Gelar Operasi Pasar di Pecangaan, Dua Ton Beras Ludes Dalam Satu Jam

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelontor Pasar Pecangaan dengan dua ton beras. Dalam kurun waktu satu jam, beras kualitas medium langsung tandas dibeli warga.

Hal tersebut dilakukan Bulog bersama Pemkab Jepara dalam operasi pasar, guna menstabilkan harga beras, Rabu (7/2/2018).

Kepala Gudang Bulog Jepara Ahmad mengatakan, beberapa saat lalu harga beras kualitas medium dapat mencapai Rp 11 ribu perkilogram. Dalam operasi pasar tersebut, beras dijual dengan harga Rp 8.400 perkilogram, lebih rendah dari harga pasaran yakni, Rp 9.300 per kilogram.

“Operasi pasar ini merupakan rangkaian yang dilakukan Bulog dan Pemkab Jepara guna menstabilkan harga beras. Ada tiga pasar yang menjadi sasaran, yakni Pasar Bangsri, Pasar Jepara Dua dan terakhir di Pasar Pecangaan. Kegiatan sudah dilakukan sejak hari Senin (5/2/2018), sampai dengan hari ini,” ungkapnya.

Dirinya merinci, ada lima ton beras kualitas medium yang digelontorkan di tiga pasar itu. Untuk Pasar Bangsri dan Jepara Dua masing-masing dijatah 1,5 ton beras. Sementara dua ton sisanya, digelontorkan untk Pasar Pecangaan.

Menurutnya, dengan operasi pasar yang dilakukan oleh pemkab dan Bulog berharap dapat menekan harga beras. “Kedepan harga beras akan semakin turun, mengingat bantuan beras sejahtea (Rastra) sejumlah 770.360 kilogram akan segera didistribusikan Senin pekan depan,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Bali Ndeso, Mahasiswa Sowan Kidul Jepara Tularkan Virus Masuk Perguruan Tinggi

MuriaNewsCom, Jepra – Sebanyak 30 mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Sowan Kidul (IMSAK) mengadakan “Safinah goes to Campus” di MA Safinatul Huda, Desa Sowan Kidul, Jepara.

Acara tersebut ditujukan untuk memotivasi dan memberikan informasi tentang perkuliahan serta mewujudkan gerakan satu rumah satu sarjana di desa tersebut. Hal ini tak lepas dari minimnya minat melanjutkan ke perguruan tinggi.

”Dulu dalam satu periode, warga yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan hanya berkisar antara tiga sampai lima orang. Itu pun karena mereka dari keluarga yang berkecukupan,” kata Ketua Panitia Hikmatul Ummah, Sabtu (3/2/2018).

Ironisnya lagi, lanjutnya, anak yang lulus SMA ataupun MA selalu mencita-citakan untuk bekerja di pabrik. Bahkan sedikit sekali yang menginginkan melanjutkan kuliah. Di samping faktor ekonomi, motivasi yang dimiliki anak sangat rendah.

Atas dasar itu, selama tiga tahun terakhir IMSAK memberikan motivasi dari sekolah ke sekolah. Mereka juga memberikan kegiatan bimbingan tes SBMPTN & Ujian Mandiri selama dua bulan serta pendampingan pendaftaran kuliah.

”Selama tiga tahun itu pula IMSAK telah berhasil menorehkan kinerjanya. Setidaknya ada sekitar 50 anak yang berhasil kuliah di berbagai kampus di Indonesia,” ungkapnya.

Melihat fakta itu, ia berharap gerakan yang dilakukan IMSAK ini dapat menjamur di berbagai desa melalui kesadaran pemerintah dan mahasiswa setempat. Dengan begitu, mimpi satu sarjana satu rumah bisa terlaksana.

”Kami yakin jika setiap rumah sedikitnya ada satu sarjananya akan bisa ikut membantu saudaranya melanjutkan pendidikan tinggi demi kesejahteraan keluarganya. Tidak hanya itu, gerakan ini juga akan memudahkan mewujudkan bangsa Indonesia yang cerdas yang mampu bersaing di dunia internasional,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Kapal Nelayan Jepara Digulung Ombak di Perairan Empu Rancak, 1 Orang Hilang

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kapal nelayan di Jepara tergulung ombak di perairan Empu Rancak, Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo, Jumat (2/2/2018) siang. Seorang penumpangnya Bambang hingga kini masih belum ditemukan.

Hal itu dibenarkan oleh Kalakhar BPBD Jepara Arwin Nor Isdiyanto. Menurutnya, kapal nelayan berjenis sopek  tergulung sekitar pukul 14.17 WIB.

“Iya betul, saat ini kami tengah mengupayakan pencarian terhadap satu awak kapal bernama Bambang. Sementara seorang awak lagi berhasil menyelamatkan diri,” tuturnya.

Dikatakannya, saat ini kapal nahas tersebut berhasil ditepikan ke daratan dengan cara ditarik menggunakan tali. Sedangkan, upaya penyelamatan menurut Arwin, terkendala ombak besar.

“Tinggi gelombang sekitar 1,5 meter, akan tetapi tipikal ombaknya menggulung. Perahu karet kami (milik BPBD) belum berhasil diterjunkan karena ombak tersebut,” urainya.

Editor: Supriyadi

Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktivitas Belajar Siswa Terhenti

MuriaNewsCom, Jepara – Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis. Hal itu karena kapal pengangkut BBM dari Semarang terkendala cuaca buruk.

Praktis, kendaraan yang menggunakan BBM jenis pertalite dan premium tak bisa difungsikan karena kehabisan bahan bakar. Nur Sholeh Eko Prasetyawan Sekretaris Kecamatan Karimunjawa mengatakan, kondisi tersebut banyak memengaruhi aktifitas warga.

“Kendaraan saya sendiri pasokan BBM nya kritis. Namun untuk mobilisasi ke kantor masih bisa wong jaraknya dekat dari rumah saya. Namun bagi warga masyarakat, hal ini sangat memengaruhi. Terutama mereka murid yang hendak pergi ke sekolah jadi tidak bisa,” kata Sholeh, Selasa (30/1/2018).

Dikatakannya, saat ini banyak anak-anak sekolah yang tidak bisa masuk. Oleh karenanya musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Karimunjawa tengah mencari formula agar siswa dapat kembali melakukan aktifitas belajar.

Ia menyebut keluhan sudah muncul dari pihak sekolah yang mengatakan murid-muridnya tak bisa masuk sekolah karena akses kendaraan pribadi yang terhenti.

“Kami sedang mencari solusi agar siswa dapat kembali bersekolah. Ini kami sedang mendata mobil bertenaga solar yang kira-kira masih bisa digunakan untuk mengantar anak sekolah. Lantaran untuk saat ini, yang masih tersisa adalah solar,” kata dia.

Ia menyebut, paling lambat besok sudah ada mobil yang mobile berkeliling untuk menjemput siswa yang tak bisa masuk sekolah, karena alasan ketiadaan BBM.

Menurutnya, kondisi ketiadaan BBM lebih dikarenakan faktor cuaca. Sholeh menyebut, kapal pengangkut BBM dari Semarang, sebenarnya sudah siap mengantarkan pasokan bahan bakar.

Namun, karena ombak tinggi dan angin kencang, pelayaran mustahil dilakukan karena alasan keamanan. Adapun pasokan BBM terakhir kali ke Karimunjawa adalah 13 Januari lalu. Apalagi, cuaca ekstrim di Karimunjawa sudah terjadi 10 hari belakangan.

“Kami belum tahu sampai kapan ini akan berlangsung. Tahun 2014 kemarin cuaca sangat ekstrim, namun tahun berikutnya tidak. Kami tidak tahu apakah hal ini merupakan siklus empat tahunan atau 10 tahunan,” urainya.

Editor: Supriyadi

20.000 Pelajar di Jepara Deklarasikan Diri Tolak Narkoba

MuriaNewsCom, Jepara – Dua puluh ribu siswa-siswi di Jepara mendeklarasikan komitmen anti narkoba di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (24/1/2018).

Sejak Rabu pagi puluhan ribu pelajar yang terdiri dari siswa-siswi setingkat SMA, MA, SMK, dan SMP serta MTS itu datang dari ratusan sekolah yang tersebar di 15 kecamatan di Jepara. Mereka darang ke SGBK menumpang truk dan bus serta mobil yang disewa oleh pihak sekolah.

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, kegiatan ini berawal dari semangat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba merupakan ikhtiar untuk memberikan motivasi kepada para pelajar untuk menolak narkoba,” tuturnya, yang juga ketua panitia acara tersebut.

Ia mengemukakan, selain deklarasi pelajar, peserta kegiatan ini juga telah membuat surat pernyataan untuk tak menggunakan narkoba. Kedepan, deklarasi tersebut tak hanya sebatas seremoni, namun akan ditindaklanjuti dalam pembelajaran di ruang sekolah.

“Nantinya tenaga pendidik tidak hanya dari sekolah, akan tetapi kita (Polisi) melalui Bhabinkamtibmas akan mengajarkan tentang gerakan antinarkoba,” urainya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Jepara Udik Agus DW mengungkapkan, secara bertahap akan diadakan Diklat khusus terhadap pendidik.

“Selain pendidikan kilat bagi pendidikan, materi gerakan antinarkoba di sekolahan, juga akan mendapatkan evaluasi secara bertahap agar secara efektif diterapkan dalam usaha membentengi kalangan pelajar terkait bahaya narkoba,” urainya yang juga Kepala SMAN I Jepara

Seorang siswi Yuni Oktaviani (15) murid SMAN I Kembang itu mengaku berangkat dari sekolahnya pukul 08.00 WIB.

“Saya berangkat bersama 400 teman saya, menumpang mobil ramai-ramai datang ke stadion untuk mengikuti kegiatan ini. Terkait narkoba harapannya saya atau teman saya tak ada yang menggunakannya. Kalaupun ada, kami lebih berani untuk melaporkanya,” ujar pelajar Kelas X itu.

Editor: Supriyadi

Gudang Mebel Milik Warga Korea di Jepara Terbakar

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran terjadi di sebuah gudang mebel yanga ada di Desa Bantrung RT 3 RW 1, Kecamatan Batealit, Jepara, Senin (22/1/2018) malam tadi. Si jago merah melumat sebuah oven pengering kayu.

Ferdy, warga sekitar mengungkapkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu dirinya tengah berada di rumahnya lalu mendengar ada raungan sirine.

“Setelah saya cek, ternyata ada asap yang membumbung tinggi dari gudang milik pengusaha Korea itu,” tuturnya.

Mustofa, manajer di perusahaan mebel tersebut mengungkapkan, saat kejadian dirinya sudah pulang dan tidur. Namun sekitar pukul 19.30 WIB ia mendengar suara gaduh dan kemudian terbangun, saat mendengar kabar tempatnya bekerja mengalami kebakaran.

‎Api menurutnya, cepat membesar karena saat itu oven digunakan untuk mengeringkan kayu. Beruntung api tidak merembet baik ke bangunan maupun rumah warga yang berada di sekitarnya.

Dikatakannya, oven yang saat itu digunakan untuk mengeringkan kayu sedang beroperasi. Di dalamnya terdapat kayu jenis jati dan Kalimantan.

“Kalau kerugian ditaksir Rp 400 juta, karena kayu yang sedang dikeringkan berkualitas bagus,” ujarnya.

Pemadam kebakaran Kabupaten Jepara mengerahkan empat pemadam, berikut tanki penyuplai air. Api baru benar-benar bisa dipadamkan pada empat jam kemudian.

Editor : Ali Muntoha

Luka Ringan, Siswa SMK Fadlun Nafis Jepara Rawat Jalan

MuriaNewsCom, Jepara – Sepuluh siswa SMK Fadlun Nafis Bangsri, Jepara yang dirawat di Puskesmas Bangsri, setelah terkena material atap ruang sekolah yang ambruk diperbolehkan pulang, Senin (22/1/2018). Itu dilakukan lantaran kesepuluh siswa hanya mengalami luka ringan.

Sukarbiyoso orang tua dari Wawan Hendriyanto (18), siswa SMK Fadlun Nafis mengatakan, kejadian nahas yang terjadi sekitar pukul 10.20 WIB itu membuat anaknya menderita luka di punggung. Namun, siswa kelas dua itu sudah diperbolehkan pulang.

“Tadi di Puskesmas Bangsri saya tanya harus rawat inap gak. Ternyata boleh pulang karena lukanya tidak begitu parah,” katanya.

Baca: Angin Lisus Robohkan Atap SMK Fadlun Nafis Jepara, 10 Siswa Luka-luka

Meski begitu, anaknya meruipakan pasien yang terakhir kali pulang kerumah, dibandingkan teman-temannya. Sebelumnya, putranya itu sempat dirawat cukup serius.

Sementara itu, Petugas Puskesmas Bangsri Solikin menuturkan, berdasarkan catatan pasien, memang ada 10 siswa SMK Fadlun Nafis yang sempat dirawat. Namun pada Senin siang, kesemuanya sudah dipulangkan.

“Mereka masuk pukul 11.00. Berdasarkan catatan yang ada luka-luka yang diderita berupa lecet-lecet ditangan, punggung dan ada tiga siswa yang mengalami luka robek di kepala. Tidak ada yang dirujuk ke Rumah Sakit, mereka semua sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” urainya.

Diberitakan sebelumnya, atap baja ringan SMK Fadlun Nafia yang terletak di Desa Bangsri, RT 1 RW 1, Kecamatan Bangsri Roboh, terkena angin lisus. Atap tersebut menaungi dua ruang kelas, laboratorium, dan ruang organisasi sekoah. Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/1/2018), pukul 10.20 WIB.

Editor: Supriyadi

Hendak Buang Air Besar, Nenek 65 Tahun di Jepara Tewas Tercebur Jamban

MuriaNewsCom, Jepara – Sami binti Saini nenek 65 tahun tewas setelah tercebur kedalam jamban, ketika buang air besar, Jumat (19/1/2018). Sontak kejadian itu membuat warga di Desa Kepuk RT 2 RW 7, Kecamatan Bangsri‎ gempar.

Menurut seorang saksi Karyo bin Biyono (40) pertamakali ia mendapati jumbleng (lubang pembuangan kotoran yang menyatu dengan septictank) ambrol. Setelah ditelisik, ternyata ada orang yang berada di dalamnya.

“Selepas itu saya memberitahukannya kepada warga lain, yang kemudian berusaha memberi pertolongan dan melaporkan kepada pihak berwenang,” tuturnya.

Diduga, kematian korban karena tertimpa cor-coran jamban tersebut. Hal itu menyebabkan Sami meninggal ditempat kejadian.

Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan relawan dari Basarnas Jepara, Jepara Rescue, bersama warga dan kepolisian. Setelahnya, jenazah sempat diperiksa oleh dokter puskesmas Bangsri 2.

Dari pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain kecuali karena terjatuh dan tertimpa material cor-coran jamban. Setelah dievakuasi, jenazah lantas diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dikebumikan.

Editor: Supriyadi

Pasokan Berkurang, Harga Ikan Laut di Pasar Mayong Jepara Melambung

MuriaNewsCom, Jepara – Harga ikan laut di Pasar Mayong Jepara melambung, menyusul tidak adanya pasokan karena cuaca buruk di laut. Akibatnya konsumen memilih membatasi pembelian sumber protein hewani itu.

Nirus Saadah (50) mengaku batal membeli kerang laut, mengetahui harganya naik. Ketika bertanya kepada penjual ia setengah kaget mengetahui hal itu.

“Loh biasanya kerang itu Rp 10 ribu perkilogram, kok sekarang sudah naik Rp 18 ribu. Ya tidak jadi membeli kalau gitu, buat membeli kebutuhan lainnya,” ujarnya kepada pedagang ikan di Pasar Mayong Rokhis.

Sementara itu, Rokhis mengaku saat ini pasokan ikan laut memang berkurang. Hal itu praktis membuat harganya melambung.

Kurangnya pasokan itu, menurut dia disebabkan cuaca di lautan. “Katanya sih ombaknya sedang besar sehingga nelayan tidak berani melaut. Akibatnya tidak ada yang setor ke sini,” terangnya.

Sebagai ganti, pedagang menjajakan ikan air tawar seperti nila, mujair, dan lele. Sementara untuk ikan laut seperti kembung, tunul, munir dan sebagainya langka di pasaran.

Pedagang lain, Jumiatun mengatakan jika ada pasokan ikan laut maka harganya melambung. Seperti ikan kembung dari harga Rp 16 ribu perkilogram kini menjadi Rp 23 ribu perkilogram, ikan blanak dari harga Rp 33 ribu menjadi Rp 35 ribu.

“Hal itu terang saja membuat pembeli menjadi berkurang. Kalau beli ya tidak banyak paling-paling seperempat kilo atau setengah kilogram ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Upaya Penanaman Kembali Pohon Kantil ‘Kartini’ Terhalang Kondisi Akar yang Rapuh

MuriaNewsCom, Jepara – Rencana Pemkab Jepara menanam kembali pohon kantil bersejarah di lingkungan pendapa yang tumbang, terkendala kondisi akar pohon tersebut. Setelah diipantau seksama, banyak diantaranya yang sudah membusuk.

“Dari pengamatan, akar pohon kantil tersebut banyak yang busuk dan keropos,” kata Kepala Bagian Umum Setda Jepara Ony Sulistiawan, Rabu (17/1/2018).

Menurutnya, upaya penanaman kembali Pohon Kantil berusia lebih kurang 150 tahun itu karena faktor kesejarahan. Dalam catatan sejarah, pohon tersebut merupakan tempat Pahlawan Perempuan asal Jepara RA Kartini merenungkan pemikirannya.

Baca: Pohon Kantil Berusia 150 Tahun Tempat R.A. Kartini Merenung Tumbang, Apa Maknanya?

Seperti diberitakan, pohon kantil berdiameter satu meter dan tinggi sekira 10 meter itu tumbang pada Selasa (16/1/2018) dini hari. Berada di belakang pendapa kabupaten, pohon tersebut menimpa ruangan yang digunakan ajudan bupati beristirahat. Beruntung, kejadian itu tak menimbulkan korban jiwa.

Ony melanjutkan, meskipun menghadapi tantangan berupa busuknya akar-akar dari pohon kantil itu, namun pihaknya tetap mengusahakan penanaman kembali. Hal itu akan dikomunikasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup.

“Nanti tetap akan kami usahakan, akan tetapi hal itu membutuhkan konsutasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Tebing Longsor Hancurkan Rumah di Pakis Aji

MuriaNewsCom, Jepara – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Jepara mengakibatkan rumah milik Paridah, di Dukuh Ngrebu RT 31 RW 5‎, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Kamis (11/1/2018), tertimpa longsor. Akibatnya, dinding rumah bagian belakang jebol.

Beruntung, peristiwa yang terjadi pada pukul 05.00 WIB itu, tak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, longsoran menyebabkan lubang besar di bagian rumah Paridah.

“Warga bersama relawan langsung turun untuk membantu bu Paridah yang terkena musibah,” ujar Pujo Prasetyo, Kasi ‎Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara.

Menurutnya, longsoran berasal dari tebing setinggi 7-10 meter yang berada di dekat rumah yang bersangkutan, terkikis air hujan. Tak kuat menahan limpasan air, tanah yang ada di tebing tersebut pun longsor, menimpa bangunan rumah Paridah.

‎Saat ini, kata Pujo, musibah tersebut telah tertangani. Semua barang-barang milik empunya rumah yang terancam sudah diungsikan ke tempat yang aman.

BPBD Jepara mengimbau agar dalam musim penghujan seperti ini, warga mewaspadai areal tebing. Hal itu karena daerah tersebut rawan akan longsor.

Editor : Ali Muntoha

Bos Konfeksi di Jepara Dihajar Rampok Berpistol, Harta Dikuras

MuriaNewsCom, Jepara – Perampok menyatroni sebuah rumah milik Junaidi, warga Desa Bandungrejo, RT 1RW 4, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Peristiwa ini terjadi pada pukul 02.00 WIB, atau Selasa (9/1/2018) dini hari.

Komplotan rampok berpistol itu masuk ke dalam rumah saat pemilik rumah tengah terlelap tidur. Korban juga dihajar hingga mengalami sejumlah luka. Barang-barang berharga milik korban juga dikuras komplotan rampok.

Korban mengaku masih syok dengan kejadian yang dialaminya. Kepada wartawan, ia mengaku sempat ditodong pistol dan dipukul menggunakan palu.

“Ada enam orang yang masuk, dan menodongkan pistol serta sempat memukul pakai palu,” ujarnya singkat karena merasa masih tak enak badan.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut, setelah pihaknya mendapat laporan langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

“Iya memang benar itu (ada perampokan di Bandungrejo). Namun kami masih melakukan pendalaman terhadap kronologi dan apakah benar pelaku menggunakan pistol,” tuturnya singkat.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Perampok Berpistol Di Jepara Sekap 6 Orang, Bawa Kabur 1 Kg Emas

Duh, Desa Tahunan-Jepara Kesulitan Cari Tenaga Tanam Padi

MuriaNewsCom, Jepara – Di era mekanisasi pertanian, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan alami krisis tenaga tanam tani. Untuk membantu petani dalam musim tanam tahun ini, pemilik lahan harus mendatangkan tenaga dari luar kecamatan.

Seperti Sutirah (50), ia mengaku datang dari Desa Pancur, Kecamatan Mayong. “Ya kalau ada yang nawari ya saya bersedia (tanam padi), kalau biasanya sih kerja sebagai pengamplas di sekitar sini,” tuturnya, Kamis (4/1/2018).

Di desanya, Sutirah juga sering bekerja sebagai tenaga tanam padi. Namun jika sedang sepi, ia memilih bekerja di pabrik meubel.

Hal yang sama diakui oleh Alfa (40). Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir tenaganya sudah di booking oleh pemilik lahan.

“Hari ini di sini (Desa Tahunan) besok saya sudah disuruh untuk membantu petani di desa saya Pancur,” kata dia.

Menurut dia, untuk seharian bekerja (07.00-15.00) ia dibayar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu.

Hal itu diakui oleh pemilik lahan, Prayitno. Ia mengaku harus menunda proses tanam karena ketiadaan tenaga tanam. “Yang dari desa sini cuma beberapa, yang lainnya dua orang itu dari Pancur, itupun harus indent (mengantre),” ungkapnya.

Menurutnya, generasi tanam padi di Desa Tahunan memang mulai terkikis. Kebanyakan lebih memilih menjadi pengusaha meubel atau merubah sawahnya menjadi gudang‎.

Editor: Supriyadi

Ghigani Bersaudara  Jadi Juru Racik Laskar Kalinyamat

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap Jepara telah menunjuk Patrick Sofian Ghigani sebagai pelatih kepala untuk mengarungi Liga 3 tahun ini. Sedangkan adiknya Ennis Ghigani menjadi pelatih fisik Laskar Kalinyamat.

Penunjukan duo Ghigani ini dilakukan oleh Presiden Klub Persijap Esti Puji Lestari per 2 Januari 2017 kemarin. Menurutnya, pria berkewarganegara Jerman itu pantas menduduki kursi pelatih.

“Dia (Patrick Gigani) memiliki pengalaman dalam membina pemain muda. Terlebih ia sebelumnya tergabung dengan Nike Academy, yang juga fokus dalam pengembangan bakat pemain muda,” ujar Esti, Rabu (3/1/2017). ‎

Selain itu, Patrick juga dinilai memiliki pengalaman di persepakbolaan Indonesia, karena pernah bermain sebagai marquee player di Cendrawasih FC Papua selama satu musim 2010-2011. Selain itu ia juga pernah merumput di Persiraja Banda Aceh 2011-2012.

Bagi Persijap sosok Patrick Ghigani bukan orang asing, lantaran pria 39 tahun itu ikut membuat analisa pertandingan klub itu selama berlaga di Liga 2.

Untuk menemani Patrick, manajemen menunjuk Anjar Jambore Widodo sebagai asisten pelatih kepala Persijap. Sosok yang satu ini pernah menukangi tim sepakbola Jateng dalam PON XIX Jawa Barat 2016 lalu.

“Selama musim lalu, Patrick yang membuat analisa seluruh pertandingan Persijap, dan sangat paham dengan iklim sepak bola Indonesia. Sementara untuk Pak Anjar, semoga pengalamanya dapat bersinergi dengan pelatih kepala dan membawa Persijap ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Esti.

