Ini Rekomendasi Jurnalis dan Warga Pati untuk Komisi Penyiaran Indonesia

KPID Jateng bersama jurnalis, akademisi, dan masyarakat menggelar FGD kajian isi siaran di Safin Hotel Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah menggelar focus group discussion (FGD) kajian isi siaran bertema “Mewujudkan Siaran Jurnalistik yang Mencerahkan” di Safin Hotel Pati, Selasa (12/12/2017).

FGD tersebut melibatkan sejumlah jurnalis, akademisi, pers mahasiswa, tokoh masyarakat, dan pegiat Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP). Mereka membahas isi siaran dan konten pemberitaan.

Komisioner KPID Jateng Sonakha Yuda Laksana mengatakan, FGD tersebut dilakukan untuk mendapatkan masukan dari para pakar dan masyarakat terkait dengan kajian isi siaran yang selama ini membanjiri lini media massa, terutama televisi dan radio.

“Beragam masukan dari pakar dan masyarakat kami tampung untuk menjadi rekomendasi KPI dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Bila diperlukan, masukan itu menjadi bahan untuk merancang undang-undang tentang penyiaran ke depannya,” ucap Yudha.

Dalam FGD tersebut, ada enam rekomendasi yang disarankan kepada KPI. Pertama, program jurnalistik di media lokal lebih disarankan untuk mengeksplorasi kearifan lokal.

Kedua, konten jurnalistik perlu mengedepankan edukasi masyarakat, seperti menangkal radikalisme, pendidikan anak, serta memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketiga, keberimbangan dan netralitas konten berita harus dimulai dari peningkatan kompetensi jurnalis, khususnya dalam bentuk pelatihan dan sertifikasi. Keempat, media edukatif semestinya dikemas lebih menarik supaya diminati masyarakat.

Kelima, pendidikan jurnalistik perlu diberikan kepada kalangan pelajar untuk pengenalan dunia jurnalistik dan sosialisasi antihoax.

Keenam, siaran berita di televisi perlu diawasi lebih intensif dan cermat karena banyak beredar hoax akibat tindakan melebih-lebihkan fakta.

Editor: Supriyadi

Lawan Hoax, PWI Kudus Gelar Pameran Foto

Anggota PWI Kudus Sundoyo Hardi saat memilah-milah foto untuk pameran foto yang akan digelar di Kudus Extension Mall. (PWI Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus merangkum perkembangan Kabupaten Kudus dengan menggelar pameran foto jurnalistik 2017.

Pameran foto “Membingkai Kudus dari Balik Lensa” yang digelar di Kudus Extension Mall (KEM) itu menampilkan sebanyak 68 foto karya wartawan yang bertugas di Kabupaten Kudus.

Ketua Pameran Foto Jurnalistik 2017 Akhmad Nazaruddin mengatakan, kegiatan pameran akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat (29/9) hingga Minggu (1/10).

”Selain untuk mendokumentasikan perkembangan Kabupaten Kudus, pameran foto tahun ini juga menjadi bagian kampanye Anti Hoax yang menjadi fokus kegiatan PWI Kudus saat ini,” katanya.

Ia menjelaskan, tak mudah merangkum perjalanan Kudus dalam tiga tahun terakhir melalui sebanyak 68 foto karya jurnalistik. Namun, foto yang dipamerkan setidaknya merepresentasikan wajah Kudus tiga tahun terakhir.

Foto tersebut memotret seni dan budaya, life style, kehidupan keseharian, olahraga, lingkungan dan bencana, politik, pendidikan, ekonomi, serta pertanian. Ada segmen khusus dimana PWI Kudus merasa harus mengangkat isu pelestarian sejarah, melalu esai foto tentang Stasiun Wergu.

Disebutkan, Stasiun yang dibangun oleh penjajah Belanda ini beberapa kali berubah fungsi. Dari yang dulunya berfungsi sebagai tempat pemberhentian kereta api, kemudian menjadi pasar, hingga kini mangkrak setelah dikosongkan.

Dari rangkaian foto kisah tersebut, PWI berupaya menggugah kesadaran masyarakat untuk sedikit memberi perhatian terhadap benda atau bangunan bernilai sejarah. “Jangan sampai peninggalan bernilai itu lenyap tak bersisa, sehingga putuslah mata rantai sejarah masa lalu pendahulu kita,” katanya.

Selain sebanyak 68 foto karya wartawan di Kudus, PWI juga memamerkan delapan karya pemenang lomba foto PWI Kudus. Sebanyak 750 lebih karya foto dengan tema geliat ekonomi di pasar yang masuk ke panitia.

”Melalui lomba foto ini kami ingin mengangkat potensi pasar tradisional. Terlebih dua tahun terakhir, Pemkab Kudus terus melakukan modernisasi pasar tradisional di Kudus,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Tendang Jurnalis, Anggota Sub Denpom Pati Minta Maaf

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sukono, anggota Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pati yang melakukan penendangan tripod kamera jurnalis dalam peliputan autopsi di TPU Desa Winong, Kecamatan Pati akhirnya meminta maaf. Hal itu dilakukannya saat sejumlah jurnalis mendatangi Markas Sub Denpom Pati, Rabu (6/1/2016).

Ia mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. Permintaan maaf disaksikan Komandan Sub Denpom IV/3-2 Pati Wawan Aji Prasetyo.

Dalam keterangannya, Sukono mengaku membantu pengamanan autopsi, karena ia diperintahkan untuk mengamankan agar gambar mayat yang diautopsi tidak boleh diambil wartawan. Karena itu, ia meminta kepada sejumlah jurnalis untuk memahami tugas yang dilakukan.

“Kami bantu pengamanan autopsi karena aturannya tidak boleh diambil gambarnya. Saya minta maaf kalau memang ada salahnya dalam melakukan pengamanan,” kata Sukono.

Sementara itu, Hasanudin, jurnalis Metro TV yang sempat ditendang tripodnya saat melakukan liputan autopsi mengaku sudah menerimakan permintaan maaf dari Sukono. Hanya saja, ia meminta agar kejadian itu tidak terulang lagi.

“Kami sambut baik adanya itikad baik dari pihak Sub Denpom Pati yang sudah meminta maaf. Ke depan, kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tugasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)