Lagi Asyik Ngopi Sambil Judi Remi, 3 Warga Blora Ini Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Blora mengamankan tiga orang yang sedang ngopi sambil berjudi dengan kartu remi. Ketiga orang yang diamankan berasal dari Kecamatan Banjarejo. Yakni, Gianto (43), warga Desa Bacem, Sugarno (44) dari Desa Sendanggayam serta Suparno (40), warga Desa Balongsari.

“Ketiga tersangka, kita amankan saat judi di sebuah warung kopi di Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo. Kami juga menyita barang bukti berupa satu set kartu remi dan uang tunai taruhan perjudian senilai Rp 450 ribu,” terang Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo, Selasa (27/3/2018).

Penangkapan ini bermula dari laporan warga tentang adanya praktek perjudian dengan taruhan uang tunai di warung kopi tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan penyelidikan.

Saat praktik perjudian itu berlangsung, petugas langsung melakukan penggerebekan dan mangamankan tiga pelaku. Ketiga tersangka bersama barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya, dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian.

Editor: Supriyadi

Usai Layani Pembeli, Penjual Togel di Blora Digerebek Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang penjual judi togel Hongkong berhasil diamankan anggota Polsek Blora. Penjual judi yang diamankan diketahui bernama Joko Setyo Utomo (33), warga Desa Patalan, Kecamatan Blora.

Sebelum diringkus, pelaku masih terlihat melayani pembali togel di rumahnya. Tidak lama kemudian, polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan pelaku.

”Pelaku kita amankan di rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku ini merupakan penjual kupon togel dengan omset ratusan ribu rupiah perhari,” kata Kapolsek Blora AKP Slamet, Senin (12/2/2018).

Bersama pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai sebesar Rp 335 ribu, tujuh buah buku togel, satu bendel kertas pembelian nomor, buku tertulis rekapan angka togel, empat bolpoint, satu buku ramalan dan satu tas slempang yang digunakan tersangka menyimpan uang.

Ia menyatakan, penangakapan pelaku kasus perjudian itu berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada aktifitas jual beli nomor judi togel di salah satu rumah warga di Desa Patelan. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya kasus itu berhasil terungkap.

Baik pelaku dan barang bukti langsung kita amankan ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHP Pidana tentang perjudian,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

3 Warga Sugihan Grobogan Diciduk Polisi Saat Asyik Judi Dadu Via Aplikasi HP

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polsek Toroh berhasil menangkap tiga pelaku tindak perjudian jenis dadu, Jumat (9/2/2018) malam. Permainan judi yang dilakukan ketiga orang ini tidak lagi menggunakan alat konvensional berupa batok dan mata dadu. Dengan adanya teknologi, mereka bermain judi dadu menggunakan aplikasi handphone.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah Winarso (52), Sugiyono (52) dan Agung Nugroho alias Boncel (23). Ketiganya merupakan warga Desa Sugihan, Kecamatan Toroh.

“Dalam kasus ini, pelaku Winarso bertindak selaku bandar judi dadu. Sedangkan dua pelaku lainnya adalah pemasang atau penombok dadu,” ungkap Kapolsek Toroh AKP Sudarwati, Sabtu (10/2/2018).

Bersama dengan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu buah handphone dan uang tunai hasil perjudian sebanyak Rp 270 ribu.

Penangkapan pelaku judi dadu dilakukan saat anggota reskrim Polsek Toroh melakukan patroli rutin di wilayah Desa Sugihan pada malam itu sekitar pukul 19.00 WIB. Saat patroli, ada warga yang menyampaikan informasi tentang adanya aktivitas judi dadu via aplikasi handphone di depan sebuah warung yang ada di Dusun Godongan, Desa Sugihan.

“Dari informasi masyarakat ini langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Setelah kita pastikan informasi itu benar, langsung kita lakukan penangkapan ketiga pelaku sekitar pukul 23.00 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti langsung diamankan ke mapolsek guna penyelidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHP Pidana tentang perjudian.

Editor: Supriyadi

Jual Judi Togel, Mahasiswa di Grobogan Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganSatreskrim Polres Grobogan berhasil mengungkap kasus perjudian jenis judi togel Hongkong yang terjadi di wilayah Kecamatan Toroh, Selasa (6/2/2018) malam. Dalam pengungkapan ini, ada dua orang pelaku yang diamankan.

Masing-masing, Slamet Nugroho (35), warga Desa Depok, Kecamatan Toroh. Dalam kasus ini, Slamet diketahui bertindak sebagai pengepul atau agen.

Satu orang lagi yang diamankan adalah Mujiyanto, warga Desa Katong, Kecamatan Toroh. Pemuda 24 tahun yang tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi swasta itu bertindak selaku penjual atau tambang.

Bersama pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai hasil penjualan judi sebesar Rp 792 ribu. Kemudian, 14 bendel kupon judi yang sudah terjual, 1 bendel kupon yang masih kosong, alat tulis, dan 2 buah handphone.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, penangakapan dua pelaku kasus perjudian itu berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada aktifitas jual beli nomor judi togel di salah satu rumah warga di Desa Depok. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Akhirnya, pada pukul 22.30 WIB, kita pastikan di rumah yang dimaksud sedang ada aktifitas perjudian. Kemudian, kita lakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan kedua pelaku. Baik pelaku dan barang bukti langsung kita amankan ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Polres Rembang Amankan Pelaku Judi Togel Hongkong di Desa Sumberejo

MuriaNewsCom, Rembang – Ngatimin warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan diamankan polisi, Selasa (6/2/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Pria berusia 51 tahun harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat perjudian jenis Togel Hongkong.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daeli menjelaskan, kronologis penangkapan berawal saat Sat Reskrim Polres Rembang yang dipimpin Aiptu Sukardi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan judi togel Hongkong yang kian meresahkan di Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan.

Mendapat laporan, anggota Opsnal langsung melakukan penyelidikan di tempat sesuai informasi masyarakat tersebut. Setelah lama mengintai, petugas mempergoki pelaku Ngatimin sedang melayani judi Togel dengan pembeli.

”Saat dilakukan penggeledahan Pelakupun tak bisa berkutik karena ditemukan barang bukti pada pelaku. Kemudian pelaku dan barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Rembang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Adapun barang bukti yang diamankan uang tunai sebesar Uang tunai sebesar Rp 277.000, tiga kertas grenjeng yang berisi rekapan penjualan nomor togel dan satu buah bolpoin warna biru.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku menjalani proses hukum di Rutan Polres Rembang akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP.

Editor: Supriyadi

Meresahkan, Satreskrim Polres Rembang Bekuk Pelaku Judi Togel Singapura

MuriaNewsCom, Rembang – Satreskrim Polres Rembang berhasil mengamankan pelaku perjudian jenis togel Singapura, Rabu (3/12/2018) kemarin. Pelaku yang diketahui bernama Aslikan (68) warga Desa Bajingjowo, Kecamatan Sarang ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Dikutip dari Humas Polres Rembang, kronologi penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat perihal perjudian yang kian meresahkan di Kecamatan Sarang. Informasi tersebut juga menyebut jika transaksi perjudian tersebut sering terjadi di jalan Desa Bajingjowo Sarang.

Mendapat laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan di tempat sesuai informasi masyarakat tersebut. Setelah beberapa kali pengintaian informasi tersebut benar adanya.

”Pelaku Aslikan bahkan tertangkap basah sedang melayani judi togel Singapura dengan pembeli,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Ibnu Suka, Kamis ( 4/1/2018).

Kapolres menjelaskan, mendapati fakta tersebut, Sat Reskrim Polres Rembang yang dipimpin Aiptu Sukardi langsung bertindak.

Saat dilakukan penggeledahan pelaku pun tak bisa berkutik karena ditemukan barang bukti pada pelaku kemudian Pelaku dan Barang Bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Rembang untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Barang Bukti berupa yang diamankan berupa Uang tunai sebesar Rp. 87.000,00 (delapan puluh tujuh ribu rupiah ) dan 7 (tujuh) lembar rekapan judi togel.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku menjalani proses hukum di Rutan Polres Rembang

Editor: Supriyadi

Hingga November, Polisi Tangkap 76 Pelaku Judi di Pati

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo tengah mengintrograsi para pelaku perjudian di Mapolres Pati, Kamis (9/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil mengungkap 59 kasus perjudian dari Januari hingga November 2017. Hal itu dikatakan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan dalam gelar perkara perjudian di Mapolres Pati, Kamis (9/11/2017).

Dari 59 kasus perjudian yang berhasil diungkap, polisi menangkap sebanyak 76 pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka. Ada beragam jenis kasus perjudian di Pati yang diungkap.

Rinciannya, judi togel sebanyak 46 kasus, judi dadu dan kartu domino sebanyak dua kasus, judi kartu remi tujuh kasus, serta judi sabung ayam dan rolet masing-masing satu kasus.

Penyebarannya hampir merata di semua kecamatan di Pati. Mereka sebagian besar terlibat dalam kasus perjudian togel. Adapun judi lainnya hanya beberapa saja,” kata AKBP Maulana.

Baca: Rumah Warga Gunungwungkal Pati Disatroni Maling

Sejumlah barang bukti yang diamankan, di antaranya uang dan telepon seluler yang digunakan untuk merekap judi togel. Pasalnya, bandar dan pengepul saat ini memanfaatkan smartphone untuk merekap data judi togel.

Banyaknya pelaku yang ditangkap dalam kasus tersebut membuat Pati termasuk daerah yang masuk zona rawan perjudian. Namun, Kapolres memastikan hal tersebut tidak bisa dijadikan indikator yang membuat Pati masuk katerogi rawan perjudian.

“Kasus yang kita ungkap ini, tergantung keaktifan aparat. Dengan kita mengungkap kasus judi yang ada, itu upaya proaktif kita. Bila tidak ungkap, seolah-olah itu rendah dan tidak ada perjudian. Tapi yang kita lakukan dalam rangka merespons dinamika yang ada dalam masyarakat,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Pati untuk proaktif melaporkan informasi perjudian kepada polisi. Selain itu, masyarakat diminta untuk melakukan langkah pencegahan dengan cara menghindari judi dalam bentuk apapun.

Editor: Supriyadi

Polisi Tangkap Tangan Pelaku Judi di Karanglegi Pati

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati gencar memberantas perjudian di wilayah Pati. Dalam beberapa waktu terakhir, polisi berhasil mengamankan belasan penjudi dari berbagai wilayah.

Salah satunya operasi tangkap tangan yang dilakukan petugas Polsek Wedarijaksa di Desa Karanglegi, Trangkil, Pati, Selasa (31/10/2017) malam.

Pelaku berinisial S (37), seorang pedagang warga Karanglegi RT 2 RW 2 ditangkap tangan polisi saat menerima uang taruhan dan angka tebakan judi togel yang ditulis melalui ponsel seluler.

“Anggota kami menerima informasi adanya judi togel di wilayah Karanglegi. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata informasi itu benar. Pelaku langsung ditangkap di teras rumahnya,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Eko Pujiono, Rabu (1/11/2017).

Dari hasil operasi tangkap tangan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai senilai Rp 120 ribu dan satu unit ponsel seluler yang digunakan untuk mencatat angka tebakan judi togel.

Pihaknya akan terus melakukan operasi penangkapan pelaku judi di wilayah Wedarijaksa dan Trangkil hingga tuntas. Hal itu untuk membuat efek jera bagi pelaku judi yang kerap bandel meski kerap dilakukan penangkapan.

Editor : Akrom Hazami

3 Pelaku Judi di Pati Diciduk Polisi dalam Waktu 2 Jam

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Tiga pelaku judi di Pati diciduk polisi pada Selasa (24/10/2017) malam. Ketiganya ditangkap dalam waktu tidak lebih dua jam.

Ketiga pelaku berinisial Sy (36) dan Sg (41), warga Desa Waturoyo, Margoyoso, serta K (37), warga Desa Cebolek, Margoyoso.

“Ketiganya dibekuk karena terlibat dalam penjualan judi togel jenis Hongkong. Mereka diamankan Unit Resmob dengan sejumlah barang bukti,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Rabu (25/10/2017).

Dari tiga pelaku, polisi mengamankan telepon seluler dan uang tunai. Salah satu pelaku, Sg mengaku mendapatkan komisi 30 persen untuk angka pasang JT, TT, BT dan komisi 10 persen untuk angka pasang cantik, trio, dan angka goyang.

“Hasil penyidikan menunjukkan, uang hasil pengumpulan uang judi togel itu disetorkan kepada seorang bandar berinisial G yang berdomisili di Juwana, Pati,” lanjutnya.

Ada pula yang disetokan kepada seorang bandar berinisial Kd dan Ks, warga Waturoyo, Margoyoso. Saat ini, polisi juga memburu para bandar judi.

“Kami tegaskan tidak ada kompromi untuk tindak kejahatan, termasuk judi. Kami ingin menciptakan suasana kondusif di Pati, karena banyak laporan dari masyarakat yang resah akibat merebaknya judi,” tegas Kompol Sundoyo.

Editor: Supriyadi

4 Penjudi Dadu Berhadapan dengan Polisi di Purworejo

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya saat memeriksa pelaku judi dadu di mapolres setempat. (Humas Polres Purworejo)

MuriaNewsCom, Purworejo – Asyik main judi dadu, empat warga Purworejo konangan polisi. Tepatnya di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.

Mereka adalah Tarkun Tri Kuntolo (56) warga Jenar Wetan; Dalijo (46) warga Jenar Kidul; Restu Bobby Agus Primadani (27) warga Jenar Kidul dan Setyojeki C (36) warga Bencorejo ditangkap polisi, Selasa (10/10/2017).

Berawal dari informasi dari masyarakat yang resah atas kegiatan yang dilakukan oleh keempat pelaku tersebut, hingga melaporkan ke polisi. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan mereka sedang main judi dadu kepyek.

Saat didatangi polisi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, mengatakan keempat pelaku sudah diamankan dan sekarang dalam pemeriksaan.

“Dari tangan pelaku dilakukan penyitaan barang bukti berupa 1 set peralatan dadu dan uang sebesar Rp 689.000. Selanjutnya barang bukti dibawa dan diamankan di Mapolres Purworejo,” katanya.

Keempat pelaku dipersangkakan melanggar pasal 303 KUHp dengan ancaman 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Berkilah, Suami Pembakar Istri di Jepara Ini Bilang Istrinya Mencoba Bunuh Diri

Ahmad Zainal Arifin (kanan) terduga pelaku pembakaran istrinya sendiri saat gelar perkara, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Zainal Arifin (26) terduga pelaku pembakaran istrinya sendiri MT (17) membantah telah membakar tubuh istrinya. Ia bahkan berkilah istrinya itu mencoba untuk bunuh diri.

Hanya keterangannya cenderung berubah-ubah. Keterangan pertama kepada polisi, ia mengaku sebab istrinya terbakar adalah kecelakaan.

Ia mengatakan, saat kejadian berlangsung, MT tengah mengisi botol kosong dengan pertalite untuk dijual. Karena mati lampu, istrinya mengambil lilin namun terpeleset sehingga terkena botol bbm tersebut, lalu terbakar. 

Baca Juga: Sadis, Suami di Jepara Ini Tega Bakar Istri

Hanya, saat disinggung terkait penyiraman kopi dan cek-cok yang terjadi, keterangannya kembali berubah. Ia bahkan berdalih, sang istri berusaha bunuh diri setelah ada pertengkaran.

“Tidak, saya tidak membakar istri saya. Dia yang mau bunuh diri. Saat itu memang saya menyiramkan kopi ke tubuh istri saya, namun dia yang ambil pertalite sendiri dan menyiramkan ketubuhnya lalu dia ingin bunuh diri,” akunya, Senin (25/9/2017). 

Meskipun berkilah, polisi tetap pada pendirian menetapkan Zainal sebagai tersangka kasus tersebut. Hal itu karena, pada saat rekonstruksi, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. 

“Kita menemukan kejanggalan dalam proses rekonstruksi di TKP, sehingga kita amankan suaminya. Selain itu ada bukti baru yakni pengakuan MT,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Selain itu dari penyelidikan polisi, peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (16/9/2017) malam itu berawal saat pelaku pamit begadang dan meminta uang kepada istrinya sekitar pukul 21.30 WIB.

Namun, sang istri tak memberi, karena takut digunakan untuk berjudi. Akan tetapi Zainal nekat dan mengambil uang dari toko, kemudian pergi dari rumah. 

Tak berselang lama, pada pukul 22.30 WIB Zainal pulang lagi ke rumahnya yang terletak di Desa Sowan Kidul RT 02 RW 03, Kecamatan Kedung. Saat itu ia melihat istrinya MT sedang tiduran di depan televisi.

Lalu tanpa alasan yang jelas Zainal lantas menyiramkan kopi ke muka MT. Selain itu, pelaku juga sempat membanting beberapa perabotan yang ada di rumah tersebut.

Karena takut, MT langsung menuju kamar setelah membersihkan noda kopi. Setelah keadaan mereda, MT kembali lagi ke ruangan televisi. Setelahnya pasangan itu berada di tempat yang sama, namun tak saling bicara.

Beberapa saat kemudian, Zainal diam-diam pergi ke toko dan mengambil bbm jenis pertalite kemudian disiramkan ke tubuh istrinya, lalu terjadilah peristiwa kebakaran. 

Beruntung, saat itu MT sempat menyelamatkan diri dengan pergi ke kamar mandi lalu menyiramkan air ke tubuhnya.

Editor: Supriyadi

Sadis, Suami di Jepara Ini Tega Bakar Istri

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho (dua dari kanan) meminta keterangan pelaku pembakaran saat gelar perkara, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Zainal Arifin (26) menjadi pesakitan karena disangkakan membakar istrinya sendiri MT (17). Akibat perbuatan suaminya, kini MT harus dirawat di RSUD Kartini karena menderita luka bakar 40 persen, disekujur tubuhnya. 

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/9/2017) malam. Rentetan peristiwa terjadi mulai pukul 21.30 WIB, Zainal pamit begadang dan meminta uang kepada istrinya.

Namun, sang istri tak memberi, karena takut digunakan untuk berjudi. Akan tetapi Zainal nekat dan mengambil uang dari toko, kemudian pergi dari rumah. 

Tak berselang lama, pada pukul 22.30 WIB Zainal pulang lagi ke rumahnya yang terletak di Desa Sowan Kidul RT 02 RW 03, Kecamatan Kedung. Saat itu ia melihat istrinya MT sedang tiduran di depan televisi.

Lalu tanpa alasan yang jelas Zainal lantas menyiramkan kopi ke muka MT. Selain itu, pelaku juga sempat membanting beberapa perabotan yang ada di rumah tersebut.

Karena takut, MT langsung menuju kamar setelah membersihkan noda kopi. Setelah keadaan mereda, MT kembali lagi ke ruangan televisi. Setelahnya pasangan itu berada di tempat yang sama, namun tak saling bicara.

Beberapa saat kemudian, Zainal diam-diam pergi ke toko dan mengambil bbm jenis pertalite kemudian disiramkan ke tubuh istrinya, lalu terjadilah peristiwa kebakaran. 

Beruntung, saat itu MT sempat menyelamatkan diri dengan pergi ke kamar mandi lalu menyiramkan air ke tubuhnya.

“Kami sudah melakukan proses rekonstruksi di TKP dan meminta keterangan MT,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Editor: Supriyadi

Asyik Main Judi di Lokalisasi, 2 Warga Bojonegoro dan 1 Warga Blora Ditangkap Polisi

Tiga pelaku judi di kawasan lokalisasi Nglebok, Tambakromo Cepu. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Anggota Unit Reskrim Polsek Cepu, Polres Blora menangkap tiga pelaku judi di kawasan lokalisasi Nglebok, Tambakromo Cepu. Terungkapnya tindak pidana perjudian tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Cepu yang mendapat informasi tersebut, langsung melakukan lidik untuk memastikan kebenaran informasi adanya praktek perjudian.

Setelah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) praktik perjudian ternyata benar. Petugas pun langsung menangkap tiga tersangka pelaku Judi Song dengan menggunakan kartu remi pada hari Senin (11/09/2017) malam, sekira pukul 23:45 WIB, di rumah salah satu tersangka yang tinggal Lokalisasi Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Blora.

Ketiganya langsung dikeler ke Polsek Cepu beserta barang bukti yang berhasil ditemukan. Yakni satu set kartu remi sejumlah 52 lembar dan uang tunai Rp 1.562.000 .

”Setelah dipastikan adanya praktik perjudian di lokasi, petugas langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan,” jelas Kapolsek Cepu AKP Selamet, Selasa (12/09/17).

Dikutip dari laman resmi Polres Blora, tiga tersangka kasus Judi yang diamankan ini bernama Suyono (53) alamat lokalisasi Nglebok, Tambakromo Cepu, Joko Sudiro (55), warga Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dan Sutrisno (55) warga Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro (Jatim).

Untuk sekarang ini, lanjutnya, ketiga pelaku perjudian beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolsek Cepu untuk proses penyidikan lebih lanjut.

”Akibat perbuatanya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” tegas AKP Selamet.

Editor: Supriyadi

4 Penjudi di Purwokerto Harus Berhadapan dengan Polisi

Barang bukti dari pelaku judi diamankan di Mapolsek Purwokerto Timur, Kabupaetn Banyumas. (PID Promoter Humas Polres Banyumas)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Empat orang laki-laki pelaku judi ditangkap Polsek Purwokerto Timur, Purwokerto.  Mereka tertangkap basah bermain judi di teras rumah Jalan Masjid Gang 4, Sokanegara, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Para pelaku tersebut berinisial SKY (57), IWN (41), SRS (60) dan TUR (47) diamankan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Purwokerto Timur, Polres Banyumas.

Baca : Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Kapolsek Purwokerto Timur Kompol Gusman Fitra, mengatakan, berdasarkan informasi warga di sekitarnya, mereka sebenarnya sudah lama bermain judi bahkan sudah pernah diperingatkan oleh petugas namun tidak dihiraukannya.

“Untuk memastikan informasi tersebut, kami melakukan penyelidikan dan setelah betul dan A1 kami bergerak, kami tangkap mereka berikut barang buktinya yaitu 2 set kartu remi dan uang tunai Rp 255 ribu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Asyik Main Judi Capjikia, 6 Warga Ditangkap Polisi di Solo

FOTO ILUSTRASI (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil mengungkap kasus judi capjikia dengan membekuk enam pelaku. Seorang di antaranya perempuan sebagai tambang atau penjual di Jalan Pattimura, Kampung Kemlayan, Kecamatan Serengan, Solo.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo melalui Kapolsek Serengan Kompol Giyono di Solo, Kamis (31/8/2017)  mengatakan enam pelaku judi tersebut yakni Sangadi (29) warga Tipes Serengan Solo, Sukardi Siswomartoyo (61) warga Balakan Polokarto Sukoharjo, Sri Sanyo (62) warga Dawung Kulon Serengan Solo, Suroto (28) warga Joyotakan Serengan Solo, Yulianto (23) warga Joyotakan Serengan dan Kristiani (38) warga Dawung Tengah Serengan Solo.

Menurut Giyono, salah satu pelaku Kristiani diduga sebagai sebagai tambang Capjikia, sedang tersangka lainnya pemasang. “Kami juga berhasil menyita sejumlah barang bukti antara lain enam buah handphone, dua lembar kertas rekapan, alat tulis bolpoin, uang tunai Rp216.000,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut berkat adanya laporan masyarakat bahwa Jalan Pattimura Serengan Solo sering jadi arena judi capjikia. Polisi melakukan penyelidikan ke lokasi dan menemukan enam orang sedang melakukan transaksi.

“Kami langsung menangkap enam orang pelaku dan salah satunya sebagai tambang atau penjual judi capjikia, pada Rabu (30/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Keenam pelaku lasngung dibawa ke Mapolsek Serengan untuk pemeriksaan dan proses hukum,” katanya.

Oleh karena itu, untuk tersangka judi tersebut diduga melakukan tindak pidana dengan dijerat pasal 303 KUHP, tentang Perjudian, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun. Capjikia merupakan judi menggunakan kartu ceki yang hanya diambil 12 kartu dari keseluruhan kartu ceki. Salah satu kartu dipilih oleh bandar kemudian diletakkan atau dimasukkan dalam kotak tertutup kemudian digantung.

Para pejudi membeli kupon yang disediakan oleh bandar melalui agen atau tambang untuk menebak salah satu dari 12 kartu ceki, kalau beruntung akan mendapat beberapa kali lipat dari uang taruhan.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemotor Lari saat Razia Lalu Lintas, Ternyata Isi Motornya Bikin Kaget Polisi Grobogan

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa (kiri) dan anggotanya sedang menunjukkan nota dan ramalan judi Capjiki yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) kembali menggelar Operasi Simpatik di jalan Solo km 4,5, Jumat (10/3/2017). Kegiatan yang dilangsungkan di depan kantor Dishub itu awalnya berjalan lancar. Namun, menjelang waktu Jumatan, kegiatan razia sempat diwarnai aksi pengejaran terhadap pelanggar lalu lintas yang mencoba lari ke areal sawah.

Peristiwa ini bermula ketika ada pengendara motor berboncengan naik Honda Beat yang melaju dari arah selatan. Pengendara motor yang tidak pakai helm tersebut mendadak langsung putar balik begitu melihat kalau beberapa meter di depannya ada razia.

Melihat ada pelanggar, beberapa anggota polisi langsung mengejar. Ketika diminta menepi, pengendara dan pemboncengnya malah meninggalkan motornya di pinggir jalan. Selajutnya, keduanya malah berupaya lari ke areal sawah.

Lantaran curiga, anggota akhirnya mengejar pelanggar lalu lintas yang kabur. Namun, dari dua orang, hanya satu yang tertangkap. Yakni, seorang remaja berinisial Rb yang statusnya masih pelajar SMK.

Pelajar yang saat itu merupakan pembonceng selanjutnya dibawa ke halaman kantor Dishub berikut sepeda motor yang ditinggalkan di pinggir jalan. Saat diperiksa lebih lanjut, pada sepeda motor terdapat satu dus yang berisi ribuan bendel buku kecil dan ratusan lembar fotokopian.

Ketika dibuka, anggota sontak kaget. Sebab, buku kecil itu ternyata sebuah nota pembelian judi capjiki dengan label Eyang Galogosari Randublatung. Sedangkan lembaran kertas fotokopian merupakan ramalannya.

“Isinya ternyata buku nota dan ramalan judi capjiki. Jumlahnya ada ribuan. Selanjutnya, kasus ini kita limpahkan pada Satreskrim untuk ditangani lebih lanjut,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa pada wartawan.

Menurut Panji, pembonceng yang diamankan mengaku tidak tahu soal nota dan ramalan tersebut. Sebab, ia awalnya hanya diajak temannya untuk mengantarkan barang tanpa mengetahui tempat tujuannya.

Ditambahkan, motor bernomor polisi K 4371 EZ yang dipakai pengendara itu tidak dilengkapi spion. Kemudian, pajak kendaraannya sudah terlambat dan tidak dibayarkan.

Editor : Akrom Hazami

Bandar Judi Capjiki di Grobogan Diringkus

Kapolres Grobogan Agusman Gurning saat meminta keterangan Wahyudi ketika gelar perkara di mapolres setempat, Kamis (9/3/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan kembali berhasil meringkus beberapa pelaku tindak perjudian jenis Capjiki dalam waktu dan tempat berbeda, Rabu (8/3/2017). Di antara pelaku ini disebut-sebut merupakan salah satu bandarnya. Yakni, Wahyudi (51), warga Desa Depok, Kecamatan Toroh.  

Selain Wahyudi, dua orang anak buahnya ikut pula diamankan. Yakni, Slamet (41) dan Karmain (41), keduanya juga warga Desa Depok.

Di samping pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, uang tunai Rp 748 ribu, dan sejumlah ponsel. Kemudian, ada pula ramalan, kupon judi dan beragam alat tulis yang ikut diamankan.

“Ketiga pelaku judi ini kita amankan saat berada di rumahnya,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (9/3/2017) sore.

Saat ditanya Kapolres, Wahyudi mengaku, tiap hari bisa dapat omzet sekita Rp 15 juta. Dalam sehari, judi capjiki biasa buka lima putaran.

Agusman menyatakan, dalam kurun waktu Januari hingga minggu kedua bulan Maret 2017 ini, pihaknya sudah mengamankan pelaku perjudian sebanyak 29 orang. Pelaku ini diamankan dari 26 tempat kejadian perkara (TKP).

“Bulan Januari, ada 7 TKP dengan jumlah tersangka 9 orang. Kemudian, Februari ada 10 TKP dan 12 tersangka. Sementara bulan Maret ini sudah ada 11 orang yang diamankan dari 9 TKP,” jelasnya.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Apes! Ngumpet di Pinggir Sawah, Penjual dan Pembeli Capjiki Digerebek Polisi Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan, meringkus tiga warga Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, yang kedapatan terlibat dalam masalah perjudian jenis Capjiki, Senin (27/2/2017). Dari tiga orang ini, dua orang di antaranya tertangkap basah saat bertransaksi judi di sebuah warung di areal persawahan di luar dusun tersebut. Masing-masing, Suyut (54), pemilik warung yang bertindak selaku penjual atau tambang dan Sukar (47), selaku pembeli.

Dari penangkapan keduanya, akhirnya muncul satu nama lagi. Yakni, Sukarman (49) selaku pengepul atau agen judi. Ketiganya, kemudian digelandang petugas ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 460 ribu yang merupakan omzet penjualan Capjiki putaran ketiga dan laba putaran kedua sebesar Rp 60 ribu. Selain itu, petugas juga mengamankan kupon rekapan judi, satu set karbon, alat tulis, dan tiga unit telepon seluler (ponsel). Kemudian, beberapa lembar ramalan judi Capjiki ‘Eyang Soemoe’ juga disita sebagai barang bukti perjudian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Ada masyarakat yang menyebutkan jika di warung pinggiran sawah tersebut sejak beberapa waktu terakhir dipakai untuk bertransaksi judi jenis Capjiki.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk memantau lokasi tersebut selama beberapa hari. Dari pantauan yang kita lakukan, informasi masyarakat tersebut benar adanya dan akhirnya pelaku perjudian berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,” kata Agung, Selasa (28/2/1017).

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Penjual Judi Keliling Kepergok Polisi saat Beroperasi di Grobogan

judiMuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah lebih 50 orang yang sudah diringkus namun para penjual judi di Grobogan seolah tidak ada kapoknya. Indikasinya, aparat Polres Grobogan kembali berhasil meringkus penjual judi cap ji kia di wilayah Kecamatan Kedungjati, Kamis (17/1/2017).

Penjual judi yang ditangkap diketahui bernama Eko Tristiyono alias Kolek (34), warga Desa Karanglangu. Penjual judi yang beroperasi kelilingan itu ditangkap saat mau melayani seorang pelanggannya di pinggiran jalan sekitar pukul 13.00 WIB.

Ditemukannya sejumlah barang bukti perjudian membuat pelaku ini hanya bisa pasrah saat digelandang polisi. Dari keterangan Eko, muncul satu nama yang diduga sebagai agen atau pengepul. Yakni, Uad Riyanto alias Kayut (19), warga Karanglangu.

Selanjutnya, polisi mencari keberadaannya dan akhirnya bisa menemukan Kayut di rumah orang tuanya. Saat didatangi polisi, agen judi ini kedapatan sedang merekap omset jualan judi.

Dari kedua pelaku tindak perjudian itu, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti perjudian. Antara lain, sejumlah uang tunai, ada satu unit ponsel , ramalan dan alat tulis.

Kapolsek AKP Sapto menyatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis cap ji kia di Desa Karanglangu. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Kedua pelaku kita amankan tanpa perlawanan dan kasusnya masih kita selidiki lebih lanjut. Kami akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Penjual Judi Cap Ji Kia Grobogan Kepergok Pak Polisi Saat Hitung Keuntungan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Nasib sial menimpa Suprapto (36) dan Prabowo (25), dua penjual judi cap ji kia di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Saat lagi asyik menghitung laba hasil jualan kupon selama dua putaran, keduanya disergap polisi.

Kedatangan polisi yang tidak disangka-sangka itu sontak bikin kedua penjual judi itu kaget bukan kepalang. Lantaran tertangkap basah, keduanya langsung manut ketika digelandang ke Mapolres Grobogan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang didapat menyebutkan, penangkapan kedua penjual judi itu berlangsung Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi penangkapan dilakukan di rumah Purnomo, warga Rowosari.

Selain kedua pelaku, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 174.000 hasil laba yang di dapat dalam putaran kedua. Kemudian, uang tunai Rp 253.000 hasil penjualan judi putaran ketiga dan keempat. Selain itu, ada satu unit ponsel, kalkulator, ramalan dan alat tulis yang disita dari kedua penjual judi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menyatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis cap ji kia di Desa Rowosari. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Kami akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat. Selama tahun 2016 lalu, kita sudah mengamankan lebih dari 50 pelaku perjudian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Jual Judi Togel 3 Jam Dapat Rp 2 Juta di Undaan Kudus, Simak Kisahnya

polisi-nyamar-2

Polisi meminta keterangan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (11/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaku judi togel, Sutiyono (30) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, menceritakan pendapatannya yang wow kepada polisi setempat. Dari bisnis haramnya itu dia bisa mendapatkan uang Rp 2 juta dengan waktu kerja 3,5 jam.

Sutiyono mengatakan dia biasa beroperasi menjual judi togel setiap pukul 19.00 WIB dan ditutup pada pukul 22.30 WIB. “Biasanya yang nombok nomor bisa sampai 70 orang. Jumlah yang nombok itu bervariatif dengan minimal pembelian Rp 1.000 saja. Namun, satu orang yang nombok rata-rata bisa beli sampai lima nomor variasi,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Rabu (11/1/2017).

Warga yang ikut tombok judi togel tidak hanya dari dalam wilayah. Tapi juga dari daerah sekitar, bahkan dari luar Jawa.  Untuk model yang digunakan adalah dengan sistem SMS. Warga yang hendak ikut togel dapat mengirimkan SMS kepadanya beserta nominal tombokan. SMS tersebut kemudian direkap dan siap untuk diundi pemenangnya. “Pengumuman jam 23.00 WIB hasilnya sudah keluar. Makanya jam 22.30 WIB untuk ikut togel ditutup untuk persiapan undian dan juga diumumkan,” ujarnya.

Kapolsek Undaan AKP Anwar menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya menelusuri sampai dengan bandarnya yang kini masih diburu. Dia berharap partisipasi masyarakat dalam menertibkan judi togel. “Kami pasti merahasiakan apa yang masyarakat informasi kepada kami. Dan kami akan tindaklanjuti,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tangkap Penjudi Togel, Kapolsek Undaan Kudus Nyamar jadi Pembeli di Warung Kopi

Polisi saat memperlihatkan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (Tribratanewskudus)

Polisi saat memperlihatkan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Undaan AKP Anwar menangkap pelaku judi togel di wilayahnya di warung kopi Desa Kalirejo, Selasa (10/1/2017) malam.

Uniknya, penangkapan pelaku judi togel dilakukan setelah kapolsek menyamar sebagai warga pada umumnya. Yakni mengenakan pakaian biasa layaknya pengunjung warung.

Anwar bergerak setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya praktik judi togel. Begitu dicek ke lokasi, ternyata info itu benar terjadi.

“Saya datang dengan pakaian bebas ke warung yang dimaksudkan. Kemudian benar saja kalau ada kegiatan judi jenis togel,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Undaan, Rabu (11/1/2017).

Dia bersama tiga anggota segera melabraknya dan melakukan penangkapan tukang judi togel. Pelaku adalah Sutiyono (30) warga setempat. Dari penindakan, polisi mengamankan  barang bukti uang kertas tunai berbagai pecahan sejumlah Rp 758.000, dua unit ponsel, enam lembar rekapan kupon togel serta tas kecil.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan aksinya selama setahun terakhir. Pelaku diancam pidana melanggar Pasal 303 KUHP yang  ancaman pidananya 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Sekdes Bugel Gantikan Posisi Kades yang Konangan Judi Dadu di Grobogan

 

Camat Godong Mundakar menyerahkan SK Bupati Grobogan pada Pj Kades Bugel Susilo Budi Wahono di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Camat Godong Mundakar menyerahkan SK Bupati Grobogan pada Pj Kades Bugel Susilo Budi Wahono di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni akhirnya menetapkan Sekretaris Desa Bugel, Kecamatan Godong, Susilo Budi Wahono menjadi Pejabat (Pj) kepala desa setempat. Acara penyerahan SK dilakukan Camat Godong Mundakar kepada pejabat baru, Rabu (4/1/2017).

Sebelumnya, pelayanan di desa tersebut sempat terhambat beberapa bulan. Gara-garanya, Kepala Desa Bugel Imam Setiyadi berurusan dengan hukum karena tertangkap tangan saat berjudi dadu pada Selasa (22/12/2015) lalu.

Akibat terlilit kasus ini, Imam mendapat vonis 10 bulan kurungan. Buntutnya, yang bersangkutan akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Bugel, beberapa bulan lalu.

Camat Godong Mundakar menyatakan, setelah pejabatnya kosong karena diberhentikan, sudah sempat ada stafnya yang ditunjuk jadi Pj Kades Bugel. Namun, kinerja Pj ini tidak bisa maksimal karena juga mengemban tugas di kecamatan.

“Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, Sekdes Bugel ditetapkan jadi Pj Kades biar pelayanan masyarakat bisa lebih optimal. Kinerja Sekdes Bugel selama ini cukup bagus dan saya rasa mampu mengendalikan roda pemerintahan desa karena pengalamannya sudah lama jadi perangkat,” katanya.

Acara penyerahan SK Pj Kades Bugel juga dihadiri jajaran Muspika Godong. Selain itu, anggota LPMD, BPD, Ketua RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Bugel juga hadir dalam kesempatan itu.

Menurut Mundakar, pejabat yang baru diminta untuk memahami tugas dan kewajibannya sesuai dengan aturan baru mengenai desa dan perangkat desa. Dalam menjalankan tugasnya, pejabat baru diminta untuk melibatkan berbagai komponen terkait, seperti LPMD dan BPD.

“Pejabat Kades ini akan mengemban amanah hingga tahun 2019, sesuai masa berakhirnya jabatan kades sebelumnya. Setiap enam bulan atau semester, kinerjanya akan kita evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Pj Kades Bugel Susilo Budi Wahono menyatakan, meski berat namun jabatan yang diemban adalah suatu amanah yang besar harus dilaksanakan. Untuk itu, dia akan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun dan memajukan desa.

Editor : Akrom Hazami

Penjudi Togel Nyamar jadi Pedagang Warung Kopi, Akhirnya Konangan Polisi di Kudus

judi-togel-o

Pelaku judi togel Shodiq ditangkap, berikut barang buktinya dan diamankan di Mapolsek Gebog, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Sektor Gebog telah berhasil mengamankan pelaku judi togel, Shodiq (60), di warung kopi di Klumpit, Gebog, Kudus, Senin, (19/12/2016) malam.

Pelaku merupakan warga Desa Klumpit, RT 02 RW 05, Gebog, Kudus. Kronologi kejadian, pada Senin, saksi Heri Riyanto (35) anggota Polri warga Dersalam Bae, dan Sukamto (28) anggota Polri warga Rahtawu Gebog, menindak lanjuti laporan dari masyarakat tentang dugaan tindak pidana judi togel.

Togel dilakukan di warung kopi milik pelaku. Setiap hari, pelaku menjajakan togel dari warung kopinya. Polisi menangkap pelaku, berikut dua lembar potongan kertas rekapan bukti pasangan angka. Disertai dengan nominal uang, yang dipertaruhkan serta satu unit ponsel yang digunakan sebagai sarana pesan atau pasang angka togel.

Polisi membawa pelaku ke Polsek Gebog guna penyidikan lebih lanjut. Dengan demikian pelaku dijerat dengan Pasal yang dilanggar 303 KUHP.

Editor : Akrom Hazami

 

Asyik Berjudi Togel, Konangan Polisi di Blora

Pelaku judi Supingi saat dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Pelaku judi Supingi saat dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polres Blora mengungkap kasus judi jenis togel yang biasa beroperasi di wilayah setempat, Jumat (18/11/2016). Pelaku adalah Supingi (49) warga Dukuh Bakal RT 01/ RW 04, Desa Andongrejo, Kecamatan/Kabupaten Blora. Pelaku ditangkap saat melakukan perjudian togel dengan menggunakan taruhan uang.

Dalam penangkapan tersebut ditemukan beberapa barang bukti uang hasil penjualan togel tanggal 15-16 November 2016 sebesar Rp 876 ribu,uang hasil penjualan togel tanggal 17 November 2016 sebesar Rp 114 ribu, dua buah buku kupon togel sudah terisi, 1 buah buku kupon togel yg belum terisi, 1 lembar kertas bertuliskan angka keluar togel, 1 bandel tindasan judi togel, 1 buah bolpoin.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Blora guna penyidikan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto membenarkan penangkapan tersebut. Kapolres Polres Blora AKBP Surisman mengapresiasi penangkapan tersebut, dan ucapan terima kasih kepada Satuan Reskrim Polres Blora yang telah mengungkap kasus tersebut.

AKP Asnanto, menyatakan setiap pemasang yang bermain judi online tersebut akan mendapatkan keuntungan enam kali lipat setiap pasang. Rata-rata mereka memasang nomor dua angka meski ada empat angka yang akan keluar setiap tengah malamnya. “Pelaku yang menjadi tempat pemasangan yang rata-rata kenalan teman dan tetangganya bertemu dengan bandar lewat internet. Jika pasang seribu pemasang akan dapat enam kali lipat yakni 60 ribu,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami