Kapolres Jepara Larang Aksi Sweeping Natal dan Tahun Baru

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menegaskan melarang aksi sweeping jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Ia meminta organisasi maupun warga tak mengambil inisiatif tindakan jika merasa terganggu akan aktifitas kelompok tertentu.

“Tidak ada aksi sweeping. Artinya warga ataupun ormas yang terganggu dengan aktifitas keagamaan silakan lapor kepada kami (polisi). Biar kami yang menindak,” katanya, Kamis (21/12/2017). 

Ia meminta masyarakat mempercayakan pengamanan kepada pihak berwajib. Menurutnya, jelang pergantian tahun dan perayaan hari raya keagamaan di Bulan Desember, pihaknya sudah menyiapkan personel. 

Kapolres menyebut, telah menyiapkan sekitar 625 personel guna menjaga keamanan selama even tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah bertukar pikiran dengan elemen Organisasi Masyarakat, untuk memberikan masukan kepada petugas. 

“Jelang tahun baru dan Natal kita berkoordinasi dengan ormas melalui rapat koordinasi lintas sektoral dengan Pemda, TNI dan Polri guna memberi paparan terkait kerawanan yang mungkin muncul dan dapat dicegah sejak dini,” ungkap Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Pihaknya mengatakan, akan bekerja sama dengan TNI, dan Pemkab Jepara untuk mengamankan even tahunan di bulan Desember. Selain itu polisi juga akan menggandeng organisasi masyarakat untuk turut menciptakan situasi kondusif.

Editor : Ali Muntoha

Sadis, Suami di Jepara Ini Tega Bakar Istri

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho (dua dari kanan) meminta keterangan pelaku pembakaran saat gelar perkara, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Zainal Arifin (26) menjadi pesakitan karena disangkakan membakar istrinya sendiri MT (17). Akibat perbuatan suaminya, kini MT harus dirawat di RSUD Kartini karena menderita luka bakar 40 persen, disekujur tubuhnya. 

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/9/2017) malam. Rentetan peristiwa terjadi mulai pukul 21.30 WIB, Zainal pamit begadang dan meminta uang kepada istrinya.

Namun, sang istri tak memberi, karena takut digunakan untuk berjudi. Akan tetapi Zainal nekat dan mengambil uang dari toko, kemudian pergi dari rumah. 

Tak berselang lama, pada pukul 22.30 WIB Zainal pulang lagi ke rumahnya yang terletak di Desa Sowan Kidul RT 02 RW 03, Kecamatan Kedung. Saat itu ia melihat istrinya MT sedang tiduran di depan televisi.

Lalu tanpa alasan yang jelas Zainal lantas menyiramkan kopi ke muka MT. Selain itu, pelaku juga sempat membanting beberapa perabotan yang ada di rumah tersebut.

Karena takut, MT langsung menuju kamar setelah membersihkan noda kopi. Setelah keadaan mereda, MT kembali lagi ke ruangan televisi. Setelahnya pasangan itu berada di tempat yang sama, namun tak saling bicara.

Beberapa saat kemudian, Zainal diam-diam pergi ke toko dan mengambil bbm jenis pertalite kemudian disiramkan ke tubuh istrinya, lalu terjadilah peristiwa kebakaran. 

Beruntung, saat itu MT sempat menyelamatkan diri dengan pergi ke kamar mandi lalu menyiramkan air ke tubuhnya.

“Kami sudah melakukan proses rekonstruksi di TKP dan meminta keterangan MT,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Editor: Supriyadi

Umat Islam Jepara Diminta Jaga Kekompakan

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara meminta umat beragama di Jepara meningkatkan kekompakan dan toleransi. Hal itu untuk mencegah rong-rongan pihak tak bertanggungjawab  yang ingin “membawa” konflik Myanmar ke Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resort Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho, saat berbicara pada pertemuan FKUB, Selasa (6/9/2017) malam.

Menurutnya, ada deteksi bahwa ada pihak yang ingin menautkan kejadian di Myanmar dengan Agama Budha yang ada di Indonesia. Lebih jauh lagi, adapula pihak yang berkeinginan pemerintahan Indonesia jatuh dengan memanfaatkan isyu-isyu tersebut. 

“Jepara relatif kondusif dibandingkan kota-kota lain yang ada di Jawa Tengah. Hal itu karena soliditas tokoh agama dan masyrakat yang ada di Jepara. Isyu ini (Myanmar) dimanfaatkan oleh mereka yang berhaluan radikal untuk menjatuhkan pemerintahan Joko Widodo. Selain itu adapula yang mengaitkan hal itu dengan umat Budha yang ada di Indonesia, padahal tidak saling berkait,” ujarnya. 

Menurutnya, aji mumpung isyu Myanmar itu dideteksi melalui analisis media sosial yakni twitter. Dikatakan Kapolres Jepara, seorang analis twitter telah mendeteksi bahwa 60 persen isu Rohingnya dimanfaatkan untuk menjatuhkan pemerintahan yang dinilai tidak responsif akan derita etnis tersebut. 

“Disamping itu pada media sosial muncul meme yang menautkan umat Budha di Indonesia dengan yang ada di Myanmar. Hal itu kan sebenarnya tidak berhubungan,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta para pemuka agama agar meningkatkan kekompakan. Hal itu agar isyu Myanmar yang kini berkembang tidak dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa. Yudi mengatakan, beberapa konflik di Indonesia terjadi karena isyu agama. 

Sementara itu, Dandim 0719 Letkol Infanteri Ahmad Basuki mengungkapkan, semua pertentangan tidak menjadikan kedua belah pihak sebagai pemenang. 

“Banyak contoh agama dijadikan potensi memecah belah, seperti peristiwa Ambon ada isyu antara umat Islam dan Kristiani, Tidak ada yang menang semuanya jadi abu,” katanya. 

Lebih lanjut ia menekankan, pihaknya tidak melarang rasa keprihatinan yang ditunjukan oleh umat Islam, kepada Etnis Rohingnya. Namun ia menegaskan warga Jepara tidak perlu ikut-ikutan dalam aksi-aksi yang rencananya digelar pada tanggal 8 September 2017. 

Hal serupa diungkapkan oleh Ketua FKUB dan MUI Jepara, Mashudi. “Tidak usah umat Islam Jepara ikut-ikutan dalam aksi yang digelar di Borobudur,” tegasnya. 

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Punya Kabag Ops dan Kasat Lantas Baru, Ini Nama-namanya

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho saat melakukan upacara seremoni di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tiga perwira dilingkungan Polres Jepara dirotasi. Tiga posisi tersebut adalah Kepala Bagian Operasi, Kepala Satuan Lalulintas dan Kepala Kepolisian Sektor Bangsri. 

Prosesi serah terima jabatan itu dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resort Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudianto Adi Nugroho.

Jabatan Kabag Ops yang sebelumnya diisi Komisaris Polisi (Kompol) Slamet Riyadi kini dipegang oleh Kompol Jodi Setyo Margono, yang sebelumnya menjabat Waden Gegana Satbrimob Polda Jateng. Adapun Slamet Riyadi kini menduduki posisi baru sebagai Kaur Kermalem Subbidsunluhkum Bidkum Polda Jateng. 

AKP Andika Wiratama yang sebelumnya menjabat Kasatlantas, kini menempati posisi baru sebagai Kasigar Subbdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jateng. Posisinya di Polres Jepara digantikan oleh AKP I Putu Krisna yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 1 PJR Ditlantas Polda Jateng. 

Sementara itu, posisi Kapolsek Bangsri kini dijabat oleh Inspektur Polisi Satu (Iptu) Basiran, ia menggantikan AKP Timbul Taryono yang memasuki masa pensiun. 

“Pesan saya, cepatlah beradaptasi dan menyesuaikan diri di lingkungan, baik dengan anggota maupun staf yang ada, serta masyarakat di wilayah hukum Polres Jepara,” pesan Kapolres Jepara dalam amanatnya. 

AKBP Yudianto Adi Nugroho juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada perwira yang sempat mengabdikan tenaga dan pikiran di Polres Jepara. Selain itu ia meminta agar segera menyesuaikan dengan tempat baru dan melaksanakan tugas guna meningkatkan kondusifitas keamanan dana ketertiban masyarakat. 

“Kepada perwira baru yang bertugas di Polres Jepara, kami minta langsung bekerja sesuai dengan tupoksinya, segera lakukan koordinasi lintas sektoral dan buat terobosan-terobosan kreatif untuk meningkatkan kondusifitas kamtibmas Apalagi akan ada rangkaian HUT Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Jepara. Untuk perwira yang akan pindah keluar Polres saya mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan kinerjanya selama mengabdi di Polres Jepara. Semoga ditempat baru akan bekerja lebih baik lagi,” ungkap Yudi panggilan Kapolres Jepara.

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi

Ini Dia Sosok Kapolres Jepara yang Baru

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Ia menggantikan posisi AKBP Samsu Arifin yang kini menempati pos baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Bali. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah 18 bulan memangku jabatan sebagai Kapolres Jepara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Samsu Arifin purna tugas. Posisinya digantikan oleh AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Sertijab dipimpin oleh kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono, Rabu (5/4/2017). Dikutip dari laman tribratanewspoldajateng.com, Kapolda Jateng menyampaikan tugas besar yang dihadapi Kapolres baru ialah persiapan hari Lebaran 2017. Ia berpesan agar personel yang baru dilantik mewaspadai kerawanan kriminalitas termasuk peningkatan arus lalulintas. 

Di Jepara, acara lepas kenal Kapolres dilaksanakan di Pendapa Pemkab, Kamis (6/4/2017) malam. Di hadapan tamu, Samsu mengucapkan bahwa Kabupaten Jepara merupakan rumah keduanya. Tak lupa ia mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang baru.

“Nantinya jika saya liburan, saya akan menengok saudara-saudara saya di sini,” ucap Samsu, yang kemudian menempati pos baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Bali.

Sementara itu, Kapolres Jepara yang anyar AKBP Yudianto mengatakan, ia akan segera menyesuaikan diri dengan wilayah baru. Langkah yang akan diambil adalah memetakan permasalahan, yang ada di teritorialnya.

“Iya kita pertama akan melakukan konsolidasi dengan anggota, menginventarisir persoalan terutama di polsek-polsek terkait Kamtibmas dan penegakan. Selain itu kami akan sowan kepada para tokoh masyarakat Forkominda,” tutur Yudianto.

Sebelumnya, pria kelahiran 14 Oktober 1977 itu bertugas di SSDM  Polri.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyambut hangat kedatangan Kapolres baru tersebut. Kepada AKBP Samsu Arifin ia menyatakan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Samsu Arifin. Selain itu jika Pak Samsu purna tugas akan saya susul, bapak hari ini, saya Senin esok akan mengakhiri tugas sebagai bupati,” tutur Marzuqi.

Editor : Kholistiono