2 Kloter Jemaah Haji Grobogan Tiba di Kampung Halaman

Rombongan jemaah haji Grobogan kloter 64 saat tiba di asrama Donohudan, Rabu (27/9/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua kloter jemaah haji Grobogan tiba di kampung halaman, Rabu (27/9/2017). Yakni, jemaah haji kloter 64 dan 65 yang tiba di halaman pendapa kabupaten dalam waktu berlainan.

Rombongan kloter 64 tiba menjelang waktu subuh. Kedatangan jemaah kloter 64 sebanyak 136 orang disambut Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

Beberapa jam kemudian, giliran kloter 65 yang tiba di halaman pendapa kabupaten, sekitar pukul 08.00 WIB. Kedatangan jemaah kloter 65 sebanyak 350 orang disambung Bupati Grobogan Sri Sumarni.

”Alhamdulillah, kepulangan jemaah bisa berjalan lancar hingga sampai di Grobogan. Saya doakan semoga semuanya mendapat predikat haji mabrur,” kata bupati.

Satu orang jemaah kloter 65 terpaksa dibawa dengan ambulans dari asrama Donohudan karena sakit.

”Satu jemaah yang sakit tadi atas nama Ibu Sawi dari Kecamatan Tegowanu. Karena kondisinya kurang sehat kita bawa pulang pakai ambulans,” terang Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi.

Fahrur menyatakan, pada hari ini, dijadwalkan masih ada satu kloter terakhir yang tiba. Yakni, rombongan jemaah haji kloter 66 sebanyak 134 orang.

”Jemaah haji kloter 66 sudah bertolak dari Tanah Suci. Diperkirakan nanti malam jam 20.00 tiba di Grobogan,” jelasnya. 

Editor: Supriyadi

Jemaah Haji Grobogan Meninggal di Pesawat dalam Perjalanan Pulang

Jemaah haji asal Grobogan berpelukan dengan keluarganya saat tiba di pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (12/9/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabar duka mengiringi kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Grobogan yang tergabung kloter 17, Selasa (12/9/2017). Hal ini terkait dengan meninggalnya salah seorang jemaah haji yang tergabung dalam kloter tersebut.

Jemaah yang meninggal bernama Moch Roni Kerto Warsito, dengan alamat Jalan Gunung Sindoro, Purwodadi. Jemaah berusia 63 tahun itu meninggal dunia dalam pesawat yang mengangkut kepulangan rombongan kloter 17.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali mengungkapkan, dari laporan yang diterima, Moch Roni meninggal dunia pada Senin (11/9/2017) malam sekitar pukul 20.15. Saat itu, posisi pesawat yang membawa rombongan jemaah haji kloter 17 masih berada di wilayah udara India.

“Pesawat mendarat di Adisumarmo, Selasa dinihari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan dan serah terima dari petugas, jenazah jemaah kita yang wafat dibawa dengan mobil ambulans langsung menuju rumah duka,” jelasnya.

Menurut Hambali, dari 345 jemaah kloter 17, ada satu jemaah yang tidak bisa ikut pulang bersama rombongan. Yakni, jemaah atas nama Astohar bin Syahar, karena sakit dan masih menjalani perawatan medis di RS King Abdul Aziz Makkah.

Sementara itu, rombongan jemaah haji kloter 17 tiba di halaman pendapa kabupaten sekitar pukul 07.10 WIB. Suasana kedatangan diiringi isak tangis keluarga para jemaah yang sudah menunggu sejak subuh.

Bupati Grobogan Sri Sumarni memimpin langsung penyambutan jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci tersebut. Tampak pula, Kajari Grobogan Edi Handojo dan perwakilan FKPD lainnya serta sejumlah pejabat terkait.

Alhamdulillah, kepulangan jemaah bisa berjalan lancar hingga sampai di Grobogan. Saya doakan semoga semuanya mendapat predikat haji mabrur. Saya menyampaikan duka cita kepada jemaah yang wafat, semoga amal ibadahnya diterima Allah dan keluarganya diberikan ketabahan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Satu Jemaah Haji Asal Jepara Meninggal Dunia

Ratusan calon haji (calhaj) saat melangsungkan manasik massal di Alun-alun. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang jamaah haji Suriah (55) asal Desa Pendem, Kecamatan Kembang-Jepara meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah. Ia mangkat saat hendak melakukan perjalanan ibadah dari Mekkah ke Arafah, Selasa (29/8/2017).

“Untuk yang meninggal sampai saat ini tercatat atas nama tersebut. Jenazah sudah dikebumikan di Mekkah. Harapannya tidak ada lagi (yang wafat),” kata Kasi Pelaksana Haji dan Umroh Kantor Kemenag Jepara Ali Arifin, Senin (11/9/2017). 

Menurutnya penyebab meninggalnya warga Kembang itu karena sakit. Lebih lanjut ia mengatakan, pada saat pelaksanaan ibadah haji banyak diantara jemaah asal Jepara yang sakit namun demikian tidak menghalangi prosesi ibadah.

Sementara itu, untuk pemulangan jemaah haji asal Jepara dijadwalkan mulai pada tanggal 19 September 2017 untuk kloter 41. Sementara untuk kloter 93 dan 94 dipulangkan pada tanggal 5 Oktober 2017. Adapun kloter terakhir yakni 96 dijadwalkan pulang keesokan harinya yakni 6 Oktober. 

“Nantinya yang sakit akan diperiksa oleh tim dari dinas kesehatan Jepara. Jika ada yang perlu penanganan lebih lanjut, maka akan segera dibawa ke rumah sakit,” kata dia. 

Editor: Supriyadi

Pekan Depan Jemaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Ini Persiapan Kemenag Grobogan

Pihak Kemenag Grobogan menggelar rakor persiapan kepulangan jemaah haji dengan berbagai instasi terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Persiapan menyambut kepulangan jemaah haji Grobogan dari tanah suci mulai dilakukan pihak Kemenag setempat. Hal itu dilakukan mengingat pada pekan depan, rombongan jemaah haji Grobogan dijadwalkan akan tiba di tanah air. Yakni, jemaah haji yang tergabung dalam kloter 17.

“Jadwal kepulangan jemaah kloter 17 tanggal 12 September mendatang. Rencana, jemaah akan tiba di bandara Adisumarmo pukul 02.00 WIB,” jelas Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, usai melangsungkan rakor persiapan kepulangan jemaah haji, Selasa (5/9/2017).

Sejumlah instansi terkait hadir dalam rakor yang dilangsungkan di aula Kantor Kemenag tersebut. Antara lain, dari Polres, Kodim, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Pemkab, dan Satpol PP.

Menurut Hambali, untuk rombongan kloter 17 jumlahnya ada 348 orang. Dari rombongan kloter 17, ada satu jemaah yang meninggal beberapa hari lalu karena sakit. Laporan terakhir, saat ini ada dua jemaah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit Makkah.

Masih dijelaskan Hambali, teknis kedatangan masih sama seperti sebelumnya. Setelah salat Subuh dari asrama Donohudan, jemaah akan dibawa kembali ke Grobogan. Titik kedatangan jemaah ada di pendapa kabupaten. Jika tidak ada hambatan, jemaah kloter 17 diperkirakan sudah tiba di Purwodadi pukul 07.00 WIB.

Mengenai jadwal kepulangan kloter lainnya, juga sudah ada kepastian. Yakni, untuk kloter 64, 65, dan 66 dijadwalkan pulang ke tanah air pada hari yang sama. Yakni, tanggal 27 September tetapi jamnya berlainan. 

Editor: Supriyadi

Jemaah Haji Grobogan Diminta Jangan Banyak Protes, Bupati : Harus Ikhlas

Beberapa jemaah haji terpaksa harus dibantu kursi roda saat diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Banyaknya jemaah haji lanjut usia (lansia) yang berangkat tahun ini mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terkait kondisi itu, Sri Sumarni berpesan pada petugas pendamping, ketua rombongan dan ketua regu supaya menaruh perhatian lebih.

Pesan itu disampaikan saat Sri Sumarni melepas keberangkatan jemaah haji Grobogan Kloter 65 menuju Donohudan, Rabu (16/8/2017) dinihari.

“Tugas pendamping haji ini sangat berat. Untuk itu, saya minta agar para petugas ini bisa bersikap sabar dan amanah selama menjalankan tugas. Terutama, pada jemaah yang sudah usia lanjut,” pesannya.

Dari pantauan di lokasi pemberangkatan, memang cukup banyak jemaah haji yang masuk kategori lansia. Sebagian ada yang berangkat bersama keluarganya. Namun, ada pula yang berangkat sendirian. Jumlah jemaah Kloter 65 totalnya ada 353 orang.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta para calon haji (calhaj) untuk bersikap ikhlas selama berada di Tanah Suci nanti. Apapun fasilitas yang diterima hendaknya tetap disyukuri dan sebisa mungkin jangan melakukan protes. Misalnya, dalam hal pemondokan atau menu makanan yang akan didapat selama melaksanakan ibadah haji nanti.

“Keberangkatan ke Tanah Suci ini untuk melaksanakan ibadah. Jadi, sebaiknya konsentrasi penuh agar bisa melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Selama di Tanah Suci nanti harus lebih banyak ikhlas dan bersabar. Kalau ada yang diperlukan langsung hubungi petugasnya,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Sementara itu, setelah Kloter 65 berangkat, sekitar pukul 09.00 WIB dilangsungkan lagi pemberangkatan jemaah haji. Yakni, rombongan jemaah haji Grobogan terakhir yang tergabung dalam Kloter 66.

Jumlah jemaah Kloter 66 ini totalnya ada 353 orang. Pemberangkatan jemaah haji Kloter 66 dipimpin Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

“Jumlah kloter Grobogan ada empat. Yakni, Kloter 17, 64, 65 dan 66. Jumlah jemaah keseluruhan ada 977 orang,” jelas Kepala Kakemenag Grobogan Hambali.

Ditambahkan, jemaah haji Kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk Kloter 64 dan 221 orang ikut Kloter 66. Untuk Kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan Kloter 66 gabung Kota Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Mulai Bertolak ke Mekkah

Sebagian jemaah haji kloter 17 mengikuti pembekalan mengenai teknis pemberangkatan ke Mekkah dan pelaksanaan ibadah umrah di Madinah. (istimewa)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah delapan hari berada di Madinah, rombongan jemaah haji asal Grobogan yang tergabung dalam Kloter 17 mulai bergeser ke Mekkah. Rencananya, para jemaah akan berangkat menuju Mekkah setelah menunaikan salat Ashar di Masjid Nabawi.

“Hari ini, jemaah dijadwalkan menuju Mekkah. Jadwalnya, setelah Ashar,” kata Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (10/8/2017).

Jumlah jemaah keseluruhan ada 351 orang. Dari jumlah ini, kemungkinan ada satu jemaah yang terpaksa tertinggal dulu di Madinah karena dirawat di rumah sakit.

“Laporan terakhir, ada satu jemaah kita yang sakit. Mudah-mudahan, kondisinya sudah membaik dan bisa bersama-sama jemaah lainnya berangkat ke Mekkah,” sambung Hambali.

Kasubag Umum Kantor Kemenag Grobogan Ali Ichwan menambahkan, saat ini, semua jemaah sudah melakukan persiapan untuk pindah ke Mekkah.

Kemudian, para ketua rombongan, ketua regu serta petugas juga sudah mendapat pembekalan untuk disampaikan pada anggotanya. Yakni, pembekalan teknis pemberangkatan ke Mekkah serta penjelasan mengenai pelaksanaan ibadah umrah yang akan kita laksanakan.

“Doakan saja, semua jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” kata Ali yang saat ini ada di Madinah sebagai salah satu pendamping haji kloter 17 itu.

Editor : Ali Muntoha

354 Jemaah Haji Kloter 37 Asal Kudus Berangkat ke Tanah Suci

Sejumlah bus jemaah haji berjajar di Pendapa Kudus, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 354 jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang tergabung dalam kloter 37 berangkat ke Tanah Suci, Senin (7/8/2017) hari ini. Ratusan jemaah tersebut berangkat menuju Embarkasi Solo pukul 11.00 WIB dengan menggunakan sembilan bus.

Kepala Kemenag Kudus Noor Badri mengatakan, total jamaah haji asal Kudus tahun ini berjumlah 1.314 jamaah. Mereka terbagi menjadi empat kloter.

Keempat kloter tersebut adalah kloter 37 dengan 354 jemaah, kloter 38 dengan 355 jemaah yang berangkat 21 Agustus, kloter 39 dengan 355 jemaah, dan sisanya kloter 40 akan berangkat 23 Agustus mendatang.