Hal serupa diungkapkan oleh General Manager Persijap Ahmad Rifai. Ia berharap duet Patrick dan Anjar dapat menuntaskan misi Laskar Kalinyamat untuk kembali ke kancah Liga 2.

“Saya berharap mereka bisa berkolaborasi, sehingga target promosi ke Liga 2 bisa tercapai. Dan terpenting, potensi pemain lokal akan tetap kami akomodir,” kata Ahmad Rifai.

Selain tiga posisi tersebut, manajemen Persijap juga mengumumkan pelatih kiper yang ditangani oleh Firmansyah. Sementara itu Manajer Tim diserahkan kepada  H Saadi.

Menurut rencana, Ghigani akan datang ke Jepara pada 10 Januari 2017 mendatang. Dua hari berselang, Persijap langsung mengadakan seleksi tertutup hingga 16 Januari, kemudian dilanjutkan proses seleksi terbuka hingga akhir Januari.

Setelah itu, Persijap berencana mengadakan training camp pada awal Februari, dan menggelar tiga uji coba hingga akhir Februari, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Liga 3 yang akan digelar Maret mendatang.‎

Editor : Ali Muntoha

Mau Jadi Seller di Mall Jepara, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini Pemkab Jepara membikin layanan daring (online) MallJepara.com. Selain promosi produk daerah hal ini dilakukan untuk memangkas persoalan pemasaran yang terkadang menjadi aral bagi perajin kecil. Lalu, bagaimana jika ingin bergabung sebagai seller?

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Inah Nuroinah menyebut, kesempatan menjadi seller atau penjual di layanan tersebut masih terbuka. Hanya saja, ia menggarisbawahi kualitas dan kuantitas menjadi syarat mutlak.

“Kalau kita tidak ada batasan, yang terpenting adalah produk dari Jepara. Seller menyediakan barang yang tentunya berkualitas dan dapat memenuhi permintaan pasar serta tentu saja harganya bersaing,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Senin (1/1/2018).

Saat ini, lanjut Inah, ada 30 penjual dari UMKM yang bergabung. Jumlah itu, menurutnya terus berkembang mengingat pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait layanan itu.

Selain syarat di atas, adapula beberapa hal teknis yang harus dipenuhi. Seperti memiliki rekening di Bank Negara Indonesia dan memunyai akun surat elektronik (e-mail) untuk interaksi dengan aplikasi Mall Elektronik tersebut.

“Silakan datang ke kantor (Disperindag) Jepara nanti kami jelaskan, terutama bagi mereka yang baru bersinggungan dengan jual beli daring. Setelahnya kami akan melakukan survei terhadap kelayakan usaha, terkait dengan kualitas dan kecukupan jumlah produk. Soalnya begitu ada pesanan seller harus mampu memenuhi, kalau tidak kami (pemkab) yang terkena imbas,” urainya.

Dikatakannya, layanan dari Disperindag itu tidak berbayar alias gratis. Hal itu termasuk foto produk yang akan dilakukan oleh tim tersendiri.

Disinggung mengenai kesempatan masuknya produk dari penyandang difabel, Inah menyebut hal itu sangat dimungkinkan. “Kalau kita tidak ada batasan, darimanapun bisa asalkan ketika ada pesanan banyak siap memenuhinya,” urai Inah.

Terpisah, Kasi Rehabilitasi dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinsospermades Jepara Joko Setyawanto mengaku saat ini kaum difabel sudah banyak yang merambah kerajinan. Hal itu didukung dengan bantuan permodalan dari pemerintah, meskipun belum merata.

“Untuk itu (ikut E Commerse) kita perlu meningkatkan kualitas dan daya saing dari produk buatan teman-teman kita dari difabel,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Libur Akhir Tahun, Pantai Bandengan Sedot Ribuan Pelancong

MuriaNewsCom, Jepara – Libur akhir tahun obyek wisata Pantai Tirto Samudra, Bandengan di Jepara dipadati sekitar 2.000 wisatawan.

Namun jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah, karena puncak liburan diperkirakan berada di tanggal 1 Januari 2018.

Sabtu (30/12/2017) pelancong yang datang kebanyakan berasal dari luar Jepara. Mereka mengaku sengaja datang ke ‎obyek wisata tersebut guna menghabiskan sisa liburan akhir tahun.

Seperti Netta (18), ia mengaku datang ke Bumi Kartini dari Ibukota Jakarta, untuk menikmati liburan akhir tahun.

“Ke sini dengan keluarga, ya karena ingin berkunjung ke pantai ini mumpung ada libur akhir tahun,” ujarnya, seusai bermain air.

Hal serupa diakui oleh Manggar, pelancong dari Semarang itu datang bersama tujuh anggota keluarganya lain.

“Cari suasana baru saja, yang selain pantai di Semarang. Disini pantainya bagus pasirnya putih,” ungkapnya.

Pengunjung memadati area Pantai Tirto Samudera atau yang lebih kondang disebut Pantai Bandengan, menghabiskan sisa liburan akhir tahun, Sabtu (30/12/2017).
(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Selain mandi dan bermain pasir laut, wisatawan terlihat menikmati wahana bahana boatspeed boat atau sekedar bersantai di tikar.

Petugas loket di Pantai Bandengan Purwanto mengatakan, hari ini pantai dikunjungi sekitar 2000 orang. Jika dibandingkan dengan hari biasa, ada kenaikan sekira 40 persen.

“Kami perkirakan, puncak kunjungan akan ada di tanggal 1 Januari (2018). Namun kenaikan biasanya dimulai pada tanggal 31 Desember 2017‎,” jelasnya.

Meski demikian, wisata pantai sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pihaknya berharap agar intensitas hujan tidak begitu tinggi hingga musim liburan berakhir.

“Kalau di pantai kan tujuannya mandi di laut, nah kalau hujan ya biasanya pengunjung batal berwisata ke pantai. Alhamdulillah beberapa hari ini cerah, di Natal kemarin juga cerah,” pungkas Purnomo.

Editor : Ali Muntoha

Usai Libur Natal Samsat Jepara Dipadati Pembayar Pajak

Antrean wajib pajak yang ada di Samsat Jepara, Rabu (27/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Setelah libur Natal usai, Kantor Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Jepara dipadati wajib pajak (WP). Hari ini, Rabu (27/12/2017) sekitar 800 orang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Alda (20) satu di antaranya. Warga Kecamatan Tahunan itu mengaku datang untuk mengurus pajak kendaraan milik orang tuanya. Datang ke Samsat sekitar pukul 10.00 WIB, ia mengaku sudah banyak antrean di loket pelayanan.

“Ramai sekali, apalagi kan kemarin dua hari libur (Senin-Selasa), jadi yang mengurus di sini banyak sekali. Saya membayar pajak cuma sedikit Rp 130 ribu, motor lama milik bapak saya,” tuturnya.

Meski demikian, ia menyebut pelayanan untuk pajak kendaraan cukup cepat. Dalam hitungan setengah jam, ia dapat menyelesaikan administrasi dan mendapatkan STNK nya kembali.

Wajib pajak lain, Farida mengungkapkan, ia datang ke Samsat untuk mengurus pajak mobilnya yang habis hari ini.

“Habisnya hari ini, baru datang ini, tinggal nunggu selesai dan pulang,” kata warga Desa Tubanan, Kecamatan Kembang itu.

Kepala UPPD Jepara Bambang Hariyanto mengakui memang ada peningkatan wajib pajak yang mengurus pajak kendaraannya. Untuk itu, pihaknya melakukan upaya percepatan pelayanan.

“Kami siapkan petugas untuk melayani secara maksimal. Selain itu, satu mobil layanan keliling sementara kami tarik untuk melayani WP yang mengurus pajak tahunan. Sementara untuk WP lima tahunan, kami arahkan ke loket, supaya tidak menumpuk,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada hari biasa wajib pajak yang mengurus pajaknya berjumlah sekitar 100-200 obyek pajak. Sementara untuk hari ini, bisa mencapai 800 orang.

Editor : Ali Muntoha

Penghayat di Jepara Minta Kepercayaannya Segera Dicantumkan di KTP

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Penghayat aliran kepercayaan di Jepara berharap agar status kolom agama di KTP Elektronik dapat segera terselesaikan, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK). 

“Ya sesuai dengan putusan MK bahwa penghayat kepercayaan sama dengan pemeluk agama lain. Kami harap hal itu direalisasikan,” kata Sukoyono pemuka penghayat kepercayaan Sapto Darmo Jepara, Selasa (26/12/2017), via sambungan telepon.

Menurutnya, status kolom agama di kartu identitas penting untuk penghayat. Lantaran selama ini mereka kerap merasa didiskriminasi akibat kekosongan kolom agama.

Mereka meminta hak-hak sipil sebagai warga negara tidak terpenuhi, khususnya kesempatan bekerja sebagai abdi negara.

“Kami merasa betul-betul terdiskriminasi. Selama ini untuk kami masuk PNS, TNI maupun Polri kami kesulitan, karena kan harus beragama (tertulis pada kolom KTP) namun kami kan kosong. Nah dengan momen ini kami berharap agar hak kami sejajar dengan warga yang lain,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya menyadari untuk merealisasikan putusan MK memerlukan waktu yang tidak sedikit. Hal itu karena pemerintah harus menata birokrasi dari pusat hingga daerah. 

“Harapannya sih cepat, namun pasti ada rentetan peraturan yang harus disesuaikan, termasuk penghayat apakah masuk dalam Kementerian Pendidikan atau mana. Namun yang jelas, kami di Jepara berterimakasih karena kondisi yang kondusif pada penghayat, tidak seperti di daerah Rembang yang tempat ibadahnya sempat dirusak pada tahun 2016,” urainya. 

Editor : Ali Muntoha

Liburan, Situs Gong Perdamaian Dunia di Jepara Banyak Dikunjungi Pelancong

Pengungjung bersiap mengambil foto dengan latar belakang Gong Perdamaian Dunia, yang ada di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji-Jepara, Senin (25/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Situs Gong Perdamaian Dunia (GPD) di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji-Jepara dikunjungi ratusan orang, dilibur Hari Natal. Tercatat ada 300 lebih pelancong yang datang ke tempat tersebut.

Dwi Hartono (47) satu diantaranya. Warga Peterongan, Kota Semarang itu mengaku baru kali pertama menginjakan kaki di GPD. Ia mengaku memanfaatkan hari libur untuk berwisata di Jepara. 

“Ini ada keperluan di rumah saudara saya yang ada di Desa Kerso, Kecamatan Kedung. Mumpung liburan, saya bersama keluarga datang kesini, pengen lihat. Kan ada di google juga,” kata dia, Senin (25/12/2017).

Ia mengaku sudah sering berkunjung ke tempat wisata pantai di Jepara. “Kalau pantai sudah sering, ini kami coba berwisata ke sini. Tempatnya tenang, namun tidak terlalu luas,” urainya.

Di lokasi tersebut terdapat tiga gong berukuran besar, yang dipasang pada tiga bangunan terpisah. Selain itu ada tempat penyimpanan sampel tanah dari berbagai belahan dunia. 

Kebanyakan turis memanfaatkan telepon pintar untuk mengambil foto-foto berlatar belakang gong. 

Arifin, pengurus GPD mengatakan sejak hari Sabtu (23/12/2017), pengunjung sudah mulai rame. Setiap hari, rerata ada 150 pengunjung yang datang.

“Kalau dua hari yang lalu jumlah pengunjungnya sekitar 300 orang. Kalau hari ini ya sekitar 150 pengunjung. Memang kalau liburan seperti ini wisatawan ramai,” tuturnya.

Gong Perdamaian Dunia sendiri adalah gong atau bende (alat musik dari perunggu atau besi), yang dimiliki oleh Djuyoto Suntani. Ia adalah Presiden Komite Perdamaian Dunia (World Peace Committee). Saat ini, GPD yang berasal dari Desa Plajan itu, telah ditempatkan di 202 negara.‎

Editor: Supriyadi

Pemkab Jepara Akan Lobi Pusat untuk Perbaiki Jembatan Bumpis

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (bertelepon) saat melewati Jembatan Bumpis, di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan ketika meninjau kondisi jembatan yang telah rusak, Jumat (22/12/2017) sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan melobi pemerintah pusat. untuk bisa membiayai perbaikan Jembatan Bumpis di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Jepara, yang menghubungkan wilayah Bumi Kartini dengan Kota Wali Kabupaten Demak.

“Karena anggaran kami terbatas, maka kami harus berkreasi untuk mencarikan anggaran minta langsung kepada bapak kita semua (Presiden Joko Widodo),” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, saat meninjau jembatan tersebut bersama Kepala BBWS Pemali Juana Rubhan Ruzziyatno, Jumat (22/12/2017) sore.

Jembatan Bumpis sepanjang 120 meter, kondisinya kini memprihatinkan. Di sana-sini ditemukan banyak lubang pada lantai kayu. Sementara besi pengaman yang terdapat di sisi kanan dan kiri kondisinya sudah banyak yang tak berada di tempatnya.

Jembatan ini menghubungkan Desa Gerdu di sisi timur Sungai Serang Welahan Drainage (SWD) 2 dan Dukuh Doropayung, Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Jepara pada sisi barat. Jika berjalan lebih ke barat, akan menuju Dukuh Mantren Desa Mutih, Kecamatan Wedung, Demak.

Di antara Dukuh Doropayung, Desa Kaliombo dan Dukuh Mantren, Desa Mutih terdapat sebuah sungai kecil yang dihubungkan dengan Jembatan Sesek selebar lebih kurang 2 meter dengan panjang sekitar 100 meter.

Jembatan tersebut pun sama memprihatinkannya dengan Jembatan Bumpis. Untuk melewatinya, warga harus membayar Rp 1.000 kepada penjaga yang ada di masing-masing pangkal jembatan, sebagai uang perawatan.

“Jembatan ini (jembatan sesek dan bumpis) sebagai akses masyarakat Jepara menuju Demak dan sebaliknya. Urat nadi perekonomian pun sebenarnya bisa lebih digenjot bilamana kondisi kedua jembatan lebih baik. Maka dari itu tujuan kami kesini untuk melihat kondisi langsung dan segera mengusulkan perbaikan,” urainya.

Ia menyebut akan datang ke Jakarta untuk menemui Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono untuk membahas nasib dua jembatan itu.

Harapannya dengan itu, pemerintah akan memprioritaskan perbaikan jembatan yang telah bertahun-tahun dalam kondisi memprihatinkan. 

“Kewenangannya (perbaikan jembatan) ada di pemerintah pusat. Begitu pula dengan Bendungan Karet (Bumpis) yang ada di sini,” kata Kepala BBWS Pemali Juana Rubhan Ruzziyatno.

Menurut kalkulasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, untuk perbaikan Jembatan Bumpis diperlukan dana sebesar Rp 12 miliar. Itu dengan rincian, lebar jembatan empat meter dan panjangnya 120 meter.

“Kalau lebarnya dibuat enam meter maka memerlukan dana Rp 18 miliar. Sedangkan untuk Jembatan Sesek yang ada di sebelah sana memerlukan dana sekitar Rp 5 miliar dengan sistem gantung dan lebar empat meter. Namun jika lebarnya dibuat enam meter maka dana yang dibutuhkan sebesar Rp 7,5 miliar,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Jepara Hartaya.

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Jepara Larang Aksi Sweeping Natal dan Tahun Baru

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menegaskan melarang aksi sweeping jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Ia meminta organisasi maupun warga tak mengambil inisiatif tindakan jika merasa terganggu akan aktifitas kelompok tertentu.

“Tidak ada aksi sweeping. Artinya warga ataupun ormas yang terganggu dengan aktifitas keagamaan silakan lapor kepada kami (polisi). Biar kami yang menindak,” katanya, Kamis (21/12/2017). 

Ia meminta masyarakat mempercayakan pengamanan kepada pihak berwajib. Menurutnya, jelang pergantian tahun dan perayaan hari raya keagamaan di Bulan Desember, pihaknya sudah menyiapkan personel. 

Kapolres menyebut, telah menyiapkan sekitar 625 personel guna menjaga keamanan selama even tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah bertukar pikiran dengan elemen Organisasi Masyarakat, untuk memberikan masukan kepada petugas. 

“Jelang tahun baru dan Natal kita berkoordinasi dengan ormas melalui rapat koordinasi lintas sektoral dengan Pemda, TNI dan Polri guna memberi paparan terkait kerawanan yang mungkin muncul dan dapat dicegah sejak dini,” ungkap Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Pihaknya mengatakan, akan bekerja sama dengan TNI, dan Pemkab Jepara untuk mengamankan even tahunan di bulan Desember. Selain itu polisi juga akan menggandeng organisasi masyarakat untuk turut menciptakan situasi kondusif.

Editor : Ali Muntoha

Bantuan Beras Pada Nelayan Jepara Masih Kurang

Pedagang beras di Pasar Jepara Satu. Pemerintah menyiapkan 30 ton untuk nelayan selama musim baratan, namun jumlahnya masih kurang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang musim baratan, DKPP Jepara mempersiapkan 30 ton beras bagi nelayan. Namun jumlah itu dirasa masih kurang untuk mencukupi 1.128 KK nelayan.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara memperkirakan perlu sekitar 52 ton guna menjangkau keseluruhan keluarga pencari ikan.

Ketua HNSI Jepara Sudiyatno mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan lobi kepada pemerintah, baik pemprov dan pemkab untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

“Kami sedang mencari tambahan dari tingkat I (Pemprov Jateng) dan berbagai pihak untuk dapat memenuhi kebutuhan beras,” ucapnya, Kamis (21/12/2017).

Dibanding tahun 2016, lanjut Sudiyatno, bantuan dari pemerintah (DKPP Jepara) menurun. Ia merinci, bantuan dari pemprov mencapai 10 ton, ditambah dari DKPP Jepara 37 ton dan Dinas Sosial Jepara sebanyak 8 ton.

Dengan jumlah bantuan (2016) mencapai 55 ton lebih, hal itu dinilai mencukupi bagi nelayan. 

Meskipun terdapat penurunan bantuan, namun dirinya tak mempermasalahkannya. Hal itu karena stok yang dimiliki oleh DKPP Jepara hanya tersedia sejumlah 30 ton. 

Informasi yang diterimanya, pihaknya akan menerima bantuan dari Dinas Sosial Jepara sebanyak 9 ton lebih. Namun demikian, realisasi bantuan tersebut baru bisa dilaksanakan pada tahun 2018. 

