Hendak Buat Jamban, Warga Desa Jerukwangi Jepara Justru Tewas Tertimbun Kotoran

MuriaNewsCom, Jepara РMalang nian nasib Matrukan (40), niat hati  membuat septictank (jamban), namun justru maut menjemput. Warga Dukuh Banyarang, Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri ini, tewas setelah terkena material ambrolnya septictank di rumahnya, Senin (19/3/2018) siang.

Kapolsek Bangsri AKP Sarwo Edhi membenarkan hal itu. Menurutnya, kronologi bermula ketika Matrukan hendak membuat jamban baru disebelah jamban lama. Diduga terlalu dekat, jamban baru yang baru dibikin justru menyebabkan jamban lama ambrol dan menewaskanya.

“Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, ketika itu korban (Matrukan) menggali lubang septictank baru yang jaraknya hanya satu meter dari jamban lama. Setelah menggali kurang lebih lima meter, saksi (Farid Setyawan) mengetahui ada rembesan air dari jamban lama. Hal itu diberitahukannya kepada korban, namun ia tak menghiraukannya. Tak lama jamban lama ambrol dan mengeluarkan kotoran lalu korban terkubur,” jelasnya, Senin sore, melalui pesan singkat.

Polisi menduga, kecelakaan tersebut terjadi karena lokasi antara jamban terlalu dekat. Terkait penyebab kematian, dr. Ghariza dari Puskesmas Bangsri menyebut korban meninggal karena kekurangan oksigen.

“Yang bersangkutan meninggal dunia, karena lemas kekurangan oksigen dan karena gas beracun (dari kotoran yang ada di septictank lawas),” ujarnya sesuai dengan diagnosa dokter.

Edhi menjelaskan, korban saat ini telah disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan. Adapun proses evakuasi dibantu dengan petugas BPBD Jepara dan petugas SAR.

Editor: Supriyadi

Bupati Berharap Tak Ada Lagi Warga Jepara yang BAB Sembarangan

Seorang warga membuat jamban untuk mengurangi BAB sembarangan. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi prihatin akan kebiasaan warga yang buang air besar sembarangan. Untuk mengatasinya, ia berharap pihak swasta juga ikut menyalurkan dana melalui Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membuatkan jamban.

“Saya berharap, kedepan tak ada lagi masyarakat Jepara yang BABS (buang air besar sembarangan), baik di selokan, sungai maupun sawah,” katanya, pertengahan minggu ini, saat berbicara diantara kader PKK. 

Menurutnya, kebiasaan buruk ini rentan menimbulkan penyakit menular. Oleh karenanya ia berharap agar semua warganya memiliki jamban yang sehat. 

Ia menggarisbawahi, pihaknya (pemkab) siap jika diminta bantuan untuk membuat program jambanisasi. Selain itu, ia juga meminta perusahaan agar menggelontorkan dana CSR. 

“Kita berharap, melalui tanggungjawab sosial perusahaan, dapat diarahkan untuk membantu kegiatan jambanisasi masyarakat,” ungkap Marzuqi.

Bupati berharap Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dapat menjadi ujung tombak kegiatan sosial di masyarakat. Selain tugas pokoknya sebagai mitra dari gerakan Keluarga Berencana (KB), lembaga ini juga diharap berperan dalam sosialisasi anti BABS. 

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Chuzaemah Marzuqi menyebut adalah organisasi yang memiliki misi untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan berkualitas. “Saya mengajak kepada orang tua untuk terus berupaya menjalin komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan anak-anak,” katanya, dalam bakti sosial kesatuan gerak PKK dan KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga).

Editor: Supriyadi