Dikabarkan Sudah Bebas dari Hukuman di Arab Saudi, Sarman, Jemaah Umrah Asal Rembang Hingga Kini Tak Kunjung Pulang

Masriyatun menunjukkan foto suaminya, Sarman yang setahun lalu berangkat umrah dan hingga kini belum pulang dari Saudi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masriyatun menunjukkan foto suaminya, Sarman yang setahun lalu berangkat umrah dan hingga kini belum pulang dari Saudi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Masih ingat dengan Sarman (79)? Jemaah umrah asal Desa Turus, Kecamatan Rembang, yang sudah setahun ini belum pulang karena divonis pengadilan di Arab Saudi dengan hukuman penjara dan cambuk sebanyak 80 kali.

Meski dari pihak PT Anamira Tour, yang merupakan biro jasa perjalanan, yang ketika November 2015 lalu membawa jemaah umrah termasuk salah satunya adalah Sarman, mengabarkan bahwa Sarman telah bebas pada November 2016 lalu dan sudah berada di Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi, namun hingga 31 Desember ini, Sarman belum juga sampai di rumah.

Menurut keterangan istri Sarman, yaitu Masriyatun, dirinya mendapatkan informasi dari pengelola PT Annamira, jika suaminya akan pulang sebelum akhir Desember tahun 2016. “Tapi saat ini Mbah Sarman tak juga pulang,” katanya.

Sementara itu, saat MuriaNewsCom mendatangi Kantor PT Annamira Cabang Rembang di Jalan Selamet Riyadi Nomor 9 Mondoteko Rembang, pemilik jasa umrah bernama Fitri Sari tak ada di tempat.

Petugas security di tempat tersebut menyebut, jika Fitri Sari sedang menjalankan umrah sejak sepekan lalu. “Orangnya lagi umrah Mas, minggu kemarin,” kata Satpam yang tak bersedia menyebutkan namanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Fitri Sari mengaku bahwa saat ini  dirinya masih berada di Madinah. “Ya saya umroh, saat ini masih di Madinah,” ucap singkatnya.

Mengenai keperluannya ia berada di Madinah, dirinya pun tak bersedia menjelaskan apakah sedang melakukan proses kepulangan jemaah umrahnya, yakni Sarman, yang sempat tersandung masalah hukum pada 2015 lalu atau ada agenda lain. Saat disinggung mengenai kepulangan Mbah Sarman, wanita tersebut langsung mematikan sambungan teleponnya.

Untuk diketahui, informasi yang dihimpun, Sarman ketika baru sehari berada di Makkah pada November 2015 lalu terpisah dari rombongan dan hilang. Akhirnya, setelah dicari ke sana kemari, Askar (polisi Arab Saudi) menemukannya sedang bersama dengan seorang pria Yaman di dalam toilet.

Kemudian, Sarman dibawa ke kantor Askar untuk menjalani pemeriksaan. Askar lalu menuduh Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, didasarkan bukti rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut, Sarman terlihat masuk ke dalam toilet bersama pria Yaman itu. Sarman cukup lama berada di toilet, sekitar satu jam. Terkait kasus ini, Sarman juga divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara.

Editor : Kholistiono

Ditulis pada Tak Berkategori