Api Pawon Hanguskan Rumah Pembuat Kerupuk Karak di Pakis Grobogan

Warga bergotong royong memadamkan api yang membakar rumah pembuat krupuk di Desa Pakis, Grobogan, semalam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Dusun Ngrao Selatan, Desa Pakis, Kecamatan Kradenan, Grobogan, yang biasa tenang mendadak jadi gempar, Kamis (23/11/2017) malam. Hal ini terjadi menyusul adanya peristiwa kebakaran yang menimpa salah satu rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB.

Rumah yang terbakar diketahui milik Sono (60), warga RT 01, RW 04. Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, pemilik rumah sedang sibuk menggoreng kerupuk karak.

Aktivitas penggorengan biasa dilakukan menggunakan pawon (tungku tradisional) dengan bahan bakar kayu dan ranting kering.

Saat sibuk menggoreng kerupuk, pemilik rumah tidak menyadari jika nyala api menjalar pada tumpukan kayu kering yang ada di dekat pawon. Api yang membakar tumpukan kayu kering akhirnya menjalar hingga dinding rumah hingga menimbulkan kobaran api cukup besar.

Melihat kondisi itu, pemilik rumah sudah berupaya menyiram api dengan air. Namun, api yang sudah terlanjur membesar itu gagal dipadamkan. Selanjutnya, pemilik rumah berteriak minta pertolongan warga.

Tidak lama kemudian, puluhan warga sudah tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman. Setelah berupaya sekitar 30 menit, kebakaran itu akhirnya berhasil dipadamkam.

Kades Pakis Priyono menyatakan, dalam peristiwa itu hanya rumah bagian belakang saja yang mengalami kerusakan. Sementara rumah bagian depan masih aman, karena warga berhasil memadamkan api dengan cepat.

“Pemilik rumah memang usahanya bikin kerupuk karak. Di dekat pawon tadi memang ada banyak tumpukan kayu kering. Kerugian akibat kebakaran sekitar Rp 10 juta,” katanya. 

Editor : Ali Muntoha

Ditinggal ke Musala, Rumah Warga Wirosari Grobogan Terbakar

Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Wirosari, Grobogan, Senin (20/11/2017) petang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Lingkungan Kedusan, Kelurahan/Kecamatan Wirosari, Grobogan, Senin (20/11/2017) petang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB itu menimpa satu rumah milik Solekah (53), warga RT 04, RW 03.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan kosong, karena pemiliknya masih ada di musala. Kebakaran itu diketahui oleh beberapa jemaah musala yang hendak pulang selepas menunaikan salat magrib.

Saat melintas di depan rumah tersebut, beberapa jemaah melihat ada kobaran api di bagian belakang. Selanjutnya, mereka mencoba mendekat untuk mengecek situasi.

Saat dicek, ternyata korban api itu berasal dari bangunan rumah yang terbakar. Selanjutnya, peristiwa itu langsung dikabarkan pada warga dan jamaah yang masih ada di musala.

Begitu dapat kabar ada kebakaran, puluhan warga langsung berlarian ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Beberapa warga lainnya ada yang melaporkan kejadian itu pada perangkat dan menghubungi kantor damkar cabang Wirosari.

Sekitar 10 menit kemudian, armada damkar sudah tiba di lokasi kejadian. Setelah berjuang hampir 1 jam, kobaran api akhirnya berhasil diatasi.

Lurah Wirosari Mugiono menyatakan, peristiwa kebakaran hanya menghanguskan rumah bagian belakang. Sementara rumah bagian depan masih bisa terselamatkan dari amukan api.

“Tidak ada korban. Saat kejadian rumah kondisi kosong karena penghuninya di musala. Penyebab kebakaran diperkirakan dari arus pendek listrik,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Puluhan Anggota Banser Dilibatkan Tanggulangi Musibah Kebakaran di Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka pelatihan pemadaman kebakaran bagi anggota Banser, Selasa (17/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan anggota Banser Grobogan mendapat pelatihan cara menangani musibah kebakaran, Selasa (17/10/2017). Pelatihan dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat setda lantai I. Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Ahmadi Widodo, Kepala Satpol PP Bambang Panji, dan Kabag Kesra Moh Arifin.

Pelatihan yang digelar Bagian Kesra Setda Grobogan itu dilakukan dalam dua tahap. Yakni, latihan teori dan latihan praktik di halaman kantor Setda Grobogan. Selain petugas dari Damkar Grobogan, pelatihan juga melibatkan pihak PLN Purwodadi dan Dinas Kebakaran Provinsi Jawa Tengah sebagai instruktur.

”Dilibatkannya anggota Banser dalam menanggulangi musibah kebakaran ini saya rasa cukup bagus. Sebab, jumlah anggota banser ini sangat banyak dan tersebar di semua desa,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Menurutnya, intensitas kebakaran di Grobogan selama cukup tinggi karena bisa mencapai 50 kali per tahun. Dari musibah kebakaran yang terjadi ada puluhan rumah yang habis terbakar dan kerugian material bisa mencapai miliaran.

Untuk menanggulangi kebakaran, tidak bisa mengandalkan petugas Damkar saja. Soalnya, petugas damkar dan sarana pendukungnya jumlahnya terbatas. Sementara daya jangkauan tugasnya cukup jauh sehingga butuh waktu untuk bisa sampai di lokasi kejadian.

”Upaya menangani kebakaran butuh dukungan berbagai elemen masyarakat. Termasuk dari Banser. Dengan adanya pelatihan ini, anggota Banser nantinya bisa bisa melakukan tindakan awal ketika musibah kebakaran terjadi di dekatnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Kambing Ribut, Pemilik Rumah di Tambirejo Grobogan Ini Selamat dari Kebakaran

Bangunan kandang kambing milik Sulastri Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, ludes terbakar Jumat (22/9/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jumat (22/9/2017) dinihari.

Kebakaran yang menimpa rumah Sulastri (50), warga yang tinggal di Dusun Pucang Selatan RT 05, RW 04 ini menyisakan cerita yang cukup menarik.

Saat api berkobar sekitar pukul 02.45 WIB, Sulastri dan dua anaknya berhasil selamat dari amukan api. Tiga penghuni rumah yang sebelumnya tidur lelap langsung terbangun gara-gara belasan ekor kambing di kandang belakang ribut tidak karuan.

Suara kambing berisik itulah yang membuat pemilik rumah terbangun, dan segera mengecek ke kandang. Saat itulah, ia tahu kalau kandang kambingnya sudah terbakar.

Melihat kejadian itu, Sulastri segera membangunkan kedua anaknya, agar segera keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan itu, puluhan warga segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Salah seorang warga segera mengubungi kantor Damkar Grobogan untuk meminta bantuan.

Perjuangan warga dibantu petugas damkar untuk menjinakkan api, akhirnya berhasil dilakukan satu jam kemudian. Berkat kesigapan warga dan petugas damkar, bangunan rumah utama bisa diselamatkan dari amukan api.

Meski demikian, bangunan rumah bagian belakang yang digunakan untuk kandang seluruhnya terlalap api. Selain itu, belasan ekor kambing yang ada di dalamnya ikut mati terpanggang.

“Jumlah kambing yang mati terbakar ada 13 ekor. Untuk penghuni rumah berhasil selamat karena sempat terbangun saat api membakar kandang. Tafsir kerugian sekita Rp 25 juta,” kata Kades Tambirejo YR Puspitanianto.

Menurutnya, kebakaran itu kemungkinan dipicu dari api bediang yang menjalar ke tumpukan pakan kering. Sebelum kejadian, pemilik rumah memang sempat menyalakan bediang untuk mengusir nyamuk.

Editor : Ali Muntoha

Bapak-Anak di Teguhan Grobogan Tak Berdaya Melihat 2 Rumahnya Hangus Terbakar

Dua rumah di Desa Teguhan, Grobogan, terbakar hingga tak tersisa, Rabu (13/9/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan yang biasanya tenang mendadak jadi hiruk-pikuk, Rabu (13/9/2017) malam. Peristiwa kebakaran rumah di wilayah RT 02, RW 02 menjadi penyebab gegernya warga sekampung.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu menimpa dua rumah. Masing-masing, milik Mutaalim (60), dan anaknya Zaenuri (30).

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi ramai orang. Sebelum kejadian, Mutaalim masih ngobrol di teras rumah dengan dua tetangganya Suwardi dan Nawijan yang datang bertamu.

Tak lama kemudian, terlihat kobaran api yang cukup besar dari rumah belakang bagian atas. Ketiga orang yang ada di teras kemudian berupaya memadamkan api sambil berteriak minta tolong warga sekitar.

Puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak bisa berhasil, karena kobaran api cepat sekali membesar.

Terbatasnya persediaan air ditambah banyaknya barang mudah terbakar, serta hembusan angin kencang menyebabkan amukan si jago merah sulit ditaklukkan.

Baca : Bau Belerang, Semburan Air di Desa Karanggeneng Grobogan Bikin Takut Warga

Setelah melalap habis rumah Mutaalim, kobaran api juga merembet ke rumah anaknya yang letaknya di sebelah timurnya. Hanya dalam tempo singkat, rumah dari kayu jati sudah tersulut api. Amuk kebakaran akhirnya bisa diatasi setelah tiga armada damkar tiba di lokasi kejadian.

Plh Kapolsek Grobogan AKP Sumardi menyatakan, pemicu kebakaran diduga dari hubungan arus pendek listrik (korsleting). Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut.

“Seluruh bangunan rumah yang berbahan kayu jati habis terbakar berikut barang berharga di dalam rumah. Perkiraan kerugian material diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Memilukan, Sehari 2 Rumah Nenek di Grobogan Ludes Terbakar

Satu rumah milik Harti (65) di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi rata dengan tanah setelah tertimpa kebakaran, Senin (4/9/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Grobogan. Peristiwa terbaru terjadi di dua lokasi dan waktu berlainan, Senin (4/9/2016).

Kebakaran pertama terjadi di Dusun/Desa Curut, Kecamatan Penawangan sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam peristiwa ini, satu rumah milik Mbah Mirati ludes terbakar.

Kebakaran rumah nenek berusia 80 tahun diduga berasal dari api dapur yang menjalar ke tumpukan kayu kering dekat pawon. Kobaran api berhasil dipadamkan warga dibantu petugas damkar Grobogan setelah berjuang hampir satu jam lamanya.

Baru selesai berjibaku di Desa Curut, petugas damkar langsung meluncur ke Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, usai mengisi air dalam tangki mobil. Tujuannya, untuk memadamkan kebakaran di rumah Harti (65) yang berada di Dusun Bopong.

Musibah yang menimpa rumah nenek berusia 65 tahun itu kali pertama diketahui dari kandang sapi. Diduga, kebakaran dipicu dari api bediang yang lupa dimatikan dan menjalar pada tumpukan jerami kering.

Selanjutnya, warga sekitar berupaya semampunya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Salah seorang warga lainnya kemudian berinisiatif menghubungi kantor pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan.

Meski sudah berupaya keras, namun kobaran api masih sulit dikendalikan. Amukan api baru berhasil diatasi setelah tiga unit mobil pemadam tiba dilokasi kejadian.

Selain kandang yang terbakar, korban yang terbakar adalah seekor sapi betina. Seekor sapi ini terjebak dikandang saat api berkobar tetapi akhirnya bisa melarikan diri. Meski demikian, sapi tersebut sempat mengalami luka bakar di bagian punggungnya.

“Tidak ada korban jiwa dalam dua musibah kebakaran tersebut. Kami mengimbau kepada warga agar berhati-hati saat menyalakan api,” kata Kasi Damkar Grobogan Paiman.

