Presiden Jokowi dan Ulama Dunia Bakal Hadiri Muktamar JATMI di Pati

MuriaNewsCom, Pati – Presiden Joko Widodo dan ulama dunia dijadwalkan akan membuka muktamar Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (Jatmi) di Ponpes AKN Marzuqi, Slempung, Dukuhseti, Pati, Sabtu (3/10/2018).

Sesuai jadwal, muktamar Jatmi akan diadakan selama tiga hari. “Muktamar dimulai pada Sabtu, penutupannya Senin. Rencananya, pembukaannya oleh Presiden Jokowi. Bapak Yusuf Kalla juga akan hadir,” kata Ketua Umum Jatmi, KH Abdul Rauf dalam siaran press yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (7/2/2018).

Sejumlah tokoh penting yang akan hadir, di antaranya Mantan Presiden RI Megawati, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden PKS Sohibul Iman, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Ada pula Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Soedibyo, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, pengusaha Chairul Tanjung, Mantan Ketua MK Mahfud MD, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sementara itu, guru mursyid tarekat yang akan hadir datang dari seluruh Indonesia, Asia Tenggara, China dan Timur Tengah. “Persiapan sudah matang, karena sudah dikebut dua bulan yang lalu,” kata Rauf.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan selama muktamar, antara lain seminar, batsul masail, rapat pleno, serta penetapan ketua umum dan rais aam Jatmi yang baru. KH Nasihin berharap, ketua umum terpilih nantinya bisa mengemban amanah untuk organisasi tarekat tersebut.

Sederet nama yang dicalonkan menjadi ketua umum Jatmi, KH Nasihin menyebut ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rafiudin, cucu Syekh Nawawi Banten, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, dan Mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) As’ad Ali.

Untuk kandidat rais aam, ada tiga nama yang disebut. Mereka adalah Syekh Gozali dari Medan, Syekh Rasyid dari Bengkulu, dan Syekh Samsul Bayan dari Padang.

Editor: Supriyadi