Penerimaan Anggota Polri Dijamin Tak Ada Titipan, Panitia Curang Dipecat

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah menggelar ikrar rekrutmen anggota Polri yang bersih dan transparan, di Tugu Muda Semarang, Kamis (15/3/2018) malam tadi. Dengan ikrar itu, Polda Jateng menjamin tak akan ada aksi curang atau titip calon pada seleksi di tingkat Polda Jateng tahun 2018 ini.

Rekrutmen sendiri rencananya akan dimulai pada April 2018 dengan pendaftaran dilakukan secara online di website Polri.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin ikrar itu menyatakan, bahwa seluruh panitia yang terlibat dalam seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018 di tingkat Polda Jateng, telah menyatakan ikrar untuk bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

Menurut dia, untuk mendapatkan calon polisi yang berintegritas dan berkualitas, maka proses seleksinya harus bersih dan transparan. “Tidak ada lagi titip menitip,” katanya.

Ia memastikan, dalam proses penerimaan calon anggota Polri baik Bintara maupun Akpol tidak ada istilah titip menitip atau membayar karena dipastikan prosesnya gratis. “Rekruitmen calon anggota polri tidak dipungut biaya, tidak ada katabelece atau titip menitip,” kata Condro.

Bahkan menurut dia, jika ada panitia yang melakukan kecurangan maka akan langsung dipecat. Ia pun meminta warga yang mengetahui ada panitia curang untuk langsung melaporkan.

“Siapa yang masuk bintara polisi bayar, bayar ke siapa, laporkan ke saya. Kalau terbukti langsung saya pecat,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat jangan pernah percaya jika ada pihak yang bisa meloloskan ujian masuk calon anggota Polri. Termasuk orang-orang yang mengatasnamakan pejabat kepolisian.

“Jangan mau kalau ada yang mengatasnamakan anggota dan pejabat polri, bohong belaka itu,” terangnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Jateng menyampaikan bahwa penerimaan anggota Polri sangat tergantung dengan proses seleksinya.

“Dengan seleksi penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta Clear and Clean diharapkan akan memperoleh anggota Polri yang baik dalam melindungi, mengayomi dan melayani serta profesional dalam penegakkan hukum,” harapnya.

Editor : Ali Muntoha

Biar Tak Keteteran Saat Ada Kerusuhan, Polres Grobogan Bangun Barak Khusus Dalmas

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam waktu dekat bakal ada sebuah bangunan baru di komplek Mapolres Grobogan. Yakni, bangunan yang diperuntukkan sebagai barak bagi anggota pengendalian massa (Dalmas).

Pembangunan barak ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Kamis (11/1/2018). Terlihat pula dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano dan perwakilan FKPD.

“Pembangunan barak dalmas ini sejalan program kapolri. Yakni, memberikan fasilitas dan menyejahterakan anggota,” kata Kapolda pada wartawan, usai peletakan batu pertama.

Pembangunan barak yang dirancang dua lantai itu ditempatkan di sisi utara kompleks mapolres. Barak yang bisa menampung lebih dari 100 anggota itu ditargetkan selesai dibangun pada tahun ini. Barak tersebut juga dilengkapi ruang istirahat dan garasi kendaraan dinas.

Menurut kapolda, pembangungan barak Dalmas juga bertujuan untuk mempermudah mobilisasi anggota, serta efisiensi kamtibmas di Grobogan. Dengan adanya barak maka pemusatan aktivitas anggota di luar tugas bisa dilakukan lebih baik daripada mereka tinggal di kontrakan atau indekost.

“Dengan adanya barak atau mess Dalmas ini, akan semakin mengefektifkan pengerahan personel keamanan, jika terjadi hal-hal yang membutuhkan penangganan secara cepat. Untuk memobilisasi  personel dalam jumlah besar kan tidak mudah. Butuh waktu. Dengan adanya mess ini nantinya bisa mempersingkat waktu,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Menristekdikti, Gubernur dan Kapolda Ikut Haul Akbar Desa Ngroto Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda rutin Haul Akbar Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan dihadiri ribuan jemaah Al Khidmah dari berbagai kota, Rabu (11/1/2018).

Sejumlah pejabat terlihat hadir. Di antaranya Menristekdikti Mohammad Nasir, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Gubernur Ganjar Pranowo juga hadir. Hadir pula, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan sejumlah pejabat.

Pelaksanaan kegiatan haul akbar ini dipusatkan di komplek Ponpes Miftahul Huda Desa Ngroto yang dipimpin oleh KH Munir Abdullah. Acara haul juga diisi dengan lantunan dzikir yang sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam kesempatan itu mengaku sangat berbahagia bisa hadir dalam acara haul akbar dan bersilaturahmi dengan para ulama.

Dia berharap agar kegiatan haul akbar hendaknya mampu mendorong semangat masyarakat untuk bahu membahu melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis para pendahulu.

Sri Sumarni juga sempat menyinggung peran para kiai dan alim ulama yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan RI. Kemudian, di kalangan Nahdlatul Ulama juga saat itu juga dikenal dengan istilah resolusi jihad yang mampu menyatukan dan menggelorakan para santri dan kaum nahdliyyin dalam merebut kemerdekaan.

“Semangat para pendahulu harus kita lanjutkan. Untuk itu, sebagai generasi penerus, kita harus selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa, dan agama,” katanya.

Sri juga meminta agar kaum muslimin dan muslimat di Grobogan untuk senantiasa memelihara suasana kondusif. Sebab, dengan suasana seperti itu maka pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan dengan aman, nyaman, dan lancar.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Napi Teroris di Jateng Dipantau Selama Natal dan Tahun Baru

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan jika ancaman teror pada perayaan Natal tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 belum terlihat. Meski demikian, seluruh jajaran kepolisian disiagakan untuk melakukan antisipasi.

Di Polda Jateng, ancaman terorisme dilakukan dengan mengerahkan kemampuan intelijen baik dari kepolisian maupun TNI.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Densus 88 untuk memetakan daerah rawan serangan teror dan napi-napi terorisme di Jawa Tengah.

”Dari komunitas intelijen Polda dan Kodam sudah mempersiapkan mapping. Termasuk monitor eks napi teroris di Jawa Tengah dengan Densus 88,” katanya.

Sementara untuk Operasi Lilin Candi 2017 pihaknya mengerahkan 170.304 personel. Yang terdiri atas 90.057 personel Polri, 20.070 personel TNI, serta 60.177 personel dari instansi terkait dan komponen masyarakat.

Ia menambahkan, untuk mengatur arus lalu lintas jelang Natal dan Tahun Baru 2018, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Sebab, Brexit diprediksi masih menjadi salah satu titik kemacetan.

“Terkait lalu lintas, diprediksi akan terjadi kepadatan di Brexit, karena memang Natal dan Tahun Baru ini tol fungsional waktu Lebaran tahun lalu masih dikerjakan untuk kesiapan Lebaran tahun 2018. Kalau antrean di Brexit mencapai satu kilometer, Polda Jabar akan mengalihkan exit Palimanan keluar,” ujarnya.

Tak hanya ancaman terorisme, kestabilan harga bahan pokok, dan arus mudik dan arus balik yang perlu diprediksi jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana alam juga harus tetap waspada. Karena musim penghujan diprediksi berakhir pada Februari mendatang.

“Kita selalu melakukan patroli. Kita punya grup kalahar BPBD dan mereka menyampaikan terus-menerus (informasi peringatan bencana). BMKG akan membantu titik-titik yang rawan longsor dan banjir. Bahkan mereka punya aplikasi seperti Waze yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kapolda Jateng Siapkan 1.207 Personel  Àntispasi Bencana di Jawa Tengah

Puluhan jemaah pengajian mengikuti poengajian bersama Mbah Maemoen Zubair yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Mapolres Kudus, Kamis (30/11/2017) malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng Ispektur Jenderal Polisi Condro Kirono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 1.207 personel untuk mengantisipasi bencana alam di wilayah Jawa Tengah. Ribuan personel tersebut sudah terlatih khususnya dalam penanganan bencana.

”Ini merupakan cara menyikapi risiko tinggi dengan adanya perubahan cuaca,” katanya saat ngaji bareng di Mapolres Kudus, Kamis (30/11/2017) malam.

Menurut dia, selain menyiapkan petugas yang di Jateng, Polda Jateng juga menyiapkan Brimob untuk diberangkatkan ke Bali untuk penanggulangan bencana Gunung Agung. Jumlahnya, mencapai 500 petugas.

”Petugas sudah siap, tinggal menunggu instruksi dari mabes polri saja untuk pemberangkatannya. Semuanya sudah terlatih untuk siaga bencana, terutama dari Samapta Bhayangkara (Sabhara),” ungkap dia. 

Selain ke Bali, lanjutnya, Polda Jateng juga mengirim anggota ke wilayah jalur rawan bencana atau daerah yang mengalami bencana, seperti Karanganyar, Purworejo dan lainya.

Sedangkan sebagian personel masih dipersiapkan di markas menunggu jajarannya yang meminta bantuan untuk diturunkan.

”Pokonya kita siap siaga. Termasuk yang di wilayah hukumnya, kami siap siaga selama 24 jam. Jadi kalau ada bencana silahkan hubungi polres terdekat,” tegasnya.

Meski begitu, guna berjaga-jaga, Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Terlebih saat memutuskan berlibur ke pantai, yang mana memiliki risiko tinggi dengan adanya perubahan cuaca gelombang tinggi.

”Sebagaimana diketahui, dengan adanya siklon tropis Cempaka telah menyebabkan perubahan cuaca. Untuk itu, jika berada di wilayah pantai harus lrbi waspada,” katanya.

Ia menyebutkan, jajaran kepolisian juga disiapkan untuk memantau obyek wisata seperti pantai. Pihaknya tak menginginkan jika ada hal yang tak diinginkan sampai terjadi. Apalagi pada hal yang sudah diantisipasi.

”Personel Polda Jateng yang memiliki keahlian bidang kebencanaan juga siap diperbantukan untuk daerah-daerah rawan bencana yang memang membutuhkan bantuan,” ungkap dia. 

Ditambahkan, jajaran juga diimbau agar rajin – rajin melihat dan memonitor perkembangan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Editor: Supriyadi

Bripka Tejo Bunuh Diri Setelah Tembak Mati 2 Rekannya Sesama Brimob di Blora

Kondisi tiga anggota Brimob yang tewas setelah baku tembak di Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Tewasnya tiga anggota Brimob di lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Selasa (10/10/2017) petang langsung direspon Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Rabu (11/10/2017) pagi kapolda menggelar jumpa pers mengenai peristiwa tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga anggota polisi yang tewas tercatat sebagai anggota Subden IV Sat Brimob Pati.

Pelaku utama dalam peritiwa itu yakni Bripka Bambang Tejo. Pelaku diketahui langsung bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri setelah menembak mati dua rekannya Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

“Pukul 18.00 WIB terjadi penembakan anggota Brimob terhadap rekannya sendiri. Mengakibatkan 3 meninggal dunia,” kata Condro di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Rabu (11/10/2017).

Diduga penyebab aksi tersebut adalah cekcok di lokasi kejadian, sehingga mengakibatkan saling baku tembak. Bahkan salah satu saksi menyebut mendengar rentetatn tembakan sebanyak 20 kali.

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Rentetan senjata itu berasal dari senapan laras panjang tipe Ak 101 yang digunakan personel Brimob.

“Motifnya sampai tadi pagi, dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka,” ujar kapolda.

Hingga saat ini jenazah ketiga korban tewas masih diautopsi di RSUD Blora. Selama proses autopsi rumah sakit itu dijaga ketat aparat kepolisian.

Tempat penembakan juga masih dijaga ketat untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara.

Diberitakan, tiga anggota Brimob Pati yang tengah melakukan pengaman sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) di  Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, tewas, Selasa (10/10/2017).

Mereka terlibat baku tembak. Dugaan sementara pelaku penembakan Brigadir Bambang Tejo. Setelah  melakukan penembakan, Brigadir Bambang bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng. (dokumen)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta maaf atas perbuatan sejumlah anggota Polres Banyumas yang telah melakukan kekerasan kepada wartawan saat meliput pembubaran demo di Banyumas, Senin (9/10/2017) malam.

Permintaan maaf itu disampaikan kapolda dalam jumpa pers di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (10/10/2017) siang. Selain kapolda dalam jumpa pers itu juga dihadiri Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setya Wasisto dan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto.

“Saya atas nama Polda Jateng dan mewakili Polri meminta maaf atas insiden kemarin malam, baik ada korban luka dari mahasiswa maupun rekan media saat meliput,” katanya.

Ia menyebut, saat peristiwa itu terjadi Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun sedang mengikuti apel Kasatwil di Akpol dan langsung diperintahkan kembali ke wilayahnya dan menangani kasus tersebut.

Seluruh kapolres di wilayah hukum Polda Jateng juga diminta untuk menemui wartawan untuk meminta maat atas kasus tersebut.

“Saya langsung konsolidasi ke grup kapolres untuk temui teman-teman (wartawan) di wilayah masing-masing untuk meminta maaf. Jangan sampai hubungan dengan media jadi renggang,” ujarnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setya Wasisto dan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto saat jumpa pers di Akpol Semarang. (Polda Jateng)

Pihaknya memastikan akan memindak pelaku kekerasan sesuai aturan. Hingga saat ini Kapolres Banyumas telah menerima keterangan dari empat korban penganiayaan.

“Kapolres sudah diperintahkan untuk kembali mengecek SOP dalam pembubaran paksa itu. Secara menyeluruh nanti Kabid Propam, dan Kabid Intel untuk mengecek,” ujarnya.

Baca : BRUTAL, Detik-Detik Wartawan Darbe Dipukuli Ketika Liputan Demo PLTPB Banyumas

Baca : PWI Jateng : Polisi Penganiaya Wartawan di Banyumas Harus Ditindak Tegas

Polri juga akan bertanggungjawab untuk menanggung biaya perawatan rumah sakit kepada para korban kekerasan. Termasuk barang – barang wartawan yang hilang ataupun rusak saat insiden tersebut terjadi.

“Semua biaya perawatan rumah sakit akan kami tanggung, dan juga barang yang hilang atau rusak dari rekan wartawan akan kami ganti,” terangnya.

Penganiayaan terjadi ketika polisi dan Satpol PP membubarkan massa aksi penolak PLTPB Gunung Slamet, Senin (9/10/2017) malam. Sejumlah wartawan yang meliput aksi itu ikut dibubarkan. Dan wartawan Metro TV  Darbe Tyas dipukuli, diseret dan dikeroyok hingga mengalami luka-luka.

Darbe mengaku saat aksi itu, dia telah mengaku dirinya adalah wartawan. Tapi aparat tak memedulikannya. Selain luka di beberapa tubuh, kartu pers dan kacamatanya hilang. Dirinya terpaksa melakukan visum ke Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Wartawan jadi Korban saat Kericuhan Demo PLTPB di Banyumas Semalam

Baca : Kena Semburan Jetblast, Tangga Pesawat Ambruk di Bandara A Yani, 8 Orang Luka-luka

Warga Welahan Jepara Urunan Bangun Mapolsek 

Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Condro Kirono melakukan peletakan batu bersama, Rabu (4/10/2017) siang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Masyarakat Kecamatan Welahan patungan membangun Markas Polsek setempat. Total dana yang terkumpul dari urunan warga adalah Rp 1.266.700.000.

Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Condro Kirono berkesempatan melakukan peletakan batu bersama, Rabu (4/10/2017) siang. Dalam sambutannya, ia mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari warga Welahan. 

“Matursembah nuwun kepada warga atas keikhlasan dan bantuan yang diberikan kepada kami, sehingga dapat membangun Mapolsek Welahan,” ujar Jenderal berbintang dua itu. 

Condro mengatakan, saat ini masih banyak markas kepolisian yang dinilai belum layak. Namun demikian, pihaknya terus berusaha secara bertahap mengajukan bantuan kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan. 

Lebih lanjut ia menekankan kepada anak buahnya agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami mohon kepada anggota dapat melaksanakan tugas secara ikhlas. Tidak boleh menyakiti masyarakat, karena sudah dibantu dalam pembangunan masyarakat,” tegasnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, bangunan Mapolsek Welahan seluas 765 meter persegi. 

“Bila sesuai rencana bangunan ini akan dibangun dua lantai dan akan selesai dalam waktu enam bulan kedepan,” terangnya.    

Yudianto menyebut, pembangunan Mapolsek Welahan merupakan upaya untuk meningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, letaknya yang berbatasan dengan wilayah Demak juga menjadi beranda wilayah Kabupaten Jepara. 

Editor: Supriyadi

Ini Tips Jitu Kapolda Jateng Tangkal Berita Hoax

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat mengisi kuliah umum di UMK, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng  Irjen Pol Condro Kirono memberikan tips bagaimana cara menangkal berita hoax. Tips tersebut, lebih ditujukan kepada kaum awam, yang tidak terlalu paham akan kebenaran berita ataukah tidak.

Hal itu disampaikan saat mengisi kuliah umum di Auditorium UMK, Jumat (15/9/2017. Menurut dia, cara ini juga bisa dipakai mahasiswa supaya tak termakan berita hoax.

“Caranya mudah, pertama yaitu dengan melihat konten berita yang dibuat. Jika berita tersebut saat dibaca menimbulkan kebencian. Bisa jadi berita tersebut merupakan berita hoax,” katanya saat mengisi kuliah umum.

Baca Juga: Begini Cara Kapolda Jateng Usir Kemiskinan dari Indonesia

Hal lain yang juga menjadi indikasi adalah adanya berita yang modelnya hujatan. Berita tersebut ditandai dengan editan pada gambar, termasuk merubah gambar orang-orang besar seperti presiden.

Saat menjumpai hal semacam itu, kata dia, baiknya langsung dihapus. Hal itu bisa menyelamatkan pembaca lain agar terhindar dari beredarnya berita hoax. 

“Jangan malah di-share ke grup yang nantinya semua temannya membaca. Kemudian temannya share lagi. Akibatnya beritanya hoax menyebar luas dan memakan banyak korban,” imbuh dia.

Baca Juga: Kapolda Jateng Isi Kuliah Umum di UMK

Karena itu, dia mengajak mahasiswa agar lebih kritis untuk menyikapi adanya berita yang tak benar. Selain dianggap faham informasi, mahasiswa sering melakukan kajian yang bisa dipertanggungjawabkan.

”Nah, dari situ saya yakin mahasiswa bisa memilah. Paling tidak mengecek berita tersebut di media-media yang terdaftar di dewan pers,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Begini Cara Kapolda Jateng Usir Kemiskinan dari Indonesia

Peserta kuliah umum di Auditorium UMK bertanya kepada Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat sesi tanya jawab, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kuliah umum bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Auditorium Universitas Muria Kudus berlangsung meriah, Jumat (15/09/2017).

Dalam kuliah umum berdurasi kurang lebih dua jam itu, Kapolda beberapa mendapat pertanyaan tentang sudut pandangnya terkait bangsa Indonesia.

Salah satu pertanyaan dilayangkan Yuni Rahma. Peserta kuliah umum itu menanyakan, Indonesia merupakan negara yang besar, namun kenapa masih sulit berkembang dan menjadi negara kuat.

“Apa yang harus diperbuat jika Indonesia dalam keadaan seperti ini,” tanyanya pada Kapolda Jateng.

Baca Juga: Kapolda Jateng Isi Kuliah Umum di UMK

Mendapat pertanyaan itu Kapolda pun menjawab dengan tegas. Bagi dia, Indonesia menjadi negara yang besar sangatlah mungkin. Itu karena, pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini sangat tinggi.

Hanya, untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi, hal yang perlu dijalankan adalah menumbuhkan jiwa entrepreneur menjadi pengusaha ketimbang menjadi pekerja.

“Cara itu dapat memerangi kemiskinan. Saat banyak tercipta peluang kerja, maka kesejahteraan masyarakat juga akan naik. Dampaknya, orang miskin di Indonesia akan berkurang,” jawabnya.

Kapolda menjelaskan, saat ini warga Indonesia masih banyak yang berada di zona miskin. Persoalan itu menjadi masalah bersama, yang dapat dipecahkan dengan memperbanyak jiwa entrepreneur.

“Jadi bisa menjadi mahasiswa yang pintar, bagus sehingga banyak menciptakan peluang kerja. Tak harus bekerja dalam birokrat,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini, pemerintah sudah banyak membantu memberi dukungan kepada kemajuan usaha. Langkah konkrit yang dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur seperti jalan dan jembatan agar mudah dijangkau. Termasuk juga dengan memperbanyak tol hingga seluruh Indonesia.

Editor: Supriyadi

Kapolda Jateng Isi Kuliah Umum di UMK

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat mengisi kuliah umum di UMK, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjadi dosen tamu dalam kuliah umum bertema merajut kebhinekaan dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jumat (15/09/2017).

Dalam kuliah umum berdurasi kurang lebih dua jam itu, Kapolda mengajak semua peserta kuliah umum untuk menjaga perbedaan. Beberapa kali, ia mendapat pertanyaan tentang sudut pandangnya terkait bangsa Indonesia.

”Kita harus merawat keberagaman. Mulai dari menghargai pendapat orang lain dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini” ujar Kapolda Jateng.

Selain pendapat orang lain, menjaga keberagaman dan toleransi antarumat beragama juga sangat penting. Ini lantaran isu SARA terbukti sangat ampuh untuk menumbuhkan percikan api di antara masyarakat.

”Karena itu sebagai mahasiswa, kita bisa menjadi teladan dalam merawat kebhinekaan. Indonesia ini terdiri dari berbagai suku, ras, agama, ataupun golongan, jadi jangan sesekali ada yang berusaha merong-rong kesatuan dengan hal-hal tersebut,” katanya.

Selain isu SARA, lanjutnya, ujaran kebencian dan berita hoax juga sering kali menjadi bumbu pedas dalam memecah persatuan bangsa. Karena itu, semua harus bisa bekerjasama untuk menjaga perdamaian mulai dari pelosok desa hingga perkotaan.

”Damai itu indah. Jadi wajib kita jaga,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Kapolda Jateng Pimpin Apel Pengamanan Pilkada Pati

Ratusan polisi mengikuti apel gelar pasukan pengamanan pilkada yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Alun-alun Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan polisi mengikuti apel gelar pasukan pengamanan pilkada yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Alun-alun Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Ops Mantap Praja Candi 2016 di Alun-alun Pati, Selasa (6/12/2016). Apel digelar untuk persiapan pengamanan Pilkada Pati yang tinggal dua bulan lagi.

Irjen Pol Condro mengatakan, Polri bersama dengan instansi terkait seperti TNI dan tim pendukung lainnya yang dipercaya negara dan rakyat sudah siap mengamankan Pemilukada di Pati pada 15 Februari 2017. Pengamanan pilkada dijadwalkan selesai hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih.

