Jelang Pilkada 2018, 3 Kapolres dan 2 Pejabat Utama Polda Jateng Diganti

MuriaNewsCom, Semarang – Jelang Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota tahun 2018, terjadi perubahan pimpinan di jajaran Polda Jateng. Tiga kapolres dan 2 pejabat utama Polda Jateng, Selasa (20/3/2018) hari ini diganti.

Tiga kapolres yang diganti yakni, Kapolres Tegal, Kapolres Pati, dan Kapolres Grobogan. Penggantian Kapolres Tegal ini cukup mengejutkan, pasalnya Kabupaten Tegal sebentar lagi akan menyelenggarakan pilkada, dan saat ini sudah memasuki tahap kampanye pasangan calon.

Kapolres Tegal yang sebelumnya dijabat AKBP Heru Sutopo, kini dijabat AKBP Dwi Agus Prianto. Kapolres baru ini sebelumnya menjabat sebagai Pamen Baintelkam Polri.

Dalam Pilkada Tegal 2018 ada tiga pasang calon yang bertarung. Yakni Enthus Susmono (petahan)-Umi Azizah, Rusbandi- Fatkhudin, Haron Bagas Prakoso- Drajat Adi Prayitno.

Dua kapolres lain yang diganti yakni Kapolres Pati dari AKBP Maulana Hamdan, digantikan oleh AKBP Uri Nurtanti. Uri Nurtanti sebelumnya menjabat Kasubbag Bagrenmin SSDM Polri.

Sedangkan Kapolres Grobogan, AKBP Satrio Rizkiano digantikan oleh AKBP Choiron El Atiq yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsional Ditlantas Polda Jateng.

Selain tiga kapolres, Polda Jateng juga melakukan penggantian dua pejabat utama. Yakni Irwasda Polda Jateng dari Kombes Pol Drs Budi Susanto digantikan Kombes Pol Drs Budi Yuwono. Budi Yuwono sebelum menjabat Irwasda di Polda Jateng, juga menjabat sebagai Irwasda di Polda DIY.

Sementara Karologistik Kombes Pol I Gede Sumatra Jaya digantikan oleh Kombes Pol Ir Mohammad Zan, yang sebelumnya menjabat Karosarpras Polda DIY.

Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Gedung Borobudur kompleks Mapolda Jateng. Condro Kirono menyebut, pergantian pejabat di lingkungan Polri merupakan hal wajar.

”Ini hal yang wajar supaya memberikan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan sebagai bekal dalam mengemban karier,” katanya.

Kapolda juga meminta kepada pejabat baru untuk cepat beradaptasi. Pasalnya tahun ini merupakan tahun politik, dan tahapan kampanye pilkda sudah dimulai, di mana tingkat kerawanan cukup tinggi.

“Yang harus kita waspadai adalah penyebaran berita palsu/hoax dan ujaran kebencian. Karena hal tersebut dianggap lebih mudah memengaruhi masyarakat untuk menjatuhkan elektabilitas lawan,” ujar Kapolda Jateng.

Ia juga memerintahkan pejabat baru untuk membawa jajarannya melakukan upaya-upaya preventif, preemtif dan represif untuk menjaga situasi kamtibmas di tahun politik ini aman dan terkendali.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pejabat utama baru dan kapolres, bahwa Jawa Tengah memiliki masyarakat yang kompleks. Dengan demikian tugas dan wewenang yang diberikan kepada kalian harus dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sungguh- sungguh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha