Percikan Api Diduga Penyebab Gudang Tiner di Mlonggo Terbakar

Petugas pemadam kebakaran sedang menjinakkan api yang membakar gudang penyimpanan tiner. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Percikan api diduga menjadi penyebab kebakaran, di gudang penyimpan tiner yang ada di Desa Jambu Timur, RT 3 RW 1 Kecamatan Mlonggo, Jepara, Rabu (31/5/2017). Hal itu dikatakan Kapolsek Mlonggo AKP Maryono.

“Diduga saat itu ada pekerja yang akan mengambil tiner dalam gudang. Namun dia membuka (drum) tiner menggunakan obeng, terjadilah percikan api, sedangkan saat itu suasana tengah panas jadi mudah sekali terpicu,” katanya.

Adapun karyawan yang mengalami luka bakar saat ini tengah dirawat di RSUD Kartini. Terkait kerugian, Kapolsek Mlonggo menyatakan pemilik atas nama Dedy Aris Wandi diperkirakan mencapai Rp 200 juta. 

Dalam upaya pemadaman, diturunkan enam mobil Damkar. Empat dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, sementara dua lainnya berasal dari perusahaan swasta. 

Saat pemadaman api, pemadaman petugas menggunakan busa khusus. Hal itu karena sifat tiner yang mudah terbakar dan sulit padam jika menggunakan air biasa. 

Sebelumnya dikabarkan, kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan tiner di Desa Jambu Timur, Rabu (31/1/2017). Seorang karyawan bernama Fakih dilarikan ke rumah sakit, karena menderita luka bakar.

Seorang saksi Sholik (39), saat kejadian ada seorang karyawan yang tengah mengambil stok tiner di gudang tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Gudang Tiner di Jepara Terbakar, 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Suasana setelah kebakaran yang melanda gudang tiner dan mebel di Desa Jambu Timur RT 3 RW 1 Kecamatan Mlonggo, Jepara, Rabu (31/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran besar melanda sebuah gudang penyimpanan tiner dan alat mebel di Desa Jambu Timur RT 3 RW 1 Kecamatan Mlonggo, Jepara, Rabu (31/5/2017). Selain meluluhlantakan bangunan, seorang karyawan bernama Fakih dilarikan ke rumah sakit, karena menderita luka bakar.

Seorang saksi Sholik (39) mengatakan, saat kejadian ada seorang karyawan yang tengah mengambil stok tiner di gudang tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. “Nah ketika mau ambil tiner, tau-tau ada api, entah dari mana asalnya. Lalu api pun membesar,” katanya.

Akibat api tersebut, ledakan sempat terjadi sebanyak tiga kali. Beruntung nyawa Fakih masih bisa terselamatkan dan kini sedang dirawat di rumah sakit. “Ledakannya ada tiga kali, yang terakhir besar sekali,” imbuhnya.

Saksi lain Miftahur Anaf membenarkan hal itu. Saat kejadian api memang membumbung tinggi. Kontan saja hal itu menyebabkan penduduk sekitar melihat peristiwa itu. 

“Saya taunya api sudah membesar. Lalu orang-orang berkumpul melihat. Saya langsung mendekati lokasi ternyata gudang sudah terbakar hebat,” ujarnya.

Ia berujar, seorang karyawan yang mendapatkan luka bakar adalah temannya.Ia mengaku kawannya itu menderita luka disekitar dada dan muka.

“Saya sempat melihatnya medapatkan perawatan pertama di samping lokasi. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” terang Anaf.

Pantauan MuriaNewsCom, petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan busa khusus ke sumber api. Hal itu karena bahan tiner tidak mudah dipadamkan. 

Bangunan yang ada disekitar gudang pun terimbas kejadian itu. karena besarnya api, hingga menyebabkan dua buah tandon air meleleh. Selain itu, beberapa pohon yang ada di belakang bangunan itu pun terbakar. 

Selain menyimpan tiner, gudang tersebut juga dipenuhi dengan barang-barang stok toko mebel. Adapun dimensi bangunan tersebut diperkirakan 400 meter persegi.

Editor : Kholistiono

 

Gudang Tempat Kotak Buah di Jepara Dilalap Api

Petugas Damkar Jepara sedang berusaha mendinginkan tempat kebakaran, di Desa Gidanglo, Kecamatan Welahan, Kamis (18/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Lalai saat membakar sampah, gudang tempat penyimpanan kotak buah milik Edy Utomo terbakar hebat, Kamis (18/5/2017). Beruntung api tak menjilat rumahnya yang berada di samping lokasi tersebut.

Kejadian itu bermula saat Edy membersihkan daun-daun kering di halaman rumahnya di Desa Gidanglo RT 2/1, Kecamatan Welahan, Jepara, yang berdekatan dengan kotak kayu penyimpan buah. Setelah selesai membersihkan sampah daun, ia lantas membakarnya.  

Dirasa beres, ia langsung mengantarkan istrinya pergi. Namun ketika Edy pergi, pada pukul 10.15 WIB, seorang pedagang sari tebu  Sukardi yang berada di dekat tempat kejadian, berteriak kebakaran. Kontan saja hal itu menarik perhatian warga. Lantas kejadian itu dilaporkan ke pemerintah desa.

Api kemudian membesar, dan juga merembet ke pohon mangga yang berada di tempat itu. Sambil menunggu pemadam kebakaran, warga kemudian berinisiatif memadamkan secara swadaya. 

“Mulanya dipadamkan dengan ember, lalu warga bersepakat memadamkan dengan genset yang digunakan untuk menyemprot sawah. Untungnya bisa segera dipadamkan,” tutur Kasduri, pemilik genset. 

Akibat kejadian tersebut, Edy menderita kerugian sekitar satu juta rupiah. 

Kapolsek Welahan Rismanto melalui Bhabinkamtibmas Desa Gidanglo Fahrudin mewanti-wanti warga untuk berhati-hati. “Harap berhati-hati karena sudah memasuki musim kemarau kalau bakar sampah ya harus dijaga atau ditempat khusus,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Api Lalap Sebuah Ruangan di SDN 2 Tunahan Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran melumat sebuah ruangan kelas di SDN 2 Tunahan, Kecamatan Keling, Jepara. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/4/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB. 

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Keling AKP I Dewa Gde Mahendra. Dirinya menyebut, kebakaran menimpa ruang kelas yang digunakan untuk dua kelas. Dugaan sementara, peristiwa itu dipicu akibat korsleting listrik.

“Dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Luas bangunan yang terbakar diperkirakan 7×7 meter persegi, dengan teras berukuran 2×7 meter,” ujarnya Jumat (14/4/2017). 

Kapolsek mengungkapkan, ruangan tersebut ditempati dua kelas yakni kelas 1 dan 3. Dewa menyebut seluruh perabotan terbakar, meliputi meja kursi, papan tulis dan lemari arsip.

Dikatakannnya, peristiwa itu kali pertama diketahui oleh warga sekitar yang ada di sekitar sekolah. Adalah Aminudin, Andik dan Juremi yang kali pertama mengetahui kejadian itu. 

“Mereka lantas memberi tahu warga lain. Kemudian secara bergotong royong mereka mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya,” jelasnya. 

Adapun tim Damkar yang datang kemudian, berhasil memadamkan api pada pukul 23.00 WIB.

Editor : Kholistiono