Kecelakaan Maut di Jekulo Renggut Nyawa Turiman

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Jl Kudus-Pati tepatnya di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Sabtu (10/3/2018). Seorang pembonceng motor tewas, setelah terlindas sebuah mobil boks.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil boks bernomor polisi W 9193 US dan Honda Vario K 4226 OT. Ia menyebut, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Menurutnya, kedua kendaraan tersebut berjalan seurut dari arah barat menuju timur (Kudus ke Pati). Tepat di sebelah barat SPBU, terjadi penyempitan jalan.

“Kemudian motor yang dikendarai oleh Khumairoh (16) melambung (berpindah lajur) ke kiri.  Waktu itu pengendara memboncengkan ayahnya Turiman (50) yang duduk di bagian belakang. Saat melalui sisi kiri, stang dari Honda Vario tersenggol badan mobil truk boks. Oleng, kemudian pengendara jatuh ke kiri, sementara Turiman jatuh ke sebelah kanan, dan terlindas oleh mobil boks dibagian kepala. Helmnya pun pecah,” tuturnya.

Menurut Subakri, korban meninggal ditempat. Sementara putrinya, yakni Khumairoh hanya mengalami luka lecet.

Jasad dari Turiman lantas dibawa ke Rumah Sakit Nurul Syifa untuk divisum dan dipulasara.

Editor: Supriyadi

Dikabarkan 3 Tewas, Tukang Las Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Truk Adu Banteng di Kudus

Alat las digunakan untuk membongkar kabin truk yang ringsek dan mengevakuasi korban yang terjepit. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut yang terjadi di jalan Kudus-Pati, di Jekulo, Kudus, Kamis (9/11/2017) dikabarkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Tiga korban terjepit di kabin dua truk yang saling ’adu banteng’.

Truk yang saling bertabrakan yakni truk broks warna merah nopol D 8321 FY dengan truk boks warna hijau dengan nopol B 9933 JO. Selain tiga orang yang dikabarkan meninggal, satu korban juga mengalami luka cukup serius.

Empat korban merupakan sopir dan kernet dua truk. Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom tiga orang yang meninggal yakni Saroni dan Satukan asal Pasuruhan. Kedunya merupakan sopir dan kernet truk merah. Satu korban lagi yakni Jajan NS asal Kota Cimahi  sopir truk merah.

Sementara satu korban selamat yakni Dhani Ramdani (26) warga Yogyakarta, kernet mobil truk warna merah.

Para korban terjepit di dalam kabin truk yang ringsek setelah saling bertabrakan. Petugas bahkan harus mengerahkan tukang las untuk membongkar kabin truk dan mengevakuasi korban. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dhani Ramdani (26) warga Jogyakarta, kernet mobil truk warna merah  nopol D 8321 FY  mengatakan, Jajan NS sopir truk yang diawakinya mengalami liuka yang sangat parah dengan darah berlumuran pada tubuhnya.

Bahkan rekannya tersebut tak sadarkan diri dan terjebak dalam badan truk.

“Saya tidak tahu keadaanya seperti apa. Apakah sudah meninggal atau belum. Namun yang pasti, rekan saya sudah tak sadarkan diri saat kecelakaan berlangsung,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Menurut dia, sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian baru mengevakuasi rekannya pagi tadi, sekitar jam 08.30 WIB. Lamanya evakuasi disebabkan sopir terjepit pada badan truk sehingga membutuhkan waktu agak lama. Sopir kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan.

Baca : Dua Truk Boks ‘Adu Banteng’ di Jekulo Kudus, Sopir Terjebak di Kabin

Kondisi terjepitnya sopir, tak hanya pada truk warna merah saja, namun juga untuk warna hijau. Sama halnya dengan sopir truk merah, sopir truk hijau juga berlumuran darah pada tubuhnya.

Berdasarkan pantauan, saat dievakuasi, kondisi sopir truk hijau juga tak sadarkan diri. Hingga kini petugas masih mencari identitas sopir truk hijau, yang juga dilarikan  ke rumah sakit. 

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kondisi korban seperti apa. Karena saat ini sudah dibawa ke RSUD untuk ditangani.

Editor : Ali Muntoha

Kantor Kecamatan Jekulo Kudus Diusulkan Diganti Bangunan Baru

Komisi A DPRD Kudus saat melakukan foto bersama Camat  Jekulo Dwi Yusi Sasepti di tempat pelayanan Kecamatan Jekulo, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mengusulkan adanya pembangunan gedung baru, tahun ini. Gedung yang mereka pakai saat ini, terlalu kurang tertata, dan menimbulkan kurang enak dilihat.

Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti mengusulkan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. Tujuannya, biar gedung  menjadi lebih baik, dan tertata. Pantauan MuriaNewsCom, gedung kantor kecamatan menempati  bangunan cagar budaya. Gedung yang sudah tua, membutuhkan perawatan ekstra. Bahkan, sejumlah sudut eks Kawedanan Jekulot itu terlihat kurang perawatan.

“Rencana pembangunan sudah lengkap. Usulan juga sudah kami sampaikan, tinggal menunggu di APBD 2018 mendatang. Mudah-mudahan dapat,” kata Dwi saat kedatangan DPRD Kudus Komisi A, di kantor Kecamatan Jekulo, Senin (28/8/2017).

Besaran anggaran yang diusulkan Rp 8 miliar. Dana itu akan digunakan untuk menata sejumlah tempat. Mulai pagar depan kantor, pintu keluar dan masuk, serta taman di depan gedung. Bagian kiri dan kanan gedung akan didirikan bangunan yang berfungsi sebagai kantor kecamatan. Sedangkan bagian belakang, jadi tempat santai sekaligus gedung rapat terbuka.

Sedangkan gedung Eks Kawedanan Jekulo dibiarkan. Karena untuk membenahinya butuh waktu lama. Fungsinya akan menjadi gedung serbaguna. Dalam pembangunan tersebut, juga akan meruntuhkan satu gedung milik PDAM Kudus. Untuk pembongkaran gedung, sudah dikomunikasikan dengan Direktur PDAM Kudus Achmadi Safa.

Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto mendukung atas usulan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. “Kami akan lihat dulu  usulan dari instansi lainya yang masuk. Mana yang benar-benar membutuhkan dan mendesak, akan dianggarkan terlebih dahulu,” kata Mardijanto.

Menurut dia, kantor Kecamatan Jekulo memang membutuhkan penanganan yang serius. Bertempat di gedung cagar budaya, tentu membutuhkan perawatan dan perhatian yang intens.

Editor : Akrom Hazami

Ketua DPRD Kudus Sidak Penyaluran Rastra, Minta Beras Berkutu Jangan Diterima

Sidak penyaluran beras masyarakat sejahtera (Rastra). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan menggelar sidak penyaluran beras masyarakat sejahtera (Rastra) di Balai Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (19/6/2017).

Masan mengatakan, sidak ini digelar untuk memastikan kualitas beras yang diterima warga baik dan sudah sesuai dengan ketentuan. “Jika ada beras yang kualitasnya buruk, berkutu, bau, atau berasnya lembut, dikembalikan saja. Jangan diterima. Laporkan ke camat agar diganti oleh Bulog,” katanya.

Dari pantauannya, beras rastra yang telah disalurkan kualitasnya baik. Beras itu merupakan beras panenan tahun ini, atau maksimal enam bulan berada di gudang penyimpanan beras milik Bulog.

“Dibanding tahun sebelumnya, kualitas rastra tahun ini lebih baik. Ini merupakan hasil dari desakan Pemkab Kudus agar Bulog menyalurkan rastra dengan kualitas baik untuk masyarakat di Kudus,” katanya.

