Belasan Peserta Sail Indonesia Tiba di Karmunjawa Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Belasan yacth peserta Sail Indonesia sudah tiba di Karimunjawa, Jepara. Sejumlah persiapan untuk acara malam puncak pada Sabtu (24/9/2016) juga telah dipersiapkan oleh warga bersama pemerintah setempat.

Kepastian peserta sail mulai bersandar di Karimunjawa tersebut disampaikan Camat Karimunjawa, Muh Tahsin. Menurutnya, sejak dua hari lalu, yacth peserta sail mulai bersandar di Karimunjawa.

“Sudah ada beberapa yang bersandar. Tapi, tidak semuanya sudah turun ke darat, masih ada yacther yang di atas kapal. Biasanya mereka akan turun untuk mencari tambahan stok makanan,” ujar Tahsin kepada MuriaNewsCom, Kamis (22/9/2016).

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Mulyaji. Menurutnya, dari 62 negera diperkirakahn bakal singgah di kepulauan Karimunjawa dalam rangkain Sail Indonesia. Hari ini, belasan yacth sudah bersandar di Karimunjawa.

Segala persiapan untuk menyambut para yacther pada malam puncak nanti sudah siap. Ada beberapa agenda untuk memeriahkannya, dan dijamin lebih meriah dari sebelum-sebelumnya.

“Pada rangkaian sail kali ini berbeda dengan sail sebelumnya. Acara hiburan lebih banyak. Tidak hanya kesenian tradisonal tapi juga modern, musik jazz di atas laut,” ujar Mulyaji, terpisah

Menurutnya, jumlah yacth yang akan singgah di Karimunjawa pada sail kali ini diperkirakan akan naik jika dibanding tahun sebelumnya. Peserta sail dari 64 negera diperkirakan akan singgah di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

“Mengaca dari pengalaman tahun lalu, peserta sail yang mampir Karimunjawa 50 lebih. Tapi memang datangnya tidak bisa bersamaan. Jadi tahun inu optimis bisa 62 yang mampir di Karimunjawa,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, semakin banyak semakin bagus untuk promosi wisata Karimunjawa. Harapannya, ke depan potensi wisata Karimunjawa lebih dapat dikembangkan lagi.

Editor : Akrom Hazami

Adanya Rute Kendal-Karimunjawa Dianggap Belum Berdampak  

Wisatawan bersiap menuju Karimunjawa Jepara dengan naik kapal yang disediakan, Senin (29/8/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Wisatawan bersiap menuju Karimunjawa Jepara dengan naik kapal yang disediakan, Senin (29/8/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajer Express Bahari cabang Jepara, Sugeng Riyadi mengatakan, sejauh ini belum ada dampak yang signifikan dengan adanya rute Kendal-Karimunjawa bagi pelayaran dari Jepara ke Karimunjawa.

“Kami rasa tidak perlu khawatir, justru kami juga turut diminta membantu untuk mempromosikan yang ada di Kendal. Sebab, kami sama-sama jalan untuk jadwal sendiri juga disingkronkan antara Jepara dengan Kendal,” kata Sugeng.

Menurut dia, sejauh ini masih banyak yang lewat Jepara karena promosi di berbagai media khususnya media sozial dilakukan oleh para TL yang masih menggunakan tarif rute Jepara-Karimunjawa.

“Mungkin TL belum menghitung-hitung biaya bagi wisatawan yang melalui Kendal. Sebab ada perbedaan tariff. Untuk tairf kapal misalnya, ada selisih Rp 50 ribu. Kendal lebih mahal untuk tairf kapal dibanding Jepara karena selisih jarak,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk tariff normal Express Bahari dari Jepara hanya Rp 150 ribu dan Rp 175 ribu. Sedangkan dari Kendal sekitar Rp 200 ribu dan Rp Rp 230 ribu. Mengenai jadwal pemberangkatan, dari Kendal menyesuaokan dengan jadwal dari Jepara.

Pelabuhan Kendal telah membuka trayek ke Karimunjawa baru-baru ini. Kondisi itu disikapi oleh para pemimpin wisata atau Tour Leader (TL) atau yang ada di Kabupaten Jepara. Mereka merasa keberatan dengan adanya trayek dari Kendal tersebut lantaran akan memecah wisatawan yang akan ke Karimunjawa.

Hal itu seperti yang dikatakan salah satu TL atau pengelola biro perjalanan wisata Karimunjawa, Ainur Rofiq. Menurutnya, dengan adanya penyeberangan kapal dari Kendal dengan armada Express Bahari sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian di Jepara. Sebab, wisatawan Karimunjawa akan terbagi dengan Kendal, dan itu akan merugikan Jepara sebagai pemilik wilayah Karimunjawa.

Editor : Akrom Hazami

 

Aih, Kewenangan Rute Pelayaran ke Karimunjawa Ternyata Ada di Dishub Provinsi Jawa Tengah

Kepala UUP Pelabuhan Syahbandar Jepara Suripto. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala UUP Pelabuhan Syahbandar Jepara Suripto. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menanggapi kasus abrasi di Pulau Panjang yang dituding akibat dari kapal cepat rute Jepara-Karimunjawa yang melintas di pulau tersebut ternyata tak mudah membalikkan tangan. Ini lantaran jalur pelayaran menjadi kewenangan pelayaran tersebut ada di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah.

”Untuk rute pelayaran kapal itu ranah Dishub Provinsi. Sehingga kami tidak bisa mengatur jalur kapal cepat yang melintas di kawasan pulau panjang itu,” ujar Kepala UUP Pelabuhan Syahbandar Jepara Suripto kepada MuriaNewsCom, Senin (9/5/2016).

Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum menerima keluhan atau laporan secara resmi atau tertulis mengenai perjalanan kapal cepat yang menganggu, termasuk hingga yang dituding menjadi penyebab abrasi.

”Kami belum pernah mendapatkan laporan mengenai hal itu. Kalau memang ada dampak, bisa kirim surat kemudian kami sampaikan ke Provinsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, terkait dengan dampak dari adanya pelayaran kapal cepat tersebut, juga menjadi ranah lingkungan hidup karena itu menjadi masalah analisis dampak lingkungan (Amdal). Sehingga, pihaknya tidak begitu saja mengamini adanya dampak kapal cepat hingga membuat pulau panjang terkena abrasi.

Sementara itu, Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Zamroni Listiaza mengaku memang sejumlah gazebo yang miring terjadi akibat abrasi. Khususnya saat musim baratan maupun karena faktor lain.

”Ancaman abrasi yang merusak infrastruktur sudah lama terjadi. Termasuk kerusakan gazebo. Karena alasan itu, maka dalam pembahasan mengenai Pulau Panjang, Pemkab tidak terlalu fokus pada perbaikan gazebo yang rusak. Tapi memilih fokus penanganan abrasi,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : Mengerikan, Abrasi di Pulau Panjang Jepara Makin Parah 

Libur Panjang, Masyarakat Karimunjawa Kebanjiran Berkah

Pengunjung Karimunjawa tengah bersantai di salah satu penginapan di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pengunjung Karimunjawa tengah bersantai di salah satu penginapan di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara diserbu ribuan wisatawan baik lokal, regional bahkan mancanegara pada momen libur panjang dan akhir pekan ini. Kondisi itu membawa berkah tersendiri bagi warga masyarakat yang tinggal di sana.

Warga yang ketiban berkah tidak hanya yang berjualan makanan maupun barang-barang lainnya. Tetapi juga sebagian warga yang membuka jasa biro perjalanan pariwisata. Tak hanya itu, pemilik hotel dan homestay yang ada di Karimunjawa juga kebanjiran berkah, lantaran usaha mereka laris manis.

Hal itu seperti yang disampaikan salah satu pemilik biro pariwisata di Karimunjawa, Djati Utama. Menurutnya, ramainya wisatawan yang berkunjung ke kepulauan terluar di Kabupaten Jepara, juga dirasakan berkahnya bagi pemilik homestay maupun hotel yang ada di Karimunjawa. Karena selama liburan panjang akhir pekan ini penginapan dipenuhi tamu yang berlibur.

”Tak hanya itu para pedagang kaki lima ataupun penjaja kuliner yang berjualan di Alun Alun Karimunjawa juga ikut menikmati berkahnya,” ujar Djati.

Dia menambahkan, lonjakan wisatawan yang berlibur ke Karimunjawa diperkirakan akan terus bertambah. Tidak hanya masa libur panjang akhir pekan ini, tetapi diperkirakan hingga bulan Juli mendatang ketika musim liburan sekolah.

”Peningkatan wisatawan sebetulnya sudah terlihat pasca musim baratan lalu. Namun lonjakan wisatawan yang sangat signifikan juga terjadi dim omen-momen khusus seperti libur panjang ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Fadilla, warga Karimunjawa yang membuka stand untuk berjualan kelontong. Menurut dia, banyaknya wisatawan membuat pembeli jajan semakin banyak.

”Alhamdulillah, jualannya lancar. Banyak pengunjung yang datang kesini (Karimunjawa) dan membeli makanan maupun minuman,” katanya.

Editor : Supriyadi 

Wisatawan Membludak, Tiket untuk Warga Karimunjawa Diutamakan

Petugas Syahbandar Jepara memeriksa para wisatawan Karimunjawa, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Syahbandar Jepara memeriksa para wisatawan Karimunjawa, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sejak Kamis (5/5/2016) hingga akhir pekan ini, Sabtu (7/5/2016) wisatawan Karimunjawa terus membludak. Momen libur panjang ini membuat penjualan tiket penyeberangan ke wilayah terluar Kabupaten Jepara menjadi sesuatu yang diperebutkan. Meski begitu, tiket kapal untuk warga Karimunjawa tetap mendapatkan skala prioritas.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Cabang PT Sakti Inti Makmur, operator KMC Express Bahari, Sugeng Riyadi. Menurutnya, meskipun banyak tiket yang terjual melalui system pesan, ada pula yang dijual di loket yang ada di Dermaga Kartini Jepara.

”Untuk masyarakat Karimunjawa yang mau pulang tetap kami prioritaskan. Kalau dijual menggunakan system pesan semua kasihan wisatawan yang tidak melalui biro perjalanan wisata dan masyarakat karimunjawa,” ujar Sugeng kepada MuriaNewsCom, sabtu (7/5/2016).

Menurut dia, membludaknya wisatawan memang sangat terasa di waktu libur panjang ini. Guna mengantisipasi penumpukan penumpang, pihaknya telah melakukan penambahan jadwal peleyaran.

”Kami sudah menambah jadwal pelayaran sebanyak empat trip. Kamis dua trip, Jum’at dan Sabtu masing-masing satu trip,” papar Sugeng.

Pihaknya menyiapkan 80 tiket dari 450 kapasitas penumpang, dijual di loket penjulan tiket di Dermaga Kartini.

Sementara itu, Kepala UUP Pelabuhan Syahbandar Jepara, Suripto, mengatakan, melihat tingginya animo wisatawan yang hendak ke Karimunjawa, pihaknya memberikan toleransi kepada operator kapal untuk mengangku penumpang melebihi kapasitas. Namun, toleransi tersebut menyesuaikan dengan jumlah alat keselamatan yang tersedia di dalam kapal.

”Semestinya kapasitas Express Bahari 410 penumpang, tapi kami beri toleransi 150. Itu menyesuaikan dengan alat keselamatan yang ada,” katanya.

Editor: Supriyadi

 

Ini Kata Dishubkominfo Jepara Tentang Kapal Baru Express Bahari yang Melayani Penyeberangan ke Karimunjawa

F-upload besok pagi jam 6 kapal (e)

Kapal Express Bahari lama masih bersandar di kawasan Dermaga Kartini. Kini posisinya digantikan dengan kapal baru (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Armada pelayanan transportasi laut ke Karimunjawa KMC Express Bahari telah diganti dengan jenis kapal yang sama dengan tipe yang berbeda. Kapal baru tersebut diklaim lebih bagus dibanding dengan kapal yang lama.

Kabid Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jepara, Sutana mengemukakan, kapal baru KMC Express Bahari tipe 9C tersebut sudah melalui uji kelaikan. Pihaknya juga telah memastikan bahwa kapal baru tersebut memang secara kualitas lebih bagus ketimbang kapal lama.

“Pagi tadi kapal mulai beroperasi melayani penyeberangan ke Karimunjawa dengan mengangkut sekitar 177 penumpang,” ujar Sutana kepada MuriaNewsCom, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya, kapasitas kapal yang baru ini lebih besar yakni mencapai 410 penumpang. Sedangkan kapal yang lama sekitar 350 penumpang saja. Sehingga, dia berharap dengan kapasitas yang besar tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Perkembangan wisata Karimunjawa cukup pesat. Dengan kapasitas penumpang untuk kapal yang besar, diharapkan semakin banyak pula wisatawan yang ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, spesifikasi kapal baru memang lebih bagus. Selain kapasitas penumpang yang lebih banyak, kecepatan kapal juga cukup tinggi. Perjalanan Jepara-Karimunjawa yang biasa ditempuh dengan waktu 2,5 jam, kini bisa ditempuh sekitar 1,5 jam saja.

Editor : Kholistiono

Baca juga : KMC Expres Bahari yang Melayani Penyeberangan ke Karimunjawa Kini Gunakan Armada Baru

http://www.murianews.com/2016/04/05/77905/kmc-expres-bahari-yang-melayani-penyeberangan-ke-karimunjawa-kini-gunakan-armada-baru.html

Juli, Listrik Karimunjawa Diperkirakan Bakal Nyala 24 Jam

Gapura Karimunjawa yang megah menjadi salah satu kebanggaan warganya. Penduduk setempat bakal menikmati listrik 24 jam Juli 2016 mendatang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gapura Karimunjawa yang megah menjadi salah satu kebanggaan warganya. Penduduk setempat bakal menikmati listrik 24 jam Juli 2016 mendatang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejak dialihkannya pengelolaan listrik secara resmi dari Pemkab Jepara ke PT PLN. Persoalan listrik di Karimunjawa mulai teratasi. Saat ini listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu sudah menyala 18 jam sejak memasuki tahun 2016. Diprediksi, listrik menyala 24 jam mulai bulan Juli 2016 mendatang.

Hal itu seperti yang dikatakan Asisten II Sekda Jepara Bidang Perekonomian dan Pembangunan Edy Sujatmiko. Menurut dia, beralihnya kewenangan itu menjadikan segala bentuk pengelolaan, termasuk penyediaan bahan bakar ditanggung oleh PT PLN. Targetnya, listrik di sana dapat menyala 24 jam sebagaimana umumnya di wilayah Kabupaten Jepara lainnya.

”Usaha agar dapat menyala 24 jam terus dilakukan. Namun dilakukan secara bertahap. Sementara ini sudah menyala 18 jam dulu,” ujar Edy kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, belum langsung menyalanya listrik selama 24 jam tersebut lantaran PT PLN masih memanfaatkan instalasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang lama. Sambil menunggu instalasi baru dari PT PLN yang menurut jadwal baru didatangkan pada Juli mendatang.

Instalasi lama bisa dipacu untuk memberikan aliran listrik selama 18 jam, lanjut Edy, karena semua komponen bisa terpenuhi. Mulai dari pemasangan ulang dan penertiban instalasi (meteran) di rumah warga, hingga persoalan bahan bakar solar untuk PLTD.

”Sehingga aliran listrik ke rumah warga bisa maksimal,” tandas dia.

Mengenai perkembangan pembangunan Pembakit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Legon Bajak, dia menandaskan kondisinya masih sama. Sebab menunggu beroperasinya instalasi pengelolaan gas Tambak Lorok Semarang. (WAHYU KZ/TITIS W)

Akhirnya, Listrik Karimunjawa Nyala 18 Jam

Gapura Karimunjawa yang megah tak terlepas dari masalah kebutuhan masyarakat akan listrik. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gapura Karimunjawa yang megah tak terlepas dari masalah kebutuhan masyarakat akan listrik. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Persoalan listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara, yakni Karimunjawa kini sedikit demi sedikit mulai teratasi. Memasuki tahun 2016, PT PLN secara resmi mengambil alih pengelolaan listrik di wilayah destinasi wisata nasional tersebut. Sehingga sejak awal Januari kemarin, listrik di Karimunjawa dapat menyala lebih lama yakni 18 jam dari sebelumnya yang hanya 12 jam bahkan 6 jam saja.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan oleh Asisten II Sekda Jepara Bidang Perekonomian dan Pembangunan Edy Sujatmiko. Menurutnya, seiring dengan dialihkannya pengelolaan listrik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kepada PT PLN, listrik di Karimunjawa dapat menyala lebih lama.

”Semua bentuk pengelolaan termasuk penyediaan bahan bakar ditanggung oleh PLN,” kata Edy kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, peningkatan penyediaan listrik di Karimunjawa terus dilakukan secara bertahap. Kali ini baru 18 jam, dan nantinya diupayakan dapat menyala 24 jam seperti di wilayah Kabupaten Jepara lainnya.

”Masalah listrik menjadi persoalan klasik. Hingga Pemkab Jepara sendiri kualahan mengatasinya,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Kecamatan Karimunjawa Ditekankan Selalu Ikuti Kegiatan di Jepara

Kepulauan Karimunjawa yang jaraknya sangat jauh dari kota Jepara ditekankan untuk selalu mengikuti kegiatan yang digelar Pemkab di Kota Jepara.(MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Kecamatan Karimunjawa menjadi wilayah terjauh dan terluar dari Kabupaten Jepara, lantaran terpisah oleh lautan. Sehingga Kecamatan Karimunjawa sering absen, ketika ada kegiatan yang digelar di Kota Jepara, meski mengundang seluruh kecamatan.

Lanjutkan membaca