Editor: Supriyadi

Terbakar, 4 Rumah Warga Sukorejo Grobogan Hangus Tak Bersisa

Salah satu rumah yang tinggal puing-puing setelah hangus terbakar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tak berapa lama setelah kebakaran terjadi di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, anggota Damkar Grobogan kembali harus menjalankan tugas. Yakni, memadamkan kebakaran di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Sabtu (26/8/2017).

Amuk kebakaran di Desa Sukorejo lebih parah dari peristiwa di Desa Kramat. Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada empat rumah warga di Dusun Jetak yang terbakar habis.

Dari empat rumah tersebut, dua bangunan milik Jafar (70), warga yang tinggal di wilayah RT 01, RW 06. Sedangkan dua rumah lainnya milik Mintono (60), dan Aryanto (30). Semua bangunan rumah yang ludes terbakar terbuat dari bahan kayu jati.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, warga yang lewat di jalan sempat melihat ada kobaran api dari rumah Jafar di bagian belakang. Sebelum kejadian, beberapa warga sempat mendengar suara letusan.

Ketika warga hendak memeriksa ke rumah tersebut, kobaran api mendadak sudah membesar karena ada hembusan angin kencang saat itu. Melihat kejadian itu, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Meski sudah berupaya keras, namun pemadaman gagal dilakukan. Sebaliknya, kobaran api makin susah dikendalikan dan menyambar dua rumah terdekat.

Sekitar 30 menit kemudian, lima mobil damkar tiba di lokasi. Meski sudah banyak armada yang dikerahkan, namun pemadaman masih sulit dilakukan karena banyak barang mudah terbakar di tiga rumah tersebut. Setelah berjibaku hampir 2 jam, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan.

Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno menyatakan, saat kejadian, kondisi rumah Jafar dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang ziarah ke Klaten. Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan sementara, api diperkirakan berasal dari kompor yang lupa dimatikan hingga mengakibatkan tabung gas meledak.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Dua Rumah di Grobogan Terbakar Saat Momen Lebaran

Warga mencoba memadamkan api yang membakar salah satu rumah di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebarakan merusak kebahagiaan Lebaran di Kabupaten Grobogan. Dua rumah terbakar sejak hari pertama Lebaran, hingga Kamis (29/6/2017) kemarin.

Yang terbaru kebakaran terjadi di Dusun Tanjungan, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Kamis (29/6/2017). Kebakaran yang berlangsung tengah malam itu menimpa rumah Sujiyo (65), warga di RT 01, RW 06.

Informasi yang didapat menyebutkan, kebakaran ini berhasil dipadamkan warga bersama petugas pemadam kebakaran Grobogan. Meski demikian, satu unit rumah bagian belakang yang berfungsi sebagai kandang sapi ludes terbakar. Sementara sebagian rumah bagian depan terpaksa dirobohkan supaya tidak tersulut api.

Kebakaran ini diperkirakan berasal dari api bediang (api untuk mengusir nyamuk di kandang) yang dinyalakan pemilik rumah beberapa jam sebelumnya. Kemungkinan akibat hembusan angin, api dari bediang itu menjalar ke tumpukan jerami kering di dekatnya.

“Beberapa kali peristiwa kebakaran ini disebabkan keteledoran pemilik rumah. Untuk itu saya imbau warga agar waspada dan ketika menyalakan api,” kata Kasi Damkar Grobogan Sutrisno, Jumat (30/6/2017).

Beberapa hari sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Minggu (25/6/2017) dini hari. Kebakaran pada malam takbiran ini mengakibatkan satu kios ini ludes dilalap si jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian mencapai Rp 20 juta. Kemungkinan, kebakaran ini disebabkan korsleting listrik, karena saat kejadian, kios dalam kondisi tutup.

Editor : Ali Muntoha

Gara-gara Bediang, Rumah Milik Warga Desa Boloh Grobogan Nyaris Ludes Dilalap Api

Sebuah kandang milik Suwoto warga Desa Boloh, Kecamatan Boloh, Grobogan yang terbakar pada Senin (26/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebuah kandang milik Suwoto warga Desa Boloh, Kecamatan Boloh, Grobogan yang terbakar pada Senin (26/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Warga di wilayah RT 05 RW 04, Dusun Boloh, Desa Boloh, Kecamatan Toroh dibikin kalang kabut dengan peristiwa kebakaran yang terjadi, Senin (26/12/2016). Musibah yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menimpa sebuah kandang sapi milik Suwoto, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong lantaran ditinggal pemiliknya ke sawah. Sebelum pergi, pemilik rumah sempat menyalakan bediang atau perapian untuk menghalau nyamuk di dalam kandang sapi yang ada di belakang rumah.

Tidak lama kemudian, warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari belakang rumah Suwoto. Merasa curiga, beberapa warga kemudian berinisiatif melihat ke lokasi untuk memastikan dari mana asap itu muncul.

Setelah diperiksa, asap itu ternyata keluar berasal dari tumpukan jerami kering di kandang sapi yang sudah terbakar. Sebagian kobaran api sempat menjalar ke dinding rumah yang terbuat dari bambu.

Selanjutnya, warga sekitar berupaya semampunya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Salah seorang warga lainnya kemudian berinisiatif menghubungi kantor pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan.

Meski sudah berupaya keras, namun kobaran api masih sulit dikendalikan. Amukan api baru berhasil diatasi setelah tiga unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Selain kandang yang terbakar, korban yang terbakar adalah seekor sapi betina. Seekor sapi ini terjebak di kandang saat api berkobar dan mengalami luka bakar di bagian punggungnya. Kami berterima kasih berkat kesigapan warga dan bantuan petugas pemadam dalam mengatasi musibah kebakaran tadi,” kata Kades Boloh Yosep Triswanto.

Dia menyatakan, penyebab kebakaran berasal dari api bediang yang menjalar ke tumpukan pakan karena tiupan angin. Terkait musibah itu, Yosep meminta agar warga berhati-hati ketika menyalakan bediang.

“Menyalakan bediang memang sudah jadi kebiasaan pemilik ternak untuk mengusir nyamuk. Kami berharap kalau menyalakan bediang jangan sampai ditinggal pergi,” katanya. 

Editor : Kholistiono

Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Nambuhan Grobogan Ludes Terbakar

Rumah milik Manto, warga Dusun Nambuhan, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan ludes terbakar, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rumah milik Manto, warga Dusun Nambuhan, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan ludes terbakar, Jumat (2/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Warga Dusun Nambuhan, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi  Jumat (2/12/2016). Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Manto (50) ludes terbakar.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material masih kita data. Yang jelas, rumah beserta barang berharga yang ada di dalamnya habis terbakar,” kata Kades Nambuhan Suhadi.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Beberapa jam sebelum kejadian, pemilik rumah sudah berangkat ke sawah bersama para petani lainnya.

Peristiwa kebakaran baru diketahui ketika nyala api sudah membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal. Melihat kepulan asap tebal, para petani yang ada di sawah segera berlarian menuju perkampungan.

Puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil lantaran api yang sudah terlanjur membesar cukup sulit dipadamkan. Hembusan angin yang cukup kencang pagi itu makin menambah sulit upaya pemadaman.

Upaya pemadaman baru berhasil setelah tiga mobil pemadam kebakaran BPBD Grobogan tiba di lokasi kejadian. Dibantu warga sekitar, anggota damkar berjibaku memadamkam amukan api dan berupaya mencegah rumah lainnya supaya tidak ikut terbakar. Setelah berjuang hampir satu jam, kobaran api akhinya berhasil dikendalikan.

“Mengenai penyebabnya, belum bisa kita ketahui. Masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Saat kejadian rumah memang kosong karena pemiliknya ada di sawah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Tragis, Bocah 7 Tahun di Grobogan Tewas Terbakar

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Nasib tragis menimpa Rista Putri Pratama (7), warga Dusun Jati, Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung. Betapa tidak, bocah yang berusia 7 tahun itu ditemukan hangus terbakar saat terjadi peristiwa kebakaran yang menimpa toko kelontong dekat rumahnya, Selasa (25/10/2016).

Selain korban tewas, kebakaran di Dusun Jati yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB itu menyebabkan tiga orang mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit. Yakni, dua orang kakak beradik, Putri Kusmiyati (18) dan Safitri Puji Lestari (14) serta Auliya Ayuningsih (8).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa jam sebelum kejadian, hujan deras mengguyur desa tersebut. Tidak lama kemudian, aliran listrik di situ padam.

Lantaran mati lampu, Kuswati dan adiknya menyalakan lilin untuk menerangi toko kelontong yang mereka jaga. Kedua bersaudara itu dapat tugas menjag toko karena orang tuanya sedang ada perlu ke Jakarta. Selain kakak beradik, di dalam toko juga terdapat dua orang lainnya. Yakni, Rista dan Auliya yang selama ini memang sering main di situ.

Peristiwa kebakaran di toko kelontong itu terjadi saat hujan sudah reda. Diduga, kebakaran itu disebabkan lilin yang terjatuh dan membakar barang yang ada di dekatnya. Kebakaran ini dengan cepat langsung membesar lantaran banyak barang mudah terbakar yang terdapat di situ. Seperti,  plastik, bensin dan gas elpiji.

Setelah api membesar, puluhan warga setempat langsung berdatangan ke lokasi untuk memadamkan api. Sayangnya, cuaca gelap akibat listrik padam dan terbatasnya alat penerangan menyebabkan warga kesulitan melakukan pemadaman. Meski demikian, warga masih bisa membantu penyelamatan tiga orang yang berada di dalam toko.

“Tiga orang yang berhasil diselamatkan itu mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSUD Purwodadi. Sedangkan, satu orang lagi yang terjebak di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan karena api makin membesar,” kata Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi.

Korban yang tewas ini kondisinya mengenaskan dan sudah tidak bisa dikenali. Sebab, seluruh tubuhnya hangus terbakar.”Untuk korban meninggal sudah kita serahkan pada keluarganya. Jenazah akan dimakamkan,” sambungnya.

Mengenai penyebab terbakarnya toko kelontong milik Suwarni itu, masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara, kebakaran itu disebabkan lilin yang terjatuh dan mengenai barang mudah terbakar.”Dugaan sementara seperti itu. Kita belum bisa dapat keterangan lebih jauh karena saksinya ada di rumah sakit,” imbuhnya.

Editor  : Kholistiono

Dalam Sehari, Ada Dua Peristiwa Kebakaran di Grobogan

Petugas Damkar sedang berjibaku memadamkan kebakaran di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas Damkar sedang berjibaku memadamkan kebakaran di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski saat ini sudah masuk musim hujan, namun peristiwa kebakaran masih ada saja terjadi di wilayah Grobogan. Seperti yang terjadi pada Selasa (18/10/2016) kemarin. Dalam sehari, ada dua peristiwa kebakaran dalam waktu dan lokasi yang berbeda. Yakni, di wilayah Kecamatan Toroh dan Karangrayung.

Peristiwa kebakaran di Toroh berlangsung  sekitar pukul 20.00 WIB di Dusun Kedungmulyo, Desa Sindurejo. Dalam peristiwa ini, rumah bagian belakang milik Suwignyo, warga setempat ludes terbakar. Sementara rumah bagian depan berhasil diselamatkan dari amukan api.

“Rumah yang terbakar digunakan untuk kandang ternak. Kebakaran disebabkan api bediang yang menjalar dinding kayu. Tidak ada korban, dan ternak pemilik rumah masih bisa diselamatkan sebelum api membesar,” kata Kasi Damkar BPBD Grobogan Sutrisno.

