (22/9/2017) pagi. Peristiwa itu dilakukan oleh Rasmun (27) warga setempat.

Pria yang kesehariannya sebagai peternak sapi tersebut memanfaatkan kandang kambing serta seutas tali plastik. Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekira pukul 05.00 WIB tadi pagi. Seketika, kejadian membuat warga sekitar geger. “Itu terjadi pada pagi hari tadi,” katanya.

Baca : Ditangkap Polisi, Pengedar Pil Dextro Ini Ngaku Konsumennya Guru dan Pelajar di Jepara

Keterangan isteri, Nurwahyuni (27), tadi pagi sekitar pukul 01.00 WIB, suami meninggalkan rumah. Hingga pukul 04.00 WIB, pelaku tidak kunjung pulang. Isteri yang mulai gelisah akhirnya menanyakan ke tetangganya.

Nurwahyuni juga sempat berkeliling ke sekitar rumah, tapi kondisi yang gelap membuat keberadaan suami saat itu sulit ditemukan.

“Merasa ada yang aneh, isterinya gelisah dan menanyakan tetangganya, barangkali menginap di rumah tetangganya tersebut. Sekitar pukul 05.00 WIB, suami ditemukan sudah dalam keadaan menggantung di lokasi kandang,” terang Titi.

BacaTiga Warga Undaan Kudus Nyaris Terpanggang Hidup-hidup di Dalam Rumahnya

Pelaku sering mengeluh penyakit hernia yang diderita korban sejak lama. “Ya, informasi yang kami peroleh, korban lama mengidap penyakit hernia. Bahkan, karena kondisi ekonominya korban tidak sanggup untuk berobat. Korban memiliki satu peliharaan sapi, namun tidak dijual alasannya untuk tabungan,” tandasnya.

Kasusnya telah ditangani Inafis Polres Kebumen dan Polsek Karanggayam Polres Kebumen. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan tanda tanda yang mengarah ke tindak kejahatan.

Editor : Akrom Hazami

Buat Status Facebook, Siswa Kebumen Ditangkap, Penasaran? Baca Ini

Siswa yang ditangkap gara-gara tulis status di Facebook. (tribratanews-polreskebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab jika sembarangan, maka akan berdampak buruk. Seperti yang dialami salah satu siswa SMK di Karanganyar, Kebumen, Pras (16).

“Liaran ora ana mundure.. polisie cekel taleni nang wit gedang baen nggo lemon,”begitulah kalimat yang diposting Pras pada Minggu (3/9) sekira pukul 13.43 WIB silam di Facebook dengan nama akun Oloy Cilik. Di akun tertulis sebagai warga Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Kebumen.

Kalimat yang diposkan oleh Pras jika diartikan ke Bahasa Indonesia, kira-kira begini, “Balapan liar tidak ada mundurnya, polisinya diikat di pohon pisang saja untuk dijadikan pupuk,” begitu maksudnya.

Hal itu membuat kepolisian setempat mengamankan Pras untuk dilakukan pembinaan. Polisi menangkap Pras di sekolahnya, Rabu (13/9/2017).

Screenshot

 

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, Kamis (14/9/2017) mengatakan, bahwa akun penulis status itu adalah milik Pras. Apa yang dilakukan Pras, tentu tidak tepat dilakukan sebagai pelajar.

Polisi dari tim Cyber Polres Kebumen menangkapnya. Ibunda Pras juga turut mendampingi putranya. Kepada polisi, Pras meminta maaf dan juga membuat surat pernyataan yang berisikan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Benar, pemilik akun itu adalah Pras. Kita sudah ketemu, dia juga sudah minta maaf dan mengakui bahwa perbuatannya salah,” kata Willy.

Willy berpesan kepada seluruh pengguna media sosial, supaya lebih bijak dalam bermedsos. Jangan sampai memicu permusuhan, menyinggung perasaan ataupun melecehkan seseorang dan golongan melalui postingan di medsos karena sekarang ada undang undang yang mengaturnya.

Editor : Akrom Hazami

 

FOTO-FOTO : Kebakaran Pasar Gombong Kebumen yang Merugi Rp 10 Miliar

Kebakaran terjadi di Pasar Wonokriyo Gombong Kebumen. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kebumen – Kerugian akibat kebakaran bangunan Pasar Wonokriyo Gombong, Kabupaten Kebumen, Kamis (7/9/2017) pagi mencapai sekitar Rp 10 miliar. Demikian disampaikan Bupati Kebumen  Mohammad Yahya Fuad.

“Kalau menghitung luasnya kerugian sekitar Rp 10 miliaran lah,” kata Yahya dikutip dari kebumenekspres.com.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Yahya mengatakan jika kebakaran tersebut merupakan kejadian yang luar biasa. Praktis, penanganannya akan menjadi prioritas. Berikut foto-foto kejadian kebakaran Pasar Wonokriyo Kebumen.

 

  1. Warga bahu membahu melakukan pemadaman

Warga mengambil gambar saat aksi pemadaman kebakaran Pasar Gombong Kebumen dilakukan. (Facebook)

 

Warga beserta petugas pemadaman kebakaran bahu membahu melakukan pemadaman kebakaran. Pemadaman baru bisa dilakukan selama sekitar 6 jam.

  1. Instalasi listrik tak luput dari api

Instalasi kabel listrik yang terbakar di Pasar Gombong Kebumen. (Facebook)

Instalasi listrik di pasar tak luput dari lalapan si jago merah. Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek. Sehingga mengakibatkan kebakaran dahsyat di pasar itu.

  1. Kios dilalap api

Kios terbakar dengan seluruh isinya ludes di Pasar Gombong Kebumen. (Facebook)

 

Tercatat ada sekitar 672 kios yang terbakar. Hal itu berdasarkan data yang dikantongi Polres Kebumen.

4. Kebakaran juga tampak dari luar

Kebakaran terjadi di Pasar Wonokriyo Gombong Kebumen. (Facebook)

 

Warga ramai-ramai melihat kebakaran. Bahkan api terlihat dari luar bangunan pasar. Hal itu menjadi tontonan pengguna jalan.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca :

Begini Penampilan Polwan Cantik Saat Nyamar Jadi PSK dan Bekuk Mucikari di Rames Pati

Listik 5 Desa di Pati Kota Akan Dipadamkan 8 Jam, Ini Penjelasannya

Kebakaran Hebat di Pasar Gombong Kebumen 

 

Kecelakaan Maut di Kebumen, 7 Tewas

Bangkai kendaraan usai tabrakan di Kebumen. (Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Tujuh nyawa melayang menyusul kecelakaan antara mobil Avanza dengan Bus Puji Kurnia di ruas jalan Kebumen – Banyumas tepatnya km 16 termasuk Dukuh Alang-alang Amba, Desa Sidomulyo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Minggu malam (27/8/2017) sekitar pukul 21.45 WIB.

Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti melalui Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Suryo Wibowo, menjelaskan identitas para korban, Senin dini hari (28/8/2017). Dia menyampaikan korban di mobil Avanza hitam dengan nopol T-1316-SL merupakan warga Kabupaten Demak.

Korban adalah Herly Yk Wibowo (24), warga Desa Kendal Doyong RT 08 RW 02 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak merupakan pengemudi Avanza. Adapun enam korban lain, Kosim Abdullah, Untung Raharjo, Ato Suseno, Kenzi, Eni, Sularno. “Semuanya meninggal dunia,” kata Suryo.

Kejadian berawal saat mobil Avanza yang dikemudikan Herly melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi, mobil naas itu mendahului truk diesel masuk lajur kanan dan berusaha kembali ke lajur kiri.

Saat berusaha banting setir ke kiri, Avanza lepas kendali dan masuk ke lajur kanan sebelum akhirnya bertabrakan dengan Bus Kurnia Nomor polisi B-1853-YZ yang melaju dari arah timur ke barat. “Adapun sopir sus, diketahui bernama Suroso (49), warga Desa Wirun RT 02 Rw 05 Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo,” terangnya.

Mobil Avanza berhasil dievakuasi oleh Jajaran Sat Lantas Polres Kebumen sekitar pukul 23.30 WIB dan dibawa ke Pos Lantas Karanganyar. Sementara, para penumpang bus yang selamat ditempatkan di RM Jakarta yang berada tak jauh dari lokasi menunggu bus pengganti.

Editor : Akrom Hazami

Semburan Gas Muncul di Jalur Rel KA di Prembun Kebumen

Tampak semburan lumpur yang muncul akibat pengeboran kekuatan tanah di dekat rel kereta api di Prembun, Kabupaten Kebumen. (Sorot.co)

MuriaNewsCom, Purwokerto – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto mendapatkan informasi terjadi semburan lumpur campur gas di dekat jalur rel kereta api (KA) Desa Kabekelan, RT 06 RW 02, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, Kamis (24/8/2017).

Informasi yang dihimpun warga, semburan lumpur tersebut terjadi di lubang bekas pengeboran atau sondir tanah sedalam 8 meter, Kamis pagi pukul 08.00 WIB. Pengeboran dilakukan oleh PT Yasa Pola Remaja selaku pelaksana proyek jalur rel ganda Kroya-Kutoarjo.

Hingga kini, semburan lumpur masih terus terjadi meskipun kekuatannya tidak terlalu besar. Pihak terkait telah mendatangi lokasi dengan memasang garis yang mengelilingi lubang tersebut dani tulisan untuk warga dilarang mendekat.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan pihaknya masih menunggu laporan perkembangan semburan gas tersebut dari petugas di lapangan.

“Informasi yang kami terima dari Manajer Aset, lokasi semburan gas bukan pada jalur pipa BBM (Bahan Bakar Minyak) milik Pertamina,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Dalam hal ini, kata dia, jalur pipa BBM milik Pertamina berada di sebelah utara jalur rel dengan jarak 12 meter dari as rel. Sementara lokasi semburan berada di sebelah sebelah selatan jalur rel dan berjarak 5 meter dari as rel kereta api.

Berdasarkan informasi masyarakat setempat, lanjut dia, lokasi tersebut memang sering mengeluarkan semburan gas. Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan institusi terkait di lokasi semburan.

“Yang pasti itu (titik semburan) bukan di jalur pipa Pertamina. Untuk sementara, jalur rel tersebut masih aman dilalui kereta api dan petugas kami di lapangan terus memantau perkembangan yang terjadi,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami