Tembus 2 Ribu Orang, Tenaga Honorer di Jepara Jadi Bom Waktu

MuriaNewsCom, Jepara – Jumlah pegawai honorer di Kabupaten Jepara membengkak menjadi 2.000 orang. Hal itu memunculkan kekhawatiran tersendiri terkait kesejahteraan mereka. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara Abdul Syukur mengatakan, kondisi ini sangat memprihatinkan. Ia mengakui saat ini memang ada 2.000 lebih pegawai honorer. Jumlah itu di luar mereka yang kini telah berstatus Kategori Dua (K2). 

“Pegawai honorer K2 saat ini tercatat 1.023 sendiri hingga saat ini masih belum jelas nasibnya. Kendati sudah didata di Kemenpan. Pihaknya sudah meminta jajaran di tingkat bawah untuk tidak lagi menerima pegawai honorer, namun kenyataannya masih ada yang menerima pegawai honorer,” katanya. 

Ia mengkhawatirkan, jika kejadian ini tetap berlanjut akan memengaruhi kesejahteraan para pegawai honorer. Ia menyebut, sebagian besar pegawai golongan tersebut berasal dari sektor kependidikan. Dari jumlah tersebut ada sekitar 50 persen yang berasal dari bidang kependidikan.

“Kami harap semua Satuan Kerja Perangkat Daerah memahami situasi ini. Hal ini bisa menjadi bom waktu jika melihat kemampuan anggaran daerah yang ada,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Payah, Nilai Guru Kudus di UKG Kurang Jos

kegiatan konsultasi publik perencanaan strategis progam Perkembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di gedung Setda Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

kegiatan konsultasi publik perencanaan strategis progam Perkembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di gedung Setda Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –  Hasil nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) para guru di Kudus, mendapatkan hasil yang memprihatinkan. Bahkan, dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan SMK, tidak ada satupun yang masuk dalam lima besar.

Hari Riyadi, Governance dan Management Specialist Usaid Prioritas Jawa Tengah mengatakan, nilai UKG di Kudus cukup rendah. Hal itu dibandingkan dengan daerah lain yang mendapatkan nilai UKG di Jawa Tengah.

“Hasil UKG di Kudus sebenarnya sudah lumayan bagus. Hanya jika dibandingkan dengan daerah lain se-Jateng, Kudus masih kalah,” katanya saat acara konsultasi publik perencanaan strategis progam Perkembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Menurutnya, untuk tingkat pendidikan TK misalnya, rata rata nilai UKG untuk guru TK di Kudus hanya di urutan 26 dari 35 kabupaten kota se-Jawa Tengah. Kudus kalahnya dengan Semarang yang menjadi peringkat utama dan Jepara yang berada di atas Kudus dua tingkat.

Hal yang kurang enak juga diraih untuk tingkat SD. Kembali hasil UKG, Kudus hanya mampu menempati urutan 22 dari kabupaten se-Jateng. Kali ini, Kudus juga kalah dengan Pati yang berada empat tingkat di atasnya.

Sedangkan, untuk tingkat SMP, Kudus berada dalam tingkat yang cukup membanggakan. Kudus berada dalam tingkatan 10 besar se-Jateng. Di SMP, Kudus menjadi yang terbaik se-Keresidenan Pati, meninggalkan daerah lainnya yang jauh di bawah Kudus

Untuk tingkat SMA, lanjutnya, Kudus juga mengalami hasil yang memuaskan dengan peringkat ke-13. Sedangkan untuk SMK, Kudus berada di level yang lebih baik dengan menduduki urutan 10.

“Hal ini perlu disikapi, makanya kami fasilitasi kepada pendidik dari dinas guna meningkatkannya. Soalnya kualitas pendidikan diperoleh dari gurunya,” ujarnya

Dia menjelaskan, hasil penelitian menyebutkan kualitas pendidikan sangat besar dipengaruhi oleh guru. Sedikitnya guru berperan hingga 30 persen, siswa sendiri 49 persen, sisanya dari teman, orang tua dan sekolah yang masing masing tujuh persen.

Editor : Akrom Hazami

Honorer K2 Jepara Akan Demo di Istana Negara

ilustrasi K2

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Jepara akan melakukan aksi demo, menuntut dan menagih janji Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), terkait pengangkatan mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka dijadwalkan berangkat dari Jepara dan dilepas di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (9/2/2016) besok.

Ketua Forum Kordinasi Guru Tidak Tetap (FK-GTT) Khoiron Nasir mengatakan, pihaknya bakal bertolak ke Jakarta menagih janti Menteri Yuddy Crisnandy yang menjanjikan akan mengangkat honorer K2 jadi PNS beberapa waktu lalu.

“Kami akan berangkat ke Jakarta besok (Selasa-red). Rencananya kami ke istana Negara untuk mengadu ke pak Presiden dan menagih janji menteri,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Senin (8/2/2016).

Menurut dia, sebelumnya pada September 2015 lalu honorer K2 di Jepara juga bertolak ke Jakarta bersama honorer dari wilayah lain di Indonesia. Saat itu, kedatangan mereka berbuah manis. Karena Menpan RI sepakat untuk memenuhi tuntutan honorer K2 dan akan melakukan pengangkatan honorer K2 dalam jangka waktu empat tahun, mulai 2016 sampai 2019 mendatang. Namun pada 20 Januari lalu, Menpan RI membatalkan kesepakatan tersebut
“Rencananya ada sekitar 280 honorer K2 yang berangkat ke Istana Negara. Kami akan bergabung dengan honorer K2 dari daerah lain. Rencana aksi akan kita lakukan selama 3 hari, kami akan menunggu sampai Presiden Jokowi mau menemui kami,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan bertolak dari Jepara dengan menggunakan 5 bus dan 2 elf. Dia juga mengatakan, pihaknya mengaku kecewa dan menganggap Menpan RB tak mampu menyelesaikan tuntutan mereka. Padahal sebelumnya, mereka telah menerima jika pengangkatan honorer K2 dilakukan tak serentak dan bertahap selama 4 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

LCKI Jateng Soroti Pencabutan Laporan KMKB Kudus atas Kasus Honorer K2

Peserta Diklat Prajabatan K2 dan K3 Pemkab Jepara Dinyatakan Lulus Semua

Honorer K2 Blora Bakal Kawal Keputusan MenPAN-RB