Bupati Pati Minta Rambu Lalu Lintas Menuju Jembatan Sampang Segera Dipasang

Sejumlah pengguna jalan sudah mulai melewati jembatan Sampang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pengguna jalan sudah mulai melewati jembatan Sampang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemasangan rambu lalu lintas di pertigaan Jalan Raya Pati-Juwana yang menjadi akses menuju Jembatan Sampang diusulkan. Hal itu diharapkan untuk meminimalisasi adanya kecelakaan lalu lintas.

”Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk memasang rambu lalu lintas di pertigaan Jalan Raya Pati-Juwana yang menuju jembatan sampang. Itu jalur pantura yang dilewati kendaraan-kendaraan besar. Jika tidak diatur bisa berbahaya,” ujar Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (19/2/2016).

Ia menambahkan, Jembatan Sampang saat ini bisa menjadi akses mudah bagi warga Pati bagian selatan di antaranya Pucakwangi, Jakenan, Jaken, Winong, Gabus, Tambakromo, dan sekitarnya. Pasalnya, Kecamatan Pati dan Jakenan yang selama ini terpisah dengan Sungai Silugangga bisa diakses.

Sementara itu, Umbar, Kades Tondomulyo mengaku senang dengan adanya jembatan tersebut. ”Kami sering mendapatkan keluhan masyarakat. Bila ada orang sakit keras harus diantar ke Pati dengan memutar Juwana dulu. Padahal, orang yang sakit butuh ke rumah sakit butuh penanganan cepat,” katanya.

Karena itu, ia bersyukur jembatan permanen itu bisa selesai dibangun. Meski deadline pembangunan sempat tersendat 40 hari, tetapi jembatan akhirnya bisa digunakan. ”Pembangunan memang tersendat karena tiang utama sempat terputus. Tapi, saat ini warga menyambut jembatan itu dengan baik. Kita bisa berkunjung ke Pati dengan mudah,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Hari Ini, Jembatan Sampang Pati Berkonstruksi Baja Sudah Bisa Dilewati

Jembatan sampang berkonstruksi baja sudah diresmikan dan mulai bisa digunakan hari ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jembatan sampang berkonstruksi baja sudah diresmikan dan mulai bisa digunakan hari ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jembatan sampang berkonstruksi baja yang menghubungkan Desa Purworejo, Kecamatan Pati dan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan akhirnya selesai dan mulai bisa digunakan, Jumat (19/2/2016).

Kendaraan yang diperbolehkan mengakses jembatan tersebut, antara lain sepeda motor dan mobil. Sementara itu, kendaraan dengan tonase besar masih belum diizinkan.

Bupati Pati Haryanto mengklaim, jembatan sepanjang 110 meter tersebut bakal meningkatkan perekonomian warga setempat. Pasalnya, jalan desa yang saat ini dilewati sepeda motor dan mobil tersebut bisa dimanfaatkan dengan membangun pusat pertokoan di pinggiran jalan.

”Harga tanah di sekitar jembatan saat ini sudah naik. Itu nanti bisa dijadikan usaha, misalnya membangun pusat pertokoan yang pada akhirnya bisa meningkatkan ekonomi warga setempat,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, usai meresmikan jembatan tersebut.

Setelah meresmikan jembatan, Haryanto bersujud di atas jembatan sampang yang dialasi dengan daun pisang. Hal itu menjadi bagian janji Haryanto.

”Dulu waktu merencanakan jembatan ini, saya punya janji bila bisa mewujudkan jembatan ini secara permanen maka saya akan sujud syukur kepada Allah. Jembatan ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, karena warga akan berjalan memutar hingga 50 km jika tidak ada jembatan ini,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komisi D DPRD Jawa Tengah Sidak di Jembatan Sampang Pati

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah sedang meninjau langsung kondisi Jembatan Sampang yang sudah rampung dikerjakan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah sedang meninjau langsung kondisi Jembatan Sampang yang sudah rampung dikerjakan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jembatan Sampang berkonstruksi baja yang menghubungkan Desa Purworejo, Pati dengan Desa Tondomulyo, Jakenan, Senin (15/2/2016).

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri tersebut melihat langsung sejauh mana hasil pengerjaan proyek jembatan yang sebelumnya molor hingga pemborong mendapatkan sanksi senilai Rp 17 juta setiap harinya.

“Kami mengapresiasi dengan selesainya Jembatan Sampang ini. Meski sempat molor hingga pemborong didenda satu per mil dengan nilai Rp 17 juta setiap hari selama 40 hari, tetapi kita tidak mempermasalahkan,” ujar Alwin kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, jembatan yang dibantu pemerintah provinsi senilai Rp 12 miliar itu dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tanpa jembatan itu, masyarakat yang ingin berkunjung dari Pati menuju Jakenan harus berjalan memutar sejauh 50 kilometer.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Tengah yang juga anggota Komisi D Kartina Sukawati menilai, jembatan itu nantinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Pasalnya, jembatan yang semula dilewati sepeda motor itu kini bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Coba lihat saja nanti, jembatan konstruksi baja yang saat ini bisa dilewati kendaraan roda empat itu akan meningkatkan perekonomian warga setempat. Misalnya dengan membuat toko, ruko, dan warga yang kerja punya akses mudah,” katanya.

Saat ini, jembatan sudah bisa dilewati kendaraan sepeda motor. Namun, jalan itu masih belum diresmikan, sehingga kendaraan roda empat belum bisa melintas.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga :

Dewan Temukan Kejanggalan pada Konstruksi Jembatan Sampang Pati

Kualitas Jembatan Sampang Pati Lolos Uji Laboratorium di Undip

Seorang pengendara sepeda motor tengah melintas saat anggota Komisi D meninjau langsung Jembatan Sampang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengendara sepeda motor tengah melintas saat anggota Komisi D meninjau langsung Jembatan Sampang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pembangunan jembatan Sampang berkonstruksi baja yang menghubungkan Desa Purworejo, Kecamatan Pati dan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan akhirnya selesai. Meski harus molor selama 40 hari dari batas waktu, 31 Desember 2015.

Bahkan, kondisi jembatan saat ini sudah lolos uji laboratorium dari Universitas Diponegoro (Undip). Hal itu ditegaskan General Manager PT Marga Karya Pati Budi Santoso, Senin (15/2/2016).

“Kualitas jembatan sudah lolos uji lab saat dites tim independen dari Undip atas kelayakan jembatan, mulai dari ketebalan beton, jenis kerangka yang sudah sesuai standar, dan lainnya,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Ia mengaku sempat mendapatkan denda senilai Rp 17 juta selama 40 hari dengan total denda Rp 680 juta. Karena pengerjaannya tidak sesuai dengan batas waktu. Hal itu disebabkan ambrolnya pilar tengah jembatan saat dibangun.

“Pembangunan sempat molor, karena pembangunan pada pilar tengah sempat ambrol. Kami masih bisa bernapas lega, karena batas pengerjaan setelah batas waktu diberikan waktu 50 hari tapi kami bisa mengerjakan selama 40 hari,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga:

Kerangka Baja Jembatan Sampang Pati Terpasang 40 Persen

Jembatan Sampang Pati Akan Diuji Laboratorium dari Undip 

Jembatan Sampang Pati Akan Diuji Laboratorium dari Undip

Ketua Komisi C DPRD Pati Awi meninjau langsung pambangunan jembatan sampang berkonstruksi baja. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Komisi C DPRD Pati Awi meninjau langsung pambangunan jembatan sampang berkonstruksi baja. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jembatan Sampang berkonstruksi baja bakal dilakukan uji laboratorium dari Universitas Diponegoro Semarang. Hal itu untuk mengetahui kemampuan bangunan yang melintas di atas Sungai Silugangga sepanjang seratus meter.

“Kami sudah meninjau langsung lokasi yang hampir saja rampung itu. Petugas lapangan mengatakan sudah melayangkan surat permohonan untuk melakukan uji laboratorium terhadap bangunan,” ujar Ketua Komisi C DPRD Pati Awi kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).

Baca Juga : Dewan Temukan Kejanggalan pada Konstruksi Jembatan Sampang Pati

Ia berharap agar petugas yang melakukan uji laboratorium dari Undip nantinya juga akan memeriksa kondisi jalan hasil pengecoran yang dinilai tidak sesuai dengan ilmu teknik bangunan.

“Kami harap, uji laboratorium tidak sebatas pada fondasi, kerangka baja atau beberapa bagian saja. Semua struktur wajib dilakukan uji lab, termasuk kelayakan pengecoran jalan jembatan,” imbuhnya.

Dengan uji lab yang dilakukan pada jalan yang menurutnya tidak sesuai dengan ilmu teknik bangunan tersebut, kekuatan lantai jembatan bisa diukur untuk menampung seberapa kuat. Termasuk, seberapa kuat lantai jembatan bila ada kemungkinan gempa atau bencana alam.

Editor : Kholistiono

Dewan Temukan Kejanggalan pada Konstruksi Jembatan Sampang Pati

Ketua Komisi C DPRD Pati Awi meninjau langsung pambangunan jembatan sampang berkonstruksi baja. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Komisi C DPRD Pati Awi meninjau langsung pambangunan jembatan sampang berkonstruksi baja. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada yang janggal dari pembangunan jalan Jembatan Sampang yang menghubungkan Desa Purworejo, Kecamatan Pati dan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan.

Kejanggalan itu ditemukan Komisi C DPRD Pati saat meninjau lokasi jembatan berkonstruksi baja tersebut. “Menurut saya, ada yang keliru dari pembangunan jalan jembatan ini. Sepengetahuan saya dalam ilmu bangunan, teknik pengecoran horizontal tidak boleh putus,” ujar Ketua Komisi C DPRD Pati Awi kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).

Pasalnya, teknik pengecoran jalan jembatan dengan sistem putus tengah dinilai berpotensi rawan ambrol jika terjadi pergeseran tanah atau bencana alam lainnya. Karena itu, ia menilai mestinya pengecoran jalan pada jembatan mestinya langsung jadi satu dan tidak ada sambungan.

“Kalau pengecoran lantai pada jembatan itu menggunakan model putus tengah, biasanya rawan putus kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti pergeseran tanah, gempa atau bencana alam lainnya,” tambahnya.

Ia mengatakan, teknik pengecoran model putus boleh saja asal tepat berada pada tiang utama. “Ini pengecoran jalan di atas jembatan, bukan di atas tanah sehingga mesti hati-hati dalam merumuskan konstruksi,” pungkasnya.

Baca Juga : Bupati Pati Minta Pengerjaan Proyek Jembatan Sampang Dikebut

Editor : Kholistiono

Jembatan Sampang Akan Rampung, Penyeberang Sungai Terancam Kehilangan Pekerjaan

Sejumlah petani menggunakan jasa penyeberang untuk melintasi Sungai Silugangga dari Pati ke Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petani menggunakan jasa penyeberang untuk melintasi Sungai Silugangga dari Pati ke Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kendati jembatan kerangka baja Sampang di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan diharapkan warga agar cepat selesai, tetapi hal itu tidak diharapkan bagi sejumlah warga yang berprofesi sebagai penyeberang kendaraan yang melintasi sungai.

Pasalnya, pekerjaan mereka akan selesai setelah jembatan kerangka baja itu rampung pada akhir tahun nanti. Padahal, masing-masing orang bisa meraup rupiah hingga Rp 50 ribu setiap hari dari hasil menyeberangkan warga yang melintas Sungai Silugangga.

”Ada sekitar 20 orang penyeberang. Biasanya saya mendapatkan Rp 50 ribu per hari. Selama jembatan dibangun, kami sudah bekerja di sini selama lebih dari empat bulan,” ujar Sutikno, warga Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Jakenan saat ditanya MuriaNewsCom, Rabu (9/12/2015).

Ia mengatakan, hampir semua warga yang membantu penyeberangan pengendara menggunakan drum yang diikat dengan kayu berprofesi sebagai petani. Beberapa di antaranya sebagai nelayan.

