Antisipasi PSK Kalijodo Pindah ke Blora, Satpol PP Giatkan Razia

Sri Handoko, Kepala satpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sri Handoko, Kepala satpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan lokalisasi yang ada di Kabupaten Blora bukan tidak mungkin akan menjadi pelarian bagi PSK Kalijodo, yang mana tempat mereka mencari nafkah serta melayani lelaki hidung belang kini telah rata dengan tanah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pun menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan terbuka hijau (KTH).

Sedangkan, di Blora ada dua tempat masyhur, yang mana setiap lelaki hidung belang senantiasa menjadikannya destinasi kenikmatan sesaat. Yakni kawasan Lokalisasi Kampung Baru Jepon dan kawasan lokalisasi Sumber Agung Cepu.

”Sampai saat ini kami masih akan mengintensifkan razia di lokalisasi, yakni di Kampung Baru dan Sumber Agung,” jelas Sri Handoko Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora kepada MuriaNewsCom (5/3/2016).

Meski sampai saat ini belum ada indikasi luberan pekerja seks komersial (PSK) dari Kalijodo, namun, antisipasi yang dilakukan tetap intens. Hal itu, menurut Sri Handoko, sebagai upaya preventif dalam rangka menanggulangi bertambahnya jumlah PSK yang ada di Blora. Dalam operasi, Sri Handoko menegaskan, operasi dikaitkan dengan operasi penyakit masyarakat (pekat).

Dalam menangani PSK, imbuh Sri Handoko, pihaknya mengajak instansi terkait, yakni Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora. Pihaknya menyerahkan ke bidang sosial Disnakertransos Blora bagi PSK yang terjaring razia.

”Tentu kami berikan sosialisai kepada PSK, kalaupun dalam razia terjaring, nanti kami serahkan kepada Disnakertransos bidang sosial. Yang mana, nantinya dikirim ke panti rehabilitasi sosial yang ada di Solo,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Disnakertrans Jepara: Mungkin Hanya untuk eks PSK Asal Jepara

psk_03

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara menyatakan belum menerima pemberitahuan secara resmi, berkait wacana eks Pekerja Seks Komersial (PSK) Kalijodo yang akan dijadikan buruh di Jepara. Hal itu seperti yang disampaikan melalui Pengawas Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara, Muktiati.

Menurut dia, lantaran belum menerima pemberitahuan itu, pihaknya menganggap informasi itu masih sebatas wacana. Bahkan, dia menilai jika yang dimaksud menjadikan buruh di Jepara adalah eks PSK yang berasal dari Jepara.

Baca juga : Ini Tanggapan Pemkab Soal eks PSK Kalijodo Bakal Dipekerjakan di Jepara

”Ya kemungkinan bisa seperti itu. Barangkali ada PSK dari Jepara kemudian mau dipulangkan dan dijadikan buruh di Jepara. Mungkin saja kan,” kata Muktiati kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/2/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika memang eks PSK tersebut memiliki kompetensi di bidang yang akan dikerjakan tidak ada masalah. Jika wacana dari Menteri Sosial Khofifah tersebut benar adanya. Dia mengharuskan calon buruh yang akan dipekerjakan tersebut mendapatkan pelatihan terlebih dahulu.

”Kita tidak boleh diskriminatif terhadap eks PSK. Masalah pekerjaan terlarang yang pernah dilakukan itu masalah perseorangan, masalah pribadi masing-masing. Yang sebelumnya tidak menjadi PSK juga tidak menjadi jaminan kan,” terangnya.

Dia menambahkan, sementara ini memang beberapa perusahaan terutama di bidang garmen masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Pada prinsipnya, semua orang memiliki hak untuk bekerja di perusahaan yang ada di Jepara, asal memenuhi syarat yang telah ditetepkan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga : Tak Punya Ijazah S1, Jangan Khawatir Tak Bisa Kerja

Keberadaan Perusahaan Besar di Jepara Dinilai Mampu Serap Tenaga Kerja lokal

Ini Tanggapan Pemkab Soal eks PSK Kalijodo Bakal Dipekerjakan di Jepara

psk_01

 

MuriaNewsCom, Jepara – Wacana penggusuran tempat prostitusi Kalijodo Jakarta terus menguat. Rencana penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah tersebut juga dibarengi dengan beberapa solusi, termasuk solusi pekerjaan bagi para pekerja seks komersial (PSK). Salah satu wacana yang keluar adalah para PSK tersebut bakal dipekerjakan atau dijadikan buruh di sejumlah pabrik termasuk di Kabupaten Jepara.

Wacana menjadikan eks PSK sebagai buruh pabrik di Jepara tersebut muncul dari Mensos Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Jepara melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat menyatakan belum menerima informasi tersebut secara resmi dari pemerintah pusat maupun provinsi.

”Wacana itu muncul di media massa, tetapi secara resmi kami belum menerima informasi itu,” kata Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid melalui pengawas tenaga kerja Muktiati kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/2/2016).

Menurutnya, sepanjang eks PSK tersebut memiliki kompetensi di bidang pekerjaan yang akan ditekuni, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Sehingga harus dilakukan pendidikan atau pelatihan pekerjaan bagi mereka agar bisa melaksanakan tugas dan kewajiban mereka jika memang bakal dijadikan buruh pabrik.

”Sepanjang memenuhi syarat-syarat sebagai pekerja di pabrik ya tidak ada masalah. Apalagi yang diwacanakan adalah menjadi buruh di pabrik garmen,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui memang sampai saat ini sejumlah pabrik di Jepara masih membutuhkan banyak sekali tenaga kerja. Bahkan, pihaknya mencatat kebutuhan tenaga kerja mencapai ribuan hingga belasan ribu orang.

Editor : Titis Ayu Winarni