“Kita sudah siap dengan tugas pengamanan pilkada. Saat ini, pilkada memasuki tahapan kampanye. Kami berharap, agenda demokrasi harus disikapi dengan penuh kedewasaan berpikir dan bertindak, serta santun dalam berdemokrasi supaya tidak menimbulkan friksi dan konflik,” ujar Irjen Pol Condro.

Rencananya, Polda Jateng akan mengirimkan bantuan kendali operasi (BKO) kekuatan satu kompi pasukan, termasuk satu kompi Brimob yang akan disiagakan di Pati. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya konflik yang ditimbulkan pada saat tahapan pilkada hingga selesai.

“Pilkada Pati dalam kategori aman dan sedang, bukan kategori rawan. Namun demikian, antisipasi sangat diperlukan agar semua bisa berjalan dengan aman, lancar, kondusif dan sukses. Mari kita bersama-sama mengamankan pilkada agar bisa tertib,” imbaunya.

Usai memimpin apel pengamanan pilkada, Kapolda bertemu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati untuk melakukan konsolidasi. Penyelenggara pilkada diharapkan bisa terus berkoordinasi dengan baik dengan polisi dan petugas keamanan lainnya, termasuk menjaga netralitas selama pilkada.

Editor : Kholistiono

Kapolda Letakkan Batu Pertama Bangun Mapolres Jepara

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat meletakkan batu bata guna pembangunan Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat meletakkan batu bata guna pembangunan Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengunjungi sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Jepara. Salah satu kegiatannya adalah melakukan peletakan batu bata pembangunan Mapolres Jepara, Rabu (12/10/2016).

Mapolres Jepara bakal dirombak total. Pembangunan mapolres tersebut ditempatkan di lahan milik Polri, yang merupakan bekas bangunan asrama yang sebelumnya sudah diratakan.

Sedangkan biaya pembangunan merupakan dana hibah dari APBD Jepara senilai  Rp 3,5 miliar. Jumlah itu di antaranya untuk biaya konstruksi Rp 3,3 miliar dan untuk biaya konsultan perencanaan dan pengawasan masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Condro menilai Jepara sebagai daerah yang sangat penting dan strategis di Jateng. Pasalnya, semua proyek strategis dan vital juga ada di Jepara. Sehingga menjadi perhatian khusus.

“Saya juga tak asing dengan Jepara sehingga tahu persis kondisinya,” terang Condro yang pernah menjabat sebagai Kapolres Kudus tahun 90 an itu.

Menurutnya, Mapolres Jepara termasuk mapolres yang bersejarah. Sepengetahuannya, Mapolres Jepara sejak tahun 45 an lokaisnya tetap sama yakni di Jalan KS Tubun.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab dan DPRD yang menyetujui hibah untuk pembangunan Mapolres,” jelasnya.

Tapi Condro mengingatkan agar pelayanan Polres Jepara ke masyarakat harus juga ditingkatkan. “Jangan nanti bangunan baru, ber-AC anggota hanya diam di kantor tapi tidak mau turun di lapangan untuk menjadi pelayanan di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menegaskan jika pemberian hibah untuk pembangunan mapolres merupakan wujud dari kemitraan yang terjalin baik antara unsur pemerintahan dan penegak hukum serta pihak terkait lainnya. Sebelumnya, pada 2012, Pemkab juga memberikan hibah berupa lahan 6 ribu meter persegi untuk Rusunawa.

Hadir dalam prosesi itu jajaran teras Mapolda Jateng, Kapolres Jepara M Samsu Arifin, Forkopinda Jepara, Ketua MUI Jepara KH Mashudi, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Nufus Abdullah Hadziq dan Ketua PD Muhammadiyah Jepara KH Fachrurrazi.

Editor : Akrom Hazami