”Kalau Jembatan Sampang rampung, kami kembali fokus menggarap sawah. Yang nelayan ya mencari ikan lagi. Sebetulnya, saat ini kami pun masih menggarap sawah, tapi untuk penghasilan harian kami mengandalkan dari pekerjaan menyeberangkan warga,” paparnya. (LISMANTO/TITIS W)

Kerangka Baja Jembatan Sampang Pati Terpasang 40 Persen

Seorang pekerja tampak di atas kerangka baja yang baru terpasang sekitar 40 persen dari total panjang jembatan 100 meter yang membentang di atas Sungai Silugangga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pekerja tampak di atas kerangka baja yang baru terpasang sekitar 40 persen dari total panjang jembatan 100 meter yang membentang di atas Sungai Silugangga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kerangka baja atas Jembatan Sampang yang menghubungkan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan dan Desa Purworejo, Kecamatan Pati sudah terpasang sekitar 40 persen dari total panjang jembatan yang mencapai 100 meter.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Rabu (9/12/2015), sejumlah pekerja tampak mengebut pemasangan kerangka baja yang kurang 22 hari lagi tersebut.

Sedikitnya delapan orang bekerja pada bagian kisdam yang berfungsi membendung arus Sungai Sampang dan sembilan orang di antaranya tampak memasang sekrup-sekrup baja di antara kerangka jembatan.

Pengamat Fasilitas Publik Eka Darma menilai, 22 hari bukan waktu yang lama untuk menyelesaikan jembatan kerangka baja tersebut. ”Harapannya selesai tepat waktu. Tapi, melihat waktunya yang sangat singkat, sepertinya susah untuk selesai sesuai dengan deadline,” katanya.

Ia menambahkan, pekerjaan seperti pemasangan talut pada sisi timur dan oprit jembatan juga belum diselesaikan. Sehingga diprediksi memakan waktu yang cukup lama. (LISMANTO/TITIS W)

Pengerjaan Jembatan Sampang Siap Dikebut Pagi – Malam

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pengerjaan penahan air. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pengerjaan penahan air. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – General Manager PT Marga Karya Pati Budi Santoso yang menjadi pemenang tender proyek Jembatan Sampang mengaku siap menerima tantangan Bupati Pati Haryanto untuk menyelesaikan Jembatan Sampang sesuai dengan kontrak, yakni 31 Desember 2015.

Bahkan, pihaknya siap untuk melaksanakan kerja lembur pagi dan malam untuk menyelesaikan Jembatan Sampang sesuai dengan deadline. Pasalnya, waktu yang tersisa 63 hari jika tidak dikerjakan dalam waktu 24 jam penuh dengan sistem shift akan susah selesai sesuai dengan kontrak.

“Sesuai dengan jadwal, hari ini pemasangan dinding penahan air untuk membuat pondasi sudah selesai dikerjakan. Rencananya, besok memasuki tahap pemasangan tiang pancang,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/10/2015).

Ia mengatakan, jumlah tiang pancang yang akan ditanam sebanyak 25 titik. Masing-masing titik terdiri dari dua batang. Dengan begitu, ada penambahan 10 batang untuk lima titik pada sisi tepi barat.

“Saya optimis, proyek ini bisa selesai sesuai dengan kontrak pada akhir tahun ini,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Bupati Pati Minta Pengerjaan Proyek Jembatan Sampang Dikebut

Bupati Pati Haryanto meninjau lokasi pengerjaan Jembatan Sampang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto meninjau lokasi pengerjaan Jembatan Sampang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pengerjaan proyek jembatan konstruksi baja “Sampang” yang menghubungkan Desa Purworejo, Kecamatan Pati dan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan saat ini baru sampai pada pemasangan dinding penahan untuk mengerjakan tiang pancang. Padahal, rekanan pemenang tender yang mengerjakan jembatan tersebut dideadline 31 Desember, dan itu artinya, waktunya hanya kurang 63 hari lagi.

Karena itu, Bupati Pati Haryanto meminta kepada pihak rekanan untuk segera mengebut pengerjaan Jembatan Sampang agar selesai sesuai dengan batas deadline yang diberikan.

“Pembangunan jembatan sempat tersendat, karena dua kali tanggul penahan air jebol dihantam air pasang. Tapi, kami tetap meminta kepada rekanan untuk menyelesaikan tepat waktu, yaitu 31 Desember 2015,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom (29/10/2015), usai meninjau lokasi pengerjaan proyek tersebut.

Kalau perlu, kata dia, pengerjaan Jembatan Sampang dilakukan siang dan malam agar bisa selesai sesuai dengan kontrak. “Kalau dikerjakan seperti biasanya, saya kira waktunya tidak cukup, karena tinggal dua bulan lagi. Pengerjaan itu harus dilakukan siang dan malam agar bisa selesai tepat waktu. Masyarakat sudah menantikan jembatan ini sebagai jalan paling cepat yang menghubungkan Kecamatan Pati dan Jakenan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Sempat Terkendala Dalam Pembuatan Pondasi, Kini Pemasangan Kerangka Jembatan Sampang Segera Dimulai

Seorang pekerja tengah berada di bawah alat berat yang digunakan untuk membangun jembatan konstruksi baja di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pekerja tengah berada di bawah alat berat yang digunakan untuk membangun jembatan konstruksi baja di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

 

PATI – Pemasangan kerangka jembatan yang menghubungkan Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan dan Desa Purworejo, Kecamatan Pati akan segera dimulai. Namun, proses pembangunan sampai saat ini sempat terkendala dengan pembuatan pondasi tengah.

“Dalam pembuatan pondasi tengah, sempat ada kendala. Saat membuat pondasi, airnya justru masuk ke dalam karena penghalangnya dari gelugu,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati Suharyono.

Setelah dievaluasi kontraktor, lanjutnya, pembuatan pondasi tengah akhirnya menggunakan besi seat bel yang digunakan untuk menahan air di tengahnya. Dengan begitu, proses penggalian bisa dilakukan maksimal.

“Setelah ini berhasil, kami berharap agar proses penggalian dan pengecoran bisa dilakukan. Dengan demikian, pemasangan kerangka jembatan akan segera dimulai,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Banyak Titik Tiang Pancang Hilang, Pembangunan Jembatan Ini Terhambat

Petugas perencana Jembatan Sampang dari DPU Kabupaten Pati mengukur ulang titik lokasi tiang pancang kontruksi jembatan, Kamis (21/5/2015). (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Pembangunan jembatan konstruksi baja “Sampang” yang menghubungkan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan dan Desa Purworejo, Kecamatan Pati menuai kendala. Salah satunya, banyaknya titik tiang pancang yang hilang.

Lanjutkan membaca

Penancapan Tiang Pancang Jembatan Sampang di Pati Segera Dilakukan

Sejumlah tiang pancang disiapkan untuk mengawali pembangunan jembatan Sampang yang menghubungkan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan dan Desa Purworejo, Kecamatan Pati. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Pembangunan jembatan Sampang yang melintasi Sungai Silugangga dimulai dari penancapan tiang pancang di 50 titik. Hal tersebut dilakukan, setelah 50 titik berhasil dilakukan.

Lanjutkan membaca

Penyeberang Meningkat, Transportasi Perahu Ditambah

Sejumlah warga yang menggunakan jasa penyeberangan perahu untuk melintasi Sungai Silugangga turut Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Pati, karena tidak ada jalur pintas lain. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Warga yang menggunakan jasa penyeberang untuk melintasi Sungai Silugangga turut Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, semakin meningkat.

Lanjutkan membaca

Omzet Penyeberangan Perahu di Sungai Silugangga Capai Jutaan Rupiah

Juru seberang perahu menyeberangkan penjual ikan yang melintas di Sungai Silugangga Turut Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Sabtu (9/5/205). Omzet jasa penyeberangan perahu tersebut tembus jutaan rupiah per hari. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Usai jembatan Sampang yang menghubungkan Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, dan Desa Purworejo, Kecamatan Pati, dibongkar, jasa penyeberangan menggunakan perahu semakin diminati.

Lanjutkan membaca

Jembatan Sampang Dibongkar, 2 Perahu Layani penyeberangan

Sejumlah warga menyeberangi Sungai Sampang dari Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan menuju Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Sabtu (9/5/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Sebanyak 2 armada perahu diterjunkan untuk menyeberangkan warga yang ingin melintasi Sungai Sampang, Sabtu (9/5/2015). Hal ini dilakukan, menyusul adanya pembongkaran jembatan gantung Sampang, yang akan dibuat jembatan konstruksi baja.

Lanjutkan membaca