Tempat Karaoke di Jepara Digerebek, Belasan PK Digaruk Polisi

Belasan pemandu karaoke di Kafe Joglo terjaring operasi penyakit masyarakat yang dilakukan Polres Jepara. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara menggerebek Kafe Joglo di Kelurahan Karang Kebagusan, Kecamatan Jepara, Minggu (11/6/2017) jelang tengah malam, karena nekat beroperasi saat bulan Ramadan. Hasilnya, belasan pemandu karaoke dan puluhan botol miras serta pengunjung dicokok petugas. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, operasi tersebut berawal dari pengaduan masyarakat. Dalam laporan tersebut, warga menyebut kafe sekaligus tempat hiburan karaoke tersebut, masih beroperasi meskipun telah ada larangan menjalankan bisnis hiburan selama bulan Ramadan. 

“Kita dapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di Kafe Joglo ini masih beroperasional selama Ramadan. Begitu mendapatkan info tersebut, kami langsung menuju ke tempat ini. Pada saat didatangi, ada nyanyian-nyanyian, juga ada miras, ada beberapa tamu dan penyanyi di lokasi,” kata dia, Senin (12/6/2017).

Mendapati hal itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Satpol PP dalam menerapkan tindak pidana ringan (tipiring), pada pelaku. 

Lebih lanjut ia mengajak agar pengusaha tempat hiburan mematuhi imbauan dari Pemkab Jepara, untuk tidak buka selama bulan Ramadan. “Saya imbau untuk menghormati bulan suci Ramadan, tidak ada tempat hiburan yang buka sampai dengan selesai (pascalebaran),” ucap Kapolres Jepara. 

Adapun, polisi mengenakan tipiring pada pengelola Kafe Joglo atas nama Joko Sunoto, karena yang bersangkutan menjual minuman beralkolhol. Total alkohol yang disita adalah sebanyak 40 botol, berupa enam botol anggur kolesom, 10 botol bir Guiness, tujuh botol Redler dan 17 botol Bir Bintang. 

Sementara itu, sebanyak 16 pemandu karaoke (PK) dimintai keterangan di Mapolres Jepara. Selain itu, ada 10 pengunjung tempat hiburan yang ikut dikeler ke kantor polisi.

“Untuk pemandu karaoke dan pengunjung diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan mereka. Jika nekat, mereka akan dikenai tipiring,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta.

Editor : Kholistiono

4 Pengusaha Karaoke di Jepara Besok Bakal Disidangkan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Penertiban dan penindakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terhadap tempat karaoke di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, dengan cara membongkar bangungan tempat karaoke sekitar dua tahun lalu, ternyata, tak membuat sebagian pengusaha jera.

Pada razia yang dilakukan Satpol PP Jepara Rabu (18/1/2017), ternyata masih ditemukan ada empat tempat di kawasan Pungkruk yang masih membuka usaha karaoke. Setidaknya, untuk setiap tempatnya ada sekitar 10 pemandu karaoke (PK) yang bekerja.

Terkait hal itu, Satpol PP mengambil tindakan tegas, dengan melimpahkan kasus tersebut ke meja hijau. Karena, mereka dinilai telah melanggar Perda Nomor 9 tahun 2016 tentang Pariwisata.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Jepara Sutarno mengatakan, pihak Satpol PP melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Jepara, dan Kamis (26/1/2017) besok bakal disidangkan.

“Ada empat pengusaha karaoke yang akan disidang besok, yakni Arifin, Mantan Kepala Desa Mororejo, kemudian Mulud, Solkan dan Marwan. Keempatnya sebenarnya sudah kita berikan arahan,” ujarnya, Rabu (25/1/2017).

Dalam hal ini, keempat pengusaha tersebut terancam sanksi kurungan maksimal 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta. “Selain pengusaha, kami juga sudah memberikan peringatan kepada 8 PK yang masih mangkal di tempat karaoke di Pungkruk. Jika ke depan mereka terkena razia lagi, maka kami juga akan ambil tindakan tegas,” katanya.

Dia menambahkan, untuk 8 PK tersebut dua di antaranya dari Pati, dan enam lainnya dari Jepara. Rata-rata mereka berusia 26 hingga 30 tahun, dan statusnya mayoritas adalah janda.

Editor : Kholistiono