“Kita masih kurang sekitar 15 ton. Untuk bantuan dari Dinsos, kemungkinan baru bisa turun 2018. Tapi harapan kami bisa turun cepat, sekitar awal Januari tahun depan‎,” harapnya.

Terkait musim baratan (angin dan gelombang kencang)‎ Sudiyatno memperkirakan durasinya akan lebih lama. Meski demikian, dirinya berharap agar cuaca buruk tidak berlangsung terlalu lama.

“Sekarang saja curah hujan sekitar 300 milimeter, belum lagi pada bulan Januari nanti bisa diperkirakan meningkat. Hanya saja kami berharap agar hujanya bisa agak reda di penghujung bulan Februari, agar nelayan tidak terlalu lama di rumah,” tutur dia.

Editor : Ali Muntoha

Jepara Siapkan 30 Ton Beras untuk Nelayan Saat Musim Baratan

Salah seorang pekerja  menata stok beras . Jepara menyiapkan 30 ton beras untuk bantu nelayan selama musim baratan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara menggelontorkan 30 ton beras kepada nelayan. Jatah tersebut diberikan kepada nelayan agar selama musim baratan nelayan dapat mencukupi kebutuhan makanan pokok.

“Jumlah bantuan beras itu, nantinya akan diberikan kepada nelayan melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara, yang kemudian disetorkan kepada desa lalu penerima,” ujar Sujimo, Kabid Ketahanan Pangan DKPP Jepara, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, pemberian jatah sebesar itu diberikan sesuai dengan stok yang dipunyai oleh DKPP. Sujimo mengatakan, cadangan beras pemerintah sekitar 34 ton lebih, dibagi-bagi antara jatah untuk nelayan dan warga Karimunjawa.

Dikatakannya, untuk warga Karimunjawa telah diberi bantuan beras sebanyak 8 ton. Menurutnya hal itu sesuai dengan permintaan dari pemerintah kecamatan setempat. 

Disinggung mengenai kecukupan jatah bagi nelayan, Sujimo mengatakan pihaknya telah memberikan seluruh stok yang ada di Gudang DKPP.

“Terkait kecukupan, seandainya nanti memang diperlukan tambahan bisa dimintakan lagi lewat bupati,” ujarnya. 

Ditanya mengenai kemungkinan ‎Pemkab Jepara meminta tambahan dari Bulog, Sujimo mengatakan hal itu harus berdasarkan situasi khusus.

“Permintaan cadangan beras bisa dari provinsi. Sedangkan kalau meminta dari Bulog, sepengetahuan saya harus ada situasi tertentu. Contohnya darurat kebencanaan,” tuturnya. 

Editor : Ali Muntoha

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Suasana di pantai Kartini, jelang libur akhir tahun, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Pantai Kartini menyiapkan personel tambahan jelang libur Natal dan pergantian tahun. Hal itu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan serta pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu Sutejo mengatakan, penambahan personel diambilkan dari warga sekitar pantai. Selain melakukan pengamanan, tujuan penambahan personel dilakukan agar memperbaiki fasilitas yang sempat terkena ombak besar.

“Perkiraan kami pada H-1 Natal, hingga nanti pergantian tahun baru akan mulai peningkatan pengunjung. Kalau hari ini sudah mulai nampak peningkatan pengunjung, yang berasal dari siswa-siswi sekolah yang sudah mulai libur,” katanya, Jumat (15/12/2017).

Meski demikian, Joko mengatakan, kenaikan pengunjung juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Hal itu, karena Pantai Kartini merupakan obyek wisata luar ruang yang menawarkan keindahan alam pantai dan laut.

Untuk menyambut wisatawan, pihaknya juga telah menyediakan berbagai atraksi seperti musik tradisional, dan pemutaran film secara berkeliling, di kawasan pantai. 

Disinggung mengenai target pemasukan, Joko optimistis, diakhir tahun pihaknya bisa menggenapi target yang telah dibuat. 

“Target untuk 2017 adalah Rp 1,28 miliar, kami yakin bisa terpenuhi, pada musim liburan akhir tahun,” ungkapnya. 

Editor : Ali Muntoha

Jepara Kembali Terima Penghargaan Indonesia Road Safety Award 2017 

Penyerahan IRSA Award 2017 diterima Kabupaten Jepara sebagai bukti kecakapan dalam penanganan pra dan pasca kecelakaan. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara kembali meraih penghargaan bertitel Indonesia Road Safety Award 2017, kategori Excellent City. Penghargaan diraih karena Bumi kartini dinilai cakap dalam penanganan pra dan pasca kecelakaan. 

Kasatlantas Polres Jepara AKP I Putu Bagus Krisna Purnama mengaku bersyukur akan gelar yang diraih. Namun demikian, pihaknya akan lebih memacu inovasi dalam lima pilar rencana umum nasional keselamatan. 

“Kita patut bersyukur mendapatkan satu penghargaan IRSA tahun ini, namun hal ini menuntut kita agar lebih giat memacu inovasi, karena dua tahun sebelumnya, kita berturut-turut menyabet juara umum,” katanya, Selasa (12/12/2017). 

Ia menjelaskan, penghargaan IRSA pilar ke 5 yang diperoleh karena inovasi panic button yang tersedia di telepon pintar. Pada fasilitas tersebut, warga yang telah memasang aplikasi tersebut bisa menggunakannya karena terintegrasi dengan Traffic Management Center (TMC) dan layanan Rumah Sakit dan Puskesmas di wilayah Jepara. 

Dengan demikian, menurut Krisna, penanganan pada kecelakaan dan mengurangi fatalitas terhadap korban lakalantas. 

Adapun, penganugerahan IRSA 2017 dilakukan di Jakarta oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, pada Kamis (7/12/2017). Dalam sambutannya ia mendukung program yang diluncurkan oleh Adira Insurance, dalam rangka menekan angka kecelakaan.

Tahun ini program itu diikuti oleh 120 Kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut tersaring 23 finalis IRSA 2017. Hal itu berdasarkan data keselamatan jalan, seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan dan sebagainya. Dalam kategori excellent city Jepara tergabung bersama Kota Balikpapan dan Kota Surabaya. 

Editor: Supriyadi