Pelaksanaan Kartu Tani di Pati Jadi Rujukan Nasional

Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) saat meninjau pelaksanaan program kartu tani di Pati, Selasa (21/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelaksanaan program nasional kartu tani yang dijalankan di Pati ternyata menjadi rujukan nasional. Hal itu diungkap Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) saat meninjau pelaksanaan program kartu tani di Pati, Selasa (21/3/2017).

Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bungaran Saragih mengatakan, progres pelaksanaan kartu tani di Jawa Tengah paling tinggi. Dari 35 kabupaten di Jawa Tengah, Pati dinilai menjadi daerah yang paling baik dalam pelaksanaan kartu tani.

“Di Indonesia, progresnya yang paling bagus adalah Jawa Tengah, sedangkan di Jawa Tengah, Pati yang paling bagus. Artinya, Kabupaten Pati layak menjadi rujukan nasional dalam hal pelaksanaan kartu tani,” tutur Saragih.

Penyediaan pupuk bersubsidi melalui kartu tani merupakan program dari pemerintah untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Selain itu, kartu tani menjadi salah satu cara bagi pemerintah untuk memerangi mafia pupuk.

Karena itu, program dari pemerintah tersebut akan selalu dipantau pencapaiannya. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, Pati dinilai memiliki kemajuan yang baik sehingga perlu menjadi percontohan secara nasional.

“Ini berlangsung sangat alami. Tidak ada istilah pilot project. Hanya saja, kemajuan Pati dalam hal pelaksanaan kartu tani sangat baik, kami kemudian memutuskan untuk menjadikan rusukan di nasional,” tuturnya.

Namun, dia mencatat masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kartu tani di Pati. Penyebarannya sampai saat ini masih belum merata ke 21 kecamatan, baik data final petani yang mengikuti program maupun data pupuk yang akan disalurkan.

Editor : Kholistiono

Petani di Pati Bisa Beli Pupuk Bersubsidi Tanpa Kartu Tani hingga Maret 2017

Kepala Dispertanak Pati menjelaskan persoalan kartu tani di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Dispertanak Pati menjelaskan persoalan kartu tani di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Pati yang saat ini belum memiliki kartu tani masih bisa bernapas lega. Pasalnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati memberikan kelonggaran dan batas toleransi kepada petani yang tidak memiliki kartu tani masih bisa membeli pupuk bersubsidi hingga Maret 2017.

“Kebutuhan pupuk bersubsidi 2017 di Jawa Tengah memang dialokasikan kepada pemilik kartu tani. Namun, pemerintah masih memberikan kelonggaran pembelian pupuk bersubsidi tanpa kartu tani sampai Maret 2017,” ujar Kepala Dispertanak Pati, Muchtar Efendi, Senin (23/1/2017).

Setelah Maret, kata dia, petani yang tidak punya kartu tani terpaksa harus membeli pupuk reguler nonsubsidi. Petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi diharapkan membawa rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diperoleh dari kelompok tani di daerahnya.

RDKK berisi draf rincian kebutuhan semua petani yang terdaftar di kelompok tani tersebut. “Setiap kelompok tani dipastikan memiliki RDKK. Petani minta saja syarat tersebut kepada pengurus kelompok tani masing-masing,” tuturnya.

Ditanya soal masih ada petani yang belum punya kartu tani, dia justru menyayangkan sikap petani yang dulu enggan mengikuti program tersebut. Padahal, program yang baru saja dilaunching beberapa waktu lalu itu, memberi kemudahan kepada petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi.

Kendati sejumlah petani masih antipati terhadap program kartu tani, tetapi pihaknya mengaku terus mengupayakan untuk menyosialisasikan. Mereka yang belum memiliki kartu tani bisa mengurus di masing-masing kelompok tani untuk mendapatkan kartu tani pada periode pembuatan selanjutnya.

Editor : Kholistiono

Distribusi Kartu Tani di Pati Baru Mencapai 53 Persen

Petani di Pati mengikuti launching kartu tani yang dilakukan secara serentak di Jawa Tengah melalui streaming di Ruang Pragola Setda Pati, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petani di Pati mengikuti launching kartu tani yang dilakukan secara serentak di Jawa Tengah melalui streaming di Ruang Pragola Setda Pati, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Distribusi kartu tani di Kabupaten Pati ternyata belum sepenuhnya tersalurkan hingga Januari 2017. Sampai saat ini, distribusi kartu tani baru mencapai 53 persen.

Padahal, kartu tani semula dijadwalkan selesai didistribusikan akhir 2016. Kartu tani saat ini penting dimiliki petani, karena pupuk bersubsidi dari pemerintah hanya bisa dibeli menggunakan kartu tani.

Kebijakan itu berlaku mulai Januari 2017. Karenanya, persoalan distribusi kartu tani di Pati yang tersendat diharapkan segera diselesaikan. Bila tidak, petani yang belum mendapatkan kartu tani terancam tidak bisa membeli pupuk bersubsidi.

Pihak BRI sebagai penyedia jasa perbankan kartu tani memastikan pendistribusian selesai pada akhir Februari 2017. “Kartu tani sudah disalurkan kepada sekitar 40.000 petani dari 75.000 petani yang masuk database Sistem Informasi Manajemen Pangan Indonesia (SIMPI),” kata Kepala BRI Cabang Pati Joni Sukendra.

Dia menjelaskan, mekanisme pembelian pupuk bersubsidi, petani mesti menabung di BRI. Uang tabungan itu yang akan digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi melalui kartu tani. Bila tidak terisi tabungan, kartu tani tidak memiliki saldo yang akhirnya tidak bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi.

“Kartu tani sudah terintegrasi dengan perbankan. Selain untuk membeli pupuk bersubsidi, kartu tani bisa digunakan untuk menabung. Fungsinya sebagai alat pembayaran untuk memudahkan petani agar tidak repot membawa uang tunai saat ingin membeli pupuk bersubsidi,” tuturnya.

Kunarso, salah seorang petani menyambut positif kehadiran kartu tani di Pati. Kartu tersebut dinilai bisa menjamin pemiliknya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi yang jumlahnya dibatasi. Kendati diakui belum terbiasa dengan sistem tersebut, tetapi ke depan mereka akan bisa menyesuaikan dengan baik.

Editor : Kholistiono

Mulai Januari 2017, Petani di Pati Tidak Bisa Beli Pupuk Bersubsidi Tanpa Kartu Tani

 Seorang petani menunjukkan kartu tani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petani menunjukkan kartu tani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Kabupaten Pati dipastikan tidak akan bisa membeli pupuk bersubsidi bila tidak memiliki kartu tani. Ketentuan tersebut mulai berlaku per Januari 2017.

Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Puji Hartatik mengatakan, pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya untuk petani yang memiliki kartu tani. Kartu tersebut bisa didapatkan dengan mendaftar di kelompok tani setempat.

“Petani yang belum punya kartu tani memang tidak bisa membeli pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah pusat. Ketentuan itu berlaku, mulai Januari 2017. Solusinya, petani bisa mendaftar di kelompok tani yang ada di daerahnya masing-masing,” ujar Puji, Jumat (30/12/2016).

Hanya saja, petani yang saat ini mengajukan kartu tani belum bisa dipastikan segera mendapatkan atau tidak. Sebab, pengadaan kartu tani pada tahap berikutnya masih menunggu dari kebijakan pemerintah pusat.

“Kartu tani sudah dibagikan beberapa waktu yang lalu. Kalau ada petani yang sekarang ini belum mendapatkan kartu tani, bisa mendaftar di kelompok tani setempat. Namun, kepemilikan kartu tani belum bisa dipastikan karena pengadaan kartu tani pada tahap selanjutnya menunggu kebijakan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Kendati begitu, dia memastikan bila pengadaan kartu tani akan dilakukan pada 2017. Hal itu untuk mengakomodasi para petani yang belum mendapatkan kartu tani. Tapi, kepastian waktu pengadaannya belum bisa dipastikan.

Editor : Kholistiono

Ratusan Petani di Pati Dapat Kartu Tani dari Gubernur Jateng

Sejumlah petani di Desa Kutoharjo, Pati menerima kartu tani dari program yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petani di Desa Kutoharjo, Pati menerima kartu tani dari program yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 215 petani di Kecamatan Pati mendapatkan kartu tani dari program yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Fungsi kartu tani mirip ATM yang bisa digunakan untuk keperluan dalam dunia pertanian, seperti pembelian pupuk bersubsidi.

PPL Balai Penyuluh Kecamatan Pati, Sri Ratnawati mengatakan, pembagian kartu tani baru tersebar di sejumlah daerah di Kecamatan Pati sebanyak 60 persen. Sisanya, 40 persen akan dibagikan pada tahap kedua.

“Dari jumlah 215 kartu tani, 60 persen kartu sudah dibagikan kepada petani di Desa Blaru, Panjunan, Plangitan, Sinoman, Sarirejo, Dengkek, Sidoharjo, Semampir, dan Sidokerto. Petani di desa lainnya di Kecamatan Pati akan diberikan pada tahap kedua,” ujar Ratna kepada MuriaNewsCom, Sabtu (24/12/2016).

Penerbitan kartu tani, dimulai dari tahap sosialisasi kartu tani di tingkat desa sampai kelompok tani. Mereka diminta untuk mengumpulkan KTP dan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebagai bukti untuk melihat luas garapan masing-masing petani.

Dari data KTP dan SPPT yang dimiliki masing-masing petani tersebut, PPL memasukkannya dalam form 4 yang berisi fotokopi KTP, nama petani, NIK, dan luasan garapan. Dari form 4, data masuk ke form 5 yang berisi tentang nama petani, NIK KTP, luas garapan, dan kebutuhan pupuk yang sesuai dengan luas garapan.

Dari form 5 yang dimiliki PPL, masing-masing akan dilakukan sistem online oleh petugas admin kartu tani. Dengan adanya kartu tani tersebut, dia berharap agar harga pupuk tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan jumlah pupuk yang diterima petani tidak bisa dikurangi atau ditambah.

Editor : Kholistiono