Hebat! Gadis Cantik Anak Sopir di Lasem Ini Juarai Olimpiade Sains di Thailand

MuriaNewsCom, Rembang – Prestasi yang diraih gadis cantik asal Dukuh Lemahbang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, ini sangat membanggakan. Meski berasal dari desa dan hanya anak sopir truk, Khuzyia Rizqi Triavi Ananda (21) berhasil mengukir prestasi internasional.

Gadis ini berhasil keluar sebagai juara pada Olimpiade Sains di Thailand, yang digelar 2-6 Februari 2018 lalu. Untuk mengikuti even ini, mahasiswi semester enam Fakultas Biologi Undip Semarang ini bersama dua rekannya harus mengeluarkan kocek sendiri untuk sampai ke Thailand.

Pasalnya, biaya delegasi dari fakultas dan universitas yang diwakilinya belum cair. Meski demikian, Nanda tetap bertekat dan membuktikan kualitasnya. Meskipun ia harus bersaing dengan ratusan mahasiswa cerdas dari Negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura.

Ayah Nanda bernama Yudi, berprofesi sebagai sopir truk, sedangkan ibunya bernama Rustiah seorang pedagang ikan di Pasar Lasem.

Yudi mengaku, untuk mendukung prestasi anaknya, ia rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Untuk mengurus paspor dan visa saja, ia harus rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah agar anaknya ikut lomba.

“Untuk mengurus paspor dulu itu empat juta rupiah, sedangkan biaya tiket pesawat lima juta rupiah, itu belum yang lain-lain, gak terhitung,” kata Yudi.

Untuk biaya kuliah, persemester Yudi mengaku harus mengeluarkan Rp 19 juta untuk ongkos kuliah dan biaya hidup. Karena, jurusan yang diambil adalah biologi yang membutuhkan banyak praktek.

“Per semester itu Rp 4,5 juta, setiap pekannya Rp 500 ribu. Soalnya jurusan yang diambil anak saya itu banyak yang praktek untuk beli bahan-bahan itu,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku sangat bangga karena putrinya mampu mengukir prestasi internasional. Ia mengaku tak segan mendukung putrinya, apalagi sejak SMP dan SMA Nanda sudah terlihat prestasinya, dengan memenangi sejumlah lomba.

Editor : Ali Muntoha

Hebat! SDN 4 Purwodadi Grobogan Jadi Juara Lomba Budaya Mutu Tingkat Nasional

Kepala Sekolah SDN 04 Purwodadi Widarti usai menerima penghargaan juara I Lomba Budaya Mutu tingkat nasional untuk kategori komponen pembelajaran yang dilangsungkan di Jogjakarta. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan diraih Kabupaten Grobogan dalam bidang pendidikan. Hal ini menyusul keberhasilan SDN 04 Purwodadi, Grobogan meraih juara Lomba Budaya Mutu tingkat nasional untuk kategori komponen pembelajaran.

Grand final Lomba Budaya Mutu dilangsungkan di Jogjakarta 7-9 November. Lomba yang baru digelar ketiga kalinya itu diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SD Kemendikbud.

Pada tahap I atau penjaringan, ada lebih 500 SD negeri rujukan yang ikut serta. Setelah diseleksi, hanya terpilih 217 sekolah yang masuk grand final.

Dalam lomba itu, ada tiga kategori atau bidang penilaian yang ditetapkan. Yakni, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), komponen pembelajaran dan ekstra kurikuler.

“Dalam lomba itu, kami dapat juara I untuk kategori komponen pembelajaran. Kepastian juara diumumkan Kamis malam,” kata Kepala Sekolah SDN 04 Purwodadi Widarti pada wartawan, Jumat (10/11/2017).

Ia menjelaskan, dalam lomba tersebut ada tiga hal yang dinilai dengan bobot penilaian berbeda. Yakni, portofolio dengan bobot 20 persen, visitas dan presentasi yang masing-masing bobot nilainya 40 persen.

“Untuk visitas atau penilaian lapangan sudah dilakukan jauh sebelum grand final. Yakni, tanggal 25 September lalu,” katanya didampingi guru kelas V Sawijo yang bertindak selaku guru pendamping dalam lomba tersebut.

Dalam komponen pembelajaran itu ada beberapa unsur didalamnya. Antara lain, perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi.

Widarti mengaku, keberhasilan meraih juara I untuk kategori komponen pembelajaran itu sungguh diluar dugaan. Soalnya, dalam grand final itu, saingannya dirasa cukup berat. Terutama sekolah yang berasal dari kota besar. Selain itu, keikutsertaannya mengikuti lomba budaya mutu itu baru pertama kali ini dilakukan.

“Sebelumnya kami sempat ragu ketika diminta untuk ikut lomba ini. Namun, berkat dorongan dan kepercayaan yang diberikan, kami berupaya untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Alhamdulillah, kami akhirnya bisa jadi juara. Terima kasih atas dukungan dari dinas dan beberapa pihak lainnya,” imbuhnya. (NAK)

Editor: Supriyadi

Sepak Takraw Jepara Juara Piala Bupati Brebes 2017

Tim sepak takraw Jepara berhasil mendulang prestasi setelah menyabet gelar juara di Piala Bupati Brebes. (PSTI Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim sepak takraw asal Jepara merengkuh gelar juara pada Kejuaraan yang memperebutkan piala Bupati Brebes. Event yang dilangsungkan dari Jumat-Minggu (13-15/10/2017) itu mengambil tempat di GOR Sasana Adi Karsa Kabupaten Brebes. 

Noor Cholis pelatih pendamping mengatakan, pada kejuaraan kali ini tim Jepara menyapu bersih dua gelar untuk regu putra dan putri. Dengan hasil ini, ia mengaku telah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pengurus. 

“Hasil ini sesuai dengan target yang kami tetapkan, alhamdulilah prestasi ini harus kita pertahankan dan ditingkatkan di level nasional,” ucapnya, Senin (16/10/2017).

Ia menjelaskan, kejuaraan ini merupakan inisiasi dari Persatuan Sepaktakrawi Seluruh Indonesia Brebes yang bekerjasama dengan PSTI Jateng. Ajang ini diadakan sebelum kualifikasi Porprov.

Pengurus PSTI Jepara Suko Hartono mengatakan, kemenangan ini merupakan modal penting bagi timnya. “Kemenangan ini menambah modal percaya diri atlet untuk menghadapi babak kualifikasi porprov yang akan digelar di Jepara awal bulan November,” jelasnya. 

Adapun, pada pertandingan di regu putra, tim dari Jepara mengandaskan tim Cilacap dengan skor akhir 2-0. Hal yang sama dilakukan pada tim putri Jepara yang menumbangkan tuan rumah dengan skor 2-0. 

Editor: Supriyadi

Kudus Sabet 3 Juara 1 Nasional  Ajang Bergengsi

Juara 1 kategori IPA kelas 4 Samuel Alexander Surya dengan total nilai 880 dari SD Masehi berfoto bersama kepala sekolah. (ISTIMEWA).

Juara 1 kategori IPA kelas 4 Samuel Alexander Surya dengan total nilai 880 dari SD Masehi berfoto bersama kepala sekolah. (ISTIMEWA).

MuriaNewsCom, Kudus –Ajang lomba bergengsi tingkat Nasional Prime Competition of Mathematics and Science (PRIME.COMS) yang diadakan oleh lembaga bimbingan belajar Prime Generation yang berpusat di Yogyakarta bertajuk Olimpiade  setingkat OSN dengan kategori Matematika dan IPA yang diikuti oleh peserta seluruh Indonesia khusus SD kelas 3, 4, 5, dan 6.

Olimpiade yang diselenggarakan Prime Generation ini sangat berbeda dengan yang lainnya, karena dalam finalnya tidak lagi menggunakan “paper”, namun menggunakan CBT (Computer Base Test) secara online.

Ajang lomba tingkat nasional ini banyak diminati orang tua siswa karena untuk menambah pengalaman putra-putrinya. Kebanyakan para siswa belum pernah menggunakan CBT. Orang tuapun penasaran dan sangat antusias. Acara ini diselenggaran dua kali, yang pertama babak penyisihan yang diadakan di tiap-tiap cabang seluruh indonesia dan disaring untuk maju ke babak final.

Alhasil, lewat Prime Generation cabang Kudus yang beralamat di Jalan Sunan Muria Nomor 24 Kabupaten Kudus, menyabet sekaligus 3 juara 1 nasional.

Juara 1 kategori IPA kelas 4 diraih oleh Samuel Alexander Surya dengan total nilai 880 dari SD Masehi, putra dari Surya Timotius dan Eny Christiana ini lahir di Kudus 1 September 2007 dan sangat gemar membaca sejak dari kecil.

Kategori Matematika kelas 3 diraih oleh Nicole Widjaya dari SD Cahaya Nur Kudus. (ISTIMEWA)

Kategori Matematika kelas 3 diraih oleh Nicole Widjaya dari SD Cahaya Nur Kudus. (ISTIMEWA)

Kategori Matematika kelas 3 diraih oleh Nicole Widjaya, kelahiran Semarang 8 Maret 2008 putri dari pasangan Naga Widjaya dan Deby. Sifatnya yang ceria selalu membuat orang kagum dengan si kecil Nicol dari SD Cahaya Nur. Nilai yang diperoleh Nicol mencapai 850.

Kategori Matematika kelas 4 juga diraih dari salah satu siswa berprestasi dari SD Cahaya Nur, Steven Darren Wijaya kelahiran Semarang 15 Januari 2007 perolehan nilai 880. Darren merupakan putra dari pasangan Henny Wijaya dan Lili Dwi Wahyu.

Masing-masing juara mendapatkan trofi, medali, dan total hadiah senilai Rp 7.050.000 yang berupa uang tunai Rp 500.000, biaya bimbingan selama satu tahun senilai Rp 6.000.000 dan akses Prime Mobile senilai 550.000.

Prime Mobile merupakan media belajar online Prime Generation yang dapat diakses 24jam. Penyerahan hadiah diberikan langsung oleh Manager Prime-G Kudus Nitami Lusiana yang sering dipanggil kak Tami pada Senin (28/11) di SD Masehi.

Kategori Matematika kelas 3 diraih oleh Nicole Widjaya dari SD Cahaya Nur Kudus. (ISTIMEWA)

Kategori Matematika kelas 4 siswa berprestasi dari SD Cahaya Nur, Steven Darren Wijaya foto bareng ibu Lili Dwi Wahyu. (ISTIMEWA)

Hal itu disambut dengan suka cita oleh Subekti Kusumadewi selaku kepala SD Masehi, dan di SD Cahaya Nur bersama Suster Krista Yustina Susilowati selaku kepala sekolah.

Melihat potensi generasi dari Kabupaten Kudus membuat semangat tersendiri bagi tim Prime-G Kudus untuk rutin tiap tahun melaksanakan olimpiade sejenis.

Editor : Akrom Hazami