Pucuk Pimpinan Polres Grobogan Berganti Wajah, Ini Sosoknya

MuriaNewsCom, GroboganPucuk pimpinan Polres Grobogan resmi berganti wajah. Hal ini menyusul dilangsungkannya acara serah terima jabatan yang dilangsungkan di Mapolres Grobogan, Sabtu (24/3/2018).

Kapolres baru diemban AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Jateng. Untuk pejabat lama, AKBP Satria Rizkiano yang tugas di Grobogan selama satu tahun itu akan pindah tugas di Polda Sulawesi Barat.

Sebelum acara sertijab hari ini, Satria sudah sempat berpamitan secara lisan dengan sejumlah awak media yang ada di Grobogan. Dalam kesempatan itu, Satria merasa sangat terkesan selama 12 bulan bertugas di Grobogan.

“Meski cukup singkat namun banyak kenangan selama tugas di Grobogan. Masyarakat di Grobogan juga sangat mendukung kinerja kepolisian dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif. Demikian pula, dukungan teman media dalam menginformasikan kinerja Polres Grobogan juga sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, kedatangan Kapolres baru ditandai dengan penyambutan barisan pedang pora mulai dari pintu masuk Mapolres Grobogan hingga menuju depan lobby. Sebelumnya, kapolres baru sempat menerima pengalungan bunga dari polisi cilik dan kemudian diiring penari gambyong sebelum melangkah memasuki barisan pedang pora.

Editor: Supriyadi

Jelang Pilkada 2018, 3 Kapolres dan 2 Pejabat Utama Polda Jateng Diganti

MuriaNewsCom, Semarang – Jelang Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota tahun 2018, terjadi perubahan pimpinan di jajaran Polda Jateng. Tiga kapolres dan 2 pejabat utama Polda Jateng, Selasa (20/3/2018) hari ini diganti.

Tiga kapolres yang diganti yakni, Kapolres Tegal, Kapolres Pati, dan Kapolres Grobogan. Penggantian Kapolres Tegal ini cukup mengejutkan, pasalnya Kabupaten Tegal sebentar lagi akan menyelenggarakan pilkada, dan saat ini sudah memasuki tahap kampanye pasangan calon.

Kapolres Tegal yang sebelumnya dijabat AKBP Heru Sutopo, kini dijabat AKBP Dwi Agus Prianto. Kapolres baru ini sebelumnya menjabat sebagai Pamen Baintelkam Polri.

Dalam Pilkada Tegal 2018 ada tiga pasang calon yang bertarung. Yakni Enthus Susmono (petahan)-Umi Azizah, Rusbandi- Fatkhudin, Haron Bagas Prakoso- Drajat Adi Prayitno.

Dua kapolres lain yang diganti yakni Kapolres Pati dari AKBP Maulana Hamdan, digantikan oleh AKBP Uri Nurtanti. Uri Nurtanti sebelumnya menjabat Kasubbag Bagrenmin SSDM Polri.

Sedangkan Kapolres Grobogan, AKBP Satrio Rizkiano digantikan oleh AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsional Ditlantas Polda Jateng.

Selain tiga kapolres, Polda Jateng juga melakukan penggantian dua pejabat utama. Yakni Irwasda Polda Jateng dari Kombes Pol Drs Budi Susanto digantikan Kombes Pol Drs Budi Yuwono. Budi Yuwono sebelum menjabat Irwasda di Polda Jateng, juga menjabat sebagai Irwasda di Polda DIY.

Sementara Karologistik Kombes Pol I Gede Sumatra Jaya digantikan oleh Kombes Pol Ir Mohammad Zan, yang sebelumnya menjabat Karosarpras Polda DIY.

Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Gedung Borobudur kompleks Mapolda Jateng. Condro Kirono menyebut, pergantian pejabat di lingkungan Polri merupakan hal wajar.

”Ini hal yang wajar supaya memberikan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan sebagai bekal dalam mengemban karier,” katanya.