Sedangkan peristiwa kebakaran yang di Kecamatan Karangrayung terjadi di Dusun Tangkis, Desa Pangkalan pada siang harinya. Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB mengakibatkan rumah milik Mardi ludes berikut isinya.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum api berkobar, sempat terdengar ada ledakan dari rumah tersebut.  Setelah itu, nyala api terlihat membesar.Puluhan warga, sudah berupaya untuk memadamkan kebakaran itu dengan peralatan sederhana. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil dan mengakibatkan rumah tersebut ludes terbakar.

Amukan si jago merah itu baru berhenti setelah datang dua mobil.pemadam dari Posko Gubug. Datangnya mobil pemadam ini bisa mencegah kobaran api merembet ke rumah lainnya yang berdekatan.
Penyebab kebakaran ini diduga dari hubungan arus pendek listrik. Hal ini dimungkinkan karena saat itu, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya pergi bekerja.”Dugaan sementara, kebakaran disebabkan konsleting listrik. Posisi rumah kosong saat kejadian. Untuk tafsir kerugian diperkirakan sekitar Rp 100 juta,” kata Camat Karangrayung Hardimin.

Editor : Kholistiono

BPBD Grobogan Latihan Bareng Ibu-ibu Cara Memadamkan Api

Petugas dari PMI Grobogan memberikan pemahaman pada peserta pelatihan mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk menolong korban kebakaran, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari PMI Grobogan memberikan pemahaman pada peserta pelatihan mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk menolong korban kebakaran, Kamis (13/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan membuat sebuah upaya terobosan terkait maraknya kebakaran yang terjadi setiap tahun. Selain menempa kemampuan anggota pemadam kebakaran, pihak BPBD juga menggelar pelatihan memadamkan api terhadap berbagai elemen masyarakat dan para PNS di tiap SKPD.

Sebagian besar mereka yang ikut pelatihan adalah para perempuan. Dilibatkannya unsur masyarakat  itu diharapkan nantinya bisa melakukan upaya pemadaman awal jika terjadi kebakaran di sekitarnya.

“Setiap SKPD memang kita minta mengirimkan satu orang personel untuk ikut latihan dasar pemadaman kebakaran. Kami tekankan agar peserta pelatihan diutamakan kaum perempuan karena mereka ini punya waktu lebih banyak dirumah,” jelas Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Grobogan Imam Basuki didampingi Kasi Damkar Sutrisno, disela-sela pelatihan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Setda lantai I, Kamis (13/10/2016).

Menurut Imam, materi yang diajarkan merupakan teori dasar tentang pemadaman dan pencegahan perambatan api. Dengan bekal ini diharapkan peserta bisa melakukan upaya pertama ketika ada kebakaran di sekitarnya. Selain itu, peserta juga dilatih cara pemakaian alat pemadam api ringan (APAR) serta cara memadamkan api dengan benar dan sesuai dengan prosedur.

Selain para PNS dan ibu rumah tangga, kegiatan yang rencananya digelar dua hari itu juga diikuti belasan anggota damkar baru. Di samping dari BPBD Grobogan, pelatihan dasar pemadaman kebakaran itu juga melibatkan petugas dari PMI Grobogan dan Dinas Pemadam Kebakaran Jateng.

Dalam kegiatan itu para peserta juga dilatih cara mengevakuasi korban. “Saya berharap para peserta nanti bisa menularkan ilmu yang didapat pada lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, upaya pencegahan dan pemadaman awal kebakaran ini bisa diketahui banyak pihak,” katanya.

Ditambahkan, pelatihan tersebut diikuti oleh 70 peserta. Setelah dapat teori, peserta akan mendapat latihan praktek pemadaman kebakaran hari Jumat besok.

Editor : Kholistiono

Satu Rumah di Pinggir Jalan Lingkar Utara Purwodadi Ludes Terbakar

Satu rumah milik warga Desa Menduran di pinggir Jalan Lingkar Utara ludes terbakar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Satu rumah milik warga Desa Menduran di pinggir Jalan Lingkar Utara ludes terbakar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Menduran, Kecamatan Brati, Grobogan dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi Selasa (26/7/2016). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Pramono ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Tafsir kerugian material diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran itu kali pertama diketahui oleh beberapa pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Utara Purwodadi. Sekedar diketahui, rumah yang tertimpa musibah ini lokasinya memang berada dipinggir jalan raya.

Pengendara yang melihat ada kobaran api kemudian memberitahukan pada warga sekitar. Selanjutnya, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman api sebisa mungkin. Adanya kebakaran ini sempat membikin arus lalu lintas di jalan lingkar tersendat.

Meski demikian, upaya pemadaman tidak berhasil karena banyaknya barang mudah terbakar dan ditambah adanya hembusan angin kencang saat itu. Kobaran api, akhirnya bisa diatasi setelah tiga armada damkar BPBD Grobogan tiba di lokasi kejadian.

Kasi Damkar BPBD Grobogan Sutrisno menyatakan, saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan kosong lantaran pemilik rumahnya sudah pergi bekerja. Diperkirakan, penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik.“Perkiraan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Tidak ada korban dalam peristiwa ini,” katanya.

Editor : Kholistiono

2 Rumah Terbakar di Grobogan

Kebakaran melanda rumah di Grobogan.  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kebakaran melanda rumah di Grobogan.  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua peristiwa kebakaran terjadi dalam waktu dan tempat berlainan. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka namun kebakaran ini menyebabkan kerugian ratusan juta.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran pertama terjadi Senin (27/6/2016) di Dusun Ngablak, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi. Musibah yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB itu menimpa rumah milik Slamet.

Diduga, kebakaran ini disebabkan api bediang yang lupa dimatikan. Saat kejadian, pemilik sedang berada di sawah untuk panen padi.

Meski sempat dilakukan pemadaman oleh warga sekitar namun amukan api gagal dijinakkan. Banyaknya barang mudah terbakar menyebabkan kobaran api dalam waktu singkat langsung membesar hingga melumat rumah beserta isinya.

“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Untuk penyebab kebakaran dimungkinkan dari bediang yang belum dimatikan dan ditinggal pergi,” kata Kasi Damkar BPBD Grobogan Sutrisno.

Peristiwa kebakaran lainnya terjadi Minggu (26/6/2016) di Dusun Katelan, Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung. Peristiwa yang terjadi pukul 15.30 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Parjiyo ludes.

Kebakaran di rumah seorang pengawas sekolah itu ditengarai disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong lantaran pemiliknya tengah pergi ke luar kota.

Peristiwa ini diketahui oleh warga yang sore itu berada di sawah. Dari areal sawah terlihat asap tebal membubung tinggi di tengah perkampungan.

Sontak, kejadian ini membuat para petani berhamburan menuju ke lokasi munculnya asap. Selanjutnya, puluhan warga setempat berupaya untuk memadamkan api supaya tidak menjalar ke bangunan SDN 1 Karangsono yang ada di sampingnya.

Namun, upaya pemadaman warga ini tidak membuahkan hasil. Akibatnya, dua bangunan rumah dari kayu jati berserta isinya habis dilalap api.

“Saat kejadian, rumah kosong karena pemiliknya lagi ke luar kota. Tafsir kerugian sekitar Rp 200 juta,” kata Camat Karangrayung Hardimin.

Editor : Akrom Hazami

Kebakaran Gegerkan Tamu Sertijab Bupati Grobogan

Lokasi kebakaran di Desa Ngabenrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Lokasi kebakaran di Desa Ngabenrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Para tamu undangan yang bersiap mengikuti acara sertijab Bupati Grobogan, Kamis (24/3/2016) sempat dikejutkan suara sirine bersamaan dengan meluncurnya armada damkar dari depan kantor setda menuju ke arah utara. Rupanya, armada damkar ini tengah meluncur ke Desa Ngabenrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan untuk memadamkan peristiwa kebakaran.

Dari informasi yang didapat, kebakaran di Ngabenrejo itu menimpa rumah milik Roko, warga Dusun Demangan. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB atau 30 menit sebelum acara sertijab dimulai.

Penyebab kebakaran bermula ketika pemilik rumah sedang memasak air. Beberapa saat kemudian ditinggal menjemput anaknya yang baru sekolah TK. Ketika kembali, Roko sempat kaget ada banyak orang berlarian menuju arah rumahnya. Saat itu, beberapa tetangga mengabarkan kalau rumahnya terbakar,

Beruntung, saat itu tetangganya sedang merenovasi rumah yang melibatkan banyak orang. Sehinga para pekerjanya berupaya cepat untuk memadamkan api.

Amukan api akhirnya berhasil dipadamkan setelah tiga mobil damkar dikerahkan di lokasi. Meski demikian, separuh rumah korban di bagian dapur rusak berat akibat kebakaran tersebut.

“Kebakarannya belum sampai menjalar lebih luas karena warga sudah berupaya memadamkan sejak awal. Adanya, kolam penuh air di belakang rumah korban juga menyebabkan upaya pemadaman bisa lebih cepat dilakukan,” kata Amin dan Farel, dua petugas damkar yang ikut meluncur ke lokasi kejadian.

Editor : Akrom Hazami

Aneh, Rumah Ini Tiba-tiba Terbakar

Proses pemadaman kebakaran rumah di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Jumat (11/3/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus )

Proses pemadaman kebakaran rumah di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Jumat (11/3/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus )

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran yang cukup menggemparkan warga terjadi di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Jumat (11/3/2016). Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Darman, 65, rata dengan tanah.

Selain tempat tinggal, barang berharga yang ada dalam rumah kayu jati juga ikut ludes. Antara lain, gabah sebanyak 4 ton, uang tunai Rp 10 juta, beragam perhiasan serta surat-surat penting. Akibat peristiwa ini, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Informasi yang didapat menyatakan, saat musibah terjadi, korban tengah sibuk mengemasi gabah yang dijemur di pelataran karena cuaca sedang gerimis. Barangkali lantaran terburu-buru agar tidak kehujanan, korban tidak menyadari jika rumahnya di bagian belakang yang digunakan untuk kandang sapi sudah diselimuti asap tebal.

Peristiwa kebakaran itu justru diketahui oleh beberapa warga yang sedang melintas. Selanjutnya, warga ini mengabarkan pada pemilik rumah dan kemudian melakukan upaya pemadaman bersama-sama.

Meski sudah berupaya melakukan pemadaman, namun kobaran api sulit dijinakkan. Banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah menjadikan api makin cepat membesar. Amukan api baru bisa diatasi setelah petugas damkar datang ke lokasi kejadian.

“Mengenai penyebab kebakaran diduga disebabkan dari api bediang yang menjalar dinding rumah. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini,” ungkap Kades Godan Suwardi.

Editor : Akrom Hazami

Inilah Bahayanya Nyalakan Obat Nyamuk Bakar Ditinggal Tidur

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Rumah milik Umbar (60), warga Dukuh Guyangan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Jaken, Pati dilalap si jago merah, Jumat (26/2/2016) malam. Kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang mengenai kasur yang pada akhirnya menjalar dan membakar rumah Umbar. Sontak, insiden tersebut menggemparkan warga setempat.

Pemadaman api pun dilakukan pemilik rumah bersama-sama dengan penduduk setempat. Si jago merah akhirnya berhasil ditaklukkan sekitar pukul 21.00 WIB, setelah warga berjibaku menyiramkan air selama 30 menit.

“Kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang mengenai kasur hingga menjalar dan berkobar membakar seisi rumah. Meski tidak ada pemadam kebakaran, tapi penduduk bahu membahu menyiramkan dengan air hingga kebakaran berhasil dipadamkan,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom.

Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa nahas tersebut. Tapi, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. “Nihil. Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 15 juta,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Terungkap! Begini Kronologis Kebakaran Mebel di Kayen Pati 

Ini Penyebab Kebakaran Tempat Pengeringan Jagung di Grobogan 

‘Api’ Asmara Suami Istri yang Terlalu Panas Ini Bikin 2 Rumah Terbakar di Purwodadi Grobogan

Dua rumah di Desa Candisari, Kecamatan Puwodadi, ludes terbakar, Selasa (16/2) malam.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua rumah di Desa Candisari, Kecamatan Puwodadi, ludes terbakar, Selasa (16/2) malam.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – ’Api’ asmara boleh saja panas, tapi jangan terlalu panas. Karena bisa berbahaya. Ini sekaligus jadi peringatan kepada kita agar lebih bisa meredam amarah. Khususnya bagi mereka yang telah berumah tangga.

Sebab, akibat amarah yang diletupkan, rumah pasangan suami istri ini ludes terbakar. Terlebih itu terjadi saat waktu magrib.

Sebelumnya diberitakan, dua rumah di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi, Selasa (16/2) malam terbakar. Dugaan yang menyebar saat kejadian, penyebab kebakaran karena konsleting listrik. Tetapi, kebakaran yang terjadi menjelang magrib itu bermula adanya pertengakaran dari pemilik rumah, Sodikin dan istrinya.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum kejadian, terjadi cek-cok pasangan suami istri tersebut di dalam rumah. Karena takut, istri Sodikin berusaha lari keluar rumah guna menghindari pertengkaran.

Saat hendak lari itulah, tanpa sengaja tangannya menyenggol botol berisi bensin hingga tumpah. Nahas, bensin yang tumpah itu malah masuk dalam stop kontak listrik yang ada di dekat meja hingga menyulut munculnya percikan api.

Dalam sekejap, api kemudian makin membesar hingga menghanguskan rumah berikut barang yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, kobaran api juga menjalar dan melahap rumah di sampingnya milik Totok.

Sementara itu, Kapolsek Kota Purwodadi AKP Parno ketika dimintai komentar wartawan mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut murni terjadi akibat ketidaksengajaan. Pihaknya mengimbau agar kebakaran yang disebabkan pertengkaran dari Sodikin dan istrinya itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami imbau pada kepala desa untuk menjadi mediator agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik. Sebab, ini murni kelalaian dan kekhilafan dari Sodikin juga istrinya,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 2 Rumah di Purwodadi Grobogan Ludes Terbakar 

 

2 Rumah di Purwodadi Grobogan Ludes Terbakar

Pemadaman api dilakukan saat kebakaran terjadi di Grobogan, Selasa, malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pemadaman api dilakukan saat kebakaran terjadi di Grobogan, Selasa, malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi, Selasa (16/2/2016) petang. Kebakaran yang berlangsung menjelang waktu magrib tersebut menyebabkan dua rumah warga terbakar. Masing-masing milik Sodikin dan Totok.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Meski demikian, dua rumah dari kayu jati itu gagal diselamatkan. Tafsir kerugian diperkirakan lebih dari Rp 100 juta.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, asap tebal kali pertama diketahui dari dari rumah Sodikin sekitar pukul 18.00 WIB. Banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam rumah menyebabkan kobaran api cepat membesar dan menjalar ke rumah di sampingnya.

Petugas pemadam kebakaran dari BPBD yang meluncur ke lokasi cukup kesulitan memadamkan amukan si jago merah. Meski sudah mengerahkan empat armada dibantu puluhan warga, upaya pemadaman baru berhasil dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Sejumlah warga menduga kebakaran dipicu dari konsleting listrik.

“Mengenai penyebab kebakaran belum bisa diketahui. Soalnya, keterangan dari sejumlah saksi masih. Meski begitu, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” kata Kasi Damkar BPBD Grobogan Sutrisno saat ditemui di lapangan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Ini Penyebab Kebakaran Tempat Pengeringan Jagung di Grobogan

Ini Penyebab Kebakaran Tempat Pengeringan Jagung di Grobogan

 

Sejumlah petugas pemadam sedang berjuang keras untuk menghentikan kebakaran di tempat pengeringan jagung (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas pemadam sedang berjuang keras untuk menghentikan kebakaran di tempat pengeringan jagung (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkait dengan kebakaran yang terjadi pada tempat pengeringan jagung di Jalan Purwodadi-Pati km 3, Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, penyebab asap itu berasal dari jagung di dalam mesin pengering (dryer) yang terbakar. Beruntung, kebakaran itu cepat diketahui dan pekerja juga segera menghubungi petugas damkar.

“Saya tadi juga ikut ke lokasi. Jadi, jagung di dalam mesin pengering itu terbakar. Kapasitas mesin itu bisa menampung hingga 4 ton. Tetapi berapa banyaknya jagung yang ada disitu belum bisa kita pastikan,” katanya.

Dijelaskan, upaya pemadaman harus dilakukan cukup lama karena petugas menemui beberapa kendala. Yakni, lokasi ujung dryer sangat tinggi dan tangga untuk naik kesana dekat dengan titik api.

Kemudian, barang yang terbakar jumlahnya banyak dan ada dalam sebuah tempat yang sulit dijangkau dan tidak mudah dipadamkan. Untuk memadamkan jagung yang sudah jadi bara api itu, petugas akhirnya menggunakan alat pemadam jenis foam atau sabun.

“Mengenai penyebabnya belum bisa dipastikan. Tetapi kemungkinan disebabkan, adanya gangguan dalam sirkulasi pendingin mesin pengering. Karena kondisi ini, bisa jadi jagung yang sebelumnya sudah dikeringkan jadi terbakar,” katanya.

Baca juga : Tempat Pengeringan Jagung di Grobogan Nyaris Ludes Dilalap Si Jago Merah

Editor : Kholistiono

Tempat Pengeringan Jagung di Grobogan Nyaris Ludes Dilalap Si Jago Merah

 

Sejumlah petugas pemadam sedang berjuang keras untuk menghentikan kebakaran di tempat pengeringan jagung (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas pemadam sedang berjuang keras untuk menghentikan kebakaran di tempat pengeringan jagung (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah tempat pengeringan jagung yang berlokasi di jalan Purwodadi-Pati km 3,nyaris ludes dilalap si jago merah, pada Jumat (5/1/2016).

Beruntung, berkat upaya keras dari petugas pemadam kebakaran dibantu warga selama empat jam, akhirnya berhasil menyelamatkan tempat pengeringan milik CV Berril itu.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran itu awalnya diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Dimana, saat pekerja masuk dalam lokasi pengeringan, tempat itu sudah penuh dengan asap tebal. Mengetahui hal itu, mereka langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Tadi, saat para pekerja mau beraktivitas sudah terjadi keributan. Ternyata, lokasi tempat pengeringan keluar banyak asap,” kata Martoyo, warga di sekitar lokasi.

Editor : Kholistiono

Nyawa Keluarga di Grobogan Hampir Melayang saat 4 Rumahnya Terbakar

Ilustrasi kebakaran

Ilustrasi kebakaran

 

GROBOGAN – Kendati curah hujan sudah lumayan tinggi namun peristiwa kebakaran masih terjadi di wilayah Grobogan. Pada Kamis dini hari (12/11) sekitar pukul 02.00 WIB, amuk api terjadi di Dusun Ngablak, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Grobogan.

Kebakaran yang berlangsung saat warga terlelap tidur itu mengakibatkan empat rumah ludes. Masing-masing, tiga rumah milik Kardi, 56, dan satu rumah lainnya milik Wagimin, 47.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, asal mula api kali pertama diketahui muncul dari rumah Wagimin. Sebelum berkobar lebih besar, penghuni rumah sudah terbangun dan langsung berteriak minta tolong pada warga sekitar.

Mendengar teriakan ini, puluhan warga kemudian berhamburan untuk memadamkan api. Namun, upaya ini gagal membuahkan hasil karena hembusan angin kencang menyebabkan api cepat membesar.

Tidak hanya itu, kobaran api selanjutnya menyambar tiga rumah di sebelah timur yang ditempati Kardi. Hanya dalam tempo singkat, tiga rumah ini akhirnya ikut luluh lantak.

Kepala Desa Kemloko Suyatin ketika dimintai komentarnya menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Selain rumah, barang-barang berharga yang ada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan karena kobaran api cepat sekali membesar.

“Yang masih bisa diselamatkan hanya hewan ternak milik korban. Mengenai penyebab kebakaran diperkirakan dari konsleting listrik. Kerugian material sekitar Rp 200 juta,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Aneh, Tiba-tiba 3 Rumah di Grobogan Terbakar

 

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melanda di Dusun Krajan, Desa Warukaranganyar, Purwodadi, Grobogan, Jumat (30/10). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melanda di Dusun Krajan, Desa Warukaranganyar, Purwodadi, Grobogan, Jumat (30/10). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Aneh, tiba-tiba tiga rumah di Grobogan ludes terbakar. Alasannya pun sepele. Yakni gara-gara penghuni rumah sedang masak. Kemudian ditinggal sebentar.

Tiga rumah itu berada di Dusun Krajan, Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Ketiga rumah kesayangan pemiliknya itu rata dengan tanah, Jumat (30/10).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah. Dalam kejadian ini, dua rumah milik Karjono dan satu lagi milik Sudarti ludes. Total kerugian material yang diderita korban kebakaran diperkirakan lebih dari Rp 100 juta.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran kali pertama diketahui berasal dari rumah Sudarti. Lantaran tidak bisa dipadamkan warga akibat terbatasnya air, kobaran api kemudian menjalar rumah di sampingnya milik Karjono.

Kebakaran tersebut akhirnya berhasil diatasi setelah tiga mobil damkar tiba di lokasi. Selain dua rumah, satu ekor pedet atau anak sapi milik Karjono ikut terpanggang. Demikian, pula dengan satu sepeda motor yang ada di rumah Sudarti gagal diselamatkan warga karena kobaran api cepat sekali membesar.

Sebelum kejadian, Sudarti tengah masak sayur di dapur menggunakan kompor. Beberapa saat kemudian, perempuan 59 tahun itu keluar rumah untuk membeli bumbu dapur. Saat kembali, dia mendapati rumahnya sudah penuh kobaran api dan warga sekitar sudah berhamburan untuk melakukan pemadaman.

“Sebelum kejadian, Ibu Sudarti memang menyalakan kompor karena sedang masak. Saat meninggalkan rumah, dia lupa untuk mematikan kompor,” terang Sekretaris Desa Warukaranganyar Suwajo. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

7 Rumah di Grobogan Ludes Terbakar

Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga memadamkan api di Desa Sugihan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga memadamkan api di Desa Sugihan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Tujuh rumah milik empat orang, rata dengan tanah dalam peristiwa kebakaran di Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Grobogan. Rumah yang terbakar siangtadi itu, masing-masing milik Sugeng, Sawiyem, Jasmin, dan Kuswadi. Akibat peristiwa ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

Informasi yang didapat menyebutkan, asal mula api kali pertama diketahui dari rumah Sugeng di bagian belakang. Melihat ada rumah terbakar, warga langsung berhamburan untuk melakukan upaya pemadaman. Sebagian lagi berupaya menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah Sugeng dan rumah disampingnya.

Meski demikian, upaya pemadaman yang dilakukan warga gagal membuahkan hasil. Selain terbatasnya air, hembusan angin kencang menyebabkan api cepat besar dan menjalar ke rumah di sampingnya.

”Apinya cepat membesar karena kebetulan ada angin kencang. Selain itu, kondisi rumah yang terbuat dari kayu juga menjadikan kobaran api sulit dihentikan,” kata Sucipto, warga setempat.

Tidak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi. Setelah berupaya hampir satu jam, kobaran api itu akhirnya bisa dijinakkan.

Belum diketahui dengan pasti penyebab kebakaran yang bikin panik warga setempat itu. Dugaan sementara, peristiwa itu terjadi akibat konsleting listrik. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)