Pedagang Barito Kudus Berharap Peruntungan di Tempat Baru

MuriaNewsCom, Kudus – Seperti direncanakan, pedagang-pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) akan mulai berpindah tempat, ke kompleks Pasar Burung Jati, esok (Kamis 1/2/2018). Lalu apa harapan mereka terkait tempat yang baru?

Daryono pedagang batu akik di Pasar Barito berharap rezekinya semakin lancar di tempat baru. Dirinya mengaku, di tempat lawas bila sedang ramai ia bisa meraup untung bersih sebesar tiga juta rupiah.

“Ya harapannya, paling tidak sama dengan yang di pasar Barito dulu, atau lebih baik,” tuturnya.

Baca: Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

Dirinya mengatakan, dengan kios yang baru pihaknya akan melihat reaksi pasar. Bila memungkinkan, ia akan berdagang barang lain seperti pakaian dan sejenisnya.

“Nanti lihat pasarnya seperti apa, kalau batu akik kan bukan tujuan utama jadi nanti kita lihat saja kalau bisa nambah-nambah dagangan,” ujarnya.

Pedagang lain Edy, mengaku senang dengan rencana kepindahan mereka ke lokasi pasar baru. “Harapannya lebih baik lah disini (Kompleks Pasar Burung Jati),” ungkapnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Barito Ali Nor Faiz mengungkapkan, semua pedagang akan memulai aktifitasnya di tempat baru pada tanggal 5 Februari 2018.

“Semua pedagang rosok (second) yang ada disana harus pindah. Namun kalau yang menyewa tempat di bangunan milik warga dan berada di bantaran sungai, beda lagi, masih boleh berjualan disana paling tidak sampai masa sewanya habis. Namun untuk yang rosok harus pindah, maksimal tanggal tersebut,” ucapnya.

Terkait woro-woro kepindahan kepada pelanggan, pihaknya mengaku sudah melakukannya dengan memasang spanduk pengumuman.

Editor: Supriyadi

Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

MuriaNewsCom, Kudus – Pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) Kudus, hari ini (Rabu, 31/1/2018) menerima kunci lapak yang baru dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. Penyerahan dilakukan secara langsung di lokasi pasar yang baru di Pasar Burung Kecamatan Jati.

Kepada para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti menitipkan pesan agar segera membereskan dagangan dan memindahkannya. Mereka diberi tenggat waktu selama lima hari terhitung tanggal 1 Februari 2018.

“Jika hingga tanggal 5 Februari 2018 masih ada pedagang di wilayah tersebut (Bantaran Kali Gelis), maka akan diambil tindakan oleh Satpol PP,” tegasnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Menurutnya, di lokasi tersebut terdapat 190 los yang telah disiapkan pemkab, untuk merelokasi pedagang dari Bantaran Kali Gelis ke Pasar Burung Jati. Adapun, di lokasi yang baru pemkab telah menyediakan lapak-lapak berukuran kurang lebih 1,85×2 meter, bersebelahan dengan para penjual burung.

Menurut Sudiharti, seluruh pedagang di Barito akan tertampung di lokasi yang baru. Hal itu mengingat jumlah los yang tersedia, melebihi pedagang.

Menurut Ketua Paguyuban PKL Pasar Barito Sebelah utara Ali Nor Faiz, pasar tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebelah utara dan selatan. Di utara Kali Gelis ada 116 pedagang dan di selatan ada 62 pedagang.

Baca: Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

“Kalau untuk hari ini, pedagang masih berjualan seperti biasa. Namun untuk besok, sudah mulai bersiap-siap pindah. Hari ini juga ada sih yang sudah mulai kemas-kemas. Namun kita mulainya besok sampai tanggal 5 Februari,” ungkap Ali.

Ia mengatakan, dengan tenggat waktu pindah yang diberikan Pemkab Kudus, pedagang dapat melaksanakannya. Dirinya memperkirakan, untuk pedagang onderdil berskala besar perpindahan hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari.

“Ya bisa lah nanti pindah kesini dengan waktu yang telah ditentukan,” urainya.

Editor: Supriyadi

Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

Galeri

Galeri ini berisi 5 foto.

MuriaNewsCom, Kudus – Pasar Bantaran Kali Gelis atau akrab disebut ‘Barito’ dipastikan berpindah ke bekas pasar hewan Kecamatan Jati, pada 1 Februari 2018 mendatang. Lalu bagaimana kondisinya seminggu sebelum dipindah? MuriaNewsCom, menjejakkan kaki ke Pasar Barito pada Sabtu (27/1/2018) siang. Memasuki … Lanjutkan membaca

3.500 Orang Bersihkan Kali Gelis Kudus Sepanjang 8 Kilometer

Foto, 1, Sejumlah pelajar dan TNI serta kalangan masyarakatn lainnya membersihan sungai Gelis, Kudus, Jumat (30/9/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Foto, 1, Sejumlah pelajar dan TNI serta kalangan masyarakatn lainnya membersihan sungai Gelis, Kudus, Jumat (30/9/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 3.500 orang, turun ke kali Gelis Kudus untuk membersihkannya, Jumat (30/9/2016). Ribuan orang tersebut, membersihkan sungai besar di Kudus sejauh 8 kilometer.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus Sumiyatun mengatakan, bersih-bersih dilakukan mulai bawah Jembatan Panjang, Bae dan menyusuri sungai hingga jembatan Kencing, Jati Wetan, Jati. Total panjangnya mencapai delapan kilometer.

“Kita khususkan pada daerah-daerah sekitar jembatan. Seperti jembatan sungai Gelis, jembatan Ploso dan jembatan Kencing. Sebab, pada sekitar jembatan lebih banyak tumpukan sampah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pembersihan sungai sendiri dimulai sekitar puku 06.30 WIB hingga 09.00 WIB. Kegiatan itu, dilakukan guna membersihkan sungai, dan melancarkan aliran sungai memasuki musim hujan tahun ini.

Sedangfkan 3.500 yang membersihkan sungai berasal dari beberapa kalangan. Seperti pelajar,  SKPD, pemerintahan, pelajar, TNI Kodim Kudus serta beberapa kalangan masyarakat dan juga perusahaan. Bahkan tampak Kepala Kejaksaan Negeri Kudus dan  Ketua DPRD Kudus terlibat.

Dalam membersihkan sungai dari tumpukan sampah dan lumpur, juga dikerahkan alat berat untuk mempermudah pengerjaan. Selain itu, kendaraan sampah juga digunakan guna mengangkut sampah yang ada di bantaran sungai.

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0722 Kudus Letkol (CZi) Gunawan Yudha Kusuma. mengatakan kalau tentara yang ikut andil dalam kegiatan itu sejumlah 300 anggota. Jumlah tersebut dibagi dalam beberapa titik, yang tersebar di bantaran sungai Gelis. “Ini sebuah aksi, bukan hanya seremonial saja namun  langsung menjalankan.,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Duh, Banjir Kudus Rusak Tanggul Kali Gelis

Banjir yang terjadi di salah satu titik di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Banjir yang terjadi di salah satu titik di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Akibat banjir yang menerjang Kudus kemarin, mengakibatkan beberapa fasiltas umum terganggu. Seperti halnya tanggul yang berada di kawasan Kali Gelis, juga mengalami retak-retak.

Hal itu diketahui setelah Camat Kota Kholid Seif mengelilingi daerah perkotaan. Saat banjir menyerang Kudus ketika hujan, kecamatan melakukan keliling ke daerah yang diduga berpotensi bencana. Benar saja, sesampainya di bantaran Kaligelis dikejutkan dengan beberapa tanggul yang retak.

“Kami melihat sepanjang bantaran Kali Gelis yang saat itu mengalami retak retak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kondisi retak itu ada di beberapa titik. Seperti di sekitar Taman Baru bagian timur Kali Gelis dekat jembatan. Beberapa retakan itu terjadi akibat arus yang sangat deras. Padahal, kata dia, tanggul penyangga itu tergolong baru dibuat.

Selain itu, beberapa tanggul lain di bagian utara juga mengalami kondisi yang sama. Parahnya lagi, daerah tanggul dekat dengan rumah warga. Sehingga semakin bahaya jika terkena banjir keras hingga tanggul jebol.

“Kalau parah nya tidak. Hanya retak di beberapa bagian saja. Mungkin karena panas yang panjang sebelumnya dan terkena air dengan arus yang sangat banyak. Akhirnya tanahnya kaget dan terjadilah retak,” ujarnya.

Di pasar Kaliputu ke barat arah Krandon. Lokasi tersebut selain rendah, juga sangat dekat dengan sungai. Untuk itu daerah itu juga berpotensi banjir.

“Kemarin kami cek masih aman. Mudah mudahan akan aman terus,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Rusak Parah, Kali Gelis Butuh Penanganan Serius

Kondisi Kali Gelis yang saat ini airnya semakin mengering (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi Kali Gelis yang saat ini airnya semakin mengering (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dari tahun ke tahun, kondisi Kali Gelis terus mengalami kerusakan. Bahkan, saat ini kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Setidaknya, kerusakan terjadi pada bagian DAS sepanjang bantaran sungai tersebut.

Kasi Dal dan Guna pada Balai PSDA Serang Lusi Juwana Sumaji H mengatakan, kondisi Kali Gelis membutuhkan penanganan yang serius. Hal itu diperlukan, guna menyelamatkan sungai yang banyak dibutuhkan masyarakat tersebut.

”Penyelamatan sungai membutuhkan tanggung jawab bersama. Masyarakat sekitar juga harus ikut membantu menjaga sungai, agar tetap dalam kondisi yang bagus,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, Kali Gelis merupakan sungai yang panjang, sedikitnya DAS luasnya 29 kilometer dan panjang 105 Kilometer. Dalam hal ini, katanya, juga banyak bangunan yang harus digusur di bantaran Kali Gelis, yang jumlahnya sekitar 1.200. Sedangkan debet banjir sejumlah 337 meter kubik.

”Banyak yang mencari penghasilan dari Kali Gelis, di antaranya pencari pasir. Selain itu banyak pula yang menggantungkan air dari bendungan yang terdapat di sepanjang bantaran Kali Gelis,” katanya.

Kerusakan Kali Gelis, menurutnya juga disebabkan beberapa hal. Selain DAS yang memang sudah rusak akibat alih fungsi lahan, galian C juga menjadi penyebab rusaknya sungai. Begitupun dengan pembuangan limbah dan sampah.

Lebih lanjut dia katakan, pelanggaran garis sempadan dan tebing yang rusak juga harus dibenahi. Ditambah lagi dengan pendangkalan sungai yang menjadi tugas bagi pemerintah dan masyarakat. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

BBWS Pemali Juana Sebut Tak Tahu Rencana Pemkab Kudus untuk Bangun Bendungan di Kali Gelis

Kondisi Kali Gelis yang saat ini airnya semakin mengering (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi Kali Gelis yang saat ini airnya semakin mengering (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dalam waktu dekat, Pemkab Kudus berencana membuat bendungan baru di Kali Gelis. Bahkan, bukan hanya bendungan, namun, pemkab juga akan membuat wisata air di kawasan Kali Gelis.

Pada kesempatan beberapa waktu lalu, Bupati Kudus Musthofa pernah menyatakan jika rencana tersebut sudah dikomunikasikan dengan pihak Balai Besar Wilayah Sugai (BBWS) Pemali Juana. Di mana, pembangunan bendungan maupun pembuatan wisata air, diusulkan dengan biaya Rp 125 miliar.

Namun, hal itu dibantah pihak BBWS Pemali Juana. Dalam hal ini, pihak BBWS menegaskan jika belum mengetahui tentang adanya rencana pembuatan bendungan baru di sungai yang memisahkan Kudus Kulon dan Kudus Wetan itu.

Sugiyanto, bagian perizinan atau PPBS BBWS mengatakan, sebagai bagian perizinan hingga kini belum mengetahui mengenai rencana tersebut. Sehingga, dia tidak dapat berkata banyak soal gagasan dari Kudus tersebut.
”Saya malah belum tahu mengenai gagasan tersebut. Tapi bisa jadi kalau mungkin itu komunikasi antar pimpinan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hanya, lanjutnya, sesuai dengan aturan, jika gagasan pernah dikomunikasikan dengan pimpinan, seharusnya pihaknya sudah tahu, karena dialah yang menjabat sebagai perizinan. Selain itu, berkas mengenai hal tersebut juga belum sampai pada dia.

Dia mengatakan, untuk membuat sebuah bendungan baru bukanlah hal yang gampang. Dibutuhkan pengkajian yang matang mengenai gagasan tersebut. Selain itu, pengecekan dan pembenahan sungai juga harus dilakukan.

“Bahkan masyarakat sekitar bantaran sungai juga harus ikut dilibatkan dalam mengkaji hal tersebut. Waktunya juga belum dapat dipastikan, soalnya itu dari yang ahli,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ini Biang Kerok Kualitas Air Kali Gelis Jadi Buruk

Kali Gelis Kudus yang kondisi airnya kini kualitasnya semakin buruk (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kali Gelis Kudus yang kondisi airnya kini kualitasnya semakin buruk (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Penyebab buruknya kualitas kondisi air di Kali Gelis karena banyak faktor. Hanya, yang paling banyak adalah pencemaran air dari limbah MCK dan sanitasi yang buruk.

Kasi Pencegahan Dampak Lingkungan pada Kantor Lingkungan Hidup Kudus Nunung mengatakan, selama pengecekan yang dilakukan setiap tahun, semakin banyak pula sanitasi yang buruk. Banyak yang membuang kotoran ke sungai dan juga menjadi tempat pembuangan sampah.

”Itu dapat merusak sungai. Jadi seharusnya dilakukan perawatan bersama untuk menjaga lingkungan sungai, termasuk Kali Gelis,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, paling banyak yang ada di Kali Gelis adalah jenis bakteri E.coli, yang disebabkan karena limbah sampah, sanitasi dan MCK. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Bahaya ! Kualitas Air Kali Gelis Semakin Buruk

Kali Gelis Kudus yang kondisi airnya kini kualitasnya semakin buruk (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kali Gelis Kudus yang kondisi airnya kini kualitasnya semakin buruk (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Warga Kudus yang berada di bantaran Kali Gelis sebagian memanfaatkan air dari sungai tersebut untuk berbagai keperluan. Namun, Hal itu cukup membahayakan bagi warga jika untuk keperluan konsumsi, karena, kualitas air Kali Gelis terus mengalami kualitas yang buruk.

Hal itu diungkapkan Kasi Pencegahan Dampak Lingkungan pada Kantor Lingkungan Hidup Nunung. Menurutnya, setiap tahun Kali Gelis mengalami kondisi kualitas air yang semakin buruk.

”Kualitas air Kali Gelis saat ini sudah buruk, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memiliki kondisi air yang bagus. Bahkan, dulunya sungai tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan harian masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kondisi kualitas air tersebut, diketahui karena setiap tahun selalu dilakukan pengecekan kadar air untuk sungai-sungai yang ada di Kudus, khususnya sungai besar yang banyak digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Pengambilan air yang dilakukan untuk sampling juga dilakukan dari hulu dan hilir. Hal itu untuk mengetahui daerah mana saja yang membutuhkan penanganan serius.

”Seperti Kali Gelis ini, selalu dilakukan pengecekan. Hanya, untuk semester ini belum tahu hasil persisnya, lantaran laporan dari laboratorium ada yang kurang,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ratusan PKL di Kawasan Kali Gelis Bakal Dipindah, Ada Apa?

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada acara peringatan HUT RI (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada acara peringatan HUT RI (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Jika Pemerintah Kabupaten Kudus, merealisasikan penataan Kali Gelis, untuk dijadikan kawasan wisata air, maka salah satu dampaknya adalah pemindahan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di area tersebut.

Menurut Bupati Kudus Musthofa, pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan para PKL. Data yang diperoleh dari Pemkab Kudus, PKL di Kali Gelis terbagi dalam dua kelompok. Pertama di bagian Utara sebanyak 127 PKL, dan di bagian timur 56 PKL.

Dia mengatakan, semua PKL akan direlokasi dalam satu tempat. Relokasi yang dilakukan juga akan lebih mudah, sebab bangunan untuk para PKL sudah tersedia, sehingga para PKL tidak akan menunggu untuk pembuatannya.

”Semuanya akan kami pindah di Pasar Jember, PKL di Kali Gelis akan dijadikan satu dan saya juga sudah melakukan pendekatan dengan para pedagang itu,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (26/8/2015).

Meski demikian, untuk merelokasi tersebut diperkirakan tidak semudah apa yang diinginkan pemerintah. Sebab, para PKL mengajukan syarat untuk hak kepemilikan kios. Jika usulan disetujui, maka para PKL bersedia dengan senang dipindah. Namun kalau tidak maka para PKL tetap berjualan ditepi Kali Gelis.

Terpisah, Plt Kadinas Dagsar Sudiharti mengatakan, di lokasi baru nanti PKL akan lebih aman dan nyaman. Selain itu, lokasi yang lebih luas dan tersedianya lahan parkir juga dapat menjadi nilai lebih.
”Untuk menatanya perlu pelan-pelan, awalnya mereka pasti menolak. Tapi setelah kami beri penjelasan, maka mereka juga dapat menerimanya untuk direlokasi,” pungkasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kali Gelis Bakal Disulap Jadi Kawasan Wisata Air

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada acara peringatan HUT RI (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada acara peringatan HUT RI (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bupati Kudus Musthofa menyatakan, jika Kali Gelis, bakal diubah menjadi kawasan wisata air. Rencana ini, menurutnya bakal segera direalisasikan secepatnya.

“Saya punya keinginan agar Kali Gelis bisa menjadi kawasan wisata air. Hal ini dimaksudkan agar Kota Kudus bisa lebih indah dan banyak masyarakat yang datang untuk berwisata. Apalagi malam hari, nantinya kawasan ini akan lebih terang dan indah,” ujar bupati, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, dengan adanya wisata air, maka kawasan Kali Gelis akan lebih menarik, sehingga masyarakat Kudus bakal lebih betah berada di kawasan itu.

Hanya, untuk merealisasikan tersebut katanya tidaklah mudah, karena membutuhkan penataan yang pas dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Besar Wilayah Sungai Pemali (BBWS) Jateng untuk keperluan tersebut.
“Saya sudah kordinasi dengan pemerintah, kami mengusulkan pembiayaan Rp 125 miliar. Hal itu bukan hanya untuk membendung Kali Gelis saja, melainkan juga dengan penataan dari hulu,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)