Kapolda juga meminta kepada pejabat baru untuk cepat beradaptasi. Pasalnya tahun ini merupakan tahun politik, dan tahapan kampanye pilkda sudah dimulai, di mana tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Yang harus kita waspadai adalah penyebaran berita palsu/hoax dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut dianggap lebih mudah memengaruhi masyarakat untuk menjatuhkan elektabilitas lawan,” ujar Kapolda Jateng.

Ia juga memerintahkan pejabat baru untuk membawa jajarannya melakukan upaya-upaya preventif, preemtif dan represif untuk menjaga situasi kamtibmas di tahun politik ini aman dan terkendali.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pejabat utama baru dan kapolres, bahwa Jawa Tengah memiliki masyarakat yang kompleks. Dengan demikian tugas dan wewenang yang diberikan kepada kalian harus dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh- sungguh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kaget saat Diminta Menepi Polisi, Penjual Cilok di Grobogan Ini Akhirnya Girang, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan kegiatan Operasi Keselamatan Candi (OKC) 2018 di bundaran Getasrejo, Kecamatan Grobogan sempat diwarnai cerita menarik, Selasa (6/3/2018). Hal ini terjadi saat seorang penjual cilok dengan gerobak dorong yang melintas di lokasi kegiatan diminta menepi oleh petugas.

Tak ayal, penjual cilok bernama Sirojul Munir (40), itu sempat kaget. Ini lantaran, ia hanya berjualan memakai gerobak, bukan mengendarai motor seperti penjual cilok lainnya malah diminta menepi oleh petugas.

Namun, kekagetan itu hanya berlangsung sebentar. Setelah kegiatan razia selesai, penjual cilok asal Pulokulon yang ngekos di kampung Jetis, Purwodadi itu langsung terlihat sumringah.

Hal ini terjadi, ketika Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano mendatangi penjual cilok tersebut sambil menyerahkan uang. Ternyata, kapolres bermaksud memborong cilok untuk dimakan rame-rame dengan anggotanya yang baru selesai melaksanakan kegiatan.

”Sekali-kali, kita makan cilok bareng-bareng. Ini, kebetulan ada penjual cilok yang lewat di sini. Ayo, rekan-rekan wartawan ikut mencicipi cilok,” kata Satria pada beberapa wartawan yang ikut meliput razia tersebut.

Sementara itu, Sirojul Munir merasa sangat senang karena dagangannya terjual dengan cepat. Biasanya, ia harus keliling hampir seharian untuk menjual dagangannya.

Bapak dua anak itu juga mengaku bangga karena orang yang memborong cilok itu ternyata adalah Kapolres Grobogan.

Editor: Supriyadi

Polres Grobogan Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menunjukkan posko pengaduan korban First Travel yang ditempatkan di kantor Satreskrim. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus ribuan warga yang gagal diberangkatkan umrah oleh perusahaan penyelenggara ibadah umroh (PPIU) First Travel ternyata mendapat perhatian cukup serius dari Polres Grobogan.

Indikasinya, bisa dilihat dengan dibukanya posko pengaduan di ruang Satreskrim bagi warga Grobogan yang ikut jadi korban First Travel, Kamis (31/8/2017).

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menyatakan, pembukaan posko pengaduan bertujuan untuk menampung keluhan atau aduan dari warga. Pembukaan posko dilakukan karena dari informasi yang diterima, ada ratusan waga Grobogan yang mendaftarkan umrah lewat First Travel tetapi belum kunjung diberangkatkan.

”Sejauh ini memang belum ada aduan dari masyarakat yang jadi korban First Travel. Jika nanti ada laporan masuk, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga Grobogan yang jadi korban First Travel sempat mengadu ke kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jateng di Semarang. Jumlah pendaftar yang mengadu ke AMPHURI ini mencapai 160 orang. Dalam pengaduannya mereka menuntut uangnya dikembalikan atau segera diberangkatkan umrah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, kasus yang menimpa korban First Travel itu bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, para korban nantinya bisa tetap berangkat menunaikan ibadah umroh atau setidaknya uangnya bisa dikembalikan.

