Ini Tanggapan PLN Terkait Kabel Listrik Berbahaya di Mulyoharjo

Kabel transmisi listrik begitu dekat dengan salah satu atap rumah di desa Muyoharjo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kabel transmisi listrik begitu dekat dengan salah satu atap rumah di desa Muyoharjo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menanggapi keluhan warga atas berbahayanya kabel listrik yang ada di RT 05/RW 04 Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota, Manajer PT PLN (Persero) Rayon Jepara Sunoto mengakui memang menerima laporan masalah tersebut.

Meski begitu, pihaknya belum melakukan tindakan yang konkrit untuk mengatasi masalah tersebut. Dia mengaku baru berencana akan meninggikan kabel yang dinilai berbahaya tersebut.

”Kepastiannya nanti akan lakukan survey di lapangan terlebih dahulu sebelum dilakukan peninggian,” ujar Sunoto saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Kamis (12/5/2016).

Menurut dia, survey dibutuhkan untuk bisa menentukan seberapa tinggi kabel yang akan dinaikkan. Sebab, pihaknya mengaku belum mengetahui secara langsung rendahnya kabel tersebut seberapa.

Disinggung mengenai bantuan untuk korban, Sunoto menyampaikan jika instasinya tak ada anggaran khusus untuk itu. Sehingga untuk saat ini pihaknya mengaku belum memberikan bantuan kepada korban yang kesetrum lantaran terkena kabel di Desa Mulyoharjo tersebut.

”Tidak ada anggaran itu itu. Kalau pun ada bantuan, itu merupakan iuran dari karyawan sendiri,” kata dia.

Atas musibah itu, pihaknya berharap agar warga juga bisa berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berdekatan dengan kabel transmisi. Sebab di Jepara banyak bangunan, khususnya bangunan berlantai dua yang memang berdekatan dengan kabel transmisi.

Editor: Supriyadi

Terlalu Rendah, Kabel Listrik di Mulyoharjo Jepara Jadi Ancaman

Kabel listrik di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota Jepara terlihat sangat rendah dan membahayakan warga yang melintas di bawahnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kabel listrik di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota Jepara terlihat sangat rendah dan membahayakan warga yang melintas di bawahnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga di RT 05 RW 04 Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota Jepara harus lebih waspada. Itu karena di wilayah tersebut, terdapat kabel listrik yang letaknya terlalu rendah, kurang dari satu meter dari atap rumah warga yang tak bertingkat. Selain itu, kabel lain juga diketahui tanpa lapisan alias telanjang.

Hal itu seperti yang terlihat dari pantauan MuriaNewsCom, kabel transmisi listrik tersebut memang menggantung rendah di area perkampungan warga. Tak hanya mengancam warga, ternyata kabel tersebut juga sudah memakan korban.

”Ada tujuh orang yang kesetrum kabel saat memasang tratak, untuk keperluan pernikahan, salah satunya saya sendiri,” ujar warga setempat, Siswanto (30) kepada MuriaNewsCom, Kamis (12/5/2016).

Menurutnya, peristiwa kesetrum itu terjadi pasa Kamis (5/5/2016) lalu. Atas kejadian itu, dirinya harus menahan rasa sakit karena luka bakar yang dialaminya cukup serius.

Lebih lanjut dia mengemukakan, kabel listrik yang terlalu rendah tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Bahkan beberapa kali sudah diajukan ke pihak PLN namun belum mendapatkan tanggapan.

”Selain kabel transmisi yang terlalu rendah. Saking rendahnya, bisa digapai orang tanpa penyangga apapun,” katanya.

Sedangkan untuk kabel “telanjang” memang nyaris menyentuh atap rumah warga meski hanya satu lantai. Menurutnya, dari tiang listrik sendiri kurang tinggi. Ditambah lagi dengan juntaian kabel yang terlalu rendah. Kabel butuh ditinggikan atau paling tidak dikencangkan kembali.

”Warga yang beraktivitas di atap, maupun untuk membuat tratak misalnya menjadi khawatir. Sebab memang sangat berbahaya,” ucap dia.

Padahal menurut dia, keberadaan kabel transmisi tersebut dibandingkan dengan rumah warga, masih lebih dulu ada rumah warga. Dia dan warga berharap maslaah ini segera ada tindak lanjut.

Ketika ditanya soal bantuan, Siswanto mengaku sampai saat ini belum menerima bantuan dari manapun. Termasuk dari pihak PLN yang bertanggung jawab atas kabel listrik yang membahayakan tersebut.

Editor: Supriyadi