”Kloter 37 ini kloter pertama. Mereka berangkat dari Pendapa Kudus yang dilepas langsung Bupati Kudus Musthofa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, sebelum berangkat, para calon jamaah haji sudah dibekali dengan sejumlah persiapan. Mulai namasik haji, imunisasi dan latihan-latihan fisik agar sehat selama menjalani ibadah haji nantinya. Pihaknya yakin calon jamaah sudah tertib dengan mempersiapkan fisiknya.

Sementara itu, Suhadi panitia jemaah haji menambahkan, kalau pada pemberangkatan kloter ini terdapat seorang jamaah yang gagal berangkat. Ini lantaran yang bersangkutan masuk pada masa Iddah, lantaran suaminya meninggal beberapa waktu sebelum berangkat.

”Semula jumlahnya 355. Tapi karena sedang masa idah mau gimana lagi. Rencananya akan kami usulkan tahun berikutnya,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Jemaah Haji Kloter 65 Tiba di Blora

haji

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menyalami jemaah haji  yang baru tiba. (Tim Berita Humas Protokol Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Jemaah haji Kabupaten Blora kembali tiba di kampung halaman. Setelah minggu lalu kloter 39 tiba dengan selamat, kini giliran kloter 65 tiba di Blora pada Rabu malam (12/10/2016) pukul 22.45 WIB.

Sejumlah 148 jemaah yang bergabung dengan jemaah dari Jepara dan Rembang ini diterima lansung di Pendapa Rumah Dinas Bupati oleh Wakil Bupati Arief Rohman beserta jajaran Forkopimda dan pimpinan Kemenag Blora.

“Karena Pak Bupati sedang ada acara luar, saya mewakili beliau mengucapkan selamat datang para jemaah haji Kabupaten Blora. Kloter 39 lalu pulang dengan selamat namun ada satu jemaah yang meninggal. Alhamdulillah untuk kloter 65 ini bisa kembali dengan selamat dan utuh,” ucap Arief.

Ia berharap dengan kepulangan jemaah haji ke Blora bisa berbuah mabrur dan semakin meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT. “Yang dahulu salatnya rajin, semoga kini semakin rajin berjamaah. Syukur-syukur berjamaah rutin di masjid,” lanjutnya.

Usai ucapan selamat datang, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan jabat tangan antara wakil bupati dan Forkopimda dengan para jemaah. Acara penyambutan berlangsung singkat mengingat waktu hampir tengah malam.

Sementara itu di luar pagar Pendapa Rumah Dinas Bupati ada ratusan anggota keluarga yang setia menunggu jemaah haji keluar. Mereka rela berdiri berdesakan di depan gerbang hanya untuk menyalami jemaah yang baru datang dari tanah suci.

Dari 5 bus yang datang, 2 bus di antaranya digunakan kembali untuk mengantarkan jemaah haji yang berasal dari Kecamatan Cepu dan sekitarnya.

Editor : Akrom Hazami

Semua Jemaah Haji Kudus Pulang pada Pertengahan Bulan

Keluarga jemaah haji menunggu kedatangan di luar gedung JHK, Kudus, Rabu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Keluarga jemaah haji menunggu kedatangan di luar gedung JHK, Kudus, Rabu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Kemenag Kudus menyatakan belum semua jemaah haji asal kota setempat yang pulang. Kedatangan jemaah haji pada Rabu (5/10/2016) sore hanya sebagian kecil.

Berdasarkan data Kemenag, jemaah haji lainnya baru akan kembali ke Kudus pada 16 Oktober 2016. Hal itu diungkapkan Kepala Kemenag Kudus Hambali. Menurutnya, jemaah haji asal Kudus terbagi dalam tiga kloter. Yakni kloter 41, kloter 67 dan 68.

“Kloter 41 sudah tiba tadi. Dua kloter lainnya adalah kloter 67 dan kloter 68. Keduanya tiba pada Kamis, 16 Oktober mendatang ,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pada kloter 67, dijadwalkan akan sampai di JHK sekitar pukul 09.00 WIB. Karena para jemaah baru berangkat dari Boyolali, pada Rabu, (15/10/2016). Total jemaah haji pada kloter 67 berjumlah 337 orang. Mereka berasal dari KBIH Arofah Gebog dan Bae.

Sementara, jemaah Kudus yang pulang 16 Oktober lainnya adalah kloter 68 . Pada kloter itu, total jemaah 204 orang. Mereka berasal dari KBIH Annur dan Muhammadiyah Gebog dan Jekulo

“Pada kloter ini, jemaah akan tiba sekitar jam 22.00 WIB. Sebab jemaah baru berangkat ke Kudus jam 18.15 WIB yakni setelah salat Magrib. Jemaah juga akan disambut di JHK Kudus,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

345 Jemaah Haji Asal Kudus Pulang Kampung

haji

Keluarga jemaah haji menunggu keluarganya di depan gedung JHK, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jemaah Haji asal Kudus akhirnya kembali lagi ke tanah kelahiran, Rabu (5/10/2016). Mereka mendapat sambutan anggota keluarga dan kerabat di gedung JHK Kudus. Kepala Kemenag Kudus Hambali mengatakan, para jemaah Kudus yang pulang hari ini merupakan rombongan kloter 41. Jumlah jemaah yang pulang kali ini, sekitar 345 orang asal Kudus.

“Dari Kudus ada tiga kloter, dan kali ini yang pulang kloter 41. Jemaah di kloter 41 dari KBIH Arwaniyah, dan Arrahman Mabrur asal Kecamatan Bae, Dawe dan Jati,” katanya kepada Koran Muria.

Suasana haru dan senang terlihat dari keluarga yang menunggu di luar gedung. Begitu pintu gerbang gedung JKH dibuka, anggota keluarga langsung berhamburan masuk menemui para jemaah haji. Pantauan di lokasi, terbatasnya kapasitas gedung membuat Kemenag membatasi keluarga yang ingin menjemput jemaah haji. Tidak heran jika banyak anggota keluarga yang terpaksa menunggu di luar pagar.

Di jalan depan dan samping gedung JHK juga sesak oleh kendaraan penjemput jemaah haji. Kondisi demikian membuat arus lalu lintas menjadi terhambat. Kendaraan yang melintas terpaksa harus memperlambat laju kendaraannya.

Asisten II Budi Rahmat yang juga menyambut kedatangan jemaah haji mengatakan kalau Pemkab Kudus meminta doa kepada mereka agar kota ini semakin baik dan sejahtera. “Doa jemaah yang baru pulang dari haji biasanya mujarab,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

2 Jemaah Haji Jepara Dipastikan Tidak Pulang

haji-2015

MuriaNewsCom, Jepara – Dua jemaah haji asal Kabupaten Jepara dipastikan tidak pulang. Pasalnya, keduanya meninggal dunia saat di Makkah dan dimakamkan di sana. Mereka adalah Tasmiran dan Abdul Wahid. Keduanya merupakan jemaah haji yang berusia di atas 70 tahun.

Hal itu seperti yang dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara M Muhdi. Menurutnya, saat ini jemaah haji asal Jepara mulai dipulangkan. Namun ada dua yang tidak bisa pulang karena meninggal dan dimakamkan di Makkah.

“Dua jemaah haji asal Jepara meninggal dunia sehingga tidak bisa ikut dipulangkan. Mereka adalah Tasmiran asal Desa Menganti, Kecamatan Kedung dan Abdul Wahid, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo. Keduanya meninggal pada 20 dan 24  September 2016 lalu,” ujar Muhdi kepada MuriaNewsCom, Selasa (4/10/2016).

Lebih lanjut ia mengemukakan, hari ini jemaah haji dijadwalkan mulai dipulangkan. Untuk pemulangan pertama adalah kloter 40 dengan jumlah jamaah 354 orang. Dijadwalkan sampai di Jepara sekitar pukul 19.00 WIB.

“Dijadwalkan mendarat di Solo sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian pulang dari Solo ke Jepara sekitar pukul 15.00 WIB. Selanjutnya tiba di Jepara dan dikumpulkan di pendapa kabupaten sekitar pukul 19.00 WIB,” terang Muhdi.

Ia menambahkan, total jemaah haji asal Jepara adalah 862 orang. Sisa dari 354 yang dipulangkan hari ini, dijadwalkan akan pulang besok, Rabu (5/10/2016). Pemulangan dilakukan seperti biasa, dan akan dikumpulkan di pendapa kabupaten.  Masing-masing pihak keluarga diperkenankan untuk menjemput di pendapa Kabupaten Jepara.

Editor : Akrom Hazami