Masan berharap beras seharga Rp 1.600 per kilogram yang telah disalurkan, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga penerima. Terlebih saat ini menjelang Lebaran, harga-harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan.

“Beras rastra ini memang tidak diberikan kepada semua masyarakat. Ada syarat dan kategori penerimanya. Jadi bagi yang tidak menerima, jangan iri. Yang menerima juga tidak usah dipamer-pamerkan,” katanya.

Masan justru berharap warga yang tahun ini mendapat jatah rastra, tahun depan tidak lagi masuk dalam daftar penerima rastra. Itu artinya, tingkat perekonomian warga semakin meningkat.

Pada sidak kemarin, politisi PDI Perjuangan itu juga memberi kejutan kepada warga lanjut usia. Ia meminta sebanyak 12 warga yang usianya paling tua, untuk maju untuk menerima rastra gratis. “Uangnya disimpan saja, Rastranya biar saya yang bayar,” katanya.

Di Kudus, total ada sebanyak 35.166 keluarga penerima rastra. Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti mengatakan, ada sebanyak 4.773 keluarga di Kecamatan Jekulo yang mendapat jatah rastra tahun ini. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 288 keluarga, dari jumlah tahun lalu sebanyak 5.061 keluarga. Penyaluran rastra kini masih terus berlangsung di sejumlah desa.

Editor: Supriyadi

Kenalkan Sosok Kartini, Peserta Didik PAUD Al-Azhar Kunjungi Monumen Ari-ari Kartin

Para Peserta Didik PAUD Al-Azhar saat mengunjungi Monumen Ari-ari Kartini.

Para Peserta Didik PAUD Al-Azhar saat mengunjungi Monumen Ari-ari Kartini.

 

JEPARA – Lebih dari 180 peserta didik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Azhar, Jekulo, Kudus mengunjungi Monumen Ari-ari RA Kartini, yang berada di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Kunjungan itu dibagi dalam dua gelombang, Senin-Selasa (9-10/5/2016). ‘’Pada Senin kemarin, yang berangkat terlebih dahulu adalah peserta didik dari Taman Kanak-kanak, dan di hari kedua (Selasa) giliran peserta didik dari Kelompok Bermain (KB),’’ terang ketua penyelenggara PAUD Al-Azhar, Eni Misdayani MM.

Dia menyampaikan, kunjungan ke Monumen Ari-ari RA Kartini ini adalah dalam rangka pengenalan lingkungan kepada peserta didik. ‘’Karena belum  lama ini kita memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional, maka peserta didik kami ajak berkunjung ke Monumen Ari-ari RA Kartini ini,’’ katanya.

Kunjungan ke Monumen Ari-ari RA Kartini tersebut, jelasnya, adalah untuk mengenalkan sosok RA Kartini yang tidak sekadar sebagai pejuang emansipasi di tanah air. ‘’Kartini juga tokoh penting dalam pembangunan pendidikan di Indonesia,’’ ungkapnya.

Eni Misdayani mengutarakan, pihaknya baru pertama kali mengajak para peserta di lembaga PAUD Al-Azhar yang dikelolanya mengunjungi Monumen Ari-ari RA Kartini yang berada di samping Kecamatan Mayong tersebut.

‘’Harapan  kami sederhana. Dengan pemahaman lebih kepada sosok RA Kartini, semoga kelak ketika sudah besar anak-anak bisa meneladani jejak intelektual pejuang emansipasi dan tokoh pendidikan nasional itu,’’ paparnya.

Ketua penyelenggara PAUD Al-Azhar itu menambahkan, selain mengunjungi Monumen Ari-ari RA Kartini, para peserta didiknya dalam waktu dekat juga akan diajak menziarahi makam RA. Kartini di Rembang. ‘’Sudah kami agendakan, pekan depan semua guru dan peserta didik berkunjung ke museum Kartini dan berziarah ke makam RA. Kartini Rembang,’’ tuturnya. (*)