Terkait kasus tersebut, Hambali meminta kepada masyarakat supaya mengambil hikmahnya. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih PPIU ketika ingin menunaikan ibadah umroh.

”Pesan saya, masyarakat agar lebih hati-hati. Cari informasi tentang PPIU yang menawarkan jasanya. Atau supaya lebih jelas, bisa minta informasi ke kantor Kemenag untuk mengetahui PPIU yang resmi dan sudah terakreditasi lembaganya,” pesannya. 

Editor : Supriyadi

Agar Tak Sembarang Berceloteh di Dunia Maya, Puluhan Pelajar Dibekali Cara Bijak Gunakan Medsos

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan imbauan pada pelajar supaya bijak dalam memanfaatkan medos. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta para pelajar agar bisa bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelatihan jurnalistik televisi yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Grobogan, Sabtu (11/3/2017).

“Seperti kita ketahui, medsos ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai orang tua sudah akrab dengan dunia medsos. Termasuk di dalamnya kalangan pelajar. Untuk itu perlu dilakukan berbagai pemahaman supaya mereka bisa menggunakan medsos dengan bijak,” katanya.

Acara pelatihan jurnalistik yang dilangsungkan di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan, dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hadir pula Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Ngatijo dan pengasuh Ponpes Manba’ul A’laa Purwodadi Ahmad Liwaul Hamdi.

Menurut Agusman, hadirnya medos di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, di sisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada di balik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Kemudian, hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaan media sosial juga perlu disampaikan. Misalnya, hati-hati berteman dengan akun atau grup yang tidak dikenal, menampilkan konten yang tidak sesuai dengan etika, dan menghujat seseorang.

Selain itu, butuh pula dukungan pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas yang dilakukan anaknya menggunakan fasilitas internet. Baik lewat komputer, laptop atau smartphone. “Penting bagi orang tua untuk dapat memastikan keamanan anak-anaknya saat berinteraksi di media sosial. Jangan biarkan begitu saja ketika anak sudah asik main internetan,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Kapolres Grobogan Terjun ke Jalan Ikut Atur Lalu Lintas

 

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning terlihat ikut mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning terlihat ikut mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan yang tidak biasanya terjadi di Jalan Diponegoro Purwodadi, Rabu (3/8/2016). Di mana, ada sosok polisi ‘baru’ yang ikut bertugas membantu arus lalu lintas di kawasan yang banyak terdapat sekolahan tersebut.

Mengenakan topi dan rompi hijau, polisi yang satu ini juga ikut membantu menyeberangkan anak sekolah menuju sekolahan ataupun pengguna jalan lainnya. Tidak banyak tahu kalau sosok polisi yang satu ternyata adalah Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

“Masak, polisi yang itu adalah kapolres, mas. Saya kira anggota Satlantas baru yang ditugaskan di sekitar sini saat jam berangkat atau pulang sekolah,” kata Imam, salah seorang pelajar SMA ketika diberitahu mengenai sosok polisi yang ikut bertugas mengatur lalu lintas di situ.

Selain membantu menyeberangkan, Agusman juga beberapa kali sempat memberikan nasehat pada para pelajar. Mereka diminta untuk selalu berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas guna keselamatan bersama.“Adik-adik harap hati-hati kalau mau menyeberang jalan. Jangan lupa, selalu mematuhi aturan lalu lintas, ya,” pesan Agusman pada beberapa pelajar.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri dengan berbagai elemen masyarakat. Hal itu juga sesuai dengan program 100 hari yang dicanangkan Kapolri supaya anggota lebih mendekatkan diri pada masyarakat.

 Editor : Kholistiono