Bupati Jepara Menang Praperadilan Penetapan Tersangka Banpol

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, menang gugatan praperadilan penetapan tersangka oleh Kejati Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kembali lolos dalam jeratan kasus korupsi bantuan keuangan patai politik (banpol) untuk PPP. Hakim tunggal Lasito, dalam sidang di PN Semarang, Senin (13/11/2017) mengabulkan gugatan praperadilan Marzuqi terhadap Kejati Jateng atas penetapan tersangka dalam kasus banpol itu.

Hakim menyebut, penetapan tersangka terhadap Marzuqi tidak sah, karena tidak memenuhi minimal dua alat bukti.

“Menerima permohonan pemohon. Menyatakan surat perintah penyidikan atas nama termohon sebagai tersangka tidak sah,” katanya dikutip dari Antara Jateng.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bukti permulaan yang digunakan termohon untuk menetapkan pemohon sebagai tersangka tidak mencukupi.

Achmad Marzuki pernah ditetapkan sebagai tersangka pada 2016 dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan bagi PPP Kabupaten Jepara pada 2011-2012. Pada saat itu, penyidik menyampaikan dua alat bukti permulaan, yakni keterangan sejumlah saksi dan bukti surat.

Hakim Lasito menyatakan dua bukti tersebut belum memenuhi alat bukti yang cukup untuk menyatakan pemohon sebagai tersangka. “Saksi dan bukti surat yang disampaikan termohon tersebut belum bisa menggambarkan perbuatan pidana yang dilakukan pemohon,” ujarnya.

Kejaksaan Tinggi juga pernah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena dinilai kurang bukti. Namun SP3 itu kemudian digugat praperadilan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan gugatan dikabulkan.

Dalam putusannya, PN Semarang membatalkan SP3 dan memerintahkan penyidik untuk kembali mendalami alat bukti untuk penetapan kembali Achmad Marzuki sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam putusan itu, juga dijelaskan tentang putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang atas terpidana dalam kasus itu yang sudah diadili bisa digunakan sebagai alat bukti.

Namun, Hakim Lasito menyatakan hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti untuk kembali menjerat Marzuki. Atas putusan tersebut, kuasa hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kusri, menyatakan menghormati putusan pengadilan itu. “Kami akan dalami dahulu putusan pengadilan ini,” katanya.

Menurut dia, dalam sejumlah bukti yang digunakan untuk menjerat Achmad Marzuqi sebenarnya sudah dijelaskan tentang peran bupati Jepara tersebut. “Alat bukti sebenarnya sudah cukup. Saksi yang diperiksa menyatakan ada perintah dari Achmad Marzuqi,” terangnya.

Sementara Kuasa hukum Ahmad Marzuqi, Moch Chayat, mengatakan, gugatan kliennya memang harus dikabulkan oleh majelis hakim. Menurutnya, pertimbangan hakim yang menyatakan alat bukti yang digunakan untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka tidak sah sudah tepat.

Editor : Ali Muntoha

Ditetapkan Tersangka Korupsi, Ini Kata Bupati Jepara

tersangka 2

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, menanggapi soal  penetapan dirinya jadi tersangka korupsi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

Yakni atas korupsi dana Bantuan Partai Politik (Banpol) untuk DPC PPP Jepara, tahun 2011 dan 2012.

Informasi yang dihimpun di Kejati Jawa Tengah menyebutkan bahwa penetapannya didasarkan Sprint Nomor 04/Fd.1/04/2016 tanggal 16 April 2016.

Dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (20/7/2016) malam, mengatakan, dirinya belum tahu ada kabar resmi soal penetapan dirinya jadi tersangka. “Belum. Belum ada kabar. Secara resmi, belum,” kata Marzuqi.

Disinggung soal apakah pernah mendengar kabar atas penetapan dirinya sebagai tersangka, Marzuqi mengaku sudah tahu. “Denger sih denger,” ungkapnya.

Marzuqi sampai sekarang belum mendapat kabar dari kejati soal pemanggilan dirinya. “Saya wait and see,” ucapnya singkat.

Marzuqi juga beberapa kali diketahui tidak hadir saat dipanggil atau mangkir dari persidangan. Ditanya soal hal itu, bupati menampik. “Ngawur. Sudah (sudah hadir,red). Awal Ramadan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Kejati Emoh Bersuara Soal Status Tersangka Bupati Jepara