Haru, 2 ABK yang Sempat Hilang Ternyata Berulang Tahun di Hari Mereka Diselamatkan

MuriaNewsCom, Jepara – Ada kisah mengharukan dibalik selamatnya dua ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang sempat hilang di perairan Jepara. Ternyata, hari dimana mereka diselamatkan, Jumat (23/3/2018), adalah hari ulang tahun Sutomo dan Bahrudin yang merupakan ayah dan anak.

Diberitakan sebelumnya, Sutomo dan Bahrudin merupakan ABK KM Bintang Sinar Rezeki yang tenggelam di perairan Jepara, Kamis (22/3/2018) dinihari. Mereka adalah bagian dari total 29 anak buah kapal, yang selamat.

Namun, ketika 27 ABK lain diselamatkan pada hari yang sama dengan terjadinya kecelakaan laut. Keduanya justru sempat terapung selama lebih kurang 28 jam, sebelum akhirnya diselamatkan Tug Boat Nayaka 2, pada Jumat pagi.

Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Zulhawary Agustianto mengungkapkan, Sutomo dan Bahrudin memang lahir pada tanggal yang sama yakni, 23 Maret. Si Ayah diketahui lahir pada 1983 atau 35 tahun, sementara Bahrudin berusia 17 tahun karena lahir pada 2001 silam.

“Keduanya adalah warga Desa, Tegalrejo, Kabupaten Batang Jawa Tengah,” ucapnya, Jumat siang.

Menurutnya, tak banyak hal yang diungkapkan keduanya saat diselamatkan. Ketika berada di kapal penyelamat, Tug Boat Nayaka mereka juga tak banyak bercerita.

“Kondisi saat dinaikan ke tugboat, si anak (Bahrudin) dalam keadaan lemas. Saat disuguhi makanan ia juga tak banyak makan karena masih syok dan lemas,” ujarnya.

Setelah dievakuasi dari tengah laut, mereka kemudian dibawa ke Jepara dan mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara. Mereka dijemput oleh kapal RIB Basarnas Jateng.

Ketika mendapatkan perawatan, Bahrudin juga tak banyak berkomentar. Saat ditanya pewarta, Bahrudin mengaku terlepas dari rombongan besar 28 ABK yang juga tercerai berai.

Sebanyak 17 ABK diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sedangkan 10 lainnya diselamatkan ke Jepara, sesaat setelah kapal terbalik pada hari Kamis.

“Kaim bertahan dengan pelampung dan berpegangan pada ember cat. Kami terlepas dari rombongan besar (ABK lain),” ujar Bahrudin singkat.

Kini keduanya, dan seluruh ABK tengah menunggu penjemputan dari pemerintah daerah masing-masing. Adapun, kapal yang mereka tumpangi berangkat dari Pekalongan.

Editor: Supriyadi

‎Dua ABK Kapal Tenggelam yang Hilang Ditemukan Selamat di Perairan Mandalika

MuriaNewsCom, Jepara – Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Sinar Rezeki yang sempat hilang, ditemukan selamat, Jumat (23/3/2018). Keduanya, Sutomo dan Bahrudin diselamatkan oleh Kapal Tug Boat Nayaka 2, terapung di sekitar perairan Mandalika, Jepara. Selama di lautan, mereka berpegangan pada dua buah wadah cat kemasan besar dan memakai pelampung.

Koordinator SAR Jepara Wishnu Yugo Utomo mengatakan, kedua penyintas musibah Laka laut itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya diketahui adalah bapak dan anak.

“Saat ditemukan Sutomo (bapak) melambaikan tangan sambil berteriak kepada kapal Tug Boat Nayaka 2. Sementara Bahrudin, dalam keadaan agak lemas,” terangnya.

Setelah diselamatkan kapal TB Nayaka 2 tujuan Kota Baru, Kalimantan menuju Cirebon Jawa Barat, mereka dijemput oleh Basarnas. Dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) Basarnas, penyintas tersebut kemudian dibawa ke Jepara.

Setelah tiba didaratan, keduanya langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD Kartini.

Bahrudin korban selamat kecelakaan laut tersebut mengaku, terpisah dari rombongan ABK lain. Saat kapal terbalik, ia mengaku berpegangan pada papan dan gabus yang diikat.

“Namun saat itu kami terlepas dari ABK yang lain, kemudian baru diselamatkan ketika pagi datang,” urainya.

Keduanya terapung-apung di lautan lebih kurang 28 jam.

Diberitakan sebelumnya, kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rezeki mengalami rusak mesin dan tenggelam disekitar perairan Jepara. Dari 29 ABK, semuanya selamat. Tujuh belas diantaranya terselamatkan kapal Jasa Samudra dan dibawa ke Karimunjawa. Sementara 10 lainnya dibawa ke Jepara, Kamis (22/3/2018).

Editor : Supriyadi

Kapal Pencari Ikan Asal Pekalongan Tenggelam di Perairan Jepara, 27 ABK Selamat Dua Lainnya Hilang

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rejeki dari Pekalongan, tenggelam di perairan utara Jepara, Kamis (22/3/2018) dini hari. Dari 29 Anak Buah Kapal (ABK), 27 dapat diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian petugas.

Data yang dikumpulkan MuriaNewsCom, 17 ABK diselamatkan kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sementara 10 ABK lain, berhasil diselamatkan nelayan, ke perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.

Nahkoda Kapal KM Bintang Sinar Rezeki Kasdu mengungkapkan, kapalnya itu mengalami kebocoran pada lambung. Sebelum rusak kapalnya itu dihantam ombak besar di utara Tanjung Emas Semarang. Air mulai masuk sekitar pukul 02.30 WIB Kamis dinihari.

“Yang bocor itu, bagian pembuangan air kapal. Jam 04.00 WIB pagi tadi terbalik. Setelahnya kami berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada papan yang diikat tali. Semula kami berkumpul semua, kemudian separuh dari kami mulai terpisah,” jelasnya.

Ia mengatakan, kapalnya berangkat dari Pekalongan menuju Banyuwangi untuk mencari Ikan Cakalang. Namun sebelum sampai tujuan, kapal tersebut mengalami kerusakan dan diterpa ombak di perairan Jepara.

Lokasi tenggelamnya kapal tersebut diduga berada 10 mil laut, disekitar Pantai Tubanan, Kecamatan Kembang.

Adapun, 10 ABK yang berhasil diselamatkan disekitar Dukuh Pailus adalah Turah, agus saipul, Budi Setiawan, Sanadi, Kaeron, Ahmad Ridho Zabidin, Kasdu, Ali Fahmi, Muhammad Adib dan Suratman.

Terpisah, Arif Rahman Kepala Desa Karimunjawa membenarkan 17 ABK sudah diselamatkan. Mereka adalah Rudi, Mahmuri, Norjono, Budi, Kirom, Ahmad Sodikin, Sukirno, Widodo, Faidur Rohman, Khoirul Riswanto, Sumono, Fahrudi Prasojo, Cahyono, Haryanto, Andreas, Suroso dan Rasmono.

“Mereka diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra yang melihat (17) ABK terapung di lautan. Mereka saat itu berlayar dari Jepara menuju Karimunjawa,” tutur dia.

Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto mengatakan, saat ini ke 17 ABK yang selamat di Karimunjawa dalam kondisi baik. Diantara mereka ada yang mendapatkan perawatan di Puskemas.

“Mereka ditemukan di 17 mil sekitar Pulau Mandalika. Kemudian mereka diselamatkan oleh kapal Jasa Samudra yang hendak berlayar ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Adapun, berdasarkan daftar penumpang, nama Sutomo dan Darsono belum diketemukan, hingga kini.

Editor: Supriyadi

Hebat, Replika Kapal Phinisi Buatan Warga Jepara Jadi Buruan Warga Mancanegara

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun lahir dari bengkel sederhana, replika kapal Phinisi buatan warga Jepara ini, ternyata kerapkali dipesan oleh warga mancanegara. Apalagi, sang pembuat sangat memperhatikan bagian-bagian terkecil kapal. Akibatnya banyak yang ketagihan dan memburu kapal meski harganya cukup tinggi.

Adalah Eko Wiyoto (35) dan anak buahnya, yang membuatnya. Saat MuriaNewsCom bertandang Sabtu (30/12/2017) siang, ia mengaku sedang membuat replika kapal pesanan pengusaha Cina.

“Ini pesanan dari Korea, orangnya datang ke sini untuk memesan langsung. Katanya mau dibawa ke negaranya sana,” ujarnya.

Saat itu ia sedang menyelesaikan kapal Phinisi dengan panjang 3,5 meter dan tinggi 2,4 meter. Ia menyebut, untuk membuat kapal dengan dimensi itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Ditanya mengenai proses kreatif, Eko mengaku awal mula membuat kapal berawal dari suatu keterpaksaan. Saat itu, pada tahun 2006 ia hanya seorang buruh ukir dengan penghasilan Rp 30 ribu perhari.

“Saya rasa waktu itu dengan penghasilan itu rasanya tidak cukup, apalagi saat itu saya sudah nikah. Maka saya coba-coba membuat miniatur kapal. Awalnya sebagai sambilan, tetapi akhirnya jadi pekerjaan utama,” kenangnya.

Meskipun bergelut di dunia perkayuan, namun ia mengaku awalnya tak tahu akan pengetahuan membuat replika kapal. Sedikit nekat, ia lantas browsing ke internet, kemudian menemukan gambar-gambar tentang kapal, yang kemudian dicobanya untuk merealisasinya ke media kayu.

Selain kapal, ia mengaku membuat kerajinan lain seperti motor Harley Davidson atau mobil-mobilan mini.

“Ya awalnya coba-coba, kini sudah jadi yang utama. Bersama saudara-saudara saya, kini mengerjakan replika kapal. Untuk ukuran 3,5 meter harganya mencapai Rp 10 juta. Biasanya untuk dipajang di kafe-kafe,” tutup Eko.

Editor: Supriyadi

Nelayan Jepara Terpaksa Berhutang Selama Musim Baratan

Kapal-kapal nelayan lebih banyak terparkir di Muara Kali Wiso, Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara Kota. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Musim baratan (angin dan gelombang tinggi) yang mendatangi pesisir Jepara, berdampak pada penghasilan nelayan. Lantaran, selama musim itu pencari ikan enggan melaut dan lebih memilih memperbaiki sarana mengail.

Mahmudi (50) satu di antaranya, ia mengaku sudah sekitar enam hari tak melaut. Gelombang besar membuat surut nyali.

“Jika nekat melaut pun hasil yang dicapai tidak setara dengan ongkosnya. Oleh karena itu, saya lebih memilih memperbaiki kapal dari kebocoran,” katanya, Sabtu (23/12/2017). 

Dikatakannya, gelombang laut bisa mencapai ketinggian 3 meter. Hal itu menyebabkan kapal-kapal ukuran kecil rentan diterjang ombak jika nekat melaut. 

Menurut pria yang berdiam di Kelurahan Jobokuto itu, selama tak melaut, praktis dirinya tak mendapatkan penghasilan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa berhutang. 

“Nanti diganti saat cuaca sudah membaik dan saya bisa mendapatkan penghasilan dari melaut,” ungkapnya. 

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara Sudiyatno mengamini hal itu. Saat Musim baratan tiba, rerata nelayan tak memiliki pekerjaan lain. 

“Kebanyakan dari mereka memperbaiki kapal. Tapi kalau kita upayakan padat karya itu tidak mungkin,” tuturnya. 

Untuk membantu penghidupan nelayan, Pemkab Jepara melalui HNSI Jepara telah menyediakan bantuan beras. Untuk tahun ini, dijatah sekitar 30 ton beras dari pemerintah.

Editor: Supriyadi

Ratusan Kapal Cantrang di Rembang Kini Mulai Melaut

Ratusan kapal yang beberapa waktu lalu bersandar di pelabuhan Rembang. Kini ratusan kapal cantrang sudah mulai melaut. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 171 kapal motor pencari ikan berjaring cantrang di Rembang kembali melaut. Hal itu dilakukan seiring perpanjangan lagi relaksasi larangan cantrang menjadi hingga akhir 2017.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Kabupaten Rembang Sukoco mengatakan, di wilayah Rembang saat ini suasana nelayan sudah kembali kondusif setelah larangan penggunaan cantrang diulur masa berlaku efektifnya selama enam bulan lagi hingga akhir 2017 mendatang.

“Kini sudah banyak nelayan cantrang kembali melakukan aktivitas melaut. Sementara itu, pemeritah juga sudah memperbolehkan nelayan menggunakan alat tangkap jenis cantrang, namun hanya sampai pada akhir 2017,” ujarnya.

Kemudian ia juga memastikan, 171 kapal yang kembali melaut itu sudah mengantongi surat izin penangkapan ikan atau SIPI.

“Kami juga sudah verifikasi jumlah kapal cantrang di Rembang, yang jumlahnya kini 280 kapal. Secara riil, dari 280 kapal cantrang itu, bobot matinya berkisar antara 10-80 gross ton,” katanya.

Kepala TPI “Cantrang” Tasikagung Tukimin mengatakan, pihaknya terakhir kali melelang ikan pada 1 Juli 2017. Sejak saat itu, tidak pernah ada aktivitas pelelangan ikan di TPI cantrang, sehingga raman nol rupiah.

“Kalau raman, sejak Januari sampai Juni 2017 hanya Rp 20,6 miliar. Terakhir ada lelang, tanggal 1 Juli 2017. Kalau ini nelayan cantrang sudah melaut lagi, kami jadi bisa berharap mencatat lagi raman pada bulan Agustus nanti,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

6 Awak Kapal Juwana yang Tenggelam di Goa-goa Diprediksi Pulang Besok

Seorang nelayan tengah beraktivitas di kawasan Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang nelayan tengah beraktivitas di kawasan Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Enam awak kapal asal Juwana yang tenggelam di Perairan Goa-goa, Kabupaten Sumenep, Madura diprediksi akan pulang Jumat (21/8/2015) besok. Karena, pemilik kapal Dodok menjemput enam pekerjanya tersebut sejak Kamis (20/8/2015).

“Tadi pemilik kapal sudah menjemput melalui jalur laut. Kalau tidak ada halangan, mereka diprediksi bisa kembali pulang ke Juwana pada Jumat (21/8/2015). Semoga saja lancar,” kata Kasi Kesyahbandaran Kelas II Juwana, Rahmad Seno Aji saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Ia juga memastikan, jika semua awak kapal selamat dari insiden kecelakaan. “Satu juru mudi bernama Suyadi asal Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan dan tiga ABK baru ditemukan hari ini. Sedangkan dua ABK sudah ditemukan pada Rabu,” imbuhnya.

Berkaca dari insiden ini, ia mengimbau kepada nelayan agar lebih berhati-hati saat nelayan, mengingat perairan Laut Jawa saat ini masih belum stabil. “Saat ini, ada potensi laut dengan gelombang mencapai 2,5 meter. Potensi hujan disertai angin kencang juga ada,” imbaunya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Kapal Nelayan Juwana Tenggelam di Perairan Goa-goa Madura, Bagaimana Nasib ABK?

Sejumlah kapal disandarkan di Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah kapal disandarkan di Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sebuah kapal penampung ikan KM Selamet Barokah yang berangkat dari Juwana, Pati pada Jumat (14/8/2015) lalu dilaporkan tenggelam di Perairan Goa-goa, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (19/8/2015) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kejadian ini dibenarkan Kasi Kesyahbandaran Kelas II Juwana Rahmad Seno Aji. “Alhamdulillah, setelah penumpang bertahan selama satu hari, mereka ditemukan pada Kamis (20/8/2015) tadi pagi dan selamat,” ujar Seno saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Belum jelas penyebab kecelakaan yang menyebabkan kapal tenggelam. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

“Total anak buah kapal (ABK) yang terlibat dalam insiden tersebut ada lima dengan satu juru mudi. Informasi yang kami terima, ombak di perairan tersebut sangat tinggi waktu itu,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Gelombang Capai Empat Meter, Kapal Menuju Karimunjawa Tidak Diizinkan Berlayar

f-karimunjawa (2) (e)

Salah satu kapal bersandar di Dermaga Kartini. Kapal tidak diizinkan berlayar karena gelombang tinggi(MuriaNewsCom/WAHYU  KZ)

JEPARA – Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah hari ini, Selasa (14/7/2015) Wilayah perairan Karimunjawa yakni di Perairan Selatan Kalimantan Tengah, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Kepulauan Karimunjawa dan Perairan Utara Jawa Tengah umumnya berawan. Lanjutkan membaca

Miniatur Kapal dari Bambu Buatan Agung Tembus Rp 500 Ribu

Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo menunjukkan miniatur kapal buatannya yang dibuat dari bambu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo menunjukkan miniatur kapal buatannya yang dibuat dari bambu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Miniatur kapal dari bambu buatan Agung Nugroho (22), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo tembus Rp 500 ribu. Harga tersebut terbilang cukup murah, mengingat tingkat kesulitan membuat miniatur kapal begitu rumit. Lanjutkan membaca