Pakai GPS, Mobil Rombongan Hajatan Malah Masuk Jurang di Brebes

Minibus yang mengalami ringsek parah di bagian depan usai masuk jurang di Banjarharjo Brebes. (Facebook)

MuriaNewsCom, Brebes – GPS atau navigasi penunjuk jalan tidak selamanya menunjukkan arah yang benar. Satu buktinya adalah, mobil minibus rombongan hajatan dari Cilacap malah masuk jurang di Brebes.

Minibus B-1865-NMO masuk jurang di turunan Simpur Gunung Lio Desa Bandungsari, Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jumat (17/11/2017) dini hari. Tidak ada korban jiwa meninggal dunia. Hanya lima orang penumpang mengalami luka. Tiga di antaranya megalami patah tulang kaki.

Info yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Mobil rombongan hajatan melaju dari Cilacap hendak ke Tangerang Banten. Seluruh penumpang taka da yang tahu dengan medannya.

Mereka melintas jalan alternatif dengan melalui Bantarkawung dan Salem. Mereka pun memanfaatkan GPS sebagai penunjuk jalan. Pengemudi melintas secara hati-hati mengingat medannya berliku dan masuk zona rawan lalu lintas.

GPS menunjukkan arah yang paling pendek.  Pengemudi mengandalkan GPS dan saat itu menujukkan jalan yang paling cepat.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, mengatakan, dalam kondisi medan seperti itu, rem kendaraan malah blong. “Sopir banting stir ke arah kanan dan masuk ke jurang. Mobil pun menabrak pohon di jurang itu,” kata Sugiarto.

Mobil pun dievakuasi sekitar pukul 05.00 WIB.

Editor : Akrom Hazami

Pemilik Gudang Tebu yang Terbakar Rugi Puluhan Juta

Petugas kebakaran dan warga mencoba memadamkan api yang melalap habis gudang tebu di Desa Jurang, Kudus, Sabtu (19/8/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik gudang ampas tebu dan gudang gula tumbu yang terbakar adalah Kasdi (70). Warga Desa Jurang, RT 1 RW 1
Kecamatan Gebog itu harus mengalami kerugian mencapai Rp 50 jutaan, atas gudangnya yang habis terbakar.

Kasdi mengatakan, kebakaran tersebut tak hanya membuat kerugian pada bangunan saja. Namun isi dalam gedung miliknya juga habis. Padahal di dalamnya terdapat banyak pasokan gula tumbu.

“Ada sekitar empat ton gula tumbu sudah terkemas. Belum lagi yang masih dimasak dalam wadahnya serta tumpukan tebu yang juga habis terbakar. Jadi kalau Rp 50 juta lebih kerugianya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pria bertubuh gemuk itu menceritakan, saat kejadian kebakaran pihaknya sedang berada di rumahnya, yang tak jauh dari gudang. Saat itu, terdapat warga yang memberi kabar kalau gudangnya kebakaran.

Mendapatkan kabar yang tak enak, pihaknya langsung panik. Dia langsung datang ke lokasi sambil menghubungi pemadam kebakaran. Namun sesampainya di gudang,  kobaran api sudah melalap hampir seluruh gudang miliknya.

“Api muncul dari arah barat gudang menuju ke timur. Ampas tebu dan plastik yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi, cuaca hari ini sangat panas dengan angin yang cukup kencang,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha