Tergerus Air, Jalan Penghubung Dua Desa di Karimunjawa Jepara Ambrol

MuriaNewsCom, Jepara – Jalan penghubung Desa Karimunjawa dan Desa Kemojan putus. Hal itu karena, gorong-gorong yang ada di bawahnya tak kuat menahan gerusan air, sehingga ambrol dan menyisakan rekahan besar sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Desa Karimunjawa Arif Rahman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jalan yang putus melintang sepanjang lebih kurang 3 meter. Sementara kedalamannya mencapai 2,5 meter.

Praktis, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih. Namun untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, masih memungkinkan lewat.

“Ada jembatan darurat yang dibuat dari kayu untuk dilewati oleh motor dan pejalan kaki,” tuturnya.

Hanya saja, ia mengakui hal itu kurang efektif. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama, dari Desa Karimunjawa menuju Desa Kemojan.

Wisatawan terlihat menyebrang melalui jembatan darurat yang dipasang diatas rekahan jalan, yang tadi pagi sekitar pukul tujuh ambrol. Jalan tersebut merupakan akses utama dari Desa Karimunjawa ke Desa Kemojan, Rabu (28/3/2018). (ISTIMEWA)

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Camat Karimunjawa Noor Sholeh. Menurut dia, akses tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kemojan. Praktis, ambrolnya jalan mengganggu lalu lalang warga, termasuk para wisatawan.

“Untuk tur darat memang tidak memungkinkan. Tadi ada turis yang menyeberang melalui jembatan darurat. Namun Karimunjawa kan terkenal dengan tur laut,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihak Kecamatan Karimunjawa, hari ini akan membuat jalan alternatif. Hal itu dilakukan, agar aktifitas warga dan wisatawan tidak terganggu.

Menurut Sholeh, pembukaan jalan alternatif akan menggunakan alat berat. Selain itu, warga sekitar dan paguyuban pengemudi juga turut ambil bagian dalam swadaya tersebut.

“Lokasi jalan alternatif berada 25 meter dari jalan yang putus. Sebenarnya jalan (ambrol) itu sudah menjadi TO (Target Operasi) dari PUPR (untuk dibenahi). Tahun ini memang sudah dianggarkan, namun memang karena kondisi hujan dan keadaan jalan sudah parah, akhirnya ambrol,” urainya.

Sebelum ambrol, jalan tersebut sempat mengalami penurunan ketinggian. Hal itu kemudian telah dilaporkan kepada dinas terkait, untuk ditindaklanjuti.

Editor: Supriyadi

Puluhan Pelajar di Karimunjawa Diangkut Polisi ke Sekolah, Ada Apa?

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan pelajar di Kepulauan Karimunjawa, Jepara terpaksa diangkut menggunakan mobil polisi ke sekolah. Hal itu dilakukan lantaran tak adanya pasokan BBM di Karimunjawa akibat cuaca buruk hingga melumpuhkan transportasi ke sekolah yang jaraknya mencapai belasan kilometer.

Kapal tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang berlayar dari Semarang terhalang ombak dan angin kencang. Akibatnya pasokan BBM untuk masyarakat tak bisa diantar.

Hal itu praktis memengaruhi pasokan bahan bakar khususnya pertalite dan premium di SPBU Karimunjawa dan persediaan bensin milik masyarakat termasuk para pelajar, yang tak bisa masuk sekolah.

“Kami akhirnya menempuh solusi untuk menjemput siswa yang tidak bisa sekolah karena ketiadaan BBM di motor-motor milik mereka. Ada lima kendaraan yang disiapkan, dua milik Taman nasional, dua milik masyarakat dan satu milik Kapolsek,” ujar Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Noor Sholeh, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, ada sekitar 100 pelajar berikut pengajar yang terkendala transportasi ke sekolah. Dengan lima kendaraan yang disiapkan, pihak kecamatan mengaku hal itu sudah mencukupi.

Sholeh menyebut, antar jemput siswa dan pengajar akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (2/2/2018). Saat itu, diharapkan kapal tanki pengangkut BBM dari Semarang bisa berlabuh di Karimunjawa dan bisa menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk warga.

“Untuk antar jemput siswa dan pelajar berasal dari MTS dan setingkat SMA yang ada di pulau utama Karimunjawa. Mereka sebagian berasal dari Kemujan. Adapun lima kendaraan yang digunakan menggunakan jenis bahan bakar solar, yang masih tersisa,” jelasnya.

Terkait pasokan bahan makanan, Sholeh menyebut hingga saat ini masih aman. Hal itu karena wilayah kepulauan tersebut sudah mendapatkan droping beras.

“Cadangan beras masih aman, begitu pula dengan gas, karena kami terakhir mendapatkan pasokan elpiji pada tanggal 22 Januari lalu. Beras juga demikian masih aman, kalau untuk lauk disini melimpah ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Dhuh! Puluhan Siswa di Karimunjawa Tak Bisa Sekolah Karena BBM Habis

MuriaNewsCom, Jepara – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis, puluhan siswa sekolah tak bisa masuk sekolah. Hal itu lantaran, tidak berfungsinya moda transportasi seperti sepeda motor akibat tak terisi oleh bahan bakar.

Hal itu dialami oleh sebuah sekolah tingkat SMP MTS Safinatyul Huda. Alwiyah, wakil kepala sekolah di tempat tersebut mengaku tidak hanya siswa yang terhambat kegiatan belajarnya, tercatat ada enam guru yang tak bisa melaksanakan kewajiban mengajar.

“Siswa yang tak masuk sekolah ada 35 anak, sementara gurunya ada enam. Adapun jumlah murid di sekolah kami ada 112, sejak Senin (29/1/2018) ada banyak siswa yang tak bisa berangkat akibat tak tersedia bahan bakar pada kendaraan yang biasa dipakai sebagai sarana ke sekolah,” ujarnya, Selasa (30/1/2018).

Baca: Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktifitas Belajar Siswa Terhenti

Dirinya menyebut, kebanyakan dari mereka yang tak bersekolah hari ini merupakan siswa dari Pulau Kemujan. Dari rumah ke sekolahan, jarak yang ditempuh adalah 15 kilometer. Menurutnya, kesulitan bahan bakar sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Pasokan bahan bakar di kendaraan pribadi kian menipis. Sedangkan, persediaan BBM di SPBU tak kunjung terisi karena cuaca buruk sehingga kapal pengangkut tak berani menuju Karimunjawa.

Dirinya menuturkan, kondisi bisa saja bertambah buruk ketika pasokan BBM tak kunjung datang. “Hari ini saya masih bisa berangkat ke sekolah, namun kalau tidak kunjung ada pasokan BBM, bisa saja saya tidak berangkat,” keluhnya.

Menurut Sekretaris Kecamatan Karimunjawa, Nor Sholeh Eko Prasetyawan pasokan BBM terakhir ke pulau tersebut adalah 13 Januari 2018.

“Kami sedang mencari solusi agar anak-anak sekolah dapat kembali beraktifitas. Satu diantaranya adalah menyiagakan mobil pemerintah yang menggunakan solar untuk mengantarkan ke sekolah. Kami sedang mencari formulasinya dengan Muspika,” ungkap Sholeh.

Editor: Supriyadi

Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktivitas Belajar Siswa Terhenti

MuriaNewsCom, Jepara – Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis. Hal itu karena kapal pengangkut BBM dari Semarang terkendala cuaca buruk.

Praktis, kendaraan yang menggunakan BBM jenis pertalite dan premium tak bisa difungsikan karena kehabisan bahan bakar. Nur Sholeh Eko Prasetyawan Sekretaris Kecamatan Karimunjawa mengatakan, kondisi tersebut banyak memengaruhi aktifitas warga.

“Kendaraan saya sendiri pasokan BBM nya kritis. Namun untuk mobilisasi ke kantor masih bisa wong jaraknya dekat dari rumah saya. Namun bagi warga masyarakat, hal ini sangat memengaruhi. Terutama mereka murid yang hendak pergi ke sekolah jadi tidak bisa,” kata Sholeh, Selasa (30/1/2018).

Dikatakannya, saat ini banyak anak-anak sekolah yang tidak bisa masuk. Oleh karenanya musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Karimunjawa tengah mencari formula agar siswa dapat kembali melakukan aktifitas belajar.

Ia menyebut keluhan sudah muncul dari pihak sekolah yang mengatakan murid-muridnya tak bisa masuk sekolah karena akses kendaraan pribadi yang terhenti.

“Kami sedang mencari solusi agar siswa dapat kembali bersekolah. Ini kami sedang mendata mobil bertenaga solar yang kira-kira masih bisa digunakan untuk mengantar anak sekolah. Lantaran untuk saat ini, yang masih tersisa adalah solar,” kata dia.

Ia menyebut, paling lambat besok sudah ada mobil yang mobile berkeliling untuk menjemput siswa yang tak bisa masuk sekolah, karena alasan ketiadaan BBM.

Menurutnya, kondisi ketiadaan BBM lebih dikarenakan faktor cuaca. Sholeh menyebut, kapal pengangkut BBM dari Semarang, sebenarnya sudah siap mengantarkan pasokan bahan bakar.

Namun, karena ombak tinggi dan angin kencang, pelayaran mustahil dilakukan karena alasan keamanan. Adapun pasokan BBM terakhir kali ke Karimunjawa adalah 13 Januari lalu. Apalagi, cuaca ekstrim di Karimunjawa sudah terjadi 10 hari belakangan.

“Kami belum tahu sampai kapan ini akan berlangsung. Tahun 2014 kemarin cuaca sangat ekstrim, namun tahun berikutnya tidak. Kami tidak tahu apakah hal ini merupakan siklus empat tahunan atau 10 tahunan,” urainya.

Editor: Supriyadi

Cuaca Buruk, Kapal Penyebrangan ke Karimunjawa Tak Berlayar

Deburan ombak mendekati Dermaga Kartini, dimana KMP Siginjai bersandar, Senin (18/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kondisi perairan Jepara yang bergelombang juga memengaruhi pelayaran komersial ke Pulau Karimunjawa. Dua kapal penyebrangan (KMC Express Bahari dan KMP Siginjai) ke pulau eksotis itu, hari ini tidak diberangkatkan. 

Kepala UPP Syahbandar  Jepara Syahbandar mengatakan, tinggi gelombang di sekitar perairan utara Jateng berkisar 1,25-2,5 meter. Sedangkan kecepatan angin berkisar 25 knot. 

“Hal itu sesuai dengan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, yang menyatakan kondisi cuaca dan gelombang laut tidak aman untuk pelayaran terutama untuk kapal penumpang, Ro-Ro dan kapal lain dengan freeboard kurang dari dua meter,” tuturnya, Senin (18/12/2017).

Oleh karenanya, Syahbandar mengeluarkan surat terkait peringatan cuaca buruk, untuk pelayaran. Surat bernomor UM.003/5/7/UPP.Jpr.2017, itu ditujukan kepada pemilik, operator dan nahkoda kapal. 

Lebih lanjut, angin dan gelombang tinggi mulai melanda sejak Senin dini hari. Oleh karenanya, Syahbandar tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar. 

Editor: Supriyadi

Ombak Tinggi, Dua Kapal Penyebrangan ke Karimunjawa Dilarang Berlayar

Ombak besar menghantam tanggul yang ada di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jepara, Senin (27/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua kapal penyebrangan Jepara-Karimunjawa, KMC Express Bahari dan KMP Siginjai, tak berlayar hari ini, Senin (27/11/2017). Lantaran, ombak di lautan yang mencapai tinggi empat meter.

Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Syahbandar Jepara Suripto menyampaikan, hal itu sesuai dengan prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG. Karenanya, pihaknya mengeluarkan maklumat pelarangan berlayar bagi kedua kapal tersebut menuju Karimunjawa. 

Pantauan MuriaNewsCom, dua kapal tersebut lego jangkar di pelabuhan kartini. KMP Siginjai terlihat menutup palka. Begitu pula KMC Express Bahari yang terlihat tidak ada kegiatan. Sementara kapal-kapal nelayan kecil, terlihat memperbaiki mesin kapal. 

“Kondisi ombak bisa mencapai empat meter di siang hari. Selain itu, embusan angin bisa mencapai 4-15 knot di perairan Laut Jawa,” ujarnya. 

Sesuai prakiraan cuaca dari BMKG angin berembus dari arah barat dan barat daya. Selain itu, hujan dengan intensitas sedang juga melanda kawasan itu. 

Adapun, pelarangan berlayar telah dikeluarkan oleh UPP Syahbandar Jepara sejak 25 November 2017. KMP Siginjai sejak hari tersebut sudah tidak berlayar. Namun, KMC Express Bahari masih bisa melayani pelayaran di hari Sabtu. 

“Kalau hari Sabtu kemarin, wisatawan masih bisa diangkut (menuju Jepara) oleh KMC Express Bahari dan Pelni yang menuju Semarang,” kata Budi Krisnanto Camat Karimunjawa. 

Editor: Supriyadi

DUH! Penumpang Tujuan Karimunjawa Terlantar di Pelabuhan Kartini Jepara

Calon penumpang menunggu kepastian keberangkatan dari kapal penyebrangan menuju Karimunjawa di Selasar Kantor Pelayanan Penyebrangan Dishub Jepara, Senin (27/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelayaran kapal penyebrangan menuju Pulau Karimunjawa tertunda akibat cuaca buruk. Akibatnya, calon penumpang harus menelan kekecewaan karena tak jadi berangkat. Di antaranya, mereka sampai rela menginap di selasar Kantor pelayanan Dishub Jepara yang ada di Pelabuhan Kartini. 

Juni (32) satu di antaranya, mengaku dia hanya bisa gigit jari lantaran kapal yang hendak ditumpanginya ke Karimujawa, batal berangkat. Warga Blora itu mengaku sudah tiba di pelabuhan Jepara sejak Minggu (26/11/2017) malam. 

“Saya di sini sudah sejak semalam, tidurnya di sini selasar (Gedung Layanan Penyebrangan Dishub Jepara). Rencananya ke Karimunjawa mau kerja di proyek pembangunan, tapi sampai sekarang kapal belum berangkat. Keterangan di loket sih ditunda karena ombak besar,” ujarnya, Senin, (27/11/2017). 

Hingga pukul 11.00 WIB, Juni dan belasan temannya masih menunggu kepastian pemberangkatan dari pihak berwenang. Namun sampai kini, dirinya belum mendapatkan penjelasan dari petugas. Jika belum ada kepastian, ia dan rekan-rekannya berencana kembali pulang kampung. 

“Tidak tahu ini, kalau tidak jelas seperti ini ya mending pulang saja. Soalnya disini juga menghabiskan biaya,” tutur Agus (20) rekan Juni. 

Editor : Akrom Hazami

Bangkai Kapal Dharma Kencana yang Terbakar Masih Terombang-ambing di Laut

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Kapal motor (KM) Dharma Kencana II yang terbakar di periran Karimunjawa, Jepara, pada Minggu (29/10/2017) subuh, hingga kini masih berada di lautan lepas. Kapal tersebut tidak tenggelam akibat terbakar, namun juga tak terikat pada tambatan.

Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan kendaraan itu, terbakar pada 47 mil barat laut Pulau Karimunjawa, tepatnya pada koordinat 05 04 858’S // 109 53 900′ E. 

Proses evakuasi penumpang telah selesai dilakukan, sementara proses penyelidikan penyebab kebakaran kapal dengan rute Semarang-Pontianak itu masih berlangsung. Kapal dalam kondisi kosong, meski masih mengeluarkan asap akibat kebakaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang Gajah Rooseno menyebut, dengan kondisi kapal yang tak terikat memungkinkan terjadinya kecelakaan.

”Kapal tidak tenggelam. Namun kondisinya yang tak terikat tidak menutup kemungkinan akan terjadi kecelakaan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan PT Dharma Lautan Utama sebagai operator KM Dharma Kencana II, untuk melakukan evakuasi bangkai kapal.

Sementara itu, terkait dugaan terbakarnya kapal masih terus diselidiki. Menurut dia, ada beberapa dugaan yang memicu kebakaran, seperti puntung rokok yang lupa dimatikan, serta kemungkinan gesekan muatan.

Baca : KM Dharma KencanaTerbakar di Perairan Karimunjawa, Penumpang Dievakuasi

Sebelumnya Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Marwansyah mengatakan jika seluruh proses evakuasi berjalan lancar. seluruh penumpang telah dievakuasi ke Pelabuhan Kumai. Ia menjelaskan, kapal Dharma Kencana II berangkat dari Semarang menuju Pontianak, pada Sabtu (28/10/2017) sore pukul 17.00. 

“KSOP Tanjung Emas Semarang langsung bertindak dan memimpin proses evakuasi kapal tersebut, begitu mendapatkan laporan terbakarnya kapal itu,” kata Marwansyah.

Ia menyebut, KM Kirana I yang sedang berlayar di dekat kapal yang nahas itu berperan besar dalam proses evakuasi. 

“Saya mengapresiasi bantuan Kapal KM Kirana I tujuan Kumai yang memutar haluan untuk membantu mengevakuasi penumpang sehingga bisa diselamatkan,” tuturnya.

Ada sembilan kapal yang dikerahkan untuk membantu dan memastikan bantuan penyelamatan penumpang. Di antaranya kapal KPLP KNP 203, kapal Polair, Kapal Basarnas KN 231 Sadewa, kapal TNI AL KRI Soputan dan beberapa kapal swasta seperti KMP Kirana I, KMP Kelimutu, KMP Express Bahari, Kam Tanto Jaya dan TB Citra.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Seluruh Penumpang KM Dharma Kencana II yang Terbakar Selamat

Seluruh Penumpang KM Dharma Kencana II yang Terbakar Selamat

Ilustrasi kapal terbakar. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Seluruh penumpang KM Dharma Kencana II yang terbakar di perairan Karimunjawa-Jepara, berhasil dievakuasi dengan selamat. 

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana tugas Dirjen Perhubungan Laut Bay M Hasani, melalui siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, Minggu (29/10/2017).

Menurutnya, KM Dharma Kencana II dilaporkan terbakar pada Minggu dini hari pukul 04.15. Pada saat terbakar, kapal berada di 47 mil barat laut Pulau Karimunjawa, tepatnya pada koordinat 05 04 858’S // 109 53 900′ E.

Laporan terbakarnya  KM Dharma Kencana II diterima oleh KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan SROP Semarang yang langsung mengerahkan kapal patroli KPLP KNP 203, yang pada saat itu sedang bersiaga di Pelabuhan Tanjung Emas,” kata Bay.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Marwansyah mengatakan, saat ini seluruh penumpang telah dievakuasi ke Pelabuhan Kumai. Ia menjelaskan, kapal Dharma Kencana II berangkat dari Semarang menuju Pontianak, pada Sabtu (28/10/2017) sore pukul 17.00.

“KSOP Tanjung Emas Semrang langsung bertindak dan memimpin proses evakuasi kapal tersebut, begitu mendapatkan laporan terbakarnya kapal itu,” kata Marwansyah terpisah.

Baca : KM Dharma KencanaTerbakar di Perairan Karimunjawa, Penumpang Dievakuasi

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang turut membantu proses evakuasi penumpang KM Dharma Kencana II. Selain itu, Marwansyah juga menyampaikan terimakasih atas bantuan kapal KM Kirana I yang sedang berlayar didekat kapal yang nahas itu.

“Saya mengapresiasi bantuan Kapal KM Kirana I tujuan Kumai yang memutar haluan untuk membantu mengevakuasi penumpanf sehingga bisa diselamatkan,” tuturnya.

Dirinya menyampaikan, hingga saat ini ada sembilan kapal yang dikerahkan untuk membantu dan memastikan bantuan penyelamatan penumpang.

Di antaranya Kapal KPLP KNP 203, kapal Polair, Kapal Basarnas KN 231 Sadewa, Kapal TNI AL KRI Soputan dan beberapa kapal swasta seperti KMP Kirana I, KMP Kelimutu, KMP Express Bahari, Kam Tanto Jaya dan TB Citra. 

Editor : Ali Muntoha

KM Dharma KencanaTerbakar di Perairan Karimunjawa, Penumpang Dievakuasi

KM Dharma Kencana II saat berlabuh di pelabuhan. (Dokumen)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Mesin (KM) Dharma Kencana II terbakar di Perairan Karimunjawa, Minggu (29/10/2017), sekitar pukul 04.45 WIB. Kapal dengan rute Semarang-Pontianak ini, mengangkut 114 orang dewasa, tiga anak-anak dan seorang bayi.

Selain itu kapal juga mengangkut puluhan kendaraan, terdiri dari 20 unit kendaraan golongan II, 17 kendaraan golongan V, delapan unit kendaraan tipe III, dan sebuah kendaraan golongan IV.

Kepala UPP Syahbandar Karimunjawa Rian Ticen membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan misi penyelamatan dengan menerjunkan dua kapal.

“Kami menerjunkan dua kapal yakni, Kapal Pelni dan Express Bahari untuk menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi,” katanya.

Adapun lokasi kebakaran berada di 45 mil Barat Laut Karimunjawa.

Baca : Seluruh Penumpang KM Dharma Kencana II yang Terbakar Selamat

Koordinator Basarnas Jepara Whisnu Yugo Utomo mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian. Oleh karenanya, pihaknya belum bisa menyimpulkan keadaan kapal serta penumpang. 

Dudi Hariansa warga Desa Kemujan Karimunjawa, mengatakan, informasi sementara yang diterimanya melalui radio panggil TB Citra 59, seluruh penumpang dan ABK telah berhasil dievakuasi.

Editor : Ali Muntoha

Enam Toilet Umum Dibangun di Titik Wisatawan Karimunjawa 

Proses peletakan batu pertama pembangunan toilet umum di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak enam toilet umum dibangun di kawasan wisata Ujung Gelam, Karimunjawa, Jepara. Pembangunan yang dilakukan oleh Satgas Pengembangan Potensi Daerah Karimunjawa itu merupakan program yang digagas oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Sekretaris Satgas Pengembangan Potensi Daerah Karimunjawa Wahyudi mengungkapkan, pembangunan itu melihat kondisi pariwisata di pulau tersebut, namun beberapa titik belum memiliki akses terhadap toilet umum. Dalam pembangunannya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah desa setempat.

“Untuk pembangunan toilte umum percontohan, dikoordinir oleh petinggi berikut pengelolaanya kami serahkan ke warga setempat. Minggu lalu pencanangannya kalau rencananya pada bulan November harus sudah kelar,” ujar Wahyudi, Sabtu (28/10/2017). 

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut telah dilakukan sejak tahun 2015. Selain pembangunan toilet umum pada tahun ini, pada tahun 2015 juga dilaksanakan penanaman terumbu karang oleh Ketua Kagama Ganjar Pranowo. 

Terkait pembangunan toilet umum Wahyudi berharap dapat mempermudah wisatawan dan warga setempat mengakses sarana tersebut. Mengingat di beberapa titik padat wisatawan belum tersedia.

“Sebelumnya telah dipetakan mana yang membutuhkan toilet umum mana yang tidak. Di pelabuhan wisata sudah ada, di Ujung Gelam juga ada, namun ditempat lain yang bersebelahan dengan Ujung Gelam belum ada meskipun sudah disinggahi oleh wisatawan,” tuturnya.

Wahyudi menyebut, ikhtiar yang dilakukan diharapkan dapat memantik pemerintah untuk ikut membantu percepatan infrastruktur di pulau tropis tersebut.

Hal itu karena, dari berbagai destinasi wisata yang ada di Jateng, Karimunjawa termasuk spot wisata yang dapat mendatangkan pelancong baik dari dalam ataupun luarnegeri. 

“Saat ini kami lihat fasilitas yang tersedia cukup bagus, mulai dari listrik 24 jam hingga fasilitas jalan yang telah mulus,” pungkas Wahyudi. 

Editor : Ali Muntoha

Barikan Karimunjawa Berevolusi untuk Tarik Wisatawan

Tradisi Barikan Qubra di Karimunjawa, Jepara, yang digelar tiap bulan Sura. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Masyarakat Karimunjawa hari ini menggelar acara bertajuk Barikan Qubra, Kamis (5/10/2017). Meskipun telah menyandang sebagai destinasi wisata, namun tradisi tersebut tetap dilestarikan bahkan menjadi even penyedot wisatawan.

Hal itu dikatakan oleh Sumarto Rofiun, Ketua Panitia Barikan Qubra 2017. Ia menyadari, wajah Desa Karimunjawa, kini bukan lagi daerah terpencil yang tak menarik. Justru di gugusan kepulauan tropis itu, dapat menarik wisatawan mancanegara ataupun lokal berkunjung.

“Ketika Karimunjawa belum ramai seperti ini, masyarakat umumnya sudah menyelenggarakan tradisi Barikan. Kata Barikan sendiri berasal dari kata barokah atau berkah. Nah kebiasaanya setiap Kamis Pon memasuki Jumat Wage, warga berkumpul di persimpangan jalan dan melakukan kendurian dengan membawa buceng atau tumpeng,” katanya dihubungi lewat telepon.

Ia mengatakan, tradisi tersebut sebenarnya diadakan tiap bulan pada hari Jumat Wage. Namun khusus untuk Barikan Qubra diadakan bertepatan dengan bulan Sura. 

“Nanti akan dikemas supaya dapat menarik wisatawan, disertai dengan adegan teatrikal. Ceritanya nanti ada arak-arakan tumpeng utama disertai tumpeng-tumpeng lainnya, yang coba direbut oleh bajak laut, nah karena kegigihan warga maka tumpeng itu dapat direbut kembali,” terang Sumarto.

Dirinya mengatakan, selain melestarikan tradisi dan menjaga tali silaturahmi antarwarga, acara itu juga dikemas sebagai atraksi penarik wisatawan. Sehingga panitia berinovasi melalui sajian teatrikal.

“Arak-arakan tumpeng nanti akan sampai ke pelabuhan, sebagian dari tumpeng yang telah dipotong akan dibuang kelaut, disharing (bagi) dengan ikan-ikan di laut. Harapannya dengan berbagi, rezeki yang diterima masyarakat baik dari hasil bumi maupun laut akan melimpah. Hal ini menunjukan pula rasa syukur terhadap Tuhan pemberi rezeki,” tutup Sumarto.

Editor : Ali Muntoha

Ikan ’Lari’ ke Perairan Karimunjawa, Nelayan Jepara Pilih Tak Melaut

Sunardi, nelayan di Jepara tengah memperbaiki jaring ikan miliknya. Ia memilih tak melaut karena cuaca buruk. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sunardi (66) terpaksa tak melaut karena arus kencang dan sepinya tangkapan ikan. Untuk mengisi waktu luang, ia memperbaiki jaring sembari menunggu cuaca membaik.

Ditemui di rumahnya di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, ia tengah sibuk memperbaiki jaring ikan miliknya. Sunardi mengaku sudah sepekan tidak melaut.

“Arusnya kuat, tangkapan ikan sepi. Hal ini karena musim pancaroba sehingga memengaruhi kondisi di lautan. Sudah sepekan keadaannya seperti ini,” tuturnya, Rabu (4/10/2017). 

Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga setengah bulan ke depan. Selama masa tersebut ia mengaku memilih berdiam di rumah.

Jika nekat melaut, tak pelak ia hanya akan menanggung rugi, karena sudah mengeluarkan biaya solar, namun tak mendapatkan hasil. Ditambah lagi, kondisi arus kuat menyebabkan ikan berpindah ke tengah mendekati Pulau Karimunjawa.

“Dulu kalau normal berangkatnya jam 3 pagi, pulangnya jam 10 siang. Sekarang ada yang berangkat jam 12 malam, pulangnya jam 12 siang karena ikannya semakin ke tengah, jadi perjalanan yang ditempuh semakin jauh,” tuturnya.

Selama tak melaut, kebutuhan hidupnya akan dipenuhi dari tabungan melaut sebelumnya. Jika habis, ia terpaksa meminjam dari tetangga.

Kondisi tersebut tak hanya dialami oleh Sunardi. Karnadi, nelayan lain memilih membetulkan kapal miliknya. Menurutnya, sudah dua hari ini ia tidak melaut. 

“Lautnya memang sedang berarus kuat. Jadi saya memilih untuk menepikan kapal saya dan membetulkan bagian yang rusak,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Ikuti Sail Indonesia, Puluhan Yacht dari Berbagai Negara Singgah di Karimunjawa

Salah satu kapal layar dari salah satu peserta Sail Indonesia berlayar menuju Karimunjawa. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

MuriaNewsCom, Jepara – Karimunjawa menjadi destinasi rangkaian ajang Sail Indonesia 2017. Pulau tropis milik Kabupaten Jepara ini akan disinggahi puluhan yacht (kapal layar) baik dari dalam maupun luar negeri, dari tanggal 17-23 September 2017. 

Kepala Syahbandar Karimunjawa Rian Ticen mengatakan, hingga Senin (18/9/2017) pagi, baru tiga kapal, berbendera Kanada Australia dan Perancis yang bersandar di pelabuhan Karimunjawa.  

“Saat ini masih banyak yang di tengah (laut). Kami belum bisa memastikan jumlahnya berapa, tapi sudah ada beberapa yang bersandar,” katanya. 

Terpisah, camat Karimunjawa Budi Krisnanto mengatakan, pada ajang tersebut telah disediakan berbagai hiburan bagi peserta. Selain pesta makan malam, adapula berbagai pementasan kesenian tradisional. 

“Untuk galadiner dijadwalkan besok (Selasa, 19/9/2017). Beberapa kegiatan kesenian juga sudah disiapkan untuk menghibur peserta, termasuk pentas dari anak-anak Karimunjawa,” ungkapnya. 

Dikutip dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, berbagai berbagai acara turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya mengunjungi Karimunjawa, Festival Perahu Hias, Penampilan Kesenian Tradisional, Festival Kuliner, Pameran UKM, Bakti Sosial, Fashion Show, Fun Games, Gala Dinner, dan Overland Tours.

Sementara, Sail Indonesia sendiri merupakan turnamen reli yacht tahunan yang berangkat dari kota Darwin, Australia tiap bulan Juli. Hanya untuk peserta dibagi dua, yakni yang berangkat dari Tual Maluku (northern yacht group) dan dari Darwin Australia (southern yacht group).

Para yachters (pelayar) akan mengunjungi berbagai destinasi laut yang ada di Indonesia. Puncak acara akan dilaksanakan pada akhir tahun 2017, dengan mengambil tempat di Pulau Sabang. 

Editor: Supriyadi

Pemuda-Pemudi Asli Karimunjawa Diberi “Keistimewaan” Bila Ingin Jadi Polisi, Apa Itu?

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menunjukkan MoU tentang pelatihan (binlat) kepada muda-mudi asli asal Karimunjawa. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemuda-pemudi asal Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, boleh berbahagia, lantaran Polda Jateng memberi “keistimewaan” berkesempatan menjadi anggota polisi.

Hal ini termaktub dalam kesepakatan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dengan Pemkab Jepara, Kamis (14/9/2017) lalu.

Keistimewaan tersebut adalah, kepolisian akan memberikan pelatihan dan pembinaan (binlat) kepada muda-mudi asli asal Karimunjawa, yang berminat mengikuti seleksi calon anggota Polri.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, meskipun telah mendapatkan pembinaan dan pelatihan, namun mereka yang berminat harus tetap diseleksi sesuai dengan peraturan yang ada.

“Ini instruksi langsung dari Pak Kapolri. Mereka akan mengikuti pembinaan dan latihan secara independen, yang tidak ada sangkut pautnya dengan seleksi. Akan tetapi jika sudah mengikuti binlat, harapannya ketika mengikuti seleksi kan lebih siap,” ujar Kapolda, dalam keterangan pers yang diterima MuriaNewsCom, Sabtu (16/9/2017). 

Menurutnya, ketika pemuda-pemudi asal Karimunjawa nantinya lolos dan menjadi anggota polisi, maka yang bersangkutan akan ditempatkan lagi di daerah asal.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rudi Darmoko menyebut, selain Jepara ada dua daerah lain yang mendapat keistimewaan tersebut, yakni Sukoharjo dan Karanganyar.

Pada kesempatan itu ia menandaskan, tidak ada perlakuan khusus saat seleksi kepada mereka yang telah mengikuti pembinaan dan latihan di ketiga daerah tersebut. Pun demikian, tidak ada jaminan bagi peserta program tersebut serta merta lolos dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri 2018. 

“Mereka tetap harus ikut seleksi, tidak ada perlakuan khusus. Namun saya yakin putra daerah yang kita berikan pelatihan akan memiliki gambaran sehingga peluang lulus seleksi akan lebih besar,” ucapnya.

Dijadwalkan pembinaan dan latihan akan dilakukan selama enam bulan, mulai bulan November 2017. Syaratnya antara lain usia dari 16 sampai 19 tahun dan putra asli daerah. Adapun syarat lengkap, akan disosialisasikan pada masing-masing Polres.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengapresiasi program tersebut. Ia mengatakan akan mendukung dalam segi penganggaran pada program pembinaan dan latihan pra seleksi calon anggota Polri. “Siap, Anggarannya kan tidak banyak,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Karimunjawa Tuntut Pemerintah Segera Atasi Kasus Tongkang Penabrak Karang di Kemujan

Sebuah tug boat tengah menarik kapal tongkang. Komisi B DPRD Jateng mendesak larangan tongkang masuk Karimunjawa segera diterapkan, karena merusak terumbu karang. (Pixabay)

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa amat menyayangkan rusaknya karang akibat ditabrak kapal tongkang. Selain merusak alam lambannya proses penegakan hukum pun dikeluhkan. 

“Kondisinya ya parah, dalam artian sampai sekarang belum ada penyelesaian kasus namun hanya dibiarkan saja,” kata Bambang Zakaria, warga Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jumat (8/9/2017). 

Menurutnya, kejadian tertabraknya karang oleh tongkang di perairan tersebut telah terjadi berulang kali. Namun hal itu masih saja berulang-ulang tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang. 

Ia mengatakan, setiap kali musim baratan selalu saja ada kapal tongkang yang singgah di perairan Kemujan, untuk berlindung dari gelombang.

Baca Juga: Duh, Karang di Karimunjawa Rusak Lagi Ditabrak Kapal Tongkang

“Yang dilaporkan (tabrakan tongkang dengan karang) memang tiga kali, namun yang sebenarnya ada berulang kali kejadian. Kalau musim baratan mereka singgah di sebelah timur, kalau musim angin timur mereka berlindung di bagian barat pulau. Pada lebaran tahun ini, adapula tongkang yang menabarak karang, hanya saja tidak dilaporkan karena warga sedang ber hari raya,” urainya. 

Dirinya berharap kejadian tongkang yang menabrak karang tak terjadi lagi. Hal itu dengan cara tak mengizinkan tongkang singgah di perairan Kemujan. Selain itu, ia meminta agar pihak terkait seperti Syahbandar, Balai Taman Nasional, Kepolisian dan TNI AL bergerak. 

“Di Karimunjawa ada satu pulau yakni Pulau Genteng, yang tidak masuk dalam kawasan konservasi. Mereka (tongkang) bisa bersandar di sana. Selain itu berbagai instansi yang ada di Karimunjawa seperti Syahbandar, BTN, TNI AL, kepolisian bergerak agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

Adapun, kasus tongkang yang menabrak karang terakhir kali terjadi di Dukuh Telaga, Desa Kemujan akhir Agustus lalu. Total, ada tiga kasus pada tahun 2017. 

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Agus Prabowo berujar, hingga kini ketiga kasus tersebut belum tuntas. 

“Tindak lanjut (kasus awal kerusakan karang Karimunjawa) sudah ada namun belum ada realisasi (penggantian karang), hal itu karena masih berproses di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kami menunggu apa yang akan dilakukan, mudah-mudahan tidak ditutup (kasus tetap berlanjut). Kita tunggu saja karena hal itu tak muah siapa yang merusak karang harus mengganti,”tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Kasus Rusaknya Karang di Karimunjawa Tak Tuntas

Wisatawan sedang menikmati snorkeling di Karimunjawa. Pemerintah kini menegaskan, jika siapapun yang merusak terumbu karang diwajibkan mengganti. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus rusaknya karang di perairan Karimunjawa nampaknya belum tuntas. Pada tahun ini Balai Taman Nasional Karimunjawa mencatat ada tiga kasus kerusakan karang yang disebabkan oleh kapal tongkang yang bersandar. 

Kejadian teranyar berlangsung di Dukuh Telaga, Desa Kemujan-Karimunjawa, akhir Agustus lalu. Sebuah kapal tongkang bermuatan alat berat yang bersandar menghindari cuaca buruk, yang mengakibatkan karang rusak. Sementara awal tahun 2017 di Pulau Tengah dan Pulau Cilik ada kapal tongkang bermuatan batu bara yang juga merusak ekosistem laut. 

“Tindak lanjut (kasus awal kerusakan karang Karimunjawa) sudah ada namun belum ada realisasi (penggantian karang), hal itu karena masih berproses di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kami menunggu apa yang akan dilakukan, mudah-mudahan tidak ditutup (kasus tetap berlanjut). Kita tunggu saja karena hal itu tak muah siapa yang merusak karang harus mengganti,” kata Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Agus Prabowo, Kamis (7/9/2017). 

Untuk mencegah kejadian berulang lagi, dirinya mengatakan akan meningkatkan koordinasi antar pihak terkait seperti Syahbandar, pihak navigasi, Pol Airud dan pemerintah desa setempat. “Koordinasi penting agar kedepan kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya. 

Terpisah Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Messy Widiastuti menuntut aparat keamanan dan pihak terkait lebih tegas dalam mengatasi kasus itu. Lantaran, kawasan Karimunjawa sebenarnya sudah menjadi zona terlarang kapal berat.

“Sudah dilarang (berlayar di kawasan BTN Karimunjawa) namun mereka tetap membandel. Saya harap polisi lebih yakin dan bertaring dalam menegakan peraturan,” tegasnya dihubungi MuriaNewsCom lewat sambungan telpon. 

Editor: Supriyadi

Duh, Karang di Karimunjawa Rusak Lagi Ditabrak Kapal Tongkang

Salah satu penyelam menunjukkan terumbu karang yang rusak karena kena tongkang. (Inatagram/@jackkarimun)

MuriaNewsCom, Jepara – Karang di kepulauan Karimunjawa rusak akibat ditabrak kapal tongkang. Peristiwa itu bukan kali pertama terjadi, menurut catatan Balai Taman Nasional Karimunjawa, tahun ini tercatat tiga kali kapal tongkang yang bersandar di perairan tersebut merusak ekosistem laut pulau tropis itu. 

Adapun kejadian terakhir terjadi pada akhir bulan Agustus 2017, ketika sebuah kapal tongkang bermuatan alat berat, bersandar berlindung dari cuaca buruk di perairan Dukuh Telaga, Desa Kemujan-Karimunjawa. Akibatnya, karang pun rusak. 

Baca Juga: Alamak, Terumbu Karang di Pantai Bondo Jepara Dijarah Pengusaha

“Ini yang kasus ketiga kalinya di tahun ini. Yang pertama dan kedua adalah tongkang yang memuat batubara, sementara kasus ini mengangkut crane mau di bawa ke Pare-pare. Namun berlindung di Karimunjawa,” ujar Agus Prabowo Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dirinya langsung mengecek ke lapangan dan kemudian melaporkannya ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Agus mengungkapkan, minggu depan dijadwalkan tim dari kementrian akan turun ke Karimunjawa untuk menentukan titik karang yang rusak serta luasan yang rusak. 

Baca juga: Merusak Terumbu Karang, Larangan Tongkang Masuk Karimunjawa Harus Dijalankan

Dirinya mengatakan, lokasi kerusakan berada di Zona Tradisional Perikanan. “Namun berbeda dengan lokasi pertama dan kedua karang rusak yang merupakan tempat pariwisata. Akan tetapi mereka yang merusak harus tetap bertanggungjawab karena wilayah tersebut termasuk dalam Balai Taman Nasional Karimunjawa,” katanya. 

Hal ini juga dikeluhkan oleh seorang netizen (warganet) @jackkarimun. Dalam akun instagramnya ia mengeluhkan, kawasan perairan Kemujan yang mulanya dipakai sebagai tempat berkembang biak ikan kini menjadi hancur berantakan. 

Pada unggahannya di instagram miliknya, ia juga menyertakan video miliknya dimana memperlihatkan penyelam yang melihat serpihan-serpihan karang akibat ditabrak tongkang. 

Editor: Supriyadi

Libur Panjang, KMC Express Bahari Tambah Trip ke Karimunjawa

Sejumlah wisatawan memadati Pulau Karimunjawa saat liburan, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari menambah jadwal pemberangkatan selama libur panjang hari raya Idhul Adha. Selain faktor membeludaknya penumpang, absennya Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai juga memengaruhi penambahan trip tersebut. 

“Penambahan trip ada, sebanyak 2 kali untuk hari Jumat dan nanti kembali ke sini (Jepara) pada hari Minggu juga 2 trip,” kata Sugeng Riyadi, Manajer Cabang Jepara PT Pelayaran Sakti Makmur, Kamis (31/8/2017). 

Menurutnya, pihaknya sudah membuka reservasi tiket untuk menyebrang ke Karimunjawa. Ia mengatakan ada sekitar seratus tempat duduk yang tersedia. 

Sugeng menyatakan, penambahan trip itu juga dipengaruhi oleh absennya KMP Siginjai, saat hari raya Idul Adha. “Maka dari itu kita disuruh untuk menambah trip lagi. Nanti hari Sabtu reguler, sedangkan Jumat dan Minggu ada dua trip,” ujarnya.  

Ditanya tentang dominasi penumpang, Sugeng menyebut lebih banyak orang mancanegara yang melancong ke pulau tropis tersebut. Menurutnya, hal itu karena di luar negeri saat ini sedang libur musim panas.

“Ya presentasenya sekitar 60 banding 40 persen. Lebih banyak yang dari luar negeri, seperti Hongkong, Amerika, dan Malaysia. Mereka menghabiskan sisa liburan,” katanya. 

Adapun kapal yang dipersiapkan adalah KMC Express Bahari 2C dan KMC Expres Bahari 9C. Sementara total kapasitas yang ada dari kedua kapal tersebut adalah 761 tempat duduk, terdiri dari 410 kursi pada 9C dan 351 kursi pada 2C. 

Terpisah Kasi Pelabuhan Penyebrangan Jepara Supomo membenarkan bahwa Siginjai absen pada hari Jumat (1/9/2017). Hal itu karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha. 

“Ya Jumat nanti memang off (Siginjai) karena bertepatan dengan libur hari raya Idul Adha. Nanti Sabtu sudah mulai reguler lagi,” urainya. 

Editor: Supriyadi

Penyebrangan ke Karimunjawa Jepara Tak Terpengaruh Tinggi Gelombang Laut

Warga melihat kapal penyeberangan ke Karimunjawa Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Penyebrangan kapal ke Karimunjawa tidak terpengaruh gelombang di Laut bagian utara Jawa Tengah. Praktis layanan hilir mudik ke pulau terluar Kabupaten Jepara itu, tidak mengalami gangguan. 

“Satu sampai dua hari yang lalu memang gelombang kencang bisa mencapai 1,5 meter sampai 2 meter. Namun kapal kita bisa mengatasi tinggi gelombang sampai maksimal 2,5 meter, jadi masih aman,” kata Manajer Cabang Jepara PT Pelayaran Sakti Makmur Sugeng Riyadi, sebagai operator Kapal Express Bahari, Rabu (30/8/2017). 

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut tidak memengaruhi pelayanan penyebrangan pada long weekend  pada libur hari raya Idhul Adha, yang jatuh pada 1-2 September 2017. Menurutnya, pihaknya sudah membuka reservasi untuk keberangkatan pada tanggal-tanggal tersebut. 

Terpisah, Kepala Seksi Pelabuhan Penyebrangan Kartini Supomo menyebut, berdasarkan informasi teranyar yang diperolehnya tinggi gelombang kini sudah menurun.  “Seminggu kemarin memang terjadi peningkatan tinggi gelombang, namun minggu ini sudah menurun sekitar 1 meter 1,25 meter,” katanya. 

Dikutip dari laman BMKG, tinggi gelombang di utara Jawa Tengah per hari ini berkisar di angka 0,5-1,25 meter. Adapun dari segi cuaca, diperkirakan cerah berawan dengan suhu sekitar 25-34 derajat celcius.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Libur Panjang Tiga Kapal Disiagakan Angkut Penumpang Ke Karimunjawa

Kapal Express Bahari 2C saat mengikuti even Lomban beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang libur panjang hari kemerdekaan RI ke 72, tiga kapal penyebrangan ke Karimunjawa disiagakan. Selain Kapal Mesin Penumpang (KMP) Siginjai dan Kapal Mesin Cepat (KMC) Express Bahari 2C, adapula KMC Express 9C yang siap melayani jika jumlah penumpang membengkak. 

Hal itu diungkapkan Kasi Pelabuhan Penyeberangan Kartini Supomo, Selasa (15/8/2017). Menurutnya, untuk penambahan trip (keberangkatan) hingga kini belum ada. 

“Sampai saat ini untuk penambahan trip  belum ada. Untuk hari Kamis (17/8/2017) penyeberangan dari Jepara-Karimunjawa off (libur) sebagaimana hari normal. aktivitas normal kembali pada hari Jumat (18/8/2017),” kata dia.

Dirinya menerangkan, pada hari Jumat baik Siginjai maupun Express Bahari telah memliki jadwal pemberangkatan ke Karimunjawa. Namun khusus KMC Express Bahari disiagakan satu kapal lagi, jika antusiasme penumpang ke pulau tropis tersebut meningkat.

“Kapal (KMC Express Bahari 9C) disiagakan di dermaga Jepara. Jika ada permintaan untuk pemberangkatan, maka akan diberangkatkan,” tuturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Jepara, Suroto.  Menurutnya, kehadiran dua kapal Express Bahari guna mengantisipasi keadaan yang tak diinginkan. 

“Iya betul, Express Bahari ada dua kapal, yang satu bersifat cadangan, bilamana yang satu rusak, tetap dijalankan,” ungkap Suroto. 

Menurutnya, untuk saat ini memang kapal tersebut sandar di Jepara. Terkait angkutan jelang libur panjang, dirinya mengungkapkan pemberangkatannya akan bersifat kondisional.

“Paling kalau ada kelebihan muatan akan dioperasikan, dua-duanya akan diberangkatkan. Akan tetapi hal itu melihat antusiasme dari penumpang,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Persediaan Air di Karimunjawa Menipis

Tempat penampungan air yang ada di Dukuh Kapuran, Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom,Jepara – Persediaan air di Pulau Karimunjawa mulai menipis. Selain dipengaruhi cuaca, kondisi itu juga disebabkan besarnya konsumsi saat musim liburan.

“Debit airnya memang berkurang, karena kering saat musim kemarau dan wisatawan banyak menggunakan saat liburan,” kata Camat Karimunjawa Budi Krisnanto, Kamis (20/7/2017). 

Dirinya mengatakan, stok air di pulau tersebut disimpan pada sebuah tandon yang berada di Kapuran. Adapun air diperoleh dari aliran yang berasal dari resapan yang kemudian dialirkan menuju bak tersebut. 

Camat menyebut, kondisi tersebut hanya dirasakan warga Karimunjawa. Sementara untuk Desa Kemojan yang masih berada dalam satu pulau tidak merasakannya.

“Di Pulau Nyamuk dan Parang tidak merasakan hal tersebut (kekurangan air), di sana kondisinya masih baik,” kata dia. 

Seorang warga, Sriyanto mengakui hal itu. Menurutnya, pasokan air hanya bisa mencukupi kebutuhan warga sekali sehari. Dirinya mensinyalir, pembangunan sumur bor oleh pihak hotel juga ditengarai menjadi penyebab. 

Editor : Kholistiono

Kapal Niaga Belum Berani Menaikkan Penumpang  dari Pulau Nyamuk ke Jepara

Beberapa kapal saat berlabuh di dermaga Pantai Kartini. Saat ini pemilik kapal niaga masih enggan mengangkut penumpang dari Pulau Nyamuk ke Jepara.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemilik kapal niaga masih enggan mengangkut serta penumpang dari Pulau Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, langsung ke daratan Jepara. Lantaran, peraturan yang membolehkan moda transportasi itu mengangkut orang belum tersosialisasi secara luas. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Nyamuk Sudarto. Menurutnya, saat ini pemilik kapal masih gamang jika hendak mengangkut penumpang, karena seringkali dicegat oleh polisi perairan.

“Kejelasan terkait izin tersebut belum ada. Sehingga pemilik kapal pun enggan mengangkut penumpang,” ucapnya. 

Sebelumnya ia mengeluhkan, karena kapal niaga tak diperbolehkan mengangkut penumpang dari pulau tersebut ke Jepara. Untuk menuju ibukota kabupaten, mereka harus menuju Karimunjawa terlebih dahulu, lalu menumpang kapal penyeberangan Siginjai dan Express. Namun jika kembali dari Jepara hendak ke Pulau Nyamuk, penduduk harus kembali menaiki kapal penyeberangan dan menyewa kapal untuk kembali ke desa mereka. 

Menurut Sudarto, tarif untuk sewa kapal dari Karimunjawa ke Pulau Nyamuk cukup mahal, bisa mencapai ratusan ribu. Hal itulah yang dikeluhkan oleh warganya, karena tak semua penduduk pulau tersebut berpunya. 

Jauh sebelumnya, penggunaan kapal niaga untuk mengangkut penumpang belum dipersoalkan. Sehingga warga desa tersebut bisa memanfaatkan jasanya menuju Jepara, tanpa harus melalui Karimunjawa terlebih dahulu.

Solusi muncul dengan diberlakukannya peraturan baru dari Dirjen Perhubungan laut, tentang ketentuan kapal rakyat tradisional untuk penumpang. Namun demikian, hingga kini pemilik kapal masih ragu mengangkut penumpang. 

Terkait hal tersebut, ia juga telah mengungkapkannya kepada Pemkab Jepara, melalui Wakil Bupati Andi Kristiandi saat berkunjung ke Karimunjawa beberapa sat lalu. 

Terpisah, Bahdi seorang pemilik kapal niaga mengatakan, belum mengerti akan aturan baru tersebut. Dirinya mengungkapkan, saat ini pengangkutan penumpang dengan kapal niaga memang tak diperbolehkan. “Dulu sempat boleh tapi sekarang tidak boleh,” ujarnya. 

Ketika tahu bahwa ketentuan pengangkutan penumpang harus merubah konstruksi kapal, Bahdi menyatakan hal tak setuju dengan itu. Lantaran, peruntukan kapalnya memang untuk mengangkut barang. 

“Kalau mengangkut penumpang kan istilahnya hanya membantu, ya hanya ikut dan duduk lesehan. Kalau dihitung-hitung hanya melayani penumpang ya tidak masuk (seimbang) dengan pemasukannya,” katanya.  

Editor : Kholistiono

Penyeberangan ke Karimunjawa Tetap Normal Selama Lomban

KMP Siginjai saat merapat di Pelabuhan Kartini Jepara. Kapal itu tetap melayani penyeberangan saat prosesi larungan, Minggu (2/7/2017) besok. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Layanan penyeberangan ke Karimunjawa, tetap berjalan normal selama prosesi Syawalan atau Lomban, yang akan digelar Minggu (2/7/2017) esok. Pelayaran KMC Express Bahari dan KMP Siginjai tetap pada jadwal, meskipun kedua kapal tersebut rencananya mengikuti lomban.

“KMC Express Bahari rencananya ikut larungan juga mengangkut ibu-ibu pejabat dari sini (Pelabuhan Kartini). Siginjai juga rencananya begitu, akan mengikuti prosesi dari Karimunjawa. Namun setelah itu, kedua kapal tersebut juga tetap pada jadwal mengangkut penumpang. Sekitar jam 10.00 pagi, berangkat lagi KMC ke sana (Karimunjawa),” kata Supomo, Kasi Pelabuhan Penyebrangan Kartini, Sabtu (1/7/2017).

Sementara itu, guna mengantisipasi kepadatan di pelabuhan, pihaknya akan mengosongkan area parkir pada sore ini. Hal itu akan dilakukan setelah KMP Siginjai merapat ke Pelabuhan Kartini. Kendaraan milik penyeberang rencananya akan dipindahkan sementara waktu di gedung milik Undip.

Sesuai jadwal keberangkatan kapal, yang diterima MuriaNewsCom, untuk KMC Express Bahari 2C memiliki tiga trip reguler, pada hari Minggu. Dimulai dari pukul 05.00 WIB dari Karimunjawa menuju Jepara. Lantas pukul 07.00 WIB akan mengikuti prosesi larungan dan kemudian pukul 10.00 berlayar seperti biasa. Sementara itu, KMP Siginjai dijadwalkan berangkat dari Karimunjawa pukul 07.00 WIB. 

Ia mengatakan, kepadatan penyeberangan ke Karimunjawa atau sebaliknya masih akan terjadi hingga Senin (3/7/2017).

Editor : Ali Muntoha

Perantau Mulai Pulang ke Karimunjawa

Boarding pass, penumpang kapal KMC Express Bahari memadati Pelabuhan Kartini, Jumat (23/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Puncak penyeberangan ke Karimunjawa, terjadi hari ini Jumat (23/6/2017). Pengguna jasa kapal sebagian besar didominasi oleh warga pulau yang merantau ke luar pulau.

Seperti Muhammad Nurikan (39), warga Desa Alang-alang, Karimunjawa itu mengatakan, dirinya menjadi pekerja di Semarang. Kini ketika ada kesempatan, ia menyempatkan diri untuk menyambangi keluarganya.

“Saya kerjanya di Semarang, ini mudik sekarang sampai nanti pas lomban (tujuh hari setelah lebaran), baru pulang lagi ke perantauan,” katanya, saat akan menyeberang menggunakan jasa KMC Express Bahari 2C, pagi pukul 09.00 WIB. 

Dirinya menambahkan, sengaja mudik melalui pelabuhan Kartini karena merasa jadwal penyeberangan yang lebih tepat. Sedangkan jika melalui Semarang, ia merasakan pemberangkatannya tidak tepat. 

Nurikan mengaku, setahun lalu memilih menggunakan jasa Kapal Kartini di Pelabuhan Semarang. Namun karena dirasa tak tepat jadwalnya, maka dirinya memilih menyebrang di Jepara.

“Kalau enaknya menyebrang di Semarang karena lebih dekat, namun jadwalnya sekarang tidak pasti. Sabtu biasanya ada, namun lain hari kadang tidak ada. Jadi saya memilih menyeberang lewat Jepara,” ujarnya. 

Pemudik lain Sri Handayani, mengaku datang dari Jakarta. Ia sendiri adalah orang asli dari Karimunjawa. “Saya aslinya orang Jelamun, ini mudik dari Jakarta membawa serta lima anggota keluarga saya. Kemungkinan seminggu di kampung,” tuturnya.

Manajer Cabang Jepara PT Pelayaran Sakti Makmur selaku operator KMC Express Sugeng Riyadi, mengatakan jumlah penyeberang didominasi oleh penumpang lokal. Namun demikian, wisatawan mancanegara juga masih terlihat. “Wisatawan mancanegara jumlahnya 30 persen dibanding penumpang lokal,” jelas Sugeng. 

Ia mengatakan, puncak penyeberangan diprediksi akan berlangsung hingga Sabtu (24/6/2017). “Kalau peningkatannya masih dalam batas normal, ya sekitar 200 lebih. Namun kita memprediksi ada peningkatan penumpang lagi pada H+2 lebaran, yang mana akan didominasi oleh wisatawan,” tutur dia.

Oleh karenanya, pihaknya akan menyiagakan satu kapal lagi yakni KMC Bahari Express 1C. Rencananya kapal tersebut akan datang ke Pelabuhan Kartini pada Jumat sore. 

Sementara itu, Kasi Pelabuhan Kartini Supomo menyebut peningkatan penumpang mulai terjadi pada hari Selasa (20/6/2017). 

Editor : Kholistiono