Koperasi Kementerian Agama Pati Dibobol Maling, Kamera dan Uang Rp 40 Juta Raib

Polisi tengah melakukan olah TKP di ruang koperasi Kemenag Pati yang dibobol maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Koperasi Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan P Sudirman Nomor 1, Desa Puri, Pati dibobol maling, Selasa (26/12/2017).

Ahmad Fauzi, seorang staf Kemenag dalam laporannya menuturkan, saat itu dia hendak memasukan berkas ke ruang koperasi.

Baca: Satria vs BRV di Jalan Pati-Kudus, Satu Tewas

Namun, dia justru melihat laci meja dalam keadaan berantakan dan jendela sudah rusak. Saat dicek, barang-barang seperti kamera digital dan uang senilai Rp 40.210.000 sudah hilang.

Fauzi lantas melaporkan aksi pencurian tersebut kepada petugas Polsek Pati. “Saya mau memasukkan berkas ke ruang koperasi sekitar jam 08.00 WIB, kondisinya berantakan. Uang dan kamera hilang,” jelasnya.

Baca: Satgas Alap-alap Gerebek Lokalisasi di Pati, Ratusan Botol Miras Diamankan

Kapolsek Pati Iptu Pujiati membenarkan adanya laporan terkait pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Koperasi Kemenag Pati. Pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Modus operandi yang dilakukan pelaku dengan cara merusak jendela dan mencongkel teralis. Setelah masuk, dia mengambil barang berharga seperti kamera digital dan uang tunai,” paparnya.

Dari hasil olah TKP, pelaku dimungkinkan mengetahui kondisi dan seluk-beluk ruangan koperasi. Karena itu, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Editor: Supriyadi

Baca: Bus Madu Kismo Terbakar di Pati, Ini Penyebabnya

Mandor Perhutani di KPH Purwodadi Grobogan Mulai Melek Teknologi

Mandor tanam serta beberapa staf bagian tata usaha Perum Perhutani mendapat pelatihan pengoperasian aplikasi Open Camera melalui smartphone (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan mandor tanam serta beberapa staf bagian tata usaha Perum Perhutani KPH Purwodadi mendapat pelatihan pengoperasian smartphone atau telepon seluler (ponsel).

Hal itu dilakukan supaya para pegawai lebih familiar dengan dunia teknologi yang bisa digunakan untuk menunjang kinerja di lapangan.

Administratur KPH Purwodadi Dewanto mengatakan, salah satu materi pelatihan yang ditekankan adalah pengoperasian kamera. Sebab, penggunaan kamera ini akan sangat diperlukan bagi pegawai yang berada di lapangan. Peserta pelatihan mulai dari download aplikasi, pengaturan sampai cara pengambilan gambar.

“Dengan dukungan gambar yang diambil lewat kamera akan memudahkan petugas saat membuat atau mengirimkan laporan. Hal ini sedikit berbeda jika pengambilan gambar pakai kamera biasa atau tustel. Hasil pengambilan gambar lewat kamera ponsel bisa langsung dikirim saat itu juga,” jelasnya, Jumat (5/5/2017).

Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan Dwi Anggoro Kasih menambahkan, penggunaan aplikasi khusus kamera Open Camera itu juga digunakan untuk melengkapi data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) di lokasi tanaman tumpangsari yang berada di kawasan hutan KPH Purwodadi.

“Peserta pelatihan ada 24 orang. Mereka ini adalah pegawai di delapan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) ditambah staf